LIKE A BUTTERFLY

.

.

.

.

Author : Seva SAN

Yaoi a.k.a Boy x Boy

Genre : Romance , Little of Angst

Rate : M

FF ini didedikasikan untuk event OA Line HunHan Indonesia.

.

.

.

.

.

Bahagia itu sederhana, bahkan lebih sederhana dari yang bisa kau bayangkan. Contohnya pria mungil bermata rusa ini. Kebiasaannya yang sekaligus kebahagiaannya adalah melihat – Sehun – laki – laki tampan yang duduk di sudut kanan belakang kelas. Luhan , pria mungil ini selalu menatapnya diam-diam dibalik kacamatanya. Sebenarnya bukan hal menakjubkan yang Luhan lihat, hanya sosok Oh Sehun yang selalu saja tertidur di kelas saat pelajaran berlangsung.

Terkadang Luhan tersenyum simpul tatkala sang guru memarahi ulah laki-laki pujaan hatinya itu. Wajah datar Sehun dengan mata sayu saat dimarahi menjadi vitamin bagi Luhan di sekolah .

"Hei nerd , lihat apa kau?"

Aish wanita itu lagi. Selalu saja membuyarkan fokusnya.

"Ah... Sa Neul... kau mengagetkan ku"

"Maafkan aku lu. Habis kau terlihat seperti melamun. Aku sebagai teman sebangku mu hanya ingin membantu menyadarkanmu"

"Aku tidak melamun , jadi diam dan tenanglah"

Lee Sa Neul gadis cantik yang merupakan incaran para pemuda disini hanya terkekeh kecil melihat Luhan yang merajuk.

Lesung pipinya terlihat manis menghiasi wajah cantiknya. Buka sekali dua kali Sa Neul mengganggunya , dan Luhan sudah maklum dengan hal itu. Sa Neul sudah seperti adik kecilnya karena dia manja dan juga lugu. Dia juga tidak tahu kalau sebenarnya Luhan memiliki penyimpangan seksual dan menyimpan perasaan pada seorang Oh Sehun. Dia menyukai Sehun sejak pertama dia pindah ke sekoah ini . Pertemuan pertama Luhan dengan Sehun yang pasti tak akan pernah Luhan lupakan,

Flashback On

"Sial...siaal...sial... kenapa tak ada yang membangunkanku. Apa mereka semua makan gaji buta?"

Pria bersurai madu ini terus saja mengeluarkan kata demi kata yang bisa mengungkapkan kekesalannya.

Dia menghentakkan kakinya keras melewati jalan jalan kecil yang biasa ia lewati. Tapi sepertinya hari ini tampak berbeda. Suasana nya hening dan sepi. Luhan sedikit takut sebenernya, tapi dia berusaha tenang dan melanjutkan jalannya.

Tap ... Tap... Tap...

Terdengar suara langkah kaki yang sepertinya ingin mengikutinya. Luhan menoleh ke belakang, namun dia tidak menemukan hal yang aneh disana. Dia mengangkat bahunya santai dan melanjutkan lagi berjalan.

Tap.. Tap.. Tap..

Suara langkah itu terdengar lagi. Dia tidak berani menoleh ke belakang jadi ia mempercepat jalannya , tapi langkah itu pun semakin cepat dan cepat. Luhan berlari sekuat tenaganya.

Hap..

Tangan nya di tahan oleh tangan seseorang di belakang. Dia menoleh dan menemukan pria dengan perawakan tampan dan memikat. Dia tinggi dan putih. Wajahnya tegas dan bibir itu.. Oh sungguh ciptaan Tuhan yang indah.

" Ini milik mu?" , tanya pria itu .

Bahkan suara nya terngiang di telinga dan otak luhan.

"Hei.. Aku tanya, apa ini milik mu?"

Luhan tersentak dan melihat ke arah tangan pemuda ini. Dia membawa dompet yang Luhan sadar adalah miliknya. Dia tersenyum kikuk dan mengambil dompet nya.

"Te..terima kasih.." , jawab Luhan gugup.

"Kau bodoh." , katanya tiba-tiba.

"Eoh?" , luhan memekik bingung.

