Chapter Tiga
*Akhir Keputusan Yang Sulit*
"Obaa-san?"
"Sasori, apa kau baik-baik saja?" alunan suara Haruno Chiyo mengalun lembut ditelinga Sasori.
"Salam ibu" sapa sopan Fugaku pada Chiyo.
"Fugaku kah? Kami-sama, aku sudah lama tidak bertemu dengan mu." Senyum Chiyo pada sahabat anaknya tersebut.
"Ibu.." sapa Mikoto hangat padanya.
"Mikoto kan? Aku sudah terlalu tua ternyata, maaf ya." Sambung Chiyo dan lalu memeluk Mikoto lembut.
"Tidak apa-apa ibu, bagaimana kabar ibu?" balas Mikoto pada Chiyo. Wajah wanita tua itu lansung berubah murung, ntah apa yang ada dipikirannya sekarang.
"Baik. Bagaimana kalau setelah ini kita bicara, ne?"
"Baik, ibu." Setelah ber-ojigi, Fugaku dan Mikoto meninggalkan Chiyo dan Sasori.
"Ikut Obaa-san, Sasori-kun."
"Baik, Obaa-san." Setelah itu Sasori mengikuti Chiyo untuk berbicara ke Taman belakang Rumah Sakit.
Suasana di taman rumah sakit penuh ditutupi salju. Hawa dingin lansung menguar, sama dinginnya dengan keadaan mereka sekarang.
"Perusahaan orang tua mu sedang diurus paman Jiraiya, Sasori," Kata Chiyo memulai perbincangannya. "Sekarang perusahaan di London sedang kosong, Obaa-san ingin kalau kau yang mengambil alih di sana." Sasori terkejut, apa ini artinya dia pindah ke London? Inggris?
"Jadi? Aku akan ikut Obaa-san ke Inggris?" ucap Sasori serius. Chiyo mengangguk mantap, setelah melihat kepastian dari Chiyo, Sasori manunduk dalam.
Begitu banyak kenangan di Jepang jika ia meninggalkan Jepang dan pergi ke Inggris. Jepang sudah menjadi bagian hidupnya. Kehidupan bahagia bersama orang tua dan adiknya, kenangan dengan teman-temannya, terutama gadis yang dicintainya ada di Jepang! Yaa ampun... kepala nya serasa pening seketika, kenapa jadi seperti ini?
"Sasori, kau baik-baik saja, ne?" tanya Chiyo khawatir melihat cucunya ini.
"Tidak apa-apa Obaa-san, aku baik-baik saja. Lalu, jika aku pergi ke London, apakah Sakura akan tetap tinggal di Tokyo Obaa-san?" Sasori tidak bisa meninggalkan Sakura di Tokyo, walaupun sekarang Sakura sudah menjadi keluarga Uchiha, walaupun dia sangat percaya kepada keluarga itu, tapi dia tidak bisa meninggalkan Sakura, tidak bisa karena Sakura adalah amanat orang tua nya.
"Tidak Sasori, tidak. Sakura-chan akan tetap ikut kita ke London. Obaa-san tau, kau pasti memikirkan keluarga Uchiha kan? Obaa-san akan membicarakan ini kepada Fugaku dan Mikoto nanti. Sekarang, yang Obaa-san perlukan kepastian darimu Sasori-kun..." Sasori tampak berpikir. Jika ia pergi ke London, dia akan kehilangan kenangan indah. Tapi, jika ia tetap di Tokyo, dia pasti akan teringat tentang kecelakaan orang tuanya dan tentu saja kenangan itu membuat hati Sasori semakin terkoyak. Bingung dan bimbang, dia tidak tau harus memilih yang mana. 'berpikir Sasori, berpikir...'
"Aku ikut dengan Obaa-san, dan Sakura harus ikut dengan kita Obaa-san."
Ya, itu adalah pilihannya. Jika ia tetap di Jepang, dia akan dibayang-bayangi peristiwa kecelakaan orang tuanya. Jadi, pilihan yang terbaik adalah meninggalkan Jepang dan hidup di London. Melihat keputusan Sasori, Chiyo tersenyum senang, setidaknya usahanya untuk menjemput cucunya berhasil. Dia tidak mau diusia seperti ini, Sasori dan Sakura terkurung dalam kesedihan.
"Kau yakin akan pergi besok Sasori?" tanya Itachi saat melihat Sasori mengemasi barangnya dirumah sakit.
"Ya."
"Lalu, bagaimana dengan Konan? Kau akan meninggalkannya begitu saja?" Sasori terdiam, kenapa dia lupa begitu saja pada Konan?
