Halo, wa balik lagi. Selamat tahun baru China. Ntar kita rame-rame gotong rumahnya Cao Cao. *woi*
Udah gitu aja.
*Author di smek don*
Scarlet 'n Blossom:
Ling Tong belum gajian, makanya pinjem dulu ke Gan Ning. Kalau gak pinjem ke Gan Ning pinjemnya ke Lu Xun karena dia emang baek hatey suka menolong... *Plak* Thanks for review!
Aiko Ishikawa:
Pokoknya Cao Cao harus dicakepin, jenggotnya dipanjangin. Biar Om Guan Yu ada sohib. *gak* Om Zhuge baek. Cuma ama Jiang wei. *plak* Thanks for review!
.
Lu Meng menerangkan pelajarannya, namun sebelum itu dia sudah mengatakan pada murid baru, bahwa dia boleh melihat buku milik teman sekelasnya untuk dicatat dan dipelajari. Yah, tentu saja anak itu lebih memutuskan untuk meminjam buku Lu Xun karena saat ini hanya dia mungkin yang bisa dipercaya.
"Siapa namamu?" Lu Xun memulai percakapan mereka ditengah-tengah saat anak itu menyalin catatan milik Lu Xun.
Anak itu membalas tatapan Lu Xun yang penasaran, sebelum anak itu membuka mulut dan menguarkan suara...
.
.
.
"Aku mempercayaimu, harusnya seperti itu." ucap Cao Cao pelan.
Aku mohon, kau pasti bisa bertahan bukan? Kau akan dinobatkan menjadi kaisar, kau bisa membangun kerajaan yang kau harapkan. Aku, pun percaya kalau jalanmu dalam memimpin kami semua itu begitu lurus dan tepat.
Aku dibawah abdimu, tapi kalau disinilah nafas terakhirmu maka aku tak bisa apa-apa. Dewa kematian yang mencabut nyawamu dan Tuhan yang menentukan kematianmu. Dan disaat ini aku pasti bukan keduanya.
"Anda masih kuat bukan?" tanya Chen Gong menolehkan wajahnya kearah Cao Cao.
"..." Cao Cao mengangguk pelan.
Kenapa disaat seperti ini, Tuanku...
Dia menoleh kearahku. Singkat.
Menyebutkan namaku dan memberiku perintah.
.
.
.
"Namaku...
...Li Dian."
"Oh karakter baru DW8?" tanya Lu Xun OOT.
"...Iya deh."
Sesungguhnya Li Dian udah lama, diakan masuk peringkat ke tiga puluh empat jadi dia udah dapet banyak suara, kan. Gak mau kalah sama Gan Ning deh.
Gan Ning langsung kamehameha Author yang bersisik,eh,berisik.
"Guan Xing, coba maju dan kerjakan soal berikut ini." perintah Lu Meng menunjuk Guan Xing.
"Kenapa harus saya, Pak? Apa Bapak tak mengerti?" tanya Guan Xing sewot.
"Ini untuk kamu pelajari, kamu harus bisa mengerjakan soal jadi harus dicoba."
"Jadi jikalau Bapak tak mengerti maka saya juga, Pak."
"Ini sebuah test, Xing. Untuk menguji apa kau mengerti atau tidak."
"Saya mengerti, tapi jika Bapak lebih mengerti dari saya Bapak harus mengerjakan, nya agar jawabannya bisa lebih diterima oleh murid lain."
"Minta ditelpon ayahmu, hah?"
"Saya lagi ngerjain, Pak." Guan Xing jadi penurut. Bukan tukang urut.
Guan Ping cuma bisa tepok tangan, terus lanjutin eksekusi pengapus buat dilempar-lemparin ke Xing Cai. Tapi parahnya Xing Cai balas dengan ngelempar meja, kalau beruntung Guan Ping cuma bakalan dibuang kesumur.
"Perasaan lebih baik dilempar meja, deh." Guan Ping angkat omong.
Li Dian meratapi banyaknya anak-anak seumuran yang ternyata kepribadiannya anti mainstream. Mulai dari yang suka sambit pengapus, yang suka tiduran di meja(*Ini Sima Zhao, bukan Ling Tong. Kalau Ling Tong tidurnya didalem laci/heh), dan yang suka nyiksa naratornya juga ada.
Author dikamehameha lagi sama Gan Ning.
"Pak mau bertanya, Pak." Yue Jin angkat tangan setinggi-tingginya.
"Yah, Yue Jin?" Lu Meng membalas tatapan Yue Jin.
"Apakah hari minggu adalah hari libur."
Lu Meng sudah siap melempar kapurnya dengan kecepatan 125km/sekon kearah Yue Jin. Yang lain cuma ketawa sampai ngakak. Li Dian makin curiga kalau sebenarnya kelas ini adalah tempat khusus mewaraskan diri. Ini bukan pertama kalinya melihat orang seperti itu, tapi... Ini hanya tidak wajar.
'Apa tujuanku pindah kemari lagipula...' Li Dian bergumam pelan.
"Pak Lu Meng, anda dipanggil Pak Kepala Sekolah." Seorang informan tukang kebun(salah) yang suka berkeliaran(salah) dan panas-dingin, pokoknya harus pake wajan dikepala(salah lagi) Pang Tong.
"Sekarang?" Lu Meng mengecek jam tangannya dan kemudian menatapi murid-muridnya. "Bapak ada urusan, kalian kerjakan soal yang sudah diperintahkan."
Sesaat Lu Meng dan Pang Tong melesat pergi. Suara membahana luar binasa berteriak sampai komplek-komplek sebelah.
"Oi Ling Tong lu gak bayar utang lu, gue buat jadi 1 juta." ucap Gan Ning..
"Woi, sejak kapan baru pinjem dua jam yang lalu dari 100 perak jadi 1 juta?" tanya Ling Tong menegak kebenaran.
"JUSTICE!" Ma Chao langsung jadi backround sound, nya Ling Tong.
Guan Ping sambitin pengapus ke Ma Chao.
"Banyak bacot lo, balikin sekarang!" perintah Gan Ning kuat.
"BENEVOLENCE!" Jiang Wei jadi backround sound, nya Gan Ning.
Guan Ping gantian sambitin pengapus ke Jiang Wei.
"Banyak orang gila..." sahut Zhong Hui masih bercermin.
"Kamu salah satunya." Zhou Yu menimpali tanpa diminta.
"Oh, minta dilempar pengaris lu hah?"
"Berani lu, kulempar balik pakai penggarisnya Guan Ping."
"Kok penggarisku kena?" tanya Guan Ping.
"..." Sima Zhao masih ambruk dimeja.
"..." Xiahou Ba diem-diem nyolong Bao Zhi didalem laci Sima Zhao.
Li Dian meliriki sekitar dengan pandangan klimaks seperti orang bodoh.
'Lu Xun, kamu memegang omonganmu bukan?
Bisa kau berikan aku bukti?
Bahwa mereka adalah orang yang kau sebut 'Sangat baik''
.
.
.
BERSAMBUNG...
