Chapter Dua

*Awalan Takdir*

"Hallo Sasuke-sama, ada apa - "

"Jangan banyak tanya! Cepat ke sini dan bantu aku! " panik Sasuke kepada Maid-nya di seberang telfon.

Saat telah sampai di halaman rumah nya, Sasuke lansung berlari masuk kedalam sambil memerhatikan Sakura digendongan Maid tersebut.

"Kaa-san, Kaa-san! " teriak Sasuke sambil mencari-cari Mikoto.

"Ada apa Sasuke-kun? Kenapa- oh yaa ampun... apa yang terjadi dengan Sakura-chan? " tanya Mikoto yang berubah panik.

"Nanti aku jelaskan, Kaa-san rawat saja Sakura, ne?"

"Ha'i, ha'i. Kau juga harus mengganti baju mu."

"Baik Kaa-san, aku akan ke kamar sebentar. Kaa-san, jaga Sakura." kata Sasuke yang berubah tenang.

"Pasti, sudah sana cepat! Dan Kenji, bawa Sakura ke kamar nya. "

"Baik, Nyonya. " setelah itu Mikoto dan Maid tadi lansung ke kamar -yang sudah di persiapkan Mikoto untuk Sakura- untuk mengobatinya.


Mebuki memandang wajah putrinya, kejadian tadi benar-benar membuat nya takut. Dan ntah kenapa akhir-akhir ini dia merasa takut, takut tidak bisa melihat wajah malaikat yang dipeluknya ini. 'semoga kita semua selalu bersama, Kaa-san tidak sanggup hidup tampa kalian. Tapi, kalaupun kami pergi, kami sudah menyiapkan semuanya untuk kalian. Sasori... Sakura...' dan usaha yang bisa dilakukan Mebuki hanyalah berdoa, berdoa untuk keselamatan keluarganya.

"Kaa-san?" panggil seseorang dari luar yang menyadarkan Mebuki dari lamunannya.

"Ya, Sasori? Kaa-san disini." Sasori berjalan mendekat kearah Mebuki dan duduk ditepi tempat tidur yang lansung menghadap nya.

"Apakah perjalanan nya tidak bisa ditunda minggu depan saja, Kaa-san?" bujuk Sasori pada ibunya.

"Tidak bisa Sasori, perusahaan di sana sangat membutuhkan Kaa-san dan Tou-san. Lagipula, tidak biasanya anak Kaa-san seperti ini, ada apa?" suara lembut Mebuki mengalun begitu saja ditelinga Sasori, membuatnya lansung memeluk ibunya erat, dan berkata

"Jujur saja Kaa-san, kepergian Kaa-san dan Tou-san kali ini benar-benar membuat ku khawatir. Rasanya setelah pergi ke Hokkaido, Kaa-san dan Tou-san tidak akan pernah kembali lagi kemari. Aku takut Kaa-san..." lirih Sasori yang masih tenggelam dalam pelukan ibunya.

"Kenapa begitu khawatir? Kaa-san hanya ke Hokkaido Sasori,tidak ke Jerman atau ke negara lainnya. Tapi walau ke Jerman pun, anak Kaa-san tidak pernah sekhawatir ini." Mebuki mengelus-elus punggung putranya itu, berharap itu bisa menghilangkan ke khawatiran anak nya.

"Sayang, dengarkan Kaa-san. Walaupun kami pergi nantinya, Sasori harus ingat satu hal. Jaga Sakura dan jangan pernah meninggalkan nya dalam keadaan apapun, ne?" Sasori terdiam,tidak mau menjawab perkataan ibunya. Dia takut, apa yang dipikirkan ibunya menjadi kenyataan.

"Sasori..." bujuk Mebuki yang mencoba meyakinkan anaknya.

"Ha'i, Kaa-san." Dengan menghalau segala pikiran negatif yang ada, Sasori menjawab perintah ibunya dengan anggukan tegas . 'walaupun perasaan Kaa-san benar, aku pasti akan tetap menjaga Sakura. Tenang saja Kaa-san, serahkan semuanya pada putra mu ini.' batin Sasori mantap.


"Hati-hati dijalan Mebuki, semoga masalah mu cepat selesai," kata Mikoto kepada Mebuki yang lansung memeluknya.

"Ya, terima kasih Mikoto. Untuk seterusnya, aku menitipkan anakku padamu."

"Pasti, itu pasti," balas Mikoto yang masih memeluk Mebuki.

"Hati-hati dijalan...!" teriak Mikoto pada mobil yang siap melaju itu.

