CHEER UP ! Chapter 3

.

Main Cast :

Real King : Park Chanyeol (GS), Kim Jongin, Zhang Yixing/Lay, Do Kyungsoo (GS), Huang Zitao, Choi Sulli.

Baek Ho: Kris Wu, Oh Sehun, Byun Baekhyun (GS), Kim Junmyeon, Kim Jongdae/Chen (GS), Kim Minseok/Xiumin (GS).

.

Other Cast :

Xi Luhan

Kim Jaejoong/Park Jaejoong (GS)

Jung Yunho/Wu Yunho

Choi Siwon

Lee Donghae

Choi Soyoung, etc.

.

.

LET'S GET STARTED ^^

.

Chanyeol memasuki klub Baekho dengan membawa sebuah meja dan kursi. Junmyeon yang melihat kelakuan Chanyeol merasa marah dan jengkel. Begitu juga dengan anggota Baekho yang lain, kecuali Kris yang terlihat santai saja melihat apa yang dilakukan Chanyeol. Sambil meletakkan tangannya diatas meja dan menopangkan dagunya, Kris menunggu apa lagi yang akan dilakukan Chanyeol di klubnya.

Chanyeol merasa bahwa akademiknya kurang memuaskan atau memang tidak memuaskan sama sekali, jadi dia berinisiatif untuk bergabung dengan klub Baekho. Tapi anggota dari klub Baekho tidak menyambutnya dengan hangat.

Baekhyun yang juga jengkel melihat Chanyeol bergabung dengan klubnya pun akhirnya buka suara.

"Park Chanyeol…. ini Baekho," jelas Baekhyun.

"Memang bukan Real King," Jawab Chanyeol.

Chanyeol hanya tersenyum sinis menatap Baekhyun. Kemudian Chanyeol memperlihatkan formulir pendaftaran dirinya sebagai anggota dari klub Baekho kepada Baekhyun. Chanyeol mencoba untuk membuat Baekhyun percaya padanya.

Tapi sayang, Baekhyun mencari cara agar Chanyeol tidak masuk dalam klubnya walau keingingan Chanyeol untuk bergabung dalam klubnya sangat kuat.

"Kau tidak memenuhi syarat masuk klub Baekho," ucap Baekhyun.

"Syarat? Hanya untuk orang yang mendapat 5% peringkat atas saja yang boleh bergabung, apakah itu?" Chanyeol melihat Baekhyun menganggukkan kepalanya.

Kemudian Chanyeol mengambil sebuah kertas yang berisi persayaratan untuk masuk klub Baekho, membacanya sekilas. Lalu kembali menghadap Baekhyun dan berkata. "Aku lihat persyaratannya, tidak ada hal seperti itu. Dasar pembohong. Kalian membuat syarat seperti itu demi keuntungan kalian sendiri."

BRAAAKKK

Sehun yang merasa muak dengan penjelasan Chanyeol akhirnya menggebrak meja keras, membuat seisi ruangan melihat ke arahnya. Sehun bangkit dari kursinya dan berjalan kearah Chanyeol.

"Hentikan keributan ini dan keluarlah…"

"Tidak mau…" tolak Chanyeol sedikit gemetar melihat kemarahan Sehun.

"Keluar!" Teriak Sehun tetap memaksa Chanyeol keluar.

Chanyeol tetap tidak sampai akhirnya Chanyeol menggigit tangan Sehun.

"Arrgghh aarrhh… Dasar wanita gila.." teriak Sehun hampir memukul Chanyeol.

Chanyeol bersikeras berada di dalam ruangan klub Baekho karena dia sudah tidak punya tempat lagi, ruangan Real King sudah lenyap.

Kris terlihat hanya diam dan pasrah melihat pertengkaran Chanyeol dan Sehun di depan matanya.

"Ketua.. Apa kau akan diam saja?" Tanya Baekhyun kesal pada Kris yang hanya diam tanpa berbuat apapun untuk mengusir Chanyeol.

"Kenapa repot? Nanti juga beres sendiri." Jawab Kris santai.

Benar saja tidak berapa lama Pak Siwon datang dan mencoba mengusir Chanyeol keluar dari ruang klub Baekho. Merasa muak dengan sikap Chanyeol yang tetap kekeh ingin di Klub Baekho. Akhirnya Pak Siwon menarik kerah kemeja seragam Chanyeol, kemudian menyeretnya keluar ruangan dengan harapan Chanyeol bisa jera bergabung dengan klub Baekho.

.

"Aku bukan anjing, kenapa menyeretku seperti ini?" keluh Chanyeol saat Pak Siwon menyeretnya ke dalam ruang guru.

Pak Siwon merasa geram dengan sikap Chanyeol, kemudian berkata. "Kau harus di hukum supaya sadar. Kau memang tidak pernah belajar…."

Tanpa mereka sadari Jaejoong, ibu Chanyeol sudah berada di ruang guru dan melihat semuanya. Melihat anaknya di perlakukan demikian, Jaejoong tidak bisa tidak berteriak histeris.

"LEPASKAN TANGANMU." Jaejoong meminta Pak Siwon untuk melepaskan tangannya dari kemeja sang anak.

"Berikan aku formulir pindah sekolah sekarang juga!" bentak Jaejoong dan membuat seisi ruang guru diam.

Pak Siwon yang takut, menjelaskan bahwa ibu Chanyeol sudah salah paham.

