Author : chen21ina
Title : Into The New World
Sequel Panggil Aku Ayah
Cast :
Kim Jongdae
Kim sehun
Xiumin
Kim Jongin
Rated :T
Chapter 5 !
"Wooaaaahhhhh "
Jongin memutar mata nya malas , sedari tadi Sehun terus saja berdecak kagum membuat telinga bosan mendengar suara laki-laki berkulit pucat yang kini duduk di samping nya.
Saat ini Jongdae,Xiumin,Jongin dan juga Sehun sedang dalam perjalanan menuju rumah Heechul . Jangan bayang kan jika rumah Heechul berada di kawasan elit dengan bangunan tinggi menjulang di sekitar nya karena kekayaan yang Hanggeng miliki , tidak Heechul bukanlah wanita seperti itu . Rumah Heechul berada di tengah pegunungan , jauh dari hiruk pikuk kota besar . tidak ada gedung pencakar langit , tidak ada suara bising kendaraan dan tidak ada polusi yang merusak pemandangan . Disini semua nya masih bersih , Heechul yang berasal dari keluarga petani sangat menjunjung tinggi keindahan alam . Tidak seperti para istri pengusaha besar lain nya yang gemar menghabiskan uang , berkumpul bersama wanita sosialita Heechul justru memilih untuk menghabiskan masa tua nya dengan berkebun dan bercocok tanam . Kurasa sudah dapat di tebak bukan dari mana kebiasaan mengkonsumsi sayur yang dimiliki Xiumin berasal. Hal itulah yang membuat Hanggeng sangat mencintai Heechul , wanita ini berbeda dari kebanyakan wanita lain nya . Ia tidak gila harta dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati sesukses apa pun dirinya.
Sehun yang selama ini di besarkan dalam kemewahan keluarga Kim tentu tidak pernah membayangkan jika di dunia ini masih terdapat tempat seindah dan seasri ini .
Setelah melewati jalan menanjak yang cukup jauh , kini mobil yang mereka tumpangi telah sampai di depan sebuah gerbang kayu . Xiumin berbicara pada salah satu penjaga disana lalu kemudian ajushi tersebut menunduk sopan dan segera membuka kan pintu . Disana terlihat sebuah rumah dua lantai , tidak terlalu besar namun terasa sangat nyaman .
"Eomma apakah itu adalah rumah halmoni ?" tanya Sehun . Anak itu benar-benar sudah menganggap Xiumin adalah ibunya terbukti dengan panggilan 'Halmoni' yang ia sebut untuk Heechul .
Heechul sudah berdiri di depan pintu saat mendengar suara mobil yang memasuki pekarangan rumah nya . Senyum nya merekah saat Jongin segera berlari untuk memeluk nya.
"Halmoniiiiiii "
"Ya Tuhan cucu ku sudah besar ternyata "
Di belakang sana , Jongdae Sehun dan juga Xiumin masih sibuk mengambil tas tas yang mereka bawa .
"Anak muda apa yang sedang kau lakukan ?" Semua melirik bingung , Heechul ini sedang bertanya pada siapa ?
"Kau , anak laki-laki yang seumuran Jongin " Tunjuk nya pada Sehun .
"Turunkan tas mu ! " Sehun terdiam di tempat nya apakah nenek nya Jongin ini melarang nya untuk berada disini ?
Heechul berjalan mendekati Sehun , wanita paruh baya tersebut kemudian mengambil tas yang ada di tangan Sehun dan memberikan nya pada Jongdae.
"Seharus nya kau membantu anak mu membawa barang , bukan membiarkan nya mengangkut tas sebesar ini " ujar Heechul pada Jongdae .
"Nah anak tampan ayo , halmoni akan mengajak mu berkeliling " Setelah itu Heechul langsung melesat sambil mengandeng tangan Jongin dan juga Sehun .
"Kurasa eomma mu sangat menyukai Sehun tapi tidak dengan ku " Xiumin menepuk pelan pundak Jongdae setelah mendengar keluhan nya .
"Eomma selalu memiliki cara tersendiri , tapi percayalah eomma ku menaruh harapan besar pada mu Dae-ah " mata mereka saling bertemu dan kedua nya pun tersenyum .
"Yaaakkk kau ! jangan dekat-dekat dengan putri ku !" Heechul berteriak dari kejauhan membuat Jongdae mendengus , sepertinya kali ini akan sulit .
"Appa fightingg " Jongdae mengerjapkan mata nya saat mendengar panggilan Xiumin tadi .
"Apa pun akan ku lakukan untuk mendapatkan restu orang tua mu Xiu , aku janji " Ucap Jongdae penuh keseriusan yang mau tak mau membuat Xiumin tersenyum bahagia .
"Xiuuumiiinnnnn !"
"Neee eommmmaaaaa " Xiumin segera berlari menuju sang eomma dan Jongdae hanya dapat tersenyum melihat tingkah nya .
.
.
Jongdae merasa ingin di kubur hidup-hidup sekarang juga , aura mengintimidasi sebagai seorang pebisnis yang cukup di pertimbangkan di Korea hilang seketika . Jika biasa nya ia akan mengeluarkan tatapan tajam untuk menjatuhkan saingan nya kali ini ia tidak bisa . Pendidikan tinggi , pengalaman bertahun-tahun mengurus perusahaan tidak membantu sedikit pun .
"Ya ampun appa eomma jika tatapan bisa membunuh seseorang , aku yakin sekali saat ini Jongdae sudah tinggal nama . Berhentilah menatap nya begitu " Xiumin berujar kesal , sejak Jongdae mengutarakan niat nya untuk menikahi Xiumin pada Hanggeng dan Heechul mereka langsung menatap Jongdae tajam , bahkan tidak ada satu patah kata pun yang keluar membuat jantung Jongdae berdetak tidak normal , ia seperti sedang menunggu keputusan antara hidup dan mati .
"Kim Jongdae , kau serius ingin menikahi putri ku ?" tanya Heechul .
"Iya ahjuma " Jongdae menatap langsung ke mata Heechul .
"Baiklah kalau begitu , ikutlah dengan ku " Heechul segera bangkit dan Jongdae mengikuti nya dari belakang .
Jongdae terus berjalan mengikuti Heechul , hingga akhirnya wanita tersebut berhenti disebuah kebun . Dalam hati Jongdae sangat mengagumi tempat yang kini ia datangi berbagai macam jenis pohon ada bahkan ada pohon mangga, pisang dan juga jeruk . Heechul masih terus berjalan kini mereka memasuki area yang lebih kecil , buah strawbery membentang sepanjang mata memandang.
"Xiumin sangat menyukai strawbery jadi aku sengaja membuat kan kebun ini khusus untuk nya "Ujar Heechul " Saat masih muda keluarga ku sempat mengalami masa sulit sehingga kami bertahan hidup dengan cara bertani juga berkebun . Aku tahu kau memiliki pengaruh besar dalam perusahaan tapi tidak selama nya perusahaan akan berjaya , jika suatu ketika perusahaan mu tiba-tiba jatuh dan kau tidak memiliki apa pun . Bagaimana cara mu menghidupi putri ku juga Jongin dan Sehun ?" Jongdae tersenyum mendengar pertanyaan Heechul tersebut .
"Dengan segala cara , bahkan jika perlu saya akan mencontoh hal yang anda lakukan . Berkebun , pekerjaan apa pun akan saya jalani agar keluarga saya tetap terpenuhi kebutuhan nya"
"Apa pun ?" tanya Heechul memastikan dan Jongdae mengangguk mantap .
Lalu disinilah ia sekarang , berjongkok dibawah sinar matahari yang mulai terik memetik satu persatu buah strawbery. Sudah 3 keranjang yang dapat ia kumpulkan , Heechul hanya melihat nya dalam diam . Sebenarnya ia merasa sedikit tidak enak, Heechul tahu dengan jelas siapa Kim Jongdae dan bagaimana Kim Corp di bawah kekuasaan nya . Bagaimana mungkin seorang direktur perusahaan besar ada di kebun dan memetik strawbery , jika rekan bisnis nya melihat ini mungkin Jongdae akan langsung menjadi bahan pembicaraan.
"Kurasa 3 keranjang sudah cukup " Jongdae menatap kearah heechul , lalu ia segera berdiri . Jongdae mengelap keringat yang bercucuran di dahi nya namun itu justru membuat nya nampak lebih berantakan karena tangan Jongdae yang masih kotor oleh tanah .
"Aku ingin buah mangga apa kau bisa ambilkan ?" Jongdae mengangguk lagi lalu ia berjalan menuju pohon mangga .Jongdae melirik sekitar mencari tangga atau mungkin galah untuk memetik buah tersebut .
"Kau harus memanjat karena kami tidak memiliki tangga atau semacam nya " kata Heechul , Jongdae sempat terkejut namun ia dapat segera menetralkan keterkejutan nya . Ia segera berpikir bagaimana cara nya untuk sampai ke atas . Seumur –umur belum pernah Jongdae memanjat pohon , ia berasal dari kalangan berada jadi mana pernah ia memanjat-manjat pohon .
"Tidak bisa yah ? kau sama saja dengan kebanyakan laki-laki kaya diluar sana , hanya mengandalkan uang untuk mendapatkan sesuatu . Bagaimana aku akan mempercayakan putri ku pada mu jika hal rendah seperti ini pun kau tak sangggup ."
Jongdae menarik nafas nya satu kali , kenapa eomma nya Xiumin ini begitu menyebalkan .
"Ayo kita kembali saja ke rumah , maafkan aku yang sudah membuat mu sampai berkotor ria seperti ini . Aku hanya tidak ingin putriku mendapatkan pendamping yang salah lagi seperti Junmyeon " Lalu Heechul berjalan begitu saja namun baru tiga langkah berjalan Heechul terdiam saat suara Jongdae dengan tegas menyapa indra pendengaran nya .
"Ahjuma saya Kim Jongdae dan bukan Kim Junmyeon , kami berbeda"
Heechul berbalik namun ia tidak menemukan sosok Jongdae disana , wanita paruh baya itu tersenyum saat melihat Jongdae sudah ada di atas pohon .
"Oh Yaammpunn !" Heechul berteriak saat Jongdae tiba-tiba saja jatuh karena salah mengambil pijakan .
"Kan sudah ku katakan untuk kita pulang saja , kenapa kau masih bersikeras untuk memanjat " Heechul segera menghampiri Jongdae untuk menolong nya .
"Pohon ini sama seperti rumah tangga , bagi saya yang belum pernah memanjat apa bedanya dengan saya yang belum pernah berumah tangga dengan Xiumin . Namun jika saya tidak mencoba untuk memanjat saya tidak akan tahu apakah saya bisa atau tidak , hingga saya terjatuh . Dalam rumah tangga pun tidak mungkin saya akan bisa terus berada diatas pasti ada kalanya saya akan terjatuh karena saya yakin jika saya jatuh akan ada Xiumin yang nanti nya membantu saya " . Lagi Heechul dibuat terdiam atas perkataan Jongdae ini.
.
.
Xiumin duduk di ruang tamu , ia sedari tadi menunggu Jongdae dan eomma nya kembali . Namun sudah hampir dua jam kedua nya pergi hingga saat ini tidak ada tanda-tanda mereka akan datang .
"Apa kau mencintai Jongdae ?" Xiumin tersentak saat Hanggeng sang appa tiba-tiba saja duduk disamping nya .
"Sangat appa " ucap Xiumin sembari menatap mata sang ayah mencoba menyampaikan seberapa besar perasaan nya pada Jongdae .
"Bagaimana mungkin pria yang meninggalkan tanggung jawab nya saat rapat penting menjadi pilihan mu ? pada pekerjaan saja ia bisa tidak bertanggung jawab apa lagi pada mu di masa depan nanti "
"Astaga , jadi appa masih kesal pada Jongdae karena hal itu ? Appa saat itu Jongdae pergi bukan tanpa alasan , ia pergi ke sekolah Sehun untuk menonton Sehun bertanding basket . Walaupun ia terlambat namun ia tetap datang untuk anak nya ,ia bahkan rela menaruhkan perusahaan nya hanya demi keluarga yang ia cintai ."
Hanggeng terdiam , ia belum pernah melihat Xiumin sangat serius dalam membela orang lain selain pada Jongin putra nya .
Xiumin melebarkan mata nya ketika pintu terbuka dan menampilkan Jongdae yang sedang di bopong oleh Yung Ajushi .
"Ya tuhan Jongdae !" Xiumin segera berlari , Jongdae ini sebenarnya habis melakukan apa kenapa pakaian nya kotor semua . dan lagi kenapa ia harus di bantu untuk berjalan oleh Yung ajushi .
"Eomma tidak melakukan apa pun , dia jatuh sendiri" Ucap Heechul saat Xiumin melirik kearah nya .
Xiumin kini tengah berada di kamar yang akan di pakai Jongdae untuk menginap , wanita itu tengah memijat pelan kaki Jongdae .
"Masih sakit ?" Jongdae menggeleng sebagai jawaban .
"Maafkan eomma jika dia mengerjai mu "
"Tidak Xiu , eomma mu tidak mengerjai ku. Ia hanya memastikan bahwa aku memang pria yang tepat , hanya itu " Jongdae tersenyum di akhir kalimat nya , membuat hati Xiumin kembali menghangat.
"Eomma appa , halmoni memanggil untuk makan malam " Jongdae dan Xiumin kompak menoleh kearah pintu dimana Sehun sudah berdiri disana .
Dengan langkah pelan Jongdae berjalan menuju meja makan , tidak lupa ia membungkukan tubuh nya sopan saat melewati Hanggeng dan juga Heechul.
"Kaki mu masih sakit ?" Tanya Hanggeng dan Jongdae hanya mengangguk .
"Kalau masih seperti itu bagaimana nanti kau akan berjalan di altar ?" Xiumin dan Jongdae kompak melihat ke arah Heechul dan wanita itu hanya mengangguk lagu tersenyum lebar.
.
.
Ini sudah satu bulan sejak kunjungan Jongdae ke rumah orang tua Xiumin , kaki nya pun sudah sembuh namun mendadak kaki Jongdae kembali terasa keram . Rasanya hanya untuk berdiri saja ia tidak sanggup.
"Heii tenanglah " Chanyeol menghampiri Jongdae yang sedari tadi tidak bisa diam , Chanyeol tidak pernah melihat Jongdae setegang ini bahkan saat menghadiri rapat milyaran won pun Jongdae masih bisa tenang . tapi sekarang ? ingin sekali rasanya Chanyeol tertawa puas melihat tingkah Jongdae tapi untung lah Chanyeol masih tahu tempat .
"Jika kau tegang aku bisa menggantikan mu , bukan kah jika setiap rapat dan kau berhalangan hadir selalu aku yang menggantikan ?" Jongdae menatap Chanyeol tajam sedangkan yang di tatap hanya terkikik sendiri .
"Tuan , acara akan segera di mulai . Apakah anda sudah siap ?" Jongdae mengangguk .
Jongdae dapat mendengar dengar decakan kagum dari para tamu undangan , jantung nya lagi-lagi berdetak cepat . Setelah berdoa dalam hati dan meyakinkan diri akhir nya Jongdae berani berbalik , dan ia sungguh merasakan jantung dan seluruh organ penting dalam tubuh nya berhenti bekerja . Xiumin berdiri dua meter di hadapan nya , ia menggenggam tangan sang ayah Hanggeng . Wajah nya seakan bercahaya , bibir nya tidak berhenti melengkungkan senyuman . Jongdae berjalan perlahan mendekati Xiumin , perlahan tapi pasti lengan kurus Xiumin terlah berada dalam genggaman nya . Kini mereka berdua berdiri berdampingan di hadapan pastur yang akan mengikat kedunya dalam tali suci pernikahan . Xiumin melirik kearah tamu undangan disana orang tua nya menatap Xiumin penuh sayang bahkan Heechul sampai menitikan air mata nya . Junmyeon dan Yixing pun tak luput dari daftar tamu undangan .
Sorak sorai tidak dapat di elakan setelah kedua nya berhasil mengucapkan janji setia, tepukan riuh penonton kembali menggelegar saat Jongdae mencium sang istri di depan umum untuk yang pertama kali .
Siapa yang tidak mengenal Kim Jongdae dan Xiumin , mereka menjadi pusat perhatian karena nama perusahaan yang memang tidak bisa di remehkan.
Pesta selesai pukul lima sore , dan Jongdae langsung membawa Xiumin, Jongin, dan Sehun ke rumah baru mereka.
"Kita akan kemana ?" tanya Xiumin saat keluarga baru ini ada di dalam mobil .
"Pulang " Jawab Jongdae santai .
"Tapi ini bukan jalan menuju apartement Dae-ah "
"Apa kau berfikir kita akan pulang ke apartemen Xiu ? tentu saja tidak . Jika kau ingin kita kesana berarti aku harus merubuhkan tembok agar apartemen kita bersatu "
"Tapi Dae-ah "
"Kita sudah sampai "
"Eeehh ?"
Jongin dan Sehun yang langsung berlari masuk kedalam rumah baru nya , rumah dua lantai bercat putih gading . Saat masuk ke dalam segala furniture sudah tertata rapi .
"Oh Tuhan kapan kau menyiapkan ini semua ?"
Xiumin tidak pernah tahu jika Jongdae sudah membeli rumah untuk di tempati oleh mereka berempat. Bahkan hingga detik ini pun Xiumin masih merasa tidak percaya jika ia dan Jongdae sudah menikah . Ketika satu bulan lalu Heechul dan Hanggeng memberikan restu , keesokan hari nya Jongdae langsung menghubungi Chanyeol , meminta sahabat nya tersebut menghandle perusahaan karena Jongdae akan memfokuskan dirinya untuk mengatur acara pernikahan . Mulai dari gedung , makanan , hingga gaun semua adalah pilihan Jongdae . Jadi Xiumin pikir mana sempat suami nya itu memikiran tentang tempat tinggal .
Jongdae sedang duduk di tepi ranjang , mata nya menatap lurus pada ponsel pintar milik nya , ia sedang melihat-lihat foto saat tadi mulai upacara hingga resepsi .
"Kau sedang lihat apa ?" Jongdae mengalihkan perhatian nya pada Xiumin yang kini duduk di samping nya , Jongdae mengelus pelan surai milik istri nya tersebut .
"Aku melihat beberapa foto saat di pernikahan tadi , kau sebaiknya tidur sayang mata mu sungguh terlihat lelah " Xiumin menutup mata saat Jongdae mencium kening nya . Benar yang dikatakan Jongdae ia memang lelah , karena terlalu gugup Xiumin sampai tak bisa tidur , di tambah tamu undangan yang berjumlah tidak sedikit membuat tenaga Xiumin terkurass habis .
Xiumin membaringkan tubuh nya membelakangi Jongdae , mencoba mencari posisi yang nyaman untuk ia terlelap .Namun seketika ia teringat akan satu hal , bukan kah ini malam pertama mereka apakah tidak masalah jika Xiumin tidur terlebih dahulu .
Xiumin hendak berbalik untuk bertanya pada Jongdae tapi seperti nya ia bebalik terlalu cepat hingga tanpa sengaja lengan Xiumin memukul sesuatu yang berharga milik Jongdae .
"Aaww " Jongdae reflek berteriak , ia cukup terkejut dengan pergerakan tiba-tiba Xiumin ,namun hal itu justru mengundang ke khawatiran pada wanita yang kini berstatus sebagai istrinya .
Xiumin ini sangat polos ternyata , karena saat ini ia justru sedang mengelus sesuatu disana . Namun wajah Xiumin sangat menampakan bahwa ia khawatir .
"Gwenchana ? maafkan aku Dae-ah "
Jongdae menggeram , tidak ia tidak merasakan sakit seeperti apa yang Xiumin bayangkan . Namun lelaki tersebut sedang menahan diri nya sendiri untuk tidak menyerang Xiumin , karena Xiumin sangat terlihat kelelahan .
"Kyaaa " Xiumin pun refleks berteriak saat Jongdae bergerak cepat membuat nya berada dalam kukungan namja tampan yang sialnya adalah suami nya sejak pagi tadi .
"Kau sudah membuat nya terbangun Xiu , jadi maafkan aku karena aku memaksa mu untuk menidurkan nya lagi "
Jongdae mengatakan bahwa ia memaksa Xiumin , namun namja itu memperlakukan Xiumin dengan sangat lembut tidak ada paksaan sedikit pun
Xiumin menangis haru di saat keduanya telah mencapai pelepasan mereka masing-masing . Jika boleh jujur baru kali ini ia melakukan nya dengan penuh cinta , dulu saat dengan Junmyeon mereka melakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dan hingga sampai Jongin terlahir tidak pernah ada cinta. Xiumin sangat jelas merasakan perbedaan nya.
"Apakah aku menyakiti mu Xiu ?" tanya Jongdae saat melihat Xiumin menangis .
"Tidak Dae-ah , aku sangat bahagia . Aku mencintai mu sangat " Ucap Xiumin tulus.
"Aku bahkan lebih mencintaimu sayang " Jongdae mengecup kening Xiumin menyalurkan perasaan cinta nya .
.
.
Xiumin terbangun dari tidur nya saat mendengar suara gaduh dari arah luar kamar, Xiumin melirik jam pada nakas mata nya membola seketika saat melihat sekarang sudah pukul sepuluh pagi bahkan Jongdae pun sudah bangun sejak tadi .
Xiumin segera berjalan ke kamar mandi membersihkan diri secepat yang ia bisa , lalu Xiumin berjalan kearah dapur ia dapat melihat mangkuk bekas sereal dan susu yang belum dicuci . aaahh Xiumin tahu sekarang menu sarapan apa yang Jongdae berikan .
"Ck kau ini anak laki-laki tapi kenapa pukulan mu terasa lemah ?" Jongin mendengus , mendengar ejekan Jongdae.
"Karena eomma tidak pernah mengajarkan ku berkelahi appa , kalau mengajarkan memasak itu sering " Sehun terkikik sendiri mendengar jawaban dari Jongin yang kini sudah resmi menjadi saudara nya tersebut.
"Bukan berkelahi tapi bela diri Jongin-ah . Lagipula ada apa kau tiba-tibaa sekali meminta di ajarkan seperti ini " tanya Jongdae penasaran .
"Hanya ingin " jawab Jongin cepat , namun Jongdae seketika menyeringai .
"Gadis mana yang ingin kau dekati ? apakah ia sangat cantik sehingga banyak yang mengincarnya juga atau jangan – jangan dia seorang ahli bela diri ?"
"Hahahahahahha " Sehun tertawa sendiri di tempat nya , karena tebakan kedua sang ayah seratus persen tepat .
"Yakkkk Sehun berhenti tertawa" Ucap Jongin .
"Jadi siapa nama nya ? kau mau appa ajarkan tips mendekati wanita atu tidak ?" Goda Jongin .
"Haaiiisss kalian menyebalkan !"
Xiumin tersenyum melihat putra nya kini sangat akrab dengan Jongdae dan Sehun . Seandainya Xiumin tahu jika Jongin akan bahagia mungin ia akan membuka diri sejak dulu , namun Xiumin bersykur karena ia menutup diri akhirnya waktu mengantarkan dirinya untuk bertemu Jongdae .
Xiumin dan Jongdae jika di ibaratkan bagai sebuah pensil dan penghapus .
Xiumin bagaikan pensil dalam kehidupan baru mereka yang akan membuat nya menorehkan sejarah baru dan Jongdae bagai penghapus yaang mampu menghapuskan segala kenangan buruk .
Cinta tidak pernah salah dalam memilih , hanya saja terkadang waktu yang datang di saat yang kurang tepat sehingga rasa emosi, marah dan benci seringkali merusak kesucian cinta . Namun jika Cinta datang di saat waktu yang tepat hanya tinggal kepercayaan yang menjadi dasar pondasi nya . Dan Cinta akan bertahan walau hujan dan badai menerpa .
.
.
END alias TAMAT
Hehhehehhehe
Maafkan akhir cerita yang membingungkan dan absurd ini ..
Terima kasih buat yang udah baca , review , komen kritik saran .
Kecup basah buat kalian semuaaaaa..
Aku terharu sendiri karena akhirnya bisa selesain ini .
Semua review aku bales di pm yakkkkk
Terima kasih banyak buat :
Kim Hyomi ,Chanyeolliebaek,Vampire DPS,xRTYx,d5,Gues,sayakanoicione,Initial D 0326, Nagisa kitagawa.
Sampai ketemu di cerita selanjut nyaaaaaaaaaa ^^
