Anne Garbo

Pochi

Disclaimer :Kuroko no Basukemilik Fujimaki Tadatoshi

Warning : peringatan warna warni ada disini. Tapi yang paling saya ingatkan adalah

Saat anda menemukan ranjau typo, dimohon agar jangan diinjak

Setelah berkunjung dari rumah teman semasa SMP-nya, Seijuuro memutuskan untuk berjalan menuju halte bis untuk nantinya dia akan pergi menggunakan taksi. Setelah melewati tikungan, Seijuuro melihat ada seorang anak kecil, mungkin usianya 5 tahun berjalan sendiri di jalan yang sepi.

Seijuuro menengok kanan dan kiri dan tidak ada tanda-tanda orang dewasa selain dirinya di tempat itu. Merasa khawatir, Seijuuro mendekati anak kecil itu yang tanpa takut berjalan seorang diri sambil mendendangkan lagu – yang sepertinya sebuah opening dari kartun minggu pagi.

"Err… halo.." sapa Seijuuro ragu-ragu.

Anak kecil itu berhenti dan menengok ke arahnya. Kepalanya mendongak ke atas karena tubuh Seijuuro tinggi menjulang dari sudut pandangnya.

"Adik kecil," Seijuuro berjongkok. "mau kemana? Kenapa kamu sendirian saja?"

Anak itu dengan polos menjawab, "Kouki mau beli Pochi!"

"Pochi?" tanya Seijuuro lagi. Benda macam apa itu?

Kouki mengangguk dua kali membuat pipi tembam itu terlihat seperti membal. "Kouki dan onii-chan shelalu beli Pochi di komini!"

'Apa komini itu adalah kombini?' pikir Seijuuro.

"Jadi Kouki-kun mau beli Pochi di kombini?" Kouki mengangguk. "Tapi kenapa sendiri?"

Anak kecil berambut brunet itu mengenggam kuat-kuat celana selututnya, wajahnya tertunduk sedih. "Kan.. kan Kouki biasha pergi shama onii-chan. Kan, tapi kan onii-chan shakit. Trush kan Kouki kan mau beliin onii-chan Pochi. Onii-chan bisha shembuh kalau ada Pochi!"

Seijuuro mengulurkan tangan untuk mengusap-usap rambut anak kecil itu. Dalam hati bertanya-tanya kenapa anak sekecil ini bisa kabur dari rumah dan tidak ada satupun orang tuanya yang tau.

"Kouki-kun, mau kakak temani ke kombini? Kebetulan kakak juga mau beli Pochi."

Kouki menimbang sebentar, lalu menggeleng. "Kata mama, Kouki tidak boleh shama orang ashing."

Seijuuro bediri kemudian membungkukkan badannya 45 derajat. "Nama saya Akashi Sejuuro. Salam kenal."

Anak kecil bernama Kouki itu pun mengikuti. "Shaya Purihata Kouki. Shalam kenal."

Seijuuro tersenyum dan kembali berjongkok. "Nah, kita kan sudah saling mengenal yang artinya kakak bukan orang asing lagi bagi Kouki-kun. Jadi kita bisa pergi ke kombini bersama-sama?" ajak Seijuuro. Baru Kouki mau membuka mulut, Seijuuro menambahkan, "Kakak akan belikan Pochi yang banyak untuk Kouki-kun. Sebanyak yang kamu mau."

Mata Kouki berbinar kemudian mengangguk antusias. Kemudian ia mengambil tangan Seijuuro dan ditariknya untuk segera berjalan.

Kouki kecil kembali menyanyikan lagu anak-anak sambil berjalan. Tangannya terayun-ayun depan belakang berjalan seolah tanpa beban. Coba saja yang menemukan anak ini bukan Seijuuro. Mungkin bisa saja dia diculik atau ah.. Seijuuro tidak bisa membayangkan.

"Kouki-kun, Pochi itu seperti apa?"

"Pochi itu.. panjaaang trush Kouki paling shuka yang sheterrrawberrrry!"

Seijuuro menggigit bibirnya. Berusaha tidak tertawa mendengar anak ini menggunakan kata 'r' terlau banyak.

Saat mendekati kombini, Seijuuro dapat melihat seorang wanita yang celinguk sana-sini di depan pintu kaca tersebut. Seijuuro menduga bahwa wanita itu adalah ibu dari anak ini. Benar saja, saat mereka mendekat, Kouki berteriak, "Mama!" lalu melepaskan tangan Seijuuro kemudian berlari.

Wanita itu segera memeluk Kouki. Wajah cemasnya seketika lumer menjadi kelegaan. Dalam pelukan wanita itu, Kouki bercerita sekedarnya – karena tentu saja dia belum bisa menarasikan dengan baik – perjalanan dia menuju kombini.

Wanita itu tak hentinya mengucapkan terimakasih kepada Seijuuro dan Seijuuro kembali mengingatkan agar lain kali kejadian ini tidak terulang lagi.

Merasa sudah tidak ada urusan lagi disana dan memutuskan untuk pergi, Seijuuro merasakan tarikan di celananya. Ia melihat ke bawah, ke seorang anak berumur lima tahun yang mengulurkan kedua tangan ke arahnya sambil memiringkan wajah. "Pochi?" ucap anak itu.

Seijuuro diam kemudian menjongkok. "Ya?" tanyanya.

"Pochi Kouki mana? Katanya mau kashih Kouki banyaaak Pochi!"

Seijuuro terkekeh. Kemudian mengambil tangan Kouki dan mengajaknya masuk ke dalam.

Di dalam, Seijuuro baru tau bahwa Pochi-Pochi yang Kouki ributkan selama ini adalah snack Pocky. Dan sesuai janji, ia membelikan Kouki sebanyak sepuluh. Karena dalam pikiran anak-anak Kouki, angka terbanyak dalam hitungannya adalah sepuluh.

"Kouki-kun mau berapa banyak?"

"Shepuluh!" jawab Kouki cepat sambil menaikkan kedua tangannya. Kesepuluh-sepuluh jarinya diacungkan ke atas.

"Tidak sebelas?" ledek Seijuuro. Mengangkat kedua jadi telunjuk seperti angka sebelas.

Kouki menggeleng diangkatnya lebih tinggi kedua tangannya. "Shepuluh!"

FIN

Sei nya itu OOC bener ya. Aku sih ngebayanginnya Oreshi. Yah.. pokoknya disini Sei udah cocok banget dah jadi bapak. Nikahi Kouki sanaaahh! Tapi bukan Kouki yang ini! terlalu muda!

Trus aku buat Kouki cadel S. gak ada maksud sih, cuma ngerasa lucu aja anak kecil cadel S.