Title : 만질 수가 없다 (Untouchable)

Pairing : Chanyeol X Kyungsoo

Genre : Comfort/Hurt, Romance

Rating : M

Disclaimer : Chanyeol & D.O belong to SM Entertainment, but THE STORY IS BELONG TO ME! No plagiat!

Summary : Aku mungkin bisa menyentuh tubuhmu, tapi aku tidak yakin bisa menyentuh hatimu—Chanyeol [CHANSOO], [Slight!KAISOO] GS! YAOI! DLDR!

WARNING! TYPOS BERTEBARAN, CERITA PASARAN, OOC.

GET AWAY IF U DON'T LIKE IT! YOU'VE BEEN WARNED!

NO BASH! NO FLAME!

ALL POV IS AUTHOR POV!

.

.

.

.

.

ENJOY!

.

.

.

.

.

Sepeninggal Jongin, Kyungsoo terus menangis. Ia merasa sangat bersalah dan hancur melihat namja yang ia cintai begitu membencinya. Chanyeol sungguh iba melihat Kyungsoo.

"Kyungsoo-ya…" Chanyeol kini mendekati Kyungsoo dan memeluk yeoja itu erat

"Hiks.. Chanyeol-ah.. Lepaskan aku.." Kyungsoo menolak pelukan Chanyeol dan menjauhi namja itu.

"Kyungsoo-ya…" Chanyeol menatap Kyungsoo sendu, ia kecewa karena Kyungsoo menolak pelukannya

"Chanyeol-ssi. Kau tidak perlu bertanggungjawab. A—aku akan mengatasinya sendiri. Lebih baik ini semua tidak usah diteruskan saja. Aku akan baik-baik saja." Kyungsoo melangkah mundur, mencoba menegarkan dirinya dan meredakan tangisannya. Ia tidak mau menjadi penghancur keluarga Park.

"Kyungsoo-ya… Apa yang kau katakan? Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja."

"Aniya… A—aku… A—aku berterimakasih atas kebaikanmu. Tapi maafkan aku, aku tidak bisa menerimanya lebih dari ini. Aku pikir aku akan merawatnya sendiri saja. Aku tidak akan merepotkanmu dan keluargamu. Tapi kau boleh menengoknya sesekali karena ini anakmu. A—aku pergi." Kyungsoo melangkah pergi, namun Chanyeol segera menarik tubuhnya dan memeluknya dari belakang.

"Kumohon tetap bertahan bersamaku." Ucap Chanyeol sambil memejamkan matanya. Ia tak kuasa menahan hatinya yang sesak.

"Tapi aku tidak bisa membiarkanmu melakukan ini. Kau tidak perlu khawatir padaku. Aku dan bayi ini pasti akan baik-baik saja." Kyungsoo mencoba melepaskan pelukan Chanyeol

"Tidak! Biarkan aku… Biarkan aku melakukan ini karena aku mencintaimu, Kyungsoo-ya. Jangan menganggap semua ini hanya sebatas rasa tanggung jawab atas anak kita, tapi ijinkan aku melakukannya karena aku mencintaimu. Aku akan melakukan apapun untukmu, Kyungsoo-ya. Kau adalah satu-satunya yeoja yang aku inginkan di dunia ini, jebal… Nae gyeotaeseo.."

Chanyeol membalik tubuh Kyungsoo untuk menghadap padanya dan langsung menyambar bibir hati milik Kyungsoo dan melumatnya mesra. Kyungsoo tak mampu berkutik. Airmatanya berjatuhan, begitu pula airmata Chanyeol.

Tanpa mereka sadari, ada Yoochun dan Eunhee yang sudah sejak tadi melihat keduanya di sana. Mereka sungguh tak menyangka bahwa Chanyeol memiliki perasaan yang begitu dalam untuk Kyungsoo. Sebagai seorang Ibu, Eunhee sangat mengenal anaknya dan ia tahu pasti bahwa baru pertama kali Chanyeol bertingkah seperti ini dengan seorang yeoja. Entah bagaimana perasaannya saat ini. Sedih atau senang? Jujur saja ia senang karena Chanyeol ternyata sudah membuka hatinya dan mulai mencintai seorang yeoja ditambah lagi dia juga akan segera mendapatkan cucu. Namun di sisi lain, ia kecewa karena yeoja yang Chanyeol cintai itu sesungguhnya adalah milik adiknya.

"Mianhae…"

Tubuh Kyungsoo bergetar hebat. Kyungsoo perlahan menjauhi Chanyeol dan memutuskan untuk meningalkan kediaman keluarga Park. Chanyeol menutup matanya. Ia tak kuasa dan begitu sedih karena Kyungsoo memilih untuk pergi daripada berjuang bersama-sama dengannya. Dadanya begitu sesak dan perih. Sang eomma pun akhirnya tak tahan lagi dan langsung membuka suaranya sekaligus keluar dari persembunyiannya.

"Kyungsoo-yaa…" panggil Eunhee lirih

Kyungsoo menghentikan langkahnya sejenak.

"Kyungsoo-ya… Maafkan eomma. Jangan pergi, ne? Jangan tinggalkan Chanyeol. Eomma tidak tega jika harus menyakiti kedua putra eomma dengan kepergianmu."

Eunhee berjalan ke arah Kyungsoo sambil menahan tangisnya dan mencoba tersenyum pada Kyungsoo. Ia meraih tubuh Kyungsoo dan memeluknya erat. Setelah itu ia menggenggam tangan Kyungsoo dan menuntunnya menuju Chanyeol. Diraihnya tangan Chanyeol, lalu disatukannya dengan tangan Kyungsoo.

"Bersatulah. Eomma akan merestui kalian." Ucapnya sambil tersenyum menahan haru

"Eomma!" mata Chanyeol membelalak kaget dan langsung memeluk erat Eunhee sambil menangis haru.

.

.

.

.

.

.

.

Pernikahan antara Chanyeol dan Kyungsoo langsung diadakan segera setelah Eunhee dan Yoochun merestuinya. Bagaimanapun, mereka tidak ingin cucu mereka lahir tanpa orang tua yang lengkap.

Kyungsoo kini tinggal bersama Chanyeol di rumah orang tua Chanyeol. Chanyeol memutuskan untuk tinggal dengan kedua orangtuanya karena keadaan Kyungsoo yang sedang hamil dan membutuhkan orang yang dapat menjaganya. Apabila ia tinggal di apartemennya atau di rumah Kyungsoo, Kyungsoo akan sering sendirian dan itu sangat mengkhawatirkan bagi Chanyeol. Ia sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan istrinya. Apalagi kandungan Kyungsoo tidak terlalu kuat.

"Emhh.." tiba-tiba saja Kyungsoo merintih pelan sambil memegangi perutnya

"Kyung? Wae?" Chanyeol yang tak sengaja mendengar rintihan Kyungsoo langsung menghampiri sang istri dan langsung membawa istrinya untuk duduk di tempat tidur mereka

"…" Kyungsoo hanya diam dan menuruti Chanyeol sambil terus memegangi perutnya

"Apa perutmu sakit? Apa kita ke dokter saja?" Chanyeol benar-benar terserang panik berlebihan

"Aniyo. Tidak perlu ke dokter. Aku hanya butuh istirahat." Tolak Kyungsoo karena tak nyaman.

Selama masa kehamilannya ini, Chanyeol sangatlah overprotektif padanya. Chanyeol bahkan khawatir pada segala hal yang Kyungsoo lakukan. Berkeringat sedikit saja Chanyeol sudah khawatir bukan main. Kyungsoo sesungguhnya jengah akan sikap Chanyeol, namun disisi lain ia juga senang karena Chanyeol sangat perhatian padanya, terutama pada bayinya.

"Baiklah, kalau begitu berbaringlah. Kau harus istirahat sekarang. Ini sudah malam dan ibu hamil tidak boleh tidur terlalu larut." Chanyeol membaringkan tubuh Kyungsoo dan menyelimutinya dengan penuh kasih sayang

"Arasseo." Kyungsoo mengangguk patuh dan mulai menutup matanya

Chanyeol tersenyum menatap Kyungsoo yang kini sudah memejamkan matanya dengan nafas beraturan. Dalam hatinya, Chanyeol sangat bersyukur karena kini apa yang ia impi-impikan kini telah menjadi kenyataan. Ia bahkan telah menikah dengan Kyungsoo dan dalam hitungan bulan ia akan segera memiliki anak. Ia merasa sangat bahagia, namun di sisi lain ia juga sesungguhnya menyesal karena telah merenggut kebahagiaan adik yang sangat ia sayangi.

"Aegi-ya…" Chanyeol melorotkan tubuhnya sehingga kini ia tepat berhadapan dengan perut Kyungsoo yang sudah mulai membuncit

"Jaljinae? Kau pasti senang ada di dalam sini karena disini hangat." Chanyeol tersenyum sambil mengelus lembut perut Kyungsoo

"Mwo? Kau mengantuk? Arasseo aegiya… Appa tidak akan mengganggumu lagi. Jaljayo.."

Chanyeol terkekeh pelan. Dikecupnya perut Kyungsoo dengan sayang. Setelah itu ia segera memperbaiki posisi berbaringnya dan menghela napasnya pelan. Ia mencoba memasrahkan segalanya dan kembali menatap wajah sang istri yang sedang terlelap. Dalam hatinya ia berjanji akan selalu melindungi Kyungsoo dan juga buah hatinya, apapun yang terjadi. Ia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dua orang yang sangat ia sayangi di dunia ini. Tak butuh lama bagi Chanyeol untuk menyusul Kyungsoo ke dalam dunia mimpi.

.

.

.

.

.

.

Seperti biasa, Kyungsoo akan bangun lebih dulu. Sebagai seorang istri, ia akan mulai melakukan aktivitas di dapur untuk menyiapkan sarapan. Tentu saja ia tidak sendirian. Mertuanya juga akan ikut membantu bahkan juga sedikit banyak melarang Kyungsoo untuk terlalu banyak bergerak. Pada akhirnya Kyungsoo hanya akan banyak diam karena Eunhee akan mengambil alih segala hal yang ia kerjakan di dapur.

"Selamat pagi." Sapa Yoochun dengan senyuman riangnya ketika memasuki ruang makan. Meskipun sudah berumur, Yoochun masih terlihat tampan.

"Selamat pagi abeonim." Balas Kyungsoo dengan senyum tak kalah manis

"Aigoo, menantuku manis sekali, ne…" ucap Yoochun sambil terkekeh pelan

"Appa…" tiba-tiba Chanyeol datang dengan kondisi yang sudah rapi. Ia menatap datar sang ayah yang masih terkekeh

"Arasseo-arasseo Chanyeol-ah…" Yoochun akhirnya manyerah. Ia sudah terlalu sering berseteru dengan Chanyeol ketika ia menggoda menantunya. Chanyeol memang sangat protektif pada hal-hal yang berkaitan dengan Kyungsoo dan bayinya.

"Ayo segera sarapan." Ucap Eunhee mencoba menghentikan atmosfer aneh di ruang makannya saat ini

Tak ada yang berkata-kata setelahnya. Mereka sarapan dengan tenang. Satu persatu mulai menyelesaikan sarapannya. Chanyeol segera beranjak dari meja makan dan bersiap untuk berangkat ke kantor. Kyungsoo sendiri hanya terdiam. Meskipun sudah beberapa minggu menikah dengan Chanyeol, Kyungsoo masih merasa canggung untuk melakukan perannya sebagai istri bagi Chanyeol. Ia kini malah melamun di meja makan meskipun sarapan

"Kyungie… Apa kau tidak mengantarkan Chanyeol?" ucap Eunhee membuyarkan lamunan Kyungsoo

"Ah..? N—ne!"

Kyungsoo langsung mengangguk dan menyusul Chanyeol yang sudah berada di depan pintu rumah. Ia berjalan cepat sehingga kini ia sudah berada di belakang Chanyeol yang masih membenahi dasi dan kerahnya yang kurang rapi.

"Chanyeol-ssi…. Bi—biarkan aku membantumu." Dengan malu-malu, Kyungsoo mengambil alih kerah dan dasi Chanyeol lalu segera merapikannya. Chanyeol tersenyum.

"Gomawo jagiya… Dan jangan panggil aku dengan tambahan –ssi. Aku bukan orang asing untukmu."

"Arasseo Ch—Chanyeol…" Kyungsoo menundukan wajahnya yang memerah karena malu

"Yeobo." Kata Chanyeol sambil mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo

"Ne?" Kyungsoo tak menangkap maksud Chanyeol

"Panggil aku yeobo."

"…" Wajah Kyungsoo kini sudah memerah sempurna hingga ia tak mampu mengatakan apapun

"Arasseo, Kyungsoo-ya. Kau tidak perlu memaksakan dirimu. Na galkke."

CUP!

Chanyeol mengecup dahi Kyungsoo dengan lembut lalu tersenyum dan beranjak pergi.

"Yeobo!" seru Kyungsoo tiba-tiba hingga Chanyeol sontak saja langsung menoleh ke arah Kyungsoo yang ternyata masih menundukan wajahnya

"Wae?" tanya Chanyeol lembut

"Hati-hati…" ucap Kyungsoo pelan

"…" Chanyeol tersenyum lebar dan langsung berlari menghampiri Kyungsoo untuk memeluknya

Kyungsoo terkejut namun hanya pasrah menerima pelukan suaminya itu. Tak lama kemudian Chanyeol melepaskan pelukannya dan berlari menuju mobilnya karena ia sadar ia hampir terlambat. Dengan bersemangat ia melambaikan tangannya pada Kyungsoo dan melajukan mobilnya ke kantor.

.

.

.

.

.

.

Kandungan Kyungsoo semakin besar. Hari ini kandungannya sudah berusia 7 bulan. Hari ini ia juga punya jadwal control dan USG. Chanyeol tidak akan pernah absen dari jadwal control kandungan Kyungsoo. Malah Chanyeol yang lebih hapal dan akan selalu mengingatkan Kyungsoo agar mempersiapkan diri.

Semakin lama, Kyungsoo mulai bisa terbiasa dengan kehadiran Chanyeol. Dan anehnya traumanya seakan tidak berlaku bagi Chanyeol karena Kyungsoo sama sekali tidak pernah mempersalahkan sentuhan dan semua skin-ship yang dilakukan oleh Chanyeol padanya. Namun saat ini Kyungsoo belum mau mengakui perasaannya pada Chanyeol. Ia masih belum mampu melupakan rasa cintanya pada Jongin meskipun Chanyeol sudah melakukan segala hal untuknya.

"Kyungie, jangan melamun. Ayo berangkat!" seru Chanyeol

"Ne.." jawab Kyungsoo sambil menyusul Chanyeol

.

.

.

.

.

.

To Be Continue or END?

Hai hai guys…

MAAFKAN SAYAAAA….

Ngaret hamper dua bulan yah…

Duh..

Dan jujur aja, gue udah gak ada feel mau lanjutin ff ini.

Feelnya Cuma sampai disitu tuh, gantung banget kan chapter ini?

Gatau mau nambahin apalagi.

Gue nyerah.

Kalau ada yang mau ngelanjutin ff ini dengan Cuma-Cuma, silahkan kontak line gue (ada di bio)

Nanti gue posting dsini deh, dan bakal gue pajang nama authornya yang baru siapa, kalau ada yang berminat sih….

Yah pokoknya gitu deh. Entah ini jadi last ff gue dif fn apa gimana gue gatau.

Gue WB parah. Gak ad aide sama sekali buat bikin ff, apapun deh. Maaf yaa….

XOXO

Maaf banget….