THE DEMON AND THE FALLEN ANGEL
.
(GrayAngel)
-14:00-
Hari yang cerah di Magnolia, kota ini kembali bersinar cerah setelah sempat luluh lantak akibat serangan Tartarus, sulut dipercaya kurang dari setahun kota yang sebelumnya berubah menjadi kota mati yang mencekam kini telah hidup kembali.. Thanks for Fairy Tail.
Magnolia, Central Park
Gray sedang menikmati hari yang cerah ini dengan berjalan-jalan ditaman, sendirian .. ya setelah Guild nya dibubarkan beberapa minggu yang lalu, teman-temanya kini terpencar satu sama lain ada yang tetap tinggal ada juga yang memilih pindah dari Magnolia, semua itu mereka lakukan demi pekerjaan baru yang harus mereka jalani.. terbiasa menjadi Penyihir membuat kebanyakan dari mereka kesulitan memilih pekerjaan yang cocok, tidak banyak dari mereka yang memiliki ketrampilan bekerja seperti Mira. Walaupun Gray tahu keberadaan beberapa temanya tapi mereka semua sedang sibuk bekerja.. Gray tidak ingin menagangunya-kecuali Juvia, gadis itu.., dia mengikuti Gray kemanapun dia pergi, untung saja beberapa hari lalu Gray akhirnya dapat membujuk gadis itu untuk bermukim di sebuah desa.. walaupun Gray harus sesering mungkin mengunjunginya agar dia tidak nekat mencarinya lagi..
'Tch wanita itu.. tidak pernah mengerti, dia sudah kuanggap sebagai adik.. tidak akan lebih dari itu' kata Gray dalam hati, berhenti memikirkan Juvia, Gray kembali memikirkan teman-temanya yang lain
"kemana mereka sekarang ya.." sibuk dalam lamunanya Gray tidak menyadari seseorang kini tengah berdiri didepanya.
BRUK !
Gray yang tidak menyadarinya kini harus menabrak punggung orang itu, Gray yang kaget segera meminta maaf atas perbuatanya
"O-oh.. maaf tuan aku tidak sengaja" kata Gray kepada orang bermantel ungu di depanya itu. Orang itu segera berbalik menghadap Gray.
"Hei ! siapa yang kau panggil Tuan hah !" kata orang itu, begitu mendengar suaranya Gray baru sadar jika dia seorang wanita.
"Ah, aku salah.. maafkan aku benar-benar tidak tahu, nona" wanita itu tidak menjawab, dia malah begumam pada dirinya sendiri, seolah sudah berhasil memastikan sesuatu.
"Kau.. si Ice Mage dari Fairy Tail... Gray ya ?" kata wanita itu, Gray terkejut seseorang yang belum pernah Gray temui mengenalinya dengan sangat mudah, memang banyak orang mengenalnya.. tapi biasanya Gray harus buka baju dulu agar orang bisa mengenalinya secara Instan..
Wanita itu segera membuka kerudung mantelnya, kini tampak wanita berambut putih panjang dengan bando biru tersenyum kearahnya.. Gray seperti mengenali wajah itu.
"Kau.."
"senang bertemu denganmu lagi, Gray Fullbuster" jawabnya
"Kau.. bukankah kau salah satu anggota dari Oracion Seis !" kata Gray yang akhirnya mengenali wanita itu sepenuhnya, wanita itu hanya mengelengkan kepalanya membuat Gray bingung.
"sekarang aku bukan bagian dari Oracion Seis lagi,..aku memulai hidup baru" katanya, Gray tersenyum lega mendengar dia tidak lagi menjadi penjahat.
"Angel, itu namamu kan ?" Wanita yang dipanggil Angel itu mengelengkan kepalanya lagi, Gray semakin bingung karena dia sangat yakin bahwa nama gadis ini adalah Angel.
"..Sebenarnya nama asliku adalah Solano.. Solano Agria , Angel hanyalah Codename ku" katanya Gray akhirnya mengerti.
"Oh baiklah Solan-"
"Tapi ! aku lebih suka di panggil Angel" kata Angel memotong Gray. 'perempuan yang rumit' kata Gray dalam hati.
"..aku mengerti, Angel. Jadi sedang apa kau disini memakai jubah seperti itu?"
"aku sedang jenuh berada di markas jadi aku jalan-jalan.. soal jubah ini Guild baruku sangat tertutup dengan dunia luar jadi aku harus berhati-hati menampakkan wajahku"
"Guild baru.. Eh tunggu dulu... jubah yang kau kenakan itu, terasa familiar" jubah yang dikenakan oleh Angel benar-benar familiar di mata Gray, dia pernah melihat seseorang mengenakan itu sebelumnya.. sayang sekali akibat terlalu lama jauh dari orang-orang yang dikenalnya, dia jadi tidak mengingatnya
"Tentu saja familiar ini kan jubah Crime Sorciere" jawab Angel Gray sedikit terkejut mendengarnya. 'bagaimana aku bisa lupa hal sepenting itu !'
