Happiness

Cast : Kyuhyun, Donghae

Genre : Brothership, Family

Rating : K+

Disclaimer : Plot is mine.

Warning : Just Fanfic. Typos.

Summary : Jaljjayo, Kyuhyunie. Mianhae, semoga aku belum terlambat untuk belajar mengenalmu. | "Apakah kau akan berhenti bertanya dan membiarkanku berkonsentrasi selama mengendarai sepeda motor ini?" | "Kau juga hebat!" | "Rasanya… berbeda saat melakukan itu sendirian tanpa hyungdeul."

Happy Reading!

.

.

Donghae menggeliat di atas tempat tidurnya. Ia terbangun dari tidurnya karena haus tetapi saat ingin turun dari tempat tidur dan melangkah ke dapur, ia terkejut melihat Kyuhyun yang tertidur dalam posisi meringkuk di atas lantai. Ia lupa bahwa beberapa minggu terakhir ini telah ada tambahan penghuni baru di kamar yang biasa ia tempati bersama Sungmin.

Donghae mengurungkan niatnya untuk pergi ke dapur, ia memilih mendekat kepada Kyuhyun dan duduk tepat di samping Kyuhyun yang sedang tertidur menghadapnya sehingga Donghae bisa melihat jelas wajah Kyuhyun. Kyuhyun terlihat begitu polos saat tertidur walau kelelahan tak dapat ditutupi dari raut wajahnya sehingga tangan Donghae tergerak untuk merapikan anak rambut Kyuhyun yang menutupi dahinya.

Donghae merasa iba kepada Kyuhyun, karena Kyuhyun mendapat penolakan yang sangat keras oleh para member Super Junior yang lain. Bahkan Kyuhyun diminta untuk melakukan segala kegiatan yang diperintah oleh para member yang terkadang Donghae pikir itu tak perlu dilakukan.

Aku memang tak keberatan jika ia masuk Super Junior, tetapi aku juga mengerti ketakutan para member yang selama ini telah bersama-sama dan tentu saja aku tak akan rela jika kami harus berpisah secepat ini. Kyuhyunie sebenarnya tak salah karena ia juga diminta untuk menjadi bagian dari Super Junior bukan diberikan pilihan. Bukankah kami semua juga mengalami hal yang sama? Tak diberikan pilihan saat mengetahui bahwa Super Junior merupakan project group? Tak sepantasnya kami melakukan hal seperti itu, Kyuhyunie bahkan tak memiliki teman untuk berbicara ketika berada di dorm. Jika aku tak bisa membuat yang lain menerima Kyuhyunie, setidaknya aku tak semakin mempersulitnya. Kyuhyunie terlihat seperti anak yang baik.

Donghae beranjak bangun menuju lemari yang berada di samping kanan tempat tidurnya, sebelumnya ia menoleh ke arah Sungmin yang berada di tempat tidurnya sendiri untuk memastikan bahwa namja itu masih terlelap. Donghae mengambil sebuah selimut yang cukup tebal lalu menggunakannya untuk menyelimuti tubuh Kyuhyun, tak lupa ia mengambil gulingnya yang berada di atas tempat tidur lalu mengangkat sedikit kepala Kyuhyun untuk meletakkan guling tersebut sebagai alas kepala Kyuhyun. Donghae tersenyum, tiba-tiba hatinya merasa hangat saat melihat raut wajah Kyuhyun terlihat lebih tenang dari sebelumnya.

Jaljjayo, Kyuhyunie. Mianhae, semoga aku belum terlambat untuk belajar mengenalmu.

Donghae beranjak bangun lalu menuju dapur untuk mengambil segelas air yang akan ia letakkan di samping nakas setelah itu kembali ke kamar dan melanjutkan tidurnya.

.

.

Donghae baru terbangun dari tidurnya, sempat terdiam saat mendapati keadaan dorm yang sunyi. Ia menoleh ke arah dimana Kyuhyun tidur semalam namun telah mendapati lantai itu kosong. Hal yang sama juga terjadi pada tempat tidur Sungmin. Donghae merasa ada sesuatu di sebelah kirinya, ia merabanya dan mendapati ada sebuah guling dan selimut yang dipakai Kyuhyun semalam. Saat ia akan memindahkannya, tiba-tiba ada sebuah kertas kecil yang terselip diantara lipatan selimut itu. Donghae membuka dan membacanya.

