Disclaimer © Masashi Kishimoto
Sasuke Uchiha X Sakura Haruno X Itachi Uchiha X Sai
(SasuSaku x SakuItha x SakuSai dan beberapa pairing lainnya)
Rate: T – M
Genre: Drama, Friendship, Family, Romance maybe, Hurt/Comfort and Angst.
Summary: Apa yang ada di pikiran kalian jika dihadapkan dengan angka 18? Apakah percintaan? Pemberontakan? Kenakalan? Perselingkuhan? Mimpi yang besar? Menyakiti diri sendiri? Atau kah persahabatan? Ini kisah mereka! Kisah para Ahli Waris.
Warning: OOC, pembashingan seluruh chara yang ada di fic ini maybe, beberapa scene saya ambil dari beberapa drama baik itu drama Korea, drama Mandarin, Thailand, novel, teenlit, komik ataupun anime yang cocok untuk diletakkan dalam fic ini, tidak bermaksud menyinggung para sosialita maupun kalangan kelas atas, fic ini hanya fiksi mohon jangan dianggap serius.
18
Hari yang dinanti bagi para calon siswa, siswi dan mahasiswa dari kalangan Level E yang bermimpi menjadi bagian dari murid USC, ya hari dimana test beasiswa bagi 10 siswa dan mahasiswa yang beruntung lulus dalam test yang diadakan setiap tahunnya di USC, para calon murid mulai berdatangan salah satunya siswa dari Senior High School Konoha yang merupakan salah satu sekolah negeri terbaik di Konoha, wanita bersurai kuning itu begitu bersemangat untuk bisa masuk menjadi salah satu murid dari USC bersama sahabatnya yang juga memiliki mimpi yang sama, Shion dan Matsuri berjalan beriringan memasuki gerbang USC, bangunan modern bergaya Eropa, saat tiba di depan masuk bangunan langkah Shion terhenti.
Dengan melebarkan kedua tangannya sambil memejamkan mata, menghirup dalam-dalam udara disekitar bangunan megah USC, saat Shion membuka matanya, dirinya tersentak, tatapan matanya terkunci saat fokus matanya tertuju pada salah satu siswa USC yang berada di atas bangunan megah tersebut, seseorang yang merupakan alasan utamanya mengikuti test ini.
"Ada apa Shion?" Tanya Matsuri, saat melihat Shion yang terdiam dan mengikuti arah pandangan Shion.
Shion menolehkan pandangannya ke arah Matsuri sambil tersenyum.
"Kurasa hari ini Dewi Fortuna sedang berada di pihakku" Jawab Shion dan melanjutkan langkahnya memasuki bangunan USC.
18
"Para calon test mulai berdatangan, lihat cara mereka berpakaian dan seragam sekolah mereka, uch ... membuat mataku sakit" Kata salah satu siswa USC yang saat ini berkumpul membentuk kelompok diatas bangunan USC, lantai 2 bangunan USC yang terlihat seperti teras rumah, biasanya memang dijadikan para siswa dan mahasiswa berkumpul hanya untuk melihat pemandangan atau pun hanya untuk menghirup udara segar, tempat yang strategis.
"Kau terlalu berlebihan Ino, menurutku mereka justru terlihat manis"
"Matamu benar-benar harus di periksa Naruto, orang-orang seperti mereka itu hanya akan merusak pemandangan di bangunan USC ini saja, aku heran kenapa USC memiliki tradisi ini sekarang, lihat saja sebagian siswa dan mahasiswa dari Level E yang bersekolah di sini mereka semua sama sekali tidak ada yang bisa menyaingi kemampuan intelektual diantara kita"
"Kau tahu Naruto, kau itu memiliki hobby paling aneh, hobby bergaul dengan orang-orang Level E, sedangkan kau sendiri merupakan salah satu Klan Bangsawan Murni, padahal sudah ada Hinata yang selalu di sampingmu tapi kau lebih sering mengabaikannya" Jelas Ino
"Ino-chan, Naruto-kun tidak pernah mengabaikanku" Sahut Hinata.
"Kau sedang membicarakan dirimu sendiri Ino" Kata Sai tanpa melirik Ino sedikit pun, tetap mempertahankan fokus matanya kesebuah buku yang berada di tangannya.
Ino sangat tahu apa yang dimaksud dari kata-kata Sai, Yamanaka Ino merupakan salah satu Klan Bangsawan di Konoha, orang tuanya merupakan pemilik Yamanaka Corp yang bergerak di bidang fashion di bawah kepemimpinan tousannya Inoichi, walaupun begitu tetap dibawah pengawasan Haruno Corp, dan Ino sudah bertunangan dengan penerus Hyuga Corp salah satu Klan Bangsawan Murni di Konoha, Hyuga Neji dan seperti pernyataan Sai, Neji memang sering mengabaikan keberadaan Ino sebagai tunangannya.
Pertunangan mereka dilakukan atas dasar sebuah tradisi Klan Bangsawan seperti Klan Bangsawan lainnya, walaupun tidak seperti tradisi yang dilakukan Klan Bangsawan Murni Haruno dan Uchiha, Klan Bangsawan Murni selain Klan Haruno dan Uchiha boleh bertunangan dengan Klan lainnya dengan catatan Klan tersebut masih keturunan bangsawan, seperti yang terjadi dengan Ino dan Neji.
"Cih .." Kata Ino dan mengalihkan pandangannya ke ujung sebelah kirinya, Hyuga Neji yang nampak tidak tertarik dengan percakapan beberapa temannya.
"Hah ... Terserah kau saja lah Ino" Sahut Naruto santai, kemudian kembali mengalihkan pandangan kebawah, memperhatikan para calon murid USC.
"Eh ..." Kata yang keluar dari mulut Naruto saat fokus matanya melihat para calon peserta test.
"Ada apa Naruto-kun?" Tanya Hinata saat mendengar kata yang keluar dari mulut Naruto yang membuatnya tersentak.
"Tidak ada apa-apa Hinata" Jawab Naruto tanpa mengalihkan perhatiannya.
Hinata memandang Naruto yang terlihat tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya ke arah fokus pandang Naruto, Hyuga Hinata merupakan tunangan dari Namikaze Naruto
hanya menghela napas.
18
Ku lajukan mobil sport Lamborgini memasuki gerbang masuk bangunan USC, begitu roda mobilku berputar memasuki gerbang tersebut, laju mobilku harus terhambat karena banyaknya para calon test siswa dan mahasiswa USC, aku berdecak kesal melihatnya, salah satu tradisi bodoh USC setiap tahunnya, tradisi yang katanya untuk memberikan kesempatan bagi para Level E yang memiliki otak cerdas untuk bersaing dan sukses saat lulus nanti karena bisa di pastikan lulusan USC akan sangat gampang mendapatkan pekerjaan tapi menurutku tradisi ini jauh dari tujuan yang sering di sampaikan penanggung jawab USC yang tak lain adalah kaasanku Uchiha Mikoto, atas dasar apa aku berpendapat seperti itu? Kalau memang niat mereka memberikan beasiswa kepada siswa ataupun mahasiswa dari kalangan Level E harusnya semuanya saja yang gratis tapi yang gratis cuma paket studinya saja diluar itu semua mereka tetap harus bayar dan itu bukan jumlah yang sedikit, pada kenyataannya para Klan Bangsawan sedang memperlihatkan kepada para kalangan Level E bahwa kami berbeda dengan kalian, bahwa inilah Klan Bangsawan dan kalian jangan coba-coba untuk memasuki ranah yang bukan hak kalian.
"Cih" Kesal karena perjalananku ke USC terhambat justru saat aku sudah berada di dalam bangunan tersebut.
Ku tekan klakson mobilku berkali-kali yang sialnya justru sekarang aku menjadi pusat perhatian belum lagi atap mobilku yang ku biarkan terbuka, ya aku sengaja membuka atap mobilku untuk memudahkanku memandang kota Konoha, kuakui walaupun ada perasaan benci harus kembali ke sini tapi tak bisa ku pungkiri bahwa perasaan rindu lebih mendominasi dan aku melupakan fakta bahwa hari ini, hari pertamaku kembali ke USC justru adalah hari dimana test calon murid USC sedang dilaksanakan.
Dari dulu aku paling tidak suka melihat pandangan orang-orang terhadapku, ku edarkan pandanganku dan orang yang ku cari tepat berada tak jauh dari pandangan mataku, tanpa perlu aku berteriak orang tersebut sudah tahu maksudku, menghampiriku.
Ku serahkan mobilku ke orang tersebut, tepatnya Security USC untuk membawa mobilku ke area parkir USC dan ku putuskan berjalan kaki memasuki bangunan USC hingga satu suara yang sangat ku kenal menghentikan langkahku.
"Woi Teme ..." Teriaknya dari lantai 2 bangunan USC sambil melambaikan tangan.
Aku hanya mendengus saat suara itu mengusik pendengaranku, tidak perlu memicingkan mata untuk memastikan suara tersebut karena hanya satu orang saja yang memanggilku seperti itu si Dobe, si bodoh, si rubah dari Klan Bangsawan Murni Namikaze, tunangan Hyuga Hinata julukan yang pantas buat Namikaze Naruto.
18
"Apa kau bermaksud ikut bergabung dengan para calon murid USC mengikuti test hari ini Teme?" Kembali Naruto meneriakkan kalimat yang di tujukan kepada orang yang saat ini melangkahkan kakinya memasuki bangunan USC, sedangkan teman-temannya yang berada di tempat yang sama dengan Naruto hanya terkikik mendengar pernyataan Naruto.
Mereka semua yang saat ini berada di tempat yang sama dengan Naruto, mereka; Hyuga Hinata, Yamanaka Ino, Uchiha Sai, Nara Shikamaru, Hyuga Neji, dan Sabaku No Gaara sangat tahu bagaimana hubungan Naruto dan Sasuke, persahabatan yang unik karena saat mereka bersama maka perdebatanlah yang terjadi, kadang saling menjatuhkan dan mempermalukan satu sama lain tapi dibalik itu mereka saling peduli.
"Kau jahat sekali Naruto" kata Ino geli.
"Akhirnya Lucifer kembali ke habitatnya" kalimat pertama yang diucapkan Neji setelah beberapa menit mereka berkumpul di sini.
"Dan apa yang akan terjadi dengan Lucifer ini?" Sambung Gaara sambil melirikkan matanya ke arah Sai.
"Kurasa USC tidak akan membosankan, hanya menghitung hari dia akan kembali juga kan" Kali ini Shikamaru ikut menimpali.
"Sai ..." Naruto menyikut lengan Sai yang masih asyik dengan dunianya sendiri.
Sai menutup buku yang dari tadi dibacanya, memandang kearah teman-temannya sesama Klan Bangsawan dan tersenyum
"Kami rivalkan, tentu saja akan sangat menarik" Katanya dan kembali membuka lembaran buku yang tadi sempat ditutupnya.
Semua mata memandang Sai kemudian Sasuke yang sudah memasuki bangunan USC tanpa dijanjikan semuanya menghela napas, mereka semua sangat tahu bagaimana hubungan Uchiha bersaudara beberapa tahun terakhir ini, padahal masih sangat jelas diingatan mereka bahwa Uchiha bersaudara sangat kompak dimana pun berada tapi entah apa yang melatar belakangi pecahnya hubungan Uchiha bersaudara ini yang mereka tahu ini ada hubungannya dengan pertunangan Klan Bangsawan Murni antara Klan Haruno dan Klan Uchiha tanpa mereka ketahui ada faktor lain yang mendominasi.
18
Pintu mansion itu terbuka setelah beberapa kali bunyi bell yang kunjung ditekan tanpa jeda itu dan sungguh hal yang tak terduga saat wanita yang sudah berusia banyak ini namun masih tetap terlihat muda melihat siapa pelaku yang dengan sengaja membuat keributan di pagi hari dikediaman Klan Bangsawan Murni paling di segani di Konoha.
"Surprise ..." Teriaknya dan langsung memeluk wanita yang telah membukakan pintu mansionnya.
"Sakura" Terkejut, Mebuki benar-benar terkejut dengan kedatangan putri tunggalnya, seingatnya putrinya ini akan pulang ke Konoha dalam beberapa hari kedepan.
" I miss U Mom" Katanya dan melangkah memasuki mansion yang sudah 10 tahun di tinggalkannya.
"Kau benar-benar sukses membuat Kaasan terkejut, tunggu sampai tousanmu tahu kepulanganmu yang mendadak ini" Peringatan secara tersirat dari Mebuki.
Sakuranya menolehkan wajahnya ke arah ibunya
"Tousan tidak akan mampu menghukumku kaasan" Kata Sakura di sertai cengiran.
Dari Sakura kecil, dia memang sering melakukan hal yang tak terduga, naik bus kesekolah padahal dia memiliki beberapa mobil mahal berbaris rapi di garasi mansionnya, bermain hujan saat musim hujan, bermain salju saat musim salju dan banyak lagi hal-hal diluar karakter seorang Klan Bangsawan Murni yang mengalir di dalam darah dari seorang Haruno Sakura.
Terus bagaimana dengan reaksi kedua orang tuanya dengan sifat menyimpang dari anak semata wayangnya itu? Jawabannya mereka tidak pernah mengekang ruang gerak Sakura, Sakura wajib bersyukur memiliki seorang Ibu seperti Mebuki dan seorang ayah seperti Kizashi tidak seperti para tetua Haruno lainnya kedua orang tuanya sangat demokratis dan flexible, Sakura sendiri sangat tahu posisinya dan dia orang yang sangat bisa menempatkan diri, bahkan para tetua Haruno yang memiliki pola pikir yang cenderung kolot ataupun konvensional tidak mampu menolak pesona Haruno Sakura, penerus Klan Haruno yang selalu membawa suasana ceria disetiap kehadirannya.
Mebuki menghela napas kemudian tersenyum melihat tingkah putri tunggalnya itu, Sakura benar, tousannya tidak akan mampu menghukumnya bahkan bukan hanya tousannya saja, karena putrinya memang mempesona dengan caranya sendiri.
18
"Jadi kapan rencana kau kembali ke USC?" Tanya tousanku
Haruno Kizashi, tousanku begitu mendengar kabar kepulanganku yang di infokan oleh kaasanku via telepon langsung kembali ke Mansion padahal tinggal 100 meter lagi mobil yang mengantarkan tousanku memasuki perusahaan yang tousanku pimpin Haruno Corp.
"Entahlah ..." kataku santai.
"Mungkin beberapa hari kedepan, aku masih ingin menikmati kota Konoha, juga mau mengunjungi Panti Asuhan Haruno sudah lama sekali, aku merindukan teman-temanku disana, bagaimana kabarnya Shino, Kiba, Chouji, Shion dan Matsuri" Jelas Sakura.
"Hmm ... Kaasan dengar mereka ikut test calon murid USC hari ini"
"Benarkah kaasan? Semoga mereka semua lulus tapi kalau mereka lulus bagaimana dengan biaya diluar paket belajar mereka?" Tanya Sakura.
"Kau tenang saja, setelah aktifitas belajar berakhir setiap harinya mereka bekerja di cafe milik Kaasanmu, dengan gaji yang mereka dapatkan beberapa tahun ini, tousan yakin mereka mampu membagi penghasilan mereka untuk keperluan pribadi mereka"
"Tousan dan kaasanku memang yang paling the best" Kata Sakura sambil mengacungkan jempolnya.
"Oh ya, kaasan, tousan ... rahasiakan kepulanganku ya" Mohonku dengan menampilkan puppy eyes andalanku.
Tousan dan kaasan memandangku dengan tatapan bertanya.
"Aku hanya ingin menikmati beberapa hari kedepan sebelum aku mulai kembali ke USC dengan tenang lagipula aku ingin memberikan kejutan pada mereka semua" Kataku sambil menyunggingkan senyum.
Tousan dan kaasanku ikut tersenyum "Baiklah ..." Kata mereka.
TBC
(Kebenaran bukan dilihat dari bentuk luarnya saja, meskipun kita tak bisa mempercayainya tapi seperti itulah kenyataannya – Armin)
Thank For:
Aka-chan, Suket alang alang, Rainasakura, Saki, Hanazono yuri, Luca Marvel, Ita dan AsahinaUchiHaruno Shafa yang udah pada menyediakan waktu buat meninggalkan jejak ^_^
Kembali reviewnya di tunggu ;)
