Tidak terasa aku sudah tiga tahun menjadi mahasiswi di Seoul High School. Hubunganku dan Lu Han semakin akrab, aku juga terkadang masih suka makan bersama dengan Chan Yeol Oppa karena Baek melarangku untuk terlalu dekat dengan Chan Yeol Oppa, hanya jika pulang kerumah saja aku selalu bersama pemuda itu. Hubunganku dengan Baek masih seperti biasa, kadang romantis, kadang bertengkar tapi aku mensyukurinya karena kami masih bersama sampai sekarang.

Semakin hari perasaanku semakin kuat pada Baek, bahkan setiap malam aku selalu bermimpi bisa hidup bersama dengan gadis itu. Tekadku sudah bulat sekarang, setelah Baek kembali aku akan mengenalkan Baek sebagai kekasihku pada keduaorangtuaku. Memang terdengar gila, tapi aku bisa apa kalau hasrat dihati semakin kuat ?

~oOo~

"Sudah tiga tahun lebih ya kita tidak bertemu, aku sangat merindukanmu" Aku tersenyum saja menanggapi perkataan Baek, sejujurnya aku pun sama dengan dia.

"Bagaimana kalau liburan semester ini kita bertemu ?" Aku mengernyit. Bukan aku tidak mengerti, aku hanya takut kalau saja Baek nekat pulang ke Seoul hanya untuk menemuiku.

"Bulan depan aku akan pulang" Tuh kan benar, gadis itu benar- benar.

"Tidak perlu Baek, sekolahmu tinggal dua tahun lagi. Aku pasti bisa menunggumu" kataku sambil tersenyum. Aku tahu dia orang kaya, bisa pergi kemana- mana karena memiliki uang yang banyak dengan sesuka hati, tapi bukan itu masalahnya. Aku takut saat nanti dia pulang ke Seoul dan beberapa hari kemudian berangkat lagi ke New York akan semakin sulit bagiku melepaskannya.

Di layar ponselku kulihat Baek sedikit merenung. Mulutnya beberapa kali terbuka tapi kemudian tertutup lagi. Dia terlihat tidak yakin dengan apa yang akan dia katakan.

"Aku hanya ingin ketika kau kembali, kau tidak akan meninggalkanku lagi" Aku menatapnya dengan lembut berusaha membuatnya mengerti kalau bukan hanya dia yang merindukanku, bukan hanya dia yang ingin bertemu.

Meski terlihat terpaksa, akhirnya Baek tersenyum juga. Selanjutnya kami membicarakan banyak hal yang mungkin akan kami lakukan ketika bertemu nanti. Menyusun mimpi- mimpi gila tentang dia yang nanti akan melamarku kemudian menikahiku.

Terkadang aku masih tidak percaya kalau memiliki kekasih seorang gadis. Gadis yang cantiknya melebihi diriku sendiri. Hah, jalan hidup seseorang memang tidak mudah ditebak. Namun aku bersyukur, aku dan Baek masih bertahan sampai sekarang meski hubungan kami selalu dihiasi berbagai pertengakaran.

"Bulan depan hari jadi kita yang kelima kan ?" Aku mengangguk membenarkan pertanyaan Baek. Sepertinya aku mulai mengerti maksud perkataan Baek yang tadi ingin bertemu. Bulan depan hari jadi kami dan bertepatan dengan dia yang libur semester. Dia pasti ingin merayakannya bersama, aku juga ingin tapi aku tidak ingin egois. Tinggal dua tahun lagi, dan saat hari itu tiba maka kami tidak akan berpisah lagi.

~oOo~

"Menurutmu lebih cantik cincin yang mana ?"

Aku tidak langsung menjawab pertanyaan Chan Yeol Oppa, membandingkan dulu kedua cincin yang ada ditangannya. Aku memang sedang menemani Chan Yeol Oppa ditoko perhiasan. Katanya lelaki itu ingin memberi hadiah cincin untuk ulang tahun sepupunya minggu depan.

Kuakui, Chan Yeol Oppa memiliki selera yang cukup baik. Itu terbukti dengan dua cincin yang sekarang ada ditangannya.

