Aku sedang makan ice cream di kedai favoritku bersama kedua temanku saat Baek tiba- tiba menyapaku. Aku sempat menggali ingatanku karena aku memang sedikit lupa. Namun dia tidak mempermasalahkannya dan malah meminta ijin untuk bergabung denganku dan kedua temanku.
Kulihat kedua temanku, Lu Han dan Min Seok tampak berbisik-bisik sambil terus tersenyum saat Baek duduk disampingku. Lebih tepatnya di depan mereka. Aku tahu, mereka pasti terpesona pada Baek. Baek memang sangat cute dengan pakaian casual yang dikenakannya saat ini. Bahkan dengan terang-terangan Lu Han meminta nomor ponsel Baek. Namun Baek menolaknya, aku dan Min Seok langsung menahan tawaku. Melihat Lu Han meringis, sepertinya Baek merasa tidak enak. Sebagai gantinya, Baek memberitahu nama facebooknya. Lu Han tersenyum lebar, aku pun diam-diam mengingat nama facebook Baek.
Setelah lama saling berbincang, Lu Han akhirnya pamit karena ibunya sudah menyuruhnya pulang, Xiu Min juga ikut pamit karena dia tetangga Lu Han.
Tinggallah aku dan Baek yang saling melirik canggung. Sampai akhirnya Baek memulai pembicaraan. Awalnya aku masih menanggapinya dengan canggung, tapi lama-lama menjadi terbiasa. Baek sangat pintar membuat orang nyaman saat bersamanya.
Kalau di pikir- pikir, Baek adalah laki-laki ketiga setelah Ayah dan Chan Yeol sunbae yang mampu mengajakku mengobrol lama. Ah, ada apa denganku ? Tidak mungkin aku menyukai Baek, kita baru dua kali bertemu. Meski aku akui, dia lebih menarik dari Chan Yeol sunbae. Namun cintaku tetap untuk Chan Yeol sunbae.
Dari pembicaraan kami, aku jadi tahu kalau Baek mengikuti band disekolahnya. Wajar sih, dia kan pandai bermain gitar. Baek juga masih lajang ! Ini berita bagus untuk Lu Han.
Eum, ini entah hanya perasaanku lagi atau bukan, Baek selalu menatap wajahku saat aku berbicara dengannya. Matanya tidak pernah bergerak sedikitpun dari wajahku.
"Kenapa menatapku seperti itu ? Ada yang aneh dengan wajahku ?" tanyaku gugup
"Kau manis"
Eh ? Aku tersenyum salah tingkah. Laki- laki di depanku memuji tanpa senyum sedikitpun namun matanya tetap lekat menatapku.
~*~
From : Park Chan Yeol
Kau darimana ? Kenapa baru pulang ?
Aku tertawa kecil membaca pesan tersebut. Laki- laki itu, padahal jarak kami hanya sekitar sepuluh meter tapi dia malah mengirim pesan.
Aku memang baru saja melewati rumahnya dan aku melihatnya sedang duduk di beranda rumah. Sebenarnya tadi aku diantar Baek pulang, tapi aku minta diturunkan di depan komplek karena tidak ingin semakin merepotkan Baek.
To : Park Chan Yeol Aku habis dari kedai ice cream
From : Park Chan Yeol
Lain kali jangan pergi sendiri. Bahaya. Ajak aku saja.
Rasanya aku ingin meloncat saking senangnya. Chan Yeol sunbae sangat perhatian. Aaaa ~ aku semakin mencintainya !
From : xxx
Sudah sampai rumah ? Senang menghabiskan hari ini bersamamu.
Baek.
Baek ? Ternyata dia benar- benar langsung mengirimiku pesan. Apa tadi isinya ? Kenapa gombal sekali ? Tapi anehnya membuat bibirku tertarik keatas.
TBC
Note : maaf ya setiap part pendek. Aku ngetik di ponsel dan panjang karakternya terbatas. Sekali lagi maaf.