"Kau diam? Ayolah Sasori, pikirkan perasannya. Jangan begini. Asal kau tau saja, aku melihat semuanya saat itu dari awal. Kau harus menghargai usaha gadis itu, jangan memberikannya harapan kosong." Memberikannya harapan kosong? Hei! Dia tidak memberikan harapan apa-apa.
"Apa maksud mu Itachi? Jangan berbelit-belit." Sasori bingung saat ini.
Itachi menatap Sasori tidak percaya 'jadi dia tidak tau?' hahh... kenyataan itu membuat Itachi jengkel setengah mati.
"Jadi... kau... tidak tau? Benar-benar tidak tau?" Sasori menggeleng cepat, dia sangat penasaran maksud Itachi.
"Hahhh... dasar bodoh, tidak peka! Untuk apa dia memintamu ke taman belakang kalau tidak untuk menyatakan perasaanya. Dia menyukaimu Sasori, itu terpentingnya. Dia menyukai mu dan perasaan mu terbalaskan, pikirkan itu." Tentu saja Sasori membatu mendengar ini. 'Konan? Menyukai ku? Tapi kenapa selama ini dia terlihat...' batin Sasori tidak percaya.
"Sekarang kau pasti terkejut bukan? Saat Konan didekat mu, dia bersikap biasa saja. Dia gadis yang pintar Sasori, itu sebabnya dia bisa mengendalikan dirinya saat bersama mu. Dia menyukai mu sudah sejak lama, kau pasti bertanya kenapa aku tau semuanya kan? Karena Konan selalu cerita kepada ku. Awalnya dia hanya membenci mu, sikap menyebalkan dan dinginnya dirimu padanya membuat dia jengekel dan benci Sasori. Dan tentu saja, sikap mu yang seperti itu hanya untuk menutupi kegugupanmu padanya. Setelah aku berpikir apa yang terjadi pada Konan, benar juga ternyata. Benci dan cinta hanya dipisahkan dengan benang merah yang tipis, jangan terlalu membenci jika tak sanggup mencintai. Jadi, jangan menyiakannya." Itachi menarik nafas sebentar,mengingat semua yang diceritakan Konan padanya.
"Jika kau mengira aku menyukainya, kau salah. Aku tidak akan mengkhianati sahabatku, dan dia ku anggap sebagai saudara perempuanku sendiri. Jadi kumohon, jangan menyakiti hatimu dan menyakiti hatinya. Waktu tak dapat diputar Satachi, saat ada seseorang didekat mu memberikan harapan padamu, jangan kau buang kesempatan yang tidak mungkin datang berulang kali. Dan lagipula, aku sudah mempunyai Hana-chan. Pikirkan itu baik-baik, jaa."
Sasori tak sanggup berkata sama sekali, bahkan hanya untuk mengedipkan matapun dia tak sanggup. Dia seperti patung sekarang, satu lagi kenyataan yang benar-benar membuat dia membatu.
Keesokkan harinya, di Narita Airport.
"Aku pergi dulu Baa-san, Jii-san." Hormat Sakura pada Mikoto dan Fugaku sopan.
"Ya, hati-hati sayang, dan janga panggil aku Baa-san. Panggil Kaa-san Sakura-chan, kau adalah anak kami. Jadi, panggil kami Kaa-san dan Tou-san," Balas Mikoto sambil mengusap rambut Sakura lembut.
"Ya..." Jawab Sakura dengan senyum indahnya. Lansung saja Mikoto memeluk Sakura erat, dia akan kehilangan putrinya.
"Terima kasih atas semuanya Mikoto, Fugaku. Karena kalian telah bertanggung jawab menjaga Sasori dan Sakura."
"Ya ibu, itu bukan apa-apa. Mereka adalah anak kami, jadi kami bertanggung jawab menjaga mereka." Chiyo tersenyum pada Fugaku, tidak salah anaknya berteman dengan keluarga sebaik ini. Setelah berpamitan, Chiyo dan Sakura masuk ke pesawat pribadi milik mereka.
"Terima kasih, Baa-san Jii-san." Saatnya Sasori ber-ojigi didepan mereka.
"Jangan begitu Sasori-kun, kita adalah keluarga. Tidak Baa-san dan Jii-san lagi, hanya ada Kaa-san dan Tou-san." Ucap Mikoto lembut sambil mengusap rambut Sasori.
"Ha-Ha'i, Ka-Kaa-san."
"Bagus kalau begitu, hati-hati dijalan, ne?"
"Uhum, jaa Kaa-san."
"Jaa." Lambai Mikoto menutup perpisahan tersebut. Namun, beberapa saat dia memanggil Sasori lagi. "Sasori-kun!"
Mendengar teriakan ibunya itu, Sasori lalu berbalik dan menghampiri Mikoto. "Ada apa Kaa-san?"
"Maukah kau berjanji satu hal pada Kaa-san?"
"Apa itu Kaa-san?" tanya Sasori yang terlihat bingung.
"Suatu saat nanti, tolong kembalikan putri Kaa-san lagi. Apakah bisa?" tanya Mikoto yang penuh harap.
"Bisa Kaa-san, itu pasti. Aku akan bawa kembali putri Kaa-san suatu saat nanti, ini adalah janji ku." Jawab Sasori dengan nada pasti pada Mikoto
"Arigatou, arigatou Sasori-kun."
"Ya, Kaa-san. Aku pergi dulu." Pamit Sasori yang lansung berbalik meninggalkan semuanya.
"Hahh... anak perempuan Kaa-san pergi lagi, Itachi-kun." Tatap Mikoto sedih pada pesawat tersebut.
"Tenang saja Kaa-san, kedua anak perempuan Kaa-san akan kembali kapanpun itu." Ucap Itachi sambil menenangkan ibunya. Dan kalian tau? Dimana Sasuke berada? Dia ada didalam mobil mewah ini. Duduk diam sambil memandang pesawat yang baru mengangkasa itu. 'aku akan menunggu mu Sakura, itu pasti.'
Tok.. tok... tok..
"Masuk."
"Permisi Konan-sama, ada surat untuk anda." Ucap maid tersebut kepada nona mudanya yang membaca buku di balkon kamarnya tersebut.
"Ya, letakkan saja dimeja itu." Ucap gadis cantik tersebut.
"Baik, Konan-sama. Saya permisi dulu." Setelah mendengar bahwa wanita itu pergi. Lansung saja Konan mengambil surat tersebut. Ini sungguh aneh, pada zaman modern seperti ini, masih saja segelintir orang yang berkirim surat. Saat membuka surat tersebut, betapa terkejutnya perasaan Konan..
Konan,
Maaf karena aku hanya mampu mengirim surat ini untuk mu. Maaf juga karena waktu itu aku meninggalkan mu sendirian. Sungguh! Aku sangat panik waktu itu, aku harap kau memakluminya Konan.
Dan saat kau membaca surat ini, aku sudah dalam perjalanan menuju ke Inggris. Perusahaan di London membutuhkan ku, dan aku juga membawa Sakura untuk berobat disana. Maaf sekali lagi, karena aku tidak memberitahu mu. Tapi, satu permintaan ku. Tolong tunggu aku pulang, aku pasti akan ke Jepang walau kapanpun itu.
Tolong beri aku alasan untuk kembali ke Jepang, jadi tunggu aku. Ini perintah Konan, dan sejujurnya aku juga menyukai mu.
Haruno Sasori
Konan tidak dapat menahan air matanya yang mengalir deras itu. Perasaan nya campur aduk saat ini. Antara senang, sedih, terkejut, dan syok. Ntah apa yang dapat menjelaskan tentang perasan nya sekarang. Dan kalimat terakhir dari Sasori yang membuat hatinya menggebu-gebu. Perasaannya terbalaskan! Tapi, konsenkuensi dari semua itu, dia harus menunggu Sasori yang ntah kapan akan ke Jepang. Tinggal satu cara lagi mendapatkan Sasori, dia harus menunggu pemuda itu pulang. 'itu pasti Sasori, aku akan menunggu mu. Tapi, kumohon cepatlah pulang.'
*TBC*
Haiii... semuaaa, adakah yang menantikan cerita ini? karena chapter tiga is UP lohhh^^
okee, lansung balasan review aja yaa:
Luca Marvell: Sasuke gak ngerti kalo Sakura hilang ingatan, dia syok karena Sakura melupakannya, tapi akhirnya dia ngerti juga kok ::)) makasi udah review^^
Lightflower22: baper?#syok#haha, abaikan^^ ini udah lanjut lohh ;;)) makasi review nyaa^^
Yencherry: makasi supportnya^^ review again::))
Fansanime: ini udah update^^ bentar lagi kokk, dan memang sasusaku emang pisah::)) dan nanti aku akan mepersatukan mereka kembali kokk;;)) makasi udah review^^
dannn terima kasih bagi yang udah Fav&Foll serta Read&Review^^
dan satu lagi, kalo ada yang mikir ini alurnya kecepetan, aku emang buatnya kayak gituu, karena fokus sebenarnya adalah SasuSaku udah besar^^
jangan sungkan tinggalkan jejak reviewnya yaaa, sekli lagi maaf kalo ada typo yang beterbaran^^
Sign, TaySky1998
