Aku menatap nanar halaman rumah Chan Yeol sunbae dari atas sepedaku. Bisa kulihat, lelaki yang kucintai itu sedang memasukkan barang- barangnya kedalam bagasi mobil dibantu paman dan bibi Park.
***
Mungkin ini terakhir kalinya aku bisa melihat Chan Yeol sunbae. Malam ini dia mulai tinggal di asrama Seoul University. Hah, kenapa waktu berjalan begitu cepat ? Aku masih ingin menghabiskan waktu bersamanya.
***
"Kyung Soo- ya !"
Aku tersentak saat ada yang memanggilku. Oh, rupanya bibi Park. Wanita itu nampak tersenyum sambil menyuruhku untuk mendekat.
***
Dengan langkah ragu- ragu, aku mendekati tiga orang yang masih tampak sibuk itu.
***
"Apa yang sedang kau lakukan diluar sana Soo ?"
***
"Eum, aku habis bersepeda mengelilingi komplek lalu melihat Paman, Bibi dan Chan Yeol sunbae nampak sibuk. Aku penasaran"
Bohong ! Aku memang sengaja kesini karena aku tahu semuanya dari si bodoh kuping lebar yang sialnya aku cintai.
***
"Iya Soo, hari ini Chan-ie memang mulai tinggal di asrama barunya" aku pura- pura sedikit terkejut mendengar penjelasan dari paman Park. Chan Yeol sunbae malah menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.
***
"Eomma akan merindukanmu Nak" aku merasa dadaku sedikit sesak saat Chan Yeol sunbae memeluk erat wanita yang disayanginya itu. Seandainya aku bisa memeluk pemuda itu juga.
***
"Jaga dirimu baik- baik adik kecil" kata Chan Yeol sunbae sambil mengusak rambutku setelah melepaskan pelukan ibunya. Aku tersenyum meski dipaksakan, tidak seperti dirinya yang malah tersenyum lebar.
***
~#~
***
Chan Yeol tetaplah Chan Yeol, orang yang selalu mengirimiku pesan untuk membangunkanku, mengingatkanku makan ataupun menyuruhku tidur. Namun rasanya berbeda saat dia tidak lagi berada disekitarku. Meski baru dua minggu dia pergi, aku sudah sangat merindukannya. Aku tidak tahu harus bercerita pada siapa. Aku malu jika harus menceritakan perasaanku pada Eomma. Ingin bercerita pada Lu Han, aku takut dia bosan mendengarku bercerita tentang hal yang sama.
***
Tanpa sadar, aku menelusuri daftar kontak diponselku. Aku tersenyum begitu melihat nama Byun Baek Hyun. Mungkin dia bisa membuatku sedikit ringan.
***
To : Byun Baek Hyun
Baek, kau sibuk ? Aku ingin bercerita
***
Lama kutunggu balasan dari Baek, sampai akhirnya ponselku berdering menandakan panggilan masuk. Itu dari Baek !
***
"Yeoboseo"
Sapaku setelah menekan tombol hijau.
***
"Yeoboseo" jawab Baek dari ujung sana. Suaranya serak, seperti orang bangun tidur.
***
"Kau baru bangun tidur ?"
***
"Iya"
***
"Kenapa langsung menghubungiku ?"
***
"Kau bilang ingin bercerita, lewat pesan singkat kan kurang nyaman" Ya Tuhan ! Kenapa pemuda ini aneh sekali ?
***
"Setidaknya cuci mukamu dulu !" kataku dengan kesal tapi dia malah tertawa, membuatku semakin kesal.
***
"Jangan marah Baby"
***
"Eh ? Kau bilang apa tadi ? Coba ulangi !"
***
"Tidak, aku tidak bilang apapun" bohong ! Aku bisa mendengar tawa kerasnya. Tadi dia memanggilku Baby kan ? Ugh, kenapa pipiku memanas ? Baek sialan !
***
Pagi itu yang harusnya aku bercerita tentang apa yang kurasakan malah kulupakan begitu saja. Digantikan percakapan konyol antara aku dan Baek. Setidaknya Baek membuatku terhibur.
***
~#~
***
Pagi itu aku melotot tak percaya melihat Baek dengan gaya kerennya datang kerumahku. Menemui Ibuku, mengatakan bahwa dia ingin menjemputku. Saat itu Ayahku sudah berangkat ke kantor. Aku sempat merengek pada ibuku karena ibu terus meledekku. Kata ibu, aku ini hebat karena bisa dekat dengan dua pemuda- pemuda tampan seperti Chan Yeol sunbae dan Baek.
***
Karena sikap Baek yang ramah, akhirnya ibu mengijinkan aku berangkat ke sekolah bersama Baek. Dengan menunggangi motor besarnya, kami segera pergi dari rumahku diiringi lambaian tangan ibuku. Ibuku tersenyum, tapi aku menangkap adanya kejanggalan. Ibu menatapku khawatir, tapi kenapa ?
***
TBC
