Cute Messages and Mr. doctor

From : Mingyu

To : Wonwoo

Hey, bangunlah ini sudah pagi jangan tidur terlalu nyenyak mentang-

mentang kucium semalam 33

.

.

From : Wonwoo

To: Mingyu

Bodoh, aku sudah bangun dari tadi! Kau yang tidur terlalu nyenyak

Karena ciuman kemarin /

.

.

From : Mingyu

To: Mingyu

Siapa bilang aku tidur nyenyak? Malah aku tidak bisa tidur, ada

'bagian' dari diriku yang tidak mau tidur karena ciumanmu ;)

.

.

Wonwoo memutar bola matanya, pervert, batinnya, bosnya ini sangat cheesy. Namun Wonwoo tidak dapat memungkiri, sejak dia mulai 'pacaran' dengan Mingyu mereka menjadi sangat dekat dan itu membuatnya menumbuhkan sedikit perasaan pada Bosnya tersebut, dan entahlah tapi sepertinya bosnya juga memiliki perasaan yang sama. Dan Ciuman semalam tidaklah memusingkan bagi Wonwoo. Mereka berdua sudah dewasa dan sudah mengerti tentang cinta dan semacamnya, dia tidak akan ngambek, atau malu-malu atau menangis dan menghindar karena mengira Mingyu bermain-main dengannya, dia sudah mengerti bahwa Mingyu ingin mendekatinya, dan dia akan merespon hal itu, mereka sekarang berada di situasi yang menguntungkan untuk melakukan pendekatan, jadi apa salahnya untuk pelan-pelan sebelum mengatakan "jadilah milikku" pada satu sama lain?

From : Wonwoo

To : Mingyu

Aw apa aku datang ke mimpimu huh? ;)

Mingyu terkekeh sambil menggigit roti isi selai cokelatnya. Moodnya sangat bagus hari ini, mungkin efek dari "ciuman yang semalam". Ia sudah tahu bahwa Wonwoo sudah mulai mengerti apa yang ia inginkan dan mengikuti alur. Lho, memang apa yang ia inginkan? Tentu saja orang yang sedang ia sms sekarang, Jeon Wonwoo.

From : Mingyu

To : Wonwoo

Ya, kau datang dan membuat mimpiku jadi

'indah' dan 'menyenangkan'

Mingyu meletakkan Handphone-nya di meja makan dan pergi ke dapur untuk mengambil minum, baru saja ia kembali dari dapur ia melihat kakaknya, Seokmin memegang handphone-nya dengan Smirk di wajahnya.

"mungkin kapan-kapan kita bisa melakukan hal menyenangkan dan indah yang ada di mimpimu" Seokmin membaca Pesan tersebut keras-keras. Ayah dan Ibu Mingyu yang juga ada di Meja makan terkekeh saat Seokmin menekankan nada indah dan menyenangkan

Liburan ini Mingyu memang memilih ke rumahnya ketimbang sendirian di apartemennya, namun yang ia benci adalah orang-orang di rumahnya sangat senang saat ia malu.

"Yak! Kembalikan ponselku!" Teriak Mingyu dan langsung merampas handphonenya dengan wajah sedikit merah. Mungkin di kantor Mingyu selalu terlihat berwibawa dan karismatik, namun di rumahnya Mingyu adalah maknae, dan tingkahnya juga kadang menggemaskan di depan keluarganya, ingat hanya di depan keluarganya.

"Wah pasangan baru memang panas ya" Seokmin tertawa lepas bersama ayah dan ibunya, Mingyu hanya memutar bola matanya dia malas jika keluarganya mulai mempermainkannya.

" Ngomong-ngomong siapa kekasihmu itu Mingyu-yah? Ayah sendiri yang belum tahu tentang dia sepertinya" Ayah Mingyu yang belum tahu tentang pacar baru Mingyu jadi penasaran.

"Ayah tahu kok dengannya, dia penasihat keuanganku, bukannya ayah sendiri yang memilihnya?" Ayah Mingyu tersenyum sedikit bangga, pilihannya ternyata tepat, sepertinya Mingyu dan ayahnya memang setipe.

"Jeon Wonwoo? Wah, ternyata ayah tidak salah pilih. Kau tahu, Jeon Wonwoo itu mungkin saja orang paling pintar di bidang bisnis se-korea, banyak perusahaan yang mengincarnya, untung saja ayah ada kenalan di universitasnya, jadi ayah duluan yang mendapatkannya, ayah tidak menyangka ternyata selain bisa menjamin masa depan perusahaan dia juga bisa menjamin masa depanmu" Mingyu tertawa.

"ayah, bicaramu terlalu jauh! Kami baru pacaran sebentar…" malah sebenarnya baru pendekatan, batin Mingyu.

.

.

.

Seungkwan berjalan memasuki sebuah rumah sakit, ia menaiki lift menuju sebuah ruangan yang terdapat tulisan "Lee Seok Min" Di pintunya.

Meski hari libur Seokmin memang tetap harus bekerja. Seusai sarapan tadi Seokmin langsung menuju ke Rumah Sakit untuk memeriksa beberapa pasiennya dan melakukan visite ke ruangan-ruangan pasiennya.

Seokmin mengalihkan pandangannya dari beberapa lembaran-lembaran check-up yang tengah diperiksanya, dan tersenyum cerah saat melihat Seungkwan yang sudah berdiri di ruangannya.

"oh hi baby~ aku merindukanmu" Seokmin melepas kacamatanya dan memeluk pinggang Seungkwan, memberi ciuman-ciuman singkat di selruh pipinya. Sudah kubilang bukan? Seokmin itu sangat nempel dengan Seungkwan.

Seungkwan terkikik, menghadiahi Seokmin dengan ciuman singkat namun Seokmin mana mungkin melepaskan ciuman tersebut begitu saja. Seokmin mendorong tengkuk kekasihnya tersebut dan memperdalam ciuman mereka, mengangkat Seungkwan dan berjalan menuju kursinya, Seokmin mendudukkan Seungkwan di pahanya dan tetap menciumnya, setelah merasa mereka membutuhkan udara keduanya melepaskan ciuman tersebut. Seokmin tertawa kecil karena wajah Seungkwan yang merah dan bibirnya cukup bengkak, Seungkwan masih terengah-engah.

" Seokmin-hyung, kau kapan liburnya? Kan aku kangen berduaan sama hyung~" Bibir Seungkwan mengerucut lucu, Seokmin hanya bisa mendesah pasrah, sebagai direktur utama sekaligus dokter di Rumah Sakit miliknya sendiri membuat Seokmin tidak bisa memiliki banyak waktu untuk Seungkwan.

"mungkin nanti ya baby? Aku masih sangat sibuk kalau sekarang…." Seokmin tersenyum lemah, dia sedih melihat wajah Seungkwan yang kecewa. Dia hanya bisa berharap bisa mendapat waktu luang dan bisa menghabiskannya bersama Seungkwan.

.

.

.

Liburan memang waktu yang baik untuk seharian main handphone dan berselancar bebas di internet ditambah dengan duduk dan berguling-guling seharian di tempat tidur. Kurang lebih begitulah menurut Wonwoo, namja yang menurut Ayahnya Mingyu bisa "menjamin masa depan perusahaan dan masa depan Mingyu ini" bisa dikatakan tidak begitu produktif dan pintar dalam mengatur waktu saat liburan. Bisa dikatakan Wonwoo adalah sloth saat libur, dia bisa tidur lebih dari 12 jam.

Sedari pagi tadi Wonwoo masih saja di tempat tidurnya. Belum mandi, ataupun makan, dia sibuk membalas pesan Mingyu. Bagaimana mau menjaga masa depan perusahaan? Bangun dari tempat tidur saja malas, mana pesan yang sedari tadi dikirimnya ke Mingyu bisa dikatakan sedikit berbau dewasa.

Hei tidak ada salahnya kan? Mingyu dan Wonwoo sudah dewasa, mereka ingin melakukan phone-sex pun tidak salah. Namun ingat, Wonwoo harus menjaga masa depan perusahaan, bukan menjaga masa depan Mingyu dan 'adik' Mingyu saja (?)

To : Wonwoo

From : Mingyu

Hey, sedang apa?

.

.

To : Mingyu

From : Wonwoo

Membalas pesanmu

.

.

To : Wonwoo

From : Mingyu

Ooh :)

Woo, have some raisins?

Wonwoo mengerenyit bingung. Apa maksud Mingyu dengan menanyainya tentang kismis dalam bahasa inggris.

To : Mingyu

From : Wonwoo

?

But, no?

.

.

Di seberang sana Mingyu menyeringai, respon Wonwoo sempurna.

To : Wonwoo

From : Mingyu

Oh, no? then would you rather go on date with me tomorrow? :)

Wonwoo memutar bola matanya. Lagi-lagi Mingyu membuat pipinya merah dan jantungnya berdegup kencang. Cih, dasar pria bermulut manis.

To : Mingyu

From : Wonwoo

Dasar kau, bilang saja jika ingin bertemu, tidak usah pakai kismis segala!

Mingyu mengerejap membaca pesan Wonwoo dan menatap camilan Roti Kismis yang sedang dimakannya, dia meletakkan roti tersebut dan mengambil kunci mobilnya

Sudah kuduga, seharusnya aku beli roti isi cokelat seperti biasa saja

.

.

a.n:

apaan nih -_- wkwkwk makasih ya responnya 3 dan Wonwoo sm Mingyu itu masih pdkt aja hehe. Ini gue kasih sedikit seokgwan moment heheh. Besok aku update lagi ya 3

terus ye lu bocah-bocah mesum yg pada pengen ence langsung tunggu ya wkwkwk udah gue duga pada kecewa gara-gara kisseu-nya di skip muehehehe tenang aja di next chap meanie-nya semi enaena(?) kok wkakak