Chapter Empat
*Kembalinya Masa Lalu*
Sebelas tahun kemudian
Lamborghini Veneno itu berhenti diparkiran sekolah ter-elite di Jepang, Horikoshi Gakuen. Dan kalian tau, siapa pemilik mobil mewah itu? Ya, anak seorang pengusaha terkaya dan terkenal di Jepang. Uchiha Sasuke.
"Kyaaa... Sasuke-kun...!" nah lihat! Sasuke sudah memiliki Fans Club sendiri di sekolahnya. Bahkan Sasuke adalah The Most Wanted Guy In HG benar-benar hebat! Tapi, bagaimana tidak? Wajah tampan serta rupawan, postur tubuh ideal, cerdas, ditambah lagi anak dari pengusaha terkaya di Jepang. Lengkap sudah kebahagian Sasuke. Tapi, kenapa melihatnya masih ada yang kurang?
"Hei, kau lama sekali man?" sapa salah seorang temannya, Namikaze Naruto.
"Hn." Balas Sasuke acuh sambil melanjutkan perjalanannya.
"Hahh... kau lihat Sai, aku tidak membayangkan akan bersaudara dengan pengeran es ini. Manusia es yang hanya mempunyai satu suku kata dalam hidupnya! Malang nya nasib ku." Naruto memulai mengoceh tentang penyesalannya pada Sai. Sai hanya terkekeh pelan mendengarnya, dia heran kenapa dua orang itu tidak bisa akur sama sekali. Namun, saat dia akan berbicara, suara seseorang menghentikannya.
"Jika kau berbicara lebih dari ini, kau akan tau akibatnya Naruto." Suara dingin Sasuke yang begitu tajam pada Naruto, yang membuat Naruto sendiri bergidik ngeri.
"Sudahlah Naruto, memang sudah takdir Hana-nee berjodoh dengan Itachi-nii. Kau terima saja peruntungan mu bersaudara dengan nya." Kata bijak Sai kepada Naruto sambil menunjuk Sasuke dengan dagunya.
Uchiha Sasuke, Shimura Sai, dan Namikaze Naruto. Tiga sahabat itu adalah Prince Of HG. Perkumpulan orang tertampa, terkaya, dan terpintar(yang ini minus Naruto, dia orang yang ceroboh)di Horikoshi Gakuen. Siapa yang tidak mengenal mereka?
"Shion-chan melihat kesini." Ucap Naruto tiba-tiba sambil melihat gadis cantik yang tersenyum pada mereka, atau lebih tepatnya pada Sasuke?
"Aku heran kenapa kalian bisa putus, padahal kau dan dia adalah pasangan yang serasi Teme." Naruto melanjutka lagi perkataannya.
"Betul, kenapa man?" tanya Sai yang mulai ikut bicara.
"Tidak cocok." Jawab Sasuke dengan nada yang sama.
"Kau, masih tidak bisa melupakannya, ya?" pertanyaan Naruto membuat Sasuke membatu.
"Hah! Tepat! Yaa ampun Sakura-chan... kapan kau datang? Apa kau tidak kasihan melihat sahabatku jadi seperti ini..." Naruto mulai mengeluarkan ejekannya, dan Sai tertawa serta membantu Naruto mengejek Sasuke.
Tapi, Sasuke sendiri berbeda. Dia masih membatu mendengar pertanyaan Naruto tadi, sudah sebelas tahun dia tidak mendengar kabar Sakura. 'Sakura...'
London, Inggris. Sebelas tahun kemudian.
Tok.. tok.. tok...
"Masuk." Sahut gadis cantik itu dari dalam.
"Permisi Sakura-sama, nyonya besar dan Sasori-sama sudah menunggu anda diruang makan." Kata seorang maid tersebut pada gadis cantik didepannya ini.
"Terima kasih Haguchi, kau boleh turun sekarang. Dan bilang pada Grand, aku akan turun sebentar lagi."
"Baik, Sakura-sama. Saya permisi dulu."
Setelah maid itu pergi, Sakura mematut kembali penampilannya. Rambutnya dibiarkan tergerai indah, memakai gaun sepanjang lutut pink-pastel, ditambah dengan flat-shoes yang berwarna senada dengan gaunnya. Cukup sederhana, tapi memancarkan aura yang luar biasa.
Sakura menuruni satu persatu anak tangga dirumah mewah tersebut, dan berbelok kekiri untuk ke ruang makan. Dia melihat Chiyo dan Sasori di ruang makan dengan kue ulang tahun yang besar, dilengkapi dengan lilin angka 17.
"Wahhh..." pandang Sakura takjub dengan hidangan dan kue besar dihadapannya.
"Otanjoubi omedetou Sakura-chan." Ucap Chiyo yang lansung memeluk Sakura.
"Thank's Grand."
