Title : 만질 수가 없다 (Untouchable)
Pairing : Chanyeol X Kyungsoo
Genre : Comfort/Hurt, Romance
Rating : M
Disclaimer : Chanyeol & D.O belong to SM Entertainment, but THE STORY IS BELONG TO ME! No plagiat!
Summary : Aku mungkin bisa menyentuh tubuhmu, tapi aku tidak yakin bisa menyentuh hatimu—Chanyeol [CHANSOO], [Slight!KAISOO] GS! DLDR!
WARNING! TYPOS BERTEBARAN, CERITA PASARAN, OOC.
GET AWAY IF U DON'T LIKE IT! YOU'VE BEEN WARNED!
NO BASH! NO FLAME!
ALL POV IS AUTHOR POV!
.
.
.
.
.
ENJOY!
.
.
.
.
.
"Eommeonim… Biar aku saja yang memotong bawangnya, ne?" pinta Kyungsoo dengan wajah polosnya yang berbinar-binar
"Ne. Tapi hati-hati karena pisaunya sangat tajam." Eunhee memperingatkan Kyungsoo
Kyungsoo mengangguk sambil tersenyum senang. Ia memakai apron putih yang sama dengan Eunhee. Ia memang sengaja datang sepagi ini karena ia ingin membantu Eunhee membuat sarapan spesial untuk keluarganya karena ini adalah hari minggu. Sambil bersenandung kecil, Kyungsoo mengiris bawang dengan bersemangat.
"Eomma.." sebuah suara berat terdengar di dapur diikuti dengan suara kulkas yang dibuka.
"Eoh, Yeolie? Kau sudah bangun?" tanya Eunhee tanpa mengalihkan pandangannya dari masakannya
"Ne." jawab Chanyeol
Chanyeol terdiam sejenak saat menyadari ada yeoja asing di dapurnya. Yeoja itu berperawakan mungil dan mengkuncir kuda rambutnya. Chanyeol menaikan salah satu alisnya karena tidak mengenal siapa yeoja itu.
"Eomma, dia siapa?" kali ini Chanyeol mempertanyakan siapa yeoja yang hadir di sana sambil membelakanginya
TAK!
"Jwisunghamnida. Do Kyungsoo imnida." Kyungsoo membalik badannya dengan buru-buru lalu membungkuk hormat pada Chanyeol lalu tersenyum manis dengan pipi memerah.
"Oh. Ini Kyungsoo, yeojachingu Jongin. Kyungsoo-ya, ini Chanyeol, hyungnya Jongin." Kata Eunhee masih sibuk dengan masakannya yang mulai mendidih
"Annyeong Chanyeol oppa." Kyungsoo tersenyum lebar
DEG!
Dan untuk pertama kali dalam hidupnya, Chanyeol lupa bernapas hanya karena menatap seorang yeoja yang tersenyum padanya.
.
.
.
.
.
.
.
Kini seluruh keluarga ditambah Kyungsoo sedang duduk menikmati sarapan di hari libur mereka. Kyungsoo tidak akan berangkat ke café pada hari minggu sehingga ia kadang akan menginap di rumah keluarga Park atau mengunjungi rumah kekasihnya itu di hari minggu hanya untuk sekedar sarapan bersama atau bertamasya dengan keluarga Park. Selama menjadi kekasih Jongin, Kyungsoo belum pernah bertemu dengan Chanyeol. Ia hanya tahu Chanyeol lewat foto-foto yang dipajang di rumah keluarga Park.
Kyungsoo tak henti-hentinya tersenyum saat digoda oleh Yoochun maupun Jongin. Sedangkan Chanyeol sedari tadi hanya diam saja sambil fokus dengan makanannya. Sesekali ia mencuri-curi lihat ke arah Kyungsoo. Ia masih takjub dengan penampilang Kyungsoo. Kyungsoo adalah yeoja yang mungil, bahkan lebih mungil dari eommanya yang terhitung bertubuh kecil. Matanya bulat dan berbinar-binar ketika tersenyum. Bibir penuh berwarnah peach menghiasi wajah tembam dengan kulit seputih salju musim dingin yang dimiliki Kyungsoo. Rambutnya hitam legam dan bersinar seperti nila dalam jelangga hingga Chanyeol tak mampu mendeskripsikan betapa luar biasa pesona dari Kyungsoo yang sayangnya telah menjadi milik adik kesayangannya.
