Author : hwehoon

Pairing : CrackPair! Shownu x SeokJin

Cast : Shownu Monsta X, BTS Jin, Topp Dogg Kidoh
and another cast

Genre : AU, Fluff, Crack, Drama

Length : Short Story

Rating : T

Disclaimer : Para Cast hanya milik ortu mereka dan agensi masing masing

WARNING! : BL/YAOI/BOYXBOYS FICTION


3. Cute Followers(1)

.
.

Pagi itu di kediaman keluarga Kim

.
.

"Aigoo...tumit kaki-ku..." kata tuan Kim saat berada di kursi ruang makannya sambil mengangkat kaki kirinya.

"Hoamm..waeyo appa?," tanya seorang laki-laki sambil menguap, ah dia adalah putra sulung tuan Kim namanya Kim Myungsoo yang notabe nya adalah Hyungnya Seokjin.

Myungsoo yang pagi itu hendak mengambil air dingin di dapur melewati meja makan dan tak sengaja melihat appa nya. Apa yang salah dengan kaki appa nya? Apakah berubah menjadi kaki gajah atau semacamnya ? pikir Myungsoo karena penasaran ia pun mendekati appa nya itu.

"Tumit kaki-ku pecah-pecah rasanya sakit sekali jika berjalan." Jelas sang appa sambil menatap tumit kakinya.

"Ck! Itu karena appa sudah tua," celetuk Myungsoo pelan sambil membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral. Meskipun Myungsoo hanya menceletuk dan tuan Kim sudah berkepala lima tetapi pendengaran appa nya itu nya sangat tajam berhati-hatilah.

TUK!

Sebuah tuperware melayang sukses mengenai jidat putra sulungya tersebut. Myungsoo hanya meringis pelan.

"Aish! Appa kau ini memang kejam," ucap Myungsoo sambil meringis dan mengusap jidatnya pelan.

"Dasar kau anak kurang ajar! Untung aku belum melemparmu dengan asbak!,"

"Astaga appa...nde, mian appa-ku sayang..." kata Myungsoo panik dia langsung sungkeman pada appa nya itu.

"Nde! Sudah sana tolong ambilkan kapas dan baby oil dikamarnya Jinnie," titah tuan Kim pada putra sulungnya itu.

"Tapi...appa...," rengek Myungsoo seperti bocah.

"Asbak dimana asbak,"

Mendengar ucapan ayahnya Myungsoo pun langsung lari ke lantai dua tepat dimana istana Seokjin berada. Fakta pertama, percaya atau tidak tuan Kim hanya bercanda, ya...tuan Kim suka bercanda tetapi karena sifat aslinya yang tegas jadi terlihat seperti galak. Namun kedua putra nya sangat menyayanginya bahkan terkadang Seokjin sangat manja padanya dan Myungsoo selalu mengompori Appa nya itu agar ikut membantunya untuk membully Seokjin.

Saat Myungsoo sampai diambang pintu kamar istananya Seokjin, ia mengepal kedua tangannya dan segera membuka kenop pintunya. Baru saja membuka seperempat pintu kamar itu hawa parfume feminim pun tercium sangat pekat! Ugh! Entah sebanyak apa parfume wanita yang Seokjin pakai, inilah hal yang paling dibenci Myungsoo jika disuruh masuk ke kamar dongsaeng nya.

"Princess-nim aku masuk kamar ya!," teriak Myungsoo sambil berjalan masuk ke kamarnya Seokjin. Ternyata si empu kamarnya sedang tidak ada di singga sana nya (kasur). Bahkan kasurnya saja sudah rapi.

'Sudah rapi sepagi ini? Tumben sekali? Padahal masih jam setengah 7 pagi' pikir Myungsoo,

biasanya Seokjin adalah anggota keluarga yang paling sulit untuk di bangunkan, layaknya Putri tidur.

Malas memikirkan adiknya yang sifatnya kefeminiman seperti uke, Myungsoo segera melakukan perintah ayahnya mengambil kapas dan baby oil di meja belajar Seokjin. Myungsoo berdecak kagum melihat benda benda aneh lainnya yang tidak biasa digunakan laki-laki mulai dari pelembab kulit (sunblock), masker wajah, night cream, white cream, bb cream, cc cream, bahkan sampai ada lipgloss dan spesies lainnya komplit sekali. Dan tanpa tanggung-tanggung Seokjin juga memasang wallpaper kamarnya dengan warna pink.

Baiklah, sebelum Myungsoo pingsan di kamar Seokjin karena kehabisan nafas oleh parfumenya yang menyengat lebih baik ia segera keluar, tetapi pandangannya tertuju pada suatu benda di atas kasur Seokjin. Disana terdapat satu susu kotak dan bungkusan seperti mangkuk kecil dari plastik berisi biskuit pudding coklat.

"Ini, pasti dia yang membuatnya kemarin malam. Sepertinya enak." Gumam Myungsoo sambil menatap bungkusan itu.

Fakta kedua Seokjin pandai memasak.

Myungsoo juga melihat ada secarik kertas yang dilipat berdiri di depan kotak susu itu yang bertuliskan.

'Mahluk dari dunia kegelapan (Myungsoo) dilarang menyentuh, mendekat apalagi mencicipi.
Jika kau berani berbuat itu, akan aku catat kau di buku Death Note!'

"Sialan kau bocah...," desis Myungsoo setelah membaca catatan kecil tersebut.

Lalu ia juga melihat catatan kecil lainnya yang Seokjin tempelkan di kotak susu.

.

Semoga kau dapat mencicipi nya meskipun hanya sedikit, Have Nice Day!
Selalu bersemangat nde! Hwaiting! ^-^

From: Anon

.

"BWAHAHAHA! Ya ampun, si princess itu!," Myungsoo tertawa lebar.

"Ah, tak apakan jika aku mencicipi pudingnya sedikit saja?,"

Entah setan apa yang membisiki telinga Myungsoo, tanpa babibu dia segera membuka tutup plastik itu dan menyuap pudding ke dalam mulutnya.

"Yakh! Terkutuk kau Iblis kegelapan! Apa yang kau lakukan! Kenapa kau memakan pudding-ku?! Muntahkan lagi yakh!," teriak Seokjin saat memasuki kamarnya dan langsung memukul punggung Hyungnya yang sedang asik menikmati pudding hingga sebagian puddingnya muncrat.

"PUAH! Yak! Kau gila! Ingin membiarkanku mati tersedak hah?! Kau tak sopan sekali memanggil hyungmu ini dengan sebutan Iblis!," bentak Myungsoo sambil menunjuk-nunjuk wajah Seokjin.

"Kau lebih gila! Menyeludup ke kamar orang seperti maling saja!," balas Seokjin dengan geram sambil menarik-narik baju hyung nya yang lebih tinggi darinya. Sedangkan Myungsoo mencubit pipi Seokjin.

"KIM MYUNGSOO CEPATLAH! KALIAN BERISIK SEKALI PAGI-PAGI!,"

Teriak tuan Kim dari lantai bawah si kakak beradik itupun mulai berhenti bertengkar. Myungsoo segera berlari ke lantai bawah sambil mengambil kotak susu Seokjin yang ada surat cintanya.

Fakta ke tiga kakak beradik ini selalu bertengkar dan membuat keributan layaknya tawuran dimanapun kapanpun.

"Yakh! Kim Myungsoo sialan!," teriak Seokjin sambil mengejar Myungsoo yang berlari kebawah.

"Appa! Lihat Seokjin mengirim surat cinta pada kotak susu! BWAHAHAHA!," lapor Myungsoo kepada Appanya sambil terbahak sangat puas hingga ia memegang perutnya.

"MWO?! Jinnie?! Astaga...anak appa sudah dewasa dan semakin cantik! laki-laki mana yang kau sukai Jinnie?" respon tuan Kim sambil menatap Seokjin lalu tertawa pelan.

Seokjin merasa mulai terbully.

"Aku laki-laki appa! Dan aku tidak cantik! Awas kau Kim Myungsoo!," kata Seokjin kesal sambil membela dirinya dan menatap Hyungnya sinis.

"Sudah-sudah Jinnie, appa hanya bercanda. Dan jangan menyangkal fakta bahwa dirimu itu cantik Jinnie-ah, appa paham kau tidak suka di panggil seperti itu," ucap sang appa kepada anak bungsunya tersebut. Seokjin hanya terdiam dan Myungsoo pun seketika berhenti tertawa.

"Hanya wajahmulah yang sangat mirip seperti eomma-mu, makanya aku memanggilmu dengan sebutan 'cantik', karena senyumannya, keterampilannya dalam memasak sama persis," lanjut tuan Kim sambil menatap foto almarhum sang istri. Seokjin merasa tertegun mendengar ucapan ayahnya itu.

