Author : chen21ina

Title : Into The New World

Sequel Panggil Aku Ayah

Cast :

Kim Jongdae

Kim sehun

Xiumin

Kim Jongin

Rated :T

Chapter 4 !

Jongin dan Sehun baru saja merebahkan tubuh nya di atas sofa. Perjalanan dari Villa milik keluarga Kim sampai ke apartemen memang cukup untuk membuat badan terasa pegal apalagi jika semalam kau kurang tidur .

"Sehun-ah apa manurut mu Jongdae ajushi akan melamar eomma ku ?" Tanya Jongin pada Sehun yang kini sedang tiduran disamping nya .

"Kurasa iya , sebenarnya sudah ada beberapa wanita yang mencoba mendekati appa namun ia tidak pernah merespon . Appa ku hanya memperlakukan beberapa teman wanita selayak nya teman biasa tidak lebih . "

"Semoga saja mereka bisa bersatu , aku tidak tega juga membiarkan eomma terus sendirian sampai tua nanti "

TING TONG

TING TONG

"Sehun-ah tolong buka pintunya " ujar Jongin , Sehun mendengus namun ia tetap berjalan membukakan pintu .

Ceklek

"Anyeong haseiyo " Sehun tertegun di depan pintu saat melihat tamu yang datang .

"Aku mencari Jongin oppa , apakah ada ?" tanya gadis tersebut Sehun hanya mengangguk lalu mempersilahkan sang tamu untuk masuk ke dalam .

"Siapa yang datang Sehun-ah " Tanya Jongin sambil memejamkan mata nya .

"Oppa " Jongin membuka mata nya seketika saat mendengar suara wanita menyapa indra pendengaran nya .

"Luhan ?"

Luhan menatap Jongin sedikit takut , ia menyimpan kardus yang sedari tadi dibawa nya ke atas meja .

"Oppa mianhae " cicit Luhan .

"Maaf untuk apa Lu , kau tidak memiliki salah pada ku " Jawab Jongin namun Luhan menggeleng keras.

"Salah ku banyak oppa, bahkan tak terhitung ." Ucap Luhan "Karena kehadiran ku , oppa jadi harus berpisah dengan appa . aku sudah melukai mu bahkan sejak aku di lahirkan , dan sekarang karena aku juga oppa jadi terluka seperti ini " lanjut nya .

"Hiks neomu mianhae oppa , jeongmal mianhae " Kini Luhan terisak , Jongin tidak pernah tahu jika adik tiri nya selama ini menyimpan perasaan bersalah. Karena masalah orang tua di masa lalu menyebabkan kedua nya memiliki luka masing-masing .

Jongin menghembuskan nafas nya pelan , lalu laki-laki tersebut tersenyum . Jongin mendekat dan tanpa ragu memeluk Luhan , membuat sang gadis terkejut .

"Sudah jangan menangis, oppa tidak pernah marah apalagi membenci mu Lu . Kau adalah adik ku ! aku tidak peduli dengan bagaimana hubungan antara appa, eomma dan yixing eomma , yang ku pedulikan adalah kau Luhan adik ku . Dan adik dari seorang Kim Jongin itu wanita yang sangat cantik sekali bukan wanita yang suka menangis , jadi berhenti menangis yah ?" Mendengar perkataan Jongin barusan tak ayal membuat hati Luhan hangat , ia bahagia ternyata kakak nya ini tidak menaruh perasaan benci pada Luhan . Dan gadis itu semakin menangis di pelukan Jongin .

Jongin memang selalu berkunjung ke tempat Junmyeon jika liburan panjang , hal itu lah yang membuat nya memiliki hubungan baik dengan Luhan . Namun selama ini hubungan baik keduanya hanya pada tahap saling bertegur sapa . Baik Luhan ataupun Jongin sendiri selalu membatasi diri terutama Luhan , diusia nya ia sudah mengerti bahwa eomma nya Yixing adalah istri kedua sang appa dan Jongin anak dari istri pertama appa nya . Luhan selalu merasa takut jika berdekatan dengan Jongin , sungguh seandai nya saja Luhan tahu lebih awal jika pelukan seorang kakak akan sehangat ini mungkin ia akan memberanikan diri untuk mendekati Jongin sejak dulu.

Sehun tersenyum di tempat nya , tidak ada niatan sedikit pun untuk menganggu pasangan adik dan kakak di hadapan nya sekarang . Sehun sudah cukup lama mengenal Jongin dan ia sangat bahagia melihat kebahagiaan sahabat nya tersebut.

"Oppa Xiu eomma kemana ?" tanya Luhan ketika ia sudah berhenti menangis .

"Eomma pergi ke Jeju untuk perjalanan bisnis jadi aku di rumah dengan Sehun " jawab Jongin , Luhan lalu melihat kearah Sehun tanpa sengaja mata kedua nya bertemu . Luhan buru-buru menunduk ia tidak sadar jika sedari tadi di perhatikan oleh Sehun , laki-laki yang kemarin ikut menolong nya . Jongin sendiri hanya tersenyum geli melihat tingkah adik nya tersebut .

"Lu kau bawa apa ?" Tanya Sehun setelah kediaman nya .

"Oh Astaga ! aku sampai lupa . Aku membawa Cheese cake oppa . Kita makan sama-sama yah " Ucap Luhan dan di hadiahi sorakan dari Jongin .

"Ahhhh kau tahu saja jika aku kelaparan , ayo Lu cepat potong kue nya " Kini gantian Luhan yang terkikik geli melihat tingkah sang oppa .

.

.

Yifan menggelengkan kepala nya , ia tidak habis pikir apa yang sudah terjadi pada sepupu sekaligus bos nya ini . Sejak di dalam pesawat , lalu naik mobil dan sekarang sampai di Villa Xiumin terus saja tertidur . Bahkan kini wanita beranak satu itu tidur dengan tidak elit nya di atas sofa .

"Ck Xiumin ! bangun . Kau ini sedari tadi tidur saja " Yifan menggeram kesal di hadapan Xiumin .

"Gege ~ aku mengantuk " Ucap Xiumin setengah sadar .

"Setidak nya jika kau ingin tidur pergi ke kamar Xiu , bukan di sofa . " Yifan masih mencoba sabar .

"Gendong " Rasanya ingin sekali Yifan menggendong Xiumin lalu membuang nya kelaut , apakah Xiumin lupa jika ia sudah memiliki anak berusia tujuh belas tahun . Tapi kenapa kelakuan nya masih seperti anak kecil , ingatkan Yifan untuk tidak membenturkan kepala Xiumin nanti.

"Aku juga akan beristirahat , permisi " Jongdae berjalan terlebih dulu menuju salah satu kamar yang tersedia disana .

"Dia kenapa , wajah nya seram sekali " Tanya Yifan pada Chanyeol yang juga ikut bersama Jongdae. Namun laki-laki tersebut hanya menggeleng tidak tahu .

Flashback

Jongdae melepaskan pagutan nya , saat merasakan Xiumin menepuk pelan dada nya . Mata mereka saling bertemu namun Xiumin segera menundukan wajah nya tidak berani menatap Jongdae , sedangkan laki-laki tersebut tersenyum ketika melihat rona merah di pipi Xiumin .

"Sebaik nya kau masuk kedalam Xiu , disini dingin ." Ucap Jongdae , Xiumin hanya mengangguk lalu dengan tergesa wanita itu berjalan menuju kamarnya . karena merasa malu Xiumin sampai tidak sadar jika ia menabrak meja kecil di dekat jendela .

"Ssshh Awww " Jongdae yang mendengarkan suara rintihan Xiumin segera berlari menghampiri nya,namun bukan nya langsung menolong, Xiumin justru dibuat kesal karena Jongdae malah menertawakan nya . Tapi tak lama laki-laki itu berjongkok untuk melihat kondisi Xiumin.

"Bisa jalan ?" tanya nya .

"Bisa ! " Jawab Xiumin kesal , lalu ia segera berdiri .

"Aw aw aw "

Jongdae terkekeh lagi saat melihat Xiumin yang kesakitan saat berjalan.

"Ya Tuhan !" Xiumin berteriak saat Jongdae tanpa permisi menggendong nya , lalu membawa Xiumin kedalam kamar .

"Sehun-ah apa yang di lakukan appa mu ?" Tanya Jongin panik .

"Mana ku tahu , itu bukan urusan ku . " ujar Sehun lalu berjalan meninggalkan Jongin yang masih bersembunyi .

"Lindungi eoma ku Tuhan ."

Jongdae mendudukan Xiumin perlahan , ia juga memijit pelan kaki Xiumin . Untung tidak parah jadi Jongdae tidak perlu mendadak memanggil dokter di tengah malam . Mereka kini duduk berdampingan , hawa canggung terasa sangat mengganggu hingga akhirnya Jongdae pun berdiri berniat untuk kembali ke kamar nya .

"Gomawo " ucap Xiumin.

Jongdae berbalik menatap Xiumin , wanita itu kini tidak menunduk lagi . Ia justru tersenyum sangat menawan membuat Jongdae kehabisan kata-kata .

Hingga setelah Jongdae keluar dari kamar pun , Xiumin masih tetap tidak bisa menahan senyum nya . Ada perasaan menggelitik setiap kali melihat wajah hangat Jongdae dan Xiumin akan merona parah jika mengingat kejadian di balkon tadi .

"Oh Tuhan selamat kan jantung ku , kenapa ia tidak mau berdetak normal . " ucap Xiumin.

Sebagai seorang asisten , Yifan patut di acungi jempol karena memiliki kesabaran di atas rata-rata. Alasan mengapa ia berada disini dengan Xiumin adalah untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh OhHan Company , OhHan adalah sebuah perusahaan properti yang cukup terkenal dan tentu saja SnowBliz Group mau pun Kim Corp mendapatkan undangan pesta juga . dan di karenakan besok pagi mereka harus melakukan survey untuk proyek pembuatan taman bermain akhirnya Yifan dan Chanyeol memutuskan untuk pergi bersama.

Namun dua jam menuju acara Xiumin masih saja tertidur.

"Xiu bangun !"

"Hmmmm " Ini sudah yang ketiga kali Yifan mencoba membangunkan Xiumin namun wanita itu terus saja melanjutkan acara tidur nya .

"Baiklah jika kau masih tidak mau bangun , maka aku benar-benar akan membuatmu tidak bisa tidur " ancaman itu seakan menjadi angin lalu , Yifan menarik nafas sejenak lalu mulai menggendong tubuh mungil Xiumin . Ia tersenyum saat sudah sampai di tempat tujuan dan dengan sangat berperikemanusiaan Yifan menjatuhkan Xiumin pada bathup yang berisi penuh air dingin .

"Astaga Yifan !" Xiumin berteriak .

"Waktunya bangun dan mandi tuan putri " Tak sampai disitu kini Yifan mengguyurkan air dari shower tepat diatas kepala Xiumin .

"Astaga aku tidak tahu jika Xiumin-ssi sangat suka tidur , dan lagi Yifan-ssi yang juga sangat sabar ternyata " ujar Chanyeol , sedangkan Jongdae mencoba tidak peduli . Ia selalu merasa kesal sendiri jika melihat kedekatan antara Xiumin dan juga Yifan .

Lima belas menit waktu yang dibutuhkan Xiumin untuk mandi yang sebenarnya , ia lalu keluar kamar dan menatap Yifan sebal .

"Setelah ini aku akan mengantar mu ke salon , orang-orang disana akan membantu mu berdandan " Ujar Yifan .

"Kau menyebalkan " Namun Yifan hanya menggedikan bahu nya acuh .

Entah Xiumin harus bersyukur atau bersedih karena Hanggeng memilih Yifan sebagai asisten nya. Yifan ini pribadi yang perfeksionis semua pekerjaan yang dilakukan nya akan berakhir sempurna dan mengundang decakan kagum dari siapa pun yang melihat hasil pekerjaan Yifan . Termasuk Jongdae dan Chanyeol , kini ketiga nya sedang menjemput Xiumi di sebuah salon . Mulai dari pakaian , sepatu hingga aksesoris Yifan yang memilih . gaun panjang berwarna merah yang menutupi bagian depan tubuh Xiumin namun mengekpos punggung mulus nya , sepatu high hills sepuluh centimeter berwarna silver dengan tas tangan dirasa cukup. Untuk urusan makeup sepenuh nya ia serahkan kepada petugas salon dan hasilnya pun tidak mengecewakan , Xiumin bagai seorang putri malam ini .

"Sempurna, terima kasih atas bantuan kalian semua " Ucap Yifan sopan pada petugas salon .

Mereka pergi ke acara OhHan Company menggunakan satu mobil yang sama , Yifan yang menyetir dan disamping nya ada Chanyeol yang terlihat sedang sibuk sendiri dengan gadget di tangan nya .

Sedangkan Jongdae hanya diam , namun sesekali ia melirik kearah Xiumin .

"Kuatkan aku Tuhan " Batin Jongdae setiap kali ia tidak sengaja menatap Xiumin.

"Oh halllooo sayangggg !" ucap Xiumin heboh saat ponsel nya bergetar dan wajah Jongin langsung memenuhi layar ketika sambungan video call telah terhubung .

"Astaga eomma kau cantik sekali " itu adalah suara Sehun , anak laki-laki itu terkagum sendiri melihat wajah Xiumin .

"Aku memang cantik Hun-ah " mendengar nama anak nya disebut membuat Jongdae mengalihkan perhatian nya pada Xiumin .

"Apakah itu appa ?" Sehun bertanya lagi dan Xiumin kini mengarahkan ponselnya pada Jongdae .

"Kalian mau kemana ? Apa perjalanan bisnis hanya alasan saja agar kami tidak ikut tapi sebenarnya kalian sedang berkencan kan ?" Jongin langsung berteriak heboh .

"Apakah wajah ku masih terlihat seperti anak sekolahan yang masih terlihat cocok untuk pergi berkencan ? " tanya Xiumin membuat Jongdae , Yifan bahkan Chanyeol memutar mata mereka malas .

"Oh tunggu itu Luhan kan ?" Luhan yang merasa nama nya disebut pun kini ikut muncul di layar .

"Xiu eomma anyeong " sapa Luhan .

"Apa kau sedang menjenguk Jongin ?" tanya Xiumin dan Luhan mengangguk ,

"Hei Kim Jongin , kau jaga Luhan awas kalau sampai adik mu itu terluka " Xiumin berujar galak namun malah terlihat imut . dan Luhan sukses dibuat tertawa oleh tingkah Xiumin .

"Aaahh Lu kau ini sangat cantik , andai saja aku memiliki anak perempuan " Ucap Xiumin tanpa sadar .

"Maka nya menikah , kau tidak bosan hanya hidup berdua dengan Jongin saja " Yifan kini ikut berbicara .

"Jongin, Luhan , Sehun nanti eomma menelfon kalian lagi yah . Disini tidak nyaman untuk berbicara " Setelah itu Xiumin menutup video call nya .

"Aku serius dengan perkataan ku barusan , menikah lah " Yifan mengulang lagi ucapan nya .

" Kau berisik " ucap Xiumin .

"Setidak nya kau terlihat sangat cantik malam ini , semoga saja ada salah satu dari kolega kita yang terpesona dengan mu lalu menjadikan mu istri nya ." Jongdae melebarkan mata nya saat mendengar penuturan Yifan , diam-diam Jongdae mengepalkan tangan nya menahan kesal .

.

.

Pesta sudah di mulai sejak tiga puluh menit yang lalu , kehadiran Xiumin kali ini benar-benar menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak sosok nya yang selama ini tersembunyi kini terlihat , tidak banyak berita yang beredar mengenai Xiumin . Hanya tentang ia yang menikah di usia muda lalu bercerai,dulu memang Xiumin sering tampil ke berbagai acara perusahaan mendampingi Junmyeon namun sejak resmi menjadi single parent Xiumin benar-benar tak pernah lagi terlihat . Bisa di katakan Xiumin adalah janda paling di cari dan diminati seantero Cina , mengingat perusahaan Snowbliz Group sangat terkenal di negeri Tirai Bambu tersebut .

Xiumin berdiri resah di tempat nya , Yifan kini sedang bersama rekan bisnis perusahaan nya dan meninggalkan Xiumin sendirian . Ia pun tidak melihat Chanyeol apalagi Jongdae . Padahal Xiumin sengaja berdiri di pojok agar kehadiran nya tak di hiraukan namun sekali lagi siapa yang bisa menolak pesona seorang Xiumin , bahkan jika ia bersembunyi di lubang semut sekali pun para laki-laki dewasa akan tetap menemukan nya.

"Xiumin ?" Xiumin menoleh saat mendengar seseorang memanggil nama nya , rasa nya ia pernah bertemu dengan pria ini . Tapi dimana ?

"Aku Changmin , Shim Changmin . kau ingat ?" Xiumin mencoba mengingat lalu tersenyum saat ingatan nya menemukan nama Changmin .

"Anda dari TVXQ corp ?"

"Syukurlah kau mengingat ku "

Changmin banyak bercerita tentang perusahaan yang sayang nya tidak begitu Xiumin perhatikan , ia semakin tidak nyaman kala Changmin mulai membicarakan kehidupan pribadi nya.

Xiumin berjengkit kaget saat Changmin dengan sengaja melingkarkan lengan nya di pinggang Xiumin . Sabarkan hati Xiumin jangan sampai ia menghajar pria ini dan membuat suasana kacau .

SRET

"Maafkan aku " Xiumin tersentak saat merasakan basah pada gaun yang ia kenakan , namun bukan nya marah Xiumin justru tersenyum kepada orang yang menumpahkan minuman di atas gaun mahal nya .

"Tuan Kim jongdae seharus nya anda lebih berhati-hati " Changmin berujar .

"kalau begitu mari saya antar untuk membersihkan gaun anda " Ucap Jongdae tanpa melihat kearah Changmin.

"Tidak perlu , biar aku saja yang membantu Xiumin " jawab Changmin.

"Tidak apa-apa Changmin-ssi , biar tuan Kim saja yang mengantar ku . Kami permisi " Ujar Xiumin cepat , lalu ia segera berlalu dari hadapan Changmin .

Xiumin tidak berjalan kearah toilet , ia justru menarik Jongdae menuju tempat parkir .

"Bawa aku pergi dari sini " Jongdae menaikan sebelah halis nya .

"Kunci mobil ada di tangan ku " lanjut Xiumin dan Jongdae tersenyum lebar .

"Kau tahu hotel di dekat sini tidak ?" tanya Xiumin.

"memangnya kenapa ?"

"Aku tidak mau pulang ke rumah , aku sungguh tidak ingin melihat wajah Yifan " Jongdae hanya menganggguk paham.

"Aku sungguh bisa gila jika terlalu lama ada disana " ucap Xiumin.

"Kau kemana saja Dae-ah ? tidak tahu kah bahwa aku mencari mu ? Aku sangat benci pergi keacara seperti ini , semua nya berakting menjadi orang baik-baik hanya demi mendapatkan kolega baru .Dan ya tuhan untung saja tadi aku tidak sampai menghajar Changmin dengan sepatu ku . Dia sangat kurang ajar . Ohhh dan kau harus mengingat kan ku untuk membunuh pria bernama Wu Yifan besok " Ucap Xiumin menggebu-gebu .

"Sudah sampai "

"Ehhh ?" Xiumin terdiam di tempat nya , kini mereka sedang berada di depan sebuah rumah besar bukan hotel . Rumah siapa ini ?

"Ini rumah ku jika kau ingin tau " kata Jongdae "Aku tidak mungkin membawa mu ke hotel , bisa langsung tersebar gosip yang buruk nantinya " lanjut Jongdae .

Xiumin menatap kagum pada setiap detail arsitek rumah milik Jongdae ini , siapa pun yang membuat nya pastilah seseorang yang memiliki jiwa seni tinggi .

Xiumin mendudukan dirinya pada sofa panjang di ruang tengah , mata nya langsung menatap foto Jongdae dengan seorang anak laki-laki yang ia yakini adalah Sehun juga seorang waanita cantik berdiri di samping Jongdae.

"Dia Minseok ?" Jongdae mengikuti arah pandang Xiumin lalu mengangguk .

"Astaga dia cantik sekali , pantas saja Sehun sangat tampan " Puji Xiumin.

"Dia memang cantik dan hati nya begitu lembut . Aku mencintai nya , sangat " Tatapan Xiumin berubah sendu , beruntung sekali Minseok ini dapat di cintai oleh lelaki seperti Jongdae . Seandai nya saja ia masih hidup pasti mereka akan menjadi keluarga yang paling berbahagia.

Xiumin berjalan menuju tepi jendela , ia dapat melihat dengan sangat jelas pemandangan laut dari sini .

"Xiu pakailah kamar yang disana , kau butuh istirahat . " Ujar Jongdae sambil menunjuk ke salah satu kamar . Xiumin menurut wanita itu entah mengapa menjadi diam , padahal tadi saat di mobil ia tidak berhenti bicara.

Xiumin terdiam , pikiran nya melayang kemana – mana . Ia hanya menerawang selama ini satu-satu nya lelaki yang pernah dekat nya hanyalah Junmyeon itu pun karena perjodohan , selepas nya ia hanya fokus pada Jongin sang buah hati . Tidak pernah sedikit pun terlintas di kepala nya untuk mencari pasangan baru hingga ia bertemu dengan Jongdae , laki-laki yang dengan tanpa sengaja telah mengisi ruang kosong di hatinya . Kaki nya kembali ia langkahkan menuju balkon , udara malam langsung menusuk setiap pori-pori kulit nya namun itu tak membuat Xiumin lantas kembali masuk ke dalam kamar .

Xiumin tersentak saat merasakan sepasang lengan melingkari perut nya , bahkan kini bagian punggung nya bersentuhan dengan tubuh seseorang .

"Apa kau tidak merasa dingin ? " Tanya Jongdae , Xiumin mengulum senyum nya saat mendengar suara pria tersebut .

Rambut Xiumin yang di ikat keatas memperlihat kan leher jenjang nya , Jongdae harus berkali-kali menahan nafas . untuk menenangkan diri .

"Xiu aku ingin mengatakan sesuatu pada mu , tapi kau janji jangan menyela kata-kata ku , mengerti ." Xiumin mengangguk , ia dapat merasakan debaran jantung Jongdae karena posisi nya yang sedang di peluk oleh laki-laki tersebut.

"Menikahlah dengan ku ." Xiumin terkejut , namun sesuai perjanjian ia tetap diam. Karena ia yakin Jongdae akan mengatakan hal lain nya .

"Aku bukan seorang yang romantis, jadi kumohon kau jangan mengharapkan sebuah makan malam di penuhi alunan musik atau bunga . Aku bukan tipe pria seperti itu." Xiumin tertawa pelan membenarkan setiap kata-kata Jongdae

" Awalnya aku tidak merasakan apa pun saat bersama mu , namun sejak Sehun memanggil mu eomma aku merasakan sesuatu yang berbeda . Aku selalu merasa nyaman saat di dekat mu entah lah aku sendiri tidak mengerti ada apa dengan diri ku . Dan puncak nya adalah tadi , saat Yifan mengatakan bahwa semoga di pesta kau akan mendapatkan pasangan, entah kenapa aku tidak melihat kau di dekati Changmin , hati ku terasa terbakar . Bayang-bayang bahwa dirimu akan menikah dengan lelaki lain langsung menghantui ku . Aku takut kehilangan mu"

Jongdae menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan membuat Xiumin merasa tergelitik karena hembusan nafas Jongdae mengenai telinga nya .

"Ku mohon izinkan aku menjadi teman hidup mu , menjadi appa untuk Jongin dan menjadikan mu eomma yang sebenarnya untuk Sehun ." Xiumin melepaskan lengan Jongdae dari tubuh nya , ia berbalik namun ternyata Jongdae justru menunduk .

"Tatap mata ku " Xiumin berujar tegas , membuat Jongdae langsung menatap mata nya.

"Minseok ?" tanya Xiumin dan Jongdae langsung mengerti .

"Aku mencintai Minseok , dia adalah ibu dari Sehun sampai kapan pun dia akan memiliki ruang tersendiri di hati ku . Namun Minseok telah tiada , ia sudah bahagia di surga sana . Minseok adalah kenangan ku dan kau adalah masa depan ku " Xiumin merasa terharu sendiri mendengar ucapan Jongdae tadi.

"Kenapa lama sekali ?" Jongdae mengerjapkan mata nya , tidak mengerti dengan maksud kata Xiumin .

"Kenapa kau membuat ku menunggu sangat lama , untuk mendengar semua ucapan mu tadi " Jongdae kini tidak dapat menahan keterkejutan nya. Namun Xiumin justru terkikik geli melihat ekspresi Jongdae .

"Kau terlihat seperti anak sekolahan yang sedang menyatakan perasaan pada kakak kelas nya , tidak ada kah yang lebih dewasa ?" goda Xiumin .

"Yaaaakkk !" Xiumin berteriak saat lagi-lagi Jongdae menggendong nya tanpa permisi . laki-laki itu menjatuhkan tubuh Xiumin ke atas ranjang, mata mereka saling bertemu dan Xiumin berani bersumpah ia ketakutan setengah mati saat melihat smirk di wajah tampan Jongdae .

"Aku akan menunjukan seberapa dewasa nya seorang Kim Jongdae , tapi tidak sekarang . Tunggu saat kau resmi menjadi nyonya Kim dan kupastikan itu tidak akan lama lagi . " Xiumin masih tidak berkedip , otak nya pun memproses lama segala kata-kata yang Jongdae ucapkan . Bahkan ketika Jongdae mencium kening nya penuh rasa sayang Xiumin masih tidak bereaksi .

"Sekarang ganti lah pakaian mu , pakai dulu piyama milik ku untuk sementara . Disini aku tidak mempunyai pakaian wanita . Kau tahu pakaian mu itu membuat ku kesulitan bernafas " Setelah nya Jongdae bangkit lalu menutup pintu .

"Ya tuhan jantung ku " Ucap Xiumin " Oh ya ampun " kini Xiumin justru berguling kesana kemari meluapkan kebahagiaan nya .

Sedangkan di luar sana Jongdae pun tidak berhenti tersenyum , tangan nya terus saja memegangi bagian dada milik nya seakan-akan jika tidak di pegangi maka jantung nya akan terjatuh begitu saja .

.

.

Jongin dan Sehun menatap curiga pada kedua orang tua mereka , bagaimana tidak sejak Jongdae dan Xiumin sampai di apartemen sejak satu jam yang lalu senyum tidak pernah luntur dari wajah kedua nya .

"Kalian tetap tidak mau jujur ? " Jongin melipat kedua tangan nya di depan dada. "Sebenarnya ada apa ?" tanya nya lagi .

"Astaga sayang tidak terjadi apa pun " Xiumin mulai kesal sendiri .

"Eomma , jujurlah apakah appa ku melukai mu ?" Jongdae nampak terkejut dengan pertanyaan putra nya , apakah ia terlihat seperti seorang penjahat yang akan melukai Xiumin ? yang malam tadi telah menerima lamaran nya ?

"Sayang dengarkan eomma yah " Xiumin berkata lembut lalu menatap kedua anak laki-laki di hadapan nya .

"Appa kalian tidak menyakiti eomma , justru dia menjaga eomma selama kami di Jeju ."

"Benarkah ajushi ?" tanya Jongin memastikan .

"Jika aku menyakiti eomma mu apakah wajah eomma kalian akan tersenyum seperti itu ?" tanya Jongdae balik sambil menunjuk wajah Xiumin .

"Dan Jongin , belajarlah memanggil ku appa " lanjut nya .

"APA KATA MU ?" Xiumin , Jongdae, Sehun dan Jongin menoleh kearah sumber suara.

"Halmoniiiii harabojiiiii " Jongin segera bangkit untuk menyambut kakek dan nenek nya .

"Heii tuan apa yang tadi kau katakan ?" Heechul eomma dari Xiumin langsung berdiri di hadapan Jongdae .

"Anyeong haseiyo Kim Jongdae imnida " sapa Jongdae sopan .

"Aku tidak bertanya nama mu , aku bertanya tentang apa yang kau katakan tadi ?" Heechul menatap Jongdae tajam .

"Aku meminta Jongin untuk belajar memanggilku dengan sebutan appa , karena aku ingin menjadikan Xiumin sebagai istri ku " Ucap Jongdae penuh ketegasan .

"Tidak semudah itu untuk mempersunting putri ku " ujar Heechul tak kalah tegas .

"Aku akan melakukan apa pun syarat yang anda berikan "

"Waaaahh kau berani sekali menantang ku ?" Bukan nya takut namun Jongdae malah tersenyum .

"Saya tidak menantang anda, saya hanya ingin membuktikan bahwa saya pantas menjadi suami Xiumin dan ayah untuk Jongin " Heechul di buat ternganga oleh jawaban tegas Jongdae begitu pun dengan Jongin dan juga Sehun .

"Baiklah , kalau begitu kemasi barang-barang mu " Jongdae menaikan sebelah halis nya "Akhir pekan nanti aku menunggu kalian berempat di rumah ku " ucap Heechul .

.

.

.

Tbc

Maafkan saya kalau di chap ini aneh, ngebingungin, musingin , atau mungkin para reader-nim sekalian mau seret saya ke hongkong untuk meluapkan kekesalan nya ?

Otak lagi ga konsen , otak lagi terkontaminasi MAMA hehehhhe .

Kai Sehun spesial stage lighsiber ... ddaebakkk dan di cerita ini kan Sekai jadi sahabatan ! ko cocok yah .

Pas rap drop that Sehun sama Xiumin .. cocok lagii ...

Dan pas part nyaa Jongdae ! bang plis lah niat banget bikin aku jantungan . hohohoho maafkan aku yang super rempong ini .

SELAMAT UNTUK EXO DAN EXO-L ATAS KEMENANGAN 4 TROPHI NYA

Untuk our Leader Suho terima kasih karena kau telah menjaga kami , beban yang kau tanggung sangatlah berat dan kami tahu itu. Maafkan kami yang telah membuat beban di pundak mu bertambah , tapi sungguh kami mencintai mu . kami beruntung memiliki leader seperti mu , saranghaeyo .

Lay oppa ~ entah lah aku tidak bisa berkata-kata , saat berita masih simpang siur mengenai kehadiran mu di MAMA dalam hati aku berdoa . Dimana pun berada kesehatan selalu menyertaimu , ku mematahkan segala spekulasi buruk saat kau datang bersama member lain . kau menghilangkan ke khawatiran kami saat kau tampil penuh senyum dan keceriaan . Love u oppa .

Xiumin oppa – oh yaampun bagaimana kau bisa begitu imut di usiamu kini ? gomawo karena selalu berdiri tegak untuk exo , untuk kami exol . terima kasih . Senyuman mu selalu membuat segala nya lebih baik .

Baekhyun – Aku selalu bertanya apa yang kau makan setiap hari nya ? bagaimana cara nya kau selalu bisa tampil ceria namun penuh pesona . kami tidak pernah bisa untuk tidak tersenyum saat melihat mu . kau selalu bisa menghibur kami dengan cara mu . I love u .

Chanyeol – kau sungguh luar biasa , kami tahu jadwalmu sedang sangat padat tapi kau tetap tampil luar biasa . Saat melihat preview mu di airport jujur aku merasa sedih kau terlihat begitu lelah , namun saat kau tampil tak ada raut lelah . kau tetap menjadi happy virus . sumber kebahagiaan kami .

Kyungsoo :Selain Chanyeol dan juga Lay oppa kau pun member dengan jadwal terpadat , kau sibuk dengan segala kegiatan syutingmu . Berbagai peran telah kau mainkan dengan sempurna , namun kau tidak pernah melupakan peran mu sebagai seorang d.o kyungsoo . Vocalis kami yang sangat kami cintai.

Kai – Aku selalu terpesona oleh mu , kau selama tiga tahun berturut-turut selalu menjadi bintang dalam spesial stage . tentu kau masih ingat bagaimana memukau nya dirimu saat di panggung mama2013 bersama Luhan . Bagaimana bersinarnya dirimu saat deep breath di MAMA2014 dan semalam kau kembali membuat ku terpesona . kau adalah visual terbaik . kami mencintai mu.

Sehun – kau tumbuh begitu cepat , semua orang tentu akan terpesona melihat ketampanan mu . Namun dibalik itu semua kau menyimpan kelembutan dan kehangatan untuk kami exo-l . jeongmal saranghe .

And the Last my lovely Kim Jongdae .. kau tau aku sangat bangga pada mu , hanya dengan melihat senyum mu sudah mampu membuat ku bahagia , kau sumber motivasi ku , sumber semangat ku . kau berhasil membuat kami bangga memiliki lead vocal sehebat dirimu . terus bersinar dan kami tidak akan membiarkan cahaya mu redup . kami akan terus berada di belakang mu .

EXO-L EXO SARANGHAJAAA !

Untuk yang review sudah saya balas di PM yah ^^ gomawo semua nyaaaa .

See you in next chap