Mother

Sum: "—aku ingin Mama,"/Karmanami/ Two-Shot

.

.

Ansatsu (c) Masui Yuusei

Warning: Alur Kecepetan, Geje, Typo dll.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

Part 2: Kebahagiaan Yang Sebenarnya

Waktu itu, Shiota-kun bertanya, apa arti kebahagiaan untuknya?

3 Tahun berlalu setelah kejadian itu, Manami dan Karma memang belum resmi menikah, lagipula, Karma tidak mau menikahi Manami hanya karena gadis itu dijadikan Ibu oleh anaknya, tetapi Karma juga bersyukur karena Manami ada, menggantikannya saat ia tak ada di samping Rikka, Karma juga senang sekali melihat putri semata wayangnya itu tersenyum bahagia karena Manami dan dia.

Tapi masalahnya, Karma agak tidak enak pada Manami, tentu saja Karma tau gadis itu menjadi Ibunya Rikka karena gadis itu kasihan... atau bukan?

"Karma-kun, ini kopinya," kata Manami menyadarkan lamunannya, Karma menoleh "Ah, terima kasih Manami," kata Karma.

Dari Okuda-san menjadi Manami, sebuah perubahan besar bukan?

Rikka dan teman-temannya sedang berkumpul diatas, mengerjakan tugas, usianya kini 9 tahun, kelas 3 SD, kemampuan otaknya super-cerdas dan memiliki IQ diatas rata-rata, cantik, baik dan nyaris menjadi perempuan idaman di SD Kunugigaoka.

Tak Terkecuali Asano Satsuki, anak milik Asano Gakushuu dan Asano Rio, menyandang gelar ke-2 di kelasnya, pintar dan juga tampan namun hal itu tak berpengaruh pada Rikka, bahkan Rikka cuek sekali terhadap Satsuki, disapa 'Hai' hanya membalas 'Hm'

Mungkin.. Keturunan? Buah tak pernah jatuh jauh dari pohonnya bukan?

Manami duduk disamping Karma yang menatap televisi, bintang dari film itu Haruna Mase—atau dengan kata lain Akari Shiota, istri dari Nagisa Shiota yang kini menjadi wakil kepala sekolah di Kunugigaoka, drama yang bercerita tentang masa lampau itu berlangsun selama 15 menit kedepan—sebelum Karma bosan dan mengantuk.

"Hey Manami,"

"Ya?"

Karma memutuskan untuk bertanya, dia harus bertanya kepada Manami "Kenapa... kau mau menjadi Ibu Rikka?" tanya Karma, reaksi yang Manami berikan jauh dari ekspetasi Karma, ia kira Manami akan kaget setelah mendengar pertanyaannya, namun diluar dugaan, Manami tenang sekali.

"Karena aku ingin menjadi Ibunya, sejak pertama kali bertemu dengan Rikka aku cukup tau bahwa Rikka seorang perempuan kuat yang ceria, namun disisi lain aku juga tau ia ingin memiliki seorang Ibu jadi..,"

Manami menghentikan perkataannya "Yah, yang pasti aku menyayanginya kok," kata Manami tertawa kecil, Karma tersenyum.

"Terima Kasih," kata Karma.

"Sama-sama," kata Manami.

Saat itu, Manami tersenyum, Karma merasa dadanya sakit sekali, kemudian, seperti ada kupu-kupu diperutnya, terbang menyeruak.

Apakah ia jatuh cinta?

~!~
"Tampangmu seperti bebek begitu, ada apa?" tanya Karma menatap Rikka, tugas tulis-menulis dihadapannya, namun belum ada satu hurufpun yang ditulis oleh anak manis itu, Rikka mengerung "Uuu aku bingung mau menulis apa Pa," kata Rikka, Karma menghembuskan nafas "Memang kau disuruh apa?" tanya Karma.

"Menulis Karangan," kata Rikka.

"Lalu kenapa kau bingung? Otakmu kan, penuh dengan imajinasi tak tersampaikan, misalnya pada siapa itu namanya yang di TV? Oreki? Oreki Houtarou?" tanya Karma "Atau Yatogami dia—," "Papaaa berhenti menjelek-jelekkan merekaa," kata Rikka jengkel Karma tertawa "Maaf deh, sini Papa bantu, memang temanya apa?" tanya Karma.

"...Keluarga," kata Rikka "Aku wajib menyertakan soal Ibu, tapi aku tidak tau apapun soal Ibu asliku," kata Rikka, Karma terdiam "...Kalau begitu kenapa kau tidak pernah bertanya soal Ibumu?" tanya Karma, air muka Rikka berubah "Aku tidak mau membuat Papa mengingat hal-hal yang menyakitkan, aku tidak mau Papa sakit hati dengan semua kenangan bersama Mama dulu," kata Rikka.

Karma tersenyum, ia sungguh bersyukur memilik putri seperti Rikka.

"Lalu kenapa kau tidak menulis soal Manami? Ia ibumu 'kan?" tanya Karma.

"...Memangnya.. boleh? Maksudku, Mama Manami bukan Ibu asliku 'kan? " tanya Rikka balik.

"Rikka sayang, biar Papa tanya, temanya apa?" tanya Karma lagi "Keluarga," jawab Rikka "Keluarga itu apa?" tanya Karma lagi, berusaha untuk membuat bahasa yang mudah bagi putrinya "Kelompok Manusia yang saling menyayangi, aku nggak tau, cuman dapat dari Shiota-kun," kata Rikka "Nah, kalau begitu, apakah Shiota menjelaskan bahwa keluarga harus memiliki hubungan darah?" tanya Karma.

Rikka menggeleng "Dia cuman bilang saling menyayangi," kata Rikka.

"Nah, kamu sayang Papa?" tanya Karma "Sayang," angguk Rikka "Sayang Mama Manami?" tanya Karma lagi "Sayang," jawab Rikka "Papa sayang Rikka, Mama Manami juga sayang Rikka,"

"Nah, sekarang, sekelompok orang yang saling menyayangi disebut apa?" tanya Karma "Keluarga," jawab Rikka "Nah! Sudah ketemu bukan? Ya Boleh dong, secara, Mama Manami sayang sama kamu iya nggak?" tanya Karma, Rikka tersenyum "Iya!" seru Rikka.

"Rikka~ Mama bawa kue~!" seru suara dari luar

"Mama Manamii!" seru Rikka.

Karma tersenyum.

~!~
"Aduh sial, telat,"

Itu Gakushuu nggak tau orang sedang buru-buru apa ya?

Karma segera menjalankan mobilnya dari kantor ke SD Kunugigaoka, hari ini murid-murid kelas Rikka akan membaca hasil karangan mereka yang kemarin, jelas saja Karma ingin mendengarnya, ditambah lagi, Karma tidak diberitahu apapun mengenai isi karangan itu, Manami juga datang.

Begitu memarkirkan mobilnya di halaman, mobil berwarna ungu tua ikut parkir disebelahnya, Karma menatap orang yang keluar.

"Rio?"

"Karma?"

Keduanya terdiam, keadaan begitu canggung diantara mereka "Kau mau lihat Satsuki ya?" tanya Karma "Eh, iya, kamu mau melihat... Rikka?" tanya Rio "Yah, kurang lebih begitu," kata Karma, keduanya menyusuri jalan ke kelas 3A.

Sepanjang perjalanan, tak ada satupun dari mereka yang memulai percakapan.

Terlalu Canggung.

Terlalu Aneh.

"Jadi, sekarang kau resmi menjadi seoran Asano eh?" tanya Karma, Rio menunduk "Begitulah," jawab Rio "Bagaimana denganmu? Sudah bertemu istri baru?" tanya Rio "Heh, aku bungan seseorang yang sering berganti pasangan, jadi maaf saja," kata Karma.

Belum.

Karma membuka pintu kelas 3A itu, terlihar didepan, Shiota Hazuki baru saja selesai membaca karangannya, langsung berlari kearah Nagisa dan Kayano yang menangis haru karena karangan Hazuki, Karma nyengir melihat mereka.

Setelah 5 menit mereka masuk, Gakushuu datang dan berdiri disebelah Rio "Satsuki sudah tampil?" tanya Gakushuu "Belum," jawab Rio "Begitu, oh, dia selanjutnya toh,"

Satsuki maju kedepan, membaca beberapa kata kemudian mencapai akhir "—aku menyayangi Otou-san dan Okaa-sanku, semoga kedepannya mereka bisa lebih akrab," kata Satsuki, setelah selesai ia diiringi tepuk tangan.

"Selanjutnya, Akabane Rikka,"

Manami datang disaat itu, ia mengucap permisi pada semua orang dan beridiri disamping Karma "Karma-kun.. Rikka sudah?" tanya Manami, Karma menggeleng "Tuh, baru mau," kata Karma, Manami mengangguk.

"Namaku Akabane Rikka, umurku 9 tahun dan aku bersekolah di SD Kunugigaoka kelas 3A, ini cerita singkat tentang kehidupanku, tentang keluargaku,"

"Ayahku bernama Akabane Karma, dia seseorang yang sangat pintar dan jenius, ayahku juga keren dan tampan, karena penampilannya, banyak yang mengira ia masih berusia 20 kebawah, tetapi sekarang ia 20 tahun keatas, ayahku bekerja di perusahaannya sendiri, meski kadang aku tidak mengerti buat apa sih, tetapi yang pasti pekerjaannya keren, setidaknya menurutku,"

"Ayahku baik sekali, ia selalu membelikanku mainan tanpa diminta, meski begitu, aku tak perlu apapun, ayahku sudah cukup,"

"Tentang Ibuku, aku tak pernah mengetahui siapa dia, sebelum Papa memberitahuku, namun namanya tidak akan kusebut disini karena aku yakin,, semua akan kaget, nah.. Ibuku yang sekarang bernama Okuda Manami, dia guru IPA disini, orangnya baik, cantik, dan ramah, Mama juga pintar membuat obat, dia bekerja sebagai ilmuwan menurutku, pekerjaannya keren sekali!"

"Nah, kalau soal keluargaku, sejak bayi aku sudah dibuang oleh Ibuku yang asli, itulah mengapa aku tak pernah tau wujudnya,"

Seisi kelas itu langsung hening, tenggorokan Rio tercekat, mata Karma melebar.

"Karena sudah dibuang sejak bayi, Papa mengurusku sendiri, itulah mengapa menurutku, Papa sangat berjasa,"

Suara pintu dibuka keras, Rio menangis, berlari keluar.

"Rio!" seru Gakushuu, Karma kaget.

"Sampai sini saja karanganku, permisi," kata Rikka, ia berjalan menuju Karma dan Manami "Rikka, kenapa kau bawa topik sensitif begitu!?" tanya Karma, ia tau kalau disana ada Nagisa, Kayano, Sugino dan Kanzaki "Karena aku ingin, Papa harus meluruskan semua yang terjadi, Papa, dimana Tante Rio?" tanya Rikka.

~!~

Rio menangis di halaman belakang, ia tau betapa sakitnya anak itu, ia tau betapa menderitanya gadis itu tanpa seorang ibu, namun Rio malah meninggalkannya.

"Itulah mengapa menurutku, Papa sangat berjasa,"

Rio kaget dan menoleh kebelakang, Rikka, Karma dan Manami berdiri disitu, lengkap dengan Gakushuu, Nagisa, Kayano, Sugino, Kanzaki dan Satsuki.

"Tetapi,"

Mata Rio melebar mendengar kalimat berikutnya.

"Mamaku juga tak kalah berjasa, ia sudah melahirkanku, dia sudah membuatku bisa melihat dunia ini, dia sudah memberiku Papa yang baik dan membuatku mengenal teman-teman yang menyenangkan," Rikka maju selangkah kedepan.

"Karena itu—,"

Rikka semakin dekat dengan Rio.

"—aku tak pernah membenci Mama," diulurkannya tangan mungilnya, menghapus air mata di pipi Rio "Aku selalu meyayangi Mama, meskipun aku tidak pernah tau wujud rupamu, tetapi aku bersyukur dan berterima kasih karena kau sudah melahirkanku," kata Rikka, air mata Rio semakin deras.

"Maka dari itu Mama,"

"Jangan menangis, Mama Rio,"

Rio memeluk Rikka "Meski dikata engkau bukan Mamaku lagi, setidaknya aku bersyukur sempat mengenal Mamaku yang asli," kata Rikka melepas pelukan Rio "Maafkan aku, Maaf, aku minta maaf Rikka.. maaf," kata Rio ia terduduk.

"Tante Rio," panggil Rikka.

"Bangunlah, toh, Papa juga sudah tidak apa-apa, dan lagipula, Tante Rio sudah bahagia bersama Oom Gakushuu dan Asano-kun 'kan?" tanya Rikka "Karena itu, tidak apa-apa, sekarang..," Rikka mendekat kearah Manami dan Karma "...Mereka orangtuaku,"

Manami tersenyum, pandangannya melembut "Rio...," kata Karma "...Sudah tidak apa, malu tuh, dilihat suamimu," kata Karma, Rio menatap Gakushuu, sepertinya Gakushuu sudah tau pokok masalahnya "Apakah kau membenciku?" tanya Rio, Gakushuu menggeleng, memeluk istrinya.

"Aku mencintaimu Rio, karena itu aku menikahimu," kata Gakushuu, Rio mengangguk, Satsuki ikut memeluk Rio.

Karma merangkul Manami yang bersandar kepundaknya, ia mengelus kepala Rikka.

"Terima Kasih sayang," kata Karma.

~!~

Sore itu berakhir damai, semuanya tenang dan senang, tak ada yang terluka dari pihak manapun, Gakushuu dan Rio beserta Satsuki sudah pulang, begitupula dengan Kanzaki, Sugino dan Matsumi, sisanya tinggal Rikka, Hazuki, Karma, Manami, Nagisa dan Kayano.

"Tapi aku benar-benar tidak percaya," kata Nagisa.

Karma tertawa "Kau harus," jawab Karma.

"Nagisa, ayo pulang!" kata Kayano "Aa, maaf Karma aku pulang dulu, Manami-san juga, Rikka-chan juga, daah!" kata Nagisa, Manami dan Karma mengangguk.

Manami berdiri "Nahh selanjutnya, kita harus pulang juga,"

Karma mengangguk.

~!~
"Baiklah, sudah sampai rumahku, terima kasih sudah mengantar Karma-kun," kata Manami, Karma mengangguk "Ah iya," Karma turun dari mobil "Kenapa Pa?" tanya Rikka.

Karma mendekat kearah Manami "Ada apa Karma-,"

Belum sempat Manami menyelesaikan kalimatnya, Karma sudah menutup jarak diantara mereka, membungkam bibir Manami dengan miliknya, Manami awalnya kaget namun lama-lama menikmatinya, Manami menaruh tangannya di dada Karma.

Rangking 5 VS Rangking 3

Diakhiri dengan french kiss, keduanya terengah "Jadi? Kapan kau mau mengadakan pestanya?" tanya Karma, Manami memerah "Eh secepatnya-,"

Dari belakang, Rikka terbengong.

"KARMA-KUN! RIKKA ADA DISINI!" seru Manami, Karma tertawa "Aku sengaja, biar dia tau," kata Karma "Sebentar lagi, kau akan tinggal bersama kami," kata Karma lagi, Rikka yang mendengarnya terlonjak senang "BENARKAH!?" tanya Rikka, Karma mengangguk.

"YEYY! Mama Manami!" seru Rikka, ia lompat, turun dari mobil.

Inilah kebahagiaan untuknya, kebahagiaan milik seorang Akabane Rikka, dan juga kedua orang tuanya, semoga bisa selamanya begitu.

_OWARI_