Jaejoong marah dikatakan salah paham. Jaejoong penuh emosi sembari berkata, "Kau memperlakukan anak perempuanku seperti ini hanya karena dia tidak pandai belajar ?"

Kemudian Jaejoong mengancam akan melaporkan tindakan Pak Siwon ke kantor dinas pendidikan.

Pak Siwon pun gemetaran mendengar ancaman ibunda Chanyeol itu.

Pak Donghae yang sedari tadi hanya melihat akhirnya melerai agar ibunda Chanyeol tidak emosi.

"Tenang nyonya… tenang."

"Apa? Baru saja aku melihat anakku di seret seperti anjing. Anda ingin aku tenang?" terang Jaejoong penuh emosi.

Pak Siwon yang merasa malu atas tindakannya itu, meminta ibu Chanyeol untuk masuk ke ruang konseling, namun Jaejoong menolak karena sudah tidak mempercayai pak Siwon atas tindakannya.

"Aku percayakan anakku padamu. Kau bilang kau akan merawatnya seperti orang tua. Tapi… kau perlakukan dia seperti ini karena nilainya buruk? Sekolah seharusnya tidak seperti ini! Harusnya kalian ajari, apa itu teman, kesetiaan dan menganggap keberadaan murid kalian. Lalu apa bedanya sekolah dengan tempat bimbingan belajar di luar sana yang hanya peduli tentang uang."

Pak Siwon pun salah tingkah dan malu atas sindiran dari ibu Chanyeol. Sedangkan Chanyeol terkagum-kagum melihat nasehat ibunya tersebut.

Dengan penuh emosi, Jaejoong menegaskan dia tidak akan mempercayakan anaknya dengan guru seperti Pak Siwon.

"Aku tidak bisa mempercayakan anakku pada guru sepertimu. Tidak, aku tidak akan mempercayakan anakku dengan sekolah yang buruk ini..".

Jaejoong meminta surat untuk pindah sekolah dari SMA Sevit segera. Namun Chanyeol segera menghentikan ibunya,"Ibu… Ibu… Aku tidak mau pindah.." #DOEENG

Jaejoong terdiam dan menatap Chanyeol. "Apa?"

"Aku tidak mau pindah" jawab Chanyeol dengan wajah menyesal pada ibunya.

Jaejoong salah tingkah dan terus melihat kearah Chanyeol, seperti ingin memakan anaknya sekarang juga. Ternyata Jaejoong salah pengertian dengan anaknya. Jaejoong mengira Chanyeol ingin pindah sekolah.

Setelah mengadakan drama dadakan di ruang guru, Chanyeol serta ibunya cepat keluar dari ruang guru. Chanyeol berjalan di belakang ibunya dan bertanya ke ibunya apakah Luhan mengadukannya lagi. "Siapa sebenarnya temennya. Ibu atau aku. Sepertinya dia berteman dengan ibu." Gerutu Chanyeol.

Jaejoong tidak menghiraukan perkataan Chanyeol dan langsung duduk sejenak di taman Sevit, dan tak menyangka dirinya bisa marah besar hingga menyebabkan tangannya gemetaran.

"Apa yang baru aku lakukan? Tanganku sampai gemetaran.."

"Kenapa? Ibu menyesalinya sekarang? Dasar" cibir Chanyeol melihat ibunya.

"Apa yang aku lakukan, Apa ini akan berdampak denganmu?" Jaejoong menatap sedih anaknya. "Aku sangat marah sampai ingin kau pindah…" ratap Jaejoong.

"Tadi seram sekali." Jawab Chanyeol dengan nada bercanda.

Jaejoong mengingat apa saja yang dikatakannya di ruang guru tadi. Dia tidak menyangka dia banyak menggunakan kata-kata informal pada guru sang anak.

Jaejoong ingin kembali ke ruang guru untuk meminta maaf dan meminta mereka untuk tidak membenci anaknya. Namun Chanyeol mencegahnya.

"Tenang dulu,, dimana ibuku yang keren tadi?" Goda Chanyeol pada ibunya.

Jaejoong masih berwajah sedih, namun juga merasa lega. "Tapi… ibu lega kau tidak ingin pindah. Kau tidak apa-apa tidak pindah? Kau baik-baik saja?"

"Aku tidak mau pindah. Aku akan bertahan semampuku dan mengembalikan Real King." Jawab Chanyeol penuh semangat.

Jaejoong yang melihat tekad anaknya, sudah tidak mempersalahkan anaknya jika dia memang tidak begitu pandai dalam pelajaran akademik dan juga Jaejoong mengijinkan sang anak untuk mengikuti klub dance, karena itu adalah hal yang sangat disukainya.

Chanyeol yang mendengar ibunya mengijinkan dia mengikuti klub dance, membuat senyumnya semakin lebar.

"Tapi, aku tidak akan tahan jika kau dikesampingkan atau terluka sendiri." Kata Jaejoong dengan raut muka sedih.

Chanyeol tersenyum melihat ibunya. "Baiklah. Jangan khawatir…"

"Owh,, anjing kecilku.." Jaejoong mengusap kepala anaknya sayang, kemudian memeluknya.

"Ibu keren sekali hari ini," kata Chanyeol sambil membalas pelukan ibunya.

.

Chanyeol tidak menyerah untuk masuk klub Baekho. Dia tetap ikut belajar sebagai anggota klub Baek Ho. Saat belajar Chanyeol melakukan tindakan di luar kebiasaan, seperti belajar di lantai sambil membawa selimut. Chanyeol melakukan itu karena tidak mendapat bangku sehingga dia belajar di lantai beralaskan selimut. Dan karena tindakan aneh Chanyeol itu. Pak Siwon sampai marah dan menyeret Chanyeol keluar, karena Chanyeol bersikeras ingin ikut belajar di Baekho.

Tidak hanya di klub baekho, Chanyeol juga melakukan tindakan aneh di kantin sekolah, dengan memegang papan di kedua tangannya yang bertuliskan. "Tolong, Harap Antri" "Cuci Tangan Sebelum Makan" dan meneriakkannya seperti orang berdemo.

Tidak lama Jongin datang dengan membawa papan juga di kedua tangannya dan berdiri di samping Chanyeol dan ikut berteriak. Kris, Sehun dan Murid-murid lain yang melihatnya hanya tersenyum dan ada juga yang sampai mengabadikan tindakan Chanyeol tersebut dengan merekamnya melalui ponselnya. Begitu juga pak Siwon yang saat itu makan siang di kantin dengan beberapa guru, ikut tersenyum melihat tindakan Chanyeol dan Jongin.

Tapi, Pak Siwon tidak mengetahui ada tulisan lain yang berada dibalik papan yang di pegang Chanyeol dan Jongin. Dengan bantuan Luhan yang mengawasi tindakan Pak Siwon, Chanyeol dan Jongin melaksanakan aksinya. Saat Pak Siwon berfokus pada makanannya, Chanyeol dan Jongin akan memutar papannya dan memperlihatkan tulisan lain yang menjadi tujuan utama Chanyeol berdiri di kantin yaitu tulisan yang berisi demonya tentang diskriminasi di sekolah dan ketidak adilan, seperti poster yang pernah ditulisnya dulu. Tapi, saat Pak Siwon akan berpaling ke Chanyeol, Luhan akan memberi sinyal, kemudian Chanyeol dan Jongin akan memutar papan kembali seperti semula. Namun, tidak lama Pak Siwon menyadari ada yang aneh dengan Chanyeol dan Jongin. Jadi sebelum Luhan sempat memberi sinyal Pak Siwon sudah terlebih dulu melihat tulisan lain di spanduk Chanyeol serta Jongin itu.

.

Hal itu menyebabkan Pak Siwon menghukum keduanya untuk membersihkan aula SMA Sevit. Saat Chanyeol serta Jongin membersihkan ruang latihan basket, Kyungsoo dan Sulli datang dengan membawa alat pel dan membantu mereka. Keempatnya pun membersihkan ruang latihan basket Sevit dengan diiringi canda dan tawa, mereka berempat merasa bahagia dengan kebersamaan itu.

Tidak hanya membersihkan lapangan basket, mereka juga dihukum membersihkan taman. Saat akan membersihkan taman Sevit, anggota lain "Real King" yaitu Yixing datang dan membantu. Kemudian, suasananya pun berubah dimana mereka semua saling bermain air dan melupakan hukumannya. Ini tanda bahwa anggota klub "Real King" mencoba bersatu kembali setelah klub mereka dibubarkan oleh Kepala Sekolah.

Mereka semua menikmati kebersamaan bermain air di taman SMA Sevit sebagai anggota dari klub "Real King" (minus Tao). Tidak lama Kris dan Sehun melihat kebersamaan para anggota Real King tersebut saat berjalan kearah taman.

Kris berhenti berjalan dan berkata. "Mereka bodoh sekali. Jawabannya ada disini, kenapa mereka menggunakan kekerasan?"

Sehun juga berhenti berjalan dan melihat kearah Kris dengan wajah bingung mendengar ucapan kris. Tapi kemudian mengalihkan pandangannya kembali kearah Chanyeol dan berkata. "Mereka itu orang gila tingkat A. Ayo." Ajak Sehun.

Kemudian keduanya melanjutkan berjalan. Saat Kris dan Sehun akan melewati Chanyeol dan teman-temannya, mereka sempat terkena percikan air. Sehun sempat marah dan ingin menghampiri mereka, tapi dihentikan oleh Kris.

"Sudahlah. Mereka melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh anak yang berusia 18 tahun." Kata Kris.

"Apa?" tanya Sehun bingung.

"Ayo." Kris hanya tersenyum tidak menjawab Sehun dan mengajaknya berjalan lagi.

Tidak lama Pak Siwon datang dan melihat ulah Chanyeol dan teman-temannya, Pak Siwon pun kesal, dan hendak mengejar mereka. Chanyeol dan teman-temannya akhirnya kabur secara terpisah. Tapi sial Chanyeol, Pak Siwon malah mengejarnya, Chanyeol pun lari dengan kecepatan tinggi dan sialnya lagi dia menabrak seseorang didepannya dan jatuh diatas tubuh orang tersebut. Dan orang tersebut tidak lain adalah Kris.

Keduanya terdiam dan saling menatap satu sama lain. Chanyeol merasa risih dan memutus tatapannya pertama dan mencoba berdiri. Tapi, Kris menahan Chanyeol sambil berkata,"Kita selalu berakhir seperti ini. Satu…"

"Satu, satu, satu ! Aku dulu yang berdiri." Chanyeol memotong ucapan Kris dan bergegas bangkit. Chanyeol takut kejadian di ruang klubnya dulu bersama Kris terulang lagi.

Setelah Cahnyeol berdiri. Dia melihat Luhan berjalan kearahnya.

"Luhaaannnnn…" Panggil Chanyeol manja.

Luhan berjalan melewati Kris dan Sehun. Kemudian memberikan sebotol susu strawberry ke Chanyeol. Keduanya pun melakukan "Cheers" bersama dan berjalan meninggalkan Kris serta Sehun. Yang tidak diketahui Chanyeol adalah bahwa Kris terus melihat kearah Chanyeol dan Luhan dengan tatapan yang sulit diartikan.

.

Setelah dari taman Kris dan Sehun memutuskan pergi ke kantin untuk membeli minuman. Kris yang penasaran dengan susu strawberry yang diminum Luhan dan Chanyeol pun, akhirnya mengambil susu strawberry tersebut.

Sehun berjalan kearah Kris setelah mendapatkan dua minuman untuk mereka dan terkejut melihat minuman yang diambil oleh Kris.

"Apa itu? Apa kau minum itu?" tanya Sehun.

"Aku penasaran," jawab Kris kemudian meminumnya.

Sehun menjatuhkan rahangnya melihat Kris meminum susu strawberry tersebut. Ada apa dengan sahabatnya ini, pikirnya.

Setelah Kris mencoba susu strawberry tersebut, Kris tersenyum senang. Sepertinya Kris kita sudah jatuh cinta dengan susu strawberry. Hehehehe…

.

Sementara itu, Chanyeol dan Luhan memutuskan duduk bersama di ruangan latihan basket SMA Sevit setelah dari taman. Chanyeol sedang bercerita pada Luhan. Dia takut teman-temannya di "Real King" akan mendapatkan poin buruk lagi karena membantunya. Tapi Chanyeol juga merasa kagum dengan teman-temannya yang selalu membantunya.

Luhan terus mendengarkan cerita Chanyeol sambil mengeringkan rambut Chanyeol. Chanyeol membiarkan Luhan mengeringkan rambutnya dan terus bercerita betapa takutnya dia bila "Real King" benar-benar musnah. Chanyeol merasa tidak akan mampu menghadapi teman-temannya lagi.

Luhan berhenti mengeringkan rambut Chanyeol dan berdiri mengambil bola basket di sebelahnya sambil berkata. "Park Chanyeol akan bertahan sampai akhir. Dan akan menang melawan sekolah Sevit." Lalu Luhan memasukkan bola tersebut ke dalam ring.

Chanyeol bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Luhan, kemudian Chanyeol berdiri mengikuti apa yang dilakukan Luhan dengan mengambil bola basket dan melemparkannya ke ring, sambil berkata, "Aku. Park Chanyeol akan menang melawan Kepala Sekolah Sevit." Namun bola tersebut tidak masuk ke dalam ring. Chanyeol mencoba lagi tapi tetap tidak masuk. Akhirnya Chanyeol menyerah dan memutuskan pergi dari ruang latihan basket untuk membersihkan dirinya.

.

Baekhyun sedang duduk di tempat tidur di kamar asramanya sambil merenung.

Flashback

Saat itu Baekhyun sedang diwawancara oleh penguji dari sekolah luar negeri. Dengan bahasa Inggris yang fasih, Baekhyun menjelaskan dirinya yang pandai dalam berbagai bidang seperti balet, biola, flute, berenang, dan memenangkan beberapa kompetisi sains, dan masih banyak lagi. Tak terhitung prestasi yang sudah dibuat Baekhyun. Dan Baekhyun yakin dirinya akan memberikan manfaat yang besar bagi sekolah luar negeri tersebut.

Namun penguji penerimaan sekolah itu mengaku tidak mencari orang-orang yang memiliki bakat secara unilinear, yakni orang yang bisa melakukan apapun secara sendiri.

Penguji lain bertanya, "Apakah kamu pernah memiliki seorang teman yang terjatuh saat menari ballet? Apakah kamu pernah memberikan harapan kepada pasien kanker dengan flutemu? Kualifikasimu tidak nyata."

Tanpa berpikir panjang, para penguji pun menolak kualifikasi yang diberikan oleh Baekhyun.

Tidak lama setelah para penguji pergi, konsultan Baekhyun (yakni Direktur Lee) datang.

Baekhyun bertanya, "Apa yang kau ingin aku lakukan setelah memiliki wawancara seperti ini ?" "Tidak semua yang mereka katakan benar.." jawab konsultan Baekhyun.

Baekhyun tidak terima dirinya dikatakan kurang berpengaruh bagi orang lain. Baekhyun tidak mengerti dan bingung dengan apa yang dimaksud para penguji.

Flashback End

Lamunan Baekhyun terputus saat dia menerima pesan di ponselya. Baekhyun membuka pesannya yang ternyata dari Direktur Lee yang berisi bahwa dia berada di sekolahnya. Setelah membaca pesan tersebut Baekhyun hendak pergi, namun Chanyeol mencegatnya.

Chanyeol memberikan Baekhyun alat-alat untuk membersihkan ruangan. Chanyeol menyuruh Baekhyun untuk membersihkan kamar mereka. Maklumlah selama ini Chanyeol yang membersihkan kamar, karena dimanfaatkan Baekhyun.

