Disclaimer © Masashi Kishimoto
Sasuke Uchiha X Sakura Haruno X Itachi Uchiha X Sai
(SasuSaku x SakuItha x SakuSai dan beberapa pairing lainnya)
Rate: T – M
Genre: Drama, Friendship, Family, Romance maybe, Hurt/Comfort and Angst.
Warning: Alur lambat/bertele-tele, penuh konflik dan tema berat, yang tidak suka fic jenis ini silakan klik back.
Note: Dari awal saya sudah pernah katakan kalau fic ini akan sangat panjang, satu persatu tiap tokohnya akan aku uraikan begitu juga dengan konflik, intrik juga korelasi antar para tokoh jadi tidak hanya berfokus pada karakter utama (Sasuke, Sakura, Itachi dan Sai) walaupun karakter utama tetap memiliki porsi yang lebih banyak.
18
"Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini ya? ..."
"Kau benar. Minato, Fugaku dan Hiasi belum datang?"
"Seperti yang kau lihat Kizhasi, hanya kita berdua di sini."
"Kau nampaknya betah berada di sini Inoichi."
Inoichi nampak menghela napas sambil menatap hamparan pohon anggur, tepatnya saat ini mereka berada di perkebunan anggur milik Klan Bangsawan Haruno yang berada di pinggiran kota Konoha.
"Suka tidak suka ini semua harus kupertanggung jawabkan, setidaknya terimakasih karena kau masih memberikanku tempat."
"Hanya ini yang bisa kulakukan, jujur aku sangat merasa bersalah karena tidak mampu mengubah keputusan para tetua untuk tidak mengusirmu. Kita sudah tidak muda lagi kelangsungan masa depan Klan Bangsawan sebentar lagi akan di pikul oleh para keturunan kita tapi yang paling parah sampai saat ini aku terus melakukan kesalahan."
"Kita berdua membuat kesalahan" Koreksi Inoichi ...
"Bukan kalian berdua, tapi kita semua masing-masing memiliki dosa" Sahut seseorang yang baru saja bergabung dengan Kizhasi dan Inoichi.
Kizhasi dan Inoichi seketika menolehkan kepala kearah suara tersebut, terlihat Minato, Hiashi dan Fugaku berjalan kearah mereka.
"Yah ... kau benar Minato, kita semua masing-masing memiliki dosa." Jawab Kizhasi.
18
Hamparan rumput hijau dan pemandangan perkebunan anggur menghiasi pandangan mata para pria dewasa Klan Bangsawan yang saat ini berkumpul di gazebo. Semenjak masing-masing sibuk dengan urusan Klan dan perusahaan membuat waktu berkumpul mereka berkurang.
"Rasanya waktu begitu cepat berlalu."
"Kau khawatir dengan acara besok atau kau khawatir harus melepas anak kesayanganmu menjalani tanggungjawab kepemimpinan Klan, Kizashi?" Tanya Minato.
"Banyak hal yang ku khawatirkan Minato, terutama masalah pertunangan besok, tentunya kita sangat tahu tradisi Klan Haruno dan Uchiha."
"Apa yang kau khawatirkan dari pertunangan itu Kizashi? Apa kau tidak percaya pada ketiga putraku?" Tanya Fugaku.
"Kau tahu dengan jelas jawabannya. Keturunan Uchiha hanya bisa mencintai satu wanita dalam hidupnya, aku tidak ingin Sakuraku bernasib seperti Mikoto, maaf untuk hal itu Fugaku." Jelas Kizashi.
"Ya ... aku mengerti kekhawatiranmu, tapi ketiga putraku tidak akan membuat Sakura merasakan hal yang sama seperti Mikoto karena ketiga putraku mencintai Sakura."
"Apa kau tidak memiliki penyesalan terhadap apa yang sudah kau lakukan terhadap Mikoto? Kau mengkhianatinya Fugaku." Tanya Inoichi.