"Ahh… Pasti sup ini buatan Kyungsoo, ne? Rasanya enak sekali sampai mau pingsan." Yoochun terkekeh sambil menyendokan kuah sup ke dalam mulutnya
"Ani abeonim. Itu buatan eommeonim." Kyungsoo tersipu malu karena digoda Yoochun
"Appa kenapa genit sekali? Ingat umur, Appa… Kyungsoo itu kekasihku. Aku tidak suka kekasihku diganggu ahjussi tua!" Jongin menjulurkan lidahnya pada sang appa
"Aigoo… Kenapa kalian berdua seperti anak kecil, eoh? Jangan banyak bicara dan cepat habiskan makanan kalian!" tegur Eunhee pada sang suami dan anak bungsunya
"Ppfftt!" Jongin menahan tawa
"Mwoya Jongin?" Eunhee memelototi Jongin, bersiap untuk memukul anaknya itu dengan sendok
"Hahahaha! Eomma cemburu! Chagiya, eomma cemburu padamu krena appa memujimu! Ckckck…" Jongin tertawa nyaring diikuti tawa dari yang lainnya. Wajah Eunhee memerah padam karena malu dan kesal.
"YA! EOMMA TIDAK CEMBURU! Jangan membuat eomma kesal di pagi hari!" seru Eunhee dengan wajah memerah karena malu
"HAHAHAHAHA!" tak ada yang berhenti tertawa, bahkan Chanyeol yang pendiam dan berhati dingin pun ikut tertawa lepas karena lelucon Jongin barusan.
Masih sambil tertawa, Chanyeol menjulurkan tangannya untuk menambah sup ayam. Namun tangannya tanpa sengaja menyentuh pergelangan tangan Kyungsoo yang juga berniat mengambil sup ayam. Keduanya langsung berhenti tertawa.
PRANGG!
Kyungsoo reflek menarik tangannya hingga tak sengaja menyenggol gelas hingga gelas itu jatuh dan pecah. Tubuh Kyungsoo bergetar hebat dan jantungnya berpacu dengan sangat kencang. Ia segera berlari menuju kamar mandi dan menguncinya.
"KYUNGSOO-YA!" Jongin segera menyusul Kyungsoo
"Chanyeol-ah! Apa yang kau lakukan?" Eunhee menatap Chanyeol horor dan bergerak untuk membersihkan pecahan gelas yang tidak sengaja disenggol Kyungsoo.
"A—aku… Aku tidak tahu, eomma! Kenapa Kyungsoo seperti itu?" Chanyeol balik bertanya dengan wajah frustasi karena tak mengerti kesalahan apa yang telah ia lakukan
"Apa kau menyentuhnya?" tanya sang appa dengan nada tenang
"Me—menyentuhnya?" Chanyeol terdiam
"Kyungsoo trauma sentuhan, Chanyeol. Setidaknya mulai sekarang kau harus menjaga jarak dengannya agar tidak terjadi sesuatu seperti ini lagi. Kau tidak perlu khawatir. Lanjutkan saja makanmu." Yoochun mencoba menenangkan Chanyeol yang terlihat panik dan bingung atas apa yang baru saja terjadi
"Moreugesseo appa. Mianhaeyo." Ucap Chanyeol sambil menundukan kepalanya
"Gwaenchanha… Kau tidak perlu khawatir." Yoochun tersenyum memandang Chanyeol
Tak lama kemudian Kyungsoo dan Jongin kembali ke ruang makan dengan keadaan Kyungsoo yang sudah tenang. Mereka pun kembali melanjutkan sarapan pagi mereka yang sempat tertunda dalam diam.
.
.
.
.
Kyungsoo berdiri di balkon dalam diam. Ia masih teringat kejadian dimana ia benar-benar tak kuasa atas sentuhannya dengan Chanyeol yang tak sengaja terjadi tadi. Ia merasa bersalah karena telah membuat kesan buruk pada pertemuan pertamanya dengan Chanyeol, calon kakak iparnya.
"Kyungsoo-ssi.." sebuah suara berat nan datar membuat Kyungsoo sontak membalikan tubuhnya dan melihat Chanyeol berjalan ke arahnya.