"Kau. Kau sungguh pria bodoh.. Kenapa kau malah lari? Merepotkan"

Luhan membenarkan posisi kaca matanya. "Maafkan aku" , ucap nya lirih.

Sehun melenggang pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun dan merespon permintaan maaf Luhan.

Luhan akhirnya berjalan di belakang Sehun.

Namun tiba-tiba Sehun berhenti membuat luhan yang ada di belakang nya juga berhenti.

" Apa itu? " tanya Sehun .

Dia menunjuk sesuatu yang ada dihadapannya.

Luhan melihat nya dan menjawab dengan wajah polos nerd nya , "itu kecoa"

Glek.

Sehun menelan ludahnya kasar. Dia memundurkan langkahnya sedikit demi sedikit.

Dia akhirnya berdiri di belakang Luhan dan memegang pundaknya.

"Aku.. Takut..", ucapnya pelan sampai Luhan tak bisa jelas mendengarnya.

" AAAAAAA" , Suara teriakan itu tiba tiba memekakkan saat kecoa itu terbang ke arah Sehun dan Luhan. Sehun menarik erat lengan jas sekolah Luhan sambil berteriak teriak dan membuat telinga Luhan sakit.

Luhan mendekati kecoa yang berjalan itu dan.

Dugh..dugh..

Dia menginjaknya. Luhan lalu menendang kecoa itu kepinggir jalan.

Dia menoleh dan melihat wajah pucat Sehun. Dia terkekeh sampai perut nya sakit.

"Kenapa kau tertawa?," dengus Sehun.

"Hahahaha. Bagaimana aku tidak terrtawa. Kau tadi mengejekku seakan kau pria paling sempurna , tapi hanya dengan kecoa perangai mu ."

"Di..diam kau..! Aku tidak takut sebenernya, hanya saja aku malas mengotori sepatu ku"

"Sudah terlihat memalukan masih mencoba mengelak. "

"Aku bilang tidak!" bentak Sehun

Luhan terlonjak kaget lalu diam dalam tundukannya. Dia melihat dari ekor matanya bahwa Sehun berjalan menjauhinya.

Luhan lalu tersenyum melihat kepergian Sehun. Sejak saat itu lah dia mulai menyukai Sehun.

Flashback Off

.

.

"Lu , ayo kerumah ku. Bantu aku mengerjakan tugas kemarin."

"Aku rasa aku tidak bisa Sa Neul-ah"

"Yaaah", Sa Neul terlihat sangat kecewa.

Sebenernya Luhan ingin mengikuti Sehun pulang sekolah nanti. Tapi dia sungguh tak sanggup menolak Sa Neul.

" baiklah..." , akhirnya Luhan memutuskan.

"Yeeeaayy" , Sa Neul meloncat senang.

Chu~

"Terima kasih," dia pergi setelah mengecup pipi Luhan.

Luhan hanya mematung setelah kejadian itu.

.

.

.

.

"Wah bukan kah itu Sehun? Wah dia tampan?" , begitulah teriakan para yeoja di kantin saat Sehun berjalan dengan gayanya

Sa Neul hanya mengerutkan dahinya.

"Apa sih lebih nya dia? Apa karena ganteng dan tampan? Kau juga kaya dan tampan Luhan"

Luhan menatap Sehun tanpa berkedip

"Dia berbeda Neul. Dia.. Dia bersinar. Dia seperti malaikat tanpa sayap. Dia.. Sempurna..."

Sa Neul membulatkan matanya , luhan yang baru sadar ucapan nya segera menutup mulut nya.

"Kau kenapa memuji nya sampai seperti itu? Kau seperti seorang gay"

Glek...

Luhan menelan ludah nya mencoba mencari alasan.

"Ti..tidak. Aku hanya berbicara apa yang para wanita itu ucapkan. Itu kata- kata mereka, bukan dari ku" , luhan akhirnya menemukan alasan yang masuk akal.

Beruntung Sa Neul tidak memperpanjang masalah itu dan melanjutkan menghabiskan makanannya.

.

.

.

"Hai Sehun , sepertinya Luhan sedang memperhatikanmu " , kata pria dengan wajah yang lumayan tampan itu.

Sehun menoleh ke arah Luhan untuk memastikan dan tersenyum remeh saat melihat Luhan salah tingkah dia membalas tatapannya.

"Sepertinya dia menyukaimu"

"Hell what? kau pasti bergurau Suho"

"Hey.. aku serius. Itu mungkin saja kan? kau lihat lah tatapannya"

"Sekali lagi kukatakan gurauan mu itu tidak lucu Kim Suho"

"Kau tak perlu bertingkah seperti aku tak tau. Kita berteman sejak bayi jadi aku tau semua tenang mu. Kau sama sepertiku. Sama - sama memiliki penyimpangan"

"Penyimpangan apa maksudmu?" , sehun menaikkan sebelah alisnya

"Penyimpangan seksual. Kau tau..err..semacam gay"

"Kau bercanda?" , Sehun mendengus.

"Kau jangan mengelak lagi. Kau selalu memperhatikan ku saat aku berduaan dengan Lay hyung. Aku tau kau iri pada ku. Kau juga ingin bisa punya pacar namja cantik seperti Lay. Semua itu semua karena kau gay"

"Baik- baik ku akui aku memang gay. Dan memang kau yang paling tau tentang ku. Tapi namja nerd seperti Luhan bukanlah type ku."

"Jangan seperti itu. Kalau kau tergila-gila padanya nanti baru tahu rasa."

"Tidak mungkin. Aku bisa jamin itu"

"Benarkah? Jjangmyeon 201 untuk aku dan lay kalau kau tergila-gila padanya? bagaimana?"

"hahaha. Jangankan restoran 201 milik Appa mu. Aku akan membayarkanmu Pizza Cone Restoran Appa ku kalau aku sampai jatuh cinta pada pria cupu jelek itu"

"Setuju. Ahahaha akhirnya aku bisa mentraktir Lay makan di restoran mahalmu itu "

"Mimpilah terus Suho. Mimpilah dalam hidupmu" , setelah itu Sehun melenggang pergi meninggalkan Suho yang terkekeh .

.

.

.

Luhan tak henti hentinya mengembangkan senyum di wajahnya. Pipi nya juga memerah dari tadi. Dia masih ingat kejadian saat Sehun menatapnya tadi. Benar-benar tepat mengenai pupil matanya.

"Dia tampan sekali, " katanya dalam hati.

Dug

Sehun menepuk pundak luhan dari belakang membuat Luhan menoleh. Dia membelalakan matanya bulat-bulat. Seorang Oh Sehun hanya berjarak beberapa centi dihadapannya saat ini.

"Lu, kau sudah kerjakan tugas Jang Seseongnim untuk besok?"

Luhan hanya terdiam sama sekali tidak memperhatikan Sehun berbicara. Dia hanya tersenyum dan memperhatikan setiap inchi lekuk wajah Sehun.

Clap.

Sehun menepuk kedua tangannya membuat Luhan tersadar.

"Eh..iya? ada apa hun?"

" Kau tidak mendegarkan aku bicara ya?" , Sehun mulai meninggikan suaranya.

"Ma..maaf kan ku" , luhan benar-benar menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Aish sudah lah. Jadi bagaimana? Kau sudah mengerjakannya belum?"

"Sudah"

"Kalau begitu ayo ke rumah ku nanti"

"maaf aku tidak bisa. Aku ada janji dengan Sa Neul sepulang sekolah nanti."

"Sial. Kalau begitu nanti malam , bagaimana?"

"Tapi.." , Luhan tak yakin dia bisa ke rumah Sehun saat malam. Dia tidak pernah berkeliaran malam - malam sebelumnya.

"Kau mau tidak? Baiklah kalau kau tidak mau. Aku tak akan pernah menghubungimu lagi"

"Aku bisa", jawab Luhan tegas.

"Good boy. Baiklah ku tunggu malam ini. Jam 9, mengerti?"

"Okay"

.

S

K

I

P

.

"Terima kasih sudah mau membantu ku malam ini lu"

"Sama-sama. Kalau begitu aku pergi dulu."

"Kau tidak ingin makan dulu?"

"Tak perlu. Aku buru-buru. Sampai Jumpa"

"Baiklah. Hati-hati di jalan Lu"

Luhan bergegas lari ke rumah Sehun. Jam di tangannya sudah pukul 9. Dia terlambat.

.

((SKIP))

.

.

Luhan merapikan penampilannya yang berantakan karena berlari. Dan juga mengatur napasnya.

Dia memencet bel nya dan tak lama kemudian Sehun keluar .

"Kau lama sekali", dengus Sehun kasar.

"Maafkan aku. Aku ada urusan tadi"

"Alasan"

"Aku serius. Aku baru saja pulang dari rumah Sa Neul."

Ceklek..Grek...

"Sudahlah. Ayo masuk"

"Omong - omong kenapa kau yang bukakan pintu? Kemana para maid mu?"

"Bukan urusanmu"

"Aku kan hanya bertanya."

Luhan berjalan di belakang Sehun. Dia memutar mata dan kepalanya melihat setiap inchi rumah Sehun.

Rumahnya indah , penataan nya juga bagus. Benar-benar seperti istana.

"Ayo langsung ke kamar ku"

Luhan mengangguk lucu mengikuti kemana Sehun pergi.

"Rumah saja pakai lift" , kagum Luhan dalam hati.

Ting...

Mereka satu-satu keluar lift setelah lift itu terbuka, lalu berjalan ke pintu berwarna putih di ujung kanan.

Sehun masuk ke dalam kamarnya dan menyalakan semua lampunya.

"Ayo masuk"

Luhan masuk ke kamar Sehun dan ikut duduk di kasur bulat King Size.

.

(SKIP)

.

"Haah.. akhirnya selesai juga" , kata Luhan merentangkan kedua tangannya untuk mengurangi rasa pegalnya,

Sehun dengan wajah datarnya merapikan buku-buku yang tadi digunakan.

"Jam berapa ini?" Luhan melirik jam dinding yang jarum panjangnya berada di angka 12 sementara jarum pendeknya berada di angka 3.

"Kau mau makan apa?", tanya Sehun datar

"Apa? ah... tidak perlu repot-repot. Aku juga sudah ingin pulang"

"Kau pikir aku akan mengizinkan mu pulang jam segini? Enak saja. Menginaplah"

"Apa?", Luhan membulatkan matanya

"Kenapa?"

"Aku rasa itu tidak mungkin. Kau tau , aku paling tidak bisa..eung.. merepotkan"

"Memang aku bilang itu merepotkan. Sudah lah menginap lah disini atau kau akan ku tawan di gudang bawah selamanya"

"Ancaman macam itu?" , tanya Luhan kesal

"Memang kenapa? Tak akan ada yang tau kalau aku menawan mu"

"Itu sih namanya pelanggaran hukum.", gumamnya pelan

"Apa?"

"Ah tidak"

Luhan membongkar tas nya dan mencari ponselnya. Sial. Ponselnya mati. Lalu bagaimana dia akan memberi tahu orang rumah.

"Sehun.."

"Ada apa lagi?" , bentak Sehun

"Hei. Kenapa kau membentak? aku hanya ingin meminjam ponsel mu. Ponsel ku mati , jadi aku tak bisa menghubungi orang rumah"

"Pakai ini." sambil melempar ponselnya yang langsung ditangkap oleh Luhan.

Dia mengetikkan sebuah pesan singkat dan mengirimnya ke nomer yang ia tuju.

"Terima Kasih" katanya mengembalikan ponsel Sehun

"Sama-sama"

"Dimana kamar mandinya? Aku gerah ingin mandi"

"Pintu cokelat itu. Baju nya ada di meja "

Luhan mengambil baju yang ada di meja dan berjalan memasuki kamar mandi.

"Aku mau membuat ramyeon untuk kita dulu"

.

.

.

Di dapur Sehun asik berkutik dengan alat dapur dan beberapa bahan makanan. Kalau jam segini tentu para maidnya sudah beristirahat. Tidak mungkin dia menganggu mereka.

.

.

Luhan mengibaskan rambutya yang basah dan mengusap nya dengan handuk.

Lalu Sehun masuk dengan membawa nampan berisi dua mangkuk ramyeon dan air mineral. Ada soju juga dan dua gelas kosong.

"Wah harum sekali. Aku jadi lapar"

"Kemarilah" , sehun menyurh luhan bergabung untuk menyantap makanannya.

"Selamat makan..." kata luhan sambil menyantap makanan di hadapannya

.

.

.

"Aku selesai" , kata Luhan meletakkan sumpit makannya

"Kau mau minum dulu dengan ku?"

"Bagaimana ya? aku sedang tidak ingin minum alkohol"

"Ayolah. Kau laki-laki bukan?"

"Baiklah. Tuangkan untuk ku"

Sehun menuangkan soju ke gelas Luhan dan gelas miliknya.

Mereka meneguk gelas demi gelas .

Sehun sudah terlihat mabuk tapi Luhan masih bisa menguasai kesadarannya.

" Kau tau lu... aku bosan hidup seperti ini. hehe.. aku ingin merasakan kebahagian.. kebahagiaan yang akan membuat hidupku berubah"

Luhan hanya diam saja. Dia tahu Sehun sedang mabuk saat ini.

"Kau juga harus tau , aku sebenarnya gay. "

Luhan membelalakan matanya menatap Sehun. Apa yang baru Sehun katakan? Gay? Jadi Sehun sama seperti dirinya?

Ah mungkin ini efek mabuknya.

"Para wanita terus saja mengejarku. Tapi, sayang nya aku tidak tertarik pada mereka"

Luhan menelan kasar ludahnya.

Sehun mendekatkan wajahnya. Dia tersenyum lalu melepas kaca mata luhan

Luhan menggelengkan kepalnya agar penglihatannya tidak kabur.

Luhan menatap Sehun yang sedang memperhatikannya saat ini.

"Kau cantik lu."

Sehun menyentuh bibir nya dan merancau , " bagaimana rasanya ini? Apa cherry ini manis"

Tanpa babibu Sehun melahap rakus bibir luhan. Luha berusaha memberontak dan mendorong badan Sehun. Ini salah. Sehun harus segera dilepaskan

Dia mendorong Sehun sekuat tenaga nya , dan akhirnya pangutan itu terlepas.

"Hosh..hosh.."

Luhan menetralkan napasnya dari ciuman tiba-tiba tadi.

"Kau benar - benar mabuk Sehun"

Luhan menyingkirkan semua perkakas makan itu dan membaringkan tubuh Sehun di kasur.

Tap..

Sehun menahan tangan Luhan yang akan pergi dari kamr itu.

"Kau mau kemana? diamlah disini"

"Tapi..hun.. aku lebih baik tidur di kamar tamu saja"

Greb..

Sehun membuat Luhan terbaring di sebelahnya

"Itu tak perlu lu. Tidur lah disini"

Luhan tak ingin cari masalah dalam keadaan seperti ini, jadi dia memilih untuk diam dan tidur di kasur yang sama dengan Sehun.

.

.

.

Malam ini terasa sangat hangat. Sehun terbangun dari tidurnya. Dia melihat Luhan dengan matanya yang terpejam.

Sehun mengelus surai madu namja ini. Entah kenapa , perasaan Sehun tentram melihat Luhan.

Deg..deg..

Apa ini? Kenapa tiba-tiba hasrat Sehun muncul

Sehun tidak sedang terpengaruh alkohol jadi dia harus bisa mengendalikan dirinya.

Sehun memaksakan matanya terpejam agar dia melupakan pikiran kotornya itu.


Matahari sudah mulai menampakkan kaki kaki cahaya nya. Burung burung dan embun pun sudah saling menyapa. Tapi mata rusa ini masih saja terpejam tenang dengan damai.

Sehun menggeliakan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Dia bangkit dari tidurnya.

Dia melihat Luhan yang masih tenang memejamkan matanya.

Pukul berapa ini? Mereka bisa terlambat.

Sehun melihat lekuk wajah luhan , mulai dari mata , hidung , dan bibir.

Aneh , rasanya ada sesuatu yang aneh saat melihat bibir itu. Tentu saja Sehun tidak ingat jelas karena dia mabuk saat itu.

Sehun kembali merasakan hasrat nya timbul. Ini salah. Dia tidak boleh melakukan itu , lagi pula hari ini mereka harus sekolah.

Sehun terdiam dan berpikir.

"Rasanya tak apa bermain dengannya sebentar. Peduli setan dengan sekolah. Bukan kah aku penaruh dana terbesar disana," pikiran jahat itu menguasi isi otak Sehun.

Dia mulau melahap bibir Luhan bergantian, membuat sang empu nya terbangun dan membulatkan matanya. Luhan mencoba memberontak. Dia benar benar tak mengerti dengan keadaan ini.

Sehun melepaskan tautannya.

"Apa yang.. Apa yang kau lakukan Oh Sehun?"

"Lu. Ayo kita bermain sebentar" , katanya dengan tak ketinggalan seringai nakal nya.

Luhan yang mengerti maksudnya langsung bangun menjauh. Tapi apa fungsinya, dia tetap kalah dengan tarikan Sehun sehingga dia kembali terjatuh ke kasur.

"Ayolah sayang. Aku tau kau sering menperhatikan ku. Kau menginginkan bukan?'

" Jangan asal bicara kau. Lepaskan aku atau aku akan berteriak"

"Kau pikir siapa yang peduli dengan teriakan mu manis?"

Sehun menjamah leher luhan setiap inci nya,

Luhan menggeliat tak nyaman.

"Eungh..Sehun..ku..mohon..eumph.." , katanya dengan susah payah.

"Ada apa sayang. Slow down baby. Aku akan berikan kenikmatan surga pada mu "

Mata Luhan berkaca. Dia benar-benar takut. Dia ingin sekolah , dia ingin pergi dari sini sekarang.

Tapi semua penolakan nya tak berarti saat Sehun menanggalkan pakaian nya satu persatu membuat dia naked sekarang.

Luhan mengalihkan pandangnya dari sehun.

"Kau tak usah malu sayang. Aku akan melepas baju ku juga" , kata Sehun.

Tepat setelah Sehun berhenti berbicara , pakaian yang ia kenakan tanggal satu persatu membuat dirinya naked seperti Luhan.

Luhan memejamkan matanya saat tangan Sehun bermain dengan nipple nya.

"Egh..Ah...sehunnhh " , desahan yang tertahan itu akhirnya keluar juga. Desahan yang Luhan lakanat karena tentu itu membuat Sehun semakin terangsang.

Sehun menggunakan lidah nya menggantikan tangan kanan nya yang tadi bermain dengan nipple Luhan, sementara tangan satunya masih setia memilin nipple kiri Luhan.

Sentuhan dan permainan Sehun membuat Luhan seakan terbang jauh ke awang. Dia mengadahkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya.

"Ouch..Sehun..please.."

"Kenapa sayang? Nikmati saja"

Luhan sudah tak sanggup berbuat apa apa lagi. Kini terserah Sehun yang sudah menguasai dirinya.

Bosan dengan nipple Luhan , Sehun turun menghampiri junior milik Luhan.

"Sebenarnya aku ingin kau memanjakan milik ku. Tapi biar aku beri contoh pada mu dulu"

Sehun mulai mengulum junior kecil Luhan. Dia memasukan junior itu keluar masuk gua hangat nya membuat Luhan resah. Ada rasa nikmat yang benar benar belum pernah Luhan rasakan sebelumnya.

"Ahh...sehun..fasteer..''

Sehun menyeringai dan mempercepat kulumnya membuat Luhan semakin ingin keluar.

" oohh sehunn i wanna cum...ahhh.."

Crot. Crot..

Cairan luhan keluar dalam mulut Sehun dan langsung Sehun santap habis.

"Kau manis sayang", katanya membuat Luhan memblushing.

Luhan mengubah posisi dan memposisikan juniornya di depan mulut Luhan.

" Sekarang giliran mu sayang"

Luhan melahap junior jumbo milip Sehun. Dia menjilat , mengisap , dan mengemut junior Sehun membuat Sehun mengagumi service yang dia berikan.

"Good..boy...ahh...terussshh..."

Luhan mempercepat kulumannya membuat Sehun semakin marancau.

Luhan lalu memijat dan mengocok junior Sehun .

"Damn..ahhh...boy..." Sehun merasakan dia akan sampai sebentar lagi sehingga Luhan mempercepat gerakan tangan nya.

"Aaahh , lu... Aku...datang.."

Dan..

Crot..crot...

Sehun menyemburkan cairan nya membuat Luhan tersedak. Sehun menarik Luhan dan membantu Luhan menghabiskan cairan nya sendiri.

Setelah semua nya habis , sehun merebahkan tubuh luhan.

Sehun menindih tubuh Luhan , dan memposisikan junior tegangnya di depan hole Luhan.

"Tidurkan dia lu," kata Sehun sebelum memasukkannya.

"Aaaaarrrgghh" , Luhan menjerit saat Sehun berusaha memasukkan penis besar nya ke hole sempit miliknya. Ini sungguh menyakitkan bagi Luhan. Tubuhnya bagaikan di belah dua. Air mata nya pun sampai keluar dari ekor matanya,

Sehun terus menerobos masuk sampai semua penisnya tertanam dalam hole luhan.

"Hiks..hiks.." , Luhan terisak. Kini dia harus bilang apa pada keluarganya?

"Sst..baby uljima..."

"Kenapa kau lakukan ini padaku..hiks..hiks.. Kenapa harus aku sehun..kenapa harus aku..hiks..hiks..hiks.."

"Jangan menangis ku bilang. Diamlah atau aku akan bermain kasar padamu"

Luhan hanya bisa menangis dan terdiam.

Sehun mulai menggerakkan pinggulnya konstan membuat Luhan terhuyung huyung ke arah berlawanan.

"Shhhh..ahh..good...eeerr.." , Sehun merancau di sela-sela genjotannya.

Luhan memejamkan matanya merasakan sakit dan perih yang luar biasa.

Sehun mungkin merasakan kenikmatan , tapi tidak dengan Luhan.

Sehun yang menyadari wajah merana Luhan mencoba menetralkan rasa sakitnya dengan mengocok penis kecil Luhana.

"Ahh..eugh...eumph.."

Luhan kini merasakan kenikmatan yang lebih mendominasi dalam kegiatan ini.

"Ucapkan...jangan kau tahan..ahh.."

"Eummpphh..." , Luhan masih menahan desahannya.

"Sebut..sebut namaku lu..."

"Sehunnnhhhh ... ahh..."

"Great,,"

" Faster..ahh..jebal sehun ... ini..nik..math...eungh.."

"As You wish baby"

Sehun makin mempercepat gerakannya. Dia menghujam sweet spot Luhan lebih dalam dan berkali-kali membuat Luhan merasakan kenikmatan yang tiada tara.

Kasur yang tadinya tertata rapi kini berantakan tak karuan karena kegiatan mereka.

"Ahh..ah... Sehun.. i wanna cum.."

"Bersama baby..."

Sehun makin mempercepat kala gerakannya.

"Sehunnnhhhnnn"

"Luhannnhhnn"

Crot..Crot...

Dan mereka akhirnya keluar bersamaan.

Luhan mengeluarkan cairannya di tangan dan perut Sehun . Sementara Sehun melesatkan cairan miliknya dalam lubang Lujan.

Sehun ambruk di samping Luhan tanpa melepaskan tautan diantara mereka.

Sehun memeluk luhan dari belakang yang membuat Luhan dapat merasakan napas Sehun yang tersengal.

"Sehun..hosh..hosh..ktia harus .. sekolah..hosh..hosh" , kata Luhan dengan napas yang terengah-engah.

"Tidurlah dulu. Akan kusuruh pengawal ku membuat surat izin kenapa kita datang terlambat."

Luhan menganggukan kepalanya dan mulai mengistirahatkan tubuhnya.

"Oh iya lu"

"Apa?"

"Setelah ini , anggaplah tak pernah terjadi apa-apa"

"Apa?"

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Kindly to review guys ^^

This is For HunHan Indonesia GA :)