Warning! no edit! disturbing content! adultery!
Suara ketukan sepatu hak tinggi buatan Christian Louboutin menggema disepanjang koridor yang dirancang sesuai dengan arsitektur gaya Eropa modern. Lantai parket yang bersinar, dinding yang dilapisi dengan wallpaper berwarna campuran antara putih gading dan sedikit emas. Lampu-lampu dinding yang ditempelkan sebagai sumber penerangan, sekaligus memberi kesan elegan dan mewah. Tidak banyak ornament, lukisan atau potret yang dipajang untuk meramaikan koridor.
Dari luar bangunan ini, identitas Asia sangat kentara dari rancangan yang menyerupai rumah adat khas Korea. Sementara didalam, eksen modern dan western justru mendominasi gaya interior setiap ruangan.
Gedung ini memang terlihat mewah. Tapi sama sekali tidak bisa menandingi kemewahan yang disuguhi oleh arsitek-arsitek perancang White House.
Tentu saja Kim Jaejoong pernah menginjakkan telapak kaki mulusnya di gedung yang berstatus rumah dinas Presiden Negara super power itu.
Siapa sangka, bahkan Presiden Amerika Serikat saja rela merubah orientasi seksualnya untuk mencicipi tubuh indah Kim Jaejoong.
Money is the anthem
Of success
So before we go out
What's your address?
…
CHAPTER 2
"Presiden Jung, Nona Kim telah tiba".
Seorang pria tampan duduk di sebuah kursi dibalik meja kerja berplakat 'Presiden Korea Selatan ' . Sepasang mata musang mengamati tayangan slide gambar dari LCD transparan berukuran 81". Kedua tangan disibukkan memegang dua buah benda yang mampu memenuhi kenikmatan cirri khas seorang laki-laki. Separuh gelas cairan Dom Perignon ditangan kiri dan sebatang cerutu dengan ujung berwarna merah menyala terbakar ditangan kanan.
Slide itu menampilkan kumpulan foto hasil tangkapan majalah Playboy Amerika edisi ke 74. Edisi khusus Kim Jaejoong. Tubuh Jaejoong yang begitu menggoda tampak polos tanpa busana. Perempuan itu sedang berbaring diatas kasur dalam pose yang menantang. Sehelai kain sprei putih menghalangi bagian privat tubuhnya.
Kim Jaejoong adalah Masterpiece. Ciptaan terbaik kombinasi antara kekuatan tuhan dan manusia.
Bibir hati itu menyunggingkan sebuah seringaian, tatkala seorang pengawal menyampaikan informasi yang ia tunggu sedari tadi melalui intercom*.
Pria tersebut dengan santainya menaruh gelas diatas meja dan meraih remot kecil. Dengan satu sentuhan jarinya diatas tombol merah, tayangan dari LCD transparan memudar, menjadi sebuah satu garis hitam sebelum akhirnya menghilang. Sang presiden meletakkan pangkal cerutu diantara kedua bibirnya, dan menghisap asapnya dalam-dalam sampai ke paru. Asap pekat terhembus melalui bibir indahnya sembari mengeluarkan kata-kata.
"Suruh ia masuk, dan jangan ganggu aku sampai urusanku dengan nona kim selesai".
"Baik Presiden Jung".
"Dan Jika ibu negara mencariku, katakan aku sedang ada rapat rahasia".
"Baik Presiden Jung".
Pengawal bertubuh tinggi dengan sebuah headphone berwarna hitam yang tersangkut ditelinga kanannya, mempersilahkan seorang wanita tinggi berambut pirang kedalam ruangan. Kemudian ia membungkuk sebelum akhirnya menutup kembali pintu dari kayu mahoni. Cerutu yang masih setengah utuh diremas kedalam sebuah asbak. Mematikan api yang membakar daun tembakau kualitas dunia didalamnya. Jung Yunho beranjak dari kursi dan menyelipkan kedua tangan di saku celananya. Kaki Jenjang terlapisi celana buatan desainer Giorgio Armani, melangkah dengan santai.
Wanita cantik yang barusaja memasuki wilayah kekuasaan utama sang Presiden menundukkan tubuhnya dengan hormat.
"Selamat malam Presiden Jung, sebuah kehormatan saya diperkenankan untuk bernyanyi diacara anda".
Yunho berjalan menghampiri Jaejoong kemudian memberikan sebuah salam hangat, sedikit membungkuk dan meraih jemari perempuan itu. Pria tampan itu memberi sebuah kecupan lembut dipunggung tangan yang rajin Jaejoong berikan handcream aroma vanilla setiap harinya. Senyuman dan tatapan menggoda mengembang dibibir seksi perempuan berambut pirang itu.