"Menyesal? Tidak! Tapi kalau merasa bersalah jelas iya, hanya saja aku tidak memiliki kebesaran hati sepertimu Inoichi, seperti yang Kizashi bilang. Kami para keturunan Uchiha hanya bisa mencintai satu wanita dalam hidup kami dan cintaku terhadap Hana sangat egois hingga aku tidak sanggup melepaskannya seperti kamu yang mampu melepaskan Yuuki dan memilih untuk bertahan dengan Amalia."
"Kau menilaiku terlalu tinggi, andai Amalia masih hidup dan sehat mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama sepertimu Fugaku. Aku bertahan di sisinya karena itu permintaan terakhir Amalia." Jelas Inoichi.
"Apa kau bahagia akhirnya bisa kembali bersatu dengan Yuuki?" Tanya Hiashi.
"Bahagia, sangat bahagia walaupun aku tetap menyesalkan harus menyakiti putriku demi bisa bersatu dengan Yuuki. Itu resiko yang harus kutanggung, aku menerima kebencian dari putriku."
"Itu karena kau tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."
"Klan Uchiha memang hanya bisa mencintai satu wanita, tapi Fugaku tidak bisakah kau bersikap baik terhadap Mikoto? Perlakukan dia dengan baik, cobalah bersikap layaknya seorang suami terhadap istrinya walaupun kau tidak bisa memberikan dia cinta. Setidaknya lakukan itu sebagai rasa terimakasihmu karena ia telah merawat anakmu."
"Apa kau merasa bersalah Kizashi? Aku tahu Mikoto menyukaimu, kalian dulu sangat akrab. Apa kau sebenarnya mencintai Mikoto?"
"Aku tidak pernah memikirkan hal-hal romantis jika sedang bersama Mikoto, begitu juga saat aku bersama Mebuki, tapi seiring berjalannya waktu pernikahanku dengan Mebuki, aku menyadari begitu berartinya dia di hidupku dan saat Sakura lahir aku semakin mencintai mereka berdua. Fugaku kita Klan Uchiha memang hanya mencintai satu wanita tapi bukan berarti kita tidak bisa hidup dengan orang yang tidak kita cintai apalagi saat ini hanya Mikoto lah yang ada di sisi mu."
"Kurasa Kizashi benar, bukan kah sudah saatnya buat kita menyelesaikan masalah yang pernah kita buat." Lanjut Minato.
"Hm ... aku sependapat, aku pun tidak ingin terus-terusan melihat pandangan permusuhan Neji terhadap aku dan Hinata."
"Oh ... Aku minta maaf soal itu Hiashi, kurasa akulah yang harus disalahkan."
"Ini bukan salahmu Minato, akulah yang menyetujui saranmu, kalau aku tidak menyetujuinya maka permusuhan ini tidak akan terjadi, tapi saat itu aku menyadari memang aku harus mengkhianati Hizashi."
"Kau tidak akan mampu mengkhianati Hizashi kalau kami tidak membantumu Hiashi, seorang keturunan Klan tidak akan bisa dilengserkan kedudukannya, kau bisa menduduki kepemimpinan Klan Hyuga itu karena kami memihakmu dan menyetujui saran dari Minato untuk berkhianat, tapi kami melakukannya bukan karena kami ini sahabatmu tapi karena Hizashi memang tidak pantas menjadi pemimpin Klan Hyuga, dia tidak memiliki cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup." Jelas Kizashi.
"Insiden 38 tahun yang lalu benar-benar mencoreng nama baik Klan Bangsawan, para tetua sangat terpukul akibat insiden itu."
"Tentu saja para tetua sangat terpukul mengingat insiden itu melibatkan pewaris Klan Bangsawan Hyuga, kematian salah satu murid USC dari kalangan level E."
Semuanya terdiam mengingat kejadian naas yang terjadi saat mereka berumur 18 tahun.
Hizashi adalah saudara kembar dari Hiashi, tapi walaupun kembar mereka berdua memiliki sifat dan sikap yang luar biasa berbeda, Hizashi lahir lebih dulu beberapa menit dari Hiashi yang otomatis membuat Hizashi memiliki hak sebagai pewaris kepemimpinan Klan Hyuga, mungkin karena itu membuat tingkah lakunya semena-mena terhadap orang yang jauh dibawah kastanya.
