Author : chen21ina

Title : Into The New World

Sequel Panggil Aku Ayah

Cast :

Kim Jongdae

Kim sehun

Xiumin

Kim Jongin

Rated :T

Chapter 3 !

"Minseok-ah , aku merindukan mu , sangat." Jongdae berjongkok sambil mengelus pelan nisan Minseok .

"Kau tahu rasa nya sulit untuk membesarkan Sehun seorang diri , dia memang tumbuh menjadi anak yang baik dan juga penurut . Tapi aku sadar seberapa keras nya pun aku untuk selalu memberikan nya kasih sayang , aku tak akan pernah bisa menggantikan mu . " lanjut nya.
"Minseok-ah , sekarang kami memiliki tetangga baru Xiumin nama nya . Ia memiliki anak bernama Jongin dan ia sangat dekat dengan putra kita , Sehun bahkan memanggil Xiumin dengan sebutan eomma . Wanita itu sudah mengembalikan senyum Sehun yang hilang , dan jika aku boleh jujur aku selalu merasakan perasaan yang berbeda ." Ucap Jongdae sambil memegangi dadanya sendiri .

"Min ~ boleh kah aku jatuh cinta lagi ?" Jongdae menatap lurus pada batu nisan Minseok , seakan Minseok sedang berdiri disana . Hingga hembusan angin menerpa wajahnya membuat Jongdae tersenyum .

"Aku sangat mencintai mu Kim Minseok , kau akan selalu mendapatkan tempat tersendiri di hati ku " .

.

.

Jongin dan Sehun sedang berjalan menuju halte bus terdekat , walaupun mereka berasal dari kalangan berada tak lantas membuat dua remaja ini menjadi pribadi yang gemar berfoya-foya atau pamer . Bahkan Sehun dan Jongin kompak memilih untuk pergi ke sekolah menggunakan kendaraan umum .

"Tidaaakk ! "

Jongin berhenti berjalan ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling guna mencari sumber suara . Sehun yang melihat Jongin berhenti pun hanya memandang bingung pada sahabat nya ini .

"Ada apa Jongin-ah ?" Tanya Sehun .

"Apa kau tidak mendengar suara wanita yang berteriak ?" Ucap Jongin .

"Hikksss toloong " Kali ini suara teriakan yang bercampur dengan isakan di dengar jelas oleh Sehun dan Jongin . Tanpa menunggu lebih lama kedua nya melesat ke sebuah gang .

Sehun dan Jongin saling pandang , disana ada tiga pria berbadan besar dan satu wanita menggunakan seragam sekolah . Mata kedua nya membola seketia saat saat satu dari ke tiga orang tersebut merobek paksa kemeja sang gadis .

"Hiks hiks "

"Jonghyun dia benar-benar cantik"

"Yakk Minggyu wanita itu milik ku "

"Kenapa kalian sangat berisik " ujar Kibum , seperti nya Kibum ini adalah ketua nya karena Jonghyun dan Minggyu langsung terdiam setelah mendengar ucapan Kibum.

Sehun yang memang memiliki kemampuan bela diri langsung maju , ia dengan berani menarik kerah seseorang yang bernama Minggyu . Dengan kekuatan penuh Sehun langsung menghajar Minggyu hingga ia terjatuh .

Sementara itu dari belakang Jongin dapat melihat dengan jelas , wanita yang tadi menangis adalah Luhan ., adik tiri nya .

"Sialan ! apa yang kalian lakukan pada adik ku ?! " murka Jongin .

.

.

Xiumin hanya menatap malas pada sosok ayah nya , sejak sang ayah datang ke Seoul minggu lalu , memang baru kali ini mereka bertemu . Namun bukan nya saling melepas rindu , Hanggeng justru menyuruh Xiumin untuk mengurus pekerjaan .

"Jadi ?" Tanya Xiumin .

"Temui tuan Kim , kau akan ditemani oleh Yifan " Ucap Hanggeng santai.

"Apppaaaaaaaa ~ kau kan tahu jika aku tidak menyukai perusahaan , aku sama sekali tidak tertarik dengan dokumen-dokumen tersebut " rengek Xiumin.

"Kau mungkin tidak tertarik tapi bukan berarti kau tidak mengerti kan ?" Xiumin hanya mencibir kesal kearah sang ayah .

"Appa hanya malas saja bertemu dengan Tuan Kim ini , jujur semua proyek kerja sama pembuatan taman bermain di daerah Jeju sangat menguntungkan . Dan appa menyukai semua gagasan nya , tapi dia tidak sopan . Kau bayangkan saja di pertemuan kedua kami ia justru mengutus sang asisten yang datang dan ia malah membatalkan janji dengan appa begitu saja " ujar Hanggeng

"Ya tuhan , jadi ayah meminta ku untuk menemui tuan kim itu hanya karena masalah sepele ? mungkin saja saat kemarin ia memang memiliki acara penting " Xiumin tidak percaya , Appa nya ini kenapa sangat keterlaluan .

"Appa tidak mau tahu , kau temui Tuan Kim . atau appa akan membawa Jongin dan dengan tangan appa sendiri, appa akan mendidik Jongin menjadi penerus SnowBliz Group " Xiumin menghela nafas , selalu seperti ini . Jika Xiumin menolak keinginan nya , Hanggeng akan menggunakan Jongin sebagai ancaman .

Jongdae mengecek arloji nya , sudah sepuluh menit ia menunggu namun klien yang akan bekerja sama dengan nya tak kunjung datang . Oh ia sangat tidak suka menunggu .

"Ck sabarlah , kau ini seperti akan ketinggalan kereta saja "ucap Chanyeol , ia merasa risih sendiri melihat kelakuan sahabat sekaligus bos nya ini yang terus saja mengecek jam di tangan nya.

"Selamat siang , maaf karena kami terlambat " Jongdae dan Chanyeol pun segera berdiri lalu membungkuk sopan .

"Aku Yifan , perwakilan dari SnowBliz Group "

"Hanya kau saja yang datang ?" Tanya Chanyeol .

"Tidak saya kemari bersama putri dari Tuan Hanggeng , beliau sedang di toilet " Ucap Yifan sopan .

Menunggu lagi – Batin Jongdae kesal .

"Selamat Siang " Jongdae yang hendak membuka ponselnya pun mengurungkan niat nya saat mendengar suara wanitaa yang sangat familiar di telinga nya .

"Xiumin ?"

"Loh Jongdae ?" Untung lah Jongdae mempunyai kontrol diri yang baik jika tidak ia pasti akan terlihat seperti orang bodoh . Xiumin yang ada di hadapan nya kini benar-benar berbeda , dengan menggunakan blues formal , rok pendek selutut , sepatu hils 10cm dan jangan lupakan rambut yang ditata rapi dengan polesan make up di wajah nya . Sangat berbeda sekali dengan Xiumin yang selama ini menjadi tetangga nya . Karena Xiumin di rumah selalu memakai pakaian santai dia lebih sering memakai kaos dan lagi rambut nya yang di ikat asal tanpa make up sedikit pun , jadi tidak salah bukan jika Jongdae terkejut .

Kali ini Jongdae dibuat terpesona oleh Xumin , selain penampilan nya yang berbeda ternyata Xiumin bisa menjadi sosok yang sangat serius . Beberapa bahan meeting mereka di bahas secara detail oleh Xiumin , wanita itu terlihat sangat profesional . Bagaimana bisa tetangga nya yang sangat cerewet , kadang bersikap seperti anak-anak namun sangat lembut dan penuh perhatian berubah menjadi wanita karir yang memiliki aura luar biasa .

"Jongdae-ssi aku tahu bahwa aku ini cantik , tapi kau tidak perlu menatap ku seperti itu " ucap Xiumin membuat Yifan dan Chanyeol mengalihkan perhatian mereka pada Jongdae .

"Apa maksud mu ?" Tanya Jongdae .

"Kau tertangkap basah terus memperhatikan ku " Xiumin menjeda kalimat nya .

"Hahahahahahahha" Kini Jongdae , Yifan dan Chanyeol yang bingung . Kenapa Xiumin tiba-tiba tertawa ?

"Aku bercanda Dae-ah , wajah mu sungguh terlihat tegang " Jongdae memutar bola mata nya bosan , dalam hati ia bersyukur jika Xiumin hanya bercanda karena sesungguhnya ia memang memperhatikan Xiumin tadi .

"Aku setuju dengan segala rencana yang telah kau susun , hanya saja ada satu yang mengganjal pikiran ku " ucap Xiumin .

"Apa itu ?" Tanya Jongdae.

"Untuk pembebasan lahan , disini tertera bahwa ada satu panti asuhan yang akan kita ratakan dengan tanah. Memang pihak panti asuhan sudah setuju untuk menjual nya , tapi apakah mereka sudah menemukan rumah pengganti ?"

"Maaf Xiumin-ssi namun masalah tersebut tidak menjadi urusan kami " Ujar Chanyeol . Xiumin hanya menghela nafas mendengarkan penuturan Chanyeol tersebut .

"Gege~" Xiumin kini melirik pada Yifan , entahlah Jongdae merasa tidak senang mendengar xiumin memanggil Yifan dengan nada manja seperti tadi .

"Maaf Xiumin " ujar Yifan penuh penyesalan.

"Kalian bertiga apakah tidak punya hati ?" Jongdae , Chanyeol dan Yifan saling pandang .

"Bagaimana nasib anak-anak di panti asuhan sana , mereka sudah kehilangan kasih sayang orang tua . Lalu sekarang harus kehilangan tempat tinggal juga "

"Disana sudah ada pengurus nya Xiumin-ah " Jongdae menjawab cepat , namun Xiumin justru menggeleng .

"Jika pengurus panti itu adalah orang baik , beliau tidak mungkin akan melepaskan panti asuhan untuk di jual pada perusahaan kita . Pihak mereka paling tidak akan melakukan beberapa negoisasi , namun dari data yang ku lihat pengurus panti itu langsung menyetujui begitu saja saat kita akan membeli nya . " Lanjut Xiumin .

"Mungkin saja kan pihak panti itu sudah-"

"Aku akan menyuruh orang untuk mengawasi panti asuhan , akan ku pastikan anak-anak yang tinggal disana akan mendapatkan tempat tinggal layak " Chanyeol langsung mengatupkan mulut nya saat Jongdae berbicara .

"Benarkah ?" Xiumin menatap Jongdae tajam .

"Apa aku pernah berbohong pada mu ?" tanya Jongdae balik . Xiumin terlihat berfikir namun kemudian ia tersenyum lebar .

Krrrriiinggggg

Xiumin mengalihkan perhatian nya pada ponsel yang bergetar .

"Yeoboseiyo ?"

"..."

"APA ?"

"..."

"Jongin ? Oh astaga "

Wajah Xiumin memucat , di saat yang bersamaan tadi Jongdae pun menerima telefon hanya saja laki-laki itu terlihat lebih tenang .

"Kau kenapa Xiu ?" tanya Yifan .

"Xiumin-ah tadi telefon dari kantor polisi ?" Xiumin hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Jongdae .

"Kalau begitu kita berangkat bersama saja " Xiumin menatap lama Jongdae .

"Kau tidak lupa kan jika Jongin dan Sehun selalu bersama " lanjut Jongdae

"Astaga jadi Sehun juga ? "

"Yakkk ada apa ini ?" tanya Chanyeol penasaran .

"Jongin putra dari Xiumin dan Sehun masuk kantor polisi , rapat aku tutup sampai disini . Chanyeol aku minta laporan nya besok pagi sudah ada di meja ku . " Jongdae langsung pergi setelah memberikan perintah untuk Chanyeol . Mungkin karena panik tapi Xiumin berjalan di samping Jongdae sambil menggenggam lengan pria tersebut .

"Aku rasa sebentar lagi kita akan mendengar kabar baik " ucap Yifan .

"Yaahhh seperti nya begitu " jawab Chanyeol.

.

.

"Eomma , appa " Xiumin dan Jongdae langsung menoleh kearah Sehun , beberapa luka berhasil tergores di wajah tampan nya.

"Astaga Sehun ? kenapa bisa sampai seperti ini ?" Tanpa sadar Xiumin menangis melihat wajah penuh luka Sehun . Sehun hanya tersenyum lalu mengusap pelan air mata di wajah Xiumin .

"Aku tidak apa-apa eomma , tenanglah " Jawab Sehun .

"Dimana Jongin ?" Kini Jongdae yang bertanya .

"Pak kami adalah orang tua Luhan , apa yang sebenar nya terjadi ?"

"Junmyeon ? Yixing ?" ucap Xiumin terkejut, yang di panggil pun tak kalah terkejutnya dengan Xiumin

Polisi ber name tag Kyuhyun tersebut tersenyum , ia memaklumi wajah panik dua pasang orang tua di hadapan nya ini . sayang nya Kyuhyun tidak tahu jika Xiumin dan Jongdae belum menjadi pasangan.

"Baiklah karena semua sudah datang kalian bisa ikut saya ke dalam " Ucap Kyuhyun lalu Jongdae , Xiumin, Junmyeon dan Yixing berjalan dalam diam mengikuti langkah Kyuhyun.

"Tunggu ! jadi maksud mu putri ku hampir menjadi korban pemerkosaan lalu Sehun dan Jongin yang menolong nya begitu ? " Tanya Junmyeon pada Kyuhyun setelah mendengarkan pejelasan dari polisi tampan tersebut. Junmyeon menatap tak percaya pada Kyuhyun . Luhan putri nya yang ia jaga dengan segenap jiwa hampir menjadi korban pemerkosaan ?

"Lalu dimana putri ku sekarang ?" tanya Junmyeon . Xiumin terdiam , Junmyeon hanya menanyakan Luhan ? apakah laki-laki itu lupa jika Jongin putra nya juga .

"Hiks eommaaaaa ~ " Yixing segera berdiri saat mendengar suara Luhan ketika wanita itu datang bersama dengan Jongin disamping nya , di peluk nya sayang tubuh Luhan . Bahkan Junmyeon pun kini ikut memeluk Luhan . Xiumin dan Jongin hanya bisa menatap miris pada pemandangan di hadapan nya .

Appa , aku terluka .

Appa tubuhku terasa sakit .

Appa aku sangat takut tadi saat melawan anak berandalan .

Appa bogoshipo .

Ingin rasa nya Jongin berteriak , entah sudah berapa lama ia tidak melihat sosok sang ayah . namun kali ini bahkan disaat tubuh nya terluka karena menolong anak hasil dari perselingkuhan ayah nya dengan wanita lain . Jongin masih tak terlihat di mata Junmyeon .

"Kita pulang " Suara tegas Jongdae terasa menyelamatkan Xiumin dan Jongin dari sesak nya hati mereka .

Di dalam mobil Xiumin dan Jongin pun hanya diam , padahal biasa nya duo anak dan ibu ini selalu berisik .

"Sehun-ah , Jongin tubuh kalian masih terasa sakit ?" Tanya Jongdae .

"Tidak appa " Sehun menjawab singkat .

Hati ku yang sakit ajushi.

Jongin menggeleng lalu tersenyum , ingin sekali ia berkata demikian namun ia tahan .

"Baiklah kita pergi liburan " Ucap Jongdae yang di hadiahi tatapan penuh tanya dari Xiumin, Sehun dan Jongin .

"Aku memiliki villa di dekat pantai , cuaca hari ini sedang bagus . Sungguh sayang jika di lewatkan , dan aku tidak menerima penolakan "

"Tidak Dae , kita pulang saja . Anak-anak masih harus bersekolah besok lagi pula tidak ada yang membawa pakaian ganti . " Xiumin berusaja mengutarakan pendapatnya .

"Membolos sekali tidak akan membuat anak kita bodoh Xiu . Dan untuk pakaian ganti kau tidak perlu khawatir karena aku dan Sehun sering kesana jadi kami menyimpan beberapa pakaian , Jongin bisa memakai pakaian Sehun . kami juga memiliki baju wanita . " Ucap Jongdae .

"Aku tidak menerima penolakan " Ucap Jongdae final .

"Terserah kau saja lah " Xiumin menyerah meninggalkan wajah Jongdae yang tersenyum lebar. Jongdae ingin mengembalikan senyum Xiumin dan Jongin dan ia yakin suasana tenang pantai akan membantu nya.

Dua jam perjalanan yang di tempuh untuk mencapai villa milik keluarga Kim . Villa ini cukup besar dan pintu utama yang langsung berhadapan dengan laut memberi kesan damai tersendiri .

"Waaahh ajushi tempat ini ddaebakkk "Jongin terpesona sendiri di halaman ketika mereka sudah sampai . Jongdae tersenyum mendengar decakan kagum dari Jongin .

"Selamat datanggg " Ujar Jongdae dan Sehun bersamaan saat kedua nya membuka pintu villa.

Kriiiuuukkk

Sapaan hangat yang baru saja di lontarkan Sehun dan Jongdae menghilang . Semua nya menatap Jongin .

"Hahhahhahahahahahaha "

"kau lapar ?" tanya Jongdae , dan Jongin mengangguk malu .

"Baiklah appa akan memasak –"

"TIDAAKK" Sehun langsung berteriak seketika .

"Aku tidak mau makan sereal atau sandwitch , dan aku juga tidak mau melihat dapur villa ini hangus " lanjut nya . Lalu semua mata melihat ke arah Xiumin .

"Barbeque ?" tanya Xiumin dan langsung di hadiahi sorakan dari ketiga pria disana.

Xiumin dan Sehun sedang sibuk mempersiapkan peralatan untuk membuat barbeque, Jongin hanya melihat dari kejauhan . Ia tersenyum melihat kedekatan antara Sehun dan ibu nya .

"Heii kau tidak mau membantu mereka ?" Jongdae datang dan menepuk pelan bahu Jongin .

"sssshhh " Jongdae membulatkan mata nya , tadi ia hanya menepuk pelan tapi Jongin sampai meringis seperti itu .

"Jongin-ah kemari lah biar ajushi lihat luka mu " Jongdae kemudian membawa Jongin duduk di sebuah sofa .

"Oh Tuhan memar nya jadi biru seperti ini , kau tunggu sebentar ajushi akan mengambilkan obat untuk mu ." Ucap Jongdae dan Jongin hanya mengangguk . Tak sampai lima menit Jongdae sudah kembali lagi dengan membawa obat oles untuk Jongin .

"Sssshhh perih ajushi " Keluh Jongin .

"Heiii anak laki-laki tidak boleh mengeluh apalagi menangis , kau tau " ucap Jongdae , namun kata-kata sederhana itu sukses membuka kembali luka di hati Jongin yang sudah lama sekali ia kubur .

"Hikkksssss , huwaaaaaa "

"Astaga Jongin , kau kenapa nak ?" Junmyeon langsung berlari saat mendengar suara orang terjatuh lalu putra nya menangis.

"Hiks sakit appa " Junmyeon hanya tersenyum melihat tingkah putra nya tersebut .

"Kata nya anak appa ini jagoan , super hero . Masa terjatuh begitu saja menangis " Junmyeon berjongkok lalu laki-laki itu membawa Jongin ke dalam pelukan nya .

"Heii anak laki-laki itu tidak boleh menangis kau tau" Ucap Junmyeon lembut lalu Jongin mengangguk patuh .

"Ada apa Junmyeon-ah ?" Xiumin tiba-tiba saja datang membuat Jongin menyembunyikan wajah nya di ceruk leher sang appa .

"Tidak apa-apa , anak kita tadi sedang berlatih menjadi super hero " Ucap Junmyeon lalu Jongin terkikik sendiri di pelukan ayah nya.

Jongdae menghentikan gerakan nya mengoleskan obat pada bahu Jongin saat ia melihat Jongin menangis .

"Appa " Lirih Jongin

"Appa " Ulang nya sekali lagi .

Hati Jongdae sungguh teriris , di peluk nya sayang tubuh rapuh Jongin . membuat anak laki-laki tersebut justru terisak semakin keras dengan terus memanggil 'Appa' dalam tangisan nya . Xiumin tak kuasa menahan tangis saat melihat Jongin dan Jongdae , jika Sehun tidak memegangi nya mungkin Xiumin sudah terjatuh sambil menangis .

.

.

Suara deburan ombak seakan menjadi musik tersendiri untuk Xiumin , disaat Jongdae, Jongin dan Sehun sudah tertidur wanita yang masih terlihat cantik di usia nya ini justru betah berdiri di balkon sambil melihat indah nya pemandangan pantai di malam hari .

"Xiu kau belum tidur ?" Jongdae mendekat , ia sebenarnya berniat untuk membuat coklat panas karena sebenar nya ia tak bisa tidur namun saat melihat Xiumin , Jongdae pun membatalkan niatnya tersebut .

"Xiuu " panggil Jongdae lagi namun Xiumin tetap diam tidak merespon . Akhirnya Jongdae berjalan mendekat ke arah Xiumin .

"Kau menangis ?" Xiumin tersentak saat merasakan seseorang menyentuh pipi nya . Namun kemudian ia tersenyum ketika mengetahui Jongdae lah orang nya . Xiumin tidak tahu namun ia selalu merasa nyaman dan aman jika berada di dekat Jongdae.

"Dae-ah , apakah aku seorang yang sangat egois ?" Tanya Xiumin , Jongdae hanya menaikan halis nya tak mengerti .

"Jongin , setelah bercerai aku membesarkan Jongin seorang diri . Aku tidak pernah melarang seandainya Junmyeon ingin bertemu dengan Jongin atau sebalik nya , Aku pikir selama ini Jongin bahagia , tapi aku salah . " Xiumin menjeda ucapan nya air mata kembali mengalir .

"Jongin membutuhkan ayah nya , Jongin merindukan sosok ayah . Hal yang tidak bisa ku berikan pada nya . Kau tahu sejak bercerai orang tua ku berulang kali menginginkan aku untuk menikah lagi , tapi aku tidak mau . Cukup sudah aku bersama dengan Junmyeon , sukup satu kali aku merasakan perjodohan , dan cukup satu kali aku merasakan perpisahan . Orang tua ku selalu berkata bahwa Jongin membutuhkan figur ayah , tapi dengan egois nya aku mengatakan bahwa Jongin tidak membutuhkan nya karena Jongin memiliki ku " Air mata semakin deras mengalir membuat jejak sungai di pipi mulus Xiumin .

"Aku jahat Jongdae-ah , aku jahat . Hiks "

Jongdae mati-matian menahan air mata nya sendiri , hati nya ikut perih dan serasa di cabik melihat Xiumin dalam kesedihan seperti ini Jongdae membawa Xiumin ke dalam pelukan nya membiarkan wanita itu menumpahkan seluruh kesedihan di dada nya. Perlahan Jongdae melepaskan kan pelukan disaat Xiumin sudah tidak terisak lagi . Jongdae bingung harus bagaimana , kata-kata penghibur yang tadi singgah di otak nya hilang seketika saat mata teduh milik nya bertemu dengan mata indah Xiumin . Tidak ada satu patah kata pun yang berhasil ia keluarkan.

Entah setan apa yang merasuki pikiran nya namun Jongdae kini mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Xiumin , bahkan kedua nya tidak sadar jika kini kedua belah bibir masing- masing telah bertemu dan saling berbagi rasa.

"Jongin-ahh seperti nya kita akan menjadi saudara " ucap Sehun yang mengintip di balik jendela.

"Kau harus memanggilku hyung kalau begitu , bagaimana pun aku lebih tua dari mu Hun-ah " jawab Jongin .

"Ck hanya lebih tua tiga bulan saja kau bangga " cibir Sehun .

"Ssssttt jangan berisik nanti kita ketahuan " Sehun memutar mata ya malas . yang benar saja masa kakak nya adalah makhluk sejenis Jongin .

.

.

.

Tbc

Huwaaaahhhh selesai juga ni chapter .. hihihihihii

Nah loh emang nya Jongin itu mahluk jenis apaan sehun ?

Sayakanoicione : Makasih udah mampir .

Vampire DPS : hahahaha cocok yaaaaaakkk ... Nikah nya kapan yah aku juga nungguin .hihi

Kim hyomi : Noo ! kamu cari suami lain ajja Jongdae udah taken . hihihihihi semangaaaaaatttttttttttttt .. btw ff kamu kapan update ?

Makasih buat yang udah baca

Makasih buat yang udah review

Makasih buat semuaaa nyaaaaaa

Btw malam ini kita semua otw Hongkong ! Siapin kopi , siapin cemilan , kalau perlu bawa lighstik kita ngerusuh di depan tv masing2 ..

Semoga malam ini Exo menang di nominasi nya . Aminnnnnnnnn