Saya bukan pemilik Naruto atau One Piece!
Heart Of Sword – Pesona!
Twich
Alis pirang milik seorang gadis remaja tampak berkedut, mata ungunya sekilas terlihat berbinar, sedangkan wajah cantiknya menampakkan kekesalan. "Kemana perginya Pria Ubanan itu?" Gumamnya sambil menahan amarah yang mulai meluap.
Gadis itu berparas cantik, kulit putihnya terekspos karena mengenakan gaun hijau yang terbuka layaknya kebanyakan pakaian Prajurit Kuja. Rambut pirangnya yang tergerai hingga pinggul sesekali melambai kerena tiupan semilirnya angin, menampakkan tulisan kanji '森林' [Forest] pada mantel putih yang menutupi punggungnya. Gadis remaja itu memiliki tinggi 160 cm diusianya yang memasuki pertengahan tahun ke-14, dengan ukuran tubuh terbilang proposianal B87-W 56-H 87. Tidak lupa sebuah pedang cantik berwarna putih terselip di ikat pinggang pada pinggul rampingnya, begitu juga ular berwarna kuning yang melilit di tubuhnya.
Gadis itu bernama Namikaze Kusano, atau dunia kini lebih mengenalnya sebagai Queen Of The Forest merupakan putri satu-satunya Hokage Keempat yang telah melarikan diri dari Desa Konoha dengan niatan untuk mencari kakak laki-lakinya.
Semua berawal dua tahun lalu, saat Kusano menginjak usia ke-12. Gadis kecil itu dipenuhi rasa frustasi karena memikirkan Ujian Kelulusan Ninja, tapi saat kembali ke rumahnya ia justru disambut oleh pertengkaran mulut kedua orangtuanya.
~ Dua tahun lalu ~
Gadis cilik berambut pirang melangkahkan kakinya sambil menundukkan kepala, tubuhnya terasa lemas dan tidak bersemangat menuju kediaman keluarganya. Dia lagi-lagi mendapatkan peringatan dari guru di Sekolah Ninja terhadap nilainya yang begitu minim, sehingga memungkin dirinya tidak lulus untuk ketiga kalinya pada ujian kelulusan sekolah.
Meskipun dirinya merupakan anak dari Hokage Keempat yang dikenal dengan kejeniusannya, ia justru dikenal sebagai 'Dead Last' di sekolahnya. Dia merasa muak terhadap kehidupannya karena selalu dibandingkan dengan kesuksesan yang dicapai ayahnya selama ini. Belum lagi saudara kembarnya juga dikenal sebagai anak jenius, bahkan menjadi murid terbaik di sekolah layaknya ayahnya. Saudaranya kini telah menjadi Genin, sedangkan dirinya masih harus bersekolah.
Gadis bernama Namikaze Kusano itu merasa tidak tahan dengan semua bisikan yang didengarnya setiap kali melakukan perjalanan dari rumah ke sekolah maupun sebaliknya. Dia begitu giat belajar dan berlatih, mungkin melebihi saudara kembarnya tapi semua usaha seperti tidak membuahkan hasil.
Kontrol chakra-nya baik, tapi masih jauh bila dibanding dengan saudaranya.
Taijutsu-nya terbilang cukup baik setelah berlatih begitu giat setiap hari, tapi tetap tidak sebanding dengan saudara kembarnya.
Tes tertulisnya hampir tidak lulus, sedangkan milik saudara kembarnya mendapat nilai terbaik.
Ninjutsu-nya buruk, sampai sekarang dirinya tetap belum bisa membuat duplikat dirinya. Apa lagi kalau soal Genjutsu dan Iryō ninjutsu, dia lah yang terburuk.
Dari semua teknik ninja, yang bisa ia banggakan hanya Fuuinjutsu dan Kenjutsu. Dia lebih menyerupai ibunya, hanya pandai di bidang Fuuinjutsu dan Kenjutsu. Tapi semua itu sepertinya masih belum cukup untuk merubah pandangan orang terhadap dirinya, menjadi anak Hokage yang gagal dibandingkan saudaranya.
