Shinobi Saint

.

.

.

.

By Victorianus

.

.

.

.

Naruto

.

.

.

.

Adventure, Fantasy, Family

.

.

.

.

.

Halo minna, ketemu lagi dengan saya kembali

Karena banyak yang ingin Naruto memiliki pair, maka saya juga akan membuat Naruto ada pair, tapi saya masih memikirkannya apakah ambil dari tokoh SS atau Naruto

Ok minna, silakan di nikmati cerita saya ini

Enjoy

Chapter 7

.

.

.

.

Team 6 dan team 7 bersama Tazuna berjalan meninggalkan gerbang Konoha. Kakashi, Gai, Sasuke, Sakura, Neji, Tenten, Lee juga Tazuna awalnya bingung melihat Naruto yang tidak membawa apapun, tapi dirinya bilang jika dia ada tempat penyimpanan sendiri. Tazuna yang awalnya sangat penasaran dengan sosok Naruto itu akhirnya dirinya berani bertanya kepada Kakashi yang ada di dekatnya.

" Hmm permisi. Maaf kalau saya lancang, tapi apakah dia itu buta?" tanya Tazuna pelan membuat Kakasih yang ada di sampingnya melirik ke arahnya, lalu menatap ke arah naruto yang berjalan di depan bersama Lee yang ada di sampingnya. Tersenyum ramah, Kakasih menatap ke arah pria tua itu.

" Naruto tidak buta Tazuna-san. Dia memang seperti itu." jawab Kakashi seadanya, walaupun dirinya tidak yakin dengan jawabannya sendiri, sedangkan tazuna yang mendengarnyapun awalnya terkejut, lalu menatap ke arah sulung Namikaze yang ada beberapa meter di depannya.

" Dia adalah gadis yang sungguh cantik ya. Sayang sekali jika dia tidak membuka kedua matanya. Aku yakin dia juga memiliki mata yang indah." katanya tersenyum, sedangkan Kakashi yang mendengar membatukkan dirinya, begitupula Gai yang melakukan hal yang sama.

" Maaf Tazuna-san, sepertinya anda salah. Naruto adalah seorang laki-laki." kata Gai membuat Tazuna menatap tidak percaya ke arahnya, mendengar pelunturan pria berambut mangkok tersebut. Naruto yang memang bisa mendengar percakapan mereka hanya diam, tidak menggubrisinya, toh kakek itu adalah klien mereka. Dia berkonsetrasi dengan keadaan sekitarnya, karena sejak awal, ada sekitar belasan ninja yang mengawasi dari gerbang, dan sekarang mengikuti mereka semua. Naruto yakin jika Kakashi dan Gai pasti mengetahui keberadaan mereka, karena kedua pria itu adalah seorang Jounin. Tiba-tiba saja, puluhan kunai dari dalam hutan meleset ke arah mereka, membuat Sasuke, Sakura, Neji, Lee, Tenten yang tidak memiliki persiapan serangan tiba-tiba terkejut, begitulula dengan Tazuna. Kakashi dan Gai yang sudah siap menangkis semua kunai-kunai tersebut, tapi di kejutkan karena puluhan kunai itu berhenti tiba-tiba 2 meter dari mereka, yang kemudian terjatuh ke tanah.

" A-ap-pa.." kata Sakura tidak percaya melihat hal tersebut, sedangkan Kakashi yang sudah pernah melihat hal itu menatap ke arah Naruto yang berdiri tenang, menghadapkan wajahnya ke arah timur.

" Jadi kalian akhirnya menunjukkan diri, kera? Kalau begitu, saya tidak ada masalah menyerang." katanya yang tiba-tiba saja, tanah yang di pijaknya membeku menjadi es, yang kemudian menjadi tanduk-tanduk runcing es yang mengarah dengan cepat ke dalam hutan. Terlihat belasan bayangan yang keluar dari sana, melompat menghindari serangan es milik pemuda tersebut, yang kemudian terlihat belasan ninja dengan ikat kepala empat garis gelombang dengan dua di atas dan dua di bawah.

" Ninja Kirigakure." kata Kakashi yang melompat maju beserta Gai yang melindung para Genin dan Tazuna.

" Pengguna Hyouton, dan lagi berasal dari Konohagakure. Aku tidak menyangkah masih ada pengguna Hyouton yang selamat." kata salah satu ninja Kiri tersebut menatap ke arah Naruto yang berdiri tenang di sana.

" Hyouton?" tanya Sakura tidak mengerti.

" Hyouton adalah gabungan dua element, antara angin dan air. Katanya, Hyouton juga termasuk kekkei genkei yang cukup menakjubkan karena kemampuan teknik-teknik yang dimilikinya." jelas Neji membuat Sakura menatap ke arah Naruto tidak percaya, begitupula Sasuke yang mendengarpun sedikit terkejut. Naruto berjalan ke depan, tampa disadari mereka, sulung Namikaze itu membakar cosmonya sedikit kuat, yang kemudian berdiri beberapa meter dari ninja-ninja Kiri tersebut. Mengangkat tangan kanannya yang mengepal tinjuan, kemudian mengarahkan ke arah ninja-ninja Kiri yang bingung menatap ke arahnya.

" Apa yang kamu lakukan bocah?" kata mereka bingung melihat tingkah pemuda tersebut, sedangkan Kakashi tersentak, mengetahui apa yang akan di lakukannya.

' Jangan bilang.' batinnya.

" Lightning Plasma." katanya yang kemudian muncul garis-garis kuning keemasan dari kepalan tinjuannya dengan cepat, yang setelahnya mengurung ninja-ninja, dimana terlihat garis-garis lainnya muncul dengan cepat menyatu.

" ARGHHHHHHHHH!?

" KRAAAAAAAAA!?"

Terdengar teriakan-teriakan memilukan dari mereka semua terkena hantaman-hantaman di seluruh tubuh mereka semua oleh garis-garis kuning keemasan tersebut.

" Te-teknik a-apa i-itu.." kata Tenten tidak percaya melihat teknik yang di keluarkan oleh sulung Namikaze tersebut.