"K-kau ikut Guild nya Jellal !?" Tanya Gray setengah tak percaya
"Bukan hanya aku.. Midnight, Cobra dan Racer juga bergabung dengan Jellal, apakah ada yang salah ?"
"Uh, tidak.. aku hanya sedikit kaget saja.. yang jelas aku senang kalian kembali ke jalan yang benar" kata Gray, Angel tersenyum mendengar perkataan tulus Penyihir Es itu.
"Jadi.. Gray tinggal dimana kau sekarang ?"
"tempat tinggal ya, setelah Fairy Tail dibubarkan dan rumahku hancur karena kekacauan waktu itu, aku memutuskan untuk berkelana.. untuk mencari sesuatu, biasanya aku tidur di penginapan tapi jika tidak menemukanya terpaksa aku harus tidur di sembarang tempat" kata Gray sama sekali tidak menyinggung soal Rumah Juvia..
"Oh.. jadi kau tidak tinggal menetap ya ?" kata Angel sedikit kecewa, kenapa ? tentu saja karena mungkin saja dia tidak akan bertemu Gray lagi setelah ini.
"ya.. tapi aku masih sering datang kekota ini.. berharap bisa bertemu teman lama, seperti hari ini.." Angel merasa lega dan juga.. senang, dia senang sekali Gray mengangapnya seorang teman meskipun sebelumnya mereka adalah musuh dan sempat bertarung. Tak terasa pipinya kini sudah berwana Pink. Menyadarinya dia segera mengalihkan pandanganya.
"Hm kau kenapa ?"
"B-bukan apa-apa.."
Setelah itu tidak ada yang ingin memulai pembicaraan, mereka hanya berdiri disana saja.. kalau dipikir-pikir aneh juga ya ? Angel yang sudah mengatasi masalahnya segera membuka pembicaraan..
"Um, Gray.. mau pergi ke tempatku ?"
"Hah ?" Gray terkejut dengan Undangan mendadak Angel
"j-jangan salah pahan dulu ! aku hanya ingin berterimakasih saja.. kau sudah banyak membantuku" Gray berfikir sejenak, 'ini bagus kan ? maksudku kerumah Angel jelas 100 kali lebih baik daripada pergi ke rumah Juvia.. '
"baiklah ayo kita kerumahmu" kata Gray, Angel mendadak tersenyum lebar.
"Bagus~ ayo kita pergi, rumahku tidak jauh kok" kata Angel sembari menarik lengan baju Gray, Gray terpaksa harus mengikuti langkahnya yang begitu cepat itu.
'Oi ! jangan terburu-buru seperti itu.."
.
-15:00-
Gray dan Angel akhirnya telah sampai di depan tempat tinggal Angel, sebuah rumah yang minimalis tapi memiliki desain yang sangat Artistik , pekaranganya dipenuhi bunga dan sangat bersih benar-benar terlihat mewah.. apalagi rumah ini terletak di pinggir kota di tepi sungai, mengingatkan Gray kepada rumah teman lamanya.. 'rumah di pinggir sungai.. jadi teringat rumahnya Lucy , sekarang dia tinggal dimana ya'
"Gray kok bengong, ayo masuk !" kata Angel seraya membuka pintu, Gray segera mengikutinya.. masuk dalam rumahnya Gray benar-benar terkesima bukan hanya luarnya saja yang bagus tapi dalamnya pun juga luar biasa.. perabotan ditata dengan rapi dan strategis.. gelas kaca dan porcelain berwarna-warni tertata rapi di rak kaca, lukisan-lukisan artistic juga menghiasi dinding..
"bagaimana rumahku Gray ?" Tanya Angel
"wow.. aku tidak pernah tau kau punya selera seni yang tinggi" kata Gray memuji
"B-benarkah ?" mendapat pujian seperti itu tidak biasa bagi Angel, wajahnyaberubah merah secara Instan. Angel segera mengalihkan pembicaraan.
"Um, duduklah di sofa Gray, aku akan mengambilkan minum" kata Angel sambil melepaskan mantelnya menunjukkan gaun putih berbulu yang biasa dipakainya.