"Pasti Baa-san, sayonara Sasuke-kun..." balas Sakura yang melambai sambil tersenyum manis pada Mikoto dan Sasuke. Sasuke hanya tersenyum simpul menanggapi nya, bahkan dia sempat lupa arti dari sayonara tersebut.


Keesokan harinya, taman belakang Konoha Junior High International School

"A-aku... aa-aku... me-me..." jelas sekali gadis di depanya ini gugup, dan kenapa mengucapkannya begitu sulit padahal memendamnya selama ini biasa saja? Cinta memang membingungkan.

"Sebenarnya... aku... me... me-"

"SASORI!" perkataan Konan terpotong oleh teriakan Itachi yang begitu keras, sampai-sampai membuat Sasori terkejut.

"Haahhh... yang baka, tetap saja baka! Ada apa kau memanggil ku?" tanya Sasori acuh dan sedikit kesal. Tentu saja, apalagi kalau bukan menggangu dirinya dan Konan.

"Ibumu... serta ayahmu... mereka... meninggal."

"Me-meninggal? Lalu... BAGAIMANA DENGAN SAKURA?!"

"Sakura-chan selamat Sasori." Itachi menundukan wajahnya dalam-dalam.

"Sekarang dia berada di Tokyo International Hospital." Suasana berubah hening, bahkan Sasori pun masih membatu. Yang ada dipikirannya sekarang hanya Sakura, Sakura, dan Sakura. 'Sakura!' seakan tersadar, Sasori berlari secepat yang dia bisa. Ia harus segera menyusul Sakura, harus!

Melihat kepergian Sasori yang tiba-tiba, hanya membuat Itachi melongo. Bahkan Sasori tidak sadar Konan masih ada disana, membuat segenggam penyesalan datang pada Itachi karena menghancurkan usaha gadis itu.

"Maafkan aku Konan, tapi kali ini mengertilah keadaan nya. Setelah semua ini selesai, aku akan bertanggung jawab mengembalikan Sasori pada mu. Sekarang aku harus pergi Konan, Sasori! Tunggu aku!" Setelah Itachi pergi, Konan terdiam dalam kebisuan. Apakah dia harus marah pada Sasori karena meninggalkan nya, atau bersedih karena masalah yang menimpa Sasori? Dia benar-benar bingung! Tapi mengikuti perintah Itachi, dia akan menunggu, menunggu Sasori kembali.


Sasori hanya memandang kaku foto dihadapannya, ternyata ketakutan nya beberapa hari ini terjawab. Dia tidak menyangka akan ditinggal secepat ini, tidak diumurnya yang sekarang. Sasori masih butuh bimbingan orang tuanya, masih butuh kasih sayang ibunya, masih butuh pengertian ayahnya, masih butuh semuanya! Tetapi kenapa semuanya hilang dalam sekejap mata seperti ini!

"Sasori.." suara berat dan sentuhan dipundaknya itu yang menyadarkan nya dari lamunan panjang.

"Jii-san" hormat Sasori sopan pada Fugaku.

"Jii-san tau kau kuat nak, jadi, jangan seperti ini. Ingat! Kau masih punya Sakura." jelas Fugaku tegas.

"Apakah Sakura sudah sadar Jii-san?"

"Bersabarlah nak, Sakura-chan pasti sembuh." Mendengar suara lembut Mikoto sambil mengelus puncak kepalanya, membuat Sasori lansung memeluk Mikoto dan menangis.

"Keluarkan semua nya Sasori, keluarkan semuanya. Jangan dipendam nak."

"Baa-san..."


Ruangan itu tampak suram, dingin, dan tak bercahaya. Penghuninya pun hanya duduk terdiam didekat tempat tidur pasien. Sasuke takut, sangat takut kalau gadis yang terbaring lemah dihadapannya ini tidak membuka mata. Tapi, ketakutan Sasuke tak terbukti, tiba-tiba saja Sakura membuka matanya perlahan.

"Sakura, kau tidak apa-apa? Bagaimana perasaan mu?" tanya Sasuke. Sakura bingung, mencoba mengerakkan bibirnya untuk menjawab dan bertanya. Ntah mengapa,bibirnya berat sekali untuk digerakkan sekarang.

"Kepala ku pusing, dan dimana ini? Lalu kau? Maaf, aku tidak mengenal mu." Sakura memengang kepalanya yang terasa berputar, sekarang beribu pertanyaan bersemayam dikepalanya.

Dan Sasuke? dia terkejut, tidak mungkin Sakura tidak mengenalnya, ini tidak mungkin.

"Janga bercanda Sakura, aku yakin betul kalau kau mengenal ku." Nada bicara Sasuke berubah kaku, bisa-bisanya Sakura membuat lelucon disaat seperti ini padanya.

"Kau tidak mengingat sesuatu?" desak Sasuke. Sakura hanya mampu menggeleng, saat ini kepala seperti dihantam bongkahan batu besar.

"Kau tunggu disini, jangan kemana-mana." Nada bicara Sasuke berbeda sekali sekarang, tidak seperti dulu.

Setelah memastikan Sakura aman, dia keluar dari ruangan itu. Tepat didepan pintu, Sasuke melihat Itachi yang berjalan mendekat.

"Sakura-chan?" tanya Itachi pada Sasuke.

"Dia ada di dalam." Itachi mengerngit heran, kenapa nada bicara adiknya begitu berbeda? Begitu dingin dan kaku.

"Dia sudah sadar?"

"Hn." Aneh, ada yang aneh dengan adiknya ini. Apa terjadi sesuatau di dalam? Ini semua membuat Itachi bingung.

"Baiklah, aku akan memberitahu Sasori."

"Tunggu aniki, biar aku yang memberitahu Sasori-nii." Tampa aba-aba, Sasuke lansung melangkah meninggalkan Itachi yang terdiam. Dan sungguh! Dia benar-benar bingung sekarang.


"Apa penyakitnya bisa disembuhkan? Penyakitnya tidak permanen kan? " tanya Mikoto yang terlihat khawatir kepada dokter tersebut.

"Tenang Ny. Uchiha, penyakit putri anda tidak pemanen. Jadi kami bisa melakukan penyembuhan untuk putri anda," jawab dokter tersebut tenang. Mendengar itu, Mikoto menghela nafas lega. Setidaknya, dia tidak kehilangan putrinya itu. Ya, sejak perikahan kecil tersebut, Makoto sudah benar-benar mengenalkan Sakura sebagai anaknya.

"Baiklah, terima kasih atas penjelasannya dokter Utada. Kami harap kerja keras dokter disini berhasil."

"Terima kasih Tn. Uchiha, tentu. Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk putri anda." Fugaku mengangguk mantap. Setelah mendengar penjelasan tersebut, dia melangkah ke luar sambil membimbing Mikoto yang masih terlihat lemah.

"Tenanglah Sasori, dokter disini sedang berusaha menyembuhkan Sakura." Ucap Fugaku sambil menepuk pundak Sasori lembut.

"Terima kasih Jii-san."

"Sama-sama nak, sekarang waktunya menemui Sakura."

"Ya, Jii-san."

Lalu Sasori berjalan dibelakang sambil menunduk. Kenyataan orang tuanya meninggal saja masih berbekas dihatinya, apalagi sekarang kenyataan bahwa Sakura mengalami hilang ingatan, tambah membuat hati dan pikirannya bekerja berat.

"Ibu?" karena mendengar suara Fugaku yang begitu terkejut, membuat Sasori mengangkat kepala nya. Terlihat sekali wanita tua di depannya ini tampak anggun, benar-benar wanita bangsawan. Walaupun di umurnya yang senja itu, dia tetap terlihat elegan.

"Obaa-san?"

*TBC*


Chapter Dua is Up... ;;))))

terima kasih kepada yang telah menunggu cerita ku^^

aku tidak percaya dapat tanggapan baik dari teman-teman semuaaa ::)) terima kasih banyak^^

okee, saat nya ke kolom Review:

Meguharu Yuka: aku emang buat sikap Sasuke nya seperti itu, biar lebih keren B) makasi udah Review, jangan bosan Review lagii yaa^^

Cherryhamtaro: konfliknya pasti ada kok ;;) mengenai orang ketiga... ikutin terus aja yaaa ::) makasi udah Review, jangan bosan Review lagii okee^^

Reisouren: terima kasih atas saran dan petunjuknya, sangat membantu sekali ::)) mudah-mudahan chapter ini typo nya udah berkurang ya, makasi udah Review, jangan bosan Review lagii^^

Uchiha cerry: ini udah next kok, jangan panggil senpai dong, aku kan masih amatiran#wajah memerah hehe ,makasi udah Review, jangan bosan Review lagii yaa^^

Fansanime: sasusaku kan emang imut-imut :)) ini udah update ;;)) Review lagi okee^^

Jamurlumutan462: ini udah ada gambarnya ;;)) baguskah? Review lagi yaaa^^

AAAlovers: ini udah update^^

Akhir kata, terima kasih bagi yang udah Follow and Favorite^^, dan yang udah ninggalin jejak Review nyaa ;;))

dan maaf juga kalo typo nya masih bertebaran kemana-mana, karena author juga manusia #gubrakk

bye bye, sampai ketemu di Chapter selanjutnya^^

Sign, TaySky1998