"Selamat malam nona Kim, penampilanmu sangat mengagumkan, silahkan duduk".
Yunho mempersilahkan Jaejoong untuk duduk disebuah sofa panjang berwarna emas. Jaejoong mulai bertanya, apa yang membuat gedung ini dipenuhi dengan warna emas?. Bahkan pintu ruangan ini pun diberi cat emas. Jaejoong merapikan rambutnya yang sudah rapi itu kesamping, sengaja mempertonjolkan kelebihan leher jenjangnya yang menawan. Mata bulat Jaejoong mengamati punggung bidang Yunho yang menuangkan cairan bening dari sebotol Baccardi kedalam gelas.
Dasar … pria kaya dengan minuman.
Dua buah gelas dijinjing oleh jemari indah Yunho, satu gelas ia berikan kepada Jaejoong dan yang satunya ia teguk sedikit.
"Presiden Jung anda adalah idola saya, saya mewakili seluruh wanita di Korea Selatan sangat berterimakasih pada anda".
Seringaian kecil mengembang ketika Yunho mendengar ucapan diplomatis si cantik Korea Selatan. Bukan hal baru mendengar pujian seperti itu. Bahkan pujian dan cacian adalah makanan sehari-hari sang Presiden. Yunho mengamati senyuman Jaejoong yang begitu menggoda. Tidak seperti perempuan lainnya, Jaejoong menggoda tidak dengan tindakan agresif. Seperti sebuah sihir, perempuan cantik itu menggoda laki-laki tanpa perlu melakukkan hal-hal ekstrim. Hanya dengan sebuah senyuman, Jaejoong mampu membuat puluhan laki-laki berpengaruh untuk bertekuk lutut dihadapannya. Bagi Yunho sudah bukan sebuah rahasia lagi, Kim Jaehoong bagaikan sebuah piala bergilir internasional.
Yunho memangku kaki kanannya keatas kaki kirinya, kedua tangannya melipat di depan tubuhnya mengamati perempuan didepannya dari atas hingga bawah.
"Begitukah? Saya sangat tersanjung mendapat pujian dari nona Kim". Yunho mengamati kedua kelopak mata Jaejoong yang mengedip, bahkan hanya bulu matanya saja sangat indah. "Saya juga sudah lama mengidolakan nona Kim. Bahkan saya mengoleksi semua album nona".
Mata bulat Jaejoong mengedip, alisnya terangkat. "Benarkah itu Presiden Jung?". Jaejoong meneguk cairan bening dalam genggamannya. "Bagaimana menurut anda?".
"Sangat….. sensual". Yunho menyeringai dan menelan cairan bening yang mengalirkan kehangatan ditenggorokkannya.
"aku ingin kau bernyanyi untukku… hanya untukku.. Sendiri".
Jaejoong menyeringai nakal. Perempuan itu menaruh gelas Bacardi diatas meja dan berjalan menghampiri sang Presiden. Jaejoong melangkah perlahan, dengan sengaja ia melenggokkan pinggang seksinya untuk menggoda Yunho. Yunho menatap senyum Jaejoong yang seolah menghipnotis seluruh tubuhnya. Jemari lentik Jaejoong menelusuri lengan Yunho sampai kebahunya yang bidang. Cat kukunya berwarna merah menyala, mengkilap dibawah sinar lampu.
Bibir seksi Jaejoong menempel ditelinga Yunho, "kau tahu apa yang suaraku bisa lakukan terhadap laki-laki kan?". Jari-jari indah Jaejoong kembali menelusuri tubuh Yunho yang terbalut jas Giorgio Armani. "suaraku mampu menggetarkan pria.. dari hati …. Sampai…."
Pandangan penuh nafsu terpancar dari sepasang mata musang, ketika jemari lentik Jaejoong mengelus gundukan didepan celananya.
Yunho menatap Jaejoong. Mengamati bibir seksinya yang dilapisi oleh lipstick merah menyala. Tidak ada jarak yang menghalangi mereka. Bahkan perempuan cantik itu bisa merasakan hembusan nafas Yunho diwajahnya.
"Bagaimana jika kau buktikan sekarang?..". Jaejoong menatap Yunho lekat. Bibirnya yang mengumbar senyuman menggoda perlahan terbuka dan mengeluarkan suara seksinya.
"My pussy tastes like pepsi-cola" .
Yunho menarik tubuh Jaejoong untuk duduk dipangkuannya. Jari-jari tangan yunho menjalar dari pinggang sampai kepunggung indah Jaejoong.
"My Eyes are wide like cherry pies".