Minato adalah orang pertama yang menyadari bahwa Hizashi bersikap diluar batas, seringnya para pewaris Klan Bangsawan menasehati bahkan berselisih paham dengannya, membuat Minato mengambil langkah paling ekstrim yaitu meminta agar Hiashi berkhianat atau dengan kata lain para pewaris bersekutu untuk merebut hak kepemimpinan Klan Hyuga jatuh ketangan Hiashi, kudeta para pewaris tidak secara merta memuluskan langkah mereka tapi Dewi Fortuna akhirnya memihak kepada mereka yaitu tragedi yang menewaskan salah satu siswi USC akibat bullying dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Hyuga Hizashi. Mungkin kejadian itu bisa disebut dengan tragedi yang membawa berkah, terdengar jahat memang tapi kalau harus ada korban untuk kehidupan yang lebih baik kenapa tidak? Kejadian itu membuat nama baik Klan Bangsawan Hyuga tercoreng, hujatan dan kecaman dari kalangan bawah terhadap para Klan Bangsawan, membuat para tetua akhirnya mengusir dan mencabut hak Hizashi sebagai pewaris sekaligus marganya.
"Kalian benar, yah kurasa hari ini kita manfaatkan waktu untuk bersantai karena setelah ini kita akan kembali keurusan kita masing-masing."
18
Mansion Haruno
"Kau sudah siap sayang?"
"Aku hanya perlu membereskan beberapa pakaian lagi kaasan." Jawabku.
"Waktu benar-benar segitu cepat berlalu. Mulai hari ini kau akan memasuki kehidupan yang baru. Bertunangan, mulai mengurus perusahaan dan juga mengurus hal-hal yang berkaitan dengan Klan Bangsawan sebelum akhirnya kau memutuskan untuk memilih pendampingmu. Sakura, apa kau siap dengan semua ini?"
"Apa aku punya pilihan?" Tanyaku balik. Aku bisa melihat kaasan mengeryitkan dahinya.
"Apa maksud dari pertanyaanmu?"
"Apa kaasan dan tousan saling mencintai?" Tanyaku kembali.
"Tentu saja. Kau lah hasil dari cinta kami."
"Tapi bukan kah pernikahan kalian awalnya karena sebuah tradisi."
"Ya, kaasan menjalani sama seperti yang kau jalani."
"Bagaimana kaasan yakin, kalau tousan mencintai kaasan?"
"Dengan ini." Jawab kaasanku, meletakkan tangannya tepat di dadaku. "Kau pasti tahu Klan Uchiha hanya mencintai satu wanita dalam hidupnya. Hari ini kau akan memulai hidupmu dengan mereka bertiga, kau akan bisa melihat dari ketiga putra Uchiha, salah satu nya akan ada namamu, gunakan hatimu untuk melihatnya."
"Kenapa Uchiha dan Haruno harus melakukan tradisi ini?"
"Karena ini lah takdir dari Klan Uchiha dan Klan Haruno."
"Tapi Uchiha tidak selalu jatuh cinta dengan Haruno, begitu pula dengan Haruno."
Cukup lama kaasan memandangiku. Aku tahu ada hal yang sedang kaasan pikirkan dari ucapanku.
"Apa yang sedang kau pikirkan Sakura?" Tanyanya.
"Aku tidak sedang memikirkan hal yang berat kaasan. Aku hanya berpikir bagaimana kalau tradisi itu tidak ada."
"Kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan. Karena kita lahir dari Klan Bangsawan maka takdir seorang Bangsawan adalah mutlak dan itu termasuk dengan siapa kita jatuh cinta."
"Apa kau sedang jatuh cinta dengan orang lain selain dari Klan Uchiha?"
"Aku tidak sedang jatuh cinta dengan siapa-siapa kaasan. Seandainya aku jatuh cinta dengan seseorang di luar Klan Uchiha maupun Bangsawan apa yang akan terjadi denganku?"