Belum lagi ayahnya yang seorang Hokage semakin sibuk semenjak terjadinya pembantaian misterius Klan Uchiha, dan hanya menyisakan tiga orang saja, Uchiha Mikoto, Uchiha Itachi, serta Uchiha Sasuke. Ibunya juga sibuk karena kembali aktif menjadi ninja, menjalankan berbagai misi hanya untuk menjauhi ayahnya karena tidak diizinkan pergi untuk mencari saudara tertuanya. Sedangkan saudara kembarnya semakin jarang bermain dengannya ataupun berlatih bersama karena sekarang memiliki tim sendiri.
Kerja kerasnya tidak diakui banyak orang, keluarganya kini semakin renggang, dan semua ini berawal sejak adanya informasi akurat mengenai keberadaan kakak tertuanya, Namikaze Naruto.
Saat ini Kusano ingin sekali bertemu dengan saudara tertuanya yang hilang. Berharap mendapatkan pengakuan, setidaknya satu orang di dalam keluarganya mau mengakui kerja kerasnya. Jika hal itu tidak terjadi, ia akan merubah rencananya dengan memaksa kakaknya untuk kembali ke Desa Konoha. Mungkin dengan begitu kehangatan keluarga dan kehidupan bahagianya akan kembali seperti dulu.
"Aku pu..."
"Izinkan aku pergi mencarinya Minato!" Kusano menghentikan perkataannya karena mendengar suara ibunya menggunakan nada tinggi. Dia tahu bahwa kedua orangtuanya kembali beradu mulut untuk yang kesekian kalinya. Saat dirinya hendak meninggalkan tempatnya, langkahnya terhenti setelah mendengar argumen yang berbeda dari biasanya sehingga memutuskan untuk mendengarkan lebih lanjut.
"Tidak Kushina, kau tidak boleh pergi! Aku tau kau ingin membawa pulang Naruto secepatnya, karena aku juga menginginkan hal yang sama. Tapi cobalah mengerti keadaan kita sekarang! Apa kau akan meninggalkan Kusano dan Shiina? Mereka masih kecil dan membutuhkan ibunya. Belum lagi masalah yang Jiraiya-sensei katakan, kelompok Akatsuki yang ingin menangkap para Jinchuriki dan mengekstrak biju-nya." Protes Minato.
"Tapi Naruto membutuhkan bantuan kita, Minato! Menurut surat yang disampaikan Mifune-dono, Naruto telah memanggil katananya. Sebelumnya Naruto meninggalkan katananya sebagai pesan bahwa dia bisa menyelesaikan masalahnya seorang diri, tapi sekarang setelah beberapa tahun dia memanggilnya. Dia membutuhkan kita Minato!" Jelas Kushina panjang lebar dengan harapan suaminya mau menyetujui keinginannya.
"Aku tau. Tapi yang membutuhkan kita bukan hanya Naruto, Shiina dan Kusano juga membutuhkan kita."
"Kita bisa membawa anak-anak, bahkan bisa mengajari mereka sambil mencari keberadaan Naruto. Aku ingin sekali bertemu dengannya Minato..." Kushina kini mulai menitikan air mata. Dia adalah seorang ibu, kenapa suaminya harus melarangnya bertemu dengan anaknya? Mengapa Minato tidak bisa memahami keinginannya? Dia hanya ingin membawa pulang anaknya sehingga bisa berkumpul kembali bersama keluarga.
"Aku tidak bisa melakukan itu, desa masih membutuhkanku Kushina. Tapi sebagai gantinya..."
"Jadi kau lebih mementingkan desa dari pada anakmu sendiri, Minato?"
"Kushina..."
"Dulu juga seperti itu, kau mengabaikan Naruto yang hilang dan memilih..."
PLAK
Kusano yang sedari tadi menguping pertengkaran kedua orangtuanya melebarkan mata, ini kali pertama dirinya melihat ayahnya menampar ibunya dalam pertengakaran. Tanpa sadar, buliran bening jatuh membasahi wajah cantik bocah cilik itu. Dia sudah tidak tahan melihat kedua orang tuanya seperti itu, ia ingin sekali memperbaiki semuanya. "Tapi apa yang bisa dilakukan gadis kecil seperti diriku?"