"Menurutku lebih cantik yang itu" aku menunjuk cincin berwarna putih kecil dengan mata sapphire ditengahnya. Sangat lucu.

Chan Yeol Oppa mengangguk kemudian mendekati si pramuniaga yang sedari tadi tersenyum pada kami.

Setelah selesai, kami meninggalkan toko perhiasan tersebut. Chan Yeol Oppa menggenggan lembut tanganku. Rasanya begitu hangat. Rasanya memang sudah lama kita tidak bergandengan tangan seperti ini.

Kami berjalan menyusuri trotoar dan berhenti di halte depan, bermaksud pergi ke pasar Dongdaemun.

Begitu sampai di pasar Dongdaemun, aku langsung menarik tangan Chan Yeol Oppa ke kios makanan. Hm, sepertinya bisa sampai pagi kami disini karena aku ingin mencoba semua makanan yang ada. Nasib baik hari ini kami pulang ke rumah bukan ke asrama.

"Hei lihat, ini bagus" aku memperlihatkan sebuah topi berwarna hitam dengan garis biru tua dan ada tulisan 'sky' dibagian depan.

"Ini lebih cocok untukku" Chan Yeol Oppa merebut topi ditanganku dan langsung memakainya. Ah dia benar, topi itu lebih cocok untuknya. Aku tersenyum melihatnya yang sekarang sedang membetulkan letak topi dikepalanya.

Setelah membayar topi itu, kami berjalan lagi menyusuri kios- kios disini dengan tangan yang saling bergandengan.

"Kau suka kuajak kesini ?" Aku mengangguk antusias untuk menjawab pertanyaan Chan Yeol Oppa. Aku sudah lama tidak pergi ke pasar malam. Terakhir aku pergi kesini dua tahun yang lalu bersama Lu Han.

Kuperhatikan pemuda disampingku ini, dia terlihat semakin tampan saja. Aku juga baru sadar kalau tubuhnya tambah berisi.

"Setelah lulus nanti, Oppa akan pergi kemana ?"

"Hm, aku akan menetap disini. Sudah ada agency yang menawariku untuk bergabung" aku mengangguk- anggukkan kepalaku.

"Dan mungkin aku akan langsung melamarmu" katanya sambil tersenyum jahil. Aku langsung mencubit pinggangnya yang membuahkan ringisan dibibirnya. Dia ini, bisa- bisanya bercanda seperti itu. Kalau aku masih menyukainya, bisa jadi aku selalu berharap itu akan menjadi nyata.

~oOo~

"Kyung Sooo !"

Aku hampir menyemburkan makananku saat Lu Han masuk ke kamarku begitu saja. Seo Hyun hanya tersenyum kemudian bermain lagi dengan ponselnya.

"Maaf" kata Lu Han cengengesan. Dia menggaruk sedikit tengkuknya kemudian berjalan mendekatiku. Aku melanjutkan makanku seolah tidak menganggapnya ada.

Lu Han duduk disampingku kemudian berbisik ditelingaku-

"Tadi aku melihat Baek di pos satpam" dan kali ini aku benar- benar menyemburkan makananku.

Aku langsung berlari tidak kupedulikan Seo Hyun yang menatapku khawatir dan Lu Han yang berteriak heboh memanggil namaku. Aku terus berlari tidak mempedulikan orang- orang yang menatapku aneh karena masih memakai baju tidur. Hanya Baek yang aku pikirkan saat ini. Baru seminggu yang lalu dia mengatakan ingin bertemu tapi dia sudah ada disini sekarang. Bagaimana bisa ?

Aku berhenti sebentar dilapangan. Menarik napasku yang mulai terasa mau habis. Berlari dari lantai empat membuat tenagaku seperti diperas.

Aku mulai berlari lagi tapi tidak kesetanan seperti tadi. Lariku semakin pelan ketika mataku sudah melihat pos satpam. Aku menarik napas sejenak, berusaha menormalkan detak jantungku. Rasanya aku gugup sekali, tidak percaya kalau hari ini aku akan bertemu Baek.

Dengan senyum lebar aku memasuki pos satpam. Tidak ada Baek, kemana dia ? Hanya ada satpam kampusku yang sedang merokok. Apa Lu Han menipuku ? Dia mempermainkanku ?

Aku melangkah mundur kemudian berlari kencang meninggalkan pos satpam. Menghapus setitik air mata yang menggantung di kedua mataku. Ini lelucon yang tidak lucu. Tidak seharusnya Lu Han menjadikan hal seperti ini bahan bercandaan.

Aku berlari semakin kencang ingin kembali ke kamarku dan memaki Lu Han sekasar mungkin. Dia sangat menjengkelkan !

"Lu Haaaannn !"

!

Aku mematung. Tidak ada siapa- siapa dikamar. Kemana Lu Han dan Seo Hyun ? Ah aku tahu, Lu Han pasti segera pergi begitu dia sadar kalau aku sudah tahu dia mempermainkanku. Sialan !

Aku ingin bertanya pada Seo Hyun tapi sepertinya gadis itu sedang mandi. Aku mendengar suara kran air menyala.

Dengan malas aku merebahkan diriku ditempat tidur. Memakai selimut sampai menutup wajahku. Ini masih pagi dan mood-ku sudah sangat buruk.

Aku hampir saja terlelap saat merasakan tempat tidurku bergoyang. Itu pasti Seo Hyun. Kurasakan dia mengusap kepalaku. Dia memang selalu begitu. Setiap aku ada masalah, dia tidak pernah bertanya. Dia hanya berusaha membuatku tenang dengan cara mengusap kepala atau pundakku. Entah kenapa rasanya begitu hangat, tidak seperti sebelumnya.

"Mau sampai kapan kau bersembunyi dibalik selimutmu ?"

!

Suara ini ? Benarkah dia ?

Kurasakan tangan itu menarik selimutku. Jantungku hampir terlepas rasanya. Wajah indah berbingkai kacamata itu tersenyum manis padaku.

"Aku sangat merindukanmu, Sayang"

Aaaa Lu Haaaaannn, aku tidak jadi memakimu. Aku sangat mencintaimu !

.

.

.

"Ada yang aneh dengan wajahku ?"

Aku tergagap saat Baek menyeringai. Dia memergokiku yang tak henti memandanginya.

"Eum itu, aku merasa kau semakin cantik" aku jujur mengatakan itu. Dia memang memakai jaket kulit dan celana jeans tapi lihat mukanya ? Dia sangat cantik dengan kulit yang semakin putih, rambut pirang yang kurasa sebahu itu dia ikat cukup tinggi. Oh jangan lupa kacamata dengan frame hitam miliknya. Sangat mempesona. Sangat berbeda dengan dia yang pertama kali aku kenal.

"Itu takkan mengubah statusku yang merupakan seorang butchy dari Do Kyung Soo" katanya sambil tersenyum jahil. Aku tertawa kecil. Dia benar, bagaimanapun penampilan dia, dia tetap lelaki dalam hubungan kami.

Aku menyenderkan kepalaku dibahunya. Menatap kerlap- kerlip lampu kota dari balkon rumahnya. Sangat indah. Malam ini begitu sempurna untukku.

"Mau menginap disini ?" Baek mengusap lembut kepalaku.

Aku menggeleng. Besok aku ada kuliah. Mana boleh tidur diluar asrama.

"Hari ini pun harus pulang sebelum pukul sepuluh"

Bisa kudengar Baek menghela napasnya membuatku merasa tidak enak. Aku semakin rapat dengan tubuhnya, seolah mengatakan kalau sebenarnya aku juga masih ingin bersamanya. Kami berakhir saling diam, meski Baek masih setia mengusap- usap kepalaku.

Sebenarnya banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya, salah satunya adalah berapa lama dia disini ? Aku ingin menghabiskan waktu bersamanya sebaik mungkin. Jangan terlewat satu hari pun.

~oOo~

Di sabtu pagi ini, aku akan pulang kerumah. Padahal aku sama sekali tidak ingin karena aku berniat menghabiskan waktu bersama Baek. Namun tiga hari yang lalu ibu memintaku untuk pulang dan harus pagi- pagi. Aku sedikit heran, saat itu ibu bicara sedikit memaksa. Namun aku tidak ambil pusing karena mungkin hari ini ayah ada dirumah, jadi ibu ingin kita berkumpul. Ah, aku juga mengajak Baek. Aku bermaksud mengenalkan Baek pada orangtuaku.

