EXCHANGE TWIN

SexyBabyWolf & PrincessWolf present

Oh Sehun seorang ice prince harus rela menyerah untuk menakhlukkan Luhan sang princess. Dan ia juga merasa dipecundangi kembarannya karena bisa menarik perhatian Luhan semudah membalik telapak tangan. Namun banyak rahasia terjadi dibalik semua itu. Curious? Check this out. Warning: GS, OTP12, crack pair slight. Hunhan, JaeEun, slight HunEun, JaeHan couple lain menyusul. Yang gak suka monggo diclose saja. Yang mau review silahkan dengan bahasa yang pantas dan yang gak mau review juga gpp. Dyo tidak berminat FANWAR.

balasan review :

guest : mian typonya, mmm karena memang pada gensi sih untuk mengakui kalau saling suka. hehe nanti ada kok alasan kenapa mereka seperti itu. tungguin chap selanjutnya ya. gomawo saranghae 3 bbuing~

NoonaLu : gomawo, oke udah dilanjut gomawo saranghae 3 bbuing~

niasw3ty : ne gomawoyo sudah dilanjut ya gomawo saranghae 3 bbuing~

noeno . rosita : kekeke, mmm apa ya? memang mau hubungan yang kaya gimana? mm-hm, sudah dinext gomawo saranghae 3 bbuing~

lisnana1 : ne sudah dilanjut gomawo saranghae 3 bbuing~

Rury0418 : kkkkk, nuna heboh banget sih? gak dimarahin tetangga sebelah?#lirik exo next door. gomawo udah suka. sudah dinext gomawo saranghae 3 bbuing~

Fangirl lu han : amin, kekeke. ne sudah dilanjut tapi bukan fast update#nyengir. gomawo saranghae 3 bbuing~

Meilisa bae : mmm, gimana ya jelasinnya? nanti ada kok di chap selanjutnya dijelasin tentang Sehun dan Jaehyun. kekeke, salahin aja hangeng daddy#digeplak. majja... ne sudah dinext sequel? ini kan belum end nuna? aigoo, gomawo saranghae 3 bbuing~

Sabekyon : haha, namanya juga orang kaya, awas aja ntar didamprat mamanya Lu nuna baru tahu rasa#ditendang. sudah dinext gomawo saranghae 3 bbuing~

jjjjj : namanya -_- singkat padat jelas kaya jeli. hyung emang malu maluin#digampar. gomawo saranghae 3 bbuing~

Hohoho61 : yo yo yo man~ iye iye udah dilanjut. bukan fast update nih, mian nunggu#senyum polos. gomawo saranghae 3 bbuing~

luhannieka : yo man~ hehehe gomawo nuna. love me? but someone can angry right?#digampar. oke sudah dinext. dan nuna, lain kali capslocknya matiin dulu ne, hahaha gomawo saranghae 3 bbuing~

guest : iya guest-nim... mm iya, yang itu? aaah, itunya nanti dulu ne hehehe. keke gomawo. mmm gimana yaa, lihat nanti aja ya gomawo saranghae 3 bbuing~

Namelulu97 : keke, udah dilanjut nih, jangan kepo ya gomawo saranghae 3 bbuing~

Anyeong, reader sekalian, mian Dyo lama banget hehe. yang penting tetep diupdate aja ya#dikeroyok rame rame. oke, gak banyak bicara happy read.

N.B : gomawo untuk review, fav, dan follow yang diberikan. mungkin ceritanya sudah pasaran dan ada yang sudah tahu mungkin. banyak typo dan mungkin kesalahan lainnya, jwesonghamnida. tapi, ya terima kasih lagi, yang menyempatkan diri review. yang gak reviewpun gpp karena saya open source(?) keke, ditunggu chap selanjutnya 3 saranghae bbuing~

Chapter 2 Real situation

Author POV

"Sampai disini saja ge!" mobil red ford itu terhenti beberapa meter sebelum mencapai gerbang sekolah.

"Hati hati ne! Pulang sekolah nanti tunggu aku ditempat biasa!" ucap Suho, namja yang tengah berada dibangku kemudi saat ini. Kemudian ia maju dan mencium kening Lay, yeojachingunya dengan sayang. Lay mengangguk kemudian turun dari mobil mewah milik Suho.

"Eonnie!" Lay menoleh dan mendapati Kai berjalan bersama dengan Kyungsoo.

"Noona!" ucap Kai sambil tersenyum.