"Jawabannya jelas Sakura dan kau tahu itu. Kadang kita perlu mengorbankan satu hal penting dalam hidup kita untuk suatu hal yang lebih besar, kelangsungan Klan Bangsawan adalah hal yang besar dan bukan sesuatu yang bisa di jadikan main-main. Kau tidak perlu tergesa-gesa dalam menentukan pilihan pendamping kau punya banyak waktu sayang. Dan ingat selama masa itu kau harus menjaga hal yang penting yaitu jangan pernah menyerahkan tubuhmu pada tunanganmu sampai kau memilih salah satu dari mereka. Kau paham."
"Ya kaasan, aku paham itu." Jawabku. "Aku sangat paham tapi itu sudah terlambat kaasan" Lanjutku dalam hati.
"Baiklah ... Kurasa kau harus segera bergegas karena Itachi, Sasuke dan Sai sudah berada di Mansion Tetua." Kaasan beranjak dari tempat tidurku menuju pintu keluar sebelum benar-benar keluar dari kamarku. "Oh iya sayang, di mansion tetua juga ada Menma. Kau sangat dekat dengannya kan? Kalian sempat satu sekolah saat di London. Beri tahu dia untuk tidak kabur-kaburan lagi, dia seorang pewaris Klan Namikaze." Kata kaasanku dan keluar dari kamar.
"Menma ya ... Akan aku sampaikan kaasan." Gumamku.
18
Mansion Tetua Namikaze
"Mulai besok kau akan kembali berkuliah di USC. Tidak ada lagi kabur-kaburan, Menma. Harusnya kau sudah mulai mengambil alih kepemimpinan Klan Namikaze."
Aku hanya memutar bola mataku saat kakekku, tetua Klan Namikaze Jiraiya menceramahiku. Aku sangat mengenal kakek dan nenekku, mereka tidak benar-benar marah terhadapku. Aku bisa melihat nenekku yang berusaha menyembunyikan senyumnya dengan bersikap garang.
"Oh ayolah Kek, tidak perlu seserius itu. Kurasa kakek dan nenek harus sesekali keluar dari mansion ini. Berbulan madu mungkin. Apa kalian tidak bosan berada di sini terus?" Kataku.
"Menma, saat ini kakek serius. Kau harus mulai bertanggung jawab. Kau tidak bisa memungkiri bahwa kau adalah keturunan Namikaze kau anak tertua dan sudah menjadi tanggung jawabmu untuk memimpin Klan Namikaze. Kabur di saat malam pertunanganmu bukanlah sikap dari seorang pria sejati. Jujur saja kau mencoreng nama baik Klan Namikaze. Tapi aku tidak akan menanyakan alasanmu meninggalkan tradisi pertunanganmu dengan Hyuga Hinata karena itu sudah masa lalu dan masalah itu pun sudah terselesaikan."
"Kenapa aku harus bertunangan dengan wanita yang tidak aku suka."
"Karena kamu seorang Namikaze, kamu keturunan Klan Bangsawan. Hidup orang banyak berada di tangan Klan Bangsawan. Seorang Bangsawan hanya boleh jatuh cinta atau menikah dengan keturunan Bangsawan kecuali Klan Haruno."
"Tradisi bodoh."
"Jangan menganggap ini tradisi bodoh Menma. Kakek tahu jaman sudah berubah tapi tradisi tetaplah tradisi dan tradisi Bangsawan itu mutlak. Kita bukan hanya berbicara tentang tradisi saja tapi kita berbicara tentang masa depan Klan Bangsawan dan juga para golongan bawah. Kita bukan hanya mengendalikan pemerintahan tapi juga perekonomian, kita punya tanggung jawab mensejahterakan golongan bawah yang artinya kita adalah pemimpin."
"Tapi kaasan bukan dari Klan Bangsawan."
"Kaasanmu adalah pengecualian. Kakek, nenek dan para tetua yang lain perlu waktu yang sangat panjang untuk menyetujui hal itu dan kau tahu kenapa akhirnya kami para tetua menyetujui hubungan mereka? Itu karena tousanmu. Namikaze Minato melakukan tugasnya sebagai keturunan Namikaze dengan sangat baik dan bertanggung jawab tidak kabur-kaburan seperti yang kamu lakukan."
"Kau lihatkan. Walaupun tradisi Klan Bangsawan itu mutlak tapi kami para tetua juga punya banyak pertimbangan untuk melanggar tradisi itu."
