하루만 (Just One Day)

Author: fyeahjunhong

Genre : Drama? Hurt/Comfort?

Rate : T

Disclaimer : FF hanyalah sebuah karya penuh perjuangan fikiran dan fisik, sedangkan untuk idenya nyata dan milik saya sepenuhnya. Sayangnya pemainnya bukanlah milik saya seutuhnya.

Warning : Alternate Universe | KookV | seme! Jungkook x uke!Taehyung | boy x boy | Yaoi

Start Story !


Jungkook side

Bibir nya pucat.

Jungkook meremas kain bajunya, nafasnya sesak. Jantungnya berdetak lebih cepat dan tak teratur. Keringat dingin mengalir di pelipis pemuda tampan itu, mulutnya terbuka, nafasnya terdengar kasar seperti habis berlari jauh.

Kemudian memutuskan memejamkan matanya, menghadapkan wajahnya ke atas berharap dengan begini ia bisa bernafas lebih leluasa. Tapi percuma, tak ada perubahan.

Jungkook mengepalkan tangannya, memukul mukul dada kirinya cukup keras, berharap dengan melakukan itu sakitnya akan hilang.

Tapi usahanya sia sia, tak ada yang mampu menolong nya selain pertolongan zat zat kimia. Ia meringis, rasanya seperti malaikat maut menungguimu meregang nyawa dengan senyum paling mengerikan yang ia miliki.

.

'Walau tak ada harapan, setidaknya beri kami keajaiban.'

.

Jungkook menekan tombol angka di gagang pintu itu dengan cepat, sudah terlalu hafal pin apartemen kekasih nya. Ia bersegera masuk dan melepaskan sepatunya lalu berganti memakai sendal rumah yang ada.

Ia menaruh buket bunga yang dibawanya di atas meja tamu, kemudian berjalan ke arah kamar Taehyung. Jungkook yakin kekasihnya masih terlelap di dalam sana.

Jungkook menghampiri Taehyung yang masih bergelung dalam selimut, membawa tangannya ke surai coklat Taehyung lalu tersenyum melihat reaksi pemilik surai itu yang semakin menyamankan posisi tidurnya.

Jungkook memilih untuk merebahkan tubuhnya, ikut masuk kedalam gelungan selimut Taehyung. Memeluk pinggang itu posesif dan mencium bibir Taehyung sekilas.

Tidak ada reaksi?

Jungkook menjepitkan jemarinya dihidung bangir Taehyung, menggoyangkannya pelan sehingga mengganggu alur penafasan teraturnya.

Berhasil, Taehyung terbangun. Ia merengek dan mencubit pinggang Jungkook tanpa tenaga karena masih mengantuk. Jungkook tertawa pelan dan kemudian membujuk Taehyung untuk segera bangun dan memakan sarapan kesukaannya yang dibeli oleh Jungkook tadi.

.

Jungkook melambaikan tangannya, menutup pintu apartement Taehyung. Ia pamit kembali ke rumahnya sebentar karena ada pesan mendadak dari kakak sepupunya.

Tapi itu semua hanya alasan. Jungkook masih di sana dan bersandar dipintu apartement Taehyung.

Lagi lagi keringat dingin mengalir di pelipisnya.

Jungkook mengutuk dirinya yang seperti ini tidak tepat waktu. Katakanlah ia masih ingin bersama Taehyung, tapi tubuhnya menolak. Ia berjalan pelan, menjauh dari pintu apartement Taehyung.

'Bahkan aku lebih takut kehilanganmu dibanding kehilangan nyawa ku.'

.

Jungkook memejamkan matanya, ia tersenyum.

Satu hari saja bagi Jungkook dan Taehyung untuk seperti ini.

Berpelukan, berpegangan erat, mencium dahi Taehyung, mengecup pipinya sayang dan mencium bibir manis Taehyung.

tanpa ada pengganggu, baik pengganggu internal maupun eksternal.

Jungkook memeluk pinggang Taehyung, menghirup aroma khas kekasihnya itu dari lehernya.

Dan tersenyum ketika merasakan Taehyung bergetar dan menggenggam tangannya erat.

"Aku mencintaimu."

"Akan selalu mencintaimu."

Jungkook berbisik begitu pelan.

Hari itu, Sabtu itu.

Taehyung merasa bahwa ia adalah lelaki paling beruntung di dunia.

Dicintai oleh seorang Jeon Jungkook.

.

Jungkook terdiam, ia duduk di kursi belajarnya. Matanya menatap surat rujukan yang ditujukan pada bagian syaraf dan kejiwaan di rumah sakit yang tadi Jungkook kunjungi. Ia datang kerumah sakit ini untuk memeriksakan keluhannya tentang jantungnya atau paru parunya yang salah, berdebar dengan tempo terlalu cepat dan melakukan proses pernafasan terlalu singkat.

"Psychosomatic."

Kata kata dokter itu kembali terngiang dikepalanya. Ia menggeleng tidak percaya. Dokter itu gila mengatai dirinya terkena penyakit jiwa.

Jungkook memutuskan untuk tidak memikirkannya, membuang surat rujukan itu ke tong sampah di kamarnya dan berlalu keluar. Memutuskan untuk mengunjungi Taehyung yang mungkin akan membuatnya merasa lebih lega.

Disana lah mereka, di apartement Taehyung. Saling bergelung satu sama lain, berpelukan mesra. Jungkook mengecup kening kekasihnya lama.

Pikirannya tanpa ia inginkan kembali mengingat apa yang dokter umum tadi katakan kepadanya.

Tidak Jungkook, itu tidak mungkin.

Jungkook berfikir bahwa mungkin besok ia harus ke bagian jantung.

Ya, mungkin jantungnya yang salah.

Tapi apa ia siap untuk mengetahui penyakitnya?

Apa ia siap memberitahu Taehyung tentang keadaanya?

Yang terpenting.

Apa ia siap meninggalkan Taehyung?

Jungkook menarik nafasnya, Jantungnya kembali berdetak terlalu cepat.

Tidak tidak ini bukan karena Taehyung. Hanya secara tiba tiba jantungnya memompa seakan bukan lagi dua kali tapi tiga kali lipat lebih cepat.

Jungkook melepas Taehyung, pamit ke kamar mandi dan segera mengunci pintu kamar mandi itu. Dan kemudian bersandar di balik pintu itu. Nafasnya sesak, keringat dingin itu kembali mengalir.

Ia belum siap atas semua yang terjadi dalam tubuhnya.

Tenang.

Berusaha tenang.

Jungkook menarik nafasnya dan kemudian menghembuskannya pelan. Mencoba rileks. Mendorong Taehyungpelan, kemudian menjauhkan diri.

'Maaf Tae.. Maafkan aku..'

.

Hi hi

Udah seneng belum, aku bawa Jungkook yg tersiksa?

Udh mulai bisa merangkai apa yg terjadi?

Aku sedang senang sekaligus sedih

Tapi banyakan sedihnya.

Seneng karena ada yg udh mulai tau kemana arah cerita aneh ini.

Sedih karena

Yg review dikit, hiks. tp gapapa

Yg nyemangatin aku juga dikit, hiks.

Aku udh mulai sibuk sm kegiatan menelan ilmu lagi, hiks.

Ada yang ngabarin aku kalo ada ff (katanya) mirip ff aku, hiks.

Aku baca, aku liat, diam bukan berarti aku gatau.

Emang sih player beda

Tp plotnya itu loh. Bisa dibilang gaada bedanya.

aku sih coba positif think aja mungkin secara kebetulan dia punya ide yg sama sama aku.

Jujur.. Aku izinin kok ff aku kalo mau di remake dengan another fandom, req aja, kalo sempat aku bikin. Ato mau bikin sendiri, boleh juga asal bilang ato izin ke akunya, cantumkan copyrightnya juga.

Aku jd yah.. Kurang semangat, hehe.

Chitchat saya kepanjangan ehe.

Oh ya jangan panggil saya authornim ;_; panggil Ji aja oke !?

Sekian dan terimakasih buat yang review, favorite, follow dan nungguin ff ga jelas ini, nevermind.

Thanks juga untuk sider !

Oh ya ada yang kelupaan.

Wordpress kookv aduan saya sama ansleon udh kelar sih, cuma masih sedikit beberes karena saya juga bingung sama wordpress baru ini jadi yah.. Sabar ya. Terus kalo ada yang minat gabung jadi artworker/freelance artworker ato author/freelance author khusus kookv silahkan pm saya!

Ingat ya khusus kookv. Dom!KOOK Sub!V - Seme!KOOK Uke! terima vkook ato pairing lain ya. Bukan engga. Mungkin belum. Tergantung rencana saya sama ansleon kedepannya gimana ok.

Udah yaampun ff ama bacot panjangan bacot. Bye wkwk.

DONT DO PLAGIAT GUYS!