To : Byun Baek Hyun Baek, bisakah kita bertemu ?

To : Byun Baek Hyun Baek, aku ingin membicarakan sesuatu

Aku terus menatap resah kedua pesan yang aku kirimkan pada Baek. Sudah dua hari pesan itu aku kirim, tapi sampai sekarang Baek belum membalasnya. Apa dia memang sudah melupakanku ?

Ya Tuhan, saat ini aku benar- benar menangis karena sepenuhnya menyadari hatiku yang telah terikat oleh seorang gadis bernama Byun Baek Hyun. Maafkan hambamu yang terlalu hina ini.

.
oOo .

Beberapa hari ini, aku menjalani aktivitasku tanpa semangat. Orang- orang disekitarku juga dengan mudah menyadarinya. Mereka pun sempat bertanya, aku ini kenapa ? Aku hanya menjawab kurang enak badan sambil tersenyum. Padahal, aku sedang kalut karena masih memikirkan siapa gadis yang bersama Baek hari itu. Ku akui, aku memang cemburu. Namun rasanya sudah tidak pantas karena Baek dan aku sudah tidak ada hubungan apapun.

Kucoba membuka gallery di ponselku, membuka folder yang bernama 'BaekSoo'. Ada banyak foto, video maupun audio. Aku tersenyum saat melihat salah satu fotoku dan Baek. Digambar itu, aku dan Baek terlihat sangat bahagia dengan aku mencium pipi Baek dan tangan kiri Baek memeluk pingganggku. Aku ingat, foto itu diambil tiga bulan yang lalu oleh Lu Han saat kami pergi ke taman kota.

You know you're everything to me and I could never see The two of us apart And you know I give myself to you and no matter what you do I promise you my heart

Aku tersenyum lagi saat memutar sebuah audio yang merupakan rekaman suara Baek.
Malam itu dia sedang bermaksud membantuku untuk tidur karena insomnia menyerangku.

I've built my world around you and I want you to know I need you like I've never needed anyone before I live my life for you I wanna be by your side in everything that you do And if there's only one thing you can believe is true I live my life for you

Sampai sekarang, aku tidak tahu siapa penyanyi asli lagu itu. Aku pun tidak peduli. Aku hanya tahu bahwa Baek begitu tulus menyanyikan lagu itu untukku.

Ahh, aku benar- benar merindukan Baek. Aku rindu senyumnya, suaranya dan rindu menghabiskan waktu bersamanya. Tapi apa mungkin semuanya bisa terulang kembali setelah hari itu aku melihat Baek dengan gadis lain ?

.

oOo .

.
Hari masih terlalu pagi saat aku menginjakkan kaki kedalam kelas. Hanya ada beberapa siswa yang sudah hadir. Aku menghela nafas dan duduk dikursi milikku. Kulirik kursi disampingku. Hanya keajaiban yang bisa membuat Lu Han datang lebih awal.
Hah, harusnya tadi aku tidak berangkat bersama Ayah, pagi sekali. Kalau seperti ini aku jadi bosan sendiri.

Untuk menghilangkan bosan, aku berjalan keluar kelas. Berjalan pelan menyusuri koridor sekolahku. Bisa kulihat para siswa yang mulai berdatangan. Mereka tampak bersenda gurau.

"Iya, kau duluan saja !"

Aku sedikit menoleh kesamping saat mendengar suara seorang siswi yang hampir mirip sebuah teriakan. Bisa kulihat ada seorang gadis berkuncir satu sedang melambaikan tangannya pada temannya yang mulai berjalan meninggalkannya.
Tunggu ! Gadis itu gadis yang waktu itu bersama Baek kan ?
Kenapa aku baru tahu kalau dia satu sekolah denganku ?

Aku terus memperhatikannya yang mulai berjalan pelan kearah mading sekolah. Tanpa sadar, kakiku melangkah untuk menghampirinya.

"Huh, ramalan zodiakku minggu ini sama sekali tidak bagus" aku bisa mendengar gerutuan kesalnya

Dilihat dari jarak sedekat ini, dia cantik sekali. Kulitnya putih bersih. Sambil curi- curi, aku melihat badge namanya dari samping. Kim Joon- apa itu ? Kenapa dia terus bergerak- gerak sih ? Aku kan jadi susah melihat namanya.

"Su Hoooo !" Aku dan si Kim Joon itu langsung menoleh kebelakang saat mendengar sebuah teriakan. Ada seorang siswi yang berlari ke arah Kim Joon.

"Su Ho, kau dicari Park seonsaengnim !" Kata gadis yang berlari tadi. Oh, jadi panggilan si Kim Joon itu Su Ho ya ?
Setelah itu, bisa kulihat Su Ho dan siswi yang memanggilnya tadi segera berlari.

.