"Hokage-sama!" Lamunan Kusano terhenti begitu mendengar suara asing memasuki ruang tamu tempat kedua orangtuanya bertengkar sebelumnya.
"Ada apa, Neko?"
"Mitarashi Anko baru saja melaporkan bahwa Uchiha Sasuke pergi menggalkan Desa Kohoha. Informasi awal dilaporkan dari Genin Haruno Sakura, sebagai saksi mata." Tutur anggota ANBU dengan topeng kucing.
"Apa kalian sudah memverifikasi informasi itu?"
"Ya."
"Tolong panggil Chunin Nara Shikamaru dan Chunin Aburame Shino untuk segera menemuiku di Kantor Hokage."
"Baik."
"Pergi!"
Setelah mendengar semuanya, Kusano segera pergi dan menuju jendela kamarnya. Dia tidak ingin masuk ke rumah melalui ruang tamu, dan dicurigai mendengar semua pembicaraan. Pertanyaannya sebelumnya kini terjawab, ia bisa menggunakan kepanikan tentang kepergian Uchiha Sasuke untuk meninggalkan desa. Dia memutuskan untuk mencari kakaknya, karena keluarganya yang lain tidak bisa.
Ibunya tidak bisa pergi karena dibutuhkan Shiina dan statusnya sebagai Jinci.. atau apalah itu.
Shiina tidak bisa diharapkan karena dia sekarang telah menjadi ninja dan tidak dapat melakukan pencarian yang terkategori sebagai misi tingkat tinggi sedangkan saudara kembarnya itu masih Genin.
Sedangkan ayahnya merupakan Hokage, diperlukan oleh Desa. Menurut ibunya, ayahnya lebih mementingkan Desa Konoha sehingga sama sekali tidak ada harapan untuk mencari saudara tertuanya, Namikaze Naruto.
Setelah membulatkan niatnya, Kusano segera mengemasi semua keperluannya. "Aku akan membawa pulang kakak apapun yang terjadi, dan mengembalikan kebahagiaan keluarga ini, karena itu Jalan Ninjaku!" Batin gadis cilik itu penuh semangat.
~ Dua bulan kemudian ~
Sesuai rencananya, Kusano berhasil meninggalkan Desa Konoha dengan memanfaatkan berita kepergian Uchiha Sasuke. Kini ia berada di Desa Nadeshiko, dan siap berlayar mengarungi lautan meninggalkan Negeri Elemental.
Menurut pertengkaran mulut kedua orangtuanya sebelumnya, kakaknya berada di luar Kontingen Elemental. Sehingga mengantarkan pada keputusannya mendekati Desa Kiri agar mempermudah pencarian kapal untuk meninggalkan Elemental. Tapi setelah satu minggu berada Desa Nadeshiko, usahanya masih belum membuahkan hasil. Tidak ada satupun pelayar yang bersedia membawanya keluar meninggalkan Elemental karena begitu bahayanya lautan diperbatasan. Belum lagi uang tabungan yang dimilikinya semakin berkurang, perjalananya memerlukan banyak pengeluaran sementara tidak ada pemasukan.
Hingga pada akhirnya Kusano memutuskan menggunakan seperempat uang simpanannya membeli kapal berukuran sedang untuk berlayar sendiri, ia tidak membutuhkan kru karena ketika diperjalanan selama ini dirinya berhasil mempelajari 'Kage Bunshin' dari gulungan yang sempat diambilnya dari perpustakaan keluarga saat berkemas. Kusano sadar bahwa dirinya masih lemah dan perlu lebih kuat agar bisa membawa pulang kakaknya, itulah sebabnya ia membawa beberapa gulungan jurus maupun teknik penyegelan dari perpustakaan keluarga.
Sruuup
"Hem... ramen ini enak, meskipun tidak sebanding dengan Ichiraku!" Gumam Kusano setelah menghabiskan lima mangkok ramen berukuran jumbo.
"Ho... benarkah, Ojou-chan?" Tukas seorang pria berambut perak yang kini duduk di sebelah Kusano.