"Baiklah, aku tidak akan kabur-kaburan lagi, aku akan kembali berkuliah di USC dan mulai mengurus perusahaan tapi aku tidak ingin ada yang kembali mengatur pertunanganku. Aku hanya akan bertunangan atau menikah dengan wanita pilihanku sendiri." Jawabku.
"Itu tergantung bagaimana kau bertanggung jawab dalam kelangsungan Klan Namikaze."
Pembicaraan kami selesai dan nenekku Tsunade yang dari tadi hanya diam saja, menghampiriku dan memelukku.
"Oh sayang, kau tahu nenek rindu sekali denganmu." Katanya. Tidak ada lagi sikap formal.
"Aku juga sangat merindukan nenek dan kakek."
"Ceritakan pada nenek bagaimana kehidupanmu selama ini?" Tanyanya.
"Tunda dulu hal itu Tsunade, saat ini kita harus ke Mansion Utama. Kau tentu tidak lupa malam ini pertunangan Klan Uchiha dengan Haruno."
"Oh iya. Kau benar sayang."
"Kau juga harus ikut Menma. Kau harus bertemu dengan para tetua yang lain. Itachi, Sasuke, Sai dan Sakura mungkin sudah berada di Mansion Utama." Kata kakekku.
"Baiklah ... Lagi pula aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka." Jawabku. Mengikuti kakek dan nenekku.
Haruno Sakura alasanku pergi dan kembali
18
"Apa dia yang mengantarmu pulang?"
"Ya. Seperti biasanya kaasan."
"Kaasan tidak akan mencampuri segala urusanmu tapi kaasan akan tetap mengawasimu."
"Apa yang sebenarnya ingin kaasan katakan?" Tanyaku.
"Kaasan hanya tidak ingin kau melupakan tujuan hidup kita dengan melibatkan perasaanmu kepadanya, anak dari seorang pembunuh. Pembunuh dari adik kaasan."
"Kaasan tidak usah khawatir, aku tidak akan melupakan tujuan kita. Aku akan menghancurkan dia dan keluarganya. Aku akan membalaskan dendam kematian adik kaasan. Orang yang telah membuat hidup kita menderita."
"Maaf kan kaasan harus melibatkanmu sayang. Harusnya kau bisa menjalani kehidupanmu dengan normal seperti anak-anak lainnya tapi ..."
"Tenanglah kaasan, aku melakukannya dengan senang hati. Aku tahu bagaimana sakitnya kaasan melihat ketidakadilan yang dialami adik kaasan dulu. Aku bisa merasakan itu."
"Terimakasih Tenten ... Kaasan bangga memiliki anak sepertimu. Kau lah satu-satunya harapan kaasan."
"Ya ... Kaasan. Aku akan membalas dendam pada Klan Bangsawan Hyuga terutama pada keturunan Hizashi." Batinku.
TBC
Cinta tidak dapat dipikat seperti burung, tetapi cinta akan datang sendiri karena perasaan yang sama.
Sekedar penjelasan tempat tinggal para keturunan Klan Bangsawan
Komplek Utara : Mansion Yamanaka, Hyuga dan Sabaku.
Komplek Selatan : Mansion Tetua Klan Bangsawan (Mansion Utama, Mansion Tetua
Haruno, Uchiha, Namikaze, Hyuga, Sabaku, Akasuna, Senju, Nara, Yamanaka).
Komplek Timur : Uchiha, Haruno dan Nara
Komplek Barat : Senju dan Akasuna
Note: Jujur saja melanjutkan fic ini sangat sulit buatku, aku harus kembali mengulang membaca dari chapter awal lalu mengingat-ingat beberapa plot juga kerangka dari fic ini tapi untuk mendiscontinuenya sangat berat buatku.
Fic ini termasuk fic yang ku buat dengan sungguh-sungguh so … terima kasih buat para follower n juga yang udah memfav fic ini yang masih setia menunggu kelanjutan dari cerita para ahli waris.
Mungkin updatenya akan sangat lama.
Kembali reviewnya saya tunggu ^_^
