Disclaimer © Masashi Kishimoto
Sasuke Uchiha X Sakura Haruno X Itachi Uchiha X Sai
(SasuSaku x SakuItha x SakuSai dan beberapa pairing lainnya)
Rate: T – M
Genre: Drama, Friendship, Family, Romance maybe, Hurt/Comfort and Angst.
Summary: Apa yang ada di pikiran kalian jika dihadapkan dengan angka 18? Apakah percintaan? Pemberontakan? Kenakalan? Perselingkuhan? Mimpi yang besar? Menyakiti diri sendiri? Atau kah persahabatan? Ini kisah mereka! Kisah para Ahli Waris.
Warning: OOC, pembashingan seluruh chara yang ada di fic ini maybe, beberapa scene saya ambil dari beberapa drama baik itu drama Korea, drama Mandarin, Thailand, novel, teenlit, komik ataupun anime yang cocok untuk diletakkan dalam fic ini, tidak bermaksud menyinggung para sosialita maupun kalangan kelas atas, fic ini hanya fiksi mohon jangan dianggap serius.
18
Kelas Golf merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di USC, saat ini beberapa siswa senior high school sedang mengikutinya, kebanyakan siswa yang ikut di ekstrakurikuler ini adalah siswa dari kalangan Level B dan Klan Bangsawan.
"Kau ingat saat di kantin tadi Karin?" Tanya Tayuya salah satu murid USC dari kalangan Level B.
"Tentu saja, mana mungkin aku melupakan apa yang kulihat di kantin tadi" Jawab Karin.
"Aku penasaran siapa gadis pink itu, dia terlihat sangat akrab dengan para Klan Bangsawan apalagi dengan duo kembar Uchiha"
"Yang jelas aku tidak menyukai si pinky itu" Kata Karin
Suigetzu yang saat itu hanya mendengarkan percakapan dua sahabat itu tiba –tiba tertawa.
"Hahahaha ... kalau aku yang jadi Sasuke, aku tentu lebih memilih si pinky itu daripada kamu Karin"
"Diam kau ..." Geram Karin
"Kau sengaja ikut semua kegiatan USC yang ada Sasuke tapi lihat apa Sasuke melirikmu? Naruto yang merupakan sepupumu saja tidak menganggapmu ada apalagi Sasuke" Kata Suigetsu sambil mengarahkan pandangannya ke arah barat dimana Sasuke, Naruto, Hinata, Neji dan Ino berada.
Karin ikut mengarahkan pandangannya kemudian tersenyum sinis.
"Akan aku buat dia melihatku" Kata Karin.
Tayuya dan Suigetsu saling pandang, sama-sama hanya bisa menggelengkan kepala, Karin begitu percaya diri kalau dia pasti bisa menaklukkan hati sang Lucifer padahal semua juga tahu takdir Klan Bangsawan Murni Uchiha harus menikah dengan Klan Bangsawan Murni Haruno, sedangkan Karin? Uzumaki Karin hanya kebetulan anak dari seorang politikus Orochimaru walaupun Level B tapi tak bisa disandingkan dengan Klan Bangsawan apalagi Bangsawan Murni, beda kelas.
18
"Aku pikir kau tidak akan masuk kelas?" Tanya Ino tanpa mengalihkan perhatiannya dari stik golf, memasang kuda-kuda untuk siap memukul bola golf.
"Sakura melarangku dan Sai bolos kelas, lagipula dia bilang masih ingin berkeliling USC, mungkin sekarang dia ada di bangunan sayap kiri" Jawab Sasuke.
Ada nada tidak suka saat Sasuke menjawab pertanyaan Ino.
"Ho ho ho ... kenapa nada bicaramu seperti itu? Cemburu heh, Sakura bertemu dengan Itachi" Goda Naruto.
Sasuke memandang tajam kearah Naruto
"Cih ..."
"Tunangannya Sakura bukan hanya dirimu saja Sasuke" Kata Neji.
"Aku tidak peduli saat ini Sakura bersama siapa pada akhirnya Sakura akan memilihku" Sahut Sasuke percaya diri kemudian memukul bola golfnya.
18
Di Kelas Memanah
"Jadi seminggu lagi pertunanganmu diresmikan?" Tanya Gaara
"Hmm ..." Jawab Sai tanpa mengalihkan perhatiannya ke arah Shikamaru yang sedang memanah.
"Hari itu tepat umur Sakura 18 tahun, saatnya tradisi Klan Uchiha dan Haruno diresmikan" Shikamaru ikut menimpali sambil berjalan mendekati Gaara dan Sai yang saat itu duduk di tepi.
"Giliranmu Sai ..." Lanjut Shikamaru lagi.
Sai beranjak dari duduk dan mengambil busurnya.
"Jadi hanya Sai yang akan mewakili kelas memanah dalam ajang kompetisi antar sekolah yang akan diadakan di sekolah Konoha High School"
"Sudah sangat jelas Gaara, karena aku mewakili kelas shogi sedangkan kau mewakili kelas sains, memangnya siapa yang bisa menandingi Sai di kelas memanah kecuali aku dan kamu" Jelas Shikamaru.
"Hm ... Kau benar Shikamaru"
"Hah ... Entah apa yang akan terjadi dengan mereka? Sungguh merepotkan tumbuh ditengah-tengah Klan Bangsawan Murni" Kata Shikamaru kemudian memposisikan tubuhnya berbaring, siap untuk tidur.
Gaara mendengus melihat tingkah Shikamaru dan tak ingin ambil pusing karena hal ini sudah biasa dilihatnya, pandangannya beralih kearah Sai yang sudah menarik busurnya dan panah itu tepat mengenai sasaran.
Gen Uchiha benar-benar menakjubkan.
18
Taman USC berhadapan dengan kelas memanah, dari taman situ siswa maupun mahasiswa bisa melihat aktivitas para murid yang berada di kelas memanah, danau kecil yang menghiasi taman merupakan salah satu tempat favorite para murid USC terutama murid dari kalangan Level E, sekumpulan siswa dari kalangan Level E Senior High School berkumpul dengan selembar kertas masing-masing berada ditangan mereka.
"Hah ... Aku benar-benar tidak tahu harus ambil kelas apa di kegiatan ekstrakurikuler" Kata Kiba memecah keheningan.
"Kalau aku akan ambil kelas tataboga, diantara yang lain kelas itu yang paling murah"
"Kegiatan ektrakurikuler wajib diikuti siswa minimal tiga kegiatan Choiji dan kau baru memutuskan satu"
"Kau sendiri Shion, memangnya sudah memutuskan akan masuk kelas apa?" Tanya Matsuri.
"Tentu saja sudah, aku akan ikut Kelas Merangkai Bunga, Announcer dan Photografer" Jawab Shion yakin.
"Kelas itu bukannya termasuk kelasnya para bangsawan, kamu yakin dengan itu Shion?" Tanya Shino.
"Tentu saja, memangnya kau pikir selama ini aku kerja untuk apa kalau bukan untuk sekolah di sini" Jawab Shion dengan semangat.
"Tapi merangkai bunga, penyiar dan photografer seperti bukan gaya mu Shion" Matsuri menimpali.
Shion hanya menampilkan cengirannya, tentu saja itu memang bukan gayanya tapi masuk kelas ektrakurikuler itu jelas bukan tanpa tujuan.
"Kau Matsuri apa sudah memutuskan? Besok hari terakhir bagi kita untuk mengumpulkan form ini" Kembali Kiba bertanya.
"Entahlah ... Mungkin aku sudah memilih beberapa tapi itu juga belum 100% yakin" Jawab Matsuri.
"Sekolah di USC ternyata tidak semudah yang kupikirkan, dan bersiap-siaplah kalian, karena besok akan ada diantara kita yang menggantikan posisi Lee"
"Kau benar Choiji, suka tidak suka memang sudah nasib kita, aku cuma berharap nasib kita tidak seburuk Lee" Kata Kiba yang diaminin yang lain kecuali Matsuri yang tidak menghiraukan perkataan Kiba karena matanya tiba-tiba tidak bisa dialihkan dari kelas memanah.
TBC
(Belajarlah untuk mengagumi bukan iri, untuk memuji bukan merayu, untuk menghargai bukan meniru dan hidupmu akan lebih berarti)
Kembali saya jelaskan kalau fic ini alurnya akan sangat lambat/bertahap dan salah satu fic terpanjang karya saya semoga para reader tetap setia dan sabar menunggu kelanjutan dari fic ini.
Thank to:
Suket alang alang (Sorry idenya mentok jadi Cuma dapat segini), Luca Marvel (Belum tahu tapi untuk sementara Sakura membiarkan pembullyian terjadi), Ita (Sama, aku juga tapi diantara kelompok Akatsuki Dei lah yang paling cocok , menurutku) dll