Kusano membulatkan matanya melihat siapa yang duduk di sampingnya, wajahnya kini tampak pucat. Putri satu-satunya Hokage Keempat itu sangat mengenal siapa pria di sampingnya. "Ka-kau... apa yang kau lakukan di sini, Kakashi-nii?"
"Hem? Membaca novel?" Tukas Kakashi dengan santai.
"JANGAN BERCANDA!" Bentak Kusano yang kini telah berdiri.
"Maa... maa... kau selalu saja begitu bersemangat Ku-chan." Kakashi tersenyum meskipun hanya menunjukkan mata kanannya yang menyipit karena sebagian besar wajahnya terbungkus oleh masker hitam.
Urat tebal muncul di pelipis Kusano, bahkan alis pirangnya terlihat berkedut. "Lebih baik kau pulang, Kakashi-nii!"
"Maa... kau tidak sopan sekali, Ku-chan. Apa yang akan dikatakan Kushina-san saat melihat anak gadisnya bertindak seperti ini?" Tukas Kakashi dengan nada penuh kebosanan, sedangkan tangan kananya ia gunakan untuk membuka lembaran selanjutnya halaman novel yang dibacanya.
"Tch..." Kusano berdecih sambil duduk kembali dikursi pelanggan kedai ramen, tapi jika dicermati beberapa butir keringat dingin terlihat di pelipisnya. "Minumlah, aku traktir." Gadis cilik berambut pirang tadi menyodorkan Kakashi segelas teh hangat.
"Hem..." Sesaat Kakashi melirik Kusano penuh curiga, lantas mengembalikan perhatiaannya ke buku yang dibacanya sedari tadi. "Terimakasih."
Keduanya melanjutkan pembicaraan seperti biasanya saat berinteraksi ketika masih di Desa Konoha. Sesekali Kakashi juga meminum teh traktiran Kusano tanpa memberi kesempatan gadis kecil di sampingnya untuk melihat keseluruhan wajahnya. Tapi pembicaraan keduanya terhenti saat Kakashi terjatuh dari kursinya tidak sadarkan diri. Kusano memberi obat tidur dengan dosis tinggi pada teh yang ia suguhkan pada Kakashi.
Setelah itu Kusano membawa Kakashi ke kapal miliknya, dan segera melakukan pelayaran. Dia tidak ingin lagi adanya ninja utusan ayahnya menemukan tempat keberadaannya sebelum berhasil membawa pulang kakaknya. Dia juga tidak lupa menggunakan fuuinjutsu untuk menyegel chakra Kakashi, serta mengaplikasikan segel gravitasi buatannya agar menghentikan mobilitas murid ayahnya itu sehingga menghilangkan kemungkinan dirinya dipaksa pulang oleh Kakashi.
Sedangkan Kakashi hanya bisa mengecam kesialannya meremehkan anak gadis Uzumaki Kushina. Pada akhirnya, ia hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi pada dirinya. Dia tidak bisa pulang karena chakranya tersegel, sehingga tidak memungkinkan berjalan diatas air. Belum lagi tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan begitu Kusano mengaktifkan segel gravitasi pada tubuhnya. Dia terpaksa memenuhi keinginan Kusano, demi menjaga kesehatan dan harga dirinya setelah ditipu oleh gadis iblis kecil ciptaan Uzumaki Kushina.
Pelayarannya berjalan lancar. Hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Tapi perjalanan mulus mereka berubah saat sampai di lautan perbatasan, badai nyaris menyapu habis kapal, kabut hitam menyelimuti perjalanan, bahkan petir menantang keteguhan niatan.
Sampai pada akhirnya kapal yang dinaiki keduanya hancur oleh serangan moster laut, dan memisahkan mereka.
Kusano tidak begitu tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu, karena kejadiannya begitu cepat. Tapi sebelum kesadaran meninggalkan tubuhnya, ia bisa melihat monster bermata merah berukuran besar.
Saat Kusano tersadar, ia sudah berada dalam perawatan bajak laut wanita dibawah kepemimpinan Boa Hancock. Dan menurut mereka dirinya ditemukan seorang diri, sehingga memperkuat dugaannya kalau ia terpisah dengan Kakashi.
~ Sekarang ~
"Kusano-sama?"
"Huh?" Kusano tersadar dari lamunanya ketika mendengar salah satu krunya menepuk pundaknya sambil memanggil namanya. "Ada apa Marguerite?"
Marguerite merupakan salah satu kru bajak laut milik Kusano. Gadis berambut pirang sebahu itu berasal dari Pulau Amazon Lily, ia juga termasuk Prajurit Kuja sebelum bergabung menjadi bajak laut di bawah kepemimpinan Kusano. Marguerite memiliki mata coklat, dan berkulit tan. Dia mengenakan bikini bercorak menyerupai kulit binatang berwarna coklat dan hitam sehingga memperlihatkan sebagian besar kulit tubuhnya, serta mantel putih menyerupai mantel yang biasa dikenakan marinir menutupi pinggungnya. Tida lupa seekor ular berwarna hijau terlilit di tubuhnya seperti layaknya kebanyakan Prajurit Kuja.
"Ah, aku sudah menemukan Pria Mesum Ubanan itu, Kusano-sama." Jawab Marguerite.
"Oh, kalau begitu cepat antarkan aku menemunya." Kusano mengulas senyum termanisnya, sehingga membuat Marguerite mengeluarkan semburat merah di kedua sisi pipinya.
Setelah diselamatkan Bajak Laut Kuja, Kusano dibawa ke Pulau Amazon Lily. Dirinya mungkin sudah mati jika tidak diselamatkan bajak laut itu, tapi setelah dirinya pulih ia justru dilarang meninggalkan pulau oleh Boa Hancock. Empress Amazon Lily tersebut tidak mengizinkan dirinya untuk mencari ataupun menemui seorang laki-laki, meskipun itu adalah kakak kandungnya.
Akibat hal itu, Kusano sempat berdebat dengan Empress Amazon Lily. Hingga akhirnya ia ditantang oleh Hancock. Dia diizinkan meninggalkan pulau untuk mencari kakaknya jika bisa mengalahkan Boa Sandersonia dan Boa Marigold dalam pertarungan. Dia masih ingat perkataan Hancock saat berusaha menolak tantangan itu karena tahu dirinya masih lemah, sehingga tidak memungkinkan dirinya bisa mengalahkan kedua saudara Empress Amazon Lily.
Hancock mengatakan : "Kau memang perempuan, tapi kalau lemah berarti kau tidak cantik, dan perempuan tidak cantik dilarang menentukan sesuatu."
Tentu saja pada akhirnya Kusano kalah telak saat bertarung melawan Boa Sandersonia dan Boa Marigold, bahkan dirinya hampir saja mati karena tidak ingin menyerah selama pertarungan meskipun tubuhnya sudah babak belur. Namun berdasarkan tantangan Hancock, selama ia bisa mengalahkan kedua saudara Empress Amazon Lily itu tanpa di tentukan berapa kali harus melawan keduanya dirinya diizinkan meninggalkan pulau untuk mencari kakaknya. Sehingga sejak saat itu Kusano berlatih keras setiap hari sampai tubuhnya tidak mampu lagi bergerak demi mencapai tujuannya.
Awalnya Kusano kembali menantang kedua saudara Hancock setiap hari. Tetapi setelah melihat tidak ada perubahan, ia memutuskan menantang bertarung seminggu sekali setelah hari-hari yang dilaluinya digunakan untuk berlatih. Hingga pada akhirnya, hal itu menjadi ajang taruhan terbesar bagi para perempuan di Pulau Amazon Lily. Memerlukan waktu selama 20 bulan bagi putri Hokage Keempat itu agar bisa mengalahkan kedua saudara Empress Amazon Lily.