Gomawoyo untuk peminjaman guling dan selimut ini.

Mianhae aku tak dapat mengucapkannya secara langsung,

karena aku harus berangkat kuliah sebelum hyung bangun.

Kyuhyun

Donghae meringis saat menyadari bahwa Kyuhyun mengetahui itu merupakan barang-barang miliknya, tetapi ia senang karena Kyuhyun akhirnya berbicara tidak formal dengannya. Ia teringat karena beberapa hari yang lalu ia memarahi Kyuhyun karena Kyuhyun menggunakan bahasa formal dengannya, walaupun Donghae tahu Kyuhyun seperti itu karena perintah para member yang lebih tua tetapi Donghae ingin Kyuhyun tak menggunakannya ketika berbicara bersamanya.

Donghae terkejut saat mendengar suara ponselnya yang berbunyi, ia segera mengambilnya setelah melihat nama yang muncul di layarnya.

"Yeoboseyo… Ne, aku akan mengajarkannya hari ini setelah ia selesai kuliah… Gwaenchana, ia pasti bisa menari saat kita latihan bersama nanti… Hyung, bolehkah aku meminta sesuatu? Jebal, hari ini perbolehkan ia tak merapikan dorm atau larang hyungdeul yang lainnya untuk membuat dorm berantakan… Gomawoyo, hyung, jika kau dapat mengerti… Pukul 15? Ne, arraseo… Annyeong."

Donghae beranjak bangun dari tempat tidurnya untuk bersiap menyusul beberapa member yang telah ada di gedung SM. Sedikit tersenyum mengingat rencananya yang akan membuatnya dapat mengenal Kyuhyun lebih jauh lagi.

.

.

.

Donghae menghubungi Kyuhyun setelah tiba di tempat parkir Universitas Kyunghee dimana Kyuhyun berkuliah, ia sedikit menyesali macetnya jalan yang membuatnya telat hampir selama 15 menit.

"Yeoboseyo, neo eodiseo? Aku ada di tempat parkir, bisakah kau kesini? Ppaliwa."

Secepat Donghae memutuskan hubungan dengan Kyuhyun, secepat itu pula ia melihat sesosok Kyuhyun yang sedang berlari menghampirinya. Ia tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang menurutnya terlihat menggemaskan dengan ekspresi kesal yang kentara di wajahnya, ia menyerahkan helm yang sedang dipegangnya kepada Kyuhyun yang masih mengatur nafasnya yang tersengal.

"Ada apa kau menjemputku?" tanya Kyuhyun seraya menerima helm yang diberikan oleh Donghae.

"Waeyo? Tak boleh?" tanya Donghae balik yang membuat Kyuhyun merengut lucu dan memilih mengenakan helm tersebut daripada menjawab pertanyaan Donghae.

"Kajja." Ajak Donghae membuat Kyuhyun memiringkan kepalanya, "Naiklah, memang kau ingin tetap disini?" kali ini Kyuhyun menuruti perintah Donghae untuk segera duduk di belakang Donghae.

"Apakah kita akan langsung ke dorm?" tanya Kyuhyun saat Dongahe sedang mengendarai sepeda motornya.

"Ani."

"Apakah kita akan pergi ke gedung SM?"

"Ani."

"Apakah kita akan menemui hyungdeul lainnya di suatu tempat?"

"Ani."

"Apakah.."

"Apakah kau akan berhenti bertanya dan membiarkanku berkonsentrasi selama mengendarai sepeda motor ini?" cetus Donghae yang langsung membuat Kyuhyun terdiam.

"Mengapa ke tempat seperti ini?" tanya Kyuhyun setelah turun dari sepeda motor Donghae, seraya menatap bingung ke arah Donghae yang sedang melepas helm yang digunakannya.

"Karena aku tak tahu dimana tempat karaoke yang memiliki ruangan lebih luas selain disini." Ucapnya seraya mengangkat kedua bahunya tak acuh, "Kajja! Jika kau masih bingung mengapa, akan aku jelaskan jika kita telah berada di ruang karaoke." Lanjut Donghae seraya menuntun tangan Kyuhyun agar mengikutinya.

