Detective Level S
Bab II
Akashi Seijuurou
Kuroko No Basuke © Fujisaki Tadatoshi
Detective Level S by Seita-kun
Genre : Supernatural, Mystery, Romance
Rate : T
Characters :
Akashi Seijuurou
Kuroko Tetsuna
Aomine Daiki
Akashi Seishirou
Cerita Sebelumnnya :
"Aku harus membeli pakaian baru... Dan Aomine, kau akan ku santap malam ini" Gumannya lagi sebelum ia pergi meninggalkan areal parkiran bawah tanah menggunakan mobilnya.
Tanpa di ketahui siapapun, iris ruby itu berkilat tajam di dalam gelap, seolah-olah mata yang lapar itu baru saja mendapatkan makan malamnya yang spesial.
Happy Reading
Seorang pemuda bersurai scarlet itu kembali mendengus kesal pasalnya pemuda bermarga Akashi ini harus rela waktu makan malamnya tertunda karena sebuah e-mail nista masuk ke ponsel merahnya. Yap, disinilah Akashi sekarang, terjebak di ruangan Dewan Siswa Univ. Teiko bersama tumpukan-tumpukan kertas yang membuat Akashi jengah.
Semua memang menyebalkan bagi Akashi. Tapi, tidak kalah menyebalkan dari pada suara ghaib yang tiba-tiba mampir ke telinga pemuda berumur 20 tahun itu.
"Entah di Tokyo ataupun di Kyoto, kau selalu saja sibuk dengan kertas-kertas ini ya, Seijuurou." Akashi mendengus tidak suka pada sosok di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Akashi.
"Menyebalkan seperti biasa, Seijuurou"
"To the point, Seishirou."
Akashi Seishirou, memiliki mata Heterochorme, postur tubuh, bentuk wajahnya sangat mirip dengan Seijuurou itu adalah adik kembar Akashi Seijuurou. Salah seorang agen rahasia FBI yang juga mengincar komplotan Aomine Daiki.
"Tidak salah aku menemui kakakku di Tokyo?"
"Lebih baik kau terbakar dibawah sinar matahari lalu menjadi abu."
"Jahat sekali. Aku kemari ingin menyampaikan pesan dari Ayah, Sei"
"Ayah? Tumbenan sekali. Apa itu?"
Iris ruby Seijuurou membulat mendengarkan pesan dari sang adik yang menatapnya dengan tatapan prihatin. Seijuurou tidak memiliki waktu yang banyak.
Tetsuna tampak cemas meringkuk ketakutan di dalam kamarnya. Berharap ibu kandungnya akan baik-baik saja, ia takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada ibunya. Tetesan likuid bening membasahi pipi tirusnya, ia ketakutan jika seandainya ibunya dibunuh oleh Aomine setelah ia setuju menikah dengannya. Tetsuna sangat tidak sudi.
Sudah hitam, dekil, jahat, hidup pula. Tetsuna tidak mau! Lebih baik ia menikah dengan Akashi Seijuro yang ia temui kemarin yang mengaku-aku kalau ia adalah Detective Level S.
Entah kenapa sejak Akashi Seijuro masuk ke kehidupannya, Tetsuna terus memikirkan pemuda itu. Tampan juga, mungkin Tetsuna sudah jatuh hati pada pemuda itu sejak pertama kali bertemu. Kuroko Tetsuna jatuh cinta? yang benar saja.
blush
Wajah Tetsuna merah padam sampai ke telinga. Ia terus menyangkal kalau ia selalu memikirkan Akashi sejak ia berkenalan dengannya. Pemuda aneh yang suka cari mati dengan menentang Aomine Daiki, seperti menikmati sebuah permainan.
"hey, nona. kalau ada waktu untuk melamun, bagaimana kalau bukakan jendelanya?" Ujar Akashi dari balik jendela sembari mengetuk kacanya pelan.
"Ma-MALIIINGGGGGG!"
"he-hey! jangan berteriak begitu" Tetsuna mengerejap melihat oknum dibalik jendela yang tengah menutup telinganya akibat lengkingan yang memekkakan telinga.
"Akashi-kun!? Sedang apa disitu? terlebih lagi ini lantai 3!"
"Aku mau menyampaikan pesan ibumu. Bukakan jendelanya."
Jendela di buka, Akashi Seijuro melompat masuk kedalam kamar Tetsuna yang mungkin bisa dibilang kurang rapi kalau tidak mau dikatai berantakan.
"wow" komentar Akashi singkat.
"Akashi-kun tidak sopan mengomentari kamar perempuan" Protes Tetsuna tidak terima.
Akashi terkekeh pelan. "Baiklah, lalu kenapa kau menangis lalu memerah begitu?"
"itu bukan urusan Akashi-kun. Selain itu kenapa Akashi-kun ada di sini?"
"Sudah kukatakan aku punya pesan dari ibumu. Dan kusarankan kau supaya tidak cemas pada ibumu. serius" Ujar Akashi santai
"mana mungkin aku tidak cemas, Akashi-kun! Ibuku dalam bahaya dan aku harus segera menyelamatkannya!"
Akashi merogoh sakunya, mengambil smartphone dan membuka galeri ponselnya. layar ponsel di putar ke wajah Tetsuna dan gadis itu hanya bisa memasang wajah sweatdrop.
Bagaimana tidak, wajah yang terpampang di foto itu adalah foto IBUNYA yang tampak sedang duduk sembari minum ocha dalam damai, settingnya Hokkaido. Tetsuna merampas hp Seijuro berniat membanting handphone pintar itu ke lantai- tentu saja Seijuro menghentikannya demi keselamatan alat komunikasinya yang berharga.
"Ibu kejamm, anaknya susah, dia senang-senang di Hokkaido seperti tidak punya beban" Tetsuna tersedu alay di pojok ruangan.
Akashi jawdrop seketika. "selain itu, Tetsuna. silakan dengarkan ini."
kali ini rekaman suara. 'Tet-chan~ Ini ibu nak, aduh kamu pasti lagi dengerin suara ibu ya? jadi malu' Seijuro dan Tetsuna sweatdrop. 'jadi gini nak, nak Seijuro yang tampan dan berani itu sudah menyelamatkan ibu. sekarang ibu sedang liburam di mansion mewah punya dia hohoho, Tet-chan mau oleh-oleh apa? Oh iya, Akashi Seijuro-kun mau lepasin kamu dari belenggu Aomine yang kurang terang itu. jadi kamu bantuin Akashi-kun ya nak? jaga diri ya. muah ibu sayang kamu'
Seijuro bengong.
Tetsuna Kicep.
"Akashi-kun..."
"ya?"
"Jadi, apa rencanamu?"
"Tidak jadi protes?"
"nanti saja."
"baiklah jadi rencananya... "
TBC dengan absurdnya.
A/N : Maafin Seitaaaaaa Seita buntu ide tadinya mau heavy plot malah nyerempet komedi gini.
semoga ada yang sudi ngereview :')
salam hangat,
seita-kun
