"Ayo, Taufan! Cepetan! Nanti terlambat lho!" Teriak Kak Gopal yang sudah menungguku di mobil dari tadi. Kak Gopal cepet banget sih siap siapnya...
"Iya, iya!" Setelah mengatakannya, aku pun langsung berlari masuk ke dalam mobil. Mom pun menjalankan mobilnya.
"Wah, mom jadi ingat hari pertama kamu masuk SD deh, Taufan." Ucap mom tersenyum.
"Hahah, iya, tuh. Senyum senyum terus sampai giginya kering waktu sudah di sekolah." Balas Kak Gopal sambil menyipitkan matanya. Walaupun kenyataannya matanya tidak bisa menjadi sipit, hahah.
"Ah, mom! Itu kan soalnya aku masih SD kelas 1."
"Memangnya apa bedanya sama yang sekarang?" Tanya mom.
"Sekarang aku bukan anak SD, aku anak SMP! Dan juga sekarang aku.." aku memotong perkataanku sejenak, "Lebih malas belajar. Hehehe" Jawabku sambil menunjukkan gigiku yang besar besar, pertanda sudah bukan gigi seri lagi.
Disclaimer: BoBoiBoy punya Animonsta
Summary: Periang, suka melucu, dan selalu konyol. Siapa yang tidak kenal dengan Taufan ini? Mungkin kamu pun bisa jadi iri dengan sifatku yang periang ini. Eits, tunggu dulu sampai kamu tahu sifatku saat masih di sekolah dasar. "Apa ini yang namanya pem-bully-an ya?"/ "Lagipula nanti ya akan kacau lagi" Author masih newbie m(_ _ m).. Happy Reading!
WARNINGS: OOCs, Typos
"Nah, sudah sampai. Belajar yang rajin ya, Gopal, Taufan."
"Ya, mom!" dan kami berdua pun turun dari mobil. Aku melambaikan tanganku ke arah mom. Walupun nggak kelihatan, aku tahu bahwa mom membalas lambaian tanganku.
Oke! Hari baru, bulan baru, minggu baru, sekolah baru, teman baru, guru baru, kelas baru, pelajaran baru, semuuua serba baru! Oh, hari ini aku sangat bersemangat!
Mungkin gara gara sudah 6 tahun berada di sekolah yang sama terus menerus ya?
Kalau aku bisa mengeluarkan aura, mungkin sekarang auraku berwarna pink dan berbunga bunga! Yah, walaupun warna pink dan bunga itu identiknya sama cewek, tapi ini kenyataan lho! Kegembiraan anak kecil yang mendapat hadiah natal, kini kurasakan! Mungkin begitu ya dramatisnya? Hehe.
"Taufan!" Terdengar suara teriakan teman – teman SD ku.
"Hei!" Aku langsung berlari ke arah mereka. Ah, kangennya! "Ochobot! Probe, kamu sekolah di sini juga?"
"Hehe, iya, dong! Kemana Adu du pergi, di situ ada Probe!" Jawab Probe dengan suaranya yang khas. Probe kelihatan lebih tinggi dari biasanya! Kereen! Apa aku juga tambah tinggi ya?
"He? Adu du juga sekolah di sini? Katanya mau mencoba hal baru?" Tanyaku.
"Hal baru? Maksudnya?" Tanya Ochobot sambil mengunyah permen karetnya. Karena ia mengunyah permen karet, suaranya terdengar sedikit aneh. Mungkin perubahan suara ya? Tapi dari awal suara Ochobot sudah serak serak basah kok...
Karena suara serak serak basah Ochobot ini pula, ia dimasukkan ke regu band andalan SD dulu. Memang, suara Ochobot sangat bagus. Ada juga rumor yang bilang kalau Ochobot juga bisa break dance. Ochobot, ayo bentuk group band sama aku sekarang!
"Maksudnya dia nggak mau masuk sekolah terkenal kayak SMP Concierge ini."
"Hm, masa sih? Aku nggak tau tuh." Jawab Probe sembil meletakkan jari telunjuknya di dagunya.
"Hai semua!"
"Iwan!"
Iwan memotong pembicaraan kami. Iwan terlihat lebih tinggi juga! Walaupun nggak lebih tinggi dari aku, tapi pertumbuhannya kelihatan deh.. Seseorang, tolong beritahu aku apa aku tambah tinggi atau nggak!
"Seragammu kebesaran ya, Iwan? Hahah!" Ucap Ochobot sambil sedikit mengejek.
Untungnya, Iwan anak yang baik. Dia nggak menganggap ejekan itu hal yang serius. Keren..
"Oh, ya, kalian sudah menyapa anak baru belum? Kenalan gituu.." Tanyaku. Sekolah baru, teman baru kan?
"Belum..."
"Iya, buat apa sih..?"
"Nggak mau ahh.."
