Perjanjian Hati

Remake Story

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Eunhyuk, Lee Jinki, (Kim) Cho Key / Kibum, etc.

Disclaimer: Cerita milik Santhy Agatha, aku mengubah beberapa adegan, nama latar tempat dan nama tokoh.

Warning: Genderswitch for uke

Happy reading

"Terasa begitu menyakitkan kehilanganmu dulu. Terasa begitu menghancurkan kalbu ketika mencoba melupakanmu. Sampai akhirnya kusadari, kau tak seberharga itu. Dan ternyata aku tidak mencintaimu sedalam itu."

Hening sejenak. Lalu Kyuhyun berdehem di seberang sana. "Kau yakin?"

Kenapa di saat Eunhyuk berusaha menguatkan dirinya demi adiknya, Kyuhyun malah bertanya seperti itu? Eunhyuk mengerutkan keningnya. "Ya. Aku yakin."

"Aku akan marah besar kalau kau berubah pikiran di tengah-tengah rencana kita."

Memangnya dia siapa? Dan apa peduli Eunhyuk kalau Kyuhyun marah? Tetapi tiba-tiba Eunhyuk teringat bahwa Kyuhyun bisa menakutkan kalau dia mau. "Aku tidak akan berubah pikiran," gumam Eunhyuk, berusaha terdengar meyakinkan.

"Bagus. Kalau begitu aku akan mengatur semuanya."

Lalu percakapan ditutup, tanpa ucapan apapun. Meninggalkan Eunhyuk yang mengerutkan kening karena ketidak sopanan Kyuhyun.

Aroma wangi menyeruak ke seluruh ruangan. Eomma benar-benar serius membuat makan malamnya kali ini. Eunhyuk melangkah ke arah dapur sehabis mandi dan tersenyum melihat ibunya sedang memasukkan puding strawberry yang terlihat lezat ke lemari es.

"Wow, kita makan malam besar hari ini," goda Eunhyuk lembut sambil membuka tutup panci, di dalamnya ada sup jamur andalan ibunya yang paling enak. Sang eomma tersenyum lembut pada Eunhyuk, "eomma senang melihat Jinki bahagia Eunhyuk-ah, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya."

"Ya eomma, Jinki benar-benar tampak dimabuk asmara." Eunhyuk mencomot kue cokelat dari toples di meja makan dan mengunyahnya, "eomma suka dengan Key?"

"Dia anak yang sopan. Eomma cukup senang." Sang eomma lalu melirik Eunhyuk dengan hati-hati. "Eomma tahu kau akan jengkel kalau eomma bertanya lagi, tetapi bagaimana denganmu Hyukkie? Apakah kau sudah… Sudah melupakan…"

Pertanyaan ibunya itu selalu membuat suasana hati Eunhyuk mendung. Dulu ibunyalah yang paling keras mendorong semangat Eunhyuk agar bangkit dari keterpurukan sejak ditinggalkan oleh Changmin dan meskipun kadang jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan ibunya, Eunhyuk sadar bahwa ini semua karena sang eomma menyayanginya dan mencemaskannya karena selama ini Eunhyuk tidak pernah terlihat menjalin hubungan asmara dengan siapapun.

"Eomma tidak usah mencemaskan Hyukkie." Eunhyuk mencoba tersenyum lembut dan menenangkan ibunya, "Eunhyuk pasti akan menemukan seseorang yang baik pada saatnya nanti." Tiba-tiba Eunhyuk teringat akan Kyuhyun. Kira-kira bagaimana perasaan ibunya ketika Kyuhyun dan Eunhyuk benar- benar melaksanakan perjanjian untuk sandiwara ini?

"Key sudah datang." Jinki berdiri dan melangkah ke pintu depan, sedangkan Eunhyuk masih membantu ibunya membereskan piring dan menata meja makan. Terdengar suara pintu dibuka dan terdengar suara-suara percakapan. Lama-kelamaan Eunhyuk mengernyit. Suara laki-laki yang dalam itu bukan suara Jinki. Dia tahu persis itu suara siapa!

Belum sempat Eunhyuk melakukan sesuatu, Jinki sudah masuk ke ruang tengah, dengan Key dan Kyuhyun ikut di belakangnya.

"Eomma, Eunhyuk noona, Key datang bersama kakaknya," gumam Jinki gembira.

Key segera masuk dan tersenyum ramah lalu menyalami eomma Eunhyuk, dan memeluk Eunhyuk. Kyuhyun menyusul di belakangnya dalam diam, menjabat tangan eomma Eunhyuk dengan sopan, kemudian berdiri di depan Eunhyuk dan tersenyum.

"Annyeong haseyo Eunhyuk-ssi," gumamnya penuh arti. Eunhyuk menatap Kyuhyun dengan tatapan memperingatkan lalu mencoba tersenyum palsu.

"Selamat datang." Senyumnya tidak sampai ke matanya. Dan segera setelah itu Eunhyuk menggumamkan berbagai alasan dan melarikan diri ke dapur. Tetapi ketika seluruh alasan sudah habis, Eunhyuk terpaksa ke ruang tengah, dan mereka segera menuju ke ruang makan untuk makan malam bersama. Entah memakai cara apa, Kyuhyun pada akhirnya duduk di sebelah Eunhyuk, dan laki-laki itu seolah-olah sengaja, menyenggol tangan Eunhyuk setiap saat sehingga membuat Eunhyuk benar-benar jengkel.

Acara makan malam berlangsung menyenangkan karena Jinki dan Key dengan senang hati meramaikan percakapan dengan kisah-kisah mereka. Eunhyuk sendiri hanya tersenyum-senyum melihat tingkah pasangan yang sangat saling mencintai itu, begitu pun ibunya. Sementara Kyuhyun… Hah? Apa yang dilakukan laki-laki itu? Meskipun menyantap makanan yang sederhana, gayanya benar-benar seperti makan di restoran bintang lima, sangat elegan. Dan dia banyak memasang ekspresi datar dan sopan, hanya tersenyum jika memang waktunya tersenyum.

Ketika makan malam sudah dibereskan, Kyuhyun melakukan tindakan yang tidak terduga dengan menatap eomma Eunhyuk lalu tersenyum lembut. "Terima kasih eommonim, masakannya enak sekali," gumamnya tenang, tetapi mampu membuat eomma Eunhyuk yang sudah setengah baya itu tersipu malu. Dasar playboy. Tukas Eunhyuk dalam hati, sampai-sampai Kyuhyun juga menebarkan pesonanya pada ibunya. Ibu Eunhyuk tampak melirik anak gadisnya yang memasang wajah cemberut, lalu melirik ekspresi Kyuhyun yang terlihat geli di sebelahnya, wanita paruh baya itu mengangkat alis lalu kemudian tersenyum.

"Eomma undur diri istirahat di dalam dulu ya, silahkan dilanjutkan kalau masih ingin berbincang-bincang."

Eomma Eunhyuk pun melangkah masuk ke kamarnya di ruang belakang. Eunhyuk langsung berdiri dan membereskan meja makan, sementara Jinki mengajak Key dan Kyuhyun ke ruang tamu.

Setelah membereskan meja makan dan dapur, Eunhyuk termangu di sana. Haruskah dia keluar lagi ke ruang tamu? Dorongan hatinya ingin masuk saja ke kamar dan tak keluar-keluar lagi. Kyuhyun, entah kenapa terlalu menebarkan aura mengintimidasi pada Eunhyuk, dan itu mengganggunya. Tetapi tentu saja Eunhyuk tidak mungkin membiarkan Jinki sendirian di sana menghadapi Kyuhyun bukan? Sambil menghela nafas panjang, Eunhyuk melangkah menuju ruang tamu.

Ketika Eunhyuk masuk ke ruang tamu, Jinki tampak sedang bercakap-cakap canggung dengan Kyuhyun, dan Key duduk diam menyimak di sebelah Jinki. Kyuhyun sedikit melirik ke arah Eunhyuk yang memasuki ruang tamu dan duduk di sudut sofa yang terjauh dari Kyuhyun, lalu melirik jam tangannya.

"Sepertinya kita harus pulang Key," gumam Kyuhyun tenang.

Key mengerutkan keningnya, menatap oppanya memprotes. Dia masih ingin bersama Jinki lebih lama lagi, "tapi aku masih ingin di sini, oppa pulang duluan saja, nanti aku biarkan di antar oleh Jinki."

Tatapan Kyuhyun langsung menajam, "kau tidak bisa melakukan itu, Key. Kau tahu eomma seperti apa. Dia menyuruhku mengantarmu, dan aku juga yang harus membawamu pulang."

Suasana menjadi canggung dengan Jinki yang bingung harus berkata apa di tengah-tengah ketegangan kakak beradik itu. Eunhyuk langsung berdehem, mencoba menyelamatkan suasana.

"Mungkin kau bisa menunda kepulanganmu sebentar Key, suara Eunhyuk jadi tertelan ketika dia merasakan Kyuhyun menoleh dan melemparkan tatapan mengintimidasi padanya. "Aku ingin bicara dengan kakakmu dulu."

"Bicara apa?" Sela Kyuhyun sambil memiringkan kepalanya dan menatap Eunhyuk menantang. Dengan marah Eunhyuk mengangkat alisnya, "tidak di sini, mari ikut aku ke teras samping."

Kyuhyun mengikuti Eunhyuk melangkah ke teras samping yang menghadap kebun bunga daisy dan bermacam-macam bunga yang lainnya, yang ditanam dan dirawat sendiri oleh Eunhyuk. Teras itu kecil, tetapi cukup indah. Eunhyuk senang sekali duduk-duduk di sana, di bangku kayu yang tersedia, sambil menatap kebun bunganya di sore hari. Dia lalu duduk di bangku kayu itu dan menatap Kyuhyun yang memilih bersandar di pilar sambil bersedekap dan menatap Eunhyuk.

"Baiklah? Mau bicara apa?"

Eunhyuk mendengus, "aku tidak mau bicara apa-apa denganmu, aku hanya memberi mereka kesempatan berdua tanpa gangguanmu."

Kyuhyun terkekeh, "kau juga memberiku kesempatan berdua saja denganmu."

Tatapan Eunhyuk langsung berubah waspada, "memangnya kau mau apa?"

Mata Kyuhyun menajam, seperti singa yang berhasil memperangkap mangsanya, tapi tidak berniat membunuhnya melainkan ingin memain-mainkannya dulu sebelum dimakan.

"Kenapa kau begitu takut padaku Eunhyuk-ssi? Kau selalu waspada ketika aku mendekatimu, menyentuhmu. Kau harus berlatih terbiasa dengan sentuhanku kalau kau ingin sandiwara ini berhasil."

Terbiasa dengan sentuhan Kyuhyun? Tiba-tiba bulu kuduk Eunhyuk meremang. "Aku tidak takut padamu. Aku cuma tidak suka dengan kedekatanmu yang kau paksakan."

"Kau tidak terbiasa berdekatan dan disentuh laki-laki ya? Aku paham, mengingat kekasih terakhirmu benar-benar laki-laki yang tidak pantas disebut laki-laki."

Pipi Eunhyuk memerah, teringat kata-kata Kyuhyun bahwa laki-laki itu sudah menyelidiki keseluruhan kehidupannya, tidak bisa dibantah, Kyuhyun pasti sudah tahu kisahnya dengan Changmin.

"Jangan sebut-sebut nama Changmin disini."

"Penyelidikku bilang kau patah hati dan hancur ketika Changmin mencampakkanmu, lelaki itu tidak bisa melawan permintaan ibunya yang masih menganut sistem feodal. Seharusnya kau bersyukur tidak jadi dengannya." Kyuhyun menatap Eunhyuk penuh perhitungan, "aku bisa membantumu membalaskan dendam padanya."

"Aku tidak butuh membalas dendam pada siapapun!" Eunhyuk berdiri dengan emosi dan menatap Kyuhyun dengan tatapan marah yang meluap-luap, "sebelumnya, aku pikir bekerjasama denganmu adalah jalan yang terbaik, tetapi lama-kelamaan aku sadar bahwa aku salah! Aku tidak mau bersandiwara sebagai pasangan denganmu, membayangkannya saja aku muak."

Mata Kyuhyun menyala, kalau Eunhyuk lebih mengenal Kyuhyun, dia seharusnya sadar bahwa dia harus mundur, tetapi sayangnya Eunhyuk tidak tahu.

"Muak katamu? Kenapa kau muak padaku?"

"Karena kau lelaki kaya yang merasa bisa memainkan orang lain seperti boneka! Dan kau suka merendahkan orang miskin!"

Kyuhyun berdiri mendekat melangkah di depan Eunhyuk, lalu mencengkeram pundaknya.

"Aku menawarkan perjanjian kerjasama itu demi adikmu juga. Seharusnya kau berterima kasih padaku," desisnya geram.

Eunhyuk mencibir, "demi adikku? Demi adik kita? Bohong. Kupikir kau terlalu egois untuk berkorban demi seseorang, menurutku kau menawarkan sandiwara ini agar bisa terbebas dari kewajiban membalas budi pada ibumu, padahal kau tak ingin menikahi Key." Eunhyuk menatap Kyuhyun menantang. "Benar bukan? Semua rencana ini, hanya demi kepentinganmu sendiri."

Kali ini api di mata Kyuhyun makin membara, "berani-beraninya kau mengataiku seperti itu "

Lalu tanpa di duga, laki-laki itu tiba-tiba menarik pundak Eunhyuk mendekat dan mendorong belakang kepalanya dengan sebelah tangannya ke arahnya, bibir Eunhyuk berada dekat sekali dengan bibir Kyuhyun, dan hanya beberapa detik kemudian, bibir Kyuhyun melumatnya, sementara Eunhyuk hanya terpaku kaget.

Setelah itu dengan santai Kyuhyun melepasnya dan mengecup dahinya dengan lembut. Dengan Lembut? Eunhyuk termangu masih terlalu shock atas perbuatan Kyuhyun yang tiba-tiba itu, lalu dia melirik ke belakang punggung Kyuhyun dan melihat Jinki bersama Key sedang berdiri terpaku di lorong, tak kalah kaget melihat adegan Kyuhyun dan Eunhyuk. Jadi itu alasannya.

Kyuhyun menoleh dan akting kagetnya ketika melihat Jinki dan Key yang berdiri di lorong teras begitu bagus hingga Eunhyuk mencibir benci melihatnya.

"Ah… Key, Jinki… kalian sudah lama di sini?" Jinki dan Key saling berpandangan, salah tingkah.

"Kami baru saja ke sini, Key ingin pulang jadi kami kesini dan…" suara Jinki tertelan dan dia menatap ragu ke arah Eunhyuk, Jinki sangat mengenal kakaknya, sejak dicampakkan oleh Changmin kakaknya itu jadi menutup diri terhadap semua laki-laki, khususnya pria kaya. Tetapi kenapa sekarang kakaknya berpelukan dan berciuman dengan Kyuhyun? Sosok laki-laki yang sudah pasti masuk ke kriteria yang dibenci kakaknya? Sementara itu Key menatap ragu ke arah Kyuhyun.

Dia juga sangat mengenal kakak lelakinya yang satu ini. Kyuhyun tidak pernah suka menjalin komitmen dengan siapapun, karena itulah dia selalu menjalin hubungan dengan perempuan modern dan bebas yang bersedia menjalin hubungan tanpa status dengannya. Tetapi sekarang, Kyuhyun dengan Eunhyuk eonni? Kyuhyun berdehem, kemudian merangkul Eunhyuk ke dalam lengannya dan merapatkan tubuh Eunhyuk ke arahnya.

"Karena kalian sudah melihat kami, mungkin kami harus menjelaskan," Kyuhyun menoleh dengan tatapan mesra yang palsu pada Eunhyuk. "Kita jelaskan saja pada mereka ya sayang?"

Pipi Eunhyuk memerah dan dia hanya bisa mengangguk. Masih terbayang olehnya bibir Kyuhyun yang panas melumatnya tanpa permisi. Kurang ajar lelaki itu!

"Noonamu dan aku sebenarnya sudah mengenal sejak lama, Jinki… Kalau boleh dibilang, aku yang mengejarnya." Kyuhyun terkekeh. "Dan kakakmu sangat susah didapatkan… Meskipun aku tidak menyerah untuk mendapatkannya."

Senyum Kyuhyun melebar, "ketika mengetahui di pesta itu bahwa Eunhyuk adalah kakakmu, aku sangat senang, tapi Eunhyuk menyuruhku berpura-pura tidak mengenalnya dulu, karena dia belum menjelaskan hubungan kami padamu…" Dengan lembut Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Eunhyuk. "Barusan Eunhyuk menerima pernyataan keseriusanku, aku terlalu bahagia sehingga tidak bisa menahan diri untuk menciumnya, dan ternyata kalian melihatnya sebelum kami sempat menjelaskan."

Jinki dan Key tampak mencerna penjelasan Kyuhyun yang sangat lancar itu. Kemudian Key yang tersenyum duluan. Dia teringat tuntutan sang eomma yang begitu membebaninya dan menyadari bahwa kedekatan Kyuhyun dengan Eunhyuk adalah jalan keluar yang sangat tepat untuk menolak tuntutan eommanya tanpa menyakitinya atau mengganggu kondisi kesehatannya.

Dengan ceria dia melangkah mendekat, lalu memeluk Eunhyuk yang masih diam tak bisa berkata-kata. "Eunhyuk eonni, aku turut senang, kuharap kita bisa menjadi keluarga yang sebenar-benarnya, eonni pasti sudah tahu, aku dan Kyuhyun oppa bukan saudara kandung, jadi eonni bisa menikah dengan Kyuhyun oppa nantinya dan aku dengan Jinki." Gumamnya dalam senyum.

Eunhyuk hanya menganggukkan kepalanya, bingung harus berkata apa. Dengan cerdiknya Kyuhyun sudah menempatkan Eunhyuk pada posisi tidak bisa mundur lagi.

"Sama-sama Key." Bisiknya lembut, "aku senang kau akan menjadi adikku."

Eunhyuk melirik ke arah Jinki dan menilai ekspresinya. Kecurigaan di mata adik lelakinya itu sudah memudar, Eunhyuk merasa lega. Dan sekarang sudah terlambat untuk mundur, meskipun Eunhyuk tidak yakin, apa yang akan terjadi nanti.

Pagi harinya ketika Jinki sudah berangkat kuliah dan Eunhyuk sedang menyantap omelet untuk sarapannya di meja makan, ibunya menghampiri.

Eunhyuk sudah tahu arti tatapan ibunya itu. Jinki pasti sudah bercerita pada ibunya tadi pagi.

"Kau mengajar kelas siang hari?" Sang ibu duduk di sebelahnya.

Eunhyuk menelan suapan terakhir omeletnya dan meneguk air putih di meja. "Iya eomma." Dia sudah menyiapkan hati untuk ditanyai.

"Eomma mendengar cerita dari Jinki tadi pagi. Bahwa kau dan Kyuhyun….."

"Kami memang menjalani hubungan."

Sang eomma mengernyitkan kening. "Kenapa kau tidak pernah cerita? Bahkan eomma sama sekali tidak tahu, seolah-olah Kyuhyun dulunya tidak ada di dalam kehidupanmu, lalu tiba-tiba dia muncul begitu saja."

Ibunya benar. Eunhyuk sangat kagum akan insting seorang ibu. Ibunya pasti merasa ada yang tidak beres. Tetapi Eunhyuk harus bisa meyakinkan Ibunya. "Kami memilih merahasiakan hubungan kami," gumamnya pelan, meminta maaf pada Tuhan karena telah membohongi ibunya sendiri.

"Tapi… dimana kalian berkenalan? Sungguh kebetulan sekali bahwa Kyuhyun adalah kakaknya Key."

Otak Eunhyuk langsung berputar, "kami mengenal sudah lama, ada event sekolah yang melibatkan donatur, dan Kyuhyun salah satu donaturnya," Eunhyuk mengernyit. Semoga ibunya tidak bertanya-tanya lagi, dia tidak ingin menambah kebohongan lagi.

"Oh." Ibunya tampaknya mulai menerima penjelasan Eunhyuk,"apakah kau sungguh-sungguh yakin dengan Kyuhyun? Kau tahu, dia lelaki kaya," gumam ibunya hati-hati.

Eunhyuk menghela napas panjang. "Kyuhyun berbeda dengan Changmin eomma. Dan aku yakin akan perasaan ini.

Eunhyuk melihat laki-laki yang berdiri di lorong Taman kanak-kanak itu dan mengernyit. Untuk apa Changmin datang ke sini? Langkahnya melambat ketika makin mendekati Changmin, sedangkan Changmin yang semula berdiri santai langsung berdiri tegak ketika mereka berdiri berhadap-hadapan.

"Ada perlu apa?" tanya Eunhyuk langsung.

Changmin tampak salah tingkah dan tersenyum, "apa kabar Eunhyuk-ssi?"

Kenapa Changmin kemari? Pertanyaan itu berkutat di benaknya, membuat dahinya berkerut. "Kabarku baik, kau bisa lihat sendiri." Aku bisa bangkit tanpamu dan melanjutkan hidupku. Sambung Eunhyuk dalam hati.

Changmin berdehem tampak salah tingkah, "aku terkejut melihatmu di pesta itu. Apalagi mengetahui bahwa kau kekasih Tuan Cho Kyuhyun. "

Lelaki itu memandang sekeliling seolah menghindar, "Hyojin bercerita pada Ibuku tentang pertemuannya denganmu, dan ibu merasa cemas. Dia… Dia menyuruhku kemari untuk memastikan bahwa tidak ada sakit hati antara kita di masa lalu, kau tahu, perusahaan keluarga kami merupakan mitra bisnis Tuan Cho dan kemitraan ini sangat penting. Aku hanya ingin memastikan hubunganmu dengan Tuan Cho tidak akan mempengaruhi kebijakannya atas perusahaan kami."

Hati Eunhyuk terasa di gores-gores dengan cakar tajam mendengar perkataan Changmin. Lelaki ini datang menemuinya bukan untuk minta maaf karena telah mencampakannya dengan kejam dua tahun lalu, karena telah memperlakukannya seperti sampah atas kemiskinannya. Lelaki ini datang hanya sebagai boneka ibunya, untuk kepentingan bisnis perusahaannya. Kenapa dulu aku bisa jatuh cinta padanya? Jatuh cinta pada lelaki yang bahkan tidak bisa menghargai perasaan orang lain? Hati Eunhyuk terasa sakit.

"Aku sudah melupakanmu Changmin-ssi, bahkan tidak terpikirkan sama sekali tentangmu. Tidak ada dendam masa lalu di hatiku, kau bisa tenang," Eunhyuk bergumam, berusaha terdengar tegas.

Changmin menatap Eunhyuk dalam-dalam. Eunhyuk melihat sekilas ketersinggungan Changmin ketika ia mengatakan bahwa dia dengan mudahnya bisa melupakan Changmin?

"Oh begitu." Changmin tersenyum. "Kalau begitu aku akan menyampaikannya pada ibuku. Oh ya, kau dapat salam dari ibuku, kalau kau ada waktu, mainlah kapan-kapan ke rumah."

Eunhyuk terkenang hari di mana Changmin membawa Eunhyuk ke rumahnya. Ibu Changmin adalah wanita dingin berwajah aristrokat yang memandang Eunhyuk dengan mencemooh, bahkan tidak mau menjabat tangan Eunhyuk. Apakah hubungannya dengan Kyuhyun menaikkan derajatnya di mata ibu Changmin? Sebegitu dangkalkah penilaian ibu Changmin terhadap manusia? Hanya berdasarkan hartanya?

"Ya. Sampaikan salam kembali pada ibumu." Eunhyuk melangkah hendak melewati Changmin, "kalau begitu aku permisi dulu."

Tiba-tiba Changmin meraih lengannya, setengah mencengkeram. "Tunggu dulu Eunhyuk, ada yang ingin kukatakan. Kau, apakah kau mencintai Tuan Cho? Sungguh-sungguh mencintainya dan sudah melupakanku?"

"Tentu saja dia mencintaiku dan sudah melupakanmu. Aku tidak bisa dibandingkan denganmu."

Suara dalam yang khas itu membuat Eunhyuk dan Changmin sama-sama kaget, pegangan Changmin ke tangan Eunhyuk langsung terlepas. Kyuhyun entah kenapa sudah berdiri di sana dan menatap Changmin dengan tajam, lalu tersenyum palsu menatap Eunhyuk.

"Sayang, maafkan aku terlambat menjemputmu, tadi aku terhambat sebentar di jalan," Kyuhyun langsung melangkah mendekati Eunhyuk, berdiri sedikit di depan Eunhyuk, seolah menghalangi Changmin berdekatan dengan Eunhyuk.

"Oh… Selamat siang Tuan Cho." Changmin tampak gugup, menatap sekeliling, seolah-olah ingin segera lari dari situasi yang tidak mengenakkan ini, tiba-tiba wajahnya tampak cerah seolah mengingat sesuatu, dikeluarkannya amplop cantik nan elegan berwarna ungu dari saku dalam jasnya. "Saya hanya ingin menyerahkan undangan pernikahan ini untuk Eunhyuk," diletakkannya amplop itu di tangan Eunhyuk. "Untuk Tuan Cho undangan sudah disampaikan secara resmi melalui sekretaris anda." Changmin mencoba tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya, "kalau begitu saya permisi dulu."

Eunhyuk menatap punggung Changmin yang melangkah menjauh, kemudian menghela napas dan menatap undangan cantik di tangannya, pernikahan Changmin dan Hyojin yang akan berlangsung sebentar lagi.

"Kau akan mendampingiku datang di pesta itu," gumam Kyuhyun datar. "Kau bisa datang dengan kepala tegak dan tunjukkan pada laki-laki bodoh itu kalau kau terlalu baik untuknya."

Tanpa sadar Eunhyuk tersenyum simpul mendengar kata-kata Kyuhyun yang mirip seperti pembelaan untuknya. Dia menganggukkan kepalanya, "mungkin bisa dibicarakan nanti saja," desahnya, lalu ia menatap Kyuhyun dan mengernyit bertanya-tanya kenapa Kyuhyun tiba-tiba saja sudah ada di Taman kanak-kanak tempatnya mengajar tanpa pemberitahuan. "Kenapa kau kemari?"

Lelaki itu tersenyum dan mengangkat bahunya. "Waktunya sudah tiba, eomma ingin bertemu denganmu. Aku harap kau sudah mempersiapkan aktingmu sebaik-baiknya."

"Mwo?" Eunhyuk terperangah, kaget dengan pemberitahuan itu.

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya, "Key menceritakan semuanya pada eomma, dan eomma sangat tertarik mendengarnya, kemungkinan aku menemukan pasangan hidup yang kucintai dan kupilih sendiri membuatnya sangat bahagia,"Kyuhyun tersenyum pahit. "Eomma sangat penasaran denganmu dan memintaku mengajakmu menemuinya."

TBC

elferani: maap yak, kesandung typo. kkkk ^.^v

Kalo masih ada typo maapin yak. :D