Shinobi Saint

.

.

.

.

By Victorianus

.

.

.

.

Naruto

.

.

.

.

Adventure, Fantasy, Family

.

.

.

.

.

Chapter 8

.

.

.

.

.

Setelah mengatakan hal tersebut, tiba-tiba di sekeliling mereka berdua muncul lukisan-lukisan Budha yang mengelilingi tempat tersebut. Lantai tempat mereka berdua berpijak pun menghilang, di gantikan dengan jurang kosong, dengan di bawahnya lukisan-lukisan Budha juga. Yagura juga sosok manusia bertopeng yang ada di dalam tubuhnya menatap sekeliling, dimana semuanya hanya ada lukisan-lukisan Budha saja.

" Apa ini? Tempat apa ini?" tanya Yagura tajam, membuat Naruto yang mendengar tersenyum kecil, yang kemudian tangannya yang sebelumnya membentuk murda itu, perlahan-lahan mengarahkan telunjuknya ke arah Yagura.

" Ini adalah dunia buatanku. Kau sudah terkurung ke dalam ilusiku, dan sekarang kau tidak bisa kabur lagi, kera. Rasa sakit yang di terima tubuh pemuda ini akan kamu rasakan juga." katanya tenang membuat Yagura membulatkan kedua matanya.

" Apa yang harus saya hilangkan? Hmm, indra pengecap, lepas." katanya dimana terlihat garis keemasan tipis yang menembak cepat ke arah mulut Yagura, membuat Mizukage muda itu terpental ke belakang sangat kuat, yang kemudian menabrak dinding lukisan Budha itu sampai retak. Tubuh Yagura perlahan-lahan terjatuh ke lantai lukisan Budha, kemudian dirinya mencoba mengangkat tubuhnya, menatap ke arah Naruto yang berjalan mendekati ke aranya. Yagura membuka mulut, dimana yang sebenarnya dia memaki marah, tapi tersadar, karena tidak ada suara apapun yang keluar dari bibirnya.

" Sekarang, indra pengecapmu sudah saya cabut, dan kau tidak bisa mengeluarkan sepata kata apapun, dengan kata lain, kau sekarang bisu, kera." kata Naruto tenang, membuat Yagura juga sosok pria bertopeng yang ada di dalam tubuhnya terbelalak. Terasa teringat sesuatu, Naruto kemudian menatap ke arah Yagura yang melakukan segel tangan, tapi pada saat segel selesai, dirinya tidak bisa mengucapkan nama ninjutsu yang dirinya keluarkan.

' Kalau tidak salah, kera ini di kendalikan oleh kera dengan bermata Sharingan. Hmm, jika saya menghilangkan indra penglihatannya, maka kera ini akan bebas.' batinnya yang kemudian mengarahkan telunjuknya ke arah Yagura lagi, membuat pemuda tersebut terbelalak.

" Indra penglihatan, lepas." katanya yang dimana terlihat garis emas tipis mengarah dengan cepat ke dahi Mizukage muda itu, membuat Yagura terbelalak kedua matanya, dimana di kedua mata ungunya terlihat tiga tomo yang berputar cepat, tapi perlahan-lahan menghilang, juga sosok pria bertopeng itu menghilang dari dalam tubuh Mizukage tersebut. Yagura akhirnya tersadar, membuat Naruto yang melihat kejadian tersebut tersenyum kecil.

" Sepertinya ilusi dari kera bermata Sharingan itu sudah hilang. Sebaiknya saya kembalikan indranya." katanya yang lalu menembakkan dua garis ke dahi, juga ke dalam mulut Yagura, membuat pemuda tersebut terpental kembali, menabrak tembok lukisan Budha yang ada di sana. Yagura perlahan-lahan mencoba menegakkan kepalanya, menatap ke arah sekeliling, hanya lukisan-lukisan Budha yang ada di sana.

" Di-dimana a-aku?" tanya Yagura, merintih kesakitan, merasa kepalanya pusing, lalu mata ungunya menatap ke arah Naruto yang berjalan ke arahnya.

" Apa kamu mengingat sesuatu, kera?" tanya sulung Namikaze itu tenang, membuat Yagura yang mendengar perkataannya berkedip dua kali, setelah menyadari, kedutan kesal langsung muncul di dahinya.

" SIAPA YANG KERA!? SIAPA KAU HAH!? AKU INI MIZUKAGE KEEMPAT YAGURA!?" serunya marah, sedangkan Naruto hanya memasang wajah tenangnya.

" Jangan banyak omong. Terakhir kali, apa yang kau ingat, kera." katanya tenang, walaupun tangannya gatal ingin mengirim pemuda di depannya ke Underworld. Yagura yang masih kesal akhirnya tersadar, dimana dirinya mengingat kejadian dengan seseorang bermata Sharingan yang tiba-tiba muncul di depannya, mengendalikannya.

" Akhirnya kau ingat juga kera. Apa kau tahu apa yang terjadi dengan desamu?" kata Naruto membuat Yagura menggeleng.

" Me-menang apa yang terjadi selama aku di kendalikan?" tanya Yagura membuat Naruto mengangkat wajahnya ke langit, terlihat lukisan-lukisan Budha yang melayang di sana.

" Kau memerintahkan semua ninjamu untuk membunuh semua orang yang memiliki kekkei genkei. Sekarang, desamu sangat kacau." jawabnya membuat Yagura membulatkan kedua matanya.