"Selamat ulang tahun Sakura."
"Ya, arigatou Nii-san." Setelah acara selamat-selamat tersebut, Chiyo mengajak Sakura untuk duduk di kursi utama.
"Saatnya makan, setelah makan nanti, kau akan mendapat hadiah mu darling."
"Yes, Grand."
Setelah berucap seperti itu, Sakura bersama Chiyo dan Sasori memulai acara makannya. Sebagian besar dari hidangan tersebut adalah masakan Jepang. Mulai dari Takoyaki, Sushi, Okonomiyaki, Teriyaki, Soba, Yakiniku, dan Onigiri. Sebagai makanan penutup ala-jepang nya Mochi dan Dorayaki.
Sedangkan menu baratnya hanya Loaded Potato, Bacon Roadhouse, dan Chicken Nuggets. Lalu makan penutupnya hanya Apple Pie dan Donut.
"Itadakimasu." Setelah itu, acara makan besar tersebut berlansung nikmat.
"Jadi... apakah aku boleh membuka hadiah ku, Grand?" tanya Sakura setelah menyelesaikan makannya.
Chiyo mengangguk mantap pada Sakura, menandakan bahwa Sakura boleh membuka hadiah-nya. Hanya dua kotak kecil yang tertera didekat meja kue. Dia mengambil kotak pertama, kotak berwarna pink-pastel.
"Kunci Obaa-san?" tanya Sakura heran. Pasalnya hanya kunci dikotak tersebut.
"Ya, Maybach Landaulet mu darl." Jawab Chiyo sambil tersenyum. Sakura hanya melongo tak percaya mendengar itu, mobil yang diidam-idamkannya datang begitu tiba-tiba.
"Be-benarkah Obaa-san?" tany Sakura lagi karena tak begitu yakin dengan apa yang dilihatnya.
"Hu'um."
"Kyaaaa... thanks Grand, i love you..." teriak Sakura lansung meloncat kepelukan nenek tercintanya.
"I love you too darl." Balas Chiyo sambil memeluk Sakura erat.
Selanjutnya, Sakura mngambil kotak berwarna dark-blue, tapi... kenapa melihat kotak itu Sakura jadi teringat seseorang? 'sudahlah, lagipula itu juga tidak penting' bathin Sakura.
Dia melihat dengan seksama, kotak itu kecil, sama seperti yang tadi. Melihat ukurannya, membuat Sakura menjadi penasaran.
"Ini dari Sasori-nii, kan?" tanya Sakura sambil memerhatikan Sasori.
"Ya, sebaiknya kau buka saja Sakura." Ucap Sasori sambil menyeringai. 'apa-apaan seringaian nya itu?' pikir Sakura jengkel.
"Tiket ke Jepang?" Sakura heran sekali sekarang, kenapa kakaknya ini memberinya hadiah tiket ke Jepang.
"Ya, kita akan pulang Sakura. Kita akan menyusul Maybach Landaulet mu di Jepang." Jawab Sasori lancar dengan seringaian misterius terpatri diwajahnya.
"APA?!"
"Kaa-san, kirimannya sudah datang." Terdengar dari luar ruangan suara teriakan Itachi.
"Ya, Itachi-kun. Kaa-san akan ke depan." Dengan semangat Mikoto berjalan ke pintu luar, tapi sebelum mencapai pintu.
"Kiriman apa Kaa-san?" tanya Sasuke tiba-tiba.
"Ahhhh... Sasuke-kun, kau mengangetkan Kaa-san." Ucap Mikoto ngalihkan pembicaraan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Kaa-san. Kiriman apa yang datang." Tanya Sasuke lagi dengan nada sedikit serius.
"Hahh... baiklah, Maybach Landaulet. Milik anak salah satu kolega kita, yang akan tinggal disini Sasuke-kun." Sasuke menyerngit heran, Maybach sangat indentik dengan keluarga Haruno 'bukankah Mebuki Baa-san pecinta Maybach? Atau jangan-jangan... Sakura?' dia mengeleng keras mengingat itu, dia tidak mau menciptakan harapan-harapan yang tak pasti pada dirinya.
"Sasuke-kun? Kenapa melamun nak?" tanya Mikoto lembut sambil mengelus kepala putra bungsunya ini.
"Ahh... tidak Kaa-san, aku tidak melamun. Kalau begitu, aku akan keatas." Jawab Sasuke lancar pada ibunya.
"Baiklah, kalau memerlukan sesuatu. Cari Kaa-san, ne?"
"Ha'i Kaa-san."
Setelah itu, Sasuke lansung menaiki anak tangga menuju lantai atas. Setiba dikamarnya, Sasuke berbaring sambil melihat keatap. Banyak sekali kejadian yang cukup aneh hari ini. Dia sungguh penasaran dengan anak dari kolega ayah dan ibunya yang tinggal disini.
Lagipula, rumahnya ini bukan penginapan atau apartemen. Kenapa dengan seenaknya bisa tinggal disini? Apa sulit untuk membeli sebuah apartemen sedangkan dia anak pengusaha kaya? Itu yang membuat Sasuke bingung, dan dengan alasan itupulalah pilihannya jatuh pada Sakura.
Hanya Sakura yang mempunyai hak bebas tinggal disini, karena Sakura memang menantu keluarga ini. Hahh... membicarakan tentang Sakura, tambah membuat hati Sasuke teriris. Bagaimana tidak? Kerinduannya pada Sakura, kegelisahannya, kekhawatirannya, semuanya! Tidak terlampiaskan! Itu yang membuat hatinya semakin hari semakin dingin.
Sampai saat ini, Sasuke hanya dapat membayang dan menerka-nerka bagaimana rupa Sakura. Sakura pasti jauh lebih cantik dan anggun. 'Sakura... aku... merindukanmu..' bathin Sasuke penuh kepedihan.
Deg...
'kenapa disini sakit sekali?' Sakura berhenti secara mendadak, kenapa dadanya tiba-tiba sakit seperti ini?
"Sakura, kau tidak apa-apa?" tanya Sasori khawatir pada adiknya.
"Ah ya, aku tidak apa-apa Nii-san."
"Kelihatannya tidak seperti itu, apa penerbangannya perlu kita tunda?" tanya Sasori lagi yang masih dengan wajah khawatir, dia tidak mau terjadi sesuatu dengan adiknya ini.
"Tidak Sasori-nii, tidak. Aku baik-baik saja, itu pasti. Aku tidak mau menunda keberangkatan kita." Jawab Sakura sambil menenangkan hatinya yang sedikit bergemuruh.
"Baiklah, ayo jalan." Ajak Sasori sambil melirik Sakura, dan lanjut berjalan ke pintu keberangkatan.
"Ya." Jawab Sakura singkat.
Saat ini perasaan Sakura masih belum tenang, apa maksudnya yang tadi itu? 'aku merasakan seseorang memanggil namaku dengan kerinduan yang mendalam, tapi... siapa?' sekarang tanda tanya besar berkecamuk dalah hatinya.
Sakura memandang sepanjang jalan di Jepang ke kediaman Uchiha, dia benar-benar takjub melihat negeri bunga Sakura tersebut. Dan beruntungnya pula, saat dia ke Jepang tepat waktu musim semi. Jadi, semua keindahan Jepang terlihat olehnya.
Perjalanan ke kediaman Uchiha tak terlalu jauh dari pusat kota, jadi tak butuh waktu lama untuk sampai. Setibanya di kediaman Uchiha, Sakura terkejut. Pasalnya rumah mewah itu bergaya Eropa-Klasik, tidak Jepang-Tradisional.
Ting.. tong...
Bel dirumah mewah tersebut berbunyi, mendengar itu, Mikoto lansung berlari dengan semangat ke pintu depan. Pada saat membuka pintu, dia melihat seorang gadis cantik berdiri didepannya sambil berkata,
"Ohayou, Baa-san. Watashi wa namae no Haruno Sakura, dozou yorishiku." Senyum manis Sakura menyuar begitu memperkenalkan diri pada Mikoto.
Mikoto terdiam, dalam hati dia memuji kecantikan gadis didepannya ini. 'Sasuke-kun, ibumu ini tidak salah memilihkan istri untuk mu' pekik girang Mikoto dalan hati.
"Tidak Baa-san Sakura-chan, tapi Kaa-san." Mikoto tersenyum lembut pada Sakura, membalas senyum manis yang Sakura berikan. 'ini ibu mertuaku? Cantik sekali'
"Ha'i, Kaa-san." Ucap Sakura.
"Kyaaa... Kaa-san merindukan mu Sakura-chan..." teriak Mikoto yang lansung mengahambur kepelukan Sakura. Sontak Sakura terkejut, tapi dengan segera mungkin dia membalas pelukan itu. Setelah memeluk Sakura, Mikoto melirik ke samping. Dia melihat Sasori tersenyum hormat padanya, dan Sasori sendiri tampak bewibawa sekarang.
"Kaa-san..." salam Sasori pada Mikoto.
"Sasori-kun, wahhh... kau terlihat bewibawa sekarang nak." Kata Mikoto lansung memeluk Sasori juga.
"Arigatou Kaa-san." Terima kasih Sasori sambil balas memeluk Mikoto.
"Siapa yang da- Sakura-chan?! Ka-kau Sakura kan?!" Itachi benar-benar terkejut, melihat Sakura yang seperti ini dihadapannya, bukanlah sesuatu yang biasa.
"Ya, benar." Jawab Sakura dengan sedikit malu-malu.
"Wahhh... Otouto pasti senang sekali melihat istrinya secantik ini... selamat datang Sakura-chan." Sakura hanya tersenyum malu mendengar perkataan Itachi, tapi yang lebih penting, kenapa suaminya masih belum muncul?!
"Terima kasih Itachi-nii, tapi... dimana Sasuke-kun?" mendengar itu membuat Itachi terkejut sekali lagi, berarti ingatan Sakura sudah kembali?
"Dia ada jadwal latihan bola basket Sakura-chan." Kata Itachi sambil melirik ke samping, dan betapa terkejutnya dia melihat sahabat karibnya jauh lebih dewasa dan berwibawa.
"Sasori?! Wow... apa kabar man?" sapa Itachi sambil mengepal tangan di udara, yang disambut oleh Sasori, cara bertos ria mereka.
"Baik, kau?"
"Tentu saja baik, ayo masuk." Ajaknya. Setelah itu, semua nya masuk kedalam rumah tersebut, dan mulai bernostalgia.
Disuatu tempat dimana Sasuke berada
"Kenapa kau sudah selesai?" tanya Sai pada Sasuke. Sasuke berhenti sejenak, membereskan barangnya dan menjawab pertanya Sai.
"Ibu yang menyuruhku pulang, menjemput anak kolega ibu dan ayah yang tinggal dirumah." Lalu Sasuke kembali membereskan barang bawaannya, serta mengambil handuk dan baju ganti.
"Dia perempuan kah? Ahhh... senang nya satu rumah dengan perempuan cantik." Perkataan Naruto membuat jidatnya berkedut. 'dasar baka! Dari mana dia berpikiran kalau perempuan itu cantik? Aneh' batin Sasuke berkata. Dengan segera Sasuke berlari ke kamar mandi, dia tidak mau mendengar ocehan ibunya itu. Dan Sasuke sendiri tidak tau, bahwa perkataan Naruto 100% benar.
Lamborghini Veneno itu melaju kencang dijalan raya, dia masih merutuki ibunya saat ini. Dia tidak supir! Bahkan urusannya banyak yang lebih penting dari menjemput anak kolega ayah dan ibunya itu. Apalagi sekarang sedang berlansungnya Hanami, hahh... Sasuke paling benci keramaian.
Sesampainya di taman, Sasuke lansung memarkirkan mobilnya diparkiran taman. Dia menunggu sambil bersandar pada mobil, yang membuat perhatian para perempuan di sana jadi memerhatikannya. Para perempuan itu tidak melewatkan wajah tampan yang disuguhkan padanya, bahkan ada yang terkiki malu. Tambah membuat Sasuke benci suasana sekarang.
Sakura menikmati Hanami tersebut, untuk saat ini dia tidak menyesal pindah ke Jepang. Sambil menikmati Hanami, Sakura mencari-cari seseorang yang mungkin sudah , menunggu nya. Dan ketemu! Dia melihat Sasuke menyandar ke Lamborghini Veneno-nya.
Sesaat Sakura terdiam, suami-nya itu tidak hanya tampan, tapi rupawan, dan postur tubuh ideal. Memang betul kata Mikoto, Sasuke tidak mempunyai celah tidak sempurna. Bahkan dia lebih dari sempurna, membuat Sakura membatu. Tak berapa lama, kesadarannya lansung tiba. Dia berlari kecil ke arah Sasuke dan lansung menyapanya.
"Sasuke-kun..." Sasuke merasa familiar dengan suara ini, lalu dia melihat ke samping siapa pemilik suara indah tersebut. Betapa terkejut bukan main Sasuke melihat gadis cantik ini, dia berharap ini bukan mimpi...
"Sakura?"
*TBC*
Chapter 4 is up^^, lansung balasan review aja yaaa:
Guest: dialog semua yaa? maaf yaa, aku gak berasa kalo tulisan ku dialog semua^^ makasi udah review::))
echaNM: tenangg, dibalik menyedihkan pasti ada menyenangkan kok B) makasi udah review^^
Bougenville: ini udah lanjut^^ mind to review again?::))
Luca Marvell: sasuke dimobil karena dia gak sanggup liat sakura pergi^^makasi udah review, review again?;;))
Hikaru Sora 14: ini udah next kok;;)) jangan lupa tinggalin jejak lagi yaa^^
BlackHead394: ini udah next;;)) mind to review again?^^
Jamurlumutan462: kok gak ada ya? ntar deh, aku setting lagi;;)) ini udah next^^
dan terakhir, makasi banyak bagi yang udah Fav&Foll dan Read&Review^^ juga maafkan saya jika masih ada typo dimana-mana yaa^^
see you chapter 5;;)) jangan lupa ninggalin jejak lohh^^ makasi::))
Sign, TaySky1998