"Chanyeol oppa.." Kyungsoo langsung menundukan wajahnya karena masih merasa bersalah atas kejadian tadi
"Mianhae. Aku tidak tahu kalau kau punya trauma semacam itu." Chanyeol mencoba menghilangkan rasa gugupnya ketika berhadapan dengan Kyungsoo yang terlihat begitu manis dan polos saat ini
"Seharusnya aku yang minta maaf pada oppa karena sudah bertingkah aneh. Jwiseonghamnida, oppa." Kyungsoo membungkuk dengan sopan
"Kau tidak perlu memikirkannya. Kupikir tadi itu salahku." Chanyeol mencoba untuk menarik kedua sudut bibirnya hingga membuat sebuah senyuman terpatri di wajahnya
"Ne oppa." Kyungsoo mencoba membalas senyuman Chanyeol dengan senyuman yang lebih lebar dan manis hingga membuat Chanyeol hampir tak bisa bernafas
Chanyeol mencoba menahan hasratnya agar tidak bertingkah tolol di depan calon adik iparnya itu. Untung Kyungsoo sama sekali tak menyadari air mukanya yang berubah memucat dan berkeringat dingin.
Jongin bersyukur ketika menemukan Kyungsoo dan Chanyeol di balkon. Sejak tadi ia mencari Kyungsoo namun tidak ia temukan dan akhirnya menemukannya bersama dengan Chanyeol di balkon.
"Soo-ya…? Kau disini?" Jongin kini ikut bergabung Chanyeol dan Kyungsoo di balkon
"Ne… Ada apa Jongin-ah?" tanya Kyungsoo dengan tatapan mata bulatnya
"Ani. Aku hanya ingin mengajakmu pergi ke toko bunga. Bukankah kau yang tadi mengajakku pergi?" tanya Jongin dengan ekspresi menyebalkan
"Ah… Geurae! Kaja! Annyeong Chanyeol oppa." Kyungsoo membungkuk sekali lalu bergegas pergi meninggalkan Chanyeol dan Jongin dengan begitu bersemangat.
"Gomawo hyung. Gomawo karena sudah mengembalikan mood Kyungsoo. Annyeong.." Jongin segera mengejar Kyungsoo
Chanyeol menatap Jongin dengan tatapan bingung.
"Memangnya apa yang sudah kulakukan?" gumamnya pelan
.
.
.
.
.
Eunhee tak sengaja menemukan Chanyeol yang sedang berdiri diam sambil menatap pemandangan dari balkon rumah mereka. Yeoja itu tersenyum singkat dan segera menghampiri anak sulungnya itu.
"Yeollie…"
"Eomma…?" sahut Chanyeol
"Apa yang sedang kau pikirkan, nak?"
"Eobseoyo, eomma. Aku tidak memikirkan apapun."
Setelah itu keduanya berdiam diri tanpa mengatakan apapun dan masuk ke dalam pikiran mereka masing-masing.
"Yeollie, dulu eomma menikah dengan appamu di usia 28 tahun, sepertimu saat ini."
"Ne…?" Chanyeol agak tak mengerti arah pembicaraan sang eomma, namun berusaha untuk tidak menunjukan ekspresi wajah yang bodoh sehingga ia pura-pura mengerti
"Eomma adalah anak yang keras kepala dan liar seperti anak lelaki. Kakek dan nenekmu mungkin sudah angkat tangan untuk menangani kelakukan eomma. Apa kau percaya kalau eomma dan appamu menikah karena dijodohkan?"
"Ne?! Dijodohkan? Eomma bohong." Chanyeol memasang wajah datar sambil menatap eommanya
"Eomma tidak bohong Yeollie… Kakek dan nenekmu menyerah dan memutuskan untuk menjodohkan eomma dengan appamu. Usia eomma sudah 28 tahun saat itu. Mereka berpikir seorang yeoja harus segera menikah sebelum usianya 30 tahun. Dulu eomma berpikir bahwa menikah itu merepotkan dan mengganggu masa muda. Eomma tidak pernah memikirkannya sama sekali. Bahkan dulu eomma sangat benci pada appamu. Tapi sifat appamu yang lembut dan romantis akhirnya membuat eomma luluh dan bahagia dengan pernikahan ini hingga kau dan Jongin lahir."
"Lalu? Eomma ingin aku bagaimana?" Chanyeol sungguh tak mengerti dengan maksud perkataan Eunhee. Eunhee hanya tersenyum lembut pada anak sulungnya.