"Anyeong, Kai Kyung! Kajja, sebentar lagi Lulu datang!" ucap Lay sambil menarik Kyungsoo menuju gerbang. Kyungsoo menoleh kebelakang dan melambaikan tangannya pada Kai.

"Suho oppa, dimana eonnie? Dia tidak berangkat sendiri kan?" Tanya Kyungsoo saat memasuki halaman sekolah.

"Tentu saja tidak. Bukannya tidak mungkin kan kita bersama disekolah?" Kyungsoo mengangguk paham. Mereka berjalan melewati koridor menuju kelas. Tapi kemudian mata Kyungsoo membulat saat melihat dua temannya dibawah pohon. Mulutnya sudah komat kamit siap mendamprat kedua orang itu.

"Eonnie!" Kyungsoo berteriak dengan histeris membuat Lay mengerutkan dahinya lalu mengikuti arah pandang Kyungsoo. Lay hanya menggeleng kepalanya jengah.

" Yaa Chanyeol-aa!" Kyungsoo berteriak sambil memukul lengan Chanyeol yang sedang memeluk Baekhyun dengan keras. Reflek mereka berdua melepas pelukannya.

"Yaish mwoya? Appo! Kau berisik!" sahut Chanyeol jengkel sambil mengelus lengannya yang berdenyut. Lain lagi dengan tanggapan Baekhyun. Yeoja manis itu saat ini malah tertawa melihat kekasihnya didamprat sahabatnya. Chanyeol yang menyadari hal itu melirik tajam kearah Baekhyun.

"Chanyeol-aa, kau tidak lupa perjanjian kita bukan? kita tidak akan berada dalam zona dekat disekolah." Ucap Lay pelan sambil menatap lembut pada temannya yang saling beradu tatapan mata.

"Kau ini dasar mesum! Kalau Luhan tahu bagaimana?" Chanyeol melengos sambil menutup telinganya saat mendengar Kyungsoo berucap.

"Yaa, kau! Berhenti berteriak! Telingaku bisa tuli. Lagipula Luhan nuna juga belum datangkan?" ucap Chanyeol melayangkan tatapan mematikannya kearah Kyungsoo yang dibalas pelototan lucu dari Kyungsoo. Baekhyun yang sedari tadi tersenyum melihat kekasih dan sahabatnya bertengkar kini terlihat panic sambil menunjuk nunjuk kearah pintu gerbang.

"Kenapa Baek?" Tanya Chanyeol. Mereka bertiga menoleh kearah gerbang dan…

"Luhan!" mereka berteriak bersama. Sedetik kemudian berhamburan saling menjauh.

"Eonnie, Taozi dan Minnie" ucap Kyungsoo membuat Lay teringat dengan kedua temannya yang lain. Pasti mereka juga sedang bersama namjanya.

"Kalian berdua cari Taozi, aku akan ke kantin mencari Minnie!" Kyungsoo dan Baekhyun mengangguk kemudian setengah berlari menyusuri koridor dengan kepala menoleh kesana kemari. Tepat saat melewati kelas 2C, Baekhyun berhenti dan menarik Kyungsoo masuk.

"Gege, du bu xie!" ucap Baekhyun dengan bahasa Cina yang lucu sambil membungkuk 90°.

"Luhannie sudah datang. Ottokae?" ucap Baekhyun panic. Kris dan Tao reflek berdiri. Mereka tengah berada dikelas Kris dan gengnya.

"Baiklah, kalian jangan panic. Tinggalkan kelas ini seolah tidak terjadi apa apa!" mereka bertiga mengangguk paham. Kemudian melangkah keluar. Tetapi baru satu langkah, Sehun sudah berada diambang pintu. Reflek Tao berkacak pinggang didepan Kris.

"Kali ini kau kumaafkan. Tapi sekali lagi, Awas kau!" ucap Tao kemudian berlalu diikuti Baekhyun dan Kyungsoo.

"Kapanpun kau mau" balas Kris. Sehun memandang Tao dengan heran karena gadis panda itu dengan sengaja menabrak lengannya. Sehun tersenyum tipis kemudian berjalan menghampiri Kris.

"Ada apa hyung?"

"Seperti biasa, berurusan dengan yeoja manja memang merepotkan!" Sehun mengangguk sambil berjalan kebangkunya dan meletakkan tasnya. Dan tanpa sepengetahuan Sehun Kris menghela nafas pendek dan mengelus dadanya.

