Disclaimer © Masashi Kishimoto

Sasuke Uchiha X Sakura Haruno X Itachi Uchiha X Sai

(SasuSaku x SakuItha x SakuSai dan beberapa pairing lainnya)

Rate: T – M

Genre: Drama, Friendship, Family, Romance maybe, Hurt/Comfort and Angst.

Summary: Apa yang ada di pikiran kalian jika dihadapkan dengan angka 18? Apakah percintaan? Pemberontakan? Kenakalan? Perselingkuhan? Mimpi yang besar? Menyakiti diri sendiri? Atau kah persahabatan? Ini kisah mereka! Kisah para Ahli Waris.

Warning: OOC, pembashingan seluruh chara yang ada di fic ini maybe, beberapa scene saya ambil dari beberapa drama baik itu drama Korea, drama Mandarin, Thailand, novel, teenlit, komik ataupun anime yang cocok untuk diletakkan dalam fic ini, tidak bermaksud menyinggung para sosialita maupun kalangan kelas atas, fic ini hanya fiksi mohon jangan dianggap serius.

18

Kantin USC merupakan salah satu tempat teramai saat seperti ini, saat matahari tepat berada di tengah yang artinya waktunya makan siang dan bersantai setelah beberapa jam sebelumnya bergelut dengan kegiatan belajar.

Sekelompok siswa USC dengan tag USC 'Senior High School' nampak berada di tengah meja makan yang membentuk lingkaran, sekelompok siswa dari Klan Bangsawan.

"Jadi minggu pertama giliran dia" Kata salah satu dari mereka dengan nada tidak suka yaitu Naruto yang diikuti tatapan teman-temannya kearah pandangan Naruto, meja makan yang terdiri dari dua meja dan 4 kursi membentuk persegi yang berada di pojok sebelah kiri, nampak seorang siswa laki-laki sedang menyantap bekal makan siangnya dengan wajah tertunduk, sedangkan dua siswa yang duduk di depannya dan satu orang di sampingnya entah sedang melakukan apa terhadap siswa laki-laki yang sedang menunduk tersebut tapi yang pasti, siswa tersebut sedang menjadi target bullyng.

"Namanya Lee, yang kudengar dia anak dari seorang tukang kebun yang bekerja di kediaman Kimimaru, orang yang sedang duduk di depannya itu" Jawab Shikamaru.

"Hah ... Ini semua karena ulah dua kembar Uchiha ini" Lanjut Ino sambil menunnjuk oknum yang dimaksud, Sasuke dan Sai yang duduk tepat di depannya.

Ya ... semua berawal dari Sasuke dan Sai, entah apa sebabnya saat itu Sai dan Sasuke marah dengan salah satu siswa USC yang sialnya dari kalangan Level E lalu membully siswa tersebut, akhirnya aksi duo kembar Uchiha itu menjadi semacam tradisi di sekolah tersebut, walaupun mereka sendiri hanya melakukan satu tindakan bullyng, dan itu hanya berlaku bagi siswa dari kalangan Level E seperti yang dilakukan Kimimaru dan teman-temannya kepada Lee. Salah satu alasan kenapa Sasuke dan Sai di juluki Lucifer atau lebih tepatnya 'Twins Lucifer' saat mereka bersama.

Dua meja dengan empat kursi di pojok sebelah kiri itulah pengadilan bagi korban bully tersebut, siapapun yang menjadi target bully akan di dudukkan di kursi tersebut dan seterusnya akan menjadi bulan-bulanan murid lainnya.

"Menjadi salah satu tradisi yang di teruskan oleh kelompok anak-anak orang kaya itu" Gaara ikut menimpali.

Selain Klan Bangsawan dan kalangan Level E ada lagi satu kelompok yang biasa disebut Level B dimana Level B merupakan beberapa siswa dan mahasiswa dari anak-anak orang kaya, anak-anak yang orang tuanyanya para petinggi pemerintahan seperti beberapa ada anak dari para menteri, elit politik dan lain-lain tapi diatas itu semua Klan Bangsawan lah yang paling berkuasa di Konoha.

Uzumaki Kushina, ibu dari Naruto sendiri merupakan salah satu dari kalangan Level B, anak dari Perdana Menteri Konoha, yang berarti Namikaze Naruto merupakan cucu dari seorang Pemimpin Negara Konoha.

Sebagian besar anggota Akatsuki sendiri merupakan dari kalangan Level B, sebut saja Pain dan Nagato yang merupakan anak dari Menteri Pertahanan, Kakuzu anak dari Menteri Keuangan, Kizame anak dari Menteri Kelautan, Deidara anak dari Menteri Perlindungan Anak, Hidan anak dari Menteri Agama dan Konan anak dari Menteri Pemberdayaan Perempuan, hanya Itachi, Obito atau biasa dikenal dengan nama Tobi dan Sasori yang merupakan keturunan Klan Bangsawan.

"Aku penasaran, apa yang akan Sakura lakukan kalau dia melihat itu semua" Kata Neji.

Semua yang berada di meja bundar tersebut tergelak (tertawa) mendengar pernyataan Neji.

"Aku yakin dia akan membuatku terkejut" Jawab Sai tersenyum.

"Dia akan membuat kita semua terkejut Sai" Kata Naruto yang di iyakan oleh semuanya.

"Ya ... dia selalu membuat kami semua terkejut" Bathin Sasuke.

"Memang apa yang membuat kalian terkejut" Sontak semua mata menolehkan kepala mereka saat mereka mendengar suara yang tidak asing ditelinga mereka, suara yang sangat mereka rindukan.

18

"Sakura-chan kapan kau kembali? Kenapa tidak memberi kabar?" Tanya Hinata.

"Kau membuatku terkejut jidat"

"Memang itu tujuanku pig" Jawab Sakura acuh.

Dia Haruno Sakura yang tadi sukses membuat kami semua terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba di kantin USC, saat ini dia ikut bergabung dengan kami di Kantin dengan aku disebelah kanan dan Sai di sebelah kirinya, dapat kurasakan bahwa murid USC yang ada di kantin mulai mengalihkan perhatiannya kepada kami saat melihat sosok yang baru mereka lihat di sini, remaja bersurai merah muda yang mencolok, mataku terus memandangnya tanpa berkedip, dia tidak memakai seragam USC, berpakaian santai dengan atasan kaos di lapisi cape blazer, bawahan rok panjang namun di sisi sebelah kiri terbelah sampai ke paha, kaki jenjangnya tidak terekspos karena di dalamnya dia memakai celana panjang, untuk kaki dia memakai bots, sangat berkelas.

Dia bertransformasi menjadi remaja yang menawan, rambutnya pendek, ya dari dulu dia memang tidak suka dengan rambut panjang, menghambat pergerakan katanya saat ku tanya kenapa dia tidak pernah mencoba memanjangkan rambutnya.

"Cih ... orang-orang ini sungguh berisik" Kata Gaara yang sangat terganggu dengan sebagian murid USC yang terang-terangan membicarakan remaja yang baru saja bergabung bersama mereka, Haruno Sakura.

"Abaikan saja mereka Gaara-kun" Kata Sakura cuex.

"Jadi kapan rencana kau akan kembali bersekolah Sakura-chan?" Tanya Naruto.

"Besok ..."

"Aku akan menjemputmu" Kataku dan Sai berbarengan. Dan pandangan kami bertemu, pandanganku dan Sai, untuk pertama kalinya kami saling melihat satu sama lain, walapun hampir satu pekan kami berdua sering bersama bergabung dengan teman yang lain tapi tak pernah sekalipun kami bertukar sapa ataupun saling tatap.

Seketika semuanya terdiam sampai tawa Sakura memecah keheningan.

"Hahahaha ... terimakasih tapi aku ingin menikmati hari-hariku berangkat sekolah sendiri sampai pertunangan kita benar-benar di resmikan minggu depan, okey" Katanya ceria sambil mengedipkan matanya ke arah aku dan Sai bergantian.

"Baiklah ..." Kataku lagi, dan lagi-lagi berbarengan dengan Sai.

"Kalian memang kembar sejati ya" Kalimat Sakura sukses membuat aku dan Sai tersentak.

"Waktu istirahat telah selesai bagi semua murid USC diharap segera kembali mengikuti aktivitas yang telah ditentukan"

Suara yang berasal dari stereo yang terletak di langit-langit kantin USC, menandakan bahwa kami harus kembali kekegiatan belajar ataupun yang ikut kelas ekstrakurikuler.

"Kami harus kembali Sakura-chan" Kata Neji yang di iyakann teman yang lain.

"Kau akan langsung pulang?" Tanyaku saat teman yang lain sudah meninggalkan kantin yang sekarang sepi hanya ada aku, Sakura dan Sai.

"Aku ingin berkeliling USC sebentar, lagi pula aku belum bertemu Itachi-nii" Jawabnya.

"Kalian pergilah, jangan sampai terlambat masuk kelas" Katanya dan ...

Cup Sakura mencium pipiku kemudian mencium pipi Sai, setelahnya dia mendorong punggungku dan punggung Sai sebagai bentuk perintah untuk kami segera kembali ke kelas.

18

Aku berjalan menyusuri setiap bangunan USC, sudah 10 tahun lamanya aku tidak pernah menginjakkan kakiku di sini, terakhir saat umurku baru memasuki usia 8 tahun karena saat itu pula aku di kirim ke London, berarti aku hanya pernah mengenyam pendidikan di USC selama 2 tahun saja.

Tak heran setiap murid yang melihatku memberikan tatapan bertanya dan heran.

Bangunan di sayap kiri merupakan bangunan untuk mahasiswa, di sayap kanan bangunan untuk junior high school dan tingkat dasar, sedangkan untuk senior high school sendiri berada di tengah antara sayap kiri dan kanan.

Aku terus berjalan menuju bangunan sayap kiri sebagai tujuanku selanjutnya, langkahku sempat terhenti saat ku lihat seorang siswa laki-laki dengan seragam USC untuk tingkat senior high school sedang memunguti buku-buku yang berserakan di lantai, segera ku hampiri dia dan membantunya memunguti buku-buku yang bisa di bilang tidak sedikit itu, terlihat seperti buku paket buat siswa, "Apa dia ditugaskan oleh guru membawa itu kekelas? Tapi kenapa seorang diri membawa buku sebegitu banyaknya" Pikirku.

Siswa itu menolehkan kepalanya ke arahku saat beberapa buku yang berhasil ku kumpulkan untuk ku serahkan ke dia, sempat terkejut melihatku.

"Terimakasih ..."Katanya dan mengambil buku-buku itu dari tanganku.

"Ini semua mau di bawa kemana?" Tanyaku.

"Ke kelas" Jawabnya

"Kelas apa?" Tanyaku lagi

"Kelas ..."

"Sakura ... " Sebelum dia menjawab sebuah suara memanggil namaku, ku putar badanku menuju arah suara tersebut.

"Itachi-nii .." Teriakku dan langsung saja berlari kearahnya.

Tanpa Sakura sadari siswa laki-laki yang dia tolong, terus memandang punggungnya dan tersenyum.

"Sakura ya" Gumamnya dan kembali melangkah menuju kelasnya, entah kenapa perasaannya menjadi ringan, hampir sepekan sekolah di sini baru hari ini dia merasakan seperti ini karena hampir sepekan juga dia menjadi target bully, dia korban pertama karena masih ada 9 korban lainnya yang sedang menunggu giliran, karena dia merupakan salah satu siswa yang lulus test beasiswa bagi kalangan Level E seminggu yang lalu dan saat ini dia sedang menjalankan perintah dari orang yang telah membully nya membawakan buku paket siswa ke kelas Sastra Prancis.

18

"Itachi-nii" Teriaknya dan dia langsung berlari kearahku dan memelukku.

Yah ... Aku tak menyangka akan bertemu dia secepat ini, karena yang kutahu Sakura masih akan beberapa hari lagi baru datang ke Konoha, tapi saat aku berada di koridor bangunan sayap kiri, mataku tak sengaja melihat surai merah muda yang sedang berjongkok mengumpulkan buku-buku yang berserakan di lantai, aku tidak melihat wajahnya karena posisinya membelakangiku, hingga ku coba memanggilnya untuk memastikan apakah dugaanku benar, dan memang ternyata itu dia.

"Huaaa ... Itachi-nii makin tampan saja" Katanya masih dengan posisinya memelukku,.

Cup ... Sakura mencium pipiku, aku tidak kaget dengan tindakannya itu karena dulu saat kami masih kecil dia sering melakukan ini terhadapku yang sukses membuat Sasuke dan Sai saat itu merajuk yang akhirnya membuat Sakura tidak hanya mencium pipiku tapi juga Sai dan Sasuke.

Dari kecil kami Uchiha bersaudara sudah tahu akan takdir kami untuk merebut hati seorang Sakura, tapi jujur saja dari kecil pun aku memang sudah memiliki rasa ketertarikan tersendiri terhadapnya, gadis kecil bersurai merah muda yang bertransformasi menjadi remaja menawan.

Tidak ada yang bisa menampik pesona seorang Haruno Sakura, dia cantik dengan caranya sendiri.

"Syukurlah aku bertemu kamu di sini, jadi aku tidak perlu mengelilingi bangunan ini" Katanya lagi, aku menaikkan sebelah alisku

"Ternyata sengaja mencariku" Bathinku.

"Kenapa kau masih memanggilku dengan Itachi-nii? Aku ini tunanganmu" Kataku,.

Ku lihat dia nyengir dan bergelayut manja di tanganku.

"Nanti kalau pertunangan kita sudah resmi, jadi bersabarlah seminggu lagi, okey" Katanya sambil menyentil hidungku.

Aku hanya mendengus mendengarnya dan beralih melirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku.

"Aku ada kelas tennis, kau mau ikut? Sudah lama kan" Ajakku.

"Tentu saja aku mau, sudah lama sekali tidak bermain tennis dengan Itachi-nii sebagai lawanku" Katanya antusias

"Hoho ... apa nona muda kita ini bisa mengalahkanku?" Tantangku.

Sakura menatapku dengan pandangan tak suka, mulutnya cemberut.

"Jangan meremehkanku ya" Gerutunya.

Aku tertawa mendengar gerutuannya, ku rangkul dia dan membawanya masuk ke bangunan sayap kiri.

18

Saat ini dilapangan tennis yang terbuka, Itachi dan Sakura sedang bertanding dengan serunya, tak jarang seruan-seruan saling menjatuhkan terlontar dari bibir mereka berdua, belum lagi beberapa penonton di pinggir lapangan ikut meneriakkan semangat seperti kelompok Akatsuki yang sedang asyik menonton pertandingan yang tak biasa dilakukan Itachi.

"Ayo Sakura, go go go" Teriak Deidara.

"Sakura-chan ... "Teriak Tobi

"Apa hanya segini saja kekuatanmu Itachi-nii" Kata Sakura meremehkan.

Itachi menyunggingkan senyumnya yang sangat jarang dia keluarkan.

"Tadi aku hanya mengalah Sakura-chan tapi kali ini, kau lihat aku akan sangat serius dan kau wajib memenuhi keinginanku kalau aku menang" Tantang Itachi.

Sakura senyum mengejek.

"Baiklah ..." Katanya lagi dan kembali mengayunkan raketnya.

Sedang dipinggir lapangan anggota Akatsuki tersenyum melihat tingkah sahabatnya, Itachi bisa menjadi kekanakan disaat dia sedang bersama Sakura.

"Sudah lama ya" Kata Konan.

Semua anggota Akatsuki sangat dekat dengan Sakura saat mereka masih kecil dulu, dan mereka semua tahu bagaimana sifat Itachi jika sedang bersama Sakura.

"Bahkan orang yang tenang bisa terlihat kekanakan jika berhadapan dengan si surai merah muda itu" Nagato ikut menimpali.