Saat Baekhyun ingin tetap pergi, Chanyeol memegang tangan Baekhyun dan menyuruhnya untuk membersihkan kamar.

"Bersihkan." Chanyeol menyuruh Baekhyun.

"Minggir."

"Tidak mau." Chanyeol tetap menghalangi jalan Baekhyun.

Baekhyun pun marah, dia mengejek Chanyeol yang tak punya rasa malu datang ke sekolah SMA Sevit. "Aku pikir kau bilang kau berbeda. Bukankah itu mengapa kau keluar dari sini dengan gaya sombongmu itu? Kalau kau memang ingin kembali, sebaiknya sembunyikan mukamu itu."

Chanyeol cukup sederhana menanggapi, "Aku memintamu untuk membersihkan, jadi kenapa kau memberikan ceramah padaku? Baiklah kalau ini maumu. Sekalian saja kita bicara. Aku akan tetap disini sampai akhir. Aku akan melihatmu hancur dengan mataku sendiri. Aku akan melihatmu bersujud dan meminta maaf. Dan juga aku ingin melihatmu bersih-bersih." Sambil sekali lagi menyerahkan sapu dan pel ke Baekhyun.

Baekhyun mengambil sapu dengan kesal dan melemparkannya ke lantai kemudian pergi meninggalkan Chanyeol.

"Yaaaa…" teriak Chanyeol tapi tidak dipedulikan oleh Baekhyun.

.

Saat Direktur Lee berjalan di lorong sekolah, dia melihat Kris berjalan bersama Sehun. Direktur Lee langsung memanggilnya. "Kris..?'

Kris yang sedang bercanda dengan sehun menolehkan kepalanya mendengar namanya di panggil.

"Ah ternyata benar. Aslinya lebih tampan daripada di foto." Kata Direktur Lee.

"Siapa ya?" tanya Kris penasaran.

Tanpa menjawab pertanyaan Kris, Direktur Lee langsung berkata, "Dengan kemampuanmu, akan sayang kuliah di Korea? Bagaimana dengan bergabung di Ivy League Sekolah? Coba pertimbangkan" (Catatan istilah Ivy League di cerita ini sepertinya merujuk pada sebuah istilah asosiasi yang terdiri dari 8 universitas Amerika Serikat. Kedelapan Universitas itu adalah yang terbaik di US). Kemudian Direktur Lee pun memberikan kartu namanya ke Kris.

Setelah meninggalkan Kris Direktur Lee (Konsulant Pendamping Baekhyun) bertemu dengan Baekhyun.

Baekhyun menyindir Direktur Lee yang menawarkan jasa konsultannya ke Kris. "Kau melakukan bisnis disini?"

"Oh.. Baekhyun.." Direktur Lee gugup mendengar pertanyaa Baekhyun.

"Banyak juga waktumu. Sampai bisa melakukan bisnis disni." Kata Baekhyun dengan wajah angkuhnya.

"Aishh, jangan berkata seperti itu. Apakah kamu lupa mengapa aku disini? Itu untuk mengirimmu ke Harvard" Dierektur Lee membela dirinya.

.

Sementara itu di Kantor Kepala Sekolah, sang pemilik sedang marah besar kepada Pak Siwon. Kepala sekolah marah karena dia menerima banyak panggilan dari orang tua murid.

"Saya minta maaf ibu Kepala Sekolah. Anak-anak itu tidak mau menyerah meskipun saya sudah memberikan mereka banyak hukuman"

Pak Siwon pun menyarakan agar klub Real King dikembalikan aktif. Pak Siwon berharap dengan idenya itu dapat membuat anggota Real King puas dan diam, terutama Chanyeol. Namun Kepala Sekolah tetap tidak ingin melakukannya.

Tak lama Direktur Lee datang ke ruangan Kepala Sekolah. Kemudian Kepala Sekolah mempersilahkannya duduk.

Kedatangan Direktur Lee menemui Kepala Sekolah adalah ingin meminta sebuah rencana untuk dilakukan oleh Kepala Sekolah, namun Kepala Sekolah tidak ingin melakukannya karena itu begitu tiba-tiba.

"Anda pasti bisa.." kata Direktur Lee.

"Apa?" Kepala Sekolah terlihat bingung dengan pernyataan Direktur Lee.

"Bukankah ada acara untuk meningkatkan nilai siswa? Sekolah lain sedikit mengubah nilai dan mengorbankan murid lain untuk mengirim siswa terbaiknya ke unversitas terbaik. Yang kita bicarakan ini Ivy League. Kau tidak mau sedikit membantu?" sindir Direktur Lee.

Kepala Sekolah hanya mendengus setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Direktur Lee.

Direktur Lee menyarankan idenya itu, karena SMA Sevit sedang dirundung masalah dengan kantor dinas pendidikan. Sambil memandang brankas yang didalamnya terdapat proposal perluasan asrama SMA Sevit, Direktur Lee berkata, "Kau tidak ingin bertarung dalam setahun ini?".

"Aku bukannya tidak mau. Tapi kemumgkinannya kecil." Ucap Kepala Sekolah akhirnya.

"Kalau begitu, kenapa tidak gunakan kekuatanmu untuk menambah kemungkinanya? Kepala Sekolah. Harvard sudah ada di depan mata Baekhyun" Direktur Lee tersenyum meyakinkan pada Kepala Sekolah.

.

Saat ini Baekhyun bersama teman-temannya yaitu Chen dan Minseok kembali mengerjai Chanyeol di ruangan Laundry asrama SMA Sevit.

Karena disuruh membersihkan kamar oleh Chanyeol, Baekhyun akhirnya menaruh semua barang berharga milik Chanyeol ke dalam mesin cuci.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Chanyeol pada mereka bertiga.

Baekhyun dengan santai menjawab, "Bersih-bersih. Bersih-bersih itu membersihkan barang kotor, kan? Kau sendiri yang menyuruhku, sekarang mau apa?"

Chen dan Minseok tertawa mengejek kearah Chanyeol. Sedangkan Baekhyun tersenyum menang bisa membalas Chanyeol.

Dengan sedih Chanyeol pun mengambil beberapa barang berharganya seperti foto, piala saat memenangkan perlombaan dance. Melihat barang berharganya dihancurkan Chanyeol tidak bisa terima.

Saat Baekhyun serta teman-temannya hendak pergi, Chanyeol memanggil mereka.

"Berhenti."

Baekhyun, Chen dan Minseok berhenti dan berbalik menghadap Chanyeol lagi.

"Perkelahian anjing saja ada aturannya" kata Chanyeol sambil mendekat.

"Apa itu ?" tanya Chen.

Chanyeol melihat Chen kemudian berkata, "Kalian dilarang menyentuh barang-barang penting."

Baekhyun hanya tersenyum sinis.

"Bicara apa kau?" Minseok maju dan mendorong bahu Chanyeol. "Semua milikmu itu hanya sampah."

"Kalau begitu rasakan sendiri jika sampahmu masuk mesin cuci." Kata Chanyeol berusaha mendapatkan buku catatan yang dibawa Baekhyun tapi dihalangi oleh Chen dan Minseok.

Saat Chanyeol berusaha melepaskan diri dari Chen dan Minseok. Teman-teman Chanyeol di klub "Real King" datang membantunya. Jongin, Kyungsoo, Yixing, Tao dan Sulli memegang Baekhyun serta teman-temannya. Akhirnya semua buku-buku berharga Baekhyun serta temannya dimasukkan ke dalam mesin cuci.

Setelah melakukan hal itu anak-anak Real King bahagia termasuk Chanyeol. Mereka memutuskan untuk mengobrol di taman Sekolah sekarang.

"Ah, aku merasa lebih baik sekarang." Teriak Chanyeol.

"Harusnya tadi kujambak rambut mereka." Kata Kyungsoo.

"Real King belum mati." Chanyeol berkata sambil melihat tmen-temannya.

"Tentu saja." Jawab Yixing dengan senang.

Tapi tiba-tiba Tao malah melemparkan foto bersama anggota Real King.

"Tao oppa, apa kau gila?" Suli berteriak karena terkejut.

Chanyeol tertegun dan terdiam melihat Tao.

Jongin yang duduk di sebelah Tao kemudian menarik bajunya. "Apa yang kau lakukan?"

"Real King sudah mati." Kata Tao. "Sadarlah kalian. Kalian tidak ingin kuliah? Sampai kapan kalian seperti ini? Kalian hanya perlu bertahan setahun lagi. Saat kuliah nanti kalian bisa bergabung dengan klub dance disana. Sampai saat itu kita cukup diam saja." Tao meminta semua temannya untuk memikirkan masa depan mereka.

Chanyeol menanggapi dengan mata yang mulai memerah, "Hei, mana bisa kita hidup seperti itu? Aku ingin dance sekarang. Aku ingin bahagia sekarang. Apa itu kejahatan ?"

Di usianya yang ke 18 tahun, Chanyeol ingin merasakan kebahagiaan di usianya tersebut.

"Bahagia. Mereka tidak mengizinkan kita bahagia. Mereka melarang kita sekarang. Kenapa kau tak mau mengerti?" Kemudian Tao pun pergi.

Anggota Real King mencoba memanggilnya tapi tidak dihiraukan oleh Tao. Chanyeol hanya diam melihat kepergian temannya.

.

Keesokan harinya di depan ruang klub "Baek Ho". Kyungsoo, Chanyeol, serta Jongin duduk bersama, mereka kembali bertingkah untuk protes. Tak lama dua anggota "Real King" lain datang yaitu Yixing dan Suli. Chanyeol sangat senang melihat kedatangan dua temannya. Saking senangnya dia sampai berdiri dan berjoget-joget dengan Jongin. Melihat itu Kyungsoo, Yixing dan Suli tidak mau ketinggalan. Mereka ikut berjoget tanpa memperdulikan tatapan siswa lain pada mereka.

Saat Kepala Sekolah beserta Pak Siwon berjalan. Kepala Sekolah tidak sengaja melihat Chanyeol dan teman-temanya membuat keributan dengan berjoget di depan ruang Baekho.

Pak Siwon pun menghampiri anggota "Real King" untuk menghentikan kegilaan mereka.

Kepala Sekolah yang melihat itu tiba-tiba memiliki ide di pikirannya.

Kelima anggota "Real King" pun dibawa ke ruang guru oleh Pak Siwon. Pak Siwon begitu marah dengan tingkah protes ala klub "Real King".

"Sekarang tentukan hukuman kalian. Mau lari, menulis surat permohonan maaf atau membersihkan lapangan?"

Dengan tidak ada rasa takut Chanyeol dan teman-temannya malah berunding menentukan hukuman mereka.

"Jangan menulis surat. Aku tidak tahu mau menulis apa." Kata Jongin.

Dan diangguki oleh semua temannya.

Kyungsoo kemudian berkata, "Kita sudah membersihkan lapangan kemarin."

"Mau lari? Cuacanya bagus sekarang." Saran Chanyeol.

"Boleh..boleh.." jawab semua teman Chanyeol.

Pak Siwon yang sedari tadi mendengarkan menjadi semakin marah. "Kalian ini… Kalian pikir ini kencan?"

Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Reflek Pak Siwon berbalik dan membentak orang tersebut. "APA?" Saat menyadari Kepala Sekolah yang menepuk pundaknya. Pak Siwon langsung meminta maaf dan mengaku sudah mengomeli anak-anak Real King untuk tidak mendekati ruangan Baek Ho.

"Katakan pada mereka untuk datang ke ruangan klub Baek Ho besok. Dan katakan pada anggota Baek Ho bahwa semua dari mereka harus hadir.." Kepala Sekolah melihat kearah chanyeol "Ada yang ingin kusampaikan."

Pak Siwon dan anggota Real King terkejut mendengar apa yang dikatakan Kepala Sekolah.

.

Keesokan harinya, anggota klub "Baek Ho" serta "Real King" bertemu. Mereka datang dengan gaya mereka masing-masing.

"Kalian kesini untuk bergabung lagi? Aku lelah membuang formulirnya." Kata Sehun.

"Lihat mereka. Ikut lomba saja tidak pernah." Ejek Kyungsoo.

Jongin menyahuti perkataan Kyungsoo. "Kenapa kau membuat mereka sedih?" dengan wajah mengejek kearah klub Baek Ho. "Dengarkan aku Kyungsoo. Seharusnya kita ini mengasihani mereka."

Mendengar itu Sehun pun marah dan ingin memukul Jongin tapi di hentikan oleh Kris.

Chanyeol akhirnya berkata, "Kami diundang kesini hari ini."

Kris terlihat bingung. "Diundang ? Oleh siapa ?"

Tidak lama Kepala Sekolah dan Pak Siwon datang. Kris memicingkan matanya melihat kedatangan sang Kepala Sekolah. Kemudian Ibu Kepala Sekolah meminta kedua klub masuk ke dalam ruangan kelas.

Dalam kelas Pak Siwon menjelaskan, "Dalam dua bulan.. Baek Ho, klub Cheerleading kita akan berkompetisi pada kompetisi regional.."

Kedua Klub tentu saja terkejut apa lagi klub Baek Ho. Selama ini mereka hanya menamakan klub mereka klub Cheerleading, tapi mereka tidak pernah ikut lomba seperti yang dikatakan Kyungsoo tadi dan lebih mementingkan belajar.

Kemudian Sehun bertanya "Apakah klub Baek Ho akan bergabung dengan para anggota di klub Real King, serta melakukan segala hal seperti bersorak-sorak atau semacamnya seperti yang dilakukan tim Cheerleader umumnya. Kenapa kita harus mengikuti lomba?"

Pak Siwon tidak bisa menjawab dan akhirnya Kepala Sekolah yang angkat bicara.

"Karena kalian anak pintar, aku akan langsung saja. Berkat masalah yang ditimbulkan Park Chanyeol. Dinas memutuskan hal ini. Oleh karena itu, Park Chanyeol dari Real King dan Kris Wu dari Baek Ho bertanggung jawab membentuk tim dan mengikuti lomba."

Kris hanya tersenyum meremehkan mendengarnya, sedangkan teman-temannya yang lain terus mengeluh dengan keputusan sang Kepala Sekolah.

Sedangkan Chanyeol tidak bisa melakukan hal tersebut. "Mana bisa kami satu tim dengan mereka? Ini namanya Mission Impossible."

Tapi Ibu Kepala Sekolah tidak menyerah dan berjanji jika Chanyeol berhasil memenangkan kompetisi regional, maka dia akan menghidupkan kembali Real King. "Kau masih tidak mau."

"Anda sungguh akan menghidupkan klub kami ?" Tanya Chanyeol.

Kris yang dari tadi mendengar apa yang di katakan Kepala Sekolah merasa ada yang sesuatu yang salah. Tidak biasanya Kepala Sekolah bersikap seperti ini pada Klub Chanyeol. Kemarin beliau benar-benar gigih membubarkan klub Chanyeol tapi sekarang dia berjanji akan menghidupkannya lagi. Kris terus berpikir dan melihat Chanyeol. Dia penasaran apa jawaban yang akan diberikan Chanyeol.

Di dalam hati, Chanyeol merasa gelisah apakah akan menerima tawaran itu atau tidak. Chanyeol juga berfikir apa yang direncanakan Kepala Sekolah sebenarnya, dia tidak bisa begitu saja percaya dengan kepala sekolahnya ini. Tapi dia tidak bisa menolak tawaran tersebut. Chanyeol yang bingung menolehkan kepalanya pada anggotanya untuk meminta jawaban. Dan semua anggota Real King meminta agar Chanyeol menerima tawaran itu. Dan akhirnya, Chanyeol tidak ragu lagi dan dia akan melakukan apapun untuk Real King, apalagi tawaran Kepala Sekolah akan menghidupkan kembali Real King. Akhirnya Chanyeol pun menerima tawaran itu.