Kyuhyun masih terdiam mengikuti apa yang dikatakan Donghae hingga seorang pelayan yang membawakan minuman keluar dari ruang yang telah Donghae pesan.

"Jadi apa kau akan mengatakannya sekarang?" tanya Kyuhyun yang sedari tadi telah menahan pertanyaannya.

"Aku akan mengajarkanmu latihan menari, setidaknya kau dapat mengurangi kekakuan tubuhmu itu." jawaban Donghae membuat Kyuhyun meringis, membuat Donghae terkekeh.

Donghae yakin Kyuhyun sedang mengingat kejadian beberapa hari yang lalu saat Kyuhyun diminta oleh Shindong dan Eunhyuk menarikan tarian bebas untuk mengetest kemampuan menari Kyuhyun. Dan hasilnya sukses membuat Eunhyuk menangis karena Kyuhyun dengan kakunya menarikan tarian yang biasa dilakukan oleh anak-anak walaupun Kyuhyun terlihat begitu imut saat menari. Karena itulah Donghae meminta izin pada Leeteuk untuk mengajarkan Kyuhyun menari sebelum Heechul, Kangin dan member lainnya menjadikan kekurangan Kyuhyun menari sebagai alasan untuk semakin menyiksa Kyuhyun.

"Hyung… kau melamun?" tanya Kyuhyun seraya melambaikan tangannya di depan wajah Donghae, Donghae langsung menggeleng setelah menyadarinya lalu meminta Kyuhyun untuk melakukan pemanasan begitu juga dengan dirinya sendiri.

Kyuhyun menghapus keringat yang ada di dahinya, walaupun ruangan yang dipesan Donghae memiliki pendingin ruangan tetapi karena Kyuhyun merasa latihan kali ini begitu berat itu membuat Kyuhyun mudah mengeluarkan keringatnya. Donghae yang mulai kelelahan juga meminta Kyuhyun untuk beristirahat selama beberapa menit.

"Aigo… Aku tak menyangka jika akan sesulit ini." gumam Kyuhyun seraya menyandarkan kepalanya ke punggung sofa untuk meregangkan tubuhnya.

"Memang apa yang kau lakukan selama menjadi trainee SM?"

"Berlatih menyanyi tentu saja, aku berpikir bahwa aku disiapkan untuk menjadi seorang penyanyi ballad tetapi ternyata aku dimasukkan ke dalam sebuah grup yang telah memiliki begitu banyak member." Ucap Kyuhyun yang membuat Donghae tertawa.

"Lalu apa perasaanmu saat mengetahui bahwa hal seperti ini yang kau dapatkan saat kau menjadi bagian dari kami?"

"Apa maksudmu, hyung? Aku senang berada disini."

"Tetapi hampir seluruh member tak menyukaimu."

"Mereka hanya butuh sesuatu yang membuat mereka percaya bahwa aku pantas bersama mereka, bukankah kau sendiri yang telah melakukannya pertama kali? Kau satu-satunya yang menyetujui aku masuk ke dalam grup ini walaupun kau tahu bahwa bagaimanapun hasil voting itu tak akan mengubah apapun." Sanggah Kyuhyun yang membuat Donghae memandang Kyuhyun takjub, tak ia sangka bahwa Kyuhyun memiliki pemikiran yang begitu dewasa.

"Kau mengetahuinya, Kyuhyunie?"

"Tentu saja, tak sulit mengetahuinya. Bagaimanapun… Gomawoyo, hyung, untuk kepercayaanmu padaku, aku tak akan mengecewakanmu. Tak akan pernah." Ucap Kyuhyun tulus yang membuat mata Donghae berair.

"Aigo… kau benar-benar cengeng ternyata! Ayo kita berlatih lagi, biarkan aku menjadi salah satu member dance line Super Junior." Seru Kyuhyun yang membuat Donghae tertawa sehingga tak jadi menangis, ia mengangguk dan segera melatih Kyuhyun kembali.

.

.

Semenjak itu Donghae dan Kyuhyun menjadi semakin dekat walaupun itu tak membuat member lainnya berhenti menjahili Kyuhyun tetapi setidaknya Donghae mampu membuat Kyuhyun lebih sering tersenyum dan tertawa sehingga mau tak mau membuat beberapa member mulai mendekati Kyuhyun dan mengajaknya berbicara.

Sore ini Kyuhyun menemani Donghae yang melanjutkan latihan sendiri seusai latihan bersama member Super Junior lainnya. Kyuhyun duduk di ruangan dengan mata yang tak henti menatap kagum setiap pergerakan yang dilakukan oleh Donghae.

Kyuhyun menyerahkan sebotol minuman yang sedang digenggamnya kepada Donghae yang menghampirinya, Donghae menerimanya seraya tersenyum memandang Kyuhyun. Donghae tahu Kyuhyun lelah tetapi ia tak mengerti alasan mengapa Kyuhyun selalu menemaninya saat berlatih sendirian seperti ini walaupun ia sama sekali tak merasa keberatan.

"Hyung, mengapa kau berlatih sendiri seperti ini setiap usai latihan bersama?"

"Aku harus bisa menyesuaikan kemampuan menari dance line Super Junior yang lainnya, Kyuhyunie. Cobalah kau lihat bagaimana hebatnya kemampuan menari Eunhyukie, Hangeng hyung dan Shindong hyung. Aku harus berlatih sangat keras agar sejajar dengan kemampuan menari mereka, aku merasa kemampuanku yang paling rendah jika dibandingkan dengan mereka." Ucap Donghae muram yang membuat Kyuhyun sedikit menyesal telah menanyakannya.

"Hyung…"

"Ne?"

"Kau juga hebat!"

Donghae tertawa mendengar ucapan Kyuhyun, ia menggelengkan kepalanya seraya meminum kembali air di botol yang diberikan oleh Kyuhyun tadi.

"Aku serius, kau hebat menurutku, hyung, tak peduli kau membandingkan dirimu dengan siapapun. Kau pekerja keras, aku ingin seperti dirimu, hyung." Kyuhyun meyakinkan Donghae, membuat Donghae tertegun dan menatap Kyuhyun. Donghae melihat ketulusan di mata Kyuhyun, Kyuhyun tersenyum kepadanya dan berhasil membuat Donghae terharu.

"Gomawoyo kau sudah mendukungku, Kyuhyunie. Aku mempercayaimu." Ucap Donghae seraya membalas senyuman Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk sebagai balasannya engan senyuman yang masih terlukis di wajahnya.

.

.

Donghae terkejut mendengar suara ponselnya yang menyadarkannya dari lamunannya, ia memandang layar ponselnya dan tersenyum saat mengetahui siapa yang menghubunginya, ia bergegas memasang headset ke ponsel dan telinganya lalu mengangkat panggilan video itu.

"Yeoboseyo."

"Yeoboseyo, Ya! Mengapa kau lama sekali mengangkatnya, hyung?"

Donghae terkekeh melihat wajah merengut lucu yang muncul di layar ponselnya melupakan tatapan tajam mengintimidasi yang saat ini sedang menunggu jawaban dari Donghae.

"Mianhae, Kyuhyunie, sudahlah jangan tampilkan wajah seperti itu, Heechul hyung pasti akan mengataimu jelek jika ia melihat wajahmu saat ini."

"Ya! Hyung, aku ini tampan, hanya orang-orang yang dalam keadaan tak sadar saja yang mengatakan bahwa aku ini jelek." Sanggah Kyuhyun yang semakin membuat Donghae tertawa, "Kau melihat tayanganku tadi, hyung?" Tanya Kyuhyun setelah Donghae menghentikan tawanya.

"Ne, tentu saja. Itu membuatku mengantuk." Jawab Donghae yang membuat Kyuhyun membulatkan matanya dan menggembungkan pipinya, "Ani, aku hanya bercanda. Kau… Sempurna seperti biasanya." Terang Donghae yang membuat Kyuhyun menghembuskan nafasnya.

"Rasanya… berbeda saat melakukan itu sendirian tanpa hyungdeul."

"Gwaenchanayo, Kyuhyunie?"

"Ne, gwaenchana, hyung." Mereka terdiam sejenak, "Eum, hyung, kau sedang dalam perjalanan?" tanya Kyuhyun memecah keheningan.

"Ne, waeyo?"

"Aniyo, hanya bertanya saja. Kau pergi di tengah malam seperti ini."

"Kau sendiri juga sedang berada di luar semalam ini. Hanya dengan sweater seperti itu dengan udara sedingin ini. Mengapa kau tak berada di dalam ruangan saja?" cetus Donghae yang membuat Kyuhyun meringis.

"Hanya bosan saja, ingin mencari udara segar." Dalih Kyuhyun sekenanya membuat Donghae menggelengkan kepalanya heran.

"Hyung… Saengil chukkae!"

Deggg

Kalimat itu langsung membuat Donghae menitikkan air matanya, ini seharusnya belum masuk hari ulang tahun Donghae karena pergantian hari baru terjadi setengah jam lagi. Donghae memejamkan matanya, mengalihkan pandangannya dari layar dimana Kyuhyun sedang menatapnya intens.

"Ini belum hari ulang tahunku, Kyuhyunie." ucap Donghae berusaha membuat suasana tak semakin menyedihkan.

"Aku hanya ingin menjadi pengucap yang pertama, hyung."

"Ne, gomawoyo, Kyuhyunie."

"Aku akan menghubungimu lagi, hyung, mianhae aku harus memutuskan sambungan ini. Annyeong, hyung."

Donghae mengangguk mendengar ucapan Kyuhyun, ia langsung meletakkan sembarang ponsel itu bahkan tak peduli apakah sambungan itu telah benar-benar terputus atau belum. Donghae menangis mengingat bahwa hari yang dinantinya telah semakin dekat.

.

.

Kyuhyun meletakkan ponselnya di samping tubuhnya seraya memejamkan matanya berusaha menahan air mata yang akan turun sebentar lagi. Ia tak tahu berapa lama lagi ia masih sanggup menahan air matanya yang akan segera jatuh itu jika harus mengingat bahwa ia masih memiliki jadwal untuk memantau albumnya yang akan direlease beberapa saat lagi.

Kyuhyun terdiam cukup lama di halaman sebuah tempat yang dijadikan latar tempat tayangan langsungnya beberapa saat yang lalu, ia meminta izin kepada sang manajer untuk menghilangkan rasa jenuh dan letihnya dengan pergi ke tempat ini. Hingga tak lama kemudian sang manajer menghubungi Kyuhyun. Kyuhyun bersiap mengangkatnya setelah memastikan bahwa suaranya terdengar baik-baik saja.

"Aku di halaman sekarang, hyung… Mianhae aku tak menyadari jika telah lama meninggalkan tempat karena disini begitu nyaman… Ne, ne, aku akan segera kesana… Arraseo."

Kyuhyun bergegas meninggalkan tempat itu seteah memutuskan sambungannya dengan sang manajer, tetapi langkah Kyuhyun berhenti saat menyadari ada seseorang yang memanggil namanya. Ia menoleh ke arah sosok tersebut yang tak lama kemudian membuatnya membeku di tempat.

Donghae, orang yang menyerukan nama Kyuhyunpun menghampiri Kyuhyun saat melihat Kyuhyun tak bergerak setelah melihatnya. Ia menggenggam tangan Kyuhyun dan tersenyum kepada Kyuhyun.

"Hyung…"

"Ne, Kyuhyunie."

"Kau disini? Mengapa bisa kau disini?"

"Untuk menemui uri magnae tentu saja."

Akhirnya pertahanan yang Kyuhyun buat runtuh begitu saja. Ia memeluk Donghae begitu erat, menenggelamkan wajahnya pada bahu kanan Donghae untuk menyembunyikan tangisannya. Donghae ikut menangis dan langsung mengusap punggung Kyuhyun pelan. Cukup lama mereka terdiam dengan posisi seperti itu sebelum akhirnya Kyuhyun melepaskan pelukannya.

"Aku sudah berjanji tak ingin menangis karena sebentar lagi adalah hari dimana album keduaku akan keluar tetapi kau malah menghancurkannya." Ucap Kyuhyun pura-pura kesal seraya menghapus jejak air mata yang ada di kedua pipinya.

Donghae tertawa mendengarnya, ia juga menghapus jejak air mata yang ada dipipinya lalu meminta Kyuhyun duduk di kursi panjang. Kyuhyun masih terdiam berusaha mengatur perasaannya, sedangkan Donghae menatap serius arlojinya hingga jarum jam menunjukkan waktