상남자 (Boy In Luv)
Author: fyeahjunhong
Genre : Drama? Hurt/Comfort?
Rate : T
Disclaimer : FF hanyalah sebuah karya penuh perjuangan fikiran dan fisik, sedangkan untuk idenya nyata dan milik saya sepenuhnya. Sayangnya pemainnya bukanlah milik saya seutuhnya.
Warning : Alternate Universe | KookV | seme! Jungkook x uke!Taehyung | boy x boy | Yaoi
Start Story !
Taehyung duduk di meja makannya, menaruh kepalanya diatas meja dengan beralaskan kedua lengannya sendiri.
Pandangannya menerawang, ingatannya kembali mengunjungi kejadian enam tahun yang lalu, yang mempertemukannya dengan lelaki yang saat ini sedang duduk diseberangnya dengan tenang.
Siapa lagi kalau bukan Jeon Jungkook.
.
.
Tangannya terulur, menawarkan diri untuk dijabat. Senyum tampan terpatri dengan sempurna di wajahnya menambah kesan dewasa Jeon Jungkook.
Padahal ia adalah adik kelas akselerasi Taehyung.
"Come on sunbae-nim, tanganku pegal"Jungkook menggerakkan tangannya membuat Taehyung tersadar dari lamunannya.
Taehyung menjabat tangan itu, perasaannya tidaklah baik. Ia merasakan bahwa ketika tangan mereka bersentuhan, maka hal buruk lah yang akan terjadi.
Ia benar.
Jungkook menatapnya tajam dan tersenyum tampan menyentrum sekujur tubuh Taehyung yang seketika melemah dan (jika bisa) meleleh.
Taehyung terlalu banyak termenung, sehingga Jungkook berdeham untuk menyadarkan pria itu dan direspon cepat dengan gelengan kepala Taehyung, membuyarkan semua lamunannya tentang Jeon Jungkook.
Jungkook tertawa pelan, lelaki didepannya ini sungguh menggemaskan dimatanya.
"Jadi sabtu ini kita berkencan?"Tanya Jungkook, langsung tepat sasaran, tanpa basa basi.
"Apa?!"
.
.
Bibir itu mengulum senyuman tipis, begitu manis, sedikitnya memberi warna pada wajah pucatnya setelah mengingat semua itu.
Pertemuan pertamanya dan tentu saja kencan pertamanya bersama Jungkook.
.
.
Sabtu yang dimaksud Jungkook datang, Taehyung dan Jungkook benar benar berkencan.
Taehyung pastikan bahwa sabtu adalah hari favoritnya. Sabtu tiap bulannya adalah hari dimana ia dan Jungkook mengunjungi seluruh tempat yang mereka ingin kunjungi seakan tak ada hari esok.
Tangan mereka bertautan dengan begitu erat. Seakan jika dilepas, kiamat lah yang terjadi.
"Taehyung-ah"
"Taehyung"
"Kim Taehyung"
"Taeta-"
Berapa kali pun Jungkook memanggilnya, Taehyung tetap (berpura-pura) tidak mendengar.
"Yang sopan Jeon."Kali ini Taehyung menjawab dengan lembut.
Jungkook menurut, memanggil Taehyung dengan tambahan hyung lagi dibelakangnya dan dibalas jawaban manis, lengkap dengan tatapan lembut dari Taehyung.
"Ya, Jeon?"
Jungkook ragu, tapi ia penasaran.
"Bagaimana jika Jimin sunbae kembali?"
Taehyung berhenti, seluruh aktifitasnya berhenti, bahkan bernafas.
Matanya berkedip bingung, mencoba mencari sudut manapun asal matanya tidak bersanding dengan kedua bola mata Jungkook.
"Untuk sekarang aku tidak tahu. T-tapi, pasti aku akan melupakannya."jawab Taehyung semampunya.
Jungkook menggeleng, bukan itulah yang ia ragukan. Ia berdeham, berdiri dengan paksa sehingga kursi meja makan itu menimbulkan decitan cukup memekakkan telinga ketika bergesekan dengan lantai.
"Maksudku bukan itu, hyung."
Taehyung menatap punggung atletis yang dibalut kaus putih yang tidak terlalu ketat itu, tapi mampu memperlihatkan punggung lebar beserta bisepnya dengan jelas.
Taehyung secara tak sengaja pula mengiris jemari nya dengan pisau, membuatnya meringis dan menimbulkan reflek super cepat dari Jungkook.
Pemuda itu mengemut jari Taehyung, menuntunnya menuju kotak P3K untuk memberikan pertolongan paling cepat yang bisa menghentikan darah Taehyung. Dan berakhir dengan plester luka berwarna coklat itu melingkari jari telunjuk Taehyung.
Setidaknya perhatian Jungkook teralihkan dari menanyakan soal perasaan Taehyung pada Jimin.
.
"Jimin menjauhlah-"Taehyung mencicit. Takut suaranya terdengar oleh siapapun, bahkan oleh langit malam yang begitu gelap.
"Ku mohon, hanya sebentar. Aku butuh kau Taehyung."
Taehyung terdiam, ia pun tak tega. Suara Jimin terdengar bergetar seperti menahan tangisnya. Taehyung mengangkat tangannya, menepuk punggung Jimin pelan bermaksud menenangkan lelaki yang menyandarkan kepalanya di bahu Taehyung.
Tak menyadari seseorang diujung sana sedang menggenggam buku tangannya hingga memutih. Menahan emosi.
.
Taehyung menutup telinganya, tubuhnya bergetar.
Nafas Jungkook terengah-engah, terlihat menahan emosi yang sedikit terlampiaskan setelah melempar vas bunga itu ke dinding, membuat vas itu pecah berkeping keping menjadi serpihan kecil yang sangat tidak memungkinkan untuk dirakit dan disatukan kembali.
Seperti hati Taehyung.
"Kau bilang kau akan melupakannya."sorot mata Jungkook terlihat menusuk Taehyung. Napasnya sesak, menahan emosi yang sudah diambang batasnya.
Taehyung menatap pemuda tampannya itu, mengerti yang dimaksudnya adalah Jimin kemudian menggeleng cepat.
"Berhenti membohongiku! Aku melihatnya langsung Taehyung-ah ! Kalian berpelukan!"
Jungkook berteriak di depan Taehyung yang sudah gemetaran, ketakutan.
.
.
Senyum itu berubah, dari senyum tulus yang ditunjukkan menjadi senyuman terpaksa.
Matanya memerah, menahan tangis. Dengan cepat ia menggapai tangan Jungkook di ujung sana, menggenggamnya walau hanya dingin yang terasa.
"Kau masih saja mengungkit Jimin.."
Taehyung memejamkan matanya, menahan air mata itu (lagi). Ia menggigit bibirnya dan genggamannya pada Jungkook semakin erat. Tidak ingin melepaskannya barang sedetik pun.
"Demi apapun aku sama sekali tak lebih dari temannya karena aku hanya mencintaimu, Jungkook-ah. Dan.. Dan kau Tak mempercayaiku."
'Bahkan seujung kuku pun.'batin Taehyung.
Taehyung membuang nafas pelan, "Jangan lakukan itu lagi okay? Meskipun aku tau kau tak akan bisa berjanji untuk tidak melakukannya." suara Taehyung terdengar berbisik. Ia tersenyum, mengutuk air matanya yang kembali mengalir tak tahu diri.
"Tapi percayalah padaku, aku mencintaimu apapun yang terjadi."
Jungkook diam, menarik tangannya dari genggaman Taehyung cepat. Menghela nafasnya dan berjalan menjauh.
.
.
.
OKE MAAF KAYANYA SALAH JUDUL LAGU.
GATAU KENAPA DI NEVERMIND AKU MAU NYIKSA TAEHYUNG A;
Lagi lagi, ada yg liat yg janggal? Aduh kalo bisa liat mah handal, pemecah teka teki /?
YANG BOLD/? AKA TEBEL2 TULISANNYA KEK PIPINYA JIMIN ITU FLASHBACK-AN NYA TAEHYUNG YAP
REVIEW LAGI BIAR SAYA SEMANGAT NYIKSA TAEHYUNG EH SEMANGAT APDET FFNYA MAKSUDNYA.
Karena ini udah chap 3, gada salahnya saya mulai bikin thanks to :3
Thanks To ;;
nnavishiper ; thiefhanie fha ; TaeKai ; Ansleon ; nanaelfindo ; EunhyukJinyoung02 ; hyesang-nim ; HaeMo ; armyvhs0202 ; Clou3elf ; YuRhachan ; Khayalanjomblo ; PurpleLittleCho ; 1 ; army ; Ara94 ; taev ; jesslynhofern ; yang nge-follow, nge-favorites story ini dan sederet silent reader.