Fakta ke empat Eomma Myungsoo dan Seokjin meninggal saat mereka duduk dikelas empat sd karena kanker darah.

"Hmmm...sudahkah kalian bermain dramanya? Sepertinya aku tidak dianggap disini...," sela Myungsoo di tengah keheningan.

"Wah, wah rupanya ada yang cemburu disini haha...," celetuk tuan Kim pada putra sulungnya.

"Nugu? Aku? Tidak sama sekali." Ucap Myungsoo dengan nada datar.

"Aigoo...Kau sangat mirip sepertiku Myungsoo-ya,"

"Dalam hal?,"

"Pecemburu ulung,"

"Aish!,"

Seokjin menatap kedua anggota keluarganya lalu tersenyum. Lalu tiba-tiba Myungsoo menoyor kepala Seokjin.

"Kau harus berani menyatakan isi hatimu princess-nim, memberi surat cinta dan minuman itu sudah kuno! ahaha ," kata Myungsoo sambil mengejek dan menekankan pada kata 'Kuno' nya.

"Aish! Enyahlah kau dasar Hyung menyebalkan!," teriak Seokjin, lalu Myungsoo segera berlari menuju kamarnya.

.
.

Setelah menghabiskan waktu bersama sang ayah dan kakaknya yang gila, Seokjin bergegas ke kampus. Ia hampir lupa kalau dirinya harus melakukan kegiatan rutin setiap hari selasa pagi yaitu, membobol loker Hyunwoo dan menaruh pudding plus susu kotak tak lupa sepucuk notenya. Mengapa pagi hari? Karena setiap selasa Hyunwoo memiliki jadwal kuliah jam 7.20 pagi,"

.
.

Hyunwoo baru saja datang, sambil menenteng buku.

"Apa kabar lokermu? hm? Ini hari selasa loh!," kata Wonho sambil menyikut Hyunwoo pelan yang berada di sebelahnya. Hyunwoo hanya diam tak merespon apapun, ia hanya serius menatap lokernya. (Loker Hyunwoo dan Wonho bersebelahan).

"Setiap hari selasa akan aku namakan hari pembobolan loker Son Hyunwoo hahaha! Aku tak paham pada fans gila-mu itu! Sudah berapa kali kau menyuruh pak Han untuk mengganti gembok lokermu huh? Mungkin ini yang ke 1000x," gumam Wonho sambil menepuk-nepuk pundak Hyunwoo dan tertawa. Sedangkan Hyunwoo masih menatap gembok lokernya dengan tatapan heran.

"Lokerku?,"

"Ya? Sudah pasti dibobol kan? Ahahaha!,"

"Tidak, lokerku aman hari ini, sepertinya itu lokermu..."

"MWO?! Apa maksudmu?!" ucap Wonho kaget, ia pun langsung mengalihkan pandangan ke loker miliknya, ternyata...lokernya Wonho lah yang di bobol hari ini. Wonho segera membuka lokernya, dan menemukan sebuah kotak susu dan pudding lalu ada note kecil yang tertempel pada kotak susu itu.

Ini mustahil, Wonho memang tidak se-populer Hyunwoo. Tetapi Wonho cukup ngeri melihat sahabatnya itu sering kena terror fans brutal tiap hari. 'semoga aku masih waras' batin Wonho. Lalu Wonho segera mengambil pudding dan susu kotak dari lokernya.

"Aku tak yakin ada yang mengirim ini untukku, tapi aku yakin fans gila ini salah membobol loker. harusnya ini milikmu," kata Wonho sambil memberikan pudding dan susu kepada Hyunwoo.

"Tidak, aku sudah sarapan tadi. Aku ingin susu kotak, ambil saja puddingnya kalau kau mau," jawab Hyunwoo sambil mengambil susu kotak itu lalu meminumnya sambil berjalan melewati Wonho setelah ia menyimpan buku dilokernya.

"Whoah? Jinjja? Sepertinya pudding ini terlihat enak...," ucap Wonho sambil berjalan mengikuti Hyunwoo dan membawa puddingnya.

.

.

tbc


Jangan lupa agar tetap me-riview hingga akhir chapter nanti! ^-^

nah, khusus buat di chapter ini mulai dikenalin Hyung nya Jin, Kim Myungsoo atau sebut saja L Infiniteu :3

kenapa L? karena Seokjin sama Myungsoo sama sama visual right? *apa sih*

dan mohon maaf bila alurnya garing wkwk :'D

-salam author-