CHEER UP ! Chapter 2
.
Main Cast :
Real King : Park Chanyeol (GS), Kim Jongin, Zhang Yixing/Lay, Do Kyungsoo (GS), Huang Zitao, Choi Sulli.
Baek Ho: Kris Wu, Oh Sehun, Byun Baekhyun (GS), Kim Junmyeon, Kim Jongdae/Chen (GS), Kim Minseok/Xiumin (GS).
.
Other Cast :
Xi Luhan
Kim Jaejoong/Park Jaejoong (GS)
Jung Yunho/Wu Yunho
Choi Siwon
Lee Donghae
Choi Soyoung, etc.
.
.
LET'S GET STARTED ^^
.
Semua barang milik klub dance "Real King" di letakkan di atap gedung sekolah. Sambil menatap barang-barang klubnya, Chanyeol seperti memikirkan sesuatu dan setelah itu dia pun memutar sebuah lagu di tapenya, ia nampak menikmati alunan musik itu. Kemudian Chanyeol mulai menggerakkan badannya, melakukan dancenya dengan gerakan yang lincah. Chanyeol mengalihkan semua emosinya terhadap masalah 'Real King' melalui dance tersebut.
Ditempat lain, Kris memasuki kamar asramanya dan melihat Sehun kesusahan menempatkan plester pada luka-luka di punggungnya. Kris berjalan kearah Sehun dan mengambil plester tersebut.
Sehun melihat kearah Kris dan pasrah saat Kris meletakkan plester diatas lukanya.
"Dia melakukannya lagi?" tanya Kris dengan wajah menahan marah.
"Aku tidak melakukan dengan baik pada ujian terakhir. Tidak apa-apa… aku tidak apa-apa.." Sehun meyakinkan Kris. "Dia tidak akan memukuli anaknya sendiri sampai mati."
"Jika kau tidak berakhir mati,, apa semuanya baik-baik saja?" tanya Kris meremehkan.
Sehun hanya diam. Kris menghela nafas kemudian meninggalkan Sehun sendirian di kamar asrama mereka.
Kembali ke atap sekolah. Chanyeol termenung di atap gedung hingga larut malam. Kemudian Chanyeol meneriakkan kekesalannya dengan Kris. Ia kesal dengan SMA sevit. Kesal dengan apa yang ada di dunia ini. Chanyeol merasa bahwa ketidak adilan sedang mengahampirinya.
Kris yang baru sampai di atap gedung mendengar apa yang dikatakan Chanyeol sambil menyandarkan dirinya di pintu masuk.
Kris bertanya,"Apa yang tidak adil untukmu ?".
Chanyeol menjawab sambil melihat kearah Kris,"Ini sangat tidak adil... Ini sangat tidak adil sampai membuatku gila". Chanyeol memalingkan wajahnya menahan tangis. "Ini menjengkelkan sungguh.."
Kris melihat ke arah Chanyeol. Wajahnya terlihat khawatir tapi tetap memilih pergi meninggalkan Chanyeol sendirian di atap.
Chanyeol akhirnya memilih untuk kembali ke asrama tapi saat akan meninggalkan atap, Chanyeol melihat catatan yang ditulis dikertas tertempel di pintu masuk. Chanyeol mendekat ke arah pintu masuk dan melihat pesan yang ternyata di tulis oleh Kris. Pesan dari Kris yang tertempel di pintu masuk bertuliskan "Jika itu tidak adil. Tulis itu di sebuah poster". Setelah Chanyeol membacanya. Dia berpikir dan kemudian memutuskan untuk mengikuti pesan Kris tersebut.
.
Chanyeol menuliskan begitu banyak ide pemberontakannya dalam poster yang besar dibantu oleh Luhan di tempat mencuci baju di SMA Sevit, karena hanya tempat itu yang aman dari penjaga asrama di malam hari.
Tidak lama Baekhyun datang. "Apa yang kalian lakukan ?"