"Kalau anda akan menghidupkan Real King… kami setu…" Chanyeol belum selesai berbicara tapi sudah dipotong oleh Kris.

"Apa otak kalian sebodoh itu? Kau sungguh tidak mengerti apa yang terjadi." Kata Kris pada Chanyeol.

Dengan senyum sinis Kris melihat kearah Kepala Sekolahnya. "Bagaimanapun ini aneh. Tiba-tiba ikut lomba."

Kemudian Kris mengambil kartu nama Direktur Lee dan meneleponnya. "Halo Direktur Lee. Aku Kris dari Sevit."

Baekhyun yang sedari tadi diam langsung terkejut saat mendengar Kris menyebut nama kosultannya. Baekhyun tiba-tiba merasa gugup.

"Anda berbicara tentang Ivy Leagues sebelumnya kan? Saya sebenarnya tertarik, namun Saya sedikit kekurangan kualifikasi." Kemudian Kris memperbesar suara hpnya agar semua orang bisa mendengar jawaban dari Direktur Lee.

Direktur Lee berkata di telepon, "Baek Ho akan berkompetisi dalam kompetisi cheerleading segera. Jika kamu memenangkan itu, Ivy League akan mudah sekali kamu masuki. Kenapa kamu tidak berkonsultasi?"

Kris kemudian menutup telfonnya dan tersenyum menang. Akhirnya dia tahu alasan Kepala Sekolah menyuruh mereka mengikuti lomba. Sedangkan sang Kepala Sekolah hanya diam tidak bisa berkata apa-apa lagi. Rencanya sudah terbongkar.

Chanyeol yang bingung kemudian bertanya pada Kris. "Apa itu barusan?"

"Apa maksudnya itu barusan?" Kris mengulang pertanyaan Chanyeol dan melihat kearah Kepala Sekolah dengan wajah datar dan serius. "Satu. Seseorang butuh kemenangan untuk masuk kampus Ivy." Kris mengatakan alasan pertama kenapa Kepala Sekolah menyuruh mereka ikut lomba.

Semua orang penasaran dengan perkataan Kris.

Flashback

Di dalam sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang rapat terdapat tiga orang wanita berbeda usia, salah satunya adalah Direktur Lee. Saat itu Direktur Lee menjelaskan bahwa beberapa mantan Presiden US adalah orang yang terlibat dalam tim Cheerleader di kampus mereka. "Ivy league menyukai cheerleader." Kemudian Direktur Lee menjelaskan. "Dari semua SMA di daerah ini hanya dua sekolah yang punya klub Cheers. Jika kita berkompetisi, ada 33% kesempatan menang."

"Apa artinya kalau tidak 100%. tidak ada gunanya." kata wanita paling muda disana.

"Mereka selama ini hanya belajar, mana mungkin bisa menang?" kata wanita satu lagi yang sepertinya ibu dari waita yang paling muda.

Flasback End

Kris melanjutkan perkataannya sambil berjalan, "Dua. Bagi Baek Ho yang tidak pernah ikut lomba. Kemenangan dalam kompetisi regional sangat tidak mungkin." Kris tersenyum dan berhenti di depan Baekhyun yang berdiri paling ujung. Baekhyun merasa kesal ditatap seperti itu oleh Kris.

Kris berjalan kembali dan mengatakan alasan ketiga. "Tiga. Karena itu Kepala Sekolah memanfaatkan Real King." Kali ini Kris berhenti didepan Chanyeol dengan senyum mempesona berbeda dengan senyum meremehkan yang dia berikan pada Baekhyun dan tidak lupa Kris mengedipkan sebelah matanya pada Chanyeol.

Chanyeol merasa sakit hati mendengar penjelasan dari Kris.

Flasback

Direktur Lee menunjukkan gambar-gambar dari Klub Real King pada dua wanita di depannya dan lebih terfokus pada menunjuk gambar Chanyeol. "Mereka selalu menari. Mereka pasti bisa gerakan Cheersleading. Kita gunakan mereka sebagai poin."

"Jadi, kau ingin memanfaatkan Park Chanyeol?" tanya wanita paling muda.

"Apa maksudmu, memanfaatkan?" bantah Direktur Lee. "Dia diabaikan oleh Sekolah. Dia terbuang setelah klubnya di bubarkan. Kau hanya perlu membimbing mereka. Lalu kau akan memenangkan kompetisi regional itu. Cerita yang sempurna bukan?" kata Direktur Lee sambil bertepuk tangan.

Flasback End

"Jadi seperti itu menurutmu?" tanya Kepala Sekolah pada Kris. Beliau masih tidak mau mengaku kalau dia akan memanfaatkan Chanyeol dan teman-temannya.

"Ahhhh… Aku belum bilang siapa anak itu atau semua orang sudah tahu?" Kata Kris tidak menghiraukan pertanyaan sang Kepala Sekolah.

Sebelum Kris bisa menyebutkan nama orang itu, Chanyeol sudah terlebih dulu mengatakannya.

"Byun Baekhyun"

.

.

.

.

TBC…..

.

.

A/N : halooo…. Aku kembali dengan cerita yang banyak typonya ini. Hehehe . semoga kalian masih suka dan menunggu cerita ini. Ditunngu review dan commentnya.. ^^

Oh ya, aku publish FF baru lagi judulnya 'Love Tricks'. Kalau ada waktu dibaca ya. Terima kasih ^^