Disclaimer © Masashi Kishimoto

Sasuke Uchiha X Sakura Haruno X Itachi Uchiha X Sai

(SasuSaku x SakuItha x SakuSai dan beberapa pairing lainnya)

Rate: T – M

Genre: Drama, Friendship, Family, Romance maybe, Hurt/Comfort and Angst.

Summary: Apa yang ada di pikiran kalian jika dihadapkan dengan angka 18? Apakah percintaan? Pemberontakan? Kenakalan? Perselingkuhan? Mimpi yang besar? Menyakiti diri sendiri? Atau kah persahabatan? Ini kisah mereka! Kisah para Ahli Waris.

Warning: OOC, pembashingan seluruh chara yang ada di fic ini maybe, beberapa scene saya ambil dari beberapa drama baik itu drama Korea, drama Mandarin, Thailand, novel, teenlit, komik ataupun anime yang cocok untuk diletakkan dalam fic ini, tidak bermaksud menyinggung para sosialita maupun kalangan kelas atas, fic ini hanya fiksi mohon jangan dianggap serius.

18

Taman belakang hotel Zeus milik Hyuga Corp begitu sepi, berbanding terbalik dengan suasana di dalamnya yang saat ini sedang berlangsung pesta perayaan ulang tahun ke-8, sulung dari Klan Bangsawan Murni Hyuga, Hyuga Neji.

Bocah berusia 8 tahun bersurai pirang itu duduk sendirian di bangku taman yang sepi dan minim cahaya itu, menangis sendirian, menangis karena gaunnya tidak sengaja terinjak oleh salah satu tamu yang mengakibatkan gaun tersebut robek.

"Kenapa menangis sendirian di sini?" Tanya seseorang kepada bocah pirang itu.

"Gaunku robek dan itu membuatku sedih" Jawab bocah tersebut tanpa berniat melihat siapa yang telah menegurnya, dia tidak perlu repot-repot menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat orang tersebut karena bocah pirang itu terlalu larut dengan gaunnya.

"Gaun itu terlihat baik-baik saja" Katanya dan menjatuhkan sebuah sapu tangan ke pangkuan bocah perempuan yang bersurai pirang tersebut.

"Hapus air matamu dan cepatlah kembali kedalam, aku jamin takkan ada yang menyadari gaunmu robek" Katanya sambil lalu.

Bocah perempuan bersurai pirang itu tersentak saat sapu tangan itu terjatuh kepangkuannya, dia juga terkejut dengan kalimat yang diucapkan seseorang itu, di tolehkan kepalanya tapi seseorang itu sudah membalikkan badan menuju ke dalam hotel.

Yamanaka Ino bocah bersurai pirang mengambil sapu tangan itu dan menghapus jejak-jejak airmatanya.

"Arigato ... Neji-kun" Katanya tersenyum sambil menatap sapu tangan itu.

18

Ino dan Hinata berjalan menyusuri koridor menuju kelas merangkai bunga, kelas merangkai bunga terletak di lorong berdekatan dengan bangunan sayap kanan, sebelum mencapai tempat itu mereka harus melewati ruangan untuk kelas judo, langkah Ino terhenti saat berada tepat di depan pintu kelas judo.

"Ada apa Ino-chan?" Tanya Hinata.

"Ah ... tidak ada apa-apa Hinata-chan, aku ada urusan sebentar, kau duluan lah ke kelas" Jawab Hinata.

"Baiklah, aku duluan kalau begitu" Kata Hinata dan berlalu dari hadapan Ino.

Ino masih terpaku di depan kelas judo, dimana kelas itu merupakan kelas yang saat ini Neji ikutin, ragu Ino membuka pintu tersebut, penasaran akan apa yang tunangannya dan siswa lain lakuin karena hanya kelas inilah satu-satunya yang tidak Ino ikutin namun diikutin oleh Neji, sebagai anak perempuan dari Klan Bangsawan kelas bela diri jelas bukan pilihan karena wanita Klan Bangsawan harus bersikap layaknya wanita yang elegant dan feminim, kecuali Sakura tentunya.

Pintu kelas tersebut terbuka, celah kecil itu tepat menampilkan sosok tunangannya, entah ada perasaan kurang nyaman yang Ino rasakan saat melihat apa yang terjadi di dalam.

Hyuga Neji yang sedang duduk menunggu giliran sedang menatap seseorang, seorang remaja wanita yang sedang bertanding dengan intens, pandangannya terlihat dalam kepada remaja tersebut, remaja dengan rambut di cepol dua khas orang-orang China.

Sesak itu yang saat ini Ino rasakan, sambil berlalu meninggalkan kelas judo tersebut Ino menggenggam sapu tangan yang tidak pernah dia lepaskan kemanapun ia pergi, tak pernah lupa membawa sapu tangan itu, sapu tangan yang di ujung nya terdapat sulaman 'Hyuga Neji'.

18

"Kau yakin tidak ingin menggunakan ini? Ini salah satu peraturan tetap USC Sakura-sama"

"Aku tahu Mikoto-san, 1 minggu saja, hanya 1 minggu aku tidak akan memakai tag nama itu" Jawab Sakura yang saat itu berada di ruang penanggung jawab Uchiha School Corp.

"Apa kau punya alasan khusus? Karena bagaimana pun, Kizashi-sama memberikan tanggung jawab terhadapku, harap anda mengerti Sakura-sama"

"Tidak ada alasan khusus sebenarnya Mikoto-sama, aku hanya ingin melihat bagaimana reaksi para murid USC terhadapku tanpa mereka tahu siapa aku sebenarnya" Sakura menjelaskan.

"Tapi ..."

"Oh ayolah Mikoto baasan" Kali ini Sakura tidak menggunakan bahasa formalnya.

Mikoto menghela napasnya

"Baiklah ... hanya 1 minggu"

"Benarkah? Kau menyetujuinya? Kyaaa ... arigato Mikoto-san" Jawab Sakura histeris dan memeluk Mikoto.

"Sakura-sama ... ini di sekolahan" Mikoto berusaha melepaskan pelukan Sakura walau begitu ada perasaan hangat yang ia rasakan, sudah lama semenjak Sakura meninggalkan Konoha dia tidak merasakan hal seperti ini.

"Di ruangan ini hanya kita berdua baasan, jadi tidak perlu khawatir ada yang melihat"

"Hah ... aku tidak akan pernah menang melawanmu" Kata Mikoto pasrah sedangkan Sakura menampilkan cengirannya saat mendengar ucapan Mikoto.

"Hanya aku berharap diantara ke-3 putra Uchiha, kau memilih satu diantara dua anakku"

Sakura menatap heran kearah Mikoto, Mikoto membalas tatapan Sakura.

"Itachi atau Sasuke, salah satu dari mereka"

"Kenapa?" Tanya Sakura.

"Kau tahu alasanku Sakura-sama"

"Hah ... Baiklah selama Itachi-nii atau Sasuke bisa seperti tousanku, maka akan aku pertimbangkan"

"Aku permisi dulu Mikoto-sama" Lanjut Sakura sambil membungkukkan badannya sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan ruangan Mikoto.

"Seperti Kizashi-kun ya" Gumam Mikoto.

18

"Kizashi-kun sebentar lagi kita lulus kuliah, apa rencanamu?" Tanya Mikoto

"Hmm ... Aku ingin membuat perkebunan anggur, sudah lama aku memimpikan sebuah ladang anggur" Jawab Kizashi sambil membayangkan suasana perkebunan.

"Kau benar-benar menyukai anggur ya?"

"Tentu saja Mikoto-chan, memiliki rumah di pedesaan yang dikelilingi pohon-pohon anggur itu menyenangkan, jauh dari hiruk pikuk kota dan polusi udara, aku ingin menjadi seorang petani"

"Tapi kau tunangan dari Haruno Mebuki" Kata Mikoto lagi dengan suara lirih, ada ketidaknyamanan dalam ucapannya, rasa sesak.

"Kau lupa, ada Fugaku, dibandingkan aku, kurasa Fugaku lebih pantas mewarisi Haruno Corp"

"Kalau Mebuki ternyata memilihmu, bagaimana?" Tanya Mikoto.

"Memangnya mau bagaimana? Tentunya aku beruntungkan" Jawab Kizashi dengan santai.

Uchiha Kizashi adalah keturunan Klan Bangsawan Murni dari Klan Uchiha, sosok pria yang sederhana, hangat dan hamble, dia tidak pernah repot dengan gelar bangsawannya, sikapnya selalu bersahabat dengan siapa saja, membuat orang disekitarnya menyukainya termasuk aku dan Mebuki.

Begitu bahagianya Mebuki saat tahu bahwa Kizashi merupakan salah satu keturunan Uchiha yang menjadi tunangannya, Mebuki selalu menceritakan bagaimana dia dan Kizashi menghabiskan waktu berdua kepadaku tanpa Mebuki sadari bahwa aku pun memiliki ketertarikan terhadap Kizashi sama seperti dia.

"Kau tidak tahu saja kalau Mebuki lebih memilihmu dibandingkan Uchiha yang lain" Bathin Mikoto.

TBC

(Jika waktu dapat diputar banyak hal yang ingin kuperbaiki-Anonim)

Thank To:

Arinamour036, Luca Marvel, nurul52190 (memang judul diambil dari DraKor itu tapi jalan cerita berbeda jauh), Suket alang alang (Karakter utama jelas Sakura tapi semua karakter punya peran penting disini makanya tidak setiap chapter selalu ada Sakura ataupun karakter yang lain), Ita (gomen ... gak bisa penuhi permintaan, ide mentok), rereuchiha (nanti ada chapter dimana interaksi Shion sama karakter yang dia suka tapi kalau kamu ikutin Naruto movie yang ada karakter Shionnya pasti tahu siapa yang disuka ama Shion di movie tersebut), Guest n Aka-chan

Reviewnya kembali ditunggu ^_^