GOmen telat update, soalnya kegiatan dan tugas sebagai siswa begitu menumpuk, jadi mohon maklum.
Balasan review chapter kemarin:
.3 : Ini dah lanjut
azuramode : hehehe... ikuti ceritanya aja
agusgaga122 : ini dah lanjut, tolong jangan panggil senpai karena saya author baru
nine fox of darkness : tentu..
Miftakhul827 : Ini dah lanjut
Spell Caster.666 : Makasih kalo anda suka...
Lhiae932 : ini dah lanjut, buat manjangin itu tergantung mood hehehe...
Hiori Fuyumi : ini dah lanjut...
Vilan616 : makasih kalo anda suka...
Femi : makasih kalo anda suka... ini dah lanjut.
naru: ini dah lanjut.
asd : ini dah lanjut...
AmmaD : MAkasih
ryuu : hehehe... maaf kalo alurnya cepat. Buat Kushina dan Minato pasti dibuat lebih menderita...
SEGITU AJA DULU, MAAF YANG BELUM SEMPAT SAYA BALES...
HAPPY READING
Pada kehidupan kejujuran dan keadilan hanyalah sebuah lelucon bagi masyarakat.
Kekuatan adalah kebenaran mutlak yang paling mendominasi. Pada dasarnya seluruh makhluk hidup memakai hukum yang sama yaitu hukum rimba, namun dalam kehidupan umum menyelubungi hukum tsb dengan berbagai kebohongan seperti hal-hal mengenai kebenaran, cinta, perdamaian dan keadilan.
Sebelumnya:
"Sepertinya Naruto berusaha membuktikan sesuatu padamu sensei, tapi mungkin semuanya telah terlambat sekarang..." gumam Kakashi pada dirinya sendiri. Ia begitu merasa kasihan terhadap gurunya yang telah kehilangan anaknya. Namun disatu sisi Naruto mungkin sudah jengah untuk mendapatkan keluarganya kembali.
Warning: OOCNaru!StrongNaru!GodlikeNaru!Berantakan!GrayNaru!LiveMinaKushi!TYPO!
Di kediaman Tazuna genin dari Konoha yang sudah siuman tengah berkumpul membahas tentang Naruto. " Tekhnik apa yang dipakai Naruto untuk melawan kita?" tanya Neji yang pertama kali buka suara. Gelenganlah yang menjadi respon mengenai pertanyaan Neji. Mereka begitu penasaran dengan kemampuan Naruto yang menyimpan segudang misteri. "Yang ku tahu Naruto dapat berubah menjadi api dan itu penyebab Naruto tak terluka saat terkena jutsu Sasuke yang berbasis api." jelas Menma. Satu fakta yang terkuak mengenai Naruto.
"Tapi saat aku akan menyerang Naruto, tanpa menoleh atau melihatku dia dapat menghindari tendanganku dengan mudah. Mungkin Naruto memiliki kemampuan sensor yang sangat hebat." imbuh Lee. Satu lagi fakta yang mengejutkan tentang Naruto, yang juga memiliki kemampuan sensor.
"Saat Jyuuken ku mengenai perutnya, entah kenapa aku merasakan yang ku pukul bukan perut tapi sebuah balok besi." jelas Neji. Entah mengapa tim 7 seperti tak asing dengan yang dijelaskan Neji.
"Aku ingat, saat dihadang oleh missing-nin Kirigakure, Kedua tangan Naruto menjadi berwarna hitam untuk menahan serangan missing-nin itu. Mungkin Naruto dapat mengeraskan bagian-bagian tubuhnya." jelas Sakura. Mereka kembali sibuk dengan pemikiran masing-masing, misteri tentang Naruto membuat kepala mereka serasa mau meledak. Kemampuan yang tak diketahui, kontrol emosi yang sangat hebat dan ditambah kejeniusan yang luar biasa, entah mengapa itu membuat mereka berfikir agar tak mencari masalah dengan Naruto. Sibuk dengan pemikiran masing-masing, datanglah Naruto dengan wajah yang nampak kusut dan kelelahan. Mata Naruto terus memandang lurus tanpa menoleh pada bocah yang tengah menatapnya dengan intens. Menghiraukan tatapan menyelidik dari mereka semua Naruto memilih menuju sebuah kamar di rumah Tazuna.
"Namikaze Naruto..." panggil Neji. Bagaikan sebuah rem, tubuh Naruto seketika berhenti bergerak. Tatapan yang semula datar, menjadi tajam dan begitu dingin.
