Dating?
.
.
.
Wonwoo sangat kesal karena kelakuan Seungkwan yang seenaknya saja, ia menelepon Seungkwan dan terus-terusan menceramahinya. Dia juga bingung harus balas apa ke ibunya Kim Mingyu, mana mungkin ia bilang jika ia bukan pacar Mingyu dan tadi itu hanya bercanda, yah walaupun itu juga salah Seungkwan tapi tetap saja itu akan membahayakan pekerjaannya jadi Wonwoo lebih memilih untuk tidak membalas.
.
.
.
Keesokkannya Wonwoo seperti biasa membelikan kopi dan membawakan makan paginya Mingyu. Namun saat ia sampai di lantai 7 atau bisa dibilang juga kantornya semua peralatan dan file dimejanya sangat bersih, dia sempat kebingungan, namun berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 5.47 dia memutuskan untuk ke kantor bosnya dulu untuk mengantarkan kopinya.
Sesampainnya di kantor Mingyu, Wonwoo langsung meletakkan kopinya. Tapi ada satu hal yang menarik perhatiannya, yakni meja baru yang ada di sudut ruangan Mingyu dan berkas-berkas yang berserakan di sekita Meja tersebut.
Wonwoo melihat berkas- berkas tersebut dan menyadari bahwa itu adalah berkas miliknya. Dia heran mengapa semuanya dibawa keruangan Mingyu. Mungkin lebih baik ia menunggu Mingyu datang dan menanyakannya.
.
.
.
TING TONG!
Bell apartemen Mingyu berbunyi
'Siapa sih' gerutunya, itu masih jam 3 pagi. Masih terlalu pagi untuk bertamu, pikirnya.
Ia melihat melalui interkomnya dan melihat wajah ibunya yang sedang tersenyum.
'ya tuhan ini jam 3 pagi, apa maunya'
Mingyu membuka pintu apartemennya dengan malas, "ibu mau apa?" gerutunya dengan malas. Ia baru tidur 4 jam. Banyak berkas menumpuk yang harus dibaca, jika tidak Jihoon akan mengamuk.
"jahat sekali, ibu hanya mau mampir dan menyiapkan sarapan mungkin untuk anak kesayangan ibu" ujar ibunya sambil tersenyum manis dan masuk begitu saja.
Mingyu mendengus malas dan masuk kekamarnya, ia masih sangat lelah. Ibunya hanya tersenyum, ia tahu benar jika Mingyu tidak suka saat tidurnya diganggu jadi ia memutuskan untuk mengecek kulkas Mingyu agar setidaknya bisa membawakan makanan untuknya, walaupun ia tahu Mingyu sudah memiliki seseorang yang selalu membawa makan pagi untuknya, dan orang itu juga yang menjadi alasan mengapa ibu Mingyu ke apartemennya, dia ingin menanyai Mingyu soal kekasih barunya.
Mingyu terbangun pukul 5 pagi dan bergegas mandi. Seusai mandi dan bersiap ia hendak pergi, namun ibunya yang sedang duduk di ruang tamunya memanggilnya dan menyuruhnya duduk sejenak.
"ibu buatkan bekal untukmu. Mungkin kau dibuatkan bekal pagi oleh kekasihmu, tapi ibu tidak akan kalah! Ibu akan buatkan bekal makan siang untukmu!" Mingyu hanyak memasang ekspresi bingungnya.
"pacar?"
"iya Jeon Wonwoo! Dia pacarmu kan? Mestinya bilang! Jadi ibu tidak perlu menyiapkan beribu kencan lagi untukmu! Orangnya seperti apa? Apa dia benar-benar pintar? Aku akan ke kantormu nanti siang! Ibu akan lihat seperti apa sih Jeon Wonwoo itu"
"jangan ke kantor, hari ini aku ada urusan penting. Dan Jeon Wonwoo bukan pacarku. Tepatnya belum" ujar Mingyu sambil tersenyum sebelum menambil kotak bekalnya dan keluar dari apartemennya.
Selama perjalanan Mingyu tersenyum senang. Ia telah menyiapkan meja baru untuk Jeon manis tercintanya. Dan dia ingin berada di ruangan yang sama dengan Wonwoo. Mingyu sebenarnya tidak tahu mengapa ia begitu menyukai Jeon Wonwoo ini, mungkin karena sifat polosnya atau wajah manisnya ketika gugup.
Jujur saja, Mingyu kemarin berdiam cukup lama di kamar mandi untuk menyelesaikan masalah adik kecilnya yang disebabkan oleh Wonwoo. Ia sendiri bahkan bingung bagaimana bisa adik kecilnya bereaksi begitu cepat. Dia sudah mengalihkan dirinya dengan membicarakan laporan keuangan perusahaan dengan Wonwoo, namun adik kecilnya tetap saja tidak mau tidur dan dia harus menahan nafsunya selama hampir satu setengah jam.
.
.
.
Sesampainya di kantor, Mingyu mendapati pegawai manisnya itu sedang duduk di sofa ruangannya. Dia ingin menggodanya namun dia banyak kerjaan hari ini, jadi lebih baik menyelesaikan tugasnya saja dulu pikirnya.
"m…T-tuan Kim, apakah saya boleh tahu mengapa berkas saya ada disini…?" Tanya Wonwoo saat dilihatnya Mingyu langsung duduk dan mulai menyibukkan dirinya dengan berkasnya.
"kau duduk saja dulu di meja yang di sudut itu. Nanti mejanya dipindahkan, tunggu aku menyelesaikan ini. Kalau kau mau makan pagi kebawah dulu aku persilahkan. Jam kerja kita mulainya jam 10."
Wonwoo hanya mengangguk dan duduk di meja barunya. Ia mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya sendiri, walaupun terkadang dia memandangi wajah Mingyu. Hei! Jangan salahkan dia, salahkan saja wajah tampan Mingyu yang serius dan kacamata yang bertengger di hidungnya, siapa yang bisa menolak pesonanya?
"Aku tahu aku tampan, tapi fokuslah, jangan befikiran mesum tentangku tuan Jeon Wonwoo, tidak cukupkah kau menggodaku kemarin?" Ujar Mingyu menyadarkan Wonwoo dari lamunannya, Wonwoo yang tertangkap basah sedang menatapi Mingyu langsung memerah dan berpura-pura sibuk dengan pekerjaannya.
'aku tidak menggodamu, kau saja yang mesum!' pikir Wonwoo, walaupun dia tidak bisa menyangkal, bahwa pemikiran kotor tentang berbuat hal mesum dengan Mingyu dikantornya ditambah dengan Mingyu yang sedang mengenakan kacamatanya sangatlah fantastis
Sudah hampir 4 jam Mingyu dan Wonwoo menyibukkan diri mereka masing-masing, sampai akhirnya Mingyu melepaskan kacamatanya (yang membuat Wonwoo sedikit sedih dalam hatinya) dan berjalan menuju meja Wonwoo.
" Ayo bereskan dan pindahkan mejamu." Ujar Mingyu, membuat Wonwoo mendongak dan mengangguk kecil.
Mereka mulai mengangkat berkas Wonwoo ke dekat Meja Mingyu, Mingyu yang jahil sengaja menyenggoli Wonwoo yang sedang memindahkan berkasnya membuat Wonwoo hilang keseimbangan dan terjatuh menimpa Mingyu dengan kertas-kertas Wonwoo yang bertebaran disekitar mereka.
Pipi Wonwoo otomatis memerah, belum sempat ia berdiri, Mingyu sudah menahan pinggangnya dan menampakan smirknya
'mati aku'
.
.
.
Seorang wanita paruh baya dan laki-laki yang umurnya sekitar 25 tahun memasuki gedung perusahaan Kim. Beberapa orang yang melihat mereka langsung menunduk hormat kepadanya, Wanita itu berjalan ke meja administrasi dan tersenyum melihat sang penjaga administrasti tersebut.
"Seungkwan-i!" ujar wanita itu, Seungkwan yang disapa hanya tersenyum dan senyumnya makin melebar saat melihat laki-laki yang mengekori wanita itu.
"Eomma! Seokminnie hyung!" Panggilnya. Ia meninggalkan meja administrasi setelah berbicara sebentar dengan Soojung, pegawai administrasi lainnya yang berada di sebelahnya.
Seungkwan memeluk Wanita yang dipanggilnya 'eomma' tersebut dan tersenyum senang. Sudah lama ia tidak bertemu dengan Nyonya Kim karena ia sering ikut pergi bersama suaminya yang ada urusan bisnis.
"apa kabarmu Gwannie? Terimakasih kau sudah memberikan nomormu kepada Wonwoo, dia memberiku pesan. Ah! Senangnya anakku sudah punya pacar" ujarnya girang. Seokmin yang ada dibelakangnya hanya tersenyum.
Seokmin mendekati Seungkwan dan memberikan kecupan singkat di bibirnya membuat Seungkwan malu, tentu saja dia malu! Siapa yang tidak malu dicium didepan calon ibu mertuanya?
"aw kalian mesra sekali~" Nyonya Kim terkikik melihat Seungkwan yang biasanya super cerewet menjadi malu-malu.
"ibuuu~~~" Seokmin dan nyonya Kim hanya tertawa.
"baby, apa kau tahu dimana MIngyu? Ibu terus merajuk ingin melihat Jeon Wonwoo yang kau ceritakan itu." Ujar Seokmin
Seungkwan tersenyum mengingat couple baru yang sedang panas-panasnya dibicarakan di kantor mereka, ia mengajak Nyonya Kim dan Seokmin menuju lift untuk mengantarkan mereka ke ruangan Mingyu. Di depan Lift mereka bertemu dengan Jihoon yang sepertinya hendak ke kantor mereka.
Di dalam Lift mereka Cukup banyak Mengobrol, well tepatnya Ibu Mingyu dan Jihoon yang mengobrol. Seokmin yang memang sangat 'menempel' dengan Seungkwan terus saja memeluk Pinggang Seungkwan dari belakang dan menciumi pipinya. Nyonya Kim tidak heran lagi, Seokmin memang sangat suka skin-ship. Dimanapun dan kapanpun.
Sesampainya dilantai atas mereka langsung menuju Kantor Mingyu, Seungkwan hendak membuka mengetuk pintu kantor Mingyu namun terhenti saat ia mendengar sesuatu,
"yah~ Mingyuu, tunggu sebentar, ini terlalu besar!" Seungkwan mendengar Wonwoo yang mengeluh dan kata-kata Wonwoo yang ambigu membuatnya mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu tersebut, ia memilih untuk menguping, begitu juga dengan Jihoon dan Ibunya Mingyu.
"Tapi ini terlalu sempit! Woo, ayolah ini sedikit sakit." Mata nyonya Kim membulat mendengarkan kalimat tersebut. Ditambah dengan cara berbicara Mingyu yang sedikit tersengal.
"Yak! Jangan didorong- Ah! M-Mingyuuuu~ sakittt!" Seungkwan dan Nyonya Kim saling bertukar pandangan, sepertinya mereka memikirkan hal yang sama.
"se-sedikit lagi woo, aku mau keluar!" balas Mingyu, Hal itu membuat Nyonya Kim terkejut dan mendekatkan kupingnya lebih lagi ke pintu, namun sialnya hal itu malah membuat pintu ruangan tersebut terbuka dan ketiga penguping tadi terjatuh.
"Eomma! Kau sedang apa?! "
TBC
.
.
.
a.n:
hayooo kira2 ngapain tuh Mingyu ama Wonwoo xD
makasih buat yang udh suka! Aku bakal usahain update cepet sampe 10 chapter awal, tapi untuk selanjutnya belom bisa janji hehe. Makasih juga buat yang review, ga nyangka banyak yang suka walaupun ini masih acak-acakan dan gak di beta hehe
Nah buat yg kemaren bilang ini mirip ff lain di aff, sebenernya ini bukan mirip lagi, ini emang ff yg sama. Di aff aku udh post ff ini dgn judul Lady Luck. Bedanya Lady Luck itu banyak angst dan ff ini lebih mesum dan alur romancenya lebih cepet otl. Sebenernya aku mau buat ini jd "Lady luck" ver. Indo, Cuma krn di aff dikit org Indo jd aku post di aja.
p.s: Mingyu pake suit dan kacamata tuh hot banget kkkk