"Sakura-chan itu menyenangkan, aku sangat menyukainya" Kata Dei dan semua juga setuju dengan pemikiran Dei.

Pertandingan tennis antara Sakura dan Itachi akhirnya selesai dengan kemenangan Itachi, Sakura berjalan kepinggir lapangan bergabung bersama anggota Akatsuki yang lain.

"Satu-satunya olahraga yang kuikuti tanpa pernah absen adalah tennis saat aku di London, tujuanku cuma satu agar bisa mengalahkan Itachi-nii, tapi liat hari ini aku malah kalah telak, huaaa ... Konan-nee ini sungguh tidak adil" Adu Sakura kepada Konan dan memeluknya.

Itachi dan anggota Akatsuki yang lain tersenyum geli melihat tingkah Sakura, bahkan Itachi tanpa sadar membelai surai merah muda itu.

"Permainan tennismu berkembang pesat Sakura, aku sampai benar-benar mengerahkan seluruh kemampuanku lho untuk mengalahkanmu" Jelas Itachi.

"Iya, pergerakanmu juga terlihat lihai, aku bahkan bisa menjamin kamu menang andai kamu tidak berpenampilan seperti sekarang" Dei ikut menenangkan Sakura.

"Ngomong-ngomong Sakura-chan kenapa tiba-tiba kamu ada di USC?" Tanya Nagato.

"Oh ... aku perlu daftar program studi karena mulai besok aku sudah kembali ke sini" Jawab Sakura.

"Tapi kalau cuma buat melihat daftar program study bukannya cukup dengan buka blog USC?" Kizame ikut menimpali.

"Memang, tapi aku ingin melihat bangunan yang digunakan buat kegiatan ekstrakurikuler, seperti gedung olahraga ini contohnya layak atau tidak, nyaman buatku atau tidak"

"Kau memang benar-benar keturunan Haruno" Kata Kakuzu.

"Lalu program apa saja yang akan kamu ambil?" Tanya Itachi.

"Kalau untuk Program Paket Study tambahan aku ambil: Sains, musik (piano dan biola), management walaupun nantinya bukan aku yang bertanggung jawab terhadap Haruno Corp tapi kurasa hal itu penting untuk dipelajari terus sastra prancis dan sastra jepang ini penting karena Konoha merupakan wilayah Jepang, terakhir sejarah Konoha",

"Aku perlu tahu banyak tentang tradisi para tetua Klan Bangsawan dari sejarah Konoha"

"Lalu untuk ekstrakurikulernya wajib memilih minimal tiga ya, kelas memanah dan wushu, untuk yang lainnya belum kuputuskan" Jelas Sakura.

"Wushu? Sejak kapan?" Tanya Itachi

"Sejak di London, aku sering ikut kejuaraan wushu mewakili sekolahku" Jawab Sakura.

Aku menghela napasku, ternyata begitu banyak waktu yang terlewatkan hingga aku baru sadar, Sakura memang bukan lagi anak kecil.

"Besok kau mulai masuk sekolahkan, besok aku jemput" Ajakku.

"Ah ... tidak usah, besok dan seterusnya sebelum pertunangan kita resmi aku berangkat sendiri saja"

"Kenapa?" Tanya Itachi dan anggota Akatsuki yang lain juga heran dengan penolakan Sakura.

"Kalau aku besok berangkat sekolah dengan Itachi-nii, duo kembar itu akan merajuk dan aku lagi ingin menghemat tenagaku, Itachi-nii pasti tahu kan gimana kalau mereka merajuk" Jelas Sakura.

Tentu saja aku sangat tahu, mereka berdua akan sangat menyusahkan.

"Kalau begitu, aku antar pulang"

TBC

Baik buruknya kehidupan seseorang sesungguhnya berada dalam kendali hati, pikiran, ucapan dan perbuatan orang itu sendiri.

Thank to:

Guest, Ita, rainacherry, Luca Marvel dll yang udah review.

Reviewnya kembali ditunggu ^_^