Sementara itu dikantin Xiumin tengah merengek manja karena Lay mengganggu acara sarapan paginya bersama dengan Chen.

"Tapi aku masih lapar~" rajuk Xiumin sambil mengerucutkan bibirnya membuat Chen terkekeh.

"Lulu sudah datang, lagipula kau kan bisa makan dikelas!" ucap Lay sabar namun tidak dihiraukan Xiumin dan mungkin yeoja itu masih merengek pada Chen andai saja Chen tidak menunjuk Luhan yang berjalan kearahnya. Xiumin yang kaget sudah bersiaga satu andai Luhan melihatnya. Namun ia langsung melengos sebal karena Luhan langsung masuk kedalam kelas tanpa melihat mereka disana.

"Xingie, ini sangat menyebalkan! Sampai kapan kita akan berhenti bersikap seperti ini?" ucap Xiumin jengkel.

"Sampai Luhan mengakhiri ini semua! Bersabarlah!" Lay tersenyum sambil mengajak Xiumin untuk kembali kekelas mereka.

Xi Luhan, yeoja yang dikenal angkuh, sombong, dan manja sebenarnya sangat bertolak belakang dengan sifatnya yang sebenarnya. Xi Luhan seperti pengakuan sahabatnya- adalah yeoja yang hangat, ramah, dan penuh perhatian. Tapi semuanya berbeda semenjak 3 tahun lalu. Semenjak kehadiran yeoja bernama Jung So Jung atau biasa dipanggil Krystal dan namja bernama Kim Myungsoo. Krystal adalah yeojachingu Sehun saat itu sementara Myungsoo adalah namja yang menyukai Luhan. Ya, Luhan menyukai Sehun dan Luhan cemburu. Lalu semenjak itulah perang dingin ini dimulai. Luhan sama sekali tak bertegur sapa dengan Sehun. Luhan yang manis telah tiada. Berganti dengan Luhan yang angkuh. Imbasnya? Semua sahabat dari kedua pihak itu harus menyembunyikan hubungan mereka karena alasan pertemanan. Suho – Lay, Chanyeol – Baekhyun, Chen – Xiumin, Kai – Kyungsoo, Tao – Kris. Mereka telah lama menjadi sepasang kekasih dan mereka menyembunyikannya dari Sehun dan Luhan. Tentu saja. Lalu kapan semua berakhir? Lay benar, hanya Luhan yang bisa mengakhirinya. Hanya dia, Xi Luhan.

XXX

Jae Hyun POV

Aish, namja sok tua itu benar benar keterlaluan. Seenaknya saja dia meninggalkanku sendirian kesekolah. Aku sudah lama tak berada disini dan jalannya membingungkan. Ish, untung saja mobil ini canggih dan memiliki kemudi otomatis. Awas saja dia jika bertemu nanti. Akan kubakar semua majalah Miranda Kerr miliknya! Aku memelankan kemudi mobilku dan memandang sekolah besar didepanku.

"Aku akan bersekolah disini? Sepertinya akan menarik! Tapi semua tidak akan sama tanpa dua manusia idiot itu disampingku! Aigoo, baru sehari aku sudah merindukan mereka. Bagaimana kabar mereka ya? Apa mereka bisa hidup baik tanpaku?" aku tersenyum dan berbicara dengan diriku sendiri. Baru sehari aku meninggalkan mereka. Tapi aku sudah merindukan mereka. Aku menggeleng dan melajukan mobilku masuk ke dalam halaman sekolah. Aku memarkir mobilku tepat dibelakang mobil namja sok tua itu. Buggati veyron merah itu menyilaukan mataku. Aku mengambil kacamata hitamku dan memakainya. Dan kurasa Ferrari putihku ini lebih keren daripada veyronnya. Aku mengambil tasku dan keluar dari mobil. Seperti dugaanku sebelumnya, pasti yeoja yeoja kurang kerjaan itu akan berkerubung seperti lalat. Aku berjalan dengan santai melewati mereka yang tengah melongo memandangku. Aigoo, terpesona eoh? Aku tersenyum tipis dan terus berjalan menyusuri koridor.

"Hyun-goon!" aku berhenti dan menajamkan pendengaranku. Aku seperti mendengar suara idiot Taeyong. Baru aku ingin menoleh, aku merasakan sesuatu menubruk tubuhku dari belakang. Aku melotot begitu mendapati dua idiot ini memelukku seperti orang kesetanan.