Telunjuk Jaejoong menelusuri wajah Yunho. Alis, kelopak mata, hidung, pipi, sampai ke bibir hati. Merekam seluruh detil wajah pria dibawahnya melalui sensor-sensor kulitnya.
" I gots a taste for a man who're older"
Tangan kanan Yunho menelusup kebelakang leher Jaejoong dan menarik wajahnya untuk mendekat. Yunho menyesap leher jenjang Jaejoong memberikan jilatan-jilatan kecil tepat di titik sensitivenya. Jaejoong menengadah.
"it's always been so it's no surprise".
Kecupan dan jilatan Yunho menjalar ke tulang leher hingga permukaan dadanya yang terbuka. Jari Yunho meraih resleting dress di punggung Jaejoong, menariknya hingga ke pangkal. Dua buah bongkahan kenyal yang berayun menyambut kebebasannya.
"Harvey's in the sky with diamonds and it's making me crazy".
Jaejoong mengerang. Bibir hati Yunho mengapit putingnya yang menegang. Tangan perempuan itu beralih meremas rambut Yunho, kuku-kukunya yang di manicure seolah menancap kulit kepala sang Presiden. Menuntutnya untuk menghisap lebih kuat. Tangan Yunho menjalar masuk dibalik dress Jaejoong. mengelus paha mulusnya, terus naik hingga menemukan gundukan yang sudah menegang.
Tersadar akan sesuatu, Jaejoong mendorong tubuh Yunho sedikit menjauh dari tubuhnya. Yunho mengerang kecewa.
"Maaf.. aku.. sebenarnya… aku…. Umm…. Laki-laki.." Yunho menatap Jaejoong bingung. Seketika wajah Jaejoong berubah polos "dan aku belum operasi yang dibawah sana". Jaejoong merutuki diri sendiri. Tidak biasanya ia bertingkah seperti perawan di malam pertamanya.
Yunho hanya tersenyum menanggapi kegugupan Jaejoong. Ternyata dibalik sifatnya yang menggoda ada sisi lain yang ia tidak ketahui dari perempuan berumur 25 tahun itu. "aku sudah tahu, tenang saja, santai saja, lanjutkan nyanyian mu".
Jaejoong tersenyum dan mengangguk kecil. Bibir seksinya mengerang ketika bibir Yunho kembali menghisap puting kirinya. Sementara dibalik dressnya, tangan Yunho telah berhasil melepaskan g-string yang ia kenakan.
"All he wants to do is party with his pretty baby".
Tangan kanan Yunho meremas kejantanan Jaejoong mengocoknya perlahan. Jaejoong mengerang, menggesek-gesekan bongkahan pantatnya di gundukan celana Yunho. Keduanya terhanyut kedalam sensasi kenikmatan tiada tara.
Yunho menjauhkan tubuhJaejoong sedikit dari tubuhnya. Ia berusaha membuka ikat pinggang dan resleting celananya . Melepas, membebaskan kejantanan Yunho yang sudah mengeras.
"Come on baby let's ride we can escape to the great sunshine".
Jaejoong mengalungkan kedua tangannya di leher Yunho. Bibirnya menyambar bibir hati pria didepannya, menghisapnya penuh nafsu. Sementara itu, Yunho memasukkan jarinya kedalam lubang kenikmatan Jaejoong. mempersiapkan lubang itu sebelum dimasuki oleh penis Yunho yang jauh lebih besar. Tusukan-tusukan jari Yunho yang panjang dan berurat memanjakan sensor-sensor dalam lubang kenikmatannya.
Jaejoong membutuhkan friksi yang lebih, penisnya juga butuh perhatian. Ia menggesek-gesekkan kejantanannya dengan kejantanan Yunho. Penis Yunho yang berurat memberikan sensasi yang membuatnya lupa siapa namanya. Perempuan itu menegang saat jari-jari Yunho menekan titik prostatnya. Lubangnya semakin licin, terlapisi lendir. Yunho menusuk jemarinya semakin dalam hingga Jaejoong merasakan sebuah benda asing ikut melesak masuk.
Sebuah cincin.
Jaejoong melepas ciumannya dibibir Yunho.
"I know your wife, she wouldn't mind".
Jaejoong memegang penis Yunho, memposisikan batangan keras seperti besi persis didepan lubangnya. Jaejoong menurunkan tubuhnya. Sedikit terisak ketika kejantanan Yunho melesak kedalam tubuhnya. "ahhhhh".
"We made it out to the other side… we made it out to the other side".
.
.