"Su Ho itu nama aslinya Kim Joon Myeon. Dia satu angkatan dengan kita. menurut berita yang kudengar, dia itu suka sesama jenis."

Kata- kata Lu Han siang tadi terus berputar dia otakku. Kalau benar Su Ho lesbi, kemungkinan besar gadis itu memang menjalin kasih dengan Baek. Tapi kenapa secepat ini ? Apa Baek hanya ingin bermain denganku ? .

.
"Kau tunggu di depan gerbang saja Soo, aku mau ke toilet dulu"
Aku menganggukkan kepalaku saat Lu Han berlari lagi ke gedung sekolah. Kemudian kulangkahkan kakiku menuju gerbang sekolah. Mencari pohon besar untuk berteduh dari panas terik siang itu.
Kulihat semua murid mulai meninggalkan sekolah. Ada yang berjalan sambil bersenda gurau, ada juga yang berlari menerobos sana sini.

Kuhapus pelan peluh yang mulai menghiasi dahiku. Huh, kenapa rasanya semakin panas ?
Lu Han juga kenapa lama sekali ? Jangan bilang dia ketiduran di toilet, aku cekik nanti !

Dari ujung mataku, bisa kulihat Su Ho sedang berjalan dengan teman-temannya. Namun tiba- tiba saja dia berlari kecil sambil berteriak "aku duluan !" kepada teman- temannya. Tanpa kusadari, mataku terus mengikuti kemana dia pergi.

Deg !

Jantungku rasanya langsung berhenti. Di depan sana, bisa kulihat Su Ho yang memeluk lengan Baek dengan manja seperti saat di Lotte World. Kuremas ujung blazer sekolahku. Rasanya aku ingin pergi dari tempatku berdiri. Namun tubuhku terasa sulit digerakkan. Terasa begitu lemas.

Tes !
Airmata bodoh ! Kenapa harus jatuh ? Jangan buat aku terlihat begitu rapuh.

Kenapa kau tidak cepat pergi Baek ? Aku begitu tersakiti melihatmu dengan orang lain. Aku tidak rela Baek, sampai kapanpun.

.

"Aku tidak tahu masalah apa yang menimpa kau dan Baek Hyun. Hanya saja, aku tahu kau masih mencintai pemuda itu Soo"

Aku menggigit bibirku, menahan isak tangis yang sebenarnya sudah Lu Han dengar. Tadi Lu Han memang histeris melihat wajahku yang dipenuhi air mata. Dia juga sempat bertanya namun aku hanya menjawab dengan isakkan. Lu Han langsung berhenti bertanya saat melihat pemandangan yang membuatku terluka seperti ini. Dia langsung mengerti dan menarikku ke mobilnya.

"Aku memang masih mencintainya Lu"

"Lalu kenapa kau memutuskannya ?" Pertanyaan Lu Han seperti menohok jantungku.

"Saat itu kami ada masalah" tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak mau Lu Han merasa jijik padaku dan akhirnya malah menjauhiku.

"Kalau begitu mintalah dia kembali padamu"

Kuhela nafasku. Masalahnya tidak semudah itu.

"Ada Su Ho, Lu"

"Apa masalahnya ? Su Ho kan suka perempuan lagi. Tidak mungkin dia menyukai Baek Hyun, ya walaupun si Byun itu manis. Tetap saja Su Ho tidak akan menyukai Baek Hyun yang seorang laki- laki"

Aku hanya bisa tersenyum getir. Seandainya kau tahu Lu bahwa pendapatmu yang mengatakan Baek seorang Butchy itu benar.

~oOo~

Setelah beberapa hari bergelut dengan pikiranku, aku memantapkan hatiku untuk bertemu Baek.

Sekarang aku sudah berdiri di depan kampusnya. Menunggunya pulang. Aku tahu kalau Baek memiliki jadwal latihan Band pada hari minggu dikampusnya.

Merasa lelah berdiri, aku duduk di kursi kayu panjang yan ada disana. Kuambil kaca kecil dari tasku. Merapihkan sedikit pita yang ada dirambutku. Aku harus terlihat cantik untuk Baek. Pipiku langsung merona saat membayangkan Baek yang akan memujiku cantik.
Kumasukkan lagi kaca kecilku kedalam tas. Menolehkan kepalaku kearah gerbang kampus. Ini sudah jam 11, seharusnya Baek sudah selesai dengan latihannya.

Aku baru saja berdiri saat melihat Baek dan teman- temannya keluar dari kampus. Semua temannya laki- laki. Aku berlari kecil.

"Baek !"

"Oppa !"

Kenapa ? Kenapa harus ada Su Ho lagi ?!

Bisa kulihat Baek yang tersenyum lebar pada Su Ho, namun saat melihatku dia malah menyipitkan kedua matanya. Kenapa Baek ? Apa sekarang kau membenciku ?

TBC