"Hyun-goon, akhirnya! Aku bisa bertemu lagi denganmu!" (dalam bahasa Jepang) aku meronta dan memukul kepala mereka saat sudah bisa lepas dari pelukan mereka. Kulihat banyak yang melihat kami dengan tatapan bingung.

"Yaak, idiot! Apa apaan kalian hah? Apa yang kalian lakukan disini?" sahutku sambil melotot. Tapi mereka malas tersenyum lebar dan menarikku pergi. Aish, dua orang ini.

"Tak apa Hyun-goon. Kami akan jadi tamengmu dari gadis gadis predator itu!" ucap Johny pelan.

"Kenapa kalian bicara dalam bahasa Jepang?" ucapku menatap mereka tajam.

"Supaya mereka tidak mengajakmu bicara seperti yang kau lakukan pertama kali saat pindah ke Tokyo." Ucap Johny diangguki Taeyong. Aku hanya memutar mata malas dan mengangguk pada mereka. Kami berjalan bertiga menyusuri koridor dan mengundang tatapan heran sekaligus kagum dari mereka. Tak lama kami berjalan, aku mendapati namja sok tua itu bersama dengan para gengnya berjalan kearahku. Wajahnya benar benar datar seperti tembok. Tak salah karena muka appa bahkan jauh lebih datar dari itu. Kami berpapasan dan aku menajamkan mataku pada Sehun namun percuma saja karena terhalang kacamata hitamku.

"Sehun-aa, i..itu bukankah Jaehyun?" Chanyeol hyung adalah orang pertama yang sadar akan diriku disana kecuali Sehun hyung tentunya. Dan perkataannya itu membuat keempat namja yang berjalan dibelakangnya berhenti dan memandangku dengan intens. Kulihat Sehun hanya mengangguk malas dan mengabaikan pertanyaan temannya.

"Kita bicarakan hal ini nanti! Masih banyak hal yang harus kita kerjakan sekarang!" cih, lihat gaya bicaranya. Sombong sekali dia. Hehe, belum tahu dia bagaimana aku akan mengerjainya nanti. Aku menyeringai tipis dan itu dibalas tatapan bingung dari Taeyong dan Johny.

"Bakka!(bodoh)" ucapku tepat saat mereka akan beranjak. Begitu juga denganku yang berjalan dengan cuek. Sementara kudengar Sehun mengumpat karena dia tahu persis arti kata itu.

"Hyun-goon, bukankah tadi kakakmu? Kenapa kau mengumpatnya begitu?" Tanya Taeyong heran sambil menatapku dan masih terus berjalan.

"Hidupku tak akan sempurna jika belum mengumpatnya. Jadi sekarang tutup mulutmu dan ikut aku mencari ruang kepala sekolah. Lorong ini membuatku pening!" ucapku pelan dan datar. Mereka tahu jika aku berkata demikian maka aku sedang serius dan aku tidak ingin ada candaan. Entah kenapa aku selalu merasa emosiku diubun ubun saat Sehun bersikap seolah tidak mengenalku didepan teman temannya. Padahal mereka semua tahu jika aku juga adalah bagian dari dirinya.

XXX

Author POV

Suasana kelas selalu saja bising jika bel sudah berbunyi dan sonsaengnim belum masuk kedalam kelas. Kebetulan sekali kelima teman Luhan sekelas dengannya. Begitu juga dengan Sehun. Mereka berenam sekelas dan berada dikelas yang berbeda dengan Luhan.

"Good Morning All!" seruan dari Lee sonsaengnim mengagetkan para haksaeng yang masih sibuk dengan kativitas mereka. Mereka semua berlarian menuju bangkunya masing masing, termasuk kelima teman Luhan yang baru saja memasuki kelas. Luhan menyapa mereka dengan riang tanpa suara.

"How's your day? Awesome?" semua haksaeng terdiam menatap Lee sonsaengnim. Bukan, tapi pada namja asing disebelahnya. Bahkan tak sedikit yeoja memekik histeris walau tak keras.

"Kalian pasti heran dan penasaran dengannya. Mulai hari ini dia akan bergabung dikelas ini! dia pindahan dari Jepang. Ah, siapa namamu?" Tanya Lee sonsaengnim sambil menoleh pada namja itu.

"Jaehyun imnida!" ucap namja itu pelan. Kalian tidak salah, dia adalah namja tadi, kembaran Sehun. Dan jika kalian bertanya dimana dua pengawalnya, mereka berdua berada dikelas lain karena kapasitas kelas yang tidak mencukupi.