Tell me I'm your National Anthem
Ooh, yeah, baby, bow down
Making me so wild now
Tell me I'm your National Anthem
Sugar, sugar, how now
Take your body down town
Red, white, blue is in the sky
Summer's in the air and
Baby, heaven's in your eyes
I'm your National Anthem
.
.
Seorang wanita cantik menatap pantulan dirinya dicermin. Tangan kanannya menggenggam sebuah sisir, menyisiri rambutnya yang ikal. Sebuah cahaya berkilauan terpantul di cermin dari jari manis menyita perhatiannya. Perempuan itu menaruh sisirnya dimeja rias kemudian menatap cincin berlian yang melingkar dengan nyaman. Ia memainkan cincin yang menjadi symbol pengikat hubungannya dengan seseorang yang membuat ia rela menyerahkan segala miliknya.
'Mau kah kau menikah dengan ku nona go?'
Zurich, musim semi 2008. Disaat seluruh bunga bermekaran memenuhi pekarangan kebun Oxford. Zurich hampir sama sekali tidak punya kebun yang bisa memekarkan bunga-bunga musim semi. Seluruh kota dikelilingi oleh gedung-gedung bertingkat. Sebuah Icon metropolis.
Entah kenapa kedua pasangan yang tengah dimabuk cinta memutuskan kabur dari mata kuliah ekonomi politik di Oxford dan langsung terbang ke Zurich. Bahkan keduanya tidak mengerti kenapa harus Zurich yang mereka pilih saat mereka berpegangan tangan di Kiddlington Airport. Zurich sama sekali bukan kota yang menawan. Villa Portofino di Belgium, Paris di Perancis, Kaukenhof di Belanda bahkan lebih memesona dan jauh lebih dekat dengan Oxford dibandingkan Zurich. Segalanya terjadi begitu saja.
Bukan ide yang sepenuhnya buruk berkencan di Zurich. Siapa sangka hari anniversary mereka bersamaan dengan festival Sechseläuten ?. Semua orang berpakaian ala Scottish abad pertengahan. Berparade keseluruh penjuru kota. mencoba berbagai coklat dan makanan pinggir jalan. Dan membiarkan seluruh orang Swiss menyaksikan keduanya mengikat cinta. Dengan menyatukan bibir mereka, serta ucapan-ucapan I Love You dalam 4 bahasa resmi Swiss.
Go Ara tercengang, kedua tangan menutup mulut mulutnya yang menganga karena keterkejutan bukan main. Dihadapannya Jung Yunho, kekasihnya selama 2 tahun bertekuk lutut. Menyodorkan sebuah cincin platina bermahkotakan berlian yang bersinar. Didalam sebuah kotak cincin berbentuk bola pokemon. Dirinya memang sangat menyukai pokemon, sebuah obsesi yang aneh untuk perempuan seumurnya.
Tanpa banyak bicara, karena tindakan Yunho membuatnya sama sekali tidak bisa mengeluarkan sedikitpun kata-kata . Go Ara mengangguk sangat cepat. Seolah tidak ingin membuat kesempatan ini terlepas dari genggamannya. Air mata bahagia berurai dengan bebas. Go Ara memeluk calon suaminya, calon pendamping hidup. Selamanya.
Perempuan yang dijuluki ibu Negara melihat jam dinding dikamarnya. Jam dinding yang terbuat dari kayu jati menunjukan waktu pukul 1 lewat tengah malam. Demi tuhan, hari ini hari ulang tahun suaminya. Tidak bisakah suaminya itu rehat sebentar dari pekerjaan presiden dan menjadi Yunho seutuhnya? .
Go Ara beranjak dari kursi meja riasnya. Gaun malam berwarna putih sangat panjang menjuntai, terseret setiap langkahnya. Perempuan itu melangkah keluar dari kamar pribadinya bersama Yunho. Ia berjalan kearah ruang kerja sang suami. Sandal santai melindungi telapak kaki indahnya dari dinginnya lantai parket.
"Ibu Negara, anda hendak kemana?" seorang pengawal yang berjaga didepan pintu ruang kerja Yunho menghadangnya. Hal seperti ini sudah biasa terjadi jika suaminya sedang melakukan sebuah pertemuan penting.
"Tentu saja suami ku!, kau tidak lihat ini sudah jam berapa? Aku tidak mau melihat suamiku terlalu menyibukkan dirinya dengan urusan negara".
"Tapi mohon maaf Ibu Negara, Presiden Jung sedang mengadakan rapat rahasia, beliau tidak ingin diganggu sampai rapatnya selesai".
Go Ara menghela nafas. Salahkah jika sekali ini saja ia ingin egois. Demi kepentingannya, demi kepentingan pribadi suaminya, demi pernikahannya.