"Hehehe..." Seorang pria berambut perak tengah menikmati kebebasannya, ia terkikik sambil membaca sebuah nover berkover oranye. Separuh wajah pria itu terbungkus oleh masker hitam, begitu juga mata kirinya. Tubuh kekarnya yang terbalut oleh setelan jas resmi berwarna hitam ia baringkan di salah satu bangku Taman Bermain Sabaody Archipelago. Matanya tertuju pada buku di tangannya, sambil sesekali melirik para gadis cantik yang berlalu lalang menikmati mainan di Taman Bermain.
Pria itu adalah Hatake Kakashi, atau lebih dikenal sebagai Sharingan no Kakashi saat dirinya masih tinggal di Desa Konoha. Namun saat ini ia hanya seorang pria bernama Kakashi yang tengah menikmati kebebasannya setelah tragedi dua tahun lalu. Berawal dari larinya gadis iblis, putri milik gurunya yang pergi meninggalkan desa untuk mencari sang kakak. Dia diutus oleh Hokage Keempat untuk membawa kembali gadis itu, tapi justru tertimpa bencana yang tidak kunjung habis. Mulai dirinya yang ditipu oleh gadis iblis itu sehingga membuat chakranya tersegel, berlayar melewati buruknya lautan perbatasan Kontingen Elemental, bahkan sampai terdampar di pulau para banci, Kerajaan Kamabakka. Hidupnya sebagai pengikut Pria Paling Mesum Jiraiya harus hancur seiring waktu berlalu.
Namun setelah 18 bulan hidup dalam penyiksaan, Kakashi akhirnya bisa menikmati hidupnya kembali. Meskipun tidak normal seperti kehidupannya yang dulu, karena ia kini harus kembali dalam genggaman gadis iblis penyebab hancurnya kehidupan tenangnya. Kakashi kembali bertemu dengan putri gurunya itu tidak lama setelah keberhasilannya melarikan diri dari Kerajaan Kamabakka. Keduanya tidak sengaja berpapasan saat berada di Pulau Whale, salah satu pulau tropis di Grandline.
Kakashi dipaksa ikut berlayar bersama kru bajak laut milik Kusano menuju Sabaody Archipelago untuk memastikan informasi tentang keberadaan putra pertama gurunya di pulau tersebut. Sebenarnya Kakashi tidak ingin lagi berurusan dengan gadis pembawa bencana itu, tapi hatinya tidak tega membiarkan putri gurunya berlayar mengarungi lautan sekeras Grandline hanya dengan beberapa krunya. Dia juga tidak bisa melepaskan kesempatan untuk berlayar bersama beberapa gadis cantik bawahan Kusano.
"Hehehe..." Tawa lirih penuh kemesuman kini keluar dari mulut Kakashi saat membaca bagian utama buku yang berada di tangannya. Tetapi sesaat kemudian ia harus menghentikan aktivitasnya karena merasakan keganjilan, instingnya berteriak bahwa bahaya mendekatinya. Matanya melebar saat melihat siapa yang berdiri di belakangnya.
"Ka-ka-shi..." Suara penuh amarah keluar dari mulut seorang gadis remaja berambut pirang di belakang Kakashi.
"Kyaaa..." Teriakan ketakutan keluar dari mulut Kakashi. Hal itu sebelumnya belum pernah terjadi, entah apa yang dijalani Kakashi selama berada di Kerajaan Kamabakka sehingga mengalami perubahan drastis seperti saat ini.
Bug Bug
BOMMMM
Kakashi terlempar jauh menghantam beberapa bangunan tidak jauh dari bangku tempatnya berbaring sebelumnya.
"Huh... beraninya Pria Ubanan itu mengeluarkan tawa mesum di dekatku." Tukas gadis yang baru saja menghajar Kakashi.
Kusano benci dengan pria mesum, terlebih lagi setelah mendengar cerita tentang tindakan kebanyakan kaum laki-laki dari kakak perempuan angkatnya, Boa Hancock. Dia hanya bisa berharap kalau kakaknya tidaklah seperti kebanyakan laki-laki pada umunya, terlebih lagi seperti Kakashi yang begitu mesum. Tapi ia sudah memiliki banyak rencana untuk melatih kakaknya menjadi laki-laki yang baik andai saja setelah bertemu sifatnya tidak sesuai dengan harapannya. Yah, dia sudah menulis semua rencananya. Sudah tercatat hampir 100 halaman, dan masih banyak lagi yang belum ia tuangkan dalam tulisan. Dia harus berusaha keras mencari cara agar kakaknya menjadi laki-laki yang baik dan bisa diandalkan maupun dibanggakan. Jika ia bisa membuat dunia mengakui dirinya sebagai 'Queen Of The Forest', maka ia yakin bisa membuat kakaknya menjadi Raja Milikny... ehm, Raja yang bijaksana dan berwibawa.