"Eeh, kok gitu?" Mungkin mereka malu ya? Kenapa harus malu? "Hei!" Aku menyapa seorang lelaki kecil di sampingku, "Aku Taufan! Siapa namamu?" Aku mengulurkan tanganku untuk bersalaman.
Anak itu pun menerima salamku, "Aku Ba Ge—eh, bukan! Namaku Tom!"
"Wow! Kayak nama artis dari luar negeri! Salam kenal! Kita sekelas ya?" Balasku. Tapi entah kenapa, menurutku nama Tom itu nggak cocok buat wajahnya deh..
"I—Iya.." Jawabnya sambil cepat cepat melepas tangannya dari genggamanku. Ah, sudahlah biarkan saja. Aku melemparkan senyuman sesaat kepadanya, kemudian meninggalkannya dan kembali berkumpul dengan teman temanku.
"Begitu lohh, teman teman!"
"Yah, Taufan kan enak, orangnya friendly gituh.." Ucap Probe sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Yah, aku bisa jadi gini juga berkat kalian kok, Probe, Iwan, Ochobot.."
KRIIING
Oo, bel sudah bunyi. Akhirnyaa! Kehidupanku di SMP dimulai, wahai saudara saudara sekalian! Astaga, otot di wajahku sudah nggak bisa nahan senyuman lagi... Oh, God, Yess!
Para murid baru di arahkan oleh anggota Concierge untuk berbaris. Kalau kalian nggak tau, Concierge itu nama klub di sekolah ini yang dikembangkan oleh sang kepala sekolah sendiri untuk membantu kepengurusan sekolah. Kalau di sekolah lain sih namanya Organisasi Siswa Intra Sekolah. Yap, OSIS.
Mungkin kalian sendiri juga menyadari kalau nama sekolah ini adalah SMP Concierge. Ya, itu karena adanya klub ini.
Tentu saja tujuan utamaku buat masuk sekolah ini supaya aku bisa masuk Concierge! Kalau masuk Concierge, aku bakal terkenal! Ke mana mana pakai lambang Concierge. Aah! Bangganyaa! Oke, aku akan berusaha biar masuk Concierge! Toh, reputasiku di SD juga sudah bagus.
Ada juga kabar kalau Concierge ini berbeda dari OSIS, karena itu sekolah ini sangat spesial. Tapi aku sendiri juga nggak tau apa ke-spesialannya.
Setelah di bariskan, kami pun masuk ke dalam kelas masing masing untuk menerima buku panduan kegiatan.
Selain itu, di kelas, kami juga diajari berbagai macam kebiasaan kebiasaan di sekolah ini. Kemudian, kami pun di arahkan menuju lapangan untuk melaksanakan upacara hari pertama.
Upacara pertama sebelum kegiatan MOS dimulai. Oh, aku tidak bilang kalau ada MOS? Masa kalian sendiri juga nggak ingat kalau di hari pertama masuk SMP selalu ada MOS?
Tentu saja buku panduan kegiatan yang dibagi tadi juga buku panduan kegiatan MOS, teman teman.
"Haah, hari pertama upacara ya.." Ucap Iwan dengan suara terkecilnya. Kalau suaranya itu membesar, bahkan pembina upacara yang saat ini sedang berpidato-ria akan lihat ke arah kita.
"Haha, sabar ya, Iwan." Jawabku singkat.
"Sssstt"
"Tapi Cuma 1 jam kok. Jadi nggak papa kan?" Sambungku.
"Nggak papa apanya? Masa musim panas gini upacara? Taufan, kamu terlalu carefree deh." Balas Iwan.
"Hoi! Ssstt!"
"Iwan, please, di Malaysia nggak ada musim panas."
"Sssssttt!" Desisan anak itu mulai menjadi.
"Apaan sih? Bukannya kamu tambah bikin rame, nih?" Aku membantahnya.
"Ssssstt!"
Tanpa kusadari, aku ternyata sudah jadi pusat perhatian semua guru, Oh My God! It's a pinch! Ingat, teman teman, jangan ramai pada saat upacara!
"Selanjutnya..." Aku membuka buka jadwal yang ada pada buku panduan MOS, "Penjelasan kecil di aula ya?"
"Yap, betul. Pengenalan tertib lalu lintas dan pemberitahuan kurikulum..." Jawab Ochobot yang sudah mengikutiku terus sejak upacara tadi. Probe? Entahlah, mungkin sekarang sedang bersama Adu du.
"Kukira MOS isinya Cuma game aja.." Ucapku sambil melangkahkan kakiku ke aula sekolah yang letaknya di lantai 3.
"Iya, aku pikir anggota OSIS jadi jadian itu bakal ngerjain kita."
"Bukan OSIS jadi jadian, Ochobot, Concierge!" Jelasku singkat, "Sudah ah, aku pingin kegiatan ini cepet selesai deh." Sambungku kemudian aku cepat cepat menaiki tangga sambil sedikit berlari.
"Eh, tunggu, Taufan!"