" A-ap-pa.." katanya tidak percaya, yang kemudian Naruto menghadapkan wajahnya ke arah pemuda tersebut.

" Apa kau mengenal kera bernama Mei-sama?" tanyanya membuat Yagura tersentak.

" Mei? Apa maksudmu Mei Terumi? Dia adalah shinobi yang hebat yang di miliki Kirigakure. Kalau tidak salah, dia adalah pengguna kekkei genkei Yoton." jelasnya membuat Naruto mengangguk pelan.

" Dia adalah pemimpin pasukan Rebellion. Dan sebentar, saya merasakan ada sesuatu di dalam tubuhmu. Sesuatu kekuatan yang sangat besar." katanya membuat Yagura terkejut. Perlahan-lahan, lukisan-lukisan Budha ciptaan Naruto menghilang, memperlihatkan ruangan dimana tempat mereka awal bertemu. Yagura yang tubuhnya babak belur, bangkit berdiri berhadapan dengan sulung Namikaze tersebut, menatap ke arah Naruto dengan kedua matanya terpejam.

" Kamu bisa merasakan cakra Sanbi di dalam tubuhku?" tanya Yagura membuat Naruto terdiam.

" Jadi, Bijuu juga ada di dalam tubuhmu, kera? Sepertinya saya mengerti kenapa kera bermata Uchiha itu mengendalikanmu. Saya rasa, dia ingin mengambil Bijuu di dalam tubuhmu." katanya tenang, membuat Yagura mengeluarkan kedutan kesal karena di panggil kera oleh pemuda tersebut.

" Sebaiknya, kita bertemu dengan kera bernama Mei itu." kata Naruto membuat Yagura mengangguk setuju, yang kemudian kedua pemuda tersebut berlari keluar dari ruangan tersebut. Kedua pemuda itu berlari terus sampai terlihat pintu keluar, dimana terlihat benyak pasukan yang bertarung satu sama lain.

" HENTIKANNNNNNN!?" teriak Yagura sambil berlari menuju ke arah mereka, diikuti Naruto yang ada di belakangnya, membuat semua orang menghentikan serangan mereka satu sama lain.

" Mizukage-sama!?" seru shinobi-shinobi perintahannya. Mei yang melihat ke arah Yagura yang hampir mendekati ke mereka semua, menatap lekat-lekat ke arah kedua bola matanya, tersentak, karena terlihat hawa kehidupan disana.

" Yagura-sama!?" teriak Mei membuat pasukan rebellion terkejut, terutama Ao yang ada disana. Yagura melambaikan tangannya ke arah Mei, yang tidak lama setelahnya dirinya sampai ketempat mereka semua. Mei berjalan mendekati ke arahnya, melihat Yagura yang menarik nafas banyak-banyak, juga dirinya menatap ke arah Naruto yang ada di samping Kage mereka.

" Siapa dia, Yagura-sama?" tanya Mei membuat Yagura yang nafasnya sudah normal, menatap ke arah sulung Namikaze yang masih tenang.

" Namikaze Naruto, salam kenal." kata Naruto sedikit membungkukkan tubuhnya ke arah mereka semua, membuat Yagura, Mei, Ao, juga semua orang yang mendengarnya terkejut.

" Namikaze? Kau putra dari Namikaze Minato, Yondaime Hokage yang di kenal dengan Yellow Flash itu?" tanya Mei tidak percaya, membuat Naruto hanya mengangguk pelan.

" Mei, apa benar jika aku memerintahkan untuk membunuh ninja dengan kekkei genkei?" tanya Yagura serius, membuat Mei tersenyum sedih, mengangguk.

" Benar sekali Yagura-sama. Tapi anda tenang saja, kami tahu jika and di kendalikan oleh Uchiha sialan itu. Anda juga membuat negara kita sebagai markas Akatsuki sementara." jelasnya membuat Yagura membulatkan kedua matanya. Tubuh kecil Yagura terjatuh lemas mendengar perkataan wanita tersebut, kepalanya tertunduk lemah, terlihat wajahnya yang murung.

" Sudah berapa banyak pengguna kekkei genkei yang tewas akibat ulahku?" tanyanya lemah.

" Hampir sebagian pengguna kekkei genkei tewas, dan pengguna Hyouton hanya menyisahkan satu orang." jawab Mei membuat Yagura menghembuskan nafas lelah.

" Aku bukan Kage yang baik." katanya sedih.

" Tidak Mizukage-sama. Anda di serang tiba-tiba oleh Uchiha misterius itu, membuat anda tidak siap untuk melawannya." kata Ao tidak menyetujui perkataan Kage mereka yang masih muda, bahkan kemampuannya melebih Nidaime Hokage Konoha. Naruto membalikkan tubuhnya, dimana tiba-tiba terlihat pusaran angin spiral angin yang muncul di sana, tidak lama setelahnya terlihat sosok seseorang dengan jubah hitam dengan motif awan merah yang ada di sana. Naruto berjalan ke depan, membuat Yagura yang ada di sampingnya menatap kedepan, tersentak menyadari orang misterius tersebut.