"..Tentu, terimakasih" Gray segera mendudukan dirinya disofa sementara Angel segera menuju dapur
"Buat dirimu nyaman Gray" katanya sebelum masuk pintu dapur, Gray hanya tersenyum melihatnya, benar-benar tidak disangka oleh Gray, Angel bisa seramah ini 'wanita keras kepala yang ambisius dan haus akan kekuatan... tidak kusangka bisa berubah sejauh ini...' batin Gray
Beberapa menit kemudian terdengar suara langah kaki dari arah dapur, itu Angel.. dengan membawa nampan dengan dua buah gelas diatasnya tentu saja disertai dengan senyum hangat
"Maaf lama" kata Angel sembari menyuguhkan segelas minuman ke hadapan Gray dan untuknya sendiri.
"Silahkan diminum Gray, cuaca panas jadi aku membuat jus jeruk" kata Angel sopan layaknya seorang tuan rumah yang sedang menjamu tamu. Gray mengucapkan terimakasih kemudian mengambil gelasnya dan mulai meminumnya.
"...Ah, segar sekali" kaat Gray
"Aku senang kau menyukainya !" kata Angel, dia segera mengambil minumanya juga
Beberapa menit berikutnya mereka lalu dengan saling bebasa-basi dan bercerita soal kehidupan baru mereka.
"Jadi sekarang kau bekerja pada Pria Brengsek itu.." kata Gray blak-blakan, benar-benar menunjukkan ketidaksukaanya dengan Jellal
"fufufu kau kelihatanya benar-benar tidak suka pada Jellal ya, aku tahu dia dulu sempat menjadi musuh kalian tapi apa hanya itu alasanya ?" kata Angel penasaran
"bukan itu.. soal itu aku sudah tidak peduli lagi, satu hal yang membuatku sulit memaafkanya adalah dia sudah terlalu banyak menyakiti Erza" kata Gray dengan ekspresi dingin yang sangat menyeramkan.
"Erza ya.. kau sepertinya sangat peduli padanya, apa kau menyukainya?" Tanya Angel
"..aku tidak pernah berfikir seperti itu, selama ini aku mengangapnya sebagai seorang kakak.. kakak yang galak tepatnya"
'bohong.. aku memang sedikit menyimpan perasaan padanya, tapi aku tahu itu semua mustahil... Erza hanya mencintai satu orang saja.. dan orang itu adalah orang yang paling aku benci di dunia, Jellal' kata Gray dalam hati.
Angel hanya menatap mata sang Ice Mage mencoba membaca isi hatinya sekarang. dia sangat mahir membaca isi hati seseorang lewat tatapan mata, Angel tersenyum begitu mengetahui apa yang Gray pikirkan. Tiba-tiba sebuah ide muncul..
"Kau tahu sekarang Jellal dan Erza bekerja bersama.. mereka semakin dekat" kata Angel, dia penasaran apa reaksi Gray soal ini..tak terduga Gray sama sekali tidak terkejut atau bahkan terlihat marah sedikitpun dia hanya memasang Pokerface nya.
"aku sudah tau.. aku pernah melihat mereka" kata Gray mengingat kejadian beberapa minggu lalu saat dia tidak sengaja menjumpai Erza dan Jellal di sebuah Pub, walau dari kejauhan Gray bisa melihat mereka sedang bicara serius..
"Kau tidak marah ? maksudku.. kau benci Jellal kan ?" kata Angel bingung
"seberapa besar pun keinginan ku untuk membekukan kepala si brengsek itu.. selama Erza masih merasa nyaman di dekatnya, aku tidak bisa berbuat apa-apa"
"memang benar dia sudah melukai hati Erza berkali-kali.. tapi dia jugalah yang bisa membuat Erza bahagia.." kata Gray, Angel tau Gray setengah hati mengatakanya.
"Gray.." tidak ingin terjebak dalam suasana yang melankolis seperti ini, dia segera mengalihkan topik pembicaraan.
"bicara soal jellal, apa yang sedang Guild kalian selidiki kali ini ?" Tanya Gray, Angel terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya menjawab.
"aku masih belum tau jelasnya.. tapi Crime Sorciere sedang mengumpulkan informasi tentang sebuah Dark Guild baru..."
"Dark Guild... Baru ?"
"Ya, dari yang kudengar Dark Guild ini sangat Fanatik sekali dengan Zeref.. mereka memujanya bagaikan dewa" mendengar kata Zeref kini hanya ada satu hal dipikiranya... 'END...'
"Tolong beritahu aku semua yang kau tahu soal Dark Guild itu..!" kata Gray, Angel benar-benar dibuat bingung dengan Gray yang tiba-tiba saja bertingkah aneh.