Tapi, kalau dilihat lihat, sekolah ini luas banget lo. Bangunan 3 lantai, kelas 7 di lantai 3, kelas 8 di lantai 2, dan kelas 9 di lantai 1. Memang kedengaran nggak adil, tapi itu sudah terlaksana sejak pembentukan awal sekolah ini.
Selain itu, di lantai satu terdapat meja bagian informasi dengan hall yang sangat besar di depannya. Ada pula lapangan basket dan lapangan sepak bola di lantai 1 serta aula yang bisa memuat 500 siswa di lantai 3. Luas banget kan?
Sebenarnya, aku sudah pernah ke sekolah ini waktu SD. Waktu itu aku ke sini untuk menjemput Kak Gopal. Aku ke sini dengan sahabat baikku saat SD. Sayangnya dia nggak masuk SMP Concierge.
Yap, akhirnya sampai juga di Aula. Fuh, lantai 3, sih.. Jadi capek banget..
"Ochobot, kita duduk paling depan yuk!" Ucapku, menoleh ke belakang. Sayangnya, yang kucari nggak ada di sana. Ochobot lama banget sih..
Aku pun duduk di tempat paling belakang, menghadap ke pintu masuk aula. Anak anak yang lain sudah mulai memenuhi bagian depan aula. Coba kalau Ochobot jalannya labih cepat, kan aku sudah duduk paling depan tadi. Huh!
Ochobot memang nggak pintar olahraga, Ochobot sendiri pernah bilang atau lebih tepatnya berkhayal kalau di kehidupannya yang sebelumnya, dia nggak punya kaki, makanya jalannya,larinya, lompatannya, semuanya nggak ada yang sempurna. Mana ada yang namanya kehidupan sebelumnya? Memangnya kau reinkarnasi dari mana, Ochobot?
Tapi kenapa bisa ada rumor kalau Ochobot bisa breakdance ya? Hm..
"Haah.. Haah.."
"Ochobot! Lama banget sihh!"
"Aku sudah lari sekuat tenaga, Taufan!" Balas Ochobot sambil masih mengambil nafas dengan berat. Kasihan Ochobot...
"Ya, sudahlah, ayo kita duduk di sana." Aku menunjuk satu tempat kosong di bagian tengah Aula. Tanpa bicara lagi, Ochobot langsung mengikutiku sambil masih berusaha menyeimbangkan nafasnya.
Penjelasan kecil pun berlangsung. Sayangnya, penjelasan ini nggak sependek yang kuduga. Tebak berapa lama waktu yang dibutuhkan!
3,5 jam, kawan kawan! Hampir 4 jam! Lama banget kan? Kalau kalian di posisiku, mungkin kalian pun ingin cepat pulang kan?
Setelah selesai kegiatan penjelasan ini, tibalah saatnya untuk memulai permainan permainan yang sudah disiapkan oleh anggota Concierge. Kegiatan hari ini berlangsung sampai jam 1. Sangat melelahkan, sungguh!
Hari pertama di SMP Concierge. Banyak sekali konflik yang terjadi di sini. Apa aku bisa sekolah di sini dengan baik ya?
Author's Note: Akhirnya update juga! Yeey! Setelah meditasi 30 tahun di goa cina (?) akhirnya, Author dapat pencerahan lagi untuk chapter terbaru! Oke, saya sudah perbaiki beberapa hal, semoga readers nggak bingung lagi sama ceritanya :) Sebenernya pingin update kemaren, tapi internet masih blum ada :'). Di chapter ini, ceritanya cuma tentang hari pertama Taufan di SMP. Jujur, saya rasa ini chapter paling membosankan (lol) karena saya sendiri nggak terlalu bisa bikin cerita yang mendeskripsikan keadaan yang sedang berlangsung. Tapi, kalau readers suka, syukurlahh... Maafkan saya karena updatenya lama dan ceritanya cuma berkembang sedikit... Chapter depan pasti lebih bagus! (karena itu, mohon tambahan masukannya XD) Oke, silakan nikmati kelanjutan chapter ini! Happy Reading!
Hei!
Send 17.40
Taufaan! Gimana hari pertama di Concierge?
Received 17.40
Capekk -o-" Tapi, anggota Conciergenya keren keren lho!
Send 17.40
Kasiaan.. :')
Hee, aku pingin liat anggota Conciergenya juga!
Received 17.43
Makanya, pindah aja ke sini! XD
Send 17.44
Hahah~~ Btw, Air juga di sini lho! Aku sekelas sama Air!
Received 17.44
Enaknyaa
Send 17.44
Kamu aja deh yang kesini (lol)
Received 17.44
Hm,, pinginnya sih gitu...
Send 17.44
Eh, aku makan dulu ya, besok kita lanjutin lagi..
Send 17.45
Oke, deh! Kapan kapan ketemuan ya!
Received 17.45
Gampang! Ajak Air juga ya, Api
Send 17.45
Sipp!
Received 17.46