Chanyeol mendongakkan kepala melihat Ke arah Baekhyun lega. Dia mengira tadi penjaga yang masuk, sehingga dia dan Luhan menundukkan kepalanya.
Baekhyun menghampiri Chanyeol dan melihat semua tulisan Chanyeol. Kemudian, Baekhyun menyarankan Chanyeol untuk melibatkan Kris."Dia juga terlibat dan memiliki beberapa point hukuman."
Namun Chanyeol tidak ingin melibatkan Kris, karena dia seorang siswa yang baik dan tidak ingin melibatkannya dalam masalah.
"Tempat kedua akan senang." tiba-tiba Luhan bicara. "Jika Kris mendapat kesulitan dan mendapat poin. Posisinya sebagai nomor satu akan di ambil oleh nomor dua." kata Luhan polos.
Baekhyun ingin menyela ucapan Luhan, tapi didahului oleh Chanyeol. "Apa yang kau bicarakan? Baekhyun ada di tempat kedua."
"Siapa Baekhyun?" Tanya Luhan dengan wajah polosnya.
Chanyeol menghela nafas kemudian memperkenalkan Baekhyun pada Luhan. Chanyeol juga mengatakan bahwa Baekhyun adalah teman sekamar Chanyeol di SMA Sevit. Luhan hanya menatap Baekhyun dengan wajah polosnya. Chanyeol meminta maaf pada Baekhyun atas sikap Luhan.
Baekhyun hanya tersenyum dan berpura-pura menawarkan bantuan untuk Chanyeol. "Apa ada yang bisa aku bantu?"
Seperti diberi lampu hijau. Chanyeol tersenyum ke arah Baekhyun. "Ah aku ingat. Aku harus latihan bersamamu untuk kelas musik. Mohon bantuannya Baekhyun-ah."
"Baiklah. Cepatlah selesaikan. Aku akan menunggu di kamar. Semangat Chanyeol."
Chanyeol menganggukkan kepalanya. Baekhyun tersenyum kearah Chanyeol kemudian keluar dari ruangan.
Saat berada diluar ruangan, ingatan Baekhyun mundur pada saat dia berada di sebuah ruang presentasi.
Di ruang presentasi itu, seorang wanita memperlihatkan padanya foto Kris. Wanita itu menjelaskan bahwa Kris adalah sosok pria genius yang tak bisa dikalahkan. Wanita itu meminta Baekhyun untuk mencari cara agar bisa menang dari Kris. Wanita itu menyarankan agar Baekhyun bisa membuat beberapa gangguan dalam rapot milik Kris. Wanita itu juga menjelaskan beberapa orang yang harus didekati oleh Baekhyun dan hampir semua yang ditunjukkan oleh wanita itu adalah semua anggota klub Baekho. Semua murid itu direncanakan untuk ikut dalam liga sekolah Ivy.
Wanita itu berkata, "Jika kau ingin pergi. Kau tau kau masih memiliki kekurangan. Ada satu hal yang tidak kau miliki kan?".
"Apa lagi yang belum aku miliki?" tanya Baekhyun sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Terlalu banyak bekerja tanpa ada waktu untuk bermain dampaknya tidaklah bagus bagi seseorang. Apa ucapanku terlalu kasar?"
Baekhyun hanya menghembuskan nafas tanpa mau menjawab.
"Kau sama sekali tidak punya kelebihan untuk menarik panitia. Tapi, akan aku usahakan.." kata wanita itu dan tersenyum ke arah Baekhyun.
"Harus. Kau harus mengingat berapa banyak kau dibayar." Baekhyun memperingatkan wanita itu, setelah mendengar apa yang dikatakannya.
Saat Baekhyun hendak pergi, wanita itu memperingatkan agar Baekhyun menjaga jarak dari murid bernama Park Chanyeol. Wanita itu menjelaskan Chanyeol tidak memiliki peringkat yang baik dan tidak berasal dari keluarga yang kaya.
Tapi, Baekhyun berpikir lain nampaknya dia punya maksud lain yaitu memanfaatkan kedekatannya dengan Chanyeol.
.
Keesokan harinya, Chanyeol menempelkan poster berisi kalimat ketidakadilannya yang ditulis kemarin di mading sekolahnya.
Kris dan Sehun melihat apa yang dilakukan Chanyeol dibelakang kerumanan siswa-siswa yang juga melihat aksi Chanyeol. Kemudian mereka berdua tersenyum, setelah melihat apa yang dilakukan Chanyeol dan apa yang ditulisnya.
Isi Poster Chanyeol:
Mencari Keadilan
Teman-temanku sekalian. Apa otak kalian masih berfungsi?
Guru-guru yang selama ini tidak menyukai Real King. Klub kami telah di bubarkan. Kalian puas?
Apakah kalian semua senang jika mendapat diskriminasi ?
Jika tidak, biarkan aku mendengar suara kalian.
Keadilan. Dimana kau ?
Kembalilah. Aku ingin hidup bahagia.
Pak Donghae sempat melihat poster itu, kemudian memukul pundak Chanyeol. Chanyeol yang merasa was-was menoleh ke belakang dan bernafas lega, ternyata wali kelasnya.
"Kau seharusnya datang awal untuk hal seperti ini," omel Pak Donghae.
"Aku hanya tidak bisa bangun pagi." Jawab Chanyeol.
"Dan apa ini. Harusnya kau menebalkan tulisan yang dianggap penting..."
Pak Donghae yang ingin berbicara lagi pada Chanyeol mengurungkan niatnya karena melihat Pak Siwon berjalan kearah kerumunan murid-murid didepannya. Akhirnya, Pak donghae pura-pura menyuruh Chanyeol mencopot posternya dan memarahi murid-murid untuk kembali ke kelasnya.
"Apa yang kalian lakukan disana ?" teriak Pak Siwon.
Pak Donghae akhirnya membantu Siwon mengusir para murid dan menghalangi guru Siwon mendekati Chanyeol.
Chanyeol tidak menyerah, Chanyeol juga menempelkan poster yang berisi kalimat-kalimat ketidakadilan yang menimpa klub "Real King" hingga di WC. Namun Pak Siwon berhasil memergoki Chanyeol dan mengejarnya.
Dibantu oleh Luhan, Chanyeol menyuarakan suaranya agar klub "Real King" bisa kembali dan tidak dibubarkan oleh SMA Sevit di halaman sekolahnya.
Tak lama kepala sekolah datang melihat Chanyeol yang sedang berdemo dan menghampirinya.
"Kau begitu gigih. Aku akan lihat seberapa jauh kau bisa bertahan.." kata kepala sekolah pada Chanyeol.
"Tentu," jawab Chanyeol mantap.
Saat akan meninggalkan Chanyeol, kepala sekolah dikejutkan dengan kedatangan seorang pria. Kepala Sekolah langsung meminta Chanyeol untuk kembali ke ruang kelasnya.
Namun Chanyeol menolak dan tersenyum ke arah sang kepala sekolah, "Anda bilang, anda akan menontonku. Aku ingin tetap disini"
"Kembali ke kelasmu." Paksa sang kepala sekolah.
Belum sempat sang Kepala sekolah mengusir Chanyeol, pria tersebut sudah berdiri di mereka.
"Park Chanyeol." Panggil pria itu.
Chanyeol, Luhan dan sang kepala sekolah melihat kearah pria itu.
Pria itu mengaku membaca tulisan poster dari Chanyeol. Kemudian memperkenalkan dirinya di depan kepala sekolah Sevit. "Saya berasal dari kantor Dinas Pendidikan…".
"Tuan Joo, ini bukan seperti apa yang Anda pikirkan," kata Kepala Sekolah gugup.
Tidak menghiraukan sang kepala sekolah. Tuan Joo pun mengajak Chanyeol berbicara di kantor kepala sekolah. Tentunya dihadiri pula oleh Kepala sekolah SMA Sevit.
Tuan Joo menerangkan bahwa Chanyeol kini sudah menjadi bintang di situs-situs sosial media dan foto poster Chanyeol juga di kirim ke kantor Dinas Pendidikan. yang membuat Chanyeol tersenyum mendengarnya.
"Sepertinya di SMA ini. Siswa tidak diberikan kebebasan dalam ekstrakulikuler.." terang Tuan Jo kepada kepala sekolah dan Chanyeol.
Sebagai staff yang berkecimpung di bidang pendidikan, Tuan Joo menerangkan kekuatirannya terhadap sekolah-sekolah yang hanya berfokus pada nilai semata. Dan sekali lagi membuat Chanyeol tersenyum.
Setelah keluar dari ruang kepala sekolah. Chanyeol mengajak Luhan duduk bersama di tangga sekolah. Chanyeol bercerita kepada Luhan. Dia yakin bahwa klub dance "Real King" bisa kembali karena adanya protes terhadap keputusan sekolah Sevit yakni tuan Joo tadi. Chanyeol bermimpi Sekolah Sevit bisa memberikan bantuan dana ke klub "Real King".
.
Sebelum pelajar dimulai Pak Donghae mengumpulkan semua ponsel siswa dikelasnya. Di luar kelas terlihat kepala sekolah melihat pengumpulan ponsel tersebut. Ingatan lalu muncul saat kepala sekolah berbicara secara empat mata dengan tuan Joo.
Saat itu, Kepala sekolah Sevit menjelaskan bahwa anggota klub dance "Real King" sudah melakukan tindakan yang tak pantas di ruangan kosong klub.
Kepala sekolah Sevit menjelaskan ke tuan Joo,"Jika itu mengarah ke hasil yang serius, siapa yang akan bertanggung jawab untuk masa depan mereka ? Saya tidak menghentikan semua aktifitas klub. Aku hanya menutup klub yang dianggap tidak pantas. Jika sesuatu terjadi. Saya akan secara pribadi bertemu dengan pengawas". Kepala sekolah berasalan dengan adanya kejadian dari klub "Real King", Kepala sekolah ingin lebih serius lagi mendidik para siswa/siswi mereka.
.
Pada jam makan siang semua siswa Sevit menjalani makan siang mereka di kantin termasuk Chanyeol. Chanyeol sedang mengantri untuk mengambil makan siangnya, tapi semua mata siswa melihat kearahnya dan membuatnya risih. Tak lama setelah mengambil makan siangnya, dua siswa laki-laki datang dan membuang makan siang Chanyeol.
"Apa yang kau lakukan ?" teriak Chanyeol.
"Apa yang kau lakuakan? Apa kau bisa makan siang sekarang? Apa kau tidak tahu selama 2 minggu ke depan? Ada pemberitahuan… karena kegilaanmu kami tidak diperbolehkan untuk pergi keluar selama dua minggu." Teriak siswa tersebut agar didengar oleh semua siswa di kantin dan berhasil membuat suasana kantin ricuh. Kemudian dia melanjutkan, "Dan dari ponsel kita. Mereka mencari foto yang dilaporkan itu. Mereka akan mengambil poin dari kita juga." setelah itu suasana kantin semakin ricuh dan semua tatapan siswa melihat kearah Chanyeol dengan kebencian.
Siswa lain mulai menyalahkan Chanyeol, "Hey, bagaimana kau akan bertanggung jawab? Kau gila."
"Aku punya les privat, bagaimana aku akan keluar kalau dilarang?"
"Bagaimana kau akan bertanggung jawab. Kau tau berapa harga yang kami bayar untuk mengikuti les privat, huh?"
Chanyeol hanya diam. Harga diri Chanyeol hilang sudah karena tindakan kedua murid pria tersebut. Mempermalukan Chanyeol dihadapan semua siswa.
Kris yang tidak tahan melihatnya, akhirnya menegur mereka agar tak mengganggu Chanyeol, "Hey.. sudah cukup."
Dua siswa laki-laki itu melihat kearah Kris, "Tapi… orang gila ini.." sambil menunjuk Chanyeol.
"Mari kita makan. Ini semakin dingin." Jawab Kris dan akhirnya dua siswa laki-laki itu meninggalkan Chanyeol.
Dengan menahan kedua kepalan tangannya, Chanyeol berusaha menahan rasa malu serta emosinya atas apa yang terjadi. Chanyeol ingin menangis. Dan Kris melihatnya.
.
Setelah dari kantin Chanyeol langsung datang ke ruang guru untuk menemui pak Donghae. Dia bertanya mengapa pak Donghae menahan semua ponsel murid SMA Sevit dan melarang mereka keluar.
Pak Donghae menjawab, "Agar mencoba fokus pada pembelajaran..".
"Tidak.. bukan itu. Anda melakukan ini untuk mengusir aku." Jawab Chanyeol.
"Tutup mulutmu," suruh pak Donghae mencoba menenangkan Chanyeol. "Cukup. Kau bertindak dengan cara ini saja tidak akan banyak berubah. Ini adalah bagaimana dunia bekerja." Ucap pak Donghae pelan.
"Aku tidak peduli. Tolong beritahu aku. Siapa yang melaporkan aku berciuman. Semuanya dimulai dari sana."
Namun pak Donghae tetap tidak memberitahu Chanyeol. "Aku bilang cukup. Kembali ke kelasmu." dengan itu pak Donghae pergi keluar ruangan.
Sesaat setelah pak Donghae pergi, Chanyeol tidak sengaja melihat ponsel sang guru di atas meja. Dengan diam-diam Chanyeol mengambil ponsel tersebut dan berjongkok di bawah meja sang guru untuk membuka pesan yang ada di ponsel tersebut. Akhirnya Chanyeol melihat notifikasi pesan dari nomor Baekhyun yang membuatnya terkejut. Pesan tersebut berbunyi : [Aku melaporkan perilaku tidak pantas antara Kris Wu dan Park Chanyeol] beserta foto ciumannya dengan Kris.
Setelah itu, Chanyeol mengajak Baekhyun bertemu dan berbicara..
"Kenapa kau melakukannya ?" ucap Chanyeol to the point saat Baekhyun baru sampai dan duduk di sebelahnya.
Baekhyun berpura-pura tak mengerti maksud dari Chanyeol. "Lakukan apa? Apa maksudmu?"
Kemudian Chanyeol memberitahukan bagaimana dia melihat pesan foto pose ciumannya bersama Kris, yang berasal dari ponsel Baekhyun.
Baekhyun terdiam. Tak berapa lama seringainya muncul dan berkata, "Kau melihatnya? Kau akhirnya melihat itu, ya?"
Beralih ke ruang kelas.
Chanyeol terdiam di ruang kelasnya sambil menunggu gurunya datang. Kemudian Baekhyun memasuki kelas dan duduk di bangku sebelah Chanyeol. Tak lama guru seni mereka datang. Chanyeol melirik kearah Baekhyun, kemudian teringat pertemuannya dengan Baekhyun tadi.
Chanyeol bertanya, "Aku tidak tahu kenapa kau melakukan itu. Apa kau Baekhyun yang aku kenal? Apakah kau temanku ?"
Baekhyun tertawa mendengarnya, "Teman. Apakah teman ada disekolah ini ? Apa kau naïf atau bodoh ?".
Pada saat itu, Chanyeol akhirnya sadar bahwa Baekhyun hanya memanfaatkannya untuk menjatuhkan Kris.
Kembali di ruang kelas. Baekhyun berhasil menyelesaikan projek nyanyiannya bersama murid lain. Guru musik memuji harmoni yang dibuat oleh Baekhyun.
Kemudian tiba giliran Chanyeol. Saat Chanyeol berdiri di depan kelas, guru musik heran.
"Ini adalah projek tim. Mengapa kamu sendiri ?"
Chanyeol hanya diam.
"Hmmm, kamu harus melakukannya bahkan jika kamu sendirian." Terang sang Guru.
Sebelum bernyanyi Chanyeol melihat Baekhyun dengan sedih, ketika mengingat Baekhyun hanya memanfaatkannya. Kemudian Chanyeol mulai bernyanyi dengan mata berkaca-kaca.
Jongin yang tidak sengaja melihat kearah depan dimana Chanyeol bernyanyi, sempat kaget melihat mata Chanyeol berkaca-kaca.
Luhan pun heran dengan tingkah Chanyeol. Chanyeol bahkan hampir tak bisa bernyanyi.
Baekhyun yang melihat keanehan Chanyeol hanya memalingkan wajah dan lebih memilih mengobrol dengan Chen dan Minseok yang duduk di depannya.
Kris juga melihat Chanyeol, dia penasaran dengan ekpresi Chanyeol yang tak biasanya.
"Aish" Chanyeol tak tahan dengan emosinya dan berhenti bernyanyi. Kemudian berjalan menghampiri Baekhyun.
Chanyeol langsung marah ketika sampai di hadapan Baekhyun yang berpura-pura baik. "Byun Baekhyun. Kau pikir kau bisa menipu orang lain? Kau pikir kita semua akan dimainkan olehmu, ya? Jangan menipu diri sendiri. Aku tidak tertipu olehmu karena aku tidak tahu…"
Baekhyun hanya menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi seraya mendengarkan ucapan Chanyeol dengan malas.
Chanyeol terus menatap Baekhyun. "Tapi, karena aku merasa kasihan padamu dan ikut bermain denganmu. Apa kau menyukainya ? Apa kehidupanmu lebih mudah setelah memanfaatkan temanmu ?"
Sang guru mencoba menghentikan Chanyeol, tapi tidak dihiraukan olehnya.
Chanyeol terus melakukan aksinya, yang sekarang beralih ke Kris, "Dan kau, Kris. Apakah kita pernah berciuman atau tidak ?" Kris hanya tersenyum medengarnya.
Chanyeol makin kesal, "Aku bertanya iya atau tidak. Kenapa tidak bisa kau katakan kita tidak melakukannya ? Apa kau menyukainya kalau orang lain berpikir kita berciuman?"
Chanyeol yang emosi menantang Kris untuk menciumnya ala "French Kiss" atau "Deep Kiss". Chanyeol memajukan wajahnya kearah Kris. "Lakukan apapun Ayolah.." Kris hanya diam melihat Chanyeol.
Kemudian Chanyeol yang masih emosi juga menghampiri meja dua teman yang memarahinya di kantin tadi dan menendangnya.
"Kalian. Apa aku melarang kalian keluar? Apa aku menghentikan kalian untuk mendapat pelajaran secara privat. Itu karena kepala sekolah. Mengapa melampiaskannya ke aku, huh ?"
Chanyeol menghela nafas, kemudian melihat semua temannya dengan tatapan marah. Tanpa memperdulikan panggilan sang guru.
"Kalian semua memang sama. Saat teman kalian membutuhkan. Kalian harusnya datang membantunya. Kalian malah diam saja. Dasar manusia tidak berperasaan. Kalian hanya terobsesi dengan nilai dan menghancurkan teman kalian. Tapi, ini adalah hidup. Pada akhirnya kalian akan menjadi tua. Kalian akan berakhir di kursi roda dan kalian menerima suap. Dan kalian akan mengakhirinya melarikan diri ke negara lain, kalian tolol.."
"Nice" sahut Luhan saat mendengar ucapan Chanyeol. Sedangkan, murid lain hanya diam saja dan ada yang meremehkan ucapan Chanyeol.
Guru musik meminta Chanyeol untuk berhenti. Chanyeol pun minta maaf dan berhenti.
Namun Baekhyun bertanya. "Park Chanyeol. Apakah kau berbeda dengan kami?"
Chanyeol menjawab. "Kau benar. Dari kejadian ini aku sadar. Aku sadar, kita adalah rival dan bukannya teman. Aku sadar dengan statusku dan tempatku disekolah ini. Aku sama saja dengan kalian semua. Itulah kenapa, aku akan berhenti dari sekolah ini. Setidaknya hal itu membuatku berbeda dari kalian."
Mendengar ucapan Chanyeol membuat Luhan, Jongin dan Yixing menatap terkejut kearah Chanyeol.
Selesai bicara Chanyeol pun keluar dari ruang kelasnya.
Pak Donghae yang berjalan melewati kelas Chanyeol sempat heran melihat Chanyeol keluar dari ruang kelasnya, padahal waktu belajar belum selesai.
"Park Chanyeol. Kau mau kemana kelasmu belum selesai. Ya, Park Chanyeol. Aku akan menghukummu."
Namun Chanyeol tak mengindahkan semua perkataan gurunya dan terus berjalan meninggalkan sekolahnya.
Dengan membawa koper dan tas di punggungnya. Chanyeol pun keluar dari gedung asrama SMA Sevit.
Chanyeol merasa baik dengan keputusannya itu. Tapi, Chanyeol sempat merasakan keraguan apakah keputusannya itu sudah terlalu jauh dan sepertinya sikapnya tadi berlebihan. Chanyeol menggelengkan kepalanya dan terus melanjutkan perjalanannya meninggalkan sekolahnya.
.
Saat Baekhyun berjalan di tangga, Luhan secara sengaja menumpahkan susunya ke rambut Baekhyun dari atas.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Baekhyun.
"Susunya sudah basi," Jawab Luhan polos.
"Apa kau sengaja?" Baekhyun bertanya sembari menahan emosinya.
"Tidak. Aku tidak sengaja."
"Apa?"
Akhirnya, Luhan pun berjalan ke arah Baekhyun dan berdiri dihadapannya. "Si Tempat kedua, Byun Baekhyun. Mulai dari sekarang, Aku akan mengingatmu." untuk pertama kalinya Luhan menampakkan ekspresi datarnya di hadapan Baekhyun.
.
Kepala sekolah Soyoung mengadakan pertemuan dengan ibu Baekhyun yaitu Mrs. Byun Heechul serta guru privat Baekhyun.
Guru privat Baekhyun menyinggung Kepala sekolah yang pergi ke kantor dinas pendidikan. "Aku dengar anda datang ke kantor dinas pendidikan?"
Kepala sekolah berujar dia ke kantor dinas karena ada banyal hal yang harus diurusi.
Guru Baekhyun menanggapi, "Sepanjang tidak ada masalah dengan aplikasi Baekhyun. Semuanya baik-baik saja".
Ibu Baekhyun juga mengatakan akan mengirimkan brankas baru ke kantor Kepala sekolah. "Brankas di kantor anda sepertinya sudah usang. Aku akan mengirimkan yang baru ke kantor anda." Mrs. Heechul tersenyum penuh arti ke kepala sekolah.
Saat Soyoung datang ke kantornya dan melihat brankasnya. Di dalamnya terdapat sebuah proposal rencana perluasan dari asmara SMA Sevit dan dua kardus berisi uang tunai. Melihat itu membuat Soyoung tersenyum senang.
.
Setelah meninggalkan sekolahnya, Chanyeol pulang ke rumahnya.
Saat ini Chanyeol sedang makan malam bersama ibunya. Chanyeol duduk dengan lemas di meja makannya, dia belum mengungkapkan apa yang terjadi tadi siang di sekolah Sevit pada ibunya.
"Ada yang salah, kan ? Itulah mengapa kau pulang ke rumah tanpa ijin. Apa kau buat ulah lagi?". Mrs. Park Jaejoong bertanya pada putri satu-satunya.
Chanyeol tidak menjawab pertanyaan ibunya, tapi malah menangis dan mengatakan masakan ibunya terasa asin. Chanyeol menangis terisak dan mengaku sungguh frustasi. "Asin. Bukannya aku bilang masakannya asin? Aku bisa gila.. Huaaaahhh.."
Namun sayang Jaejoong mengira sang anak menangis dan frustasi, karena masakannya yang asin. "Aku akan mengurangi garamnya nanti, Chanyeol."
Chanyeol tidak menghiraukan ibunya. Kemudian dia berdiri dari kursinya dan berjalan ke lantai atas menuju kamarnya sambil terus menangis dan bergumam 'asin'.
Jaejoong terlihat cemas melihat tingkah aneh sang anak. Sesaat Jaejung ingin masuk ke kamar Chanyeol, namun ragu.
Sebaliknya di kamar, Chanyeol duduk di meja belajarnya dan menuliskan perasaanya yang tak bahagia lewat sebuah kertas. Chanyeol menuliskan 'Aku tak bahagia. Aku ingin bahagia'.
Chanyeol pun melihat fotonya bersama teman di klub "Real King". Chanyeol melihat beberapa pesan yang tertempel di dekat foto yang bertuliskan
'Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja'
'Percaya pada diri sendiri'
'Kau pasti bisa'
'Percaya pada diri kita sendiri'
Chanyeol bingung apakah dia termasuk orang yang mudah menyerah. Chanyeol tidak akan mudah melepaskan hal yang disukai. "Jika aku tidak menyerah. Hal ini tidak akan berakhir."
Tidak lama terdengar ketukan di jendela kamar Chanyeol. Chanyeol kemudian membuka jendelanya dan melihat Luhan berada di kamarnya. "Apa? Kau pulang tanpa ijin juga?" tanya Chanyeol. Ya, Luhan dan Chanyeol memang bertetangga. Dan kamar Chanyeol berseberangan dengan kamar Luhan. Itulah mengapa mereka dekat.
Luhan hendak menyampaikan berita kepada Chanyeol. "Aku punya berita buruk dan lebih buruk lagi. Kau mau dengar yang mana dulu?"
Chanyeol ingin mendengar berita buruk. Luhan memberitahukan kepada Chanyeol. "Kau punya terlalu banyak poin pinalti untuk bisa kabur seperti ini."
"Aish. Apa kabar yang lebih buruk lagi ?"
Luhan hanya menjawabnya dengan senyum.
.
Keesokan harinya Chanyeol kembali ke SMA Sevit dengan membawa semua pakaiannya. Chanyeol berjalan menyusuri lorong dan berhenti didepan ruangan Baekho. Setelah mengambil nafas Chanyeol memberanikan diri untuk masuk ke ruangan dan bersandar pada pintu. "Hei, tetanggaku yang jahat." sapanya pada semua anggota Baekho.
Kris, Baekhyun dan semua anggota Baekho yang sedang belajar mendongakkan kepalanya dan terkejut melihat Chanyeol berdiri di depan pintu.
Chanyeol berjalan ke tengah ruangan sambil bergumam, "Mulai hari ini. Aku akan mengambil alih Baekho." dan menunjukkan aplikasi pendaftarannya dalam klub tersebut.
.
.
.
.
.
TBC...
.
A/N : Halooo semua... Aku memutuskan untuk melanjutkan cerita ini. Sebelumnya aku ucapkan terima kasih buat yang udah review dan ngasih masukan buat penulisanku. itu sangat berharga sekali. Disini aku penulis baru dan lagi belajar. so, kritik dan saran akan sangat membantu sekali untuk penulisanku kedepannya. dan maaf kalau di chapter ini masih buruk, aku sudah berusaha..hehehe ^^
Ditunggu review dan commentnya ^^