Aku pulang ke rumah bersama Baek saja karena Chan Yeol sunbae sudah pulang duluan tadi malam dan yang menyebalkannya dia tidak mengajakku. Huh, kalau tidak ada Baek, bisa dipastikan aku akan pulang sendiri.

Aku mengernyitkan dahi begitu sampai didepan rumah dan melihat keramaian disana. Baek seolah ingin bertanya padaku dan aku langsung menggeleng pertanda aku tidak tahu. Aku menggenggam tangan Baek dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Di depan sana, aku melihat Ibu tersenyum cerah menyambut kedatanganku. Namun Ibu sedikit bingung melihat Baek.

"Kau teman Kyung Soo ?" Tanya Ibu dan Baek hanya mengangguk sambil tersenyum.

"Kau cantik sekali Nak, tapi aku merasa tidak asing dengan wajahmu" Ibu tersenyum sambil mengusap bahu Baek. Aku tidak tahu harus menanggapi bagaimana.

Setelah itu Ibu mengajak kami masuk kedalam rumah. Aku sedikit tercengang melihat dekorasi di dalam rumah. Seperti akan ada pesta disini.

"Hai Soo"

Aku semakin heran melihat Chan Yeol Oppa ada dirumahku. Ada apa sebenarnya ? Kenapa aku merasa akan ada hal buruk yang terjadi. Kugenggam tangan Baek dengan erat dan dibalas Baek dengan rangkulan dibahuku.

Chan Yeol Oppa melangkah ke arah kami dengan langkah panjangnya.

"Temanmu Soo ?" Chan Yeol menatap Baek tanpa berkedip membuatku mendengus. Aku mengangguk dan akhirnya mengenalkan Baek dengan Chan Yeol Oppa.

"Aku tidak tahu kalau kau memiliki teman secantik ini" aku menautkan kedua alisku. Oh ternyata Chan Yeol Oppa tertarik pada Baek.

"Boleh aku mengobrol sebentar dengannya ?" Tanya Chan Yeol Oppa sambil berbisik ditelingaku. Ish, sejak kapan Chan Yeol Oppa mudah tertarik pada seorang gadis ? Ah tapi tidak apa kalau Chan Yeol Oppa menyukai Baek, yang penting Baek menyukaiku. Bertepatan dengan itu, Ibu memanggilku. Aku pun mau tidak mau meninggalkan Baek bersama Chan Yeol Oppa.

Hanya beberapa jam berlalu, hal yang tidak aku inginkan tiba- tiba terjadi. Seperti mimpi buruk yang selama ini menghantuiku. Ternyata hari itu adalah hari pertunanganku dengan Chan Yeol Oppa. Jantungku seperti terlepas rasanya. Bagaimana mungkin orangtuaku tidak memberi tahuku terlebih dahulu ? Aku ingin menangis rasanya saat Ibu berkata kalau ia tidak perlu bertanya padaku tentang pertunangan ini karena ia yakin kalau aku sangat mencintai Chan Yeol Oppa. Pemuda itu juga merahasiakan semua ini, dia membohongiku tentang cincin yang katanya untuk sepupunya.

Lalu Baek ? Aku mencarinya disetiap penjuru rumah, dia tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali. Ponselnya sama sekali tidak bisa dihubungi.

"Dia sudah pulang tadi. Dia terlihat sangat terburu- buru, mungkin ada keperluan yang mendesak" itu jawaban Chan Yeol Oppa ketika aku bertanya apa dia tahu dimana Baek karena terakhir kali aku melihat Baek bersama Chan Yeol Oppa sedang mengobrol di taman rumahku.

Aku ingin pergi kerumah Baek tapi tidak bisa, Ibu menahanku. Dia bilang waktu pertunanganku sebentar lagi.

Ya Tuhan, inikah caramu memisahkanku dengan Baek ?

Flashback End