"Arraseo, silahkan duduk " Jaehyun mengangguk dan duduk disebelah Luhan. Yeoja ini sama sekali tak tertarik pada Jaehyun. Berbeda dengan namja itu. dia seperti pernah melihat wajah yeoja itu tapi ia lupa. Namun sebenarnya Luhan merasa aneh dan familiar dengan mata itu. meningatkannya pada seseorang.

"Anyeong, siapa namamu?" Luhan hanya menoleh sebal pada Jaehyun tanpa berniat menjawab pertanyaannya.

"Aigoo, yeoja ini sangat aneh. Aku kan bertanya baik baik padanya!" gumam Jaehyun kesal dan mengalihkan pandangannya kearah lain. Pelajaran berlangsung seperti biasa. Mata pelajaran bahasa ingris adalah salah satu favorit Luhan.

"Xi Luhan, do number 5 in white board!" Jaehyun tersedak pelan mendengar nama yeoja disebelahnya disebut. Ingatannya kembali pada tadi malam sesaat setelah ia perang dengan Sehun. Saat mereka terpejam tapi tak benar benar tidur.

Flashback

"Jaehyun-aa" panggil Sehun pelan tanpa membuka matanya.

"Ngg" sahut Jaehyun sambil memeluk guling dengan mata terpejam.

"Apa aku harus mengalah dan meminta maaf padanya?" Tanya Sehun.

"Hmm" Sehun mengerutkan kening mendengar jawaban Jaehyun. Tapi ia masih tak membuka matanya.

"Meski aku tak bersalah?" tambah Sehun.

"Hmm" sahut Jaehyun pendek kini membuat Sehun geram dan membuka matanya lalu duduk sambil menatap Jaehyun dengan tajam.

"Kau mendengarku tidak sih?"

"Aku mendengarmu dan jangan berteriak, bakka! Aku tidak mau dimarahi appa lagi." Sahut Jaehyun masih memejamkan matanya. Sehun yang tahu dongsaengnya mendengarkan kembali berbaring lalu memandang langit langit kamarnya.

"Apa menurutmu aku benar benar harus minta maaf?"

"Hmm" Sehun memiringkan kepalanya dan menoyor kepala dongsaengnya dengan keras. Membuat Jaehyun membuka matanya dan menatap Sehun dengan tajam. Tangannya kini memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri.

"Bisakah kau menjawabnya dengan lebih manusiawi? Bukan hanya dengan gumaman begitu?" desis Sehun sebal.

"Yang penting aku menjawabmu, bakka aniki! Kau mau membuatku mati hah? Setidaknya pukullah bagian yang lain!" sahut Jaehyun menggeram dan menyebutkan panggilan sayangnya pada Sehun. Sehun sendiri kini mendengus mendengar olokan Jaehyun. Dan sedikit merasa khawatir sambil memandang Jaehyun yang sedikit meringis kesakitan.

"Yaa, kau baik baik saja?" kini Sehun bertanya dengan khawatir.

"Kau masih bertanya?" Jaehyun mendeath glare Sehun yang dibalas elusan sayang Sehun dikepalanya.

"Haah, yeoja itu membuat pikiranku kacau!" ucap Sehun kembali menatap langit langit.

"Bahkan kau sudah kacau sebelum yeoja itu ada!" sahut Jaehyun ketus.

"Yaak, kau…"

"Mwo? Aku salah lagi? Hyung, ah ani untuk apa aku memanggilmu begitu. Sehun-aa, kau harus mengalah sekali untuk mendapatkan hati yeoja. Mengalah tidak berarti kalah, asal kau tahu!" ucap Jaehyun pelan sambil memejamkan matanya lagi. Menetralisir rasa sakit dikepalanya.

"Majja, tapi jika aku mengalah pada Luhan maka yeoja itu akan besar kepala!" ucap Sehun.

"Jadi namanya Luhan? Aigoo, pikiranmu sangat dangkal, neecan(kakak dalam bahasa jepang). Apa salahnya berkorban sedikit harga dirimu untuk mendapatkan yeoja itu? Atau kau mau dia direbut yang lain? Haruskah aku menunjukkan dulu padamu bagaimana caranya?" Sehun mendelik kesal mendengar ucapan Jaehyun sementara sang bocah itu malah memejamkan matanya dengan nyaman.

