Disclaimer © Masashi Kishimoto

SasukeUchiha X Sakura Haruno X Itachi Uchiha X Sai

(SasuSaku x SakuItha x SakuSaidanbeberapa pairing lainnya)

Rate: T – M

Genre: Drama, Friendship, Family, Romance maybe, Hurt/Comfort and Angst.

Summary: Apa yang ada di pikiran kalian jika dihadapkan dengan angka 18? Apakah percintaan? Pemberontakan? Kenakalan? Perselingkuhan? Mimpi yang besar? Menyakiti diri sendiri? Ataukah persahabatan? Ini kisah mereka! Kisah para AhliWaris.

Warning: OOC, pembashingan seluruh chara yang ada di fic ini maybe, beberapa scene saya ambil dari beberapa drama baik itu drama Korea, drama Mandarin, Thailand, novel, teenlit, komik ataupun anime yang cocok untuk diletakkan dalam fic ini, tidak bermaksud menyinggung para sosialita maupun kalangan kelas atas, fic ini hanya fiksi mohon jangan dianggap serius.

18

Charterhouse School – Inggis, saat ini tengah ramai dikarenakan sekolah ini sedang merayakan ulang tahun yang ke 400, sekolah yang dulunya merupakan Rumah Sakit Raja James dan Thomas Sutton inilah tempat Sakura menuntut ilmu.

Aku sedang menyandarkan tubuhku di sisi mobil sport yang ku bawa menunggu seseorang yang ku rindukan keluar dari bangunan sekolah tersebut.

Dia yang membuatku menunggu begitu lama tengah berjalan santai kearahku tanpa menutupi raut keterkejutan dari wajahnya karena kedatanganku.

"Sasuke, apa yang kau lakukan di sini?" Tanyanya.

"Sudah jelaskan, aku ingin menemuimu"

"Kau melanggar peraturan Mr. Uchiha" Katanya lagi

"Itu kalau aku datang sebagai calon tunanganmu Cherry" Kulihat dia mengeryitkan dahinya.

"Aku datang sebagai teman kencanmu di Prom Night nanti" Kataku sambil mengedipkan sebelah mataku.

Sakura tertawa melihatku yang sedang mencoba menggodanya.

"Kau benar-benar seorang pemberontak, tidak bisakah kau menahan dirimu dua tahun lagi untuk bertemu denganku Mr. Uchiha"

"Aku tidak memiliki tingkat kesabaran yang tinggi Hime, menunggu dua tahun lagi hanya akan membunuhku" Jelasku.

Dia menghela napasnya kemudian menyunggingkan senyum.

"Jadi Mr. Uchiha apa yang bisa kau tawarkan kepadaku selain sebagai pasanganku di prom?" Katanya dengan intonasi suara yang dibuat sesexy mungkin dan jangan lupakan jari tangannya yang bermain di dada bidangku.

Aku hanya bisa menyeringai saat Sakura menggodanku dan tanpa berpikir dua kali, aku langsung melumat bibirnya dengan ganas tanpa memperdulikan tatapan dari beberapa siswa lain.

Ya ... dua tahun yang lalu sebelum Sakura kembali ke Konoha, aku pernah mendatanginya ke London bukan sebagai calon tunangan tapi aku menawarkan diriku sebagai teman kencannya.

Harusnya itu tidak boleh aku maupun dua saudaraku lakukan karena peraturan dalam tradisi untuk melarang bagi kami saling bertemu sebelum pertunangan kami diresmikan, tapi bukan Sasuke namanya kalau aku tidak memiliki cara untuk melanggar aturan tersebut, dengan dibuangnya aku ke LA justru menguntungkan buatku untuk bebas bertemu dengan Sakura karena jauh dari pengawasan para tetua Klan di Konoha.

Hah aku menghela napasku dan memijit kepalaku saat mengingat kejadian itu, kejadian yang tidak mungkin aku lupakan, dengan kejadian itu perasaanku terhadap Sakura justru semakin dalam karena kami sudah intim satu sama lain terlebih itu pertama kalinya buatku.

"Apa kejadian itu sama sekali tak ada artinya buatmu Hime" Gumamku sambil menatap langit-langit private room.

18

"Anda terlambat 10 menit Sakura-sama"

"Kau tahu apa yang membuatku terlambat" Balas Sakura yang terus melangkahkan kakinya melewati orang tersebut dimana sekarang posisinya Sakura membelakanginya.

"Untuk menemuimu disini pun aku harus mengorbankan waktuku hari ini, Sasuke bukan orang yang bisa dibujuk dengan gampang, dia terlalu ingin tahu semua yang kulakukan" Lanjut Sakura.

"Itu karena dia mencintai anda Sakura-sama, dia bahkan bersikap lebih protektif setelah dia menyadari bahwa kedua saudaranya juga mencintai anda"

"Aku tahu itu"

"Jadi apa anda sudah bisa menentukan siapa yang benar-benar anda pilih?" Tanyanya

"Aku memiliki banyak waktu untuk itu Shikamaru, bukan hal yang mudah untuk memilih hanya karena ketiga putra Fugaku jisan sama-sama menyukaiku"

"Aku mengerti itu, bukan hal yang mudah untuk memilih seorang pemimpin Haruno Corp. pengganti Kizashi-sama, tapi bukankah Itachi lebih unggul dari segalanya"

"Itachi-nii memiliki semua yang diperlukan sebagai penerus Haruno Corp tapi Itachi itu sangat naif dia mencintaiku tapi ... "

"Aku bisa melihat yang tidak bisa orang lain lihat tentang apa yang terjadi empat tahun yang lalu, tentang apa yang sebenanrnya Itachi-nii lakukan" Jelas Sakura.

"Anda memahami mereka semua Sakura-sama"

"Aku bisa memahami mereka karena didepanku mereka melepas topeng yang selama ini mereka pakai selain itu, bantuanmu juga sangat bermanfaat selama aku berada jauh dari mereka"

"Lalu bagaimana dengan Sai dan Sasuke?" Tanya Shikamaru.

"Membaca apa yang ada di hati maupun apa yang ada di pikirannya Sai itu seperti bermain poker sedangkan Sasuke ..." ada jeda sedikit dari kalimat Sakura, menghela napas kemudian melanjutkan kalimatnya "Anak itu lebih sering membuatku sakit kepala" Kata Sakura kemudian dia tertawa.

"Jadi info apa yang ingin kau berikan kepadaku Shikamaru-kun?" Tanya Sakura.

"Seseorang sedang merencanakan sesuatu terhadap anda Sakura-sama" Jawab Shikamaru.

"Oh ya .."

"Dan seseorang itu saat ini telah mengikuti anda" Bisiknya sambil mengisyaratkan bahwa orang yang mengikuti Sakura berada tidak jauh dari mereka.

"Oh ... aku tahu kalau aku diikuti, apa motifnya?" Walaupun orang tersebut yang mengikuti Sakura berada tidak jauh tapi dari tempat dia bersembunyi tidak akan bisa mendengar apa yang sedang Sakura maupun Shikamaru bicarakan.

"Sasuke" Jawab Shikamaru.

Sakura tertawa lepas terlihat geli.

"Ini akan sangat menarik Shikamaru, kau mau bermain denganku" Katanya.

Shikamaru mengerti apa yang ada di pikiran Sakura, perlahan mendekati Sakura kemudian tanpa perlu meminta ijin Shikamaru melumat bibir tipis Sakura atau yang terlihat seperti itu.

"Hah ... setelah ini sepertinya aku harus melatih kemampuan bela diriku, siapa yang bisa menduga apa yang akan Uchiha bersaudara lakukan terhadapku saat mendengar berita aku menciummu" Kata Shikamaru.

"Dan ini sangat menarik ... kuharap Temari-nee tidak akan menelanku bulat-bulat" Kata Sakura.

"Temari sangat tahu bahwa aku tidak akan pernah melakukan tindakan yang tak pantas terhadap anda Sakura-sama"

"Hm ... Beruntung kau memilikinya Shikamaru, andai dia seperti itu" menghela napas, "Aku harus segera kembali, Sasuke sedang menungguku" Lanjut Sakura kemudian berlari menuju kantin.

"Kalau dengan menjadi abdimu aku selalu bisa berada disisimu, aku sudah merasa bahagia, setidaknya aku lebih beruntung daripada ... dan ya, aku memang beruntung memilikinya" Gumam Shikamaru sepeninggal Sakura.

18

"Apa-apaan itu tadi?" Gumam Karin sambil terus melangkahkan kakinya.

Sungguh dia tak menduga dengan apa yang dia lihat beberapa menit yang lalu, saat istirahat karena dompetnya tertinggal berniat ingin mengambilnya di kelas tapi niatnya ia urungkan saat dia melihat dan tak sengaja mendengar percakapan antara Sasuke dan Sakura, keinginan untuk tahu apa yang akan dilakukan Sakura membuatnya mengikuti Sakura secara diam-diam dan apa yang dia lihat sungguh sangat mengejutkannya tapi juga menguntungkannya.

Karin terus berjalan dengan senyum licik tersungging diwajahnya dengan tangan menggenggam handphonenya.

Well ... Sepertinya Karin tidak tahu dengan siapa dia mencari masalah.

18

"Maaf membuatmu menunggu lama"

Kalimat Sakura membuatku tersadar dari lamunanku.

"Hm .." Jawabku tanpa minat, kulihat dia menaikkan alisnya.

"Kau terlihat gelisah" Katanya lagi.

Tanpa menjawab pertanyaannya, ku tarik tangannya dan mendudukkannya di pangkuanku, Sakura tak pernah menolak apapun yang kulakukan dia justru mengalungkan tangannya keleherku.

"Ada apa Sasuke?" Tanyanya lembut.

Kuhela napasku memejamkan mata sejenak.

"Ini yang terakhir, terakhir aku sebagai teman kencanmu besok dan sebelum peresmian pertunangan kita, aku akan berhadapan denganmu sebagai calon tunanganmu dan setelahnya aku akan berusaha berbagi seperti yang kau inginkan" Kataku dan kulumat bibirnya menyalurkan semua apa yang aku rasakan, menyalurkan semua rasa cinta, ingin memiliki juga hasrat yang lama kupendam.

Sakura pun membalas pagutanku dengan liar, baik tanganku dan tangannya sama-sama berusaha membuka helaian kain yang menempel dibadan kami berdua tanpa melepaskan pagutan.

Dan hari ini baik aku dan Sakura tidak akan masuk kelas ekstrakurikuler.

18

Berkumpulnya para tetua beserta seluruh klan bangsawan jarang terjadi, tapi hari ini seluruh klan bangsawan berkumpul di mansion yang memang di khususkan sebagai tempat tinggal para tetua klan.

"Seluruh persiapan tradisi Uchiha dan Haruno sudah 98%" Laporan dari salah satu klan bangsawan Namikaze, Minato.

"Pastikan seluruh keluarga hadir terutama kau Namikaze" Peringatan bagi seluruh klan bangsawan.

"Baik Hasirama-sama" Sahut seluruh orang yang berada di mansion serempak.

"Pastikan bocah nakal itu datang tepat waktu kalau tidak dia akan ku coret dari pewaris"

"Ya ..., saya sudah memerintahkan para pengawal untuk mencarinya dan menyeretnya pulang dan kali ini anak itu akan kembali ke Konoha untuk selamanya" Jelas Minato.

"Pastikan itu terjadi karena dia anak sulung dari Klan Namikaze, aku tidak ingin melihatnya kembali berulah biar bagaimanapun darah Klan yang mengalir ditubuhnya harus dia pertanggungjawabkan" Jelas Jiraiya

"Baik ... tousan"

18

London-Inggris

Di sudut kota London terlihat sekumpulan orang berseragam hitam-hitam sedang mengelilingi seorang pemuda yang sudah terkepung dan terpojok, mata pemuda itu melirik kesana kemari seolah mencari jalan melarikan diri untuk kesekian kalinya.

"Sudah saatnya anda kembali ke Konoha tuan"

"Bagaimana kalau aku menolaknya Kakashi?" Ucapnya menantang.

"Maka saya tidak punya pilihan selain melakukan tindak kekerasan, kalau perlu membuat anda pingsan sampai ketempat tujuan" Jawab sang pengawal yang tak lain adalah Kakashi.

"Cih ..."

"Kali ini tidak ada kelonggaran bagi anda tuan, karena perintah para tetua jelas, saya harus membawa anda pulang bagaimanapun caranya"

"Tradisi Klan Haruno dan Uchiha akan dilaksanakan besok lusa, jadi hari ini juga anda harus kembali"

"Bolehkah aku tidak ikut menghadiri tradisi sialan itu, heh?" Katanya sinis.

"Sayangnya jawabannya tidak! Anda hanya bisa memilih; ikut saya dengan suka rela atau saya harus melumpuhkan anda terlebih dahulu" Jelas Kakashi.

"Baiklah, aku akan ikut secara suka rela, mungkin aku akan buat keributan biar acara sialan itu gagal" Jawabnya.

"Terserah anda saja, Menma-sama"

TBC

Aku tidak yakin ini berhasil atau tidak, tapi aku tetap akan mencobanya – Eren Jaeger

Trims buat yang udah follow n fav fic ini n trims juga ama para reader yang suka rela meninggalkan jejak di kotak review, bagi para Author terutama bagiku setiap review dari para reader sangat berarti walaupun hanya satu atau dua kata "Next" atau "Lanjut" atau "Update kilat" atau sebangsanya.

Okey dech kembali reviewnya aku tunggu ^_^