Chapter 3 : cuddling
.
.
Wonwoo dibangunkan oleh handphone-nya yang bergetar, ia mengerejapkan matanya, sedikit terkejut karena sepasang lengan memeluk pinggangnya erat, pipi Wonwoo memerah mengingat kejadian tadi sore saat ia dan Mingyu melakukannya. Wonwoo mengecup bibir Mingyu sekilas kemudian membelakangi Mingyu pelan-pelan, mengambil handphone-nya yang bunyi tadi, membuka pesan yang baru masuk.
From : Seokmin
Apakah kau bersama Mingyu? Ibu menanyakan apa dia akan makan di rumah atau tidak.
Wonwoo melihat jam pada ponselnya, ah sudah pukul 7 malam ternyata.
To : Seokmin
Kurasa tidak, dia masih tidur karena kelelahan
Tidak sampai 5 menit masuk pesan balasan dari Seokmin
From : Seokmin
Wah dasar pasangan baru, apa aku mengganggu aktifitas produktif kalian? Maaf ya, aku akan bilang pada ibu kalau Mingyu sudah memakanmu- kkk maksudku sudah makan malam. Selamat beraktivitas ya ;)
Wonwoo mendesis kecil karena pesan dari Seokmin, dia memilih untuk tidak membalas pesan tadi dan kembali menatap Mingyu yang sedang tertidur. Wonwoo merasa bagian bawahnya agak perih, namun itu juga salahnya yang terlalu menggebu-gebu tadi. Dia tersenyum dan menelusuri wajah Mingyu dengan jarinya, kadang-kadang menciumnya dengan gemas .
Bagi Wonwoo, Mingyu itu sangat tampan dan hot, terutama saat ia sedang serius dan mengenakan kacamatanya, dan saat ia tidur dia terlihat menggemaskan, dia seperti bayi, bibirnya agak dimajukan dan mata indahnya terpejam, terlihat sangat tenang.
Wonwoo terkikik kecil saat Mingyu mengerenyit, kembali menghujani wajahnya dengan ciuman-ciuman singkat sampai akhirnya telapak tangan Mingyu menahan tengkuknya, memperdalam ciuman mereka.
"nakal, yang tadi masih kurang hm?" Mingyu tersenyum jahil saat ia memutus ciuman tersebut.
Wonwoo memukul dada Mingyu pelan, "pervert!"
"hey kau yang mulai wonu!" Mingyu mencubit hidung Wonwoo gemas, kemudian mencium pipinya. Memeluk Wonwoo dengan erat dan menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher Wonwoo.
"ini liburan terbaikku," Ujar Mingyu selagi mengecupi leher putih milik Wonwoo membuat pemiliknya menggeliat kegelian.
"tadi Seokmin sms, kau mestinya makan malam dirumah, kasihan ibumu." Mingyu menggeleng
"kenyang ah, kan aku baru memakanmu" Mingyu mengedipkan matanya, dibalas sentilan di jidat oleh Wonwoo. Mingyu kembali memeluk Wonwoo, menciumi wajah Wonwoo karena gemas dan sesekali mengucapkan kata kata gombal yang membuat pipi Wonwoo memerah.
"hey Mingyu." Ujar Wonwoo tiba-tiba disaat Mingyu asik menciumi wajahnya, hanya dibalas 'hmm?' saja oleh Mingyu.
"S-sebenarnya k-kita ini apa sekarang?" ada sedikit nada sedih disana, Mingyu menatap Wonwoo penuh sayang dan mencium bibirnya singkat.
"Jeon Wonwoo, tentu saja kita hanya bos dan pegawai saja, apa yang kau harapkan?" Wonwoo terlihat terkejut karena pernyataan tersebut, rasa kecewa, sedih dan marah sudah mulai timbul karena kata-kata Mingyu tadi, air muka Wonwoo mulai berubah gelap dan seperti ingin menangis.
Mingyu sebenarnya hanya bercanda saja, ia tersenyum jahil saat melihat muka Wonwoo yang ingin menangis, segera diciumnya bibir ranum Wonwoo dengan singkat, mengangkat dagu Wonwoo dengan pelan untuk menatapnya.
"Aku bercanda sayang, tapi kita sangat lengket dan tidak ada satu busana pun yang menutupi kita. Kurasa bukan saat yang tepat untuk pernyataan romantis seperti di film atau drama picisan." Mingyu mencubit pipi Wonwoo dengan lembut
"Tapi jangan khawatir, aku tahu kau terjatuh, dan percayalah, aku akan menangkapmu sesegera mungkin Jeon Wonwoo." Mingyu memeluk Wonwoo dengan erat.
Dan Wonwoo mengangguk, Wonwoo tahu berharap itu bisa membuatnya sakit hati, tapi untuk kali ini saja, biarkan Wonwoo berharap agar Mingyu menjadi miliknya.
Mingyu tersenyum dan mencubit pipi Wonwoo lagi.
"geez! Jangan cubit terus! Sakit tahu!" Wonwoo mempoutkan bibirnya kesal, namun tak lama kemudian merapatkan tubuhnya ke pelukkan Mingyu.
"apa hmm? Dingin ya?" Wonwoo mengangguk membuat Mingyu merapatkan pelukannya dan menarik selimutnya untuk menutupi mereka.
"masih dingin?" Wonwoo menggeleng. "u-umm Mingyu sudah memelukku dengan erat rasanya jadi hangat." Wonwoo tersenyum manis membuat Mingyu sedikit meleleh karenanya (atuhlah author juga meleleh nih.)
"oh ya Gyu, kau tidak lapar." Mingyu menggeleng, lebih memilih untuk menghabiskan waktu lebih lama bersama Wonwoo di ranjangnya, mengabaikan rasa lengket di tubuhnya.
"tidak ah aku keny—"
GRUYUK
Wonwoo terkikik, belum juga Mingyu selesai bicara, perut Mingyu sudah angkat bicara duluan.
"tuh kau lapar, mandilah dulu, aku akan masak." Wonwoo turun dari ranjang dan mengambil kemeja Mingyu yang kebesaran, beranjak keluar kamar meninggalkan Mingyu yang cemberut ditempat tidurnya.
"tapi Woo~ ayolah peluk aku sebentar lagii, aku masih mau menghangatkanmuuu~" Wonwoo melemparkan celana yang entah milik siapa ke wajah Mingyu.
"mandi sana, nanti kau demam kelamaan tidak pakai baju, aku tidak mau kau bersin-bersin saat menciumku."
.
.
TBC.
Tbc dulu ya, authornya stuck nih xD biasanya aku kasih angst tapi ntar akunya yang galau sendiri, kayaknya nanti aku bertapa dulu ya.
Belakangan pengen buat ff meanie angst gara-gara jarang ada moment meanie dan di instagram banyak yang bikin meme meanie yang rada angst :" jadi kebawa suasana. Mana author lagi patah hati gara-gara jadiin poto wonu wallpaper hape -_- /curhat
Maaf ya lama, author sedikit bingung mau diapakan ini fanfic kkkk
Btw ada yg main rp indo? Kmrn coba kembali main rp indo setelah sekian lama tenggelam di rp intl. tapi anak rp indo seperti sombong, terpaksa mundur dengan teratur, padahal sudah niat kembali ke rp indo tapi saya terlalu awkward hadeh.