"Yaak, berani kau menyentuhnya aku akan mematahkan lehermu!" ancam Sehun.

"Aku tidak perduli!" ucap Jaehyun acuh.

"Yaa sekya! Kau…"

"Aku mau tidur, jangan ganggu aku!" ucap Jaehyun telak membuat Sehun terdiam jengkel. Bukan tanpa sebab Sehun membiarkan Jaehyun tertidur. Ia tahu jika kepala dongsaengnya masih berdenyut nyeri karena ulahnya yang kelepasan memukul kepala dongsaengnya tadi.

"Mau kuambilkan analgesic?" tawar Sehun hanya didiami Jaehyun hingga Sehun menghela nafas menyerah dan memilih tidur.

Flashback off

"Xi Luhan? Woah, I know it. How lucky I'm here now! Keke,, I'm more lucky than you Sehun!" gumam Jaehyun sambil menyeringai pada Luhan yang sedang ada didepan sana.

"Nice, I think your name is similar." Ucap Jaehyun lirih tanpa menoleh kearah Luhan yang baru saja duduk. Smirk yang sepertinya taka sing bagi Luhan kini terulas di wajah Jaehyun. Luhan menatap Jaehyun aneh, kemudian pelajaran kembali dimulai.

'Oho, namja ini lumayan juga' batin Luhan melihat Jaehyun yang dapat menanggapi segala pertanyaan Lee sonsaengnim dengan baik. Sadar diperhatikan, Jaehyun hanya mengulas senyum tipis tanpa menoleh. Tak terasa bel istirahat telah berbunyi. Beberapa haksaeng berlarian keluar kelas dan sebagian lagi memilih diam didalam kelas. Luhan adalah salah satunya. Dia sama sekali tidak tertarik dengan kegiatan diluar kelas. Bermain dengan I phone lebih menyenangkan untuknya.

"Lu, kami akan ke kantin kau mau sesuatu?" tawar Kyungsoo sementara Baekhyun, Tao, Lay dan Xiumin sudah terlebih dahulu meningalkan kelas.

"Ah iya, bawakan aku namja yang tampan, kaya dan juga cerdas ne" jawab Luhan polos, membuat Kyungsoo menjitak kepalanya gemas. Setelah kepergian Kyungsoo, Luhan tetap asyik dengan I phonenya. Sesekali ia terkikik geli melihat komentar genit para namja di akun social media miliknya.

"Sehun-aa, kali ini kau harus mentraktirku. Bukankah kemarin aku sudah mentraktirmu?" Luhan langsung menoleh saat mendengar suara yeoja yang taka sing baginya. Reflek dia berlari keluar kelas untuk memastikan siapa pemilik suara itu. Rahangnya langsung mengeras saat tahu yeoja yang sedang berjalan dengan Sehun adalah Daeun. Entah apa yang ada difikiran yeoja manis ini, yang jelas ia langsung menarik Jaehyun yang berada tak jauh darinya. Namja itu hanya menurut dengan tatapan heran. Ditambah lagi dua pengawalnya yang sedari tadi berada disisi Jaehyun hanya memandang keduanya dengan tatapan bingung.

"Dia siapa?" ucap Johny disambut gelengan keras dari Taeyong.

"Aku tidak tahu, nanti tanyakan pada Hyun-goon" Johny mengangguk mendengar usul temannya itu. Namun itu semua belum seberapa. Jaehyun lebih terkejut lagi saat Luhan dengan tiba tiba berhenti didepan pintu kantin dan bergelayut manja padanya.

"Yaak, apa apaan kau ini?" Jaehyun berteriak dan tanpa sengaja memakai bahasa korea umum pada yeoja didepannya itu hingga membuat Luhan terdiam sesaat namun tak menghiraukan protesan Jaehyun. Luhan menarik Jaehyun kasar dan memaksanya duduk disalah satu bangku kantin tak jauh dari Sehun dan juga Daeun.

"Jangan menolak, ini akan menjadi bisnis yang menguntungkan untukmu!" potong Luhan cepat sebelum Jaehyun kembali berbicara. Akhirnya Jaehyun menuruti semua yang dikatakan Luhan. Sampai dengan Luhan yang memaksanya untuk memegang tangan Luhan. Dari ekor matanya Jaehyun dapat melihat Daeun yang sedang menatapnya intens, juga Sehun dengan tatapan seolah ingin membunuhnya. Tak ingin berlama dikantin, Jaehyun menarik Luhan keluar kantin dengan tergesa. Akan tetapi fikirannya masih tertuju pada 2 orang yang masih menatapnya lekat.

'Apa Luhan nuna tidak tahu siapa aku?' batin Jaehyun masih menarik Luhan.

XXX

"Ne onnie, anyeong" ucap Luhan riang pada Lay saat pulang sekolah. Seperti biasa, Luhan berjalan sendirian di koridor sekolah sambil sesekali bersenandung kecil. Ia sama sekali tidak menghiraukan tatapan kagum dari namja disepanjang koridor. Sampai pada akhirnya ia bertatap mata dengan Sehun yang sedang bersama gengnya. Cukup lama Luhan diam menatap Sehun, mengamati lekat namja albino didepannya dengan tatapan khasnya yang penuh keangkuhan. Hampir saja Chanyeol mencekal lengan Luhan, tetapi dengan gesit Luhan menghindar dengan melangkah mundur.

"Tanganmu tidak cukup steril untuk menyentuhku!" ucap Luhan sinis lalu meninggalkan Sehun bersama gengnya.

"Dasar yeoja sombong!" Luhan hanya tersenyum mendengar kata itu entah diucapkan oleh siapa. Ia sekarang sudah terbiasa, atau bahkan mulai merasa bangga. Tapi didalam hatinya, ia sama sekali tidak menginginkannya. Lamunannya terhenti saat seseorang mencekal pergelangan tangannya.

"Wae?" Luhan mendengus sebal melihat siapa yeoja yang kini tengah mendelik padanya.

"Dasar yeoja murahan. Kau masih saja berani menggoda Sehun. Kau fikir kau siapa?" Luhan hanya tersenyum tipis menanggapi Krystal, mantan Sehun.

"Kau fikir kau tidak? Kau lebih murahan dariku, masih saja mengejar namja yang sudah membuangmu!" ucap Luhan sinis kemudian meninggalkan Krystal yang melotot padanya. Luhan terseyum kemudian bergegas menuju mobilnya. Ia duduk dikap mobilnya sambil memainkan kunci ditangannya. Terlihat ia seperti sedang menunggu seseorang.

"Hai babe" Luhan menoleh cepat saat sebuah lengan melingkar dipinggangnya.

"Mau pulang denganku?"

"Yaak, apa apaan kau ini?" teriak Luhan tegas sambil mendorong Myungsoo.

"Arraseo, kau masih saja galak padaku chagi! Kajja, kita pulang bersama" ucap Myungsoo. Luhan hanya menggeleng.

"Kau kalah start, Myungsoo. Aku sudah ada janji" dikejauhan Luhan melihat Jaehyun berjalan kearahnya.

"Si…siapa? Namja mana yang berani mendekatimu dan merebutmu dariku hah?" Luhan melengos kemudian melemparkan kuncinya pada Jaehyun.

"Kau yang mengemudi ne, chagiya!" Jaehyun terkejut mendengar ucapan Luhan. Terang saja, ia sudah ingin cepat pulang dengan menuju Ferrari putihnya yang sialnya tepat berada disamping mobil Luhan. Dan sekarang ia mendapat kunci mobil Luhan ditangannya. Untung saja dia reflek dengan cepat menangkap kunci itu. Jika tidak mungkin saja akan terjadi hal yang akan menurunkan imagenya. Jaehyun masih menatap Luhan yang kini hampir masuk ke dalam mobil. Untung saja Jaehyun mengerti dengan Luhan yang memberikan kode kedipan padanya. Dengan helaan nafas berat Jaehyun menurut dan masuk kedalam mobil Luhan.

"Aku harus meninggalkan mobil kesayanganku disini? Gosh, ini sama sekali tidak lucu!" gerutu Jaehyun pada Luhan yang kini duduk disampingnya masih dengan senyuman menawannya.

"Sudahlah, bukankah besok kau juga akemari lagi hn? Aau besok aku bisa menjemputmu kan chagia" ucap Luhan membuat Jaehyun bergidik dan menyalakan mobil.

Sesaat kemudian mobil mewah semi sport itu meninggalkan pelataran parkir. Meninggalkan teriakan frustasi Myungsoo bersama debu yang beterbangan dan juga tatapan penuh amarah dari namja disudut parkiran.

TBC

mian kalau ada typo dan kata kata yang tidak baku ya, see ya~ saranghae bbuing~ :D