PATCHCODE

SexyBabyWolf

N.B : gomawo untuk review, fav, dan follow yang diberikan. Just a drable about their teaser. karena banyak yang penasaran aku coba untuk menuangkannya pada fiction ini. semoga kalian menyukainya.

thanks too : noersa, restikadena, Richa Byun926.

Nb. mian kali ini Dyo gak bales review reader. tapi Dyo baca kok. yah cuma tiga ya?#pasang muka melas. tapi gomawo yaa. sudah dinext dinext ne, saranghae bbuing~

.

-Walking alone in dark street isn't scaring anymore. Live here with nobody care is fun. No one can disturb and block you to do whatever you want. I like this city.-

Berlin, 05.06

Aku berjalan dengan langkah terseok menyusuri jalanan remang remang menuju ke rumah sementara yang kutinggali disini. Menikmati kesendirian walau aku benar benar merasa asing dengan tempat ini. Aku membawa papan skateboard ditangan kiriku dan memegang kunci ditangan kanan. Tak banyak orang yang berlalu lalang karena memang ini sudah dini hari. Penasaran kenapa aku baru saja pulang? Oh man, bukan urusan kalian. Aku hampir sampai tempat tujuan. Berjalan dengan santai lalu membuka pintu itu dengan kunci ditanganku. Pintu terbuka dan perlahan aku masuk. Membiarkan hawa dingin mengikutiku kedalam. Aku melepas topi bulu yang sedari tadi melekat dikepalaku dan menatap atas. Aku menhela nafas lalu menambah volume pada headphone yang sedari tadi melindungi telingaku dari udara dingin dan juga suara suara yang muncul secara abstrak. Aku mulai menaiki tangga dengan music yang menghentak dengan keras. Langkahku masih sedikit terseok dan mataku sedikit terpejam. Namun aku tetap berjalan keatas. Tak lama kemudian aku merasa tubuhku menabrak sesuatu. Aku membuka mata dan mendapati tetangga apartemen menatapku remeh lalu mendorong bahuku. Aku membuka sebelah headphoneku untuk sekedar memastikan ia ingin bicara atau tidak. Setidaknya untuk berucap maaf? Namun dia tetap berjalan begitu saja. Aku menatapnya dengan bingung. Ada apa dengan makhluk satu ini? Aku mengangkat bahuku acuh dan berjalan menuju ke apartemenku. Aku berjalan malas menuju sofa. Melempar topi dan tasku begitu saja lalu menghempaskan diriku kesofa. Dengan mata setengah terpejam aku melepas headphone dan membiarkannya menggantung dileherku. Aku menatap lurus kedepan tepat pada televise. Dan aku masih bisa mendengar music yang berasal dari headphone. Apa aku memutarnya terlalu keras? Atau karena ruangan ini terlalu sepi? Aku beralih mengambil segelas air dan meminumnya sedikit. Fikiranku melayang entah kemana. Aku merasa gelisah. Televise didepanku tiba tiba saja menyala. Dan itu sangat aneh. Gambarnya benar benar merusak mata. Namun aku bisa menangkap beberapa abjad yang bisa kupahami.

"5.25 Edinbur… Edinburg?" batinku sambil menajamkan pandanganku. Aku maju dan menyentuh layar televise. Sangat jelas, Edinburg, 15.25. Apa ini sebuah petunjuk? Apa ada hubungannya dengan suara aneh yang selalu muncul dalam fikiranku? Shit, aku ingat. Kesembilan force lain. Dan aku harus pergi untuk menemui mereka semua. Kubanting gelasku kemeja dan berlari keluar. Aku masih sadar bahwa aku meninggalkan gelas itu dalam keadaan membeku

"I'm Xiumin, frost power from Extra Solar Planet. I'll find the other force and unite with them to save this planet. You can call us…EXO"

END

mian kalau ada typo dan kata kata yang tidak baku ya, see ya~ saranghae bbuing~ :D