" Sekarang jawab. Kalian semua adalah ninja suruhan dari Gatou?" tanya Naruto kepada ninja-ninja Kiri yang masih terkena serangan baku hantam dari Lightning Plasma miliknya. Beberapa ninja Kiri sudah memuntahkan darah dari mulut mereka masing-masing terkena serangan tersebut, ada juga yang sepertinya hampir kehilangan kesadarannya, karena hantaman-hantaman yang mereka rasakan semakin kuat.

" I-iy-ya…" jawab mereka serak, yang kemudian memuntahkan darah. Merasa cukup, Naruto mengayuhkan tangan kanannya dengan anggun, dimana garis-garis keemasan itu tiba-tiba menghilang, memperlihatkan sosok ninja-ninja Kiri yang kejang-kejang di udara, yang setelahnya mereka semua ambruk ke tanah keras, tidak sadarkan diri.

" Mereka tidak tewas, hanya pingsan saja." kata Naruto tenang membuat Kakashi dan Gai melompat ke arah mereka, melihat pakaian-pakaian mereka semua yang seperti tercabik-cabik, juga luka-luka gores yang ada di mana-mana. Mengecek nadi di leher salah satu ninja itu, dimana pria Hatake itu masih bisa merasakan denyut nadinya, walaupun tidak terlalu kuat. Lee yang melihat teknik baru lainnya yang di miliki sahabatnya itu di buat takjub.

' Jadi ini hasil Naruto berlatih selama tujuh tahun?' batinnya tidak percaya melihat serangan tadi. Menegakkan tubuhnya, dimana tangan kanannya terangkat di depan dada, terlihat kepala tinju yang sangat kuat di sana.

' Aku juga harus memperlihatkan hasil latihanku selama ini kepadanya juga.' batinnya dengan kedua bola mata yang mengeluarkan api membara. Kedua sensei itu maju berjalan mendekati kelompok genin mereka itu.

" Jadi Naruto, kamu sudah menyadarinya sejak awal?" tanya Gai tersenyum membuat Sakura, Tenten, Sasuke, Lee, Neji terkejut, menatap ke arah Naruto yang mengangguk sekali mendengarnya.

" Sejak keluar dari gerbang, kita sudah di awasi oleh mereka. Saya menunggu mereka melakukan serangan, agar saya bisa melakukan serangan balik." jelasnya membuat Gai tersenyum bangga mendengarnya, sedangkan Kakashi hanya bisa membatu, mendengar penjelasan dari putra senseinya tersebut. Naruto menyampingkan wajahnya ke kiri, dimana lima genin beserta Tazuna berada, dimana mereka tersentak. Menghadap ke depan lagi, pemuda tersebut berjalan ke depan duluan, meninggalkan mereka semua yang hanya diam. Neji menatap penuh selidik ke arah Namikaze sulung itu, seolah-olah ada yang mengganjal di pikirannya tentang rahasia kemampuan pemuda tersebut.

' Dia bahkan bisa merasakan kehadiran musuh sejak awal. Aku yang seorang Hyuga saja tidak bisa merasakannya, walaupun samar-samar barusan aku baru merasakan KI di dekat sini. Kemampaun apa yang di miliki Naruto-sama.' batinnya masih tidak mengerti dengan kemampuan pemuda tersebut.

" Pemuda itu, seolah-olah memiliki mata di mana-mana." kata Tazuna tiba-tiba, dimana pria tua tersebut berdiri di sampingnya, menatap ke arah Naruto yang berjalan tenang ke depan.

" Maksud anda?" tanya Sakura tidak mengerti, menatap ke arah Tazuna.

" Apa kalian tidak heran? Seseorang menutup kedua matanya, tapi bisa mengetahui dimana tempat berdirinya orang-orang di sekitar juga musuh. Aku berani bertaruh, jika dia memejamkan kedua matanya, itu pasti membuka mata yang lainnya yang kita tidak bisa melihatnya." kata Tazuna berjalan kedepan, menyusul Naruto yang ada di depannya, berhenti beberapa meter di sana, seperti menunggu mereka semua. Kakashi yang mendengar perkataan Tazuna hanya diam, dirinya juga bertanya-tanya bagaimana putra sulung senseinya bisa berjalan tenang tampa menabra orang-orang di sekitarnya dengan mata terpejam, sama halnya dengan Gai. Kedua Jounin itu menggelengkan kepalanya, lalu mereka semua melanjutkan perjalanannya.

Tidak berlangsung lama, mereka akhirnya tiba di sungai besar yang ada disana. Tazuna berbicara dengan seseorang di sana, yang sepertinya merupakan seorang pelayar. Pelayar itu menatap ke arah para ninja Konoha sejenak, lalu kembali menatap ke arah Tazuna.

" Perahuku tidak cukup jika menampung mereka semua, dan lagi, aku tidak bisa melakukan dua kali pelayaran, karena akan mencurigakan." kata pria pelayar tersebut membuat Tazuna terdiam mendengarnya.

" Sungai ini, jika di lewat dengan perahu butuh berapa lama?" tanya Kakashi membuat pria pelayaran itu menatap ke arahnya.

" Butuh sekitar dua jam dari sini." jawabnya membuat pria Hatake itu menghembuskan nafas mendengarnya.

" Kalian semua, berdiri di belakangku." kata Naruto tiba-tiba, membuat mereka semua menatap ke arah pemuda tersebut. Naruto berjalan di tepian sungai, yang dimana dirinya membakar cosmo miliknya. Tiba-tiba saja, terlihat tempat mereka berdiri tanah mulai bergetar, juga aliran sungai di depan sulung Namikaze tersebut berputar membentuk pusaran air yang cukup besar, membuat mereka semua panik.

" A-ap-pa ya-yang te-terjadi.." panik Sakura merasakan guncangan dadakan tempat mereka berdiri. Tiba-tiba saja, di depan Naruto muncul portal spiral berwarna hitam, dimana di dalamnya terlihat garis-garis putih yang membentuk ubin, juga batu-batu asteroit yang berterbangan, membuat semua orang yang menyaksikannya terkejut. Naruto menyampingkan wajahnya ke kiri, menatap mereka semua.

" Ini adalah salah satu teknikku, Another Dimension, dimana kita akan melewati sungai ini di dalam ruang waktu. Kalian berpeganlah denganku, agar tidak tersesat di dimensi yang saya buat ini." jawabnya sambil mengulurkan tangan kirinya ke arah mereka. Lee yang tersadar dari keterkejutannya langsung merai pergelangan tangan sabahatnya itu dengan tangan kanannya, lalu menatap ke arah Gai, sambil memberikan uluran tangan ke arah pria tersebut. Gai tersenyum, menerima uluran tangan murid kesayangannya itu, lalu diikuti Kakashi, Sasuke, Sakura, Neji, Tenten, yang terakhir Tazuna.

" A-apa ti-tidak be-berbahaya?" tanya Tenten sedikit takut melihat portal ruang waktu buatan rekan teamnnya itu, sedangkan di balas senyum kecil olehnya.

" Berpeganganlah yang erat. Saya akan masuk." katanya dimana dia merasakan genggaman tangan sahabatnya itu mengerat. Naruto berjalan masuk ke portal tersebut, diikuti yang lainnya masuk ke dalam mengikutinya. Setelah Tazuna masuk kepenuhnya, portal dimensi yang mereka masukki perlahan-lahan menghilang. Gai, Kakashi, Lee, Sasuke, Sakura, Neji, Tenten dan Tazuna menatap sekeliling ruang dan waktu milik Naruto, terlihat banyak batu-batu raksasa, juga bentuk bola aneh yang ada di sana. Kedua mata Gai melihat kedepan, dimana terlihat sebuah portal hitam spiral yang berlahan-lahan terbuka di sana, yang kemudian Naruto masuk ke dalam portal tersebut, dimana dirinya keluar, terlihat permukiman kumuh yang ada di depan mereka, di susul Lee, Gai, Kakashi dan yang lainnya keluar. Naruto menyampingkan wajahnya ke kiri, yang setelahnya portal dari Another Dimension perlahan-lahan menghilang, yang sebelumnya di perhatikan oleh Neji, Sasuke, Tenten dan Sakura.

" Baiklah, semuanya selamat. Kita bisa melanjutkan perjalanan." katanya yang menghadap kedepan, berjalan duluan meninggalkan Kakashi dan Gai yang menatap ke arahnya dalam diam.

" Another Dimension? Teknik yang baru pertama kali aku dengar, setelah Bloody Roses dan Lightning Plasma. Putra dari Yondaime Hokage-sama memang benar-benar sangat mengagumkan." kata Gai membara, yang kemudian berjalan dengan penuh semangat menyusul Naruto, diikuti Lee yang tersenyum mendengar perkataan senseinya itu.

" Tunggu Lee!" seru Tenten memperbaiki tasnya yang sedikit tidak enak di papah saat masuk ke dimensi rekannya itu. Kakashi menatap ke arah team geninnya, lalu menatap ke ara Tazuna yang sepertinya baik-baik saja, tersenyum.

" Ayo kita lanjutkan perjalanan." katanya yang kemudian berjalan menyusul team Gai, diikuti Neji yang berjalan dengan tenang, diikuti Sasuke, Sakura dan Tazuna. Selama di perjalanan tenang mereka, Kakashi dan Gai sesekali melirik ke arah dalam hutan yang ada di samping mereka itu. Terlihat cahaya bintang di salah satu dahat sebelah timur membuat Kakashi dan Gai tersentak.

" Menunduk!?" seru kedua Jounin tersebut menjatuhkan tubuh mereka, diikuti Sasuke, Neji, Tenten, Sakura dan Tazuna. Pedang raksasa tersebut berputar cepat mengarak ke Naruto yang diam di sana dengan kedua tangannya di depan dada membentuk sebuah murda.

" KAN." katanya pelan yang kemudian tiba-tiba saja, pedang raksasa tersebut berhenti mendadak di udara beberapa meter di belakangnya membuat Sasuke, Sakura, Neji, Lee, Tenten dan Tazuna yang melihat kejadian tersebut terkejut. Menyampingkan wajahnya ke kanan, yang kemudian melemparkan kembali pedang raksasa tersebut dengan cosmonya ke tempat dimana tempat munculnya pedang raksasa tersebut. Sosok bayangan yang ada di sana terkejut melihat pedangnya di pentalkan kembali ke arahnya, yang dengan cepat melompat ke atas, dengan tangan kanannya yang mengambil gangga pedang tersebut, melompat ke depannya, terlihat sosok seorang pria bertelanjang dada, dnegan celana panjang, dan wajah bagian bawahnya di tutup perban.

" Siapa kamu?" tanya Naruto kepada sosok misterius tersebut.

" Zabuza Momochi, missing nin dari Kirigakure." kata Kakashi yang bangkit menjawab pertanyaan Naruto, beserta Gai yang menatap tajam ke arah sosok misterius tersebut. Jounin bersurai hijau itu berdiri di depan Naruto, melindungi sosok Namikaze sulung tersebut.

" Naruto-sama, biarkanlah kami yang mengurus ini." kata Gai serius membuat Naruto sedikit tersentak, karena tiba-tiba saja senseinya menjadi formal kepadanya.

" Benar yang di katakan Gai, Naruto-sama. Biarkan kami berdua yang mengurus pria ini." kata Kakashi yang berdiri juga di depan sosoknya.

" Sharingan no Kakashi dan Master Taijutsu Maito Gai. Pantas saja belasan ninja Kiri itu tidak bisa mengalahkan kalian, rupanya lawan mereka adalah kalian berdua." kata Zabuza, sedangkan kedua Jounin Konoha sedikit melirik ke arah Naruto yang masih berdiri tenang di belakang mereka, lalu menatap kembali ke depan tajam, tempat Zabuza berdiri. Sasuke yang mendengar kata Sharingan tersentak, menatap ke arah Kakashi yang masih setia melindungi sulung Namikaze tersebut.

" Di lihat dari sifat kalian kepada gadis dengan armor emas itu, sepertinya dia adalah orang paling penting." lanjut Zabuza menatap ke arah Naruto dengan kedua matanya terpejam, yang menghadap ke arahnya. Neji, Lee dan Tenten langsung mengambil posisi melindungi Tazuna, begitupula Sasuke dan Sakura yang mengikuti tindakkan mereka. Naruto yang mendengar dirinya di kira wanita lagi hanya bisa berteriak murka dalam hati, walaupun wajahnya masih memasang wajah tenang.