"Apa katamu barusan Hyuuga...?" tanya Naruto dengan begitu dingin. Mata birunya menatap langsung mata lavender khas klan Hyuuga. Tatapan dari Naruto benar-benar layaknya seekor predator yang ketenangannya diganggu. Meskipun merasa tak nyaman dengan tatapan Naruto yang begitu menusuk, ia tetap berusaha memasang wajah datar miliknya.
"Apa ada yang salah Namikaze..." balas Neji dengan nada yang begitu sinis. Wajah dari Naruto semakin memerah karena marah. Seketika akal sehat mulai menguasai dirinya lagi. Amarah yang tadi akan meledak keluar, kini mulai berganti menjadi menjadi ekspresi yang datar kembali. "Apakah kau bodoh atau memang kau ini buta? Namaku tak memiliki marga apa pun. Mana mungkin sampah sepertiku menjadi bagian dari keluarga Namikaze yang sangat disegani, bukan hanya di Konoha tapi di seluruh pelosok negara. Ku kira kabar yang ku terima tentang Neji Hyuuga sang jenius keluarga cabang, hanyalah omong kosong belaka..." kata Naruto. Sekarang malah Neji yang menahan marah bahwa Naruto berani meragukannya.
"Cih..." Neji hanya dapat mendecih atas perkataan Naruto. Ekspresi dari Naruto menjadi lebih serius. "Kalian sudah kalah dalam sparring tadi. Tapi kenapa kalian masih disini...?" tanya Naruto datar. Mata birunya tetap menatap mereka ber-enam layaknya seekor elang. "Tapi Naruto, bukankah lebih baik jika kita bersama Naruto..." sangkal Menma. Ia berpikir bahwa dalam misi ini setidaknya agar Naruto mau melihatnya walau pun hanya sekilas.
"Dengar Namikaze. Motto itu berlaku jika, kau memiliki setidaknya cara pandang yang tidak berbenturan. Sekarang aku bertanya, Apa yang kalian pikirkan tentang tingkat kepanasan api?" muncul sebuah tanda tanya besar di kepala para genin Konoha. Pasalnya pertanyaan Naruto tak dapat mereka duga. Selain itu pertanyaan Naruto seperti terkesan sangat aneh bagi para shinobi.
"Kau itu bodoh ya. Api yang besar itu pasti lebih panas." kata Sasuke yang terkesan merendahkan Naruto. Sebagai klan Uchiha yang rata-rata memiliki perubahan chakra api, Sasuke sangat percaya dengan jawaban yang ia berikan. "Benarkah, kalau seperti ini..." Naruto membuat api di kedua tangannya. Di tangan kanan Naruto api berwarna merah kekuningan yang cukup besar dan di tangan kiri Naruto sebuah api yang sangat kecil dan berwarna biru. Mereka menatap intens kedua tangan Naruto yang tengah mengendalikan api yang berbeda warna dan ukuran. Entah dari mana, Naruto telah menyiapkan sebuah batangan besi yang cukup tebal. Naruto mengarahkan api yang besar untuk membakar besi itu. Beberapa menit berlalu, besi yang dibakar dengan api besar perlahan berwarna merah.
"Coba kalian lihat besi itu, beberapa menit besi itu mulai membara. Tapi..." Naruto menggunakan api birunya untuk membakar besi itu. Beberapa detik saja besi itu telah meleleh. Mereka membulatkan matanya saat api sekecil itu dapat melelehkan besi.
"Bukan karena besar maupun kecilnya api, tapi perbandingan bahan bakar dan oksigen yang ditambahkan. Jika makin banyak bahan bakar, maka meningkatkan ukuran dan intensitas api tersebut. Dan jika makin banyak oksigen yang ditambahkan maka api itu akan memiliki tingkat kepanasan yang cukup tinggi. Selain itu komposisi yang tepat antara bahan bakar dan oksigen maka akan menghasilkan api yang sesuai dengan apa yang diinginkan." sambung Naruto. Mereka menatap kagum dan tak percaya dengan penjelasan mereka. Penjelasan yang diberikan Naruto belum pernah mereka dengar. Fakta yang cukup mengejutkan bagi mereka ber-enam.
"Dilihat dari ekspresi kalian, sepertinya kalian belum pernah mendengar penjelasanku tadi." tutur Naruto. Naruto kembali membaca buku yang ia ambil dari saku celananya.
"Inilah yang membedakanku dengan kalian. Itulah mengapa aku berbeda dengan yang lainnya. Kalian terus mengejar kekuatan tanpa dasar dari ilmu pengetahuan yang vital bagi kehidupan." imbuh Naruto. Tanpa banyak bicara Naruto pergi ke sebuah kamar di rumah Tazuna. Mereka hanya tertegun mendengar perkataan Naruto.
"Naruto-san," merasa dipanggil, Naruto kembali untuk melihat siapa yang memanggilnya. Seorang gadis cantik, lebih tua dari Naruto beberapa tahun, tengah berdiri di depan pintu masuk dengan membawa sebuah keranjang berisi tanaman herbal.
"Haku-san, Apakah itu untuk Zabuza?" pertanyaan Naruto hanya dibalas anggukan kecil. Mendengar nama Zabuza disebut, para genin Konoha menjadi memasang posisi siaga.
"Apa maksudnya ini Naruto...Kenapa kau membawa missing-nin kemari?" tanya Menma tak percaya. Mereka menatap tajam Naruto yang masih tetap memasang wajah datarnya.
"Ini bagian misi yang aku jalani..." kata Naruto yang tetap santai. Kebingungan kini telah merasuki pikiran para genin Konoha. Mereka penasaran dengan misi yang Naruto emban.
"Misi apa Naruto?" tanya mereka serempak. Mendengarnya Naruto tetap memasang wajah datarnya.
"Baiklah, misi yang aku jalani adalah menghancurkan Gatou dan menjalin kerja sama dengan kelompok Rebelion. Alasan aku membawa Zabuza karena dia adalah salah satu anggota Rebelion yang ditugaskan mencari dana perang." jelas Naruto. Mata ke-enamnya membulat ketika mendengar misi dari Naruto. Mereka mengira misi Naruto adalah membantu Tazuna dalam membangun jembatannya. Naruto yang merasa tak ada urusan pada para genin Konoha itu memberi kode untuk Haku agar mengikutinya.
"Permisi minna-san..." sapa Haku dengan sopan sambil tersenyum begitu manis. Para lelaki yang melihat senyum Haku memerah terpesona dengannya. Sedangkan Tenten dan Sakura diam terpaku, gadis yang baru saja menyapa mereka begitu cantik. Ingin rasanya mereka berdua meminta rahasia kecantikan wajah Haku.
#Tempat Zabuza Haku dan Naruto tengah sibuk berkutat dengan tanaman obat yang akan diracik untuk Zabuza. Haku sedang sibuk memilah-milah tanaman obat dan Naruto lebih memilih alat-alat untuk membuat obat itu.
"Haku-san, sudah siapkah semua bahannya?" tanya Naruto dengan wajah stoicnya. Haku hanya dapat mengangguk meng-iyakan. Naruto melihat itu segera meracik tanaman yang dipersiapkan oleh Haku. Haku terus terpaku melihat Naruto yang cekatan meracik obat. Dia merasa heran dengan Naruto, meskipun menjadi anggota Intelejen Konoha tapi Naruto begitu handal dalam berbagai hal.
"Naruto-san, bagaimana kau bisa tahu ramuan obat ini? padahal kau bukan medic-nin..." tanya Haku penasaran. "Semua hal dalam kehidupan itu penting Haku-san. Tak ada salahnya kita memperbanyak cabang ketrampilan maupun teori. Toh, semuanya pasti akan berguna suatu saat nanti." jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari obat yang tengah ia racik. Haku sangat terkejut atas jawaban Naruto yang bisa berpikir sejauh itu. Itu bukanlah pemikiran seorang ninja, pemikiran yang dipakai Naruto adalah pemikiran seorang pemimpin sebuah daerah. Yang mana Naruto dapat menguasai aspek pendidikan, militer bahkan bidang kedokteran.
"Haku san berikan ini padanya dan akan ku oleskan ini padanya."kata Naruto. Sebuah mangkok berisi ramuan berwarna hijau kini berada di tangan Naruto sedangkan Haku membawa segelas ramuan berwarna kemerahan. Dengan hati-hati Haku meminumkan ramuan itu pada Zabuza. Sedangkan Naruto mengoleskan obat herbal yang ia pegang ke seluruh tubuh Zabuza yang terkena luka bakar. Tak lama Zabuza mulai membuka matanya. Mengerjapkan matanya beberapa kali hingga kesadarannya benar-benar utuh. Matanya menatap sekeliling, pandangannya bertemu mata biru sedingin es. Matanya menajam melihat seseorang yang telah membuatnya hingga seperti ini. Ia hendak menggerakkan tubuhnya, namun apa daya tubuhnya terasa amat sakit hanya untuk bergerak.
"Tenanglah Zabuza-san. Aku hanya berniat membuat sebuah kesepakatan padamu..." kata Naruto serius. Zabuza hanya bingung dengan permintaan orang di depannya. Mata hitamnya menatap penuh selidik dalam mata biru es itu. Beberapa saat ia terus mencoba mencari kebohongan pada mata itu, namun mata biru itu sangat yakin dengan yang ia katakan.
"Jadi apa maumu bocah?" tanya Zabuza penasaran. Melipat kedua tangan tepat di depan dadanya. "Satu hal. Biarkan aku bertemu Mei Terumi, maka harta Gatou jadi milikmu." Baik Haku maupun Zabuza merasa terkejut mendengar perkataan Naruto. Penawaran yang cukup menggiurkan bagi mereka berdua. Tapi ada satu hal yang membuat Haku maupun Zabuza bingung, bagaimana bisa bocah itu menjanjikan hal seperti itu.
"Bagaimana caranya kau mendapatkan harta milik Gatou?" kini giliran Haku yang bertanya. Masih tetap mempertahankan posisinya, namun sebuah seringaian tipis terpampang pada wajahnya.
"Akan kudapatkan hartanya dengan mode Gear 0 milikku." kata Naruto dengan serius. Pernyataan Naruto malah membuat bingung baik Zabuza atau Haku. Mereka tak pernah tahu mengenai mode Gear 0 milik Naruto. Belum sempat mereka bertanya lagi Naruto telah pergi dari sana. Mereka bertanya-tanya, sejak kapan Naruto meninggalkan ruangan itu.
#Genin Konoha place
Para genin serta jounin pembimbing dari Konoha tengah beradu argumen yang sangat seru. Masalah yang mereka bicarakan hanya membahas tentang kemampuan Naruto yang penuh akan misteri.
"Jadi Naruto memiliki mode yang ia namakan Gear 1..." kata Kakashi dengan nada yang penasaran. Rasa penasaran mereka semakin memuncak mendengar fakta baru mengenai Naruto.
"Jika Naruto menamakannya Gear 1, maka dia memiliki variasi jurus yang lain..." Neji menyampaikan opininya. "Jika Gear 1 sudah sekuat itu, apalagi Gear yang lainnya." kata Sakura menimpali. "Sepertinya kalian sedang membicarakanku, Aku sungguh tak suka membicarakan tentangku." kata Naruto yang sudah bersandar pada tembok kayu rumah Tazuna. Semua orang disana terkejut melihat Naruto yang telah berada disana. Mata biru shappirenya menatap datar kumpulan shinobi Konoha yang menatapnya dengan serius.
"Sebenarnya seberapa kuat kau Namikaze..." kata Neji dengan penuh selidik. Tatapan menyelidik juga diikuti para ninja yang lain. Naruto masih tetap memasang wajah datar miliknya.
"Kalian ini, bukankah para ninja yang dapat dikatakan cukup elit. Tapi pertanyaan yang begitu bodoh pun masih kalian gunakan. Kami di divisi Intelejen, menganggap siapapun sebagi orang yang patut dicurigai. Apalagi memberitahukan kekuatanku pada kalian, itu sama saja aku hanya seperti orang bodoh." jelas Naruto. Mereka seketika tersentak mendengar perkataan Naruto yang sungguh tepat. Mereka serasa seperti orang bodoh dihadapan Naruto. Kakashi sebagai guru pembimbing Naruto merasa sangsi mengenai kemampuan milik Naruto. Pemuda yang jarang tersenyum itu, sangat terlatih menjadi shinobi yang handal. Sempat ia berpikir, bahwa Naruto anak yang memiliki pemikiran yang terlalu dewasa, atau malah Naruto adalah orang dewasa yang kembali menjadi anak-anak.
Jangankan untuk mengetahui kekuatan Naruto, secuil informasi mengenai dirinya disembunyikan dengan sangat rapat.
"Carilah sendiri dari apa yang kalian lihat, maka setidaknya kalian dapat berasumsi seberapakah kuat diriku ini..."kata Naruto dengan senyuman yang sangat tipis. Para ninja Konoha merasa kaget bahwa Naruto yang konon tak pernah tersenyum, namun kini di a benar-benar tersenyum walau pun begitu mengapa senyuman dari NAruto memberikan perasaan yang aneh dan asing bagi mereka.
"Oh iya mungkin, kalian bisa membantuku dalam misi kali ini..."imbuh Naruto. Mereka semua menatap ganjil kearah Naruto, yang memperbolehkan mereka ikut dalam misinya.
"Tapi misi apa yang dapat kami bantu..?"tanya Kakashi penasaran. Dengan seringaian yang begitu mengerikan yang kini terpampang di wajah kalemnya, memberikan kesan yang sangat tidak menyenangkan bagi para ninja Konoha "Misi kali ini...
PEMBANTAIAN"
JELEK KAH, CEPAT KAH, ATU PENDEK KAH?
KALO BERKENAN TINGGALKAN REVIEW YA...