" Kau…. Kau yang membuat kekacauan di desaku!?" seru Yagura marah, membuat Mei juga yang lainnya tersentak, menatap ke arah sosok pria misterius tersebut. Yagura langsung bangkit, merentangkan tangan kanannya, dimana tiba-tiba muncul asap putih, yang tidak lama setelahnya tongkat panjang, dengan sebuah kelopak bunga berwarna hijau yang ada di puncaknya. Berlari dengan cepat, dimana dirinya melakukan handseal dengan tangan kirinya.

" Suiton : Suiryuudan no Jutsu!?" serunya yang tiba-tiba saja di belakangnya muncul naga air raksasa, dengan cepat menghantap ke arah sosok pria misterius tersebut, melewati Naruto yang ada di bawahnya, dimana pemuda Namikaze itu berhenti beberapa meter dari pria misterius tersebut.

.

.

.

.

DUARRRR!?

.

.

.

.

Terjadi ledakan besar akibat serangan Yagura mengenai pria tersebut, membuat Mizukage itu menatap tajam ke arah sosok pria itu berdiri.

" Yagura, berdiri di belakangku." kata Naruto tiba-tiba, membuat Mizukage itu menatap kebelakang, tepat dimana pemuda tersebut berdiri. Yagura tidak mengerti, tapi akhirnya dia melakukannya. Naruto menatap tenang dimana serangan yang di keluarkan Yagura sedikit demi sedikit menghilang, memperlihatkan sosok pria misterius itu berdiri tenang, membuat Yagura, Mei, juga semua shinobi Kiri yang melihatnya membulatkan kedua matanya.

" Ternyata seperti itu cara kerja mata milikmu kera." kata Naruto tenang, sedangkan pria misterius tersebut masih terdiam.

" Saya memang sudah tahu, jika saya mengembalikan kefungsian kedua indra kera hijau ini, maka indra milikmupun akan kembali lagi." lanjutnya membuat Yagura juga semua ninja Kirigakure terkejut mendengarnya. Pria misterius itu mengeluarkan suara kekehan pelan, tapi lama kelamaan menjadi tawa jahat yang begitu besar.

" Ternyata kau menyadarinya." katanya yang kemudian terlihat benang cakra tipis yang menyambung antara jari telunjuk kanan pria itu dengan jari telunjuk kanan Yagura. Dengan cepat, Yagura langsung memutuskan benang cakra tersebut, kemudian pemuda itu menatap nyalang ke arah pria itu.

" Kau…." geramnya tapi Naruto menatap ke arahnya, untuk tidak berbicara. Sulung Namikaze itu berjalan beberapa langka kedepan, yang setelahnya dirinya berhenti beberapa meter di depan pria misterius tersebut.

" Saya sudah tahu tujuan kamu mengendalikan kera hijau itu, dan saya tidak akan tinggal diam saja." katanya tenang, yang kemudian tampa di sadari orang-orang, dia membakar cosmo yang cukup besar.

" Teknik apapun yang kamu miliki, saya tidak peduli, karena itu tidak akan bekerja untuk saya, termasuk teknik matamu itu." katanya lagi, yang kemudian Naruto membuka kedua kakinya selebar bahu, kedua tangannya yang di kepal kuat, dengan kedua sikunya di tarik ke dalam kuat. Rambut panjang juga jubahnya berkibar ke udara dengan gagahnya, membuat semua orang yang menyaksikannya terkejut, termaksud pria misterius tersebut.

" Rozan Hyaku Ryuu Ha!?" serunya yang langsung meninjukkan kedua tangannya kedepan, yang tiba-tiba saja dari kedua kepalan tinjunya itu muncul naga-naga hijau yang sangat panjang, diikuti naga-naga hijau lainnya di belakang pemuda tersebut mengarah ke sosok pria misterius. Pria itu membulatkan, yang kemudian tiba-tiba dirinya terhisap ke dalam lingkaran vortex yang muncul dari mata kanannya, sedangkan Naruto yang masih dalam posisinya diam. Menegakkan tubuhnya, sulung Namikaze itu menegakkan kepalanya menatap ke atas gedung, membuat Yagura yang ada di sampingnya mengikuti arah pandang pemuda tersebut, tersentak.

" Ternyata kemampuan yang kau miliki sesuai dengan rumornya heh, Namikaze." kata pria misterius tersebut, tepatnya berdiri di atas gedung kantor Mizukage. Yagura yang mendengar perkataan pria itu menggertakan giginya, tapi langsung di tahan oleh Naruto agar tidak gegabah.

" Dari pakaianmu, kau adalah salah satu anggota Akatsuki, juga kau memiliki mata Sharingan. Apa kau ini kera yang berhianat dengan klan Uchiha?" tanya Naruto tenang, sedangkan pria misterius tersebut tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

" Berhianat? Merekalah yang menhianatiku!? Aku tidak di percayai oleh mereka untuk memimpin mereka semua." serunya tapi kedua matanya terbelalak, dimana Naruto yang tiba-tiba muncul di sampingnya.

" Saya tidak peduli dengan kehidupanmu. Saya akan membunuh siapapun yang memiliki ikatan dengan Akatsuki." kata Naruto dingin, dimana terlihat tangan kirinya membentuk murda Budha Virtaka, yang langsung saja tubuh pria tersebut melanyang ke udara, juga seluruh tubuhnya yang merasahkan hantaman-hantaman keras, membuat kedua matanya terbelalak. Naruto membalikkan tubuhnya, wajahnya menghadap ke atas, menghadap dimana pria misterius tersebut melayang. Tangan kanannya di luruskan seperti membentuk pedang, yang langsung saja di kibasnya ke udara dengan cepat.

" Excalibur." katanya yang kemudian muncul garis kibasan horizontal emas mengarah cepat ke arah pria tersebut. Menyadari ada serangan yang muncul, pria itu langsung melakukan teknik Jikukan miliknya, tapi sebagian tangan kirinya tertebas terkena excalibur milik sulung Namikaze tersebut. Naruto merasakan keberadaan pria misterius tersebut sejenak, yang setelahnya dirinya mengetahui jika pria itu sudah pergi jauh. Yagura melakukan shinshui, yang kemudian dirinya muncul di samping sulung Namikaze tersebut.

" Bagaimana? Apa kau merasakan keberadaan Uchiha Madara?" tanya Yagura membuat Naruto menghadapkan wajahnya.

" Jadi kera itu bernama Uchiha Madara?" tanyanya membuat Yagura mengangguk, kali ini dirinya tidak jengkel dengan sebutan tersebut.

" Benar. Sebelum terkena genjutsu, aku sempat melawan dengannya sebentar, dan dia menyebut dirinya Uchiha Madara." jawabnya membuat Naruto terdiam, lalu kemudian dirinya merasakan orang-orang muncul di sekelilingnya.

" Kalau begitu, saya permisi. Saya masih harus melakukan misi di tempatku berada." kata Naruto yang sebelum Yagura menanyakkan dimana misi pemuda itu jalankan, sulung Namikaze itu sudah hilang dengan teknik teleport miliknya.

.

.

.

.

Di rumah Tazuna, Kakashi dan Gai tidak bisa tenang dengan kepergian mendadak putra dari Kage mereka, apalagi Gai. Pria berpakaian serba hijau itu sudah berjanji kepada Hokage mereka tidak akan membiarkan pemuda itu bertarung sendiri, juga di percayakan untuk menjaganya. Apalagi Naruto yang tidak memiliki sistem cakra, jadi sangat sulit untuk mendeteksi keberadaan pemuda tersebut. Lee pun duduk tidak tenang di tempatnya, karena sahabatnya yang menghilang entah kemana. Neji yang dengan mata Byakugan aktif, mencari sulung Namikaze itu sudah sejak setengah jam yang lalu tersentak, karena melihat seseorang berjalan mendekati ruma tempat mereka berada.

" Naruto kembali." kata pemuda Hyuga itu, membuat Kakashi, Gai, Lee, Tenten, juga yang lainnya tersentak. Kakashi berjalan mendekati ke pemuda tersebut, meminta penjelasan, tapi pintu rumah Tazuna terbuka, terlihat Naruto berjalan masuk, yang sebelumnya dirinya menutup pintu kembali. Pemuda itu tersadar jika dirinya di lihatin oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut.

" Maafkan saya. Tadi saya meditasi di luar, karena suasana di sini terlalu mencekam. Jadi, saya mencari suasana yang cukup tenang." katanya sambil membungkukkan badannya ke arah mereka semua. Kakashi dan Gai menghembuskan nafas lega, ternyata dugaan mereka benar jika sulung Namikaze itu sedang bermeditasi.

" Tidak apa-apa Naruto. Lagipula, itu bukan salahmu jika ingin ke tempat yang lebih tenang." kata Kakashi sambil tersenyum, yang kemudian sulung Namikaze tersebut meluruskan tubuhnya, tersenyum kecil ke arah pria Hatake tersebut. Naruto kemudian menatap ke arah Zabuza dan Haku berada, membuat kedua ninja Kiri itupun menatap ke arahnya.

" Saya sudah cukup dengan informasi kalian berdua. Sebaiknya kalian kembali, dan saran saya, kalian sebaiknya menuntaskan tugas kalian untuk menyingkirkan kera Gatou tersebut. Saya rasa dia tidak berguna di desa ini, karena membuat penduduk desa ini menderita, bukan membuat desa ini maju." katanya yang lalu naik ke atas ruang tamu, berjalan ke pojokkan ruangan, duduk bersila disana, yang kemudian dirinya masuk ke dalam dunianya sendiri. Semua orang yang ada di sana hanya diam, termasuk Zabuza dan Haku yang membatu mendengar perkataan pemuda tersebut, yang seperti mengusir mereka.

" Apa-apaan dia?! Hilang tiba-tiba dan sekarang muncul di hadapan kita semua seperti mengusir orang!?" seru Sasuke yang sudah tidak tahan dengan sikap sulung Namikaze itu.

" Tenangkan dirimu Uchiha!? Kau bisa di tuntun jika melukai putra dari Yondaime-sama." kata Neji menenangkan Uchiha bungsu itu, sedangkan Sasuke menatap murka ke arahnya.

" Dia itu brengsek kau tahu, Hyuga!? Memanggil kita dengan kera!? Memang kita tidak ada nama apa!?" bentak Sasuke membuat Neji memejamkan kedua matanya, menarik nafas panjang. Baru saja Sasuke hampir menerjangnya, tiba-tiba pintu rumah Tazuna di kedor keras, membuat semua semua orang kecuali Naruto, terkejut.

" Zabuza-sama!? Zabuza-sama!?" seru suara seseorang di balik pintu itu membuat Zabuza dan Haku tersentak. Pria dengan pedang besar itu berlari kecil ke arah pintu, yang kemudian dirinya membuka, terlihat dua ninja Kiri yang berdiri di sana dengan nafas ngos-ngosan.

" Zabuza-sama!? Mizukage-sama sudah kembali seperti semula." kata ninja Kiri tersebut, terlihat pancaran bahagia di kedua wajah mereka, membuat Zabuza yang mendengarnya membulatkan kedua matanya. Haku yang mendengar berita tersbeut terbelalak, dengan cepat dirinya bangkit dari duduknya, berjalan mendekati ke arah mereka bertiga, diikuti Kakashi juga Gai, karena kedua Jounin Konoha itu tertarik dengan pembicaraan mereka.

" Apa maksudmu dengan Mizukage-sama yang sadar?" tanya Zabuza serius, dimana dirinya tersadar dari keterkejutannya.

" Benar Zabuza-sama. Yagura-sama sudah kembali seperti sebelumnya. Pemuda misterius dengan armor emas, berambut pirang panjang dengan kedua matanya tertutup menyelamatkan Yagura-sama!?" jawab ninja Kiri tersebut membuat semua orang yang mendengar terkejut. Salah satu ninja Kiri itu menyadari sosok Naruto yang bersemedi di pojok ruangan, menatap ke arah sulung Namikaze itu dnegan senyum bahagia.

" Itu dia pemuda misterius yang menyelamatkan Yagura-sama, Zabusa-sama!? Namikaze Naruto!? Dia menyelamatkan Yagura-sama dari kendali pria bermata Sharingan itu.!?" serunya sambil menunjuk ke arah Naruto yang bermeditasi.

" Berisik!? Diam!?" terdengar suara dingin juga menusuk dari sulung Namikaze itu karena terganggu dengan keributan yang mereka buat, membuat ninja Kiri itu mentup mulutnya dengan kedua tangannya, juga semua orang yang tersadar dari keterkejutan mereka. Zabusa dengan cepat menarik kedua ninja itu, yang sebelumnya mereka mendengar 'Jelaskan semuanya dari awal', berlalu di sana, diikuti Haku yang sangat penasaran dengan kejadian tersebut. Gai dan Kakashi saling menatap satu sama lain, kemudian kedua Jounin itu menatap ke arah Naruto yang bermeditasi dengan tenang. Lee menatap ke arah sahabatnya itu, berjalan mendekatinya, duduk di dekat sulung Namikaze yang tenang bermeditasi.

" Naruto, apa itu benar?" tanya Lee kepada sahabatnya itu. Tidak ada jawaban yang di keluarkan dari sulung Namikaze itu, karena dirinya masih tenang dengan dunianya, sedangkan Lee menunggu sabar jawaban yang akan di lontarkan sahabatnya tersebut. Sasuke yang selama ini sudah muak dengan perilaku putra Hokage itu langsung saja berjalan cepat ke arahnya, siap melayangkan tijuannya ke arah pemuda tersebut. Tampa di sangkah, Naruto membuka kedua matanya, menatap ke arah Sasuke yang terkejut, juga semua orang yang menyaksikanpun kaget. Tiba-tiba saja, dari kedua saffire Naruto mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan, yang langsung saja mementalkan Sasuke kuat ke udara, membuat atap rumah Tazuna hancur, juga tubuh Sasuke jika di lihat jelas tubuhnya terluka parah dan mulutnya memuntahkan darah.

.

.

.

BYURRRRRRRRR!?

.

.

.

Terdengar ceburan air yang cukup keras beberapa meter dari rumah Tazuna, membuat semua orang yang mendengar suara ceburan air itu tahu, jika itu adalah Sasuke. Naruto kemudian memejamkan kedua matanya lagi, yang setelahnya dirinya bangkit, berjalan melewati sahabatnya itu, tapi sedikit memiringkan kepalanya ke kanan.

" Nanti akan saya jelaskan kepadamu Lee. Jadi, tolong bersabarlah." katanya, lalu wajahnya menghadap ke arah Tazuna dan Tsunami, membuat sang tuan rumah tersentak.

" Maafkan atas kelakuan saya Tazuna-san, Tsunami-san. Saya akan menggantinya dengan uang yang sudah saya kumpulkan dari misi-misi sebelumnya." katanya sambil membungkuk, membuat Tsunami dan Tazuna menggeleng cepat mendengarnya.

" Ti-tidak perlu!? Kamu tidak perlu mengganti kerusakkan rumah kami. Itu bukan hal yang besar." kata Tazuna sambil mengibaskan kedua tangannya ke arah Naruto yang masih membungkukkan badanya. Gai berjalan mendekati ke arah anak didiknya itu, menepuk pundah pemuda tersbeut pelan, membuat Naruto sedikit memiringkan wajahnya menghadap ke arah gurunya.

" Sudah Naruto, ini bukan salahmu. Sasuke-kun dan kamu memang tidak cocok sejak awal, dan karena dia jengkel denganmu. Mungkin karena dia emosi jika dirinya bersama denganmu." kata Gai membuat Naruto terdiam sejenak, yang kemudian dirinya menegakkan tubuhnya.

" Siapa suruh kera itu dekat-dekat denganku. Jika benci denganku, tinggal menjauh saja. Saya juga tidak suka dengannya." jawab Naruto membuat Gai tersenyum sabar, begitupula Kakashi yang hanya menghembuskan nafas pelan. Gai lalu menatap ke arah Tazuna dan Tsunami sebagai tuan rumah.

" Maafkan tingkah murid didik kami. Aku akan memperbaiki apa yang rusak di rumah kalian." kata Gai membuat Tazuna yang ingin menolak, tapi melihat sorat mata Gai yang seperti memaksa, mau tidak mau pria tua itu menghembuskan nafasnya, mengangguk paham.

" Baiklah. Terima kasih." katanya sambil tersenyum lemah, membuat Gai mengacuhkan jempolnya kepada pria tua tersebut, lalu menatap ke arah Naruto yang masih berdiri tenang di sampingnya.

" Saya permisi dulu, dan maafkan saya Gai-sensei." kata Naruto membuat Gai mengangguk, menepuk pundak murid didiknya itu, yang kemudian sulung Namikaze itu pergi keluar, meninggalkan semua orang yang ada di sana.

" Jadi, seperti itu kemampuan kedua mata Naruto." kata Kakashi setelah melihat kepergian putra sulung senseinya itu. Kakashi lalu meninggakan ruangan itu, mencari Sasuke yang takutnya hanyut entah kemana, meninggalkan semua orang yang ada di sana.

" Jika Naruto-kun membuka kedua matanya, akan terjadi hal seperti itu ya?" tanya Tenten entah kepada siapa, karena tidak seorangpun menjawab pertanyaan gadis cina itu.

Bersama Naruto, sulung Namikaze itu berjalan ke dalam hutan yang tidak jauh dari sana. Pemuda itu mencari tempat yang menurutnya cukup bagus, lalu dirinya duduk bersila di sana, yang kemudian dirinya melakukan meditasi di sana. Beberapa selang waktu, dia merasakan ada beberapa orang yang mengawasinya, tapi sulung Namikaze itu mengacuhkannya. Suara derap kaki berjalan mendekati ke arah pemuda itu, terlihat Zabuza dan Haku yang muncul di sana. Kedua ninja Kiri itu berhenti beberapa meter dari depan sulung Namikaze itu, sedangkan pemuda tersebut masih tenang dalam meditasinya. Angin berhembus di sana, menyebabkan rambut hitam Haku menari mengikuti arah angin, begitupula rambut emas sulung Namikaze tersebut. Zabusa menarik nafas sejenak, dirinya yang memiliki harga diri tinggi untuk mengucapkan terima kasih kepada seseorang, begitu bingung harus melakukan apa.

" Tidak perlu terima kasih." kata Naruto membuka suara, membuat Zabuza dan Haku tersentak mendengarnya. Kedua ninja Kiri itu menatap ke arah sulung Namikaze yang masih dalam posisi meditasinya, terlihat kelinci-kelinci yang mengeliling pemuda tersebut.

" Pemimpin desa kalian sudah aman. Kera bernama Uchiha Madara itu sudah tidak mengontrolnya lagi." lanjutnya membuat mereka berdua masih terdiam. Zabuza yang di juliki Demon Mist Kirigakure itu, untuk pertama kalinya dia membungkukkan badannya kepada orang lain, dengan kedua matanya yang terpejam.

" Terima kasih, Namikaze Naruto. Aku tidak tahu bagaimana caranya kamu bisa menyelamatkan Mizukage-sama dari kendali Uchiha bangsat itu, tapi berkat dirimu, perang saudara yang di alami oleh desa kami akhirnya berakhir. Korban-korban yang kami perkirakan akan banyak berjatuhan pun terhenti karena pertolonganmu." katanya tulus, membuat Haku juga melakukan hal yang sama, membungkukkan badannya ke arah pemuda tersebut.

" Terima kasih Namikaze Naruto-sama. Jika bukan pertolonganmu, saya tidak akan tahu apa yang terjadi selanjutnya. Saya yang merupakan pengguna kekkei genkei, atau satu-satunya pengguna kekei genkei Hyouton yang selamat dari pembataian, juga mewakili dari semua pengguna kekkei genkei, saya mengucapkan banyak terima kasih. Saya tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikkan anda, dan lagi, anda menyelamatkan Yagura-sama dari pengontrolan Uchiha tersebut." kata Haku panjang lebar. Kedua ninja Kiri itu masih belum meluruskan tubuh mereka, menunggu ucapan apapun yang di lontarkan oleh sulung Namikaze itu.

" Luruskan tubuh kalian berdua." katanya setelah hampir lima belas menit tidak membuka suara. Zabusa dan Haku melakukan apa yang di bilang pemuda tersebut, menatap ke arah Naruto yang masih dalam posisi meditasinya.

" Saya akan bertindak jika hal tersebut adalah sesuatu yang benar. Saya hanya melakukan jika saya mau, dan jika tidak, saya tidak peduli." lanjutnya membuat kedua ninja Kiri itu terdiam mendengarnya, tapi tidak bagi Haku. Pemuda yang lebih tua dari sulung Namikaze itu tahu, jika pemuda di hadapannya itu memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan semua perkataannya. Walaupun mulutnya selalu memanggil orang kera, tapi dirinya yakin jika sebenarnya sulung Namikaze itu sangat peduli dengan orang-orang di sekelilingnya. Cuma, orang-orang yang di sekelilingnya harus memiliki kesabaran yang sangat ekstra jika berada di samping pemuda itu, karena dia pasti akan mengacuhkan orang-orang di sekitarnya, dan masuk ke dalam dunia sendiri, tidak peduli dimanapun.

" Saya memiliki satu permintaan." kata Naruto membuat Zabuza juga Haku tersentak mendengarnya.

" Apapun itu." kata Zabuza pasti, karena dirinya yakin ini adalah permintaan sebagai dirinya menolong Kage mereka.

" Saya ingin kalian menyelamatkan desa ini. Desa ini sungguh sangat menyedihkan. Dan saya ingin juga, kalian mengambil alih perusahan kera Gatou itu. Saya tidak peduli dengan cara apa yang kalian lakukan, asalkan desa ini bisa terbebas dari kemiskinan juga penjajahan." katanya membuat Zabuza terdiam mendengar kalimat dari pemuda tersebut. Membuang nafasnya sedikit kasar, pria tersebut tersenyum tipis di balik perban yang menutupi wajah bawahnya.

" Tentu saja. Aku juga sudah muak dengan pria kurcaci itu dan rencanapun akan aku bunuh dia. Aku memiliki bukti yang kuat untuk menyingkirkannya, dan Yagura-sama pasti akan setuju dengan pendapatku ini." jawabnya membuat sulung Namikaze itu mengangguk sekali sebagai jawaban.

" Kalau tidak ada yang perlu kalian bicarakan lagi, segeralah pergi." kata Naruto acuh, membuat Zabuza mendengus geli, sedangkan Haku terkekeh pelan mendengar sifat tidak peduli sulung Namikaze itu kembali.

" Kami juga akan pergi. Sekali lagi, terima kasih." kata Zabusa yang kemudian menghilang dalam mode shinshui, diikuti Haku yang sebelumnya memberi senyum tipis ke arah sulung Namikaze tersebut. Merasakan kedua ninja Kiri itu sudah pergi, Naruto sedikit menghembuskan nafasnya. Dirinya memang taat kepada pengajaran yang kedua guru kesayangannya berikan, 'menolong orang yang membutuhkan bantuan'. Kedua gurunya memang memiliki sifat acuh dan tidak peduli sama seperti dirinya, bahkan mungkin dirinya masih kalah dengan sifat seperti itu, jika di bandingkan oleh kedua gurunya. Kedua gurunya memang tidak menyukai keramaian, juga membuat diri mereka terkenal, walaupun kedua gurunya itu membuat mereka terkenal secara tidak langsung. Dirinyapun mengikuti sifat seperti gurunya, dan sekarang, diapun terkenal secara tidak langsung, sama seperti kedua gurunya itu.

" Menyusahkan saja." itulah yang keluar dari mulut sang Namikaze sulung itu, yang kemudian dirinya kembali ke dunianya sendiri, bermeditasi dengan tenang.

.

.

.

Di kantor Mizukage, terlihat Yagura yang sedang sekarang duduk di kursi kebesaraannya itu, melihat semua laporan-laporan yang di berikan kepada Mei. Mizukage muda itu hanya menggeleng kepala, melihat semua laporan yang di terimanya, melletakkan map tersebut kasar, memijit keningnya. Dia tidak menyangkah, selama dia di kendalikan, desanya hampir, tidak, tapi benar-benar rusak. Kelaparan, kemiskinan, perdangangan gelap, dan hal-hal lainnya ada di desanya, dan lagi, markas Akatsuki pernah ada di desanya ini. Lalu anggota terakhir ninja dari klan Hoshigaki, Kisame Hoshigake lari menjadi missing nin, dan bergabung dengan Akatsuki, membuat semakin kacau saja desanya.

" Uchiha…. Madara…" geramnya menyebut nama orang yang telah berani mengendalikannya. Pintu ruangannya di ketuk seseorang, yang kemudian Yagura menyuruh orang tersebut masuk. Terlihat Mei yang masuk ke dalam, setelah menutup pintu, dirinya masuk berjalan mendekati Yagura.

" Mizukage-sama, ini adalah laporan lain yang datang." katanya sambil menyerahkan tumpukkan map ke meja kerja pemuda tersbeut. Yagura yang melihat tumpukkan laporan itu mengerang lelah.

" Argh!? Kenapa banyak sekali laporan yang datang!?" erangnya membuat Mei terkekeh merdu mendengarnya.

" Ne~, ne~. Sebaiknya selesaikan semua laporanmu, Yagu-chan~." katanya menggoda membuat Yagura mencibir mendengarnya.

" Jangan kamu panggil aku seperti itu. Aku ini Kagemu, Mei." katanya tidak suka membuat Mei terkekeh, lalu dirinya mengambil beberapa tumpukkan map yang ada di meja Kage muda itu, kemudian dirinya berjalan mendekati sofa, duduk di sana, dan meletakkan map-map tersebut di meja depannya.

" Aku akan membantumu mengerjakan beberapa tumpukkan laporan ini." kata wanita cantik tersebut sambil memberikan senyum tipis, membuat Yagura sedikit terteguh mendengarnya. Yagura menghembuskan nafas pelan, menundukkan kepalanya, merasa bersalah dengan wanita di depannya itu.

" Maafkan aku Mei." katanya lemah membuat Mei yang sedang membaca sebuah laporan menatap ke arah [emimpin mereka. Wanita berambut merah itu menghembuskan nafas lelah, tersenyum kecil.

" Ini bukan salah anda, Mizukage-sama. Pria itu memiliki kekkai Sharingan yang sangat terkenal, jadi saya memaklumi jika anda kalah melawannya, juga kemampuannya yang bisa menstrasparankan tubuhnya. Saya yakin itu merupakan teknik mata yang dimilikinya, jadi wajar jika anda kalah melawannya." kata Mei membuat Yagura semakin menundukkan kepalanya dalam. Mei yang melihat perubahan mood Kagenya itu hanya menghembuskan nafas, meletakkan map yang tadi di pegangnya ke meja, sambil jari telunjukknya mengetuk-ngetuk meja itu.

" Yagu-chan, ini sama sekali bukan dirimu. Mana dirimu yang sangat energik? Mana sifatmu yang pantang menyerah? Apa jangan-jangan kamu masih di hipnotis oleh Uchiha itu?" tanya Mei sambil menaiki salah satu alisnya, membuat Yagura mendongakkan wajahnya, menatap kesal ke arah wanita tersebut.

" SEMBARANG!? JIKA DIA BERANI LAGI MENGHIPNOTISKU AKAN AKU BUNUH DIA!?" murka Yagura tidak terima di bilang masih di hinotis membuat Mei menyengir senang.

" Itu Yagu-chan yang aku kenal." katanya menggoda sambil memberikan ciuman jarak jauh menggoda ke pemuda tersebut, membuat Yagura menggurutu kesal.

" Aku bukan anak kecil!?" serunya tidak terima membuat Mei tertawa merdu. Mendengus kasar, Yagura kembali membaca laporan-laporan yang ada di genggamannya. Dirinya teringat lagi dengan putra dari Yondaime Hokage, yang awalnya dia mengira adalah perempuan. Rupa yang begitu cantik dengan rambut pirang panjang keemasan yang sungguh indah, armor emas yang melekat di setiap tubuhnya, membuat dirinya terlihat begitu indah. Tampa sadar, kedua pipinya mengeluarkan rona merah mengingat wajah cantik pemuda tersebut. Menggeleng kepalanya kencang, mencoba menghapus wajah pemuda tersebut dari otaknya.

' Sangat di sayangkan jika dia seorang laki-laki. Kecantikkannya tidak tertandingkan dengan Mei, dan lagi sifatnya seharusnya di ubah. Memanggil orang dengan sebutan kera, memangnya setiap orang yang di panggilnya itu anak dari seekor kera.' batinnya sayang, tapi cepat-cepat Mizukage muda itu menggelengkan kepalanya.

' Apa yang aku pikirkan!? Dia itu laki-laki!? Demi Sanbi yang ada di dalam tubuhku, pasti dia sedang menertawakanku dengan pemikiranku itu.' batinnya, yang tidak lama setelahnya, di kepalanya terdengar tawa mengelegar.

' Bwahahahah!? Yagura!? Aku tidak menyangkah kamu sempat terpesona dengan pemuda itu.' terdengar suara tawa keras dari dalam pikirannya, yang tidak-lain tidak bukan Sanbi, membuat Yagura yang mendengar mengeram marah, walaupun wajahnya sudah semerah tomat.

' HEI!? JANGAN SALAHKAN AKU KARENA DIA MEMILIKI PENAMPILAN SEPERTI SEORANG GADIS!?' seru Mizukage itu tidak terima di hadapan Sanbi yang masih tertawa terbahak-bahak. Yagura yang mendengar menjatuhkan dirinya di atas genangan air di dalam mindspace miliknya, kesal dengan Isobu yang masih menertawakannya. Melihat Jinchurikinya yang merajuk, Isobu perlahan-lahan mencoba menghentikan tawanya, tidak tega melihat pemuda belia di depannya yang merajuk seperti menginginkan permen lolipop raksasa.

' Tapi Yagura, apa kamu tidak curiga? Dia tidak memiliki sistem cakra di dalam tubuhnya, dan lagi, bisa mengeluarkan teknik-teknik aneh, yang bahkan dunia ninja tidak memilikinya.' kata Isobu serius membuat Yagura terdiam mendengarnya.

' Aku juga berpikiran yang sama, Isobu. Aku juga sempat heran bagaimana caranya dia memutuskan kendali Uchiha Madara terhadapku.' balas Yagura yang juga penasaran. Mizukage muda itu hanya menghembuskan nafas, mengingat kembali melihat kemampuan pemuda Namikaze yang mengeluarkan ratusan naga hijau yang panjangnya bukan main, menyerang ke Uchiha Madara yang tidak bisa melakukan teknik transparannya, karena kedua mata sulung Namikaze itu terpejam atau ada teknik khusus membuat tubuh Uchiha tersebut menjadi padat. Yang pasti, dirinya tahu jika pemuda tersebut bukanlah pemuda sembarangan. Dia sangat penasaran dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki putra sulung dari Hokage keempat tersebut, walaupun menanyakan langsung kepadanya percuma, karena pasti akan di katai kera olehnya. Dan mulai dari situlah, Yagura akan mencari tahu sendiri kemampuan yang di miliki oleh penolongnya tersebut

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC