warning: ada adegan yang rada-rada ngeres :"
Under the desk
Sudah sebulan Wonwoo bekerja di perusahaan Kim. Semuanya berjalan baik dan sekarang dia sudah menjadi penasihat keuangan dari perusahaan tersebut namun untuk alasan tertentu, ruangan pribadi yang dikatakan Mingyu masih belum juga siap. Banyak yang iri dengan karir mulus Wonwoo. Jujur saja Wonwoo senang dengan pekerjaannya, gaji pertamanya bias dibilang lumayan, dia juga tidak terlalu sibuk.
Namun satu hal yang mengganggunya adalah Kim Mingyu. Bosnya, ia akui lelaki itu tampan, tapi dia sangat merepotkan, setiap pagi Wonwoo menjadi tergesa-gesa dibuatnya. Wonwoo harus bangun pukur 4.30 pagi setiap harinya, dia menghabiskan 20 menit untuk membuat bekal makan pagi bos 'tercintanya' dan makanan tersebut haruslah benar-benar enak. Pernah satu pagi di hari selasa Mingyu keluar dari kantornya sambil membawa sewadah salad buatan Wonwoo, ia meletakkan wadah itu di meja Wonwoo sambil merengut dan menyilangkan tangan didada, kemudian berkata
"Tidak enak! Kebanyakan minyak dan potongan bawangnya teralu besar! Garamnya juga kurang! Pulang dan perbaikki" dengan terpaksa Wonwoo harus pulang dan mengulangi saladnya tersebut. Untung saja saat itu baru pukul 6.15, belum ada pegawai lain di ruangan Wonwoo, jika ada bias-bisa temannya salah paham, terutama pegawai perempuan yang kerap disapa Joy dan Wendy yang duduk di bilik disebelahnya. Dua wanita itu sudah 23 tahun tapi sifatnya sangat bocah, dan hal mengerikan lainnya mereka sangat suka bergosip tentang Kim Mingyu, pokoknya dia hafal semua kencan-kencan Mingyu yang disusun oleh ibu Mingyu, Wonwoo kadang-kadang terbawa suasana saat mendengarkan gossip-gosip Joy dan Wendy tentang bosnya yang aneh itu.
Selain masalah makanan, kopi dan peletakkan makanan dimeja Mingyu juga harus detail. Wonwoo menghabiskan 15 menit untuk mandi dan 35 menit perjalanan dari apartemennya ke kantor, dan ia harus pergi ke lantai bawah membeli kopi untuk Mingyu, pegawai café juga sering bingung karena jarang sekali ada yang membelikan kopi untuk Mingyu atau membawakannya kopi namun ia diam saja. Dia juga harus meletakkan kopi dan makanan tersebut di meja mingyu, jarak kotak bekal dan kopi harus pas 5 cm, jika kurang atau lebih Mingyu akan menyeret Wonwoo ke kantornya dan menyuruhnya memperbaikki posisinya.
Hari ini Wonwoo seperti biasa membelikan kopi untuk Mingyu dan membawakannya ke mejanya, namun saat ia hendak membawakan kopi tersebut ke kantor Mingyu, ia bertemu dengan Joy. Berhubung mereka berada dikantor yang sama, Joy dan Wonwoo memutuskan untuk barengan ke kantor mereka.
"Heh Wonwoo, kau tahu tidak. Katanya tuan MIngyu punya pacar yang bekerja di kantor ini!" ujar Joy, Wonwoo hanya menggedikkan bahunya tidak peduli.
"Kata pegawai kafe di bawah, setiap pagi ada seorang laki-laki yang membelikan kopi untuk Mingyu, dan cleaning service juga bilang bahwa ada laki-laki yang setiap pagi kekantor Mingyu untuk meletakkan segelas Kopi dan makan pagi" Celoteh Joy panjang lebar, Wonwoo yang mendengar hal ini melebarkan matanya.
"hah? W-w-wah r-romantis ya…" jawabnya, dia bingung dan cemas karena, bagaimana bisa ia malah disangka sebagai pacar seorang Kim Mingyu? Orang arogan yang menyebalkan seperti itu bukan tipenya.
Saat sampai di lantai tujuan mereka, Wonwoo buru-buru menyuruh Joy untuk ke kantor duluan. Dia beralasan ingin ke toilet. Sialnya Joy masih ingin melanjutkan gossipnya, waktu sudah menunjukkan pukul 5.59 Mingyu akan sampai sebentar lag-
TING!
Suara Pintu Lift terbuka, dan Mingyu keluar dari sana, Joy yang melihat Mingyu langsung tersenyum, sedangkan Wonwoo jadi panic dan bingung harus berbuat apa. Mingyu berjalan mendekatinya, Joy terlihat sedikit bingung mengapa Wonwoo tiba-tiba terlihat panic, ia hendak menanyakan pada wonwoo jika ada masalah namun dipotong oleh Mingyu.
"Selamat pagi manis, mana kopi dan sandwich tunaku?" Mingyu tersenyum.
"ini masih jam 6 tepat, jika kau berikan sekarang tidak akan kumarahi~" Joy membulatkan matanya saat Wonwoo menyerahkan secangkir kopi dan sebuah sandwich yang dibungkus plastic wrap.
Mingyu yang mengambil makan pagi dan kopinya pergi begitu saja meninggalkan Wonwoo yang langsung di bombardir pertanyaan oleh Joy.
"kau membuatkan sarapan untuknya? Jadi kau pacar rahasianya tuan kim?" Joy mengekori Wonwoo ke kantor mereka dan Wonwoo harus mengatakan tidak pada Joy hampir 1000 kali karena Joy terus saja menanyainya.
Esoknya menjadi hari yang paling buruk dalam hidup Wonwoo. Saat ia membeli kopi untuk Mingyu, sang pelayan yang biasanya diam saja ikut berkomentar
"wah…tidak disangka tuan Kim punya pacar. Biasanya tidak ada yang mengurusnya. Dia selalu datang pagi dan membeli kopinya sendiri. Dia bahkan tidak mau kopinya dibelikan Jihoon…" Wonwoo hanya diam saja, dia malas menanggapinya.
Tidak hanya pegawai kafe. Seungkwan, sang pegawai administrasi yang makan siang bersamanya juga ikut menanyainya.
"Kau pacarnya Gyu? wah aku kira anak itu tidak punya hati... dia kan anti sosial, kau tahu, dia tidak pernah keluar kamarnya saat aku makan malam bersama keluarga Kim." Ujar Seungkwan, sambil meletakkan dagunya di tangannya selagi makan.
"tidak, aku hanya mengantarkan kopinya dan bekal paginya saja" ujar wonwoo kemudian dia mengerjap bingung saat menyadari kalimat terakhir yang diucapkan seungkwan.
"memang kamu ngapain makan malam dirumahnya?" Jihoon yang juga ikut makan tertawa kecil karenanya.
"kau tidak tahu ya? Seungkwan ini pacarnya Seokmin, Hyungnya Mingyu. Kalian berdu harus saling kontak, kan akan jadi keluarga" Wonwoo hanya memutar bola matanya sedangkan Seungkwan tersenyum malu-malu, namun tak lama kemudian ia tersenyum.
"heh wonwoo-hyung, punya kaka*talk (itutuh yang sering dibilang sama soonseok talk talk talk) tidak?" Tanya seungkwan
"ada, mau bertukar nomor handphone? Jujur saja aku baru punya nomor Joy, Wendy dan Seungcheol saja di kantor ini"
"dan Mingyu juga tentunya~" Seungkwan bersiul dan mengambil handphone Wonwoo untuk mengetikkan nomor handphonnya. Wonwoo tidak tahu apa yang ditulis Seungkwan sebagai nama kontaknya, namun Seungkwan mengotak atik handphonenya hamper selama satu menit lebih, tapi ia tidak curiga sama sekali.
"Sudah kubilang dia bukan kekasihku yaampun" Wonwoo yang sudah selesai makan hendak meninggalkan kantin, dia ada janji membicarakan tentang keuangan bulan ini dengan Mingyu. Namun saat ia hendak pergi ia melihat Apel milik Seungkwan yang tidak tersentuh.
Wonwoo memang tidak terlalu menyukai kelakuan Mingyu, namun dia tahu benr makanan yang disukai Mingyu, dia sudah 6 kali makan siang dengan Mingyu. Mingyu suka apel. Kemanapun mereka pergi makan, Mingyu selalu meminta apel sebagai makanan penutup. Dia juga tahu Mingyu tidak suka ikan. Mingyu juga tidak suka manis walupun senyumnya manis-
'apa yang kau pikirkan dasar bodoh' Wonwoo menggelengkan kepalanya.
"eh Gwan, kau mau apel itu?" Seungkwan menggeleng dan memberikan apel itu kepada Wonwoo.
"ngga hyung, nih ambil saja!" Wonwoo membawa apel tersebut tidak lupa mengatakan 'thanks' pada Seungkwan.
Sesampainya diatas dia langsung menuju ruangan Mingyu dan langsung disapa oleh sang pemilik ruangan yang sedang serius dan membaca beberapa lembaran-lembaran penting.
Mingyu melihat kearah Wonwoo sambil tersenyum. "hai manis" sapanya membuat Wonwoo sedikit kesal karena bosnya ini terus saja menggodanya.
"tunggu sebentar ya, aku masih harus membaca bebearapa kertas bodoh ini." Ujar Mingyu yang ditanggapi Wonwoo oleh tawa kecil, menurutnya ekspresi Mingyu saat dia kesal sangat lucu.
"Tuan kim, apa kau sudah makan siang?" ujar Wonwoo, Mingyu hanya membalasnya dengan gelengan,
"Aku bahkan belum menyentuh salad buatanmu, dan panggil saja aku Mingyu" Wonwoo merasa kasihan juga dengan bosnya tersebut. Pasti dia kelaparan.
Ditengah kesibukkan memikirkan betapa malangnya Bosnya tersebut tiba-tiba Mingyu berdiri dan menarik pergelangan tangannya dan menyeretnya keluar ruangan.
"gawat, aku lengah, pasti kemarin aku menandatangani lembaran yang salah. Jihoon akan ngamuk. Ayo temani aku keruangannya. Dia masih makan kan?" Mingyu menyeretnya menuju ruangan Jihoon. Untungnya saat itu tidak ada yang melihat mereka. Jika ada yang melihat Mingyu menggandeng Wonwoo seperti itu bias heboh jadinya.
"map kuning dengan label '312'" ujar Mingyu sesampainya diruangan Jihoon.
Wonwoo dan Mingyu sibuk mencari-cari map tersebut di tumpukan-tumpukan file di sekitar meja Jihoon. Setelah hampir 10 menit mencari Mingyu menemukan map tersebut. Namun sialnya kenop Pintu ruangan Jihoon berputar. Dengan cepat Mingyu menarik Wonwoo untuk bersembunyi dibawah meja jihoon.
"hm? Dimana dia ya?" terdengar suara Seungkwan, "kata yura tadi Mingyu dan Wonwoo bergndengan kesini malah" lanjutnya.
"hm? Wonwoo? Siapa itu?" sebuah suara lain muncul.
"entahlah, dia pegawai baru yang sangat pintar, dia selalu membawakan bekal makan pagi dan kopi keruangan Mingyu. Pasti pacar barunya" ujar Seungkwan.
Wonwoo hendak protes dan keluar dari tempatnya namun ditahan Mingyu.
"sst" bisik Mingyu, Jujur saja posisi mereka sangat tidak terduduk di pangkuan Mingyu, dan posisi mereka saat ini terlalu dekat.
'itu kakakku!" bisik Mingyu lagi, ia mengeratkan pelukannya di pinggang Wonwoo. Wonwoo yang merasa posisi mereka terlalu dekat sedikit menggeliat(?) agar bias memberi jarak antara tubuh mereka. Namun hal tersebut malah menyebabkan bokongnya bergesekkan dengan 'milik' Mingyu. Wonwoo tidak menyadari hal ini, namun Mingy menyadarinya, 'ya tuhan…godaan macam apa ini…' batin Mingyu.
Mingyu berusaha mengabaikan Wonwoo yang terus saja bergerak gerak, namun adik kecilnya berkata lain. Dan Wonwoo mulai menyadari hal ini, iya mengerjapkan matanya beberapa kali dan pipinya memerah saat menyadari adik kecil Mingyu tegang dibawah sana, Wonwoo terdiam dan menggigit bibirnya. Mingyu yang sedikit terbawa oleh nafsunya mendekatkan wajahnya ke wajah Wonwoo.
Jujur saja Wonwoo hampir pasrah namun ia ingat dengan apel yang dibawanya tadi, dengan cepat ia mengeluarkan apel tersebut dari saku jasnya dan menempelkannya di bibir Mingyu.
"makan" bisik Wonwoo, belum sempat Mingyu membuka mulutnya ia mendengar Seokmin berbicara.
"ah jika ia tidak disini mungkin aku pulang saja. Mungkin dia sudah makan siang." Ujarnya sambil membuka pintu dan meninggalkan ruangan Jihoon.
Cepat cepat Wonwoo keluar dari tempat persembunyian(?) mereka begitu juga dengan Mingyu yang mulai menggigit apel yang disodorkan Wonwoo tadi.
Setelah memsatikan Sungkwan dan Seokmin tidak ada lagi barulah mereka berdua keluar ruangan Jihoon dan kembali ke ruangan Mingyu. Pipi Wonwoo masih saja merah membayangkan kejadian tadi. Bagaimana bisa ia membuat Mingyu hard padahal ia hanya bergerak-gerak sedikit saja.
"m..mingyu ma-maaf soal yang tadi.." ujarnya. Mingyu hanya tersenyum dan mengunyah apelnya kemudian duduk di kursinya.
"tidak apa-apa. Pasti karena aku lapar" ujarnya kemudian mengedip kearah Wonwoo membuat Wonwoo memerah lagi.
"kau lucu sekali Wonwoo-ah, aku hanya bercanda, duduklah, jadi bagaimana perkembangan keuangan bulan ini?" Mingyu bertanya dan mengalihkan pembicaraan mereka, dan suasana canggung yang tadi wonwoo rasakan mulai mereda seiring pembicaraan mereka mengenai pekerjaan.
Wonwoo pulang pukul 5 sore hari ini, ia cepat-cepat mandi begitu sampai di apartemennya dan kemudian duduk didepan tv untuk menonton acara favoritnya. Saat sedang asiknya menonton tiba-tiba handphone nya berbunyi.
You have 1 new message
Wonwoo membuka pesan tersebut
From: Unknown Number 0************
Wah benarkah? Kau seperti malaikat wonwoo-ah 3
Panggil saja aku umma! Aku senang kau berinisiatif menghubungiku,
dan terimakasih telah membawakan makan pagi untuk Mingyu-ku,
umma akan ke kantor besok, kita harus bicara 3
'hah? Apa ini' pikir wonwoo, kemudian ia membaca pesan diatasnya
To : Unknown Number 0************
Halo, saya wonwoo, saya mendapatkan nomor anda dari Seungkwan,
sebenarnya saya adalah pacar Mingyu, saya bekerja sebagai perencana
keuangan di perusahaan keluarga anda, anda tidak perlu khawatir soal
sarapan Mingyu, saya selalu membawakannya sarapan dan kopi kesukaannya
Wonwoo terdiam sejenak, kemudian dia ingat saat seungkwan mengotak-atik handphonenya saat makan siang tadi
1…
2…
3….
"BU SEUNGKWAN SIALAN!"
a/n: haloooo, makasih buat responnya di chap 1 333 sebelumnya kenalinn aku nalae, aku baru di ffnet nih hahah, semoga pada suka ya buat yang bacaa
cerita ini juga ga ada konflik, aku rencana buat fics ini full fluff aja soalnya males mikir :" terus disini juga ukenya wonwoo ya uwu soalnya author ngerasa wonwoo itu banyak aegyo nya sama sweater paws nya itu imut bangett 3 emang sih dia tuh manly bener bawaannya, tp kalo disbanding Mingyu masih kalah manly nya hehe jadi maaf ya buat yg ngeharapin top!wonwoo ;:
