So I

Cast : Kyuhyun, Eunhyuk

Genre : Brothership, Family

Rating : K+

Disclaimer : Plot is mine.

Warning : Just Fanfic. Typos.

Summary : "Bicaralah seperti itu untuk dirimu sendiri." | "Hyukhyuk, aku terharu setelah mengetahui kau sangat berbakat menjadi seorang pembantu." | "Hyukhyuk! Neo eodiseo? Dimana ramyeonku?" | "Aku merindukan image pelitmu, Hyukhyuk." | "Tak apa jika kau menginginkannya. Lagipula aku tak membutuhkanmu! Tetapi…"

Happy Reading!

.

.

"Kyuhyunie, aku akan… Aigo… Ada apa denganmu? Gwaenchanayo?" Seru Eunhyuk panik melihat Kyuhyun yang sedang mengibaskan tangan kanannya dengan raut wajah kesakitan.

"Jangan mendekat, Hyukhyuk!" seru Kyuhyun berusaha memperingatkan Eunhyuk yang ingin mendekatinya, pasalnya panci yang tergeletak di samping kaki Kyuhyun telah menumpahkan helaian ramyeon serta kuah panas yang memenuhi lantai dapur dorm lantai 11 itu. Namun Eunhyuk tetap mendekat tanpa menghiraukan larangan Kyuhyun.

"Bicaralah seperti itu untuk dirimu sendiri." Ujar Eunhyuk seraya memegang pergelangan tangan kanan Kyuhyun, sedikit meregangkan pegangannya saat Kyuhyun meringis dan menuntunnya ke wastafel.

Eunhyuk membasuh punggung tangan kanan Kyuhyun yang mulai terlihat memerah di bawah aliran air dari wastafel. Kyuhyun hanya meringis seraya memejamkan mata berusaha menahan rasa perih yang menjalari tangan kanannya tersebut. Lalu Eunhyuk kembali menuntun Kyuhyun untuk berjalan ke ruang tengah dan meminta Kyuhyun untuk duduk di sofa.

"Aku masih tak mengerti, bagaimana bisa kau menyiram tanganmu dengan air yang baru saja kau rebus sendiri seperti itu." sindir Eunhyuk mengambil posisi duduk di samping Kyuhyun setelah sebelumnya mengambil kotak obat untuk mengobati punggung tangan Kyuhyun yang sedikit melepuh.

"Aku sedang memasak ramyeon, Hyukhyuk, bukan ingin menyiram tanganku sendiri!" bela Kyuhyun kesal seraya menggembungkan pipinya.

"Tetapi kau selalu menuangkannya dengan cara yang salah, Kyuhyunie, kau seharusnya mengangkat pancinya lalu menuangkan ramyeon dari panci ke mangkuk dengan sendok secara perlahan bukan menuangkan seluruhnya langsung ke mangkuk." Jelas Eunhyuk dengan lembut seraya membalut punggung tangan Kyuhyun dengan perban.

"Tetapi aku sudah terbiasa seperti itu dan tidak ada kejadian seperti ini sebelumnya."

"Aish… Kau ini! Sulit sekali diberitahu." Gerutu Eunhyuk seraya beranjak bangun untuk menaruh kotak obat ke tempat semula, sedangkan Kyuhyun hanyak duduk seraya meniup tangan kanannya berusaha mengurangi perih yang dirasakannya.

Kyuhyun bertahan cukup lama dalam posisi seperti itu, sebelum akhirnya menyadari bahwa Eunhyuk tak kunjung kembali dari mengembalikan kotak obat itu. Kyuhyun akhirnya bangun lalu berjalan menuju dapur, namun ia menghentikan langkahnya saat melihat Eunhyuk sedang membersihkan lantai dapur yang kotor karena ulah Kyuhyun tadi.

"Hyukhyuk, aku terharu setelah mengetahui kau sangat berbakat menjadi seorang pembantu." Ucap Kyuhyun dengan nada yang dibuat-buat, Eunhyuk hanya mendelik lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

Kyuhyun yang merasa tak diacuhkanpun kembali menuju ruang tengah lalu mendudukkan dirinya kembali diatas sofa. Ia menghidupkan televisi lalu menontonnya, berniat untuk menunggu Eunhyuk yang sedang membersihkan dapur.

"Hyukhyuk, buatkan aku ramyeon!" rengek Kyuhyun manja menghentikan langkah Eunhyuk yang akan memasuki kamarnya selesai dari membersihkan dapur.

"Kyuhyunie, aku harus…"

"Jebaaaal, hyuuung…" Kyuhyun menatap Eunhyuk dengan puppy eyes andalannya, tak ketinggalan pula ia menangkupkan kedua tangannya di depan dada yang membuat Eunhyuk mendengus lalu mengangguk pasrah. Dan setelah itu, Kyuhyun hanya menampilkan senyum termanisnya seraya kembali memandang layar televisi.

"Kyuhyunie, ramyeonmu sudah… Aigo, anak ini! Bahkan dalam keadaan lapar pun masih bisa tertidur nyenyak." Ujar Eunhyuk heran, tiba-tiba suara ponsel menginterupsi kegiatan bermonolog Eunhyuk. Ia menggeser tombol penerima setelah melihat nama yang tertera dari layar ponselnya.

"Yeoboseyo… Ne, mianhae, mianhae, aku akan kesana sekarang…"

Eunhyuk menoleh ke arah jam dinding yang menunjukkan jam 7 malam, ia pun meletakkan ramyeon yang dibuatnya di atas meja makan, ia mengambilkan Kyuhyun selimut lalu bergegas keluar dorm itu setelah sebelumnya membuat sebuah catatan kecil yang ia temple di pintu lemari es sebagaimana kebiasaan mereka sejak dulu.

.

.

Kyuhyun menggeliat pelan, ia mengerjapkan matanya beberapa kali berusaha beradaptasi dengan cahaya yang masuk ke dalam retinanya. Ia sedikit terkejut melihat dirinya terbalut selimut dan berada di atas sofa panjang lalu menengok ke arah jam dinding yang menunjukkan jam 8 malam, akhirnya ia teringat bahwa sebelumnya ia tertidur saat sedang menonton televisi untuk menunggu Eunhyuk memasakkannya ramyeon.

"Hyukhyuk! Neo eodiseo? Dimana ramyeonku?" seru Kyuhyun yang masih terduduk di atas sofa, merasa tak ada sahutan dari manapun, Kyuhyun memutuskan untuk beranjak bangun menuju ke kamar Eunhyuk.

Biasanya hyungnya itu sedang menonton film di dalam kamarnya sendiri karena Kyuhyun akan berteriak keberatan jika daerah teritorial ruang tengah tempat biasa ia bermain game digunakan oleh Eunhyuk untuk menonton film yang pada akhirnya membuat Kyuhyun ikut menontonnya juga, dan Kyuhyun menghindari hal itu mengingat film yang ditonton Eunhyuk tak memberikan pengaruh yang baik untuk dirinya sendiri.

Pintu kamar Eunhyuk dalam keadaan terkunci, itu membuktikan bahwa saat ini Eunhyuk sedang tak ada di kamarnya, Kyuhyun yang mulai merasa lapar pun bergegas menuju ke dapur namun langkahnya terhenti di meja makan saat melihat sebuah mangkuk diatas meja makan tersebut. Ia yakin, ini adalah buatan Eunhyuk untuknya, ia meringis saat menyicipi kuah ramyeon tersebut yang sudah dingin. sedikit menggerutu atas kebodohan sang hyung yang meletakkan ramyeon di ruang terbuka namun ia tetap melahapnya.

Kyuhyun mulai kebosanan setelah berjam-jam bermain game untuk menunggu kepulangan Eunhyuk. Di dorm saat ini hanya ada ia sendiri, karena Ryewook sedang menjadi DJ Sukira sedangkan Donghae sedang pergi entah kemana Kyuhyun tak peduli. Kyuhyun tak ingin menghubungi Eunhyuk untuk menanyakan posisinya karena ia tak ingin digoda Eunhyuk jika Eunhyuk tahu Kyuhyun mencari dirinya. Kyuhyun berjalan kembali menuju ke lemari es untuk mengambil minuman, tetapi ia melihat ada sebuah catatan kecil dengan tulisan khas Eunhyuk. Kyuhyun mengambilnya dan membacanya.

Kau sudah bangun?

Mianhae jika menemukan ramyeonmu sudah dingin,

Aku tak tega membangunkanmu karena kau terlihat begitu lelah.

Ganti perban di tanganmu dan tak perlu menungguku kembali.

Jaga dirimu dan JANGAN DEKATI KOMPOR!

Hyuk

Kyuhyun berdecih membaca pesan dari Eunhyuk. Tetapi ia penasaran kemana Eunhyuk pergi, apakah bersama Donghae atau hyungnya yang lain atau tidak. Jika iya, Kyuhyun bersumpah akan mengutuk Eunhyuk karena tak mengajaknya. Kyuhyun berkali-kali menoleh ke arah jam dinding yang saat ini telah menunjukkan ke angka 11, ia menimbang-nimbang apakah ia harus tetap menunggu atau bergegas ke kamar untuk tidur mengingat esok ia memiliki jadwal di pagi hari. Dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya tanpa mengindahkan pesan Eunhyuk untuk mengganti perban di tangannya.

Eunhyuk memasuki dorm dengan menenteng beberapa paper bag di kedua tangannya. Ia sedikit heran melihat keadaan dorm yang cukup sepi, namun akhirnya meringis saat melihat ke arah jam dinding di ruang tengah yang telah menunjukkan pukul 2. Eunhyuk memasuki kamarnya untuk meletakkan paper bag itu dan berniat membersihkan diri.

Eunhyuk memasuki kamar Kyuhyun, ia tak yakin dongsaengnya itu telah mengganti perbannya mengingat Kyuhyun bukanlah seorang dongsaeng yang penurut. Dan dugaan Eunhyuk benar seratus persen, Kyuhyun telah tertidur di tempat tidurnya tanpa mengganti perbannya. Ia bergegas mengambil kotak obat lalu mulai menggantikan perban Kyuhyun. Setelah selesai ia memperhatikan wajah Kyuhyun sejenak, merapikan poni Kyuhyun yang berantakan lalu mengecup kening Kyuhyun sebelum kembali ke kamarnya. Inilah kebiasaan Eunhyuk beberapa waktu belakangan ini, memasuki kamar Kyuhyun di saat Kyuhyun tidur untuk sekedar menemui dongsaengnya itu yang saat ini menjadi orang yang satu-satunya tinggal di lantai yang sama dengannya.

.

.

Kyuhyun terbangun saat mendengar suara alarm yang berdengung keras di samping bantalnya. Ia sedikit menyesali keputusannya menggunakan jam weker pilihan Eunhyuk yang membuat telinganya terasa tuli setiap pagi. Ia bergegas keluar menuju kamar mandi tetapi terhenti di depan kamar Eunhyuk yang pintunya terbuka, iapun memasuki kamar Eunhyuk yang duduk di atas ranjang seraya memperhatikan Eunhyuk yang sedang merapikan lemari pakaiannya.

"Hyukhyuk, kau ingin minggat?"

"Omo! Aigo.. kau mengejutkanku, Kyuhyunie." Keluh Eunhuk seraya mengelus dadanya berusaha menenangkan jantungnya yang hampir meloncat karena tiba-tiba mendengar suara Kyuhyun dari belakang, sedangkan Kyuhyun hanya memutarkan matanya.

"Bukankah kau telah membawa sebagian besar barang-barangmu ke rumah orang tuamu, tetapi mengapa lemari ini masih penuh?"

"Memang. Tetapi yang ini aku baru membelinya kemarin."

"Kau menghabiskan uangmu untuk membeli pakaian ini? Seharusnya kau menabungkannya mengingat kau akan pergi wamil, Hyukhyuk. Kau tak akan memiliki pemasukan untuk sementara waktu tetapi kau malah membelanjakan pakaian dan barang-barang lainnya sebanyak ini." oceh Kyuhyun yang membuat Eunhyuk menyesal telah menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Tabunganku sudah cukup banyak sehingga aku memilih menginvestasikannya untuk membeli barang-barang ini." dalih Eunhyuk.

"Aku merindukan image pelitmu, Hyukhyuk." Ejek Kyuhyun yang membuat Eunhyuk mendelik, "Bahkan kau hampir menyaingi kepelitan Teukie Hyung." Lanjut Kyuhyun yang membuat Eunhyuk berdiri, berniat untuk mengusir Kyuhyun.

"Aish.. pergi mandi sana, Kyuhyunie, kau ini hanya ingin ke kamar mandi saja menyempatkan diri untuk mampir ke kamarku terlebih dahulu." Usir Eunhyuk yang membuat Kyuhyun menggembungkan pipinya lalu memilih mengikuti perkataan Eunhyuk untuk bergegas ke kamar mandi.

"Hyukhyuk, kau akan kemana lagi?" tanya Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi saat melihat Eunhyuk telah berpakaian rapi.

"Aku mendapat libur, jadi aku akan pergi bersama eomma dan noona ke pulau Jeju." Jawab Eunhyuk yang sedang merapikan mantelnya.

"Kapan kau kembali?"

"Mungkin lusa pagi. Kau tak apa jika tanpa aku?" Eunhyuk menampakkan raut khawatirnya, entah mengapa kali ini ia sedikit tak rela untuk pergi meninggalkan Kyuhyun

"Apa maksudmu, Hyukjae, aku baik-baik saja kalaupun tanpamu!" ucap Kyuhyun sedikit kesal.

"Bukan begitu maksudku, tetapi ya sudahlah. Yang kutahu jadwal individumu hari ini dan esok akan cukup padat sehingga kau hanya memiliki waktu untuk tidur jika telah berada di dorm. Manajer hyung juga akan menginap disini sehingga kau tak kesepian."

"Tenanglah, Eunhyuk hyung, aku sudah terbiasa berada sendiri di dorm. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Pergilah, mereka pasti telah menunggumu sekarang. Dan tolong sampaikan salamku untuk mereka." Ucap Kyuhyun lembut, Eunhyuk sempat tertegun mendengarnya. Tetapi ia hanya mengangguk lalu bergegas untuk membuka pintu setelah mengenakan sepatu.

"Hyukhyuk."

"Ne?" langkah Eunhyuk terhenti saat mendengar Kyuhyun menggumamkan namanya.

"Eoh? Waeyo?" tanya Kyuhyun heran, membuat Eunhyuk mengerutkan kening tetapi ia berpikir mungkin ia yang salah dengar sehingga ia kembali melanjutkan langkahnya,

Kyuhyun duduk di sofa setelah kepergian Eunhyuk. memperhatikan keadaan dorm yang begitu sepi karena hanya ada ia sendiri. Ia hampir menahan Eunhyuk pergi saat Eunhyuk bertanya apakah ia akan baik-baik saja tanpa Eunhyuk. Tetapi ia hanya membalasnya dengan jawaban yang sangat bertolak belakang dengan hatinya. Ia tak pernah merasa baik-baik saja tanpa hyung-hyungnya, bahkan Kyuhyun telah merindukan Eunhyuk saat ini.

Kyuhyun bergegas beranjak bangun dari duduknya lau berjalan ke kamarnya, pagi ini ia memiliki jadwal shooting drama perdananya. Kyuhyun memperhatikan pantulan dirinya di cermin, ia melihat wajah yang sedikit muram disana. Akhirnya ia memutuskan untuk bermain game sebentar setelah ia selesai bersiap-siap seraya menunggu manajer datang untuk mengantarkannya ke lokasi shootingnya.

.

.

Kyuhyun kembali ke dorm setelah menyelesaikan jadwal terakhirnya hari ini. Arloji di pergelangan tangan kanannya telah menunjuk ke angka 10 tetapi ia masih bersemangat karena mengingat hari ini merupakan hari dimana Eunhyuk telah kembali dari liburannya pagi tadi. Ia berniat untuk mengajak sang hyung untuk bermain game sejenak atau sekedar berbincang-bincang.

Tetapi Kyuhyun harus mengubur harapannya dalam-dalam saat ia memasuki kamar Eunhyuk yang tak terkunci dan melihat Eunhyuk telah tertidur di tempat tidurnya. Kyuhyun mendekat ke samping tempat tidur Eunhyuk, ia memperhatikan Eunhyuk yang tertidur dalam posisi menyamping dan memunggunginya. Kyuhyun mendudukkan diri di tepi tempat tidur seraya tak melepaskan pandangannya dari Eunhyuk.

"Hyukhyuk, mengapa kau jadi semakin menyebalkan sekarang? Kau semakin sering pergi bersama hyungdeulku di saat jadwal individuku sedang padat. Kau bahkan berbelanja dengan Zhoumi hyung tanpa mengajakku kemarin." Monolog Kyuhyun seraya mengerucutkan bibirnya.

"Hyukhyuk, apakah kau membawa oleh-oleh untukku? Mengapa kau lebih dulu tertidur sebelum memberikan oleh-oleh itu kepadaku? Hyukhyuk bogoshippoyo."

TESSS

Kyuhyun menitikkan air matanya saat mengatakan kalimat terakhirnya. Ia tak menghapusnya karena yakin ia tak akan bisa menghentikan air mata itu.

"Mengapa kau menjauhiku, hyung? Apa karena kau akan pergi? Kau ingin melakukan cara yang pernah dilakukan oleh Minimie dulu sebelum ia pergi, hyung? Mengapa kau tak kreatif eoh?" Kyuhyun tertawa kecil di sela monolognya.

"Tak apa jika kau menginginkannya. Lagipula aku tak membutuhkanmu! Tetapi…" Kyuhyun memberi jeda, ia menghela nafas panjang. Bulir-bulir air mata berjatuhan semakin deras.

"Jebal, jangan seperti ini, hyung… Hyungdeul merupakan orang yang paling kubutuhkan setelah eomma, appa dan noona. Dan kau adalah orang yang paling mudah aku temui karena kita tinggal di tempat yang sama. Eunhyuk hyung, Donghae hyung dan Siwon hyung sebentar lagi akan pergi. Bahkan sahabatku juga akan pergi. Lalu aku akan bersama dengan siapa, hyung?"

Air mata yang jatuh semakin banyak, Kyuhyun mulai terisak sehingga ia bergegas keluar kamar Eunhyuk untuk pergi ke kamarnya sendiri. Kyuhyun ingin melanjutkan tangisannya sendiri setelah puas menumpahkan perasaannya dengan berbicara pada Eunhyuk yang sedang tertidur.

Eunhyuk mengubah posisinya sesaat setelah mendengar pintu kamar Kyuhyun tertutup kembali. Matanya telah memerah dan mulai membengkak karena menangis, sedangkan telunjuk tangan kirinya terluka karena ia gigiti untuk menahan bahunya agar tak bergerak karena tangisannya saat mendengar ucapan Kyuhyun tadi.

Mianhaeyo, Uri magnae. Lagi-lagi aku membuatmu bersedih. Mianhae, jeongmal mianhae.

.

.

Eunhyuk memasuki kamar Kyuhyun dan tersenyum saat melihat gundukkan selimut yang berada di atas tempat tidur. Eunhyuk mendekati tempat tidur Kyuhyun lalu mendudukkan diri di tepi tempat tidur tersebut menghadap ke arah Kyuhyun yang tertidur dengan posisi miring. Eunhyuk yakin Kyuhyun telah tertidur karena ia tak mendengar suara apapun dari kamar Kyuhyun sejak kejadian Kyuhyun yang keluar kamarnya dua jam yang lalu.

Eunhyuk bisa melihat jelas jejak air mata yang masih membekas di pipi Kyuhyun yang penuh tersebut. Ia mengusap pipi Kyuhyun, menyesali perbuatannya yang membuat pipi yang biasanya terlihat menggemaskan itu harus dikotori dengan jejak air mata. Lalu Eunhyuk membelai kepala Kyuhyun.

"Mianhae, uri chagiya, jika apa yang aku perbuat justru membuatmu begitu tersiksa. Sesungguhnya hal itu aku lakukan untuk diriku sendiri. Aku takut tak mampu meninggalkanmu sendiri, Kyuhyunie. Melihatmu yang selalu ceria dan tak pernah menunjukkan kesedihanmu pada orang lain membuatku selalu ingin berada di dekatmu. Jadi aku berpikir bahwa lebih baik aku menjauhimu perlahan. Saranghaeyo, uri magnae, uri chagi, uri Kyuhyunie!" Eunhyuk mengecup cukup lama di puncak kepala Kyuhyun, ia kembali mengusap pipi Kyuhyun untuk memastikan bahwa tak ada lagi bekas air mata di pipi Kyuhyun. Ia bahkan tak mempedulikan dirinya yang saat ini juga berderaian air mata, bahkan matanya sudah membengkak karena terlalu lama menangis.

Eunhyuk beranjak untuk ke dapur sebentar, ia mengambil wadah yang berisi air dingin dan handuk kecil lalu kembali ke kamar Kyuhyun. Eunhyuk mengompres kedua mata Kyuhyun yang terlihat sedikit membengkak. Eunhyuk sangat tahu bahwa dongsaeng terkecilnya itu tak mau ada seorangpun yang mengetahui bahwa ia telah menangis. Lalu Eunhyuk juga mengompres kedua matanya sendiri agar tak terlihat begitu membengkak. Eunhyuk membaringkan dirinya di samping Kyuhyun, ia yakin esok ia bangun lebih pagi daripada Kyuhyun mengingat ia telah terlalu banyak tertidur setelah kepulangannya dari pulau Jeju pagi tadi. Sehingga Kyuhyun tak akan tahu jika ia telah tertidur di kamar yang sama dengan Kyuhyun.

.

.

"YA! LEE HYUK JAE!" Teriak Kyuhyun membuat Eunhyuk yang baru saja keluar dari kamarnya terkejut.

Eunhyuk segera menuju ke kamar Kyuhyun dan mengerutkan kening saat melihat Kyuhyun yang sedang mengucak matanya dan masih berada di atas tempat tidurnya dengan bibirnya yang mengerucut. Namun kemudian tertawa setelah menyadari betapa menggemaskannya tingkah Kyuhyun yang terlihat seperti balita yang baru bangun tidur. Eunhyuk bahkan melupakan tujuannya untuk apa ia berada di kamar Kyuhyun.

"Mengapa kau memasang alarm sepagi ini? Aku hanya memiliki jadwal mulai pukul 15 nanti, biarkanlah aku tertidur sedikit lebih lama." Oceh Kyuhyun yang masih terlihat belum sadar sepenuhnya.

Eunhyuk hanya tertawa kecil melihat ekspresi Kyuhyun yang pasti akan dirindukannya sebentar lagi. Kyuhyun selalu menampilkan wajah polosnya setiap bangun dari tidurnya.

"Ya sudah, tak apa jika kau ingin tertidur kembali, aku akan sarapan sendiri." Ucap Eunhyuk yang membuat Kyuhyun mengerutkan kening.

"Kau tak kemana-mana hari ini?"

"Ne, wae?"

"Gwaenchana, tunggu aku mandi dulu ne, kita sarapan bersama, Hyukhyuk." Ucap Kyuhyun antusias seraya beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, sedangkan Eunhyuk hanya tersenyum melihat tingkah sang magnae.

Eunhyuk dan Kyuhyun bersarapan bersama lalu Kyuhyun mengajak Eunhyuk bertanding game setelah mereka selesai membersihkan meja makan dan menyuci piring bersama. Mereka tertawa bersama selama bertanding walaupun kebanyakan dimenangkan oleh Kyuhyun, Eunhyuk merasa berbahagia setidaknya ia bisa kembali melihat senyum dan tawa tulus Kyuhyun yang sempat hilang dari pandangannya akhir-akhir ini.

Kyuhyun menghentikan permainannya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Eunhyuk, ia sempat memejamkan mata dan menarik nafas panjang.

"Hyukhyuk, apakah kau mendengar apa yang aku katakan semalam?"

"Ne." Kyuhyun terdiam mendengar jawaban Eunhyuk, ia memeluk Eunhyuk dari samping berusaha menutupi wajahnya yang sebentar lagi akan kembali basah karena air mata.

"Kyuhyunie, mianhae jika kau salah mengerti tentang apa yang aku lakukan, aku seperti itu bukan untuk membiasakanmu tanpa diriku tetapi untuk membiasakan diriku tanpa dirimu. Aku mengenalmu cukup lama, Kyuhyunie. Aku melihat pertumbuhanmu, merasakan banyaknya waktu yang aku habiskan bersamamu. Kita tinggal bersama untuk waktu yang sangat lama, walaupun kau menyebalkan tak bisa aku pungkiri bahwa aku begitu mengkhawatirkanmu, Kyuhyunie." Ucap Eunhyuk yang telah berderaian air mata, ia bisa merasakan bahu kirinya terasa basah dan pelukan Kyuhyun semakin erat padanya.

"Uri magnae, bagaimana bisa aku mengabaikanmu yang tak pernah bisa menurut ini? Bahkan saat kami membenci dirimu, kau tetap bisa membuat kami menyayangimu melebihi diri kami sendiri." Eunhyuk tak sanggup melanjutkan perkataannya.

"Hyung… Saranghae…" cicit Kyuhyun di sela tangisnya, Eunhyuk balas memeluknya, membenamkan kepala Kyuhyun di bahunya. Membiarkan diri mereka saling menangis bersama, menumpahkan perasaan yang terpendam. Tak ada yang memulai berbicara hingga mereka saling melepas pelukan tersebut.

"Kau sudah lebih baik?" tanya Eunhyuk seraya menghapus jejak air mata di pipi Kyuhyun.

Ah… Aku pasti akan merindukan pipi ini.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, ia menggenggam tangan Eunhyuk yang ada di pipinya, membuat Eunhyuk memandangnya bertanya seraya tersenyum.

"Kau harus benar-benar berjanji bahwa kau akan baik-baik saja disana, hyung. Jika tidak, aku akan menjadi dancing machine yang baru menggantikanmu. Aku memiliki waktu 2 tahun selama kepergianmu untuk mengembangkan kemampuan danceku, itu tidaklah sulit bagiku." Eunhyuk tersenyum mengangguk mendengar suara Kyuhyun yang terisak.

"Jagalah dirimu baik-baik, Kyuhyunie, jebal." Pinta Eunhyuk yang membuat Kyuhyun merengut.

"Selama ini aku selalu menjaga diriku baik-baik."

"Tidak tanpa bantuan hyungdeulmu."

"Karena itu aku membutuhkanmu, Hyukhyuk."

Eunhyuk memejamkan matanya mendengar suara Kyuhyun yang begitu membuat hatinya perih. Air mata masih tak berhenti mengalir di kedua mata Eunhyuk. Kyuhyun menyesal telah mengucapkan kata-kata yang membuat Eunhyuk semakin berat meninggalkannya. Kyuhyun kembali memeluk Eunhyuk.

"Kau akan pergi, Donghae dan Siwonie juga padahal aku akan release abum keduaku dan menggelar konser tunggal. Betapa jahatnya kalian semua…" ucapan Kyuhyun membuat Eunhyuk mendorong Kyuhyun melepas pelukannya.

"Kau yang jahat, Kyuhyunie, bukan kami."

"Kau!"

"Kau!"

"KAU!"

"YA!"

"…"

Mereka tertawa bersama saat menyadari kebodohan yang mereka lakukan, sejenak melupakan adegan tangis-tangisan yang sebelumnya mereka lakukan. Saat berhenti tertawa, Kyuhyun menoleh ke arah jam dinding, waktu sudah menunjukkan siang hari, ia harus bersiap-siap untuk mengikuti jadwal 2 jam lagi. Eunhyuk mengikuti arah pandang Kyuhyun, seolah mengerti ia membelai rambut Kyuhyun membuat Kyuhyun menoleh ke arahnya.

"Kyuhyunie, kenakanlah pakaian yang aku beli kemarin saat melakukan jadwalmu. Itu semua adalah ukuranmu dan sudah aku pindahkan ke dalam lemari pakaianmu." Kyuhyun tertegun, "Jebal, setidaknya perhatikanlah sedikit stylemu seperti hyungmu ini." Kyuhyun merengut mendengar lanjutan perkataan Eunhyuk, membuat Eunhyuk terkekeh.

"Kau tahu darimana aku berbelanja bersama Zhoumi hyung?" tanya Eunhyuk yang dibalas cengiran oleh Kyuhyun.

"Tak sulit mengetahuinya." Ucap Kyuhyun misterius, membuat Eunhyuk memutarkan bola matanya malas, jelas ia yakin jika Zhoumi yang memberitahu Kyuhyun.

"Hyukie!"

"Ne?"

"Hyukhyuk, hari ini kau hanya boleh bersamaku." Eunhyuk menautkan alis mendengar ucapan Kyuhyun, "Sepulang jadwalku nanti, kita harus keluar bersama. Jangan ajak siapapun!" Perintah Kyuhyun yang membuat Eunhyuk tertawa.

"Arra, arra. Aku akan menjemputmu sepulang jadwalmu nanti!"

"Yaksok?"

"Yaksok!"

Kyuhyun tersenyum mendengar janji Eunhyuk, ia beranjak bangun dari duduk untuk menuju kamarnya. meninggalkan Eunhyuk yang masih terduduk di sofa.

"Kyuhyunie, saranghae!" Kyuhyun menoleh ke arah Eunhyuk, ia tersenyum membalas senyuman Eunhyuk.

"Nado saranghae, hyung!" Kyuhyun memasuki kamarnya, meninggalkan Eunhyuk yang masih tersenyum hingga Kyuhyun menutup pintu kamarnya.

.

.

End

.

Annyeong… Senang sekali bisa mengupdate ff yang ini. Mianhae jika memories belum bisa diupdate sekarang, tetapi Yeo akan mengupdate secepat yang yeo bisa. FF ini merupakan janji yeo pada diri sendiri saat Eunhyuk oppa akan wamil. Semoga kalian menikmatinya. Last… Gomapseumnidaaa *Bow*