"Maaf tapi yang kutahu hanya Guild itu memuja Zeref... mungkin Jellal dan Erza tahu lebih banyak.. kerena merekalah yang selama ini menyelidikinya, tapi.. kebetulan sekali Jellal dan Erza sedang keluar kota.. jika kau mau aku bisa mengantarkanmu besok" kata Angel, tampak menghela nafas kecewa.. 'bertemu mereka ya.. sebenarnya aku sama sekali tidak punya keinginan untuk itu, tapi demi END...'
"bertemu mereka ya.. baiklah, besok tolong antarkan aku ke markas kalian" Angel menyanggupi dengan senang hati
"tentu saja Gray.." suasana menjadi hening lagi, tapi kali ini mereka menikmati keheningan ini sambil meminum minuman mereka, kira-kira sepuluh menit berlalu dalam kesunyian, akhirnya Angel membuka pembicaraan.
"kenapa kau tertarik sekali soal Zeref.."
"err.. Zeref mungkin memiliki informasi soal sesuatu yang sedang aku Cari..."
"Apa yang sedang kau cari, kenapa harus sampai berhubungan dengan si Penyihir hitam itu ?" Tanya Angel
"seseorang.. bukan lebih tepatnya seekor, dan hanya Zeref yang tahu keberadaan Makluk itu" kata Gray
"Dan makluk seperti apa itu ?" Gray merasa dirinya sudah bicara terlalu banyak, bukanya tidak mempercayai Angel.. hanya saja sekarang dia adalah anggota Guild Jellal, jika Jellal mengetahui soal ini situasi akan lebih sulit buat Gray.
"Aku juga belum tahu.. yang Jelas ayahku memintaku untuk mencarinya" Angel benar-benar tidak tau jika sebenarnya Gray tengah berbohong padanya, karena tidak ada yang bisa ditanyakan lagi oleh Angel mereka kembali kedalam suasana hening untuk beberapa saat.
"Kau tahu.. aku juga sedang mencari seseorang" kata Angel, Gray benar-benar terkejut.. Angel mencari seseorang ?
"apa dia musuhmu ? apa kau ingin mengejarnya ?" kata Gray menduga, tapi Angel menggelengkan kepalanya terlihat raut wajahnya berubah menjadi sedih.
"bukan.. aku mencari anggota keluargaku" pernyataan Angel semakin membuat Gray lebih terkejut lagi 'jadi dia masih punya keluarga !?'
"Orang tuamu ya.." kata Gray mencoba menebak, tapi Angel kembali menggelengkan kepalanya.
"orang tuaku sudah meninggal saat aku masih kecil... orang yang sedang ku cari adalah adik perempuanku.. kita berpisah sewaktu kecil" Angel kemudian menceritakan semuanya, saat dirinya diculik oleh pengikut Zeref meninggalkan adik kecilnya sendirian hingga usahanya bertahun-tahun untuk menemukan adiknya tersebut..
"Mungkin karena otakku pernah dicuci oleh mereka.. ingatanku tentang masa laluku hanya samar-samar, itu yang membuatku semakin sulit untuk mencari tahu dimana adikku selama ini.." Angel kini menundukkan kepalanya kedua tanganya mengepal keras diatas lututnya.. melihat Angel sedang terlarut dalam kesedihan Gray segera bertindak cepat.
Dingin..
Angel merasakan sesuatu yang dingin, betapa terkejutnya ia mendapati bahwa ternyata rasa dingin itu berasal dari telapak tangan Gray.. yang kini mengengam tangan kiri Angel dengan senyuman tulus yang benar-benar menenangkan hati gundah Angel saat ini..
"..Kau tidak perlu mencari sendirian, aku akan membantumu.. percayalah, pertemuan kembali dengan orang-orang yang pernah hilang dalam kehidupan kita benar-benar hal luar biasa.. bahkan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata" wajah Lyon, Ultear dan tentu saja sang ayah.. Silver berada dalam pikiran Gray ketika dia mengatakan semua itu pada Angel.
Angel tidak tau harus berkata apa.. hatinya benar-benar bahagia, setidaknya ada seseorang yang benar-benar peduli padanya dan mengerti perasaanya saat ini... 'Gray Fullbuster..'
"terimakasih Gray aku senang mendengarnya.. " kata Angel dengan senyum manis dan mata yang berkaca-kaca, Gray baru pertama kali melihat sisi lain seperti ini dari seorang Angel.. tidak bisa perpaling darinya 'manis sekali...A-apa!'