"Ehm..." Sejenak wajah Kusano nampak merah merona, lantas kembali normal setelah perhatiannya tertuju pada Kakashi.
Setelah puas menghajar Kakashi, Kusano menyeret tubuh babak belur Pria Ubanan itu ke tempat bersandarnya kapal miliknya. Dia sudah mendapatkan informasi yang diinginkan, bahwa kakaknya pernah mengunjungi Sabaody Archipelago satu setengah tahun yang lalu. Menurut informasi yang ia dapat, kakaknya itu sempat menghancurkan sebuah 'Human Auctioning House' dan membebaskan semua budak yang hendak dijual saat itu. Dia masih belum mengetahui alasan mengapa kakaknya melakukan hal itu, tapi itu bukanlah hal yang mengejutkan setelah mendengar tindakannya terhadap Teryuubito dua tahun silam.
"Kau sekarang di mana ya? Aku ingin sekali bertemu denganmu." Gumam pelan Kusano. Dia lantas menggelengkan kepalanya dan mulai melanjutkan kembali langkah kakinya menuju tempat bersandarnya kapal miliknya.
"Achooo..." Seorang pemuda berambut pirang tiba-tiba saja bersin. Padahal ia merasa tubuhnya sehat-sehat saja dan tidak merasakan adanya tanda terkena flu. "Hem... mungkin gadis cantik sedang membicarakan diriku." Gumamnya sambil kembali mengamati Poneglyph yang berada di bawah Lonceng Emas menggunakan Mata Merah-nya dari atas pepohonan.
"Oh, pemuda itu bernama Monkey D. Luffy." Perkataan yang keluar dari mulut seorang wanita berambut hitam itu berhasil menarik perhatian Naruto.
"D.? Hahaha... Inisial yang cocok berada di tengah nama seorang pria seperti dia." Tukas pria tua yang dikenal Naruto bernama Gan Fall.
"Hem... Sepertinya aku pernah melihat wajah gadis itu." Pikir Naruto setelah memperhatikan gadis yang tengah berbicara dengan Gan Fall. "Monkey D. Luffy. Siapa yang menyangka kalau aku akan bertemu keluarga di tempat seperti ini. Hem... apa kaitannya pria bernama Luffy ini dengan Garp maupun Dragon?"
"Naruto-sama." Naruto tersadar dari lamunannya saat seseorang memanggil namanya.
Naruto memandang seseorang yang mengenakan kimono merah muda [pink] bercorak pusaran berwarna merah dan berlengan pendek. Orang itu juga mengenakan dalaman berupa kaos berkerah tinggi warna putih. Lengannya yang tidak tertutupi menunjukkan kulit putihnya, sedangkan rambut hitam panjangnya tergerai hingga pinggul. Wajah orang tersebut tertutupi oleh topeng putih yang memiliki corak acak berwarna merah. Tidak lupa kaos kaki putih membungkus kakinya yang mengenakan sandal Zouri.
"Jadi, apa kau menemukan sesuatu yang menarik?"
"Ya."
"Kalau begitu tunjukkan jalannya, Haku!"
~ Berakhir ~
AN : Rookie 11 lulus bersamaan dengan Tim 9, satu tahun lebih awal dari pada Shiina meskipun masuk sekolahnya bersamaan dengan kedua anak Hokage Keempat. Sedangkan Kusano belum lulus meskipun mengikuti ujian bersamaan Rookie 11, dan satu tahun berikutnya bersama Shiina, ujian mendatang merupakan ketiga kalinya yang diambil.
Silahkan tinggalkan reviews!
Salam... Deswa.