"Baiklah… jika dia sudah selesai tolong bilang padanya, aku menunggunya dikamar".
"Baik Ibu Negara".
Wanita itu berbalik… ia tidak henti-hentinya menghela nafas.
Bahkan dihari ulang tahunmu Yunho-yah?.
.
.
Ruangan yang seharusnya menjadi ruang kerja untuk menjalankan sebuah Negara, kini sangat pekat dengan aroma sex. Desahan, sengalan nafas, dan erangan menggema diseluruh ruangan. Dua insan terkulai lemas diatas sofa panjang. Seorang perempuan hampir setengah telanjang dengan dress berwarna merah tergulung dipinggangnya. Diatasnya, seorang laki-laki bertelanjang dada menenggelamkan wajahnya di leher si cantik. Menghirup aroma surga yang memabukkan.
Pria itu beranjak dan menarik celana yang masih berada dilututnya. Perempuan berambut pirang itu pun mulai merapihkan dirinya kembali.
"Setelah ini kau akan diantar oleh supir pribadiku". Yunho menatap perempuan yang tengah membetulkan dressnya. Perempuan itu berdiri kemudian menghampiri Yunho meminta lelaki tersebut untuk menaikan seleting dressnya. "Bagaimana dengan tawaranku untuk menjadi penyanyi pribadiku? Hmm?".
Jaejoong berbalik, perempuan itu membantu Yunho mengikat kembali dasinya. "Bernyanyi seperti tadi? Tentu saja aku mau. Sebuah kehormatan bisa menjadi penyanyi pribadi Presiden". Jaejoong sedikit berjinjit untuk menyamakan tingginya dengan sang Presiden. Bibirnya menyambar bibir hati Yunho, menghisapnya kuat. Tangan Yunho meremas bongkahan pantat Jaejoong, memukulnya.
"Aww!".
"Baiklah.. nanti kita akan bertemu lagi, senang berkenalan dengan mu nona Kim".
"Sengan berkenalan denganmu Presiden Jung". Keduanya saling membungkuk memberikan hormat.
Jaejoong beranjak meninggalkan ruangan sang Presiden, dan diantar oleh seorang pengawal. Yunho menatap kepergian Jaejoong dengan senyuman. Tangannya memencet sebuah tombol Speed Dial di handphone pribadinya.
"Antarkan nona Kim ke rumah yang telah kusiapkan".
.
.
Jaejoong tersenyum memandangi pesan yang baru saja masuk diponselnya.
ini nomorku, tolong kau simpan.
Mulai sekarang berhenti memanggilku Presiden Jung.
Panggil aku Oppa!
JY.
"Nona Kim, kita sudah sampai". Suara ahjusshi supir pribadi presiden mengalihkan perhatian Jaejoong. ia mengamati pemandangan diluar jendela mobil. Tempat ini sama sekali bukan apartemen tempat ia tinggal.
"Ahjusshi… sepertinya ahjusshi salah alamat, ini bukan apartemen saya".
"Saya tidak salah alamat nona Kim, Presiden Jung memerintahkan saya untuk mengantar anda kesini". Jaejoong memutuskan turun dari mobil.
Jaejoong membelalakkan matanya, tempat ini adalah sebuah rumah Real estate termahal di Seoul. Bahkan gedung ini tidak pantas disebut rumah. Ini adalah sebuah mansion. Handphone digenggamannya berbunyi.
Semoga kau suka dengan rumah barumu
JY.
Senyum mengembang dibibirnya. Hadiah yang baru saja ditermanya tentusaja membuat Jaejoong bahagia. Dari mana Jung Yunho tahu bentuk rumah idamannya?. Presiden Jung memang yang terbaik.
Money is the reason
We exist
Everybody knows it, it's a fact
Kiss, kiss
.
.
.
TBC
A/N . sorry endingnya aga sedikit off.. FGS INI JAM 3 MALEM HIKS.
haha yes you got it right! Jaejoong is a shemale. sebenernya aga ragu juga mau bikin Jaejoong jadi shemale. tapi karna ini settingannya AU! tapi dalam Universe ini, meaning LGBT itu di larang jadi ga bisa bikim jaejoongnya laki beneran. karena itu jaejoong harus transgender. tapi untuk shemale aku butuh pendapat kalian. apakah jaejoong dibikin shemale atau crossdressing aja? kalo emang shemale aga ngeganggu bakalan diubah konsepnya.
please review and leave your thought about this chapter.
oiya lagu yang dinyanyiin jaejoong itu Cola (pussy) oleh lana del rey wkwkwk
good night guys! bye!