Melihat Gray bersikap aneh Angel segera menanyainya
"Hm kau kenapa ?" kata Angel
"Uh.. bukan apa-apa.."kata Gray sambil memalingkan wajahnya berusaha menutupi warna pipinya yang memerah 'bersikaplah Cool Gray !hanya karena melihat senyum manisnya sekali saja membuatku jadi OOC !? yang benar saja '
"Kau terlihat lucu jika sedang salah tingkah" kata Angel dengan senyum menyeringai
".. ini benar-benar memalukan"
"ahahaha"
Suasana diantara mereka kembali menjadi hangat, selanjutnya.. mereka saling bercerita tentang perngalaman masa kecil mereka.. tapi tidak ada kesedihan, ya.. walaupun masa kecil mereka penuh dengan penderitaan dan kesedihan.. kali ini hanya ada tawa mengiringi disaat salah seorang dari mereka mulai bercerita..
.
-18:00-
Waktu berlalu begitu cepat, tanpa disadari, di luar sang Surya sudah membenamkan dirinya digantikan oleh cahaya sang rembulan. Gray pun menengok jendela.. melihat hari mulai gelap mau tidak mau dia harus segera menyudahi kunjunganya.
"..Tak terasa sudah mulai gelap diluar, aku harus segera pergi" kata Gray, Angel pun terlihat sedikit kecewa
"...sudah mau pulang ?"
Sebenarnya dalam hati Gray ingin tinggal lebih lama, tapi dia mau pergi ke tempat Juvia malam ini dan lokasinya cukup jauh dari Magnolia
'apa boleh buat.. walaupun malas sekali kesana tapi aku harus tetap pergi ke tempat Juvia.. aku harus mendapatkan izinya, aku tidak mau dia mengikutiku dalam mencari Zeref.. ini terlalu berbahaya'
"Iya ada sesuatu yang harus kulakukan, besok aku akan kembali untuk memintamu membawaku kepada Jellal dan Erza" Gray pun sudah beranjak dari tempatnya duduk
"Hati-hati di jalan..." Graypun segera menuju kearah pintu depan diikuti Angel yang mengantarkanya, tepat saat Gray sudah mengengam Knob pintu, keanehan pun terjadi...
"Ugh.." mendadak pandangan Gray mulai kabur, kepalanya mendadak pusing, dan tubuhnya mulai bergetar samapi-sampai Knob yang dipengangnya mengeluarkan suara.
'G-Gray !" Angel dengan sigap segera menopang tubuh lunglai Gray.
'Sialan...kenapa disaat seperti ini !'
"H-hei Gray ! kau kenapa !?" Angel sudah mulai panic, segeralah dia membawa tubuh lemas Gray kembali ke sofa.
"Aku.. Aku-Ugh.. " belum sempat Gray menyelesaikan kalimatnya Angel sudah memotongnya lebih dulu
"Gray Lenganmu..." Angel tercengang melihat kulit di lengan kanan Gray berubah menghitam, Gray merutuki dirinya karena lupa menutupi lenganya.
'Sial.. kenapa aku tidak membawa mantel berlengan panjangku !'
"Jangan cemaskan aku.. ini hanya efek samping dari sihirku, sebentar lagi juga akan bagiakan" kata Gray suaranya masih terdengar lihir seperti sedang menahan rasa sakit. Angel tidak menyangka jika sihir baru Gray memiliki efek samping seperti ini, memang belum ada Devil Slayer lain di Ishgar kecuali Gray, informasinya masih sangat minim di perpustakaan sihir milik Oracion Seis yang cukup banyak menyimpan Lost magic tidak ada catatan Devil Slayer sama sekali, bahkan Angel baru mendengarnya dari catatan jellal dan Erza soal Tragedi Tartarus.. seperti yang mereka berdua simpulkan sihir Devil Slayer memang adalah senjata rahasia untuk menaklukan Iblis dari buku Zeref...
Sudah 15 menit berlalu dan belum ada tanda-tanda Gray akan segera baikan ,Angel tidak akan membiarkan Gray pergi dengan kondisi seperti ini
"Pokoknya kau nggak boleh pergi, malam ini kau tidur disini !" perintah Angel
"Tapi-"
"Tidak ada tapi-tapian Aku memaksa !" kata Angel dengan aura hitam disekelilingnya, jika terus bersikeras Gray tidak akan lolos dari si Angel Of Death ini..
'ada baiknya aku menurut.. lagipula aku tidak akan sampai kerumah Juvia dengan kondisi seperti ini...'
"Aku.. baiklah aku akan tetap tinggal" kata Gray, Angel tersenyum lega mendengarnya, Angel pun segera memapah Gray menuju salah satu kamar di lantai dua, bersusah payah menaiki tangga sambil membawa tubuh kekar Gray akhirnya mereka sampai di ruanganya, segeralah Angel merebahkan Gray diatas kasur sambil mengelap keringat yang mengucur di dahi Angel
"Pheww , bagaimana bisa kau seberat itu padahal tubuhmu seksi sekali" kata Angel
"..kamar siapa ini ?" kata Gray mengabaikan perkataan Angel sebelumnya.
"hanya untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu jika adikku kembali.. tapi kau boleh memakainya"
"Ugh.. thanks, kurasa aku mau segera istirahat saja" kata Gray sembari memejamkan matanya mencoba untuk tidur
"Istirahatlah sepuasmu Gray tapi jangan sampai melewatkan sarapan ya" gurau Angel, Gray hanya tersenyum mendengarnya.
Angel pun segera keluar dari kamar dan mematikan lampu. kemudian kembali menuruni tangga untuk kembali membersihkan gelas dan sisa cemilan di atas meja.
.
-17:00-
Angel berada di ruang perpustakaan pribadinya, berbagai buku tentang sihir yang berhasil dia kumpulkan semua dia baca satu persatu. Angel penasaran sekali tentang efek samping yang dibicarakan Gray.
-22-00-
Magnolia Forest
Jellal, Erza dan Machbeth sedang mendirikan tenda di dalam hutan
"Kita bermalam disini.. " kata Jellal
"Tch Aku tidak percaya kita tidak berhasil menemukan petunjuk sama sekali, sial blablabla" kata Machbeth, jellal tidak menghiraukan semua umpatan dari Machbeth dan fokus pada Erza yang sedang mengelap pedangnya.
"Bagaimana dengan mata kirimu.." kata Jellal terdengar cemas, ya.. mata kiri Erza kini tengah diperban
"sudah baikan.. " jawabnya singkat
"aku tidak percaya musuh memiliki sihir mengerikan seperti itu.." teringat saat mata Kiri Erza tertusuk karena sihir telekinesis dari musuh yang baru mereka hadapi membuat Jellal terus merasa bersalah.
"dan lebih buruknya, mereka tidak tau apa-apa soal Avatar" kata Machbeth
"Erza.. kita akan membawamu ke Nyonya Porlyusica dia tau cara menyembuhkan matamu" kata Jellal mencoba membuat Erza lebih baik, Erza hanya mengangguk dengan tatapan kosong 'kelihatanya dia masih terpukul..'
"Porlyusica ya.. nenek itu. Dia yang menyembuhkan matamu kan ?"
"Ya.. tanpa dia sekarang aku sudah buta"
"Itu karena kau menghancurkan matamu sendiri"
"tapi itu Karena sihir Nightmaremu.."
"Tch..."
.
Angel House, Library
Setelah hampir menyerah akhirnya angel menemukan sebuah petunjuk dari salah satu jurnal yang dia dapatkan dari Jellal beberapa hari yang lalu.
'Jurnal Master Hades.. Ultear mendapatkan ini dari bangkai kapal Griemore Heart, karena sekarang dia sudah tidak bersama kita lagi.. mungkin kau yang harus menyimpanya' Angel mengingat perkataan jellal.
"master Hades memang menulis secara singkat soal sihir pembasmi Iblis.. inikah sihir Gray ? disini dikatakan.."
"Sihir Pembunuh Iblis.. dikatakan sebagai salah satu sihir terkuat, dalam hidupku aku tidak pernah menemukan pengguna sihir ini.. diusiaku yang tua ini aku sudah mengetahui hampir semua sihir di benua ini bermacam-macam tipe Dragonslayer dan Godslayer aku temukan tapi aku belum menemukan pengguna sihir jenis ini, sampai akhirnya aku mendengar.. salah satu Guild hitam Aliansi kami yang sangat tertutup, Tartaros memiliki anggota yang menguasai sihir Jenis ini..akhirnya setelah cukup lama, aku pun berkesempatan untuk bertemu denganya, ternyata dia adalah seorang pria gagah yang memakai armor umurnya tidak beda jauh dari Bluenote.. aku pun menanyainya soal sihir ini, tentu saja untuk menambah pengetahuanku..." Angel pun membalik halaman selanjutnya.
"Pria ini memiliki sihir tipe Es, kekuatanya sudah terbukti lebih kuat dari Godslayer, dimana dia membekukan api hitam Zancrow dengan mudah.. hanya ada satu hal yang membuat sihir ini berbahaya bagi penggunanya, layaknya Dragonslayer.. jika menggunakan sihir ini secara berlebihan maka akan mengubah tubuh sang pengguna , hanya saja perubahanya jauh lebih cepat.. jika Dragonslayer berubah menjadi Naga, mungkin saja Devil slayer akan berubah menjadi Iblis..? saat aku Tanya dia hanya tertawa"
Hanya itu yang tertulis di Jurnal ini, walaupun tidak selengkap yang Angel pikir tapi setidaknya dia mengetahui apa yang terjadi pada Gray.
"hah.. sayang sekali tidak ada catatan soal obat penawar atau cara pengendalianya"
Angel menutup jurnal itu dan menyimpanya kembali di rak buku kemudian dia melirik kearah jam dinding.
"jam sebelas malam.. kurasa aku harus istirahat, tapi aku harus memastikan dulu Gray sudah tertidur.."
.
Gray berdiri di tepi sungai tangan kirinya memegang erat lengan kananya, udara malam tidak membuatnya dingin.. dia pun berjongkok melihat refleksinya di pantulan air tanganya mengulur mengapai permukaan air seolah ingin menyentuh pantulan wajah Gray, tapi begitu jari jemari Gray membuat kontak.. air disekelilingnya pun membeku secara instan.
"merasa baikan Gray..." Gray sempat tersentak hingga membuat Es di permukaan air retak terkena jarinya, dia pun segera berdiri melirik ke sumber suara.
".. aku pikir kau sudah tidur"
"Ya aku baru mau tidur, tapi aku sadar kau tidak ada di kamar jadi aku mencarimu.. kau membuat aku panik aku pikir kau mau pergi diam-diam"
"Aku tahu batasku Angel... aku tidak mungkin bisa keluar magnolia dengan kondisi seperti ini" Angel perlahan-lahan berjalan menghampiri Gray.
"Jangan mendekat !" kata Gray membuat Angel berhenti ditempat, Gray hanya melirik kearahnya, Posisi Gray menghadap kesamping Angel hanya bisa melihat separuh bagian kiri tubuhnya. 'apa dia menyembunyikan sesuatu'
"Aku tidak mau kau melihatku dalam kondisi seperti ini.." sambung Gray
"Gray, apa yang terjadi.. kau bisa ceritakan padaku, kau tidak perlu menanggung semuanya sendiri.."
Gray hanya membalikkan dirinya menghadap kearah Angel..cahaya bulan yang terang membuat Angel dengan jelas bisa melihat Gray, dia terkejut melihatnya.. Black Mark, separuh tubuh dan wajah Gray kini diselimuti oleh Black Mark , pupil matanya juga berubah menjadi merah. Baru sebentar menunjukkanya Gray buru-buru berbalik membelakangi Angel
"Lihat kan.. setengah dariku sudah berubah"
"kau terlalu banyak menggunakan sihirmu kan.." kata Angel kembali melangkah mendekati Gray, Gray sempat kaget mendengar Angel mengetahuinya, tapi memilih tidak menanyakan darimana dia mengetahui itu.
"Saat aku baru mendapatkan kekuatan ini.. aku seperti pembunuh berdarah dingin, aku memburu Iblis di semua tempat yang pernah aku lewati, ratusan iblis telah aku musnahkan semua itu semata-mata demi membalaskan dendam Guruku, Ibu, dan tentu saja Ayah yang semuanya dibunuh oleh Iblis, begitu aku sadar jika Sihir ini mulai merubah diriku.. itu sudah terlambat"
"kalau begitu berhentilah menggunakan sihir itu !" tentu saja Gray tidak bisa melakukan itu
"sebelum aku menghancurkan target utama ku, aku tidak akan berhenti.."
"kalau begitu ajaklah aku bersamamu !" kata Angel dengan suara memohon, Gray hanya menggelengkan kepalanya
"tidak bisa.."
"kenapa tidak bisa ?"
"Perjalananku sangat berbahaya aku tidak bisa melibatkanmu, lagipula Malaikat tidak bisa bersama dengan seorang Iblis"
GRIP !
Sepasang tangan mendekap tubuh Gray dari belakang, Gray benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan Angel saat ini 'Apa dia sedang Memelukku !?'
"Angel.."
"Kau ingat.. saat kau menyelamatkanku dari diriku sendiri, saat dimana kau menyegel kegelapan dalam diriku"
"..."
"saat itulah kau membuka jalan untukku.. memulai kehidupan baru, sebagai sorang Angel, kemudian Jellal memberiku kesempatan untuk menebus dosaku.. itu semua karena kau"
"..Lalu kenapa kau mau mengikutiku, aku sekarang berjalan dalam kegelapan !" memang benar, demi mencapai tujuanya Gray bahkan rela menghabisi siapapun yang menghalangi jalanya, dan jelas itu bukanlah perbuatan baik.
"meski kau berjalan dalam kegelapan.. meskipun aku harus kembali kesana, aku tetap akan mengikutimu karena bagiku kau adalah Cahaya yang sebenarnya" pengakuanya membuat Gray tersentuh.
"cahaya yang menuntunku kedalam kehidupan baru, aku tidak peduli jika aku harus menjadi Fallen Angel demi mengikuti seorang Iblis" Dekapan tangan Angel semakin erat Gray sudah kehabisan kata-kata lagi, kini sebuah perasaan muncul di dalam dirinya, perasaan itu seolah menahan Noda ini untuk terus menyebar dalam dirinya
'perasaan ini.. aku merasakanya, noda ditubuhku terasa tertarik kembali... Angel'
"Apa kau yakin soal keputusanmu..." kata Gray kini bola matanya sudah berubah kembali seperti normal.
"Sangat ! sangat yakin !" Gray pun meletakkan tanganya diatas telapak tangan Angel, benar saja itu membuat pipi Angel memerah tapi kini dia tidak mencoba menyembunyikanya
"Kalau itu keputusanmu...aku tidak bisa menyangkal lagi, aku akan melindungimu sampai semuanya berakhir" kata Gray seraya berbalik, kini wajah mereka bedua berhadapan... Gray perlahan mendekatkan wajahnya jantung Angel sudah berdegup kencang.
'Gosh ! apa dia akan melakukannya ! apa dia aka... menciumku' Hati Angel sudah kegirangan sendiri. Berbagai pikiran yang-tidak-tidak terbayang di kepala Angel
Cup..
Bibir Gray mengecup dahi Angel, waktu serasa terhenti saat itu. Di bawah terangnua sinar rembulan malam ini mereka berdua telah berbagi moment yang tak akan pernah mereka lupakan.
walaupun tidak seperti yang Angel bayangkan tapi rasanya tetap saja dia sangat bahagaia.. 'walaupun nggak seperti yang aku harapkan.. tapi untuk permulaan bolehlah'
"Thanks.. karenamu Noda hitamku berhenti" kata Gray denganw ajahnya yang kembali bersih dari noda hitam.. sesaat memandang mata indah Angel sebelum melepaskan pelukan mereka.
"Aku akan kembali beristrahat, kau juga jangan bangun terlalu larut.. besok kita akan ke tempat nenek Porlyusica" kata Gray
"E-eh B-bukanya kita akan ketempat jellal..." Angel tidak menduga ada perubahan rencana seperti ini.
"kita akan kesana setelah kita kembali dari rumah nenek, karena sekarang mungkin aku telah menemukan Obat penawarku" Kata Gray memandang lurus kearah Angel, Angel yang sepertinya mengerti apa yang dimaksud obat dari Gray kini tersenyum manis kearahnya.
"Baiklah kita harus bangun pagi, rumah Nyonya Porlyusica kan jauh, dan Gray..." sebuah ide brilliant muncul di kepala Angel.
"Apa lagi ?"
"untuk berjaga-jaga kalau kau berubah sewaku-waktu.. ada baiknya kau tidur bersamaku malam ini"
"Hah !?" Gray terkejut mendengarnya 'A-apa aku tidak salah dengar !?' , Angel kini mengedipkan sebelah matanya kearah Gray dengan seringaian nakal
"Jangan banyak protes ! ini demi kebaikanmu" kata Angel sembari menarik kerah baju Gray dan menyeretnya ke dalam rumah 'well.. sepertinya ini akan jadi malam yang panjang...' kata Angel dalam hatinya
Gray hanya pasrah saja diseret ke Angel Lair
'You must be kidding...'
.
THE END
.
.
Aw yeah ! Crackpair for the win !, aku sukaa GrAngel, setting fic ini saat timeskip 1 tahun abis Arc tartarus. Nggak sempet baca ulang sih jadi kalau ada yang nggak cocok sama Manga yang mohon ampun aja XD, oke buat Chapter 3.. Gray X *shuffle*... dan hasilnya adalah ! Gray X Levy ! (OMG is Gonna Piss Gajeel off for sure !)
And.. Thanks for Reviews I Like you guys
Viperhat : OMG Yes.. Yes ! talk about pairing, were in the same Taste ! like all of your suggestion, actually Gray x Ur is one of my Fav..(yeah call me Weird XD but I like StudentXTeacher)
Crackshipper : thanks for reviewing my fic bro/sis :-D, and sorry, I cant open your link.. but Im pretty sure youre trying to show me GrayxEdo Lucy doujin from Milady666 right ? don't worry ! Gray x Edo Lucy is already on my List !
Buat yang baca, tolong review ya :-D eh dan baca juga Iced Shell aku , sampai ketemu di Chapter 3~