"Eomma sadar bahwa memaksamu menikah itu tak ada gunanya. Eomma tidak akan memaksamu lagi mulai sekarang. Eomma hanya ingin kau bahagia. Jika kau tidak menikah sekali pun, eomma akan tetap menghargai keputusanmu. Aigoo… Putera eomma sekarang sudah dewasa dan sangat tinggi… Eomma sangat menyayangimu." Eunhee membawa Chanyeol ke dalam pelukannya
"Aku juga menyayangi Eomma." Chanyeol membalas pelukan eommanya
"Ne. Ayo masuk ke dalam. Disini mulai dingin." Eunhee menuntun tubuh anaknya yang jauh lebih besar dari tubuhnya untuk masuk ke dalam
.
.
.
.
.
Chanyeol tak mengerti apa yang terjadi, namun kini ia hanya menikmati apa yang Kyungsoo lakukan padanya. Kini giliran ia yang membalas perlakuan Kyungsoo padanya. Ia kecup dan ia kulum permukaan kulit leher Kyungsoo yang begitu putih dan wangi. Ia sangat bersemangat menggerakan tubuhnya untuk memompa tubuh bagian bawahnya.
"Nngghh.. Oppa.." desahan lembut keluar dari bibir plum milik Kyungsoo
"Kyungsoo.."
"Oppa—aahh… Mmhh.."
"Nngghhh… Kyung… Sshh…"
Tanpa terasa, Chanyeol akhirnya sampai pada puncak gairahnya. Tubuhnya menggelinjang kuat ketika ia merasakan cairan hangat merembes di sekitar 'adik kecil'nya. Butuh beberapa saat bagi Chanyeol untuk menyadari sesuatu.
.
.
.
.
.
"SH*T! Mengapa aku bisa mimpi melakukan hal itu dengan Kyungsoo? DAMN!" rutuknya sambil menatap bulge-nya yang setengah menegang dan basah di bawah sana.
Secepat kilat ia bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
.
.
.
.
"Eomma sadar bahwa memaksamu menikah itu tak ada gunanya. Eomma tidak akan memaksamu lagi mulai sekarang. Eomma hanya ingin kau bahagia. Jika kau tidak menikah sekali pun, eomma akan tetap menghargai keputusanmu…"
Chanyeol duduk diam di belakang meja kerjanya. Ia kembali teringat kata-kata eommanya. Bukannya bertambah tenang karena kini orangtuanya sudah tidak mempermasalahkan tentang masa depannya, ia malah jadi merasa bersalah dan merasa bahwa ia adalah anak yang tidak berbakti karena tidak berusaha membahagiakan kedua orangtuanya lewat menikah.
"Jongdae-ya…" panggilnya pada Jongdae yang sedang sibuk memeriksa dokumen-dokumen di hadapannya
"Hmm..?" Jongdae hanya menyahut dengan deheman.
"Apa sebaiknya aku benar-benar menikah?"
"Meni—Tunggu dulu! Me—menikah…? Mwo?" Jongdae menatap Chanyeol dengan tatapan tak percaya. Ia segera melanjutkan perkataannya lagi
"Apa ahjumma dan ahjussi memaksamu lagi atau bagaimana? Kenapa tiba-tiba kau ingin menikah?"
"Aniya. Eomma dan appa tidak memaksaku sama sekali. Mereka bahkan kini sudah menyerah dan tidak akan memaksaku lagi untuk menikah. Tapi karena hal ini, aku jadi berpikir untuk segera menikah."
"Mwo? Maksudmu..?"
"Aku berpikir, apa selama ini aku sudah membahagiakan orangtuaku? Kupikir aku sama sekali belum melakukannya. Aku lebih sering membuat mereka khawatir dan kecewa. Itulah mengapa aku mulai berencana untuk menikah. Bukankah itu ide bagus?" kata Chanyeol dengan nada beratnya yang sarat dengan keseriusan. Jongdae yakin bahwa Chanyeol tidak main-main dengan ucapannya kali ini.
"Daebak! Aku senang pada akhirnya kau serius ingin menikah. I'm so glad to hear that, dude! But, who's that lucky girl?" Jongdae terlihat begitu excited pada pernyataan Chanyeol
"Sayangnya aku tak yakin dengan pilihanku, Jongdae-ya…" Chanyeol tersenyum masam
"Wae..? Setidaknya aku bersyukur kalau kau sudah menyukai seorang yeoja. Tunggu! Apa orang itu namja, sehingga kau meragukannya? Oh, man! Jaman sudah begitu maju! Hubungan semacam itu seharusnya tidak diragukan lagi." Jongdae memberi wejangan yang sebenarnya tidak perlu
"Terima kasih atas saranmu, Jongdae-ya, tapi bukan itu yang menjadi masalahnya."
"Lalu apa, Chanyeol-ah?" Jongdae tak sabaran
"Yeoja itu… Yeoja itu adalah kekasih Jongin, adik kandungku sendiri." Ujar Chanyeol dengan nada pelan
"NE…? Kekasih adik kandungmu sendiri? OMO!" Jongdae sungguh tak percaya dengan apa yang dikatakan Chanyeol barusan
"Kau mungkin mengiraku gila atau maniak atau apapun itu. Tapi memang begitulah kenyataannya." Chanyeol mengusap pipinya menahan malu karena ini pertama kalinya ia curhat tentang wanita
"Kau memang gila, Yeol! Ada begitu banyak yeoja di dunia ini dan kau malah tertarik pada kekasih adikmu sendiri?" Jongdae tak tahu harus berkomentar lagi atas kelakukan Chanyeol yang begitu tak lazim
"Dengar Jongdae! Sejujurnya aku tidak menginginkan hal itu terjadi, but, sh*t! Aku memimpikannya dalam mimpi basahku tadi pagi! Hell yeah, Jongdae-ya.." Chanyeol mengacak rambutnya frustasi karena benar-benar mengakui bahwa ia sudah jatuh terlalu dalam pada Kyungsoo
"Well dude, aku tidak tahu apa yang harus kusarankan untukmu karena masalah ini cukup rumit. Tapi kuharap kau menikah dengan yeoja yang tepat, bukan kekasih adikmu sendiri. Baiklah sajangnim, aku harus segera mengantarkan berkas-berkas cacat ini ke bagian keuangan agar mereka segera memperbaikinya. Fighting!" Jongdae tersenyum kecil sebelum meninggalkan Chanyeol dengan langkah terburu-buru
"Jongdae-ya! Jamkkan!" seru Chanyeol tepat sebelum Jongdae meraih gagang pintu ruangannya
"Ne?" Jongdae membalikan tubuhnya
"Apa kau bisa makan siang bersama setelah ini?" tawar Chanyeol
"Hmm… Mianhae, Minseok sudah membuatkanku makan siang hari ini. Aku tidak bisa menemanimu." Jongdae memasang wajah tak memelas
"Ah.. Arasseo." Chanyeol mengangguk-angguk kepalanya dan membiarkan Jongdae keluar dari ruangannya
Sepertinya hari ini ia akan makan siang sendirian lagi.
.
.
.
.
.
Chanyeol memutuskan untuk makan siang di luar kantor. Tiba-tiba saja ia teringat dengan sebuah café tempat ia menemui eommanya beberapa hari yang lalu. Tanpa berpikir dua kali, ia segera memacu mobilnya menuju café tersebut.
Chanyeol memilih duduk di sudut café yang dekat dengan jendela, sehingga ia bisa melihat pemandangan di luar. Kebetulan di luar sedang hujan, meskipun tidak terlaku deras. Chanyeol memesan makan siang ringan dengan segelas cappuccino panas.
"Chanyeol oppa? Ini benar Chanyeol oppa kan?"
Sebuah suara lembut menyapa indera pendengaran Chanyeol hingga mau tak mau Chanyeol memalingkan wajah ke arah sumber suara. Tubuh Chanyeol langsung menegang seketika saat menatap sosok yeoja yang berdiri di hadapannya.
"K—Kyungsoo…?" suara Chanyeol bergetar ketika menyebutkan nama Kyungsoo barusan
"Ne, Kyungsoo-imnida. Oppa sendirian?" tanyanya dengan senyuman yang begitu manis
"…" Chanyeol tak mampu mengatakan apa-apa dan hanya mampu menganggukan kepalanya cepat
"Apa aku boleh menemani oppa makan siang?" tanya Kyungsoo sopan
"Te—tentu saja.." Chanyeol lagi-lagi harus menelan ludahnya karena begitu gugup berada di dekat Kyungsoo
"Apa oppa sakit?" tanya Kyungsoo dengan ekspresi khawatir
"Ani! Aku tidak sakit!" jawab Chanyeol cepat
"A—ah. Arasseo." Kyungsoo kini tersenyum lagi
"…"
Chanyeol tak tahu harus bagaimana saat ini. Sejujurnya ia sangat senang dengan kehadiran Kyungsoo, namun ia juga tidak siap untuk menghadapinya saat ini. Tak lama kemudian makan siang yang dipesan Chanyeol pun datang.
"Apa kau tidak makan juga?" tanya Chanyeol
"Aniyo oppa. Aku sudah makan, oppa makan saja." Kata Kyungsoo tak lupa dengan sebuah senyuman manis di wajahnya
"Eh? Lalu apa yang kau lakukan disini kalau tidak makan siang juga? Apa kau bekerja di sini."
"Hmm.. Ne. Aku bekerja di sini, oppa. Tapi tenang saja. Saat ini aku sedang istirahat, jadi aku bisa menemani oppa makan siang."
Chanyeol sesungguhnya mendengar apa yang Kyungsoo katakan, namun pandangannya kini malah tertuju pada leher putih nan mulus milik Kyungsoo. Pikiran-pikiran kotor mengenai mimpi basahnya tadi pagi mulai terputar kembali di otaknya. Ekspresinya kini berubah sayu. Entah berapa kali ia menelan ludahnya saat melihat leher Kyungsoo yang terekspos. Ingin rasanya ia kecup, jilat dan bahkan meninggalkan tanda kepemilikannya di sana. Ah… Seandainya…
"Oppa…? Chanyeol oppa, wae geuraeseyo? Apa oppa mendengarku?" Kyungsoo mencoba menyadarkan Chanyeol dari lamunannya
"Eh..? N—ne! Tentu saja aku mendengarmu!" Chanyeol cepat-cepat membuyarkan semua pikiran mesumnya
"Ne oppa. Oppa bisa mulai makan sekarang, aku tidak akan mengganggu oppa. Selamat makan, oppa." Kyungsoo beranjak dari duduknya
"Jamkkan!"
"…?" Kyungsoo menatap Chanyeol dengan tatapan polosnya
"Hmm… Maukah kau menemaniku makan siang hari ini? Sekretarisku tak bisa menemaniku makan siang, padahal hari ini aku sangat ingin ditemani oleh seseorang. Apa kau bersedia?" tanya Chanyeol dengan tatapan penuh charisma sampai-sampai Kyungsoo merasa ada yang tidak beres dengan jantungnya
"A—ah… Ne oppa. A—aku akan menemani oppa makan siang." Kyungsoo mencoba menenangkan kegugupannya dengan tersenyum tulus pada Chanyeol
"Gomawo!"
Dan itu adalah pertama kalinya Chanyeol tersenyum lebar begitu bahagia pada seseorang setelah bertahun-tahun lamanya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue~~
.
.
.
.
.
.
안녕 리더들…
Maaf banget saya telat update chap 2-nya…
Maaf banget yaaa…
정말 미안해…
Ini karena aku lagi sibuk banget beberapa hari terakhir, bahkan udah terlalu capek buat nulis lanjutannya. Jadinya baru bisa update sekarang…
Sorry banget yaa readerdeul….
Semoga lanjutan yang ini bisa lebih cepat.
Maaf juga kalau chapter ini kurang memuaskan karena konflik baru mulai di chapter depan.
Penjelasan tentang trauma kyungsoo juga kemungkinan baru ada di chap depan atau malah 2 chap lagi. Tergantung situasi dan kondisi.
Makasih buat semua dukungannya lewat review di chapter kemarin.
Bahkan guest dengan nama Chansoo Ship sampai review tiga kali karena dikira belum masuk reviewnya. Yang aku tahu, review guest memang butuh beberapa hari baru masuk ke ffn.
Jadi review udah pasti masuk ke email author, meskipun belum muncul di ffnya.
Biar lebih enak buat review, chingu bisa bikin akun ffn :)
Maaf kalau chap ini pendek.
Doain yang semoga chapter depan bisa lebih panjang.
REVIEW LAGI YAAA!
감사합니다…
XOXO