" Sepertinya ada yang harus kamu koreksi Zabuza, Naruto-sama adalah seorang laki-laki." kata Gai membuat Zabuza sedikit tersentak, menatap ke serius ke arah Naruto yang berdiri tenang, di sana.

" Penampilan ternyata bisa menipu mata manusia, heh." katanya yang kemudian mengangkat pedang raksasanya ke depan, mengarah tepat dimana mereka bertiga berdiri.

" Sebelum aku membunuh kalian semua, bolehkah aku tahu siapa sebenarnya pemuda cantik itu?" katanya menatap ke arah Naruto yang masih memasang wajah tenang.

" Dia adalah sahabatku!? Namikaze Naruto putra sulung dari Yondaime Hokage, Namikaze Minato!?" seru Lee tiba-tiba membuat Zabuza membulatkan kedua matanya, menatap ke arah sulung Namikaze tersebut. Zabuza yang tersadar dari keterkejutannya, meletakkan pedangnya ke punggungnya, yang kemudian menatap tajam ke arah Gai, Kakashi juga Naruto yang di lindungi oleh kedua Jounin tersebut.

" Sepertinya ini adalah hari keberuntunganku karena bisa bertemu dengan putra dari Yellow Flash yang terkenal itu." katanya yang kemudian mengangkat tangan kirinya ke udara, sedangkan tangan kanannya di depan dada. Kakashi yang menyadari hal itu langsung saja menarik Hitai Atenya ke atas, terlihat Sharingan yang selama ini di tutup.

" Neji." kata Lee membuat Neji melakukan beberapa handseal.

" Byakugan!?" serunya yang kemudian pupil matanya terlihat, juga urat-urat di sekitar matanya terlihat di kulit wajahnya.

" Hoh.. ada seorang Hyuga juga. Bagaimana kalau begini. Kirigakure no Jutsu!?" serunya yang kemudian muncul kabut-kabut yang menutupinya, juga sekitar mereka. Neji mencoba melihat dimana keberadaan Zabusa, tapi dia tidak menemukan apapun.

" Kabut ini. Dia melapisinya dengan cakra." katanya melihat aliran cakra di setiap kabut yang ada di sana.

" Tidak heran dengan seorang Hyuga yang bisa melihat cakra teknik kabutku ini." terdengar suara Zabuza, tapi mereka tidak bisa menemukannya.

" Sebaiknya kita dalam posisi. Kita harus melindungi Tazuna-san." kata Neji yang sejak tadi memasang posisi defend bersama rekan-rekannya mulai siaga. Naruto yang masih berdiri tenang, dimana keempat panca indranya yang bekerja di atas rata-rata, mencari dimana keberadaan Zabuza berada. Tiba-tiba saja di belakang tubuhnya muncul hawa dingin, dengan bintang segi enam es yang begitu indahnya, membuat Gai dan Kakashi sedikit tersentak.

" Barat Daya 2 km." katanya yang langsung saja, tiba-tiba di tanah muncul tanduk-tanduk es runcing yang mengarah ke tempat dimana dirinya katakan. Zabuza yang melihat serangan es tersbeut terkejut, langsung saja melompat ke udara.

' Hyouton!? Bagaimana bisa Konoha memiliki kekkei genkei Hyouton!? Yang aku tahu jika Namikaze Minato dan Namikaze Uzumaki Kushina tidak memiliki kekkei genkei.' batinnya tidak percaya. Belum selesai keterkejutannya sampai di situ, Gai tiba-tiba muncul di hadapannya, yang dnegan cepat, langsung meninju pipi kanan pria tersebut, membuat Zabuza terpental cepat ke bawah, yang mengakibatkan tanah di daerah situ juga pohon-pohon di sana tumbang. Gai mendarat ke tanah, menatap ke arah Zabuza yang perlahan-lahan bangkit, menatap nyalang ke arahnya. Melompat ke dalam sungai yang ada di sana, dimana dirinya langsung melakukan handseal dengan cepat, membuat Kakashi langsung melompat mendekati rivalnya itu, melakukan handseal juga.

" Suiton : Suiryuudan no Jutsu!?" seru Zabuza yang kemudian dari belakangnya, tercipta naga air raksasa yang menuju ke arah kedua Jounin tersebut.

" Doton : Doryuuheki!?" seru Kakashi yang menjongkokkan tubuhnya, menghentakkan kedua tangannya ke tanah, dimana beberapa meter di depannya tercipta dinding tanah yang sangat tebal juga tinggi di hadapan kedua Jounin tersebut. Naruto tiba-tiba muncul di kedua Jounin tersebut, membuat Kakashi maupun Gai membulatkan kedua matanya.

" Crystal Wall." katanya yang kemudian merentangkan kedua tangannya, membentuk dinding crystal tipis selebar jutsu Doton milik Kakashi di hadapannya. Sesuai perkiraannya, dinding tanah buatan Kakashi langsung hancur terkena jutsu air milik Zabuza, yang kemudian mengarah ke Naruto yang berdiri dengan tenang di belakang dinding crystal buatannya. Sulung Namikaze itu sudah mengeluarkan cosmo yang cukup untuk mengkokohkan dinding crystalnya, yang kemudian dimana serangan air tersebut menabrak dinding crystal tersebut.

" ARGHHHHHHHHHHHHHHH!?" teriak Zabuza keras, ketika serangan naga airnya menghantam dinding Crystal Wall Naruto, yang membuat dirinya tiba-tiba terpental ke belakang sangat keras, yang kemudian tubuhnya tercebur ke dalam sungai tersebut, membuat semua orang yang melihatnya terkejut. Perlahan-lahan, kabut ciptaan Zabuza menghilang sedikit demi sedikit, yang kemudian memperlihatkan dengan jelas tempat dimana mereka berada, juga hasil pertarungan di tempat mereka. Zabuza muncul ke atas air, dimana matanya menatap ke arah Crystal Wall juga Naruto yang berdiri dengan tenang di hadapan dinding crystalnya.

" Bagaimana rasanya menerima serangan milikmu sendiri?" kata Naruto tenang menghadap ke arah Zabuza yang tersadar, kemudian bangkit berdiri di atas air, menatap tajam ke arah sulung Namikaze tersebut.

" Dinding apa itu? Dan lagi, bagaimana mungkin Konoha ada seorang pengguna kekkei genkei Hyouton." katanya tajam, karena setahunya, jika Konoha tidak memiliki kekkei genkei penggunak elemen campuran, kecuali Senju Hashirama, pengguna elemen legendari, Mukoton.

" Ada harus yang kamu ketahui. Pertama, saya bukan pengguna Hyouton." kata Naruto tenang membuat Zabuza terkejut mendengarnya.

" Kedua, serangan es yang saya buat berasal dari hawa dingin di tubuhku." lanjutnya dimana terlihat kristal-kristal es yang mengelilingi sulung Namikaze tersebut.

" Dan yang terakhir, saya tidak memiliki sistem cakra." akhirnya, membuat Zabuza juga Tazuna yang mendengar perkataan sulung Namikaze itu terkejut. Naruto yang seluruh tubuhnya di kelilingi hawa dingin itu menghilangkan crystal wall miliknya, berjalan ke depan, ke pinggiran sungai. Tiba-tiba saja, sungai di dekatnya itu membeku terkena hawa dingin miliknya, membuat pemuda tersebut berjalan ke atas es tersebut, dimana sekeliling dekatnyapun membeku terkena hawa dinginnya.

" Jadi, teknikku semua tidak ada sangkut pautnya dengan cakra, termasuk es yang saya ciptakan ini." katanya lagi yang kemudian mengangkat tangan kanannya, mengarah ke Zabuza yang masih terkejut.

" Diamond Dust." setelah mengucapkan kalimat tersebut, telapak tangannya menembakkan debu-debu hawa dingin intan begitu cepat ke arah Zabuza yang masih terkejut dengan penjelasan sulung Namikaze tersebut. Hawa dingin Naruto mengenai Zabuza, membuat pria tersebut terpental ke udara, mengenai serangan sulung Namikaze itu, dan beberapa tubuhnya yang di lapisi es dari hawa dingin itu. Naruto berjalan tenang ke depan, dimana terlihat air yang sebelum dia pijak berubah menjadi es. Tiba-tiba mawar dengan kelopak berwarna putih muncul di tangan kanannya, membuat Kakashi dan Gai yang melihatnya terkejut.

" Naruto-sama, jangan bilang…" kata Kakashi terputus, melihat putra sulung senseinya itu melemparkan mawar putihnya ke udara, tepat ke arah Zabuza yang sebentar lagi akan mendarat ke bumi. Sebelum mawar putih Naruto mengenai Zabuza, senbon yang entah muncul dari mana mengenai tangkai mawar putih tersebut, membuat kedua senjata itu terpental, lalu sosok bayangan misterius muncul, mengambil tubuh Zabuza dari langit. Naruto menghadapkan wajahnya ke kiri, terlihat sosok misterius bertopeng yang memapah tubuh Zabuza mendarat di salah satu dahan pohon yang ada di sana.

" Seperti yang saya kira, ternyata memang ada orang lain yang mengawasi pertarungan kita." katanya tenang membuat Kakashi, Gai, juga yang lainnya terkejut, kemudian menatap ke arah sosok misterius tersebut, bersama Zabuza yang beberapa bagian tubuhnya beku terkena hawa dingin Naruto. Zabuza menatap ke arah sulung Namikaze itu, terlihat bibirnya bergetar karena kedinginan, juga bagian tubuhnya yang membeku mulai membiru.

" Te..tern..ya…yata… ka…kab..bar te…tent..tang ka..kau bu…buk..kan…nlah ka..kab…bar…a..ang..gi." kata Zabuza terputus-putus karena mengigil, sedangkan Naruto yang mendengar hanya diam.

" Kabar apa? Perasaan saya tidak melakukan apapun yang membuat diri saya terkenal." katanya tenang.

" Prajurit Iwagakure yang menyerang Konoha tewas dengan tancapan bunga mawar di dada mereka semua. Menurut rumor, mawar tersebut adalah mawar putih, dari seorang putra Yondaime Hokage yang selalu menggunakan armor emas." kata sosok misterius itu menjawab perkataannya, sedangkan Naruto hanya diam mendengar perkataan mereka.

" Kalian berdua juga ninja bayaran Gatou?" tanya Naruto membuat sosok misterius itu terdiam, menatap ke arah Zabuza yang menggigil kedinginan.

" Jika kalian jawab jujur, saya akan menghilangkan es itu dari pria tersebut." lanjutnya membuat sosok misterius tersebut tersentak, sedangkan Kakashi, Gai dan lainnya terkejut.

" Apa yang kau pikirkan Naruto? Seharusnya biarkan dia mati saja!? Dia adalah ninja yang mencoba membunuh kita!?" seru Sasuke kesal dengan keputusan putra sulung Hokage itu, membuat Naruto menyampingkan wajahnya ke Uchiha bungsu tersebut.

" Kera di sana diam saja. Ini tidak ada hubungannya denganmu." jawabnya dingin membuat Sasuke menggertakkan giginya, tapi Neji menghadang dengan tangan kirinya.

" Sepertinya Naruto-sama merencanakan sesuatu. Kita lihat apa yang akan dia lakukan." kata Neji membuat Sasuke berdecak mendengar perkataan pemuda Hyuga itu. Naruto berjalan mendekati ke arah sosok misterius itu, yang langsung saja orang tersebut melakukan defend.

" Saya tanya sekali lagi, apa kalian berdua adalah ninja bayaran dari Gatou?" tanya Naruto tenang, membuat orang bertopeng itu menatap ke arah Zabuza yang mengigil, dimana pria tersebut mengangguk lemah. Orang bertopeng itu menatap ke arah Naruto yang masih berdiri tenang, menunggu jawabannya.

" Benar. Kami berdua adalah ninja bayaran Gatou dan target kami adalah pria tua yang kalian kawal itu." katanya membuat Naruto terdiam mendengarnya.

" Sebelumnya, bisa anda beritahu namamu juga melepaskan topeng yang anda kenakan?" kata Naruto membuat pria bertopeng itu terkejut, karena sosok di depannya dengan kedua mata terpejam, bisa mengetahui jika dirinya menggunakan topeng. Sosok misterius tersebut yang awalnya ragu-ragu untuk melepas penyamarannya, tapi karena melihat kondisi Zabuza yang seluruh badannya hampir membiru, juga tubuhnya yang sangat dingin, akhirnya dirinya melepaskan topengnya, memperlihatkan wajah ayunya, dengan bola mata berwarna coklat gelap.

" Namaku Haku. Aku adalah partner dari Zabuza-sama." katanya memperkenalkan dirinya kepada Naruto yang hanya diam. Berjalan mendekati mereka berdua, dimana sulung Namikaze itu berhenti, tepat di samping kiri tubuh Zabuza yang mengigil kedinginan.

" Saya akan meminta penjelasan darimu nanti. Sekarang, baringkan kera itu." katanya membuat Haku melakukan apa yang di katakan sulung Namikaze itu, walaupun dalam hati kesal, karena memanggil Zabuza dengan sebutan kera. Naruto mengaliri cosmonya menyelimuti tubuh Zabuza, yang kemudian tidak lama setelahnya, perlahan-lahan es yang membeku menghilang terkena cosmonya. Kakashi dan Gai yang berlari di atas air menuju ke tempatnyapun, akhirnya tiba di sana, melihat apa yang di lakukan sulung Namikaze tersebut. Zabuza sudah tidak mengigil lagi, terkejut, lalu menatap ke arah sulung Namikaze yang berdiri tenang, begitupula Gai dan Kakashi yang siap jika pria itu melakukan serangan tiba-tiba. Zabuza perlahan-lahan berdiri, yang kemudian menatap ke arah sulung Namikaze yang masih tenang di hadapannya.

" Sebaiknya kalian berdua ikut kami. Saya membutuhkan penjelasan kenapa kalian bisa menjadi ninja bayaran Gatou." ulang Naruto yang kemudian membalikkan tubuhnya, berjalan kembali ke tempat rekan-rekannya, dimana terlihat hawa dingin yang keluar dari tubuhnya, membekukan tempat yang berada di sekelilingnya. Zabuza dan Haku saling melirik satu sama lain, yang kemudian mereka melihat ke arah Kakashi dan Gai, sepertinya menunggu jawaban mereka berdua.

" Kami akan ikut kalian berdua. Aku tidak akan lagi menyerang pak tua itu." kata Zabuza akhirnya, mengingat Naruto yang bisa saja melemparkan mawar putih kearahnya jika melakukan pemberontakan, dan lagi, dia begitu penasaran dnegan kemampuan putra sulung Hokage terkenal tersebut, begitupula Haku yang penasaran dengan kemampuan es milik pemuda itu.

" Baiklah. Selama kalian tidak melakukan gerak-gerik curiga, kami tidak akan menyerang." kata Gai membuat kedua ninja Kiri itu mengangguk. Mereka kemudian berjalan bersama-sama, sesekali Sasuke yang kesal karena putra Hokage itu mau memaafkan orang yang sudah mencoba membunuh mereka, tapi karena Naruto yang emosinya sangat bisa di jaga, dia tidak dengan murah hatinya mengirim pemuda berambut pantat ayam itu ke Underworld, dan membiarkan paman-pamannya menguliti bungsu Uchiha tersebut. Ngomong-ngomong soal pamannya, dia beberapa hari lalu mendapati telepati dari pamannya yang berprofesi jadi Hakim Neraka, yaitu Minos. Dia tidak menyangkah jika pria berambut perak dengan narsis melebihi dewa itu bisa jadian dengan salah satu gurunya, Albafica. Langsung saja dia mengabarkan hal tersebut kepadanya, yang hampir membuat Naruto tertidur mendengar celoteh tidak penting dari pamannya itu. Lalu kemudian Pandora juga Aphrodite, yang mengatakan ada gosip baru, jika Rhadamanthys, menyukai bocah Gold Saint Leo, Regulus. Siapa yang tidak menyangkah, Pandora dan Saint Pisces dari abad ke 20 itu bisa dekat, dan lagi menjadi sahabat gosip pula. Dirinya tentu saja terkejut, membalas jika hubungan mereka pasti di tantang, yang di iyakan oleh Pandora, karena sang Sagittarius, Sisyphus tidak menerima hubungan mereka berdua. Bagaimana mungkin, selera pamannya bisa terhadap anak-anak, apa dia ingin menjadi seorang pedofil. Karena itu, Naruto langsung menelepati Judge Wyvern itu, dan menanyakan gosip yang di berikan Pandora langsung kepadanya. Awalnya pamannya itu tidak mau mengaku, tapi karena Naruto selalu mendesak, akhirnya dirinya mengaku juga, yang langsung saja masuk ke sesi curhat-menyurhat. Naruto mendengar dengan khidmat, jika pamannya itu jatuh cinta pada pandangan pertama, ketika pertarungan mereka berdua 200 tahun yang lalu, bagaimana begitu beraninya pemuda itu menghajarnya, juga teknik-teknik yang dimilikinya. Tapi Naruto balas bukan karena itu pamannya menyukai pemuda itu, melainkan karena sifat polos juga sisi hangat dari Regulus, membuat sang Wyvern mengakui jika itu yang membuatnya tertarik. Sigh, mungkin benar kata pamannya Hypnos, jika dirinya di takdirkan menjadi Dewa Curhat, tapi masa bodohlah, dia hanya tidak ingin orang-orang yang di dekatnya kesusahan. Naruto bertanya kepada paman Gold Saintnya, Sisyphus, kenapa tidak menyetujui hubungan Regulus dengan hakim neraka itu. Sesuai yang di perkiraannya, Gold Saint Sagittarius itu tidak setuju karena umur keponakannya itu masih terlalu muda untuk pacaran. Karena Naruto juga gerah dengan cerita para Gold Saint lain tentang perang dingin antara mereka berdua, yang menurutnya sangat tidak lucu jika memulai Holy War Keempat karena kedua pasangan yang tidak di restui atau akan terjadi kisah Romeo dan Juliet yang pernah dia baca ceritanya selama di dimensi itu, versi Santuary yang ujung-ujungnya paman dan kakaknya, Rhadamanthys dan Regulus bunuh diri bersama. Sebagai seorang pengguna Gold Cloth Dewi Keadilan Astrea, yang konon menurut mitologi adalah Dewi yang selalu meluruskan semua masalah menjadi lebih baik, diam-diam dia kembali ke Santuary, dan bertemu dengan mereka semua, termasuk pamannya itu. Setelah melakukan tawar-menawar (?) akhirnya Sisyphus menerima juga hubungan mereka berdua, tapi tidak boleh melakukan hal-hal yang melanggar norma, sebelum usia Regulus sudah memadai. Regulus tentu saja melompat bahagia, dan semua dunia menyaksikan singa muda abad 18 itu mencium membabi buta wajah kekasihnya, membuat Sisyphus marah, memisahkan secara paksa, dan menceramahi keponakannya itu seperti guru kesayangannya mendarma, sedangkan Rhada membatu karena menerima serangan tiba-tiba dari sang pujaan hati, tapi setelahnya wajahnya merona merah, membuat Manigoldo, Kardia, Milo, Deathmask, Minos juga Aiacos menggodanya, dan mengucap selamat kepadanya. Masalah Manigoldo dengan pamannya Thanatospun akhirnya di selesaikan dengan damai, di ketahui karena Thanatos yang cemburu, melihat Manigoldo yang dekat dengan seorang wanita, padahal gurunya itu hanya ngobrol biasa saja. Ayah angkatnya marah jika tidak bilang-bilang berkunjung ke Santuary, tapi dirinya menjelaskan jika ini karena desakan guru-gurunya yang sudah gerah dengan perang dingin, yang sebentar lagi akan menjadi Holy War tersebut. Manigoldo menggodanya jika dirinya sudah bisa menerima orang-orang di sekitarnya yang menyukai sesama jenis, membuat Naruto mendengus ke arah guru narsisnya itu, tapi akhirnya dirinya tertawa bersama dengan guru-gurunya tersebut. Mengingat kejadian yang di alami beberapa minggu lalu membuat dirinya terkekeh pelan, apalagi mengingat hakim Griffin yang sudah di terima cintanya oleh Albafica, tapi jika berani mengambil kesempatan dalam kesempitan, pamannya itu akan menerima serangan 'kasih sayang' mawar-mawar gurunya itu.

" Ada apa, Naruto?" tanya Lee yang sejak awal melihat sahabatnya itu yang bisa di katakan bahagia itu, juga senyum-senyum kecil terhias di wajahnyapun akhirnya bertanya. Naruto hanya menggelengkan kepalanya pelan, terlihat wajahnya yang berubah tenang seperti biasanya. Tidak berlangsung lama, mereka akhirnya sampai juga di rumah tempat Tazuna berada, yang sang tuan rumah mempersilahkan mereka semua masuk. Tsunami yang ada di dalam menyambut mereka semua dengan tangan terbuka, tapi terkejut melihat ada dua ninja Kiri yang mengikuti rombongan ayahnya itu. Naruto masuk, naik ke atas, ruang tamu tersebut. Mencari tempat yang menurutnya enak, akhirnya dirinya duduk bersila di pojok kiri, sedangkan yang lainpun duduk beristirahat di sana.

" Jadi, apa boleh saya mulai bertanya?" katanya membuka suara, membuat Zabuza dan Haku saling menatap, kemudian menatap ke arah Naruto yang duduk bersila itu.

" Apapun." kata Haku walaupun agak ragu apa yang akan di tanya oleh sulung Namikaze itu.

" Kenapa kalian bekerja kepada Gatou?" pertanyaan pertama di lontarkan oleh pemuda pirang itu. Semua orang menatap ke arah Zabuza dan Haku yang masih tenang.

" Karena kami membutuhkan dana." jawab Zabuza tenang, membuat Naruto diam, mendengar perkataan pria tersebut.

" Untuk apa?" tanyanya.

" Untuk keperluan hidup kami." jawabnya masih tenang. Naruto yang menggunakan cosmonya melingkari tubuh Zabuza, mengecek apa dia bohong atau tidak.

" Kehidupan kalian berdua atau dana untuk perang?" tanyanya membuat Zabuza dan Haku tersentak mendengarnya, membuat Kakashi dan Gai yang mendengar pun menatap serius pembicaraan tersebut.

" Sebelum kami kemari di sini, ayahku bilang jika Kirigakure sedang mengalami perang saudara. Pertama, ayahku heran kenapa Tazuna mengambil misi rank rendah dengan tujuan ke Kiri, karena itu, ayahku meminta penjelasan pasti kepada pria tua itu." kata Naruto masih dalam mode meditasinya, membuat Zabuza dan Haku terdiam.

" Kedua, saya merasakan aura dari kera bernama Zabuza, sepertinya memiliki dendam kepada Kakashi-sensei, dan juga, dari kalimat saat mengucapkan 'Sharingan', terdengar seperti menghina." lanjutnya membuat tampa sadar, Zabuza mengepalkan kedua tangannya dalam diam, membuat Kakashi yang tidak jauh darinya memperhatikan kejadian tersebut.

" Jadi, boleh saya tahu, apa tujuan kalian sebenarnya?" tanyanya tenang, membuat Zabuza menghembuskan nafas lelah, sedikit melirik ke arah Haku yang menatap kosong ke arah Naruto.

" Aku benci dengan pengguna Sharingan, karena orang tersebut telah berani mengontrol Yondaime Mizukage, Yagura." katanya membuat semua orang kecuali Naruto terkejut mendengarnya, terutama Sasuke, karena ini menyangkut dengan klannya.

" Gara-gara orang itu pula, para pengguna kekkei genkei di basmi semua di Kirigakure. Kami berdua bergabung dalam pasukan Rebellion yang di pimpin oleh Mei-sama, pengguna kekkei genkei Yoton." lanjutnya sedikit melirik ke arah Haku kembali.

" Sharingan, jadi karena pengguna mata iblis itu, pemimpin kalian di kendalikan olehnya di jadikan boneka." kata Naruto membuat Zabusa yang mendengarnya mengangguk.

" Benar sekali. Karena itulah, aku berpikir jika aku berhasil membunuh Kakashi, pengguna Sharingan, atau klan Uchiha lainnya, maka aku bisa membunuh orang yang berani mengendalikan Yondaime-sama." katanya membuat semua orang terdiam mendengarnya.

' Saat mendapati pembelajaran dari Asmita-sama dan Shaka-sama, orang yang terkena ilusi, otak sang korban di jerati oleh jeratan berduri, sehingga korbannya tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri. Cara melepaskan orang yang terkena ilusi dengan membunuh sang pengguna, atau dengan teknik mental yang melebihi ilusi tersebut.' batin Naruto, tapi kemudian dirinya tersadar akan sesuatu.

" Maaf, walaupun pemimpin kalian di kendalikan, tapi sepertinya kamu masih menghormatinya. Jika saya boleh tahu, kenapa?" tanyanya membuat Zabuza menghembuskan nafas.

" Yagura-sama adalah Mizukage yang hebat, walaupun di usia muda. Dia juga menghapus tentang ujian chuunin yang di lakukan dengan membantai semua rekan satu angkatan, karena menurutnya sangat tidak manusiawi, tapi setelah di kendalikan oleh Uchiha keparat itu, entah kenapa ujian tersebut di buat kembali, dan memerintahkan semua shinobi untuk membunuh semua pengguna kekkei genkei." geramnya membuat Sasuke yang mendengar tersinggung dengan nama klannya yang di hina, sedangkan Neji menahannya agar tidak melakukan tindakkan gegabah. Naruto yang mendengar mengangguk sekali, lalu melanjutkan meditasinya.

" Jadi, tujuan kalian yang sebenarnya bergabung dengan Gatou adalah untuk membunuhnya, dan mengambil alih perusahannya?" tanyanya membuat Zabuza dan Haku mengangguk.

" Benar sekali. Kami berencana untuk membunuhnya, dan mengambil semua aset-aset perusahaanya untuk keperluan pasukan rebellion yang sekarang benar-benar membutuhkan dana perang." jawab Haku membuat Naruto mengangguk.

" Kalau saya boleh tahu, kera yang bernama Yagura itu ciri-cirinya seperti apa?" tanyanya membuat Zabuza dan Haku mengerutkan kening, juga orang-orang yang ada di sanapun bingung.

" Memangnya kenapa?" tanya Haku tidak mengerti.

" Jawab saja." katanya, membuat Haku menatap ke arah Zabuza sejenak, dimana pria itu mengangguk, lalu kembali menatap ke arah sulung Namikaze itu.

" Yagura-sama memiliki rambut berwarna hijau lumut, tinggi sekitar 165 cm, bermata ungu, lalu ada luka jahitan vertikal di pipi kirinya." jelas Haku, sedangkan Naruto hanya diam. Semua orang menunggu jawaban yang di keluarkan oleh sulung Namikaze itu, tapi sepertinya pemuda tersebut masuk ke dunianya sendiri.

" Sepertinya, Naruto-kun sedang bermeditasi." kata Tenten membuka suara setelah hampir satu jam tidak ada balasan dari putra sulung Hokage tersebut. Tiba-tiba saja, mereka di kejutkan oleh sosok tubuh Naruto yang terangkat ke udara, yang setelahnya pemuda tersebut menghilang di hadapan mereka semua.

" Naruto!?" seru Lee, Gai, dan Kakashi yang melihat sosok pemuda tersebut menghilang di hadapan mereka. Kedua Jounin itulangsung bangkit, yang dimana Kakashi langsung mengigit jempolnya, melakukan handseal dengan cepat, yang langsung meletakan tangannya yang jempolnya di gigit ke lantai.

" Kuchiyose no Jutsu." katanya yang langsung saja muncul asap putih di hadapan mereka semua, dimana yang di gantikan oleh 8 anjing dengan bermacam-macam warna, rupa juga ukuran.

" Ada apa Kakashi?" tanya anjing kecil yang ada di atas kepala anjing hitam berukuran paling besar di kelompoknya.

" Aku ingin kalian mencari keberadaan Naruto-sama, Pakkun." kata Kakashi serius.

" Apa ada contoh barang yang dimiliki Naruto-sama?" tanya Pakkun membuat Kakashi tersentak, mengingat jika Naruto tidak membawa apapun. Jounin tersebut terduduk lemas mendengar usahanya akan sia-sia, dan lagi, dirinya tidak bisa menemukan sulung Namikaze itu dengan medeteksi cakranya.

" Kita tunggu saja di sini. Mungkin Naruto mencari suasana baru bermeditasi." nilai Gai, walaupun dirinya kurang yakin dengan jawabannya itu, dan mereka semua terdiam, menunggu kembalinya putra dari Yondaime tersebut.

.

.

.

.

Di sisi lain, di sebuah ruangan yang cukup gelap, dimana terlihat sosok seorang pemuda berambut hijau lumut yang sedang menatap ke luar jendela ruangan itu, tempat desa Kirigakure berada. Mata ungunya terlihat kosong, juga wajahnya tidak memiliki ekspresi, seperti seseorang yang telah mati.

" Jadi, kamu kera yang bernama Yagura." terdengar suara seseorang membuat pemuda bernama Yagura itu tersentak, membalikkan tubuhnya, terlihat sosok Naruto yang berjalan dengan tenang ke arahnya, yang kemudian berhenti beberapa meter di depannya.

" Namikaze Naruto, putra dari Yondaime Hokage, Namikaze Minato dan Namikaze Uzumaki Kushina. Menurut rumor, kau mengalahkan semua pasukan Iwa yang menyerang Konoha." kata Yagura kosong, dimana Naruto yang mendengar hanya terdiam. Dengan kedua matanya tertutup, dirinya bisa melihat jika di bayangan sosok Yagura, ada sosok pria bertopeng dengan jubah hitam, yang dimana topeng spiral itu ada lubang di bagian mata kirinya, memperlihatkan Sharingan yang berputar dengan tenang di sana.

" Hmm, jadi kamu yang mengendalikan Yagura, ternyata. Kera rendahan sepertimu akan saya keluarkan dari dalam tubuh pemuda ini." katanya yang kemudian mengangkat tangan kanannya, terlihat telapak tangannya yang membentuk Murda Budha Karana juga di belakang pemuda tersebut muncul teratai raksasa yang mekar, membuat Yagura bingung melihatnya.

" Ten Bu Hou Rin."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC