Author : chen21ina
Title : Into The New World
Sequel Panggil Aku Ayah
Cast :
Kim Jongdae
Kim sehun
Xiumin
Kim Jongin
Rated :T
Chapter 2 !
.
.
Xiumin bersungguh-sungguh dengan ucapan nya , ia kini berada tribun penonton bergabung dengan para fans Sehun lain nya dan jangan lupakan banner bertuliskan nama SEHUN tertera jelas disana .
"Go Sehunn ! Go Sehuunn !"
Jongin yang menemani sang eomma hanya bisa menatap tak percaya , bagaimana mungkin ibu nya ini masih bersikap seperti siswa sekolah menengah ? .
Tadi saat Jongin tampil, Xiumin memang mendukung dengan segala kehebohan nya . Hanya saja ia tak sampai membawa banner bertuliskan nama putra nya tersebut . Jongin yang melarang tentu saja , anak laki-laki itu hanya merasa malu dan jika sudah begitu Jongin akan hilang konsentrasi . Namun berbeda dengan Jongin , Sehun justru terus saja melambaikan tangan nya ke arah tribun tempat dimana Xiumin berdiri dan hal itu di sambut teriakan beberapa adik kelas yang mengidolakan Sehun .
Pertandingan sudah berjalan satu jam , tinggal menit-menit terakhir yang tersisa dan poin untuk kedua tim seimbang . Sehun melirik sebentar ke arah bangku penonton Appa nya sungguh tidak datang , sebegitu penting nya kah acara kantor di banding diri nya ?
"Arrhh sial " Jongdae terus saja mengumpat , ia membanting laporan yang ada di meja nya . Tadi ia baru saja menemui investor dari Cina dan mengalami negosiasi yang cukup alot . Namun bukan Jongdae nama nya jika ia tidak mendapatkan thender tersebut .
"Seohyun-sii " Wanita yang di panggil itu segera berdiri hormat pada Jongdae .
"Tolong kosongkan semua jadwal ku setelah ini , aku harus pergi sekarang dan mungkin tidak akan kembali lagi sampai sore " Seohyun tercekat bagaimana mungkin ia membatalkan jadwal bos nya ini padahal dua jam dari sekarang Jongdae ada pertemuan penting .
"Tapi sajangnim nanti anda harus menemui Tuan Hanggeng untuk –"
"Suruh saja Chanyeol yang menemui nya . Aku pergi " Jongdae langsung melesat meninggalkan Seohyun sang sekertaris yang kebingungan di meja kerja nya.
.
.
Jongdae sampai di Sekolah Sehun tujuan utama nya adalah Lapangan basket , namun laki-laki itu harus menelan rasa kecewa tatkala menemukan lapangan sudah kosong . Pertandingan sudah selesai dan ia tidak tahu apakah anak nya bermain bagus ? apakah Sehun menang ? apakah Sehun kalah ? Ia tidak tahu . Jongdae mengambil ponsel nya , nomor Sehun tidak aktif dan ia hanya bisa mengusap wajah nya kasar .
"Ya Tuhan baru kali ini aku lihat Sehun selalu tersenyum saat di lapangan, dia benar-benar tampan "
"Kau benar ! besok – besok jika Sehun bertanding kita harus meminta eomma nya untuk menonton lagi "
"Bukan kah wanita tadi eomma nya Jongin ?"
"Aku tidak tahu , tapi tadi di kedai es krim aku mendengar Sehun memanggilnya dengan sebutan eomma "
Jongdae terdiam mendengar ucapan para gadis yang tadi lewat di hadapan nya . Eomma nya Sehun ? mungkin kah Xiumin . nanti akan ia tanyakan yang jelas sekarang Jongdae harus bergegas menuju kedai es krim .
Jongdae mengedarkan pandangan nya , ia tersenyum lega saat melihat Xiumin, Jongin bersama dengan Sehun dalam satu meja .
" Haii jagoan , maaf appa terlambat " Ucap Jongdae sembari mendudukan diri nya di samping Xiumin karena di sebelaah Sehun sudah ada Jongin .
"Tidak apa-apa aku mengerti " Jawab Sehun datar.
"Jongdae-ya kau tahu tadi Sehun sangat keren di lapangan , Ah rasa nya aku kembali muda " Jongdae hanya tersenyum mendengar penuturan Xiumin .
"Dan kau tahu ajushi , eomma ku berteriak sangat keras melebihi anak – anak perempuan " Jongin ikut bercerita .
"Apakah Sehun menang ?" tanya Jongdae .
"Jika Sehun turun ke lapangan sangat mustahil tim kami kalah " Jongin dengan bangga menepuk pundak sahabat nya .
"Tapi sehebat apa pun aku , appa tidak pernah melihat nya " Semua nya terdiam , jadi Jongdae selama ini belum pernah menonton pertandingan Sehun satu kali pun ?
BYUURR
Seakan cuaca mendukung kesedihan Sehun , tiba-tiba saja hujan turun dengan deras nya . Sehun hanya menatap kosong pada jalanan yang kini basah .
Jongin dan Xiumin saling tatap seakan mereka bisa berkomunikasi dengan telepati lalu kemudian Xiumin mengangguk membuat Jongin tersenyum lebar . Laki-laki berkulit tan itu bangkit dari kursi nya lalu menyeret Sehun untuk mengikuti langkah nya keluar Kedai . Sehun hanya diam tidak mengerti namun seketika mata nya membola saat Jongin dengan sengaja mendorong nya sehingga menyebabkan tubuh Sehun kini basah .
"Apa yang sedang di lakukan Jongin ?" Jongdae berdiri hendak menyuruh Sehun dan Jongin untuk kembali ke dalam kedai di luar sedang hujan deras namun di tahan oleh Xiumin.
"kau tidak lihat wajah murung putramu ?" Jongdae terdiam menatap kearah Xiumin ," Sehun sudah besar kurasa ia tidak akan menjaadi sakit jika hanya kehujanan bukan ?Lihat lah putra ku akan membuat Sehun tertawa lagi " Ucap Xiumin penuh keyakinan .
"Yaaakk ! Jongin apa yang kau lakukan ?" Sehun berujar marah , ia hendak kembali ke dalam kedai namun Jongin menahan nya . Kini kedua anak laki-laki itu sedang terguyur di bawah hujan .
"Kalau kau mau menangis , maka menangis lah . Tidak akan ada yang mengetahui nya karena air mata mu akan tersamarkan oleh hujan " Sehun menatap Jongin penuh tanya .
"Kau kecewa karena appa mu terlambat datang kan ? Aku tahu perasaan mu Sehun-ah "
"Sialan kau Kim Jongin " Sehun menundukan kepalanya , bahu nya bergetar . Jongin tahu pasti jika Sehun saat ini tengah menangis maka ia mencoba mengelus pelan bahu sahabat nya tersebut.
SRASH
SRASHHH
Sehun bergerak cepat , ia tadi dengan sengaja menyiprat kan air ke tubuh Jongin menggunakan kaki nya . Membuat pria tan tersebut terkejut .
"Yakkk Kim Sehun kau menyebalkann "
"Hahahahahahahhahahahaha" dan mereka terus seperti itu saling menyiramkan air dan berteriak di bawah hujan , Namun jika di perhatikan dengan jelas ada jejak air mata di wajah Sehun .
"Benarkan , putra mu sekarang sudah tersenyum lagi " Xiumin berbicara sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada .
"Eoommaaaaa , Appaaaaaaaa , kemariii " Teriak Sehun dan Jongin berbarengan .Jongdae hanya menggelengkan kepalaanya sambil tersenyum . Xiumin berdiri menuntun Jongdae untuk keluar kedai agar mereka dapat melihat lebih jelas kedua putra nya. Kini kedua nya sedang berdiri di tepi kedai agar tidak kehujanan.
"Yaaaakkk apa yang kaau lakukan !" Jongdae berteriak saat Xiumin dengan segaja mendorong nya ke tengah hingga membuat tubuh Jongdae basah .
"hahahahhahhaa Jongdae ikut bermain lah bersama anak-anak, jangan hanya menonton saja " Xiumin tertawa riang saat ia berhasil membuat Jongdae kebasahan .
"Aaaahhh baiklah kalau begitu " ucap Jongdae.
SRET
"Kau juga harus basah nona , dan ikut bermain lah bersama anak-anak " Setelah nya Jongdae berlari ke tengah menyusul Sehun dan Jongin meninggalkan Xiumin yang juga tubuh nya kini telah basah .
.
.
"Hatttccchuuuuu" Entah sudah yang keberapa kali Jongdae bersin-bersin . Ternyata walau bagaimana pun Jongdae sudah tidak sekuat dahulu , kini ia terserang flu dan demam.
"Ck Jongdae kau memalukan , hanya kehujanan seperti itu saja sampai sakit " Xiumin mencibir sambil terus mengompres Jongdae .
"Mau bagaimana pun aku ini sudah tidak sekuat dulu Xiumin-ah " Jongdae menjawab pelan . Kepala nya terasa sakit namun Xiumin memperlakukan nya dengan sangat lembut selain mengompres wanita itu pun memijit –mijit kepala Jongdae dan membuat lelaki tersebut merasa nyaman . Sudah sangat lama sekali ia tidak merasakan perhatian yang seperti ini.
Di luar kamar Sehun dan Jongin memperhatikan setiap gerak – gerik Jongdae atau pun Xiumin tidak ada yang luput dari penglihatan mereka .
"Jongin-ah , apakah kau merindukan sosok seorang ayah ?" Jongin diam namun ia mengangguk .
"Sehun-ah apa kau juga merindukan sosok ibu ?" Sehun pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan Jongin . Entah apa yang kedua nya pikirkan namun mereka kini tersenyum sangat lebar .
.
.
"Sehun-ah sarapan siap "
"Yaakk Jongin pakai seragam mu dengan benar !"
"Sehuuuunnn ponsel mu tertinggal di meja makan "
Jongdae mengerutkan kepala nya , kenapa berisik sekali namun saat mengenali suara Xiumin ia hanya dapat tersenyum . Sejak dirinya sakit kemarin Xiumin lah yang mengurus rumah bahkan tetangga nya itu turut mengurusi nya juga , semalam Xiumin pamit pulang namun ia berjanji pagi-pagi sekali akan datang untuk menyiapkan sarapan dan segala keperluan sekolah Sehun . Mungkin terdengar berlebihan untuk anak seusia Sehun yang sudah Senior hight School namun masih di siapkan kebutuhan nya, tapi toh Sehun merasa senang sudah sangat lama sekali rasa nya ia di perhatikan seperti itu . Selama ini ia selalu menyiapkan segala keperluan nya seorang diri , karena Sehun tidak ingin menjadi anak manja yang merepotkan Jongdae.
"Kau sudah bangun ? Apakah aku terlalu berisik ?" Jongdae tersadar dari lamunan nya , ia hanya menggeleng sambil tersenyum menatap Xiumin .
"Demam mu sudah turun , syukur lah . Apa kau merasa sakit atau pusing ?" Xiumin kembali bertanya dan Jongdae lagi-lagi hanya menggeleng . Jongdae sedikit tersentak saat tangan lembut Xiumin menyentuh dahi nya , entah Xiumin yang terlalu polos atau apa namun wanita itu memang tidak pernah merasa canggung untuk melakukan skinship seakan semua nya biasa saja . Tapi berbeda dengan Jongdae laki-laki tersebut akan merasakan sesuatu yang lain saat Xiumin menyentuh nya .
"Terima kasih " Xiumin menghentikan gerakan nya yang sedang mengecek suhu badan Jongdae , mata nya secara tidak sengaja bertatapan dengan mata teduh milik Jongdae . Lama saling memandang Xiumin segera memutuskan kontak mata diantara kedua nya , lalu ia bergegas pergi ke dapur untuk menutupi rona merah di pipi nya.
"Astaga kenapa dia imut sekali " Jongdae tersenyum .
.
.
"Jongdae-ya aku harus pergi dulu , kau tidak apa-apa jika ku tinggalkan sebentar ?"
"Kau mau kemana Xiu ?"
"Aku harus pergi ke tempat pengiriman barang "
"Untuk ?"
"Aah kau belum tahu yah ? aku ini berjualan on line dan hari ini ada beberapa barang yang harus ku kirim kan" Jelas Xiumin .
"Pantas saja kau selalu di rumah ternyata kau usaha online , tapi apakah dengan berjualan online saja cukup untuk memenuhi segala kebutuhan kau dan Jongin ?" Tanya Jongdae .
"Cukup , karena aku sudah memiliki pelanggan tetap . Lagi pula untuk biaya sekolah Jongin sepenuh nya masih di tanggung oleh mantan suami ku ." Xiumin tersenyum di akhir kalimat . Berbeda dengan Jongdae yang justru merasa tidak enak saat Xiumin mengatakan bahwa segala biaya Jongin masih di tanggung oleh mantan suami nya, itu berarti selama ini Xiumin masih sering berhubungan dengan nya.
"Aahhh begitu rupa nya , kau bawalah mobil ku dari pada naik taksi " ucap Jongdae
"Bolehkan ?" Xiumin bertanya ia menatap Jongdae dengan mata berbinar , jika memang boleh meminjam mobil Jongdae itu akan sangat bagus hitung-hitung menghemat biaya transportasi . ck dasar ibu-ibu -_-
"Tentu Xiuuu ~" Jongdae gemas sendiri melihat kelakuan Xiumin , apakah benar wanita di hadapan nya ini sudah memiliki anak berusia tujuh belas tahun ? tanpa ia sadari Jongdae mengusak lembut rambut Xiumin.
Sehun menutup telinga nya , Jongin sedari tadi terus saja mengeluh . tentang nilai mata pelajaran yang anjlok , tentang galak nya guru ekonomi dan kini Sehun masih harus mendengarkan keluhan Jongin tentang bus yang tak juga datang padahal mereka sudah menunggu di halte hampir setengah jam .
"Jongin .. Sehunn !" kedua laki-laki itu mengalih kan pandangan nya pada mobil yang berhenti di hadapan mereka .
"Eomma ?" Jongin dan Sehun saling tatap.
"Eomma dari mana ? " Jongin bertanya saat diri nya dan Sehun sudah duduk di dalam mobil.
"Eomma habis mengirimkan barang sayang dan Jongdae ajushi berbaik hati meminjamkan mobil nya pada eomma " Jongin hanya mengangguk mendengar jawaban sang eomma.
"E-eomma ?" Sehun berujar ragu "Apakah eomma bisa membuat kue ?"
"Bisa " Jawab Xiumin tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalanan.
"Kalau sup rumput laut ?" Lanjut Sehun .
"Bisa , memang nya ada apa Hun-ah ?"
"Besok Appa ulang tahun " Xiumin menepikan mobil nya sebentar lalu mulai menatap Sehun.
"Aku berniat membuat perayaan kecil untuk nya di jam dua belas malam nanti "
"Baiklah kalau begitu sekarang kita harus ke supermarket dan berbelanja !" ucap Xiumin penuh semangat .
"Kurasa yang berbelanja eomma dan Sehun saja . Karena yang mengetahui bahan-bahan kan eomma dan Sehun yang pasti nya tahu apa saja yang di sukai oleh Jongdae ajushi . Lagi pula apa tidak apa-apa meninggalkan Jongdae ajushi di rumah sendirian " ucap Jongin .
"kau benar , yasudah sekarang eomma antar kau pulang dulu dan kami langsung ke supermarket "
Jongin langsung memasuki apartemen milik Jongdae , ia bahkan tidak kembali di apartemen nya sendiri untuk sekedar berganti baju . Jongin mendudukan diri nya di ruang tengah , laki-laki berkulit tan itu membongkar seluruh isi tas nya . Ia melenguh saat melihat nilai pelajaran yang di bawah rata-rata , jika eomma nya tahu Xiumin pasti akan merasa kecewa .
"Kau baik-baik saja Jongin ?" Jongin menegakan tubuh nya saat mendengar suara Jongdae .
"I-iya ajushi "
"Dimana Sehun ? kalian tidak pulang bersama ?" Jongin terdiam , ia tidak mungkin mengatakan bahwa Sehun sedang berbelanja kan .
"Tadi Sehun ada rapat di klub basket , jadi aku pulang sendiri . Dan Eomma mengabari ku kata nya ia sedang pergi jadi aku langsung kemari hehehe " Jongdae hanya mengangguk paham , untung Jongin dapat berpikir cepat .
"Lalu ada apa dengan wajah mu . kau terlihat jelek jika wajah mu di tekuk seperti itu " Jongdae kini memfokuskan pandangan nya pada Jongin.
"Nilai ku turun ajushi .. bahkan aku harus mengikuti perbaikan nilai , jika eomma tahu ia pasti akan merasa kecewa " Keluh Jongin .
"Mau ajushi ajarkan ? begini-begini dulu saat di sekolah ajushi pernah menjadi juara harapan satu !" Mata Jongin berbinar seketika mendengar ucapan Jongdae.
.
.
"Sehun-ah tolong kau ambil terigu dan telur yah " Sehun mengangguk dan ia langsung berjalan untuk mengambilkan terigu dan telur yang Xiumin minta .
"Xiumin-ah !" Xiumin menghentikan langkah nya saat mendengar seseorang memanggil nama nya . Nafas Xiumin seakan tercekat saat melihat wanita yang sejujurnya paling ia hindari ini .
"Yixing , apa kabar ?" Xiumin memaksakan sebuah senyum .
"Kabar ku baik , bagaimana dengan mu ?" Jawab Yixing ceria .
"Eomma ini sabun nya " Seorang wanita tiba-tiba saja datang menghampiri Yixing .
"Oh apakah ini Luhan ? Yaampun kau sangat cantik sekarang " yang di sebut segera menunduk sopan ke arah Xiumin .
"Eomma apakah terigu dan telur nya cukup ?" Sehun tiba-tiba sudah berdiri di samping Xiumin .
"Ehh tunggu dia bukan Jongin kan ?" Tanya Yixing .
"Bukan , dia Sehun " Xiumin memperkenalkan Sehun dan anak itu pun menundukan kepala nya sopan
"Oh jadi kau sudah menikah lagi ya ? " Yixing berseru heboh .
"Maaf kami harus segera pergi . appa nya Sehun sudah menunggu . Sampai jumpa lagi yixing-ah Luhan " lalu setelah nya Xiumin segera berlalu tidak memperhatikan raut bingung di wajah Sehun .
Sehun adalah orang yang jeli ia dapat melihat perbedaan Xiumin , tadi wanita itu terlihat sangat ceria namun setelah pertemuan nya dengan wanita bernama Yixing , Xiumin jadi murung . Ada apa sebenarnya ?
Sehun dan Jongin sedang membuat kue di apartemen Xiumin , semua sudah selesai hanya tinggal menunggu kue matang lalu di hias dan jadi .
"Jongin-ah " Jongin yang sedang sibuk mengaduk krim untuk kue pun hanya membalas Sehun dengan dehaman .
"Kau mengenal wanita yang bernama Yixing dan Luhan ?" Tanya Sehun "Siapa mereka ? " lanjut nya.
"Darimana kau tau nama itu ?" Jongin menatap Sehun penuh tanya.
"Tadi aku dan eomma bertemu dengan mereka di supermarket " Jongin kini berhenti mengaduk krim , ia menghela nafas sejenak lalu kembali menatap waajah Sehun.
Sedangkan Xiumin sendiri sekarang berada di apartemen Jongdae untuk membuat makan malam . Xiumin masih saja teringat akan pertemuan nya dengan Yixing di supermarket tadi tanpa ia sadari ia mengiris jari telunjuk nya .
"Ssttttt awwww "
"Astaga Xiumin kau kenapa ?" Jongdae yang kebetulan ingin ke dapur pun di buat panik , padahal Xiumin hanya mengalami luka kecil . Laki-laki itu segera membawa Xiumin ke ruang tengah dan mengobati luka di jari Xiumin.
"Nah sudah selesai , lain kali hati-hati xiu " Xiumin tersenyum namun wajah nya tidak menggambarkan kebahagiaan sedikit pun .
"Apakah terjadi sesuatu ?" tanya Jongdae dan Xiumin hanya mengangguk .
"Tadi aku bertemu dengan nya dae-ah " Xiumin mulai bercerita.
"Siapa ?" tanya Jongdae penasaran.
"Yixing , istri mantan suami ku " Jongdae merasakan kesedihan pada nada bicara Xiumin .
"Aku dan Jumnyeon menikah saat kami mash sangat muda , kami di jodohkan . Entah apa yang ada dalam pikiran kedua orang tua kami saat itu , tapi kami hanya menurut saja . Junmyeon orang yang baik , dia selalu memperlakukan ku dengan sopan . Namun bahkan sampai Jongin ada di tengah-tengah kami , aku sadar ia tidak pernah mencintai ku sedikit pun . Saat Jongin berusia tujuh tahun Junmyeon mengaku bahwa ia masih memiliki hubungan dengan mantan kekasih nya dulu " Xiumin menjeda ucapan nya air mata pun kini sudah membasahi pipi mulusnya , Jongdae menggenggam tangan Xiumin berusaha memberikan kekuatan pada nya .
"Awal nya aku biasa saja , aku tahu Junmyeon memang mempunyai wanita lain tapi aku bersikap biasa karena aku tidak ingin Jongin kehilangan sosok ayah . Namun pertahanan ku hancur saat Junmyeon pulang ke rumah dengan membawa Yixing dan juga Luhan . Luhan putri mereka yang hanya terpaut usia satu tahun dengan Jongin. " Jongdae tercekat mendengar penuturan Xiumin .
"Jadi bisa kau hitung sendiri sudah berapa lama Junmyeon bermain di belakang ku " Jongdae memeluk Xiumin erat , ia serasa di tampar ia jadi teringat kelakuan nya dulu yang sempat menyakiti Minseok . Tapi ia pun merasa marah , rasanya Jongdae ingin sekali memberikan lelaki bernama Junmyeon itu pelajaran . Bagaimana mungkin ia bisa menyakiti Xiumin seperti itu. Jongdae berjanji di dalam hati ia akan menjaga Xiumin dari apa pun.
.
.
Jongdae sudah tertidur kini Sehun , Jongin dan juga Xiumin telah berada di depan pintu kamar Jongdae . Lima menit lagi tanggal 21 september yang berarti ulang tahun Jongdae .
BRAK
BRAK
BRAK
Jongdae terbangun dari tidurnya , suara apa tadi . Pikiran nya menjadi buruk seketika ia teringat dengan kejadian 5 tahun lalu , dengan cepat Jongdae melangkah keluar kamar . Perasaan nya semakin tidak enak saat melihat seluruh ruangan gelap padahal ia tidak pernah mematikan semua lampu walaupun akan tidur .
TAP
TAP
TAP
Jongdae berdiri waspada ia tidak bisa berteriak memanggil Sehun , bisa-bisa nanti Sehun menjadi korban . Tidak ia tidak akan membuat putra nya terlibat
SPLASH
Jongdae menutup mata sejenak saat lampu ruangan tiba-tiba menyala , dia di buat tidak bisa bicara ketika Sehun datang dengan membawa kue ulang tahun di ikuti Xiumin dan Jongdae di belakang nya .
"SAENGIL CHUKA HAMNIDAAAAA" teriak Xiumin, Sehun dan Jongin bersama-sama.
"Ya tuhan kalian sungguh mengagetkan ku " Jongdae memegangi dada nya sendiri.
"Appa selamat ulang tahun , " Ucap Sehun . Jongdae hanya dapat tersenyum menahan haru .
"Ajushi ayo di tiup lilin nya " Jongin ikut berseru heboh.
FIUUUUUHHH
"Kalian membuat ku terharu,ini adalah ulang tahun terindah ku . gomawo " ucap Jongdae tulus .
"Kalau kau terharu kenapa tidak menangis ?"Ucap Xiumin dan hanya di hadiahi dengusan malas dari Jongdae.
"Ajushi , Sehun ayo kalian berdua berfoto " Jongin sudah memegang kamera di tangan nya .
"Kau dan eomma juga kemari lah , kita berfoto bersama " Sehun menarik Xiumin dan Jongin untuk duduk di sofa lalu ia memasang timer pada kamera nya .
5
4
3
2
1
" Say Cheeeseeeeeeeee"
.
.
tbc
chapter dua selesaaaaaiiiiiiii ^^
: Sama aku juga suka famili hihihihi .. side story yah ? aku ga janji tapi di usahakan .
kim hyomi : Demi kamu aku bikin sequel hhohohohoho .. peluk cium balikkkk...setuju bangetttt jongdae klo peran jadi appa itu unyu keren gimana gitu , bang umin habis nya makin kesini makin jadi maknae palsu . hihihihi ini aku update .. Cepet ga ?
nagisa kitagawa : Ia ini Sehun nemu ibu baru .. ibu kok nemu (?) ini aku lanjut kooo.
Initial D 0326 : Reader nim Fighting tooooooo ! semangattt .. ini udah update hayooooo masih kmu tungguin apa ngga ..
Buat yang pake ig boleh di add chen21ina kita ngbrol bareng, sharing bareng . poko nya bareng-bareng ^^
Makasih buat semua yang udah mau mampir , makasih buat yang udah baca , makasih juga buat para SR dan peluk kecup sayang buat yg review hehehhehehheehe .
Satu kata dari kalian memberikan sejuta makna untuk ku
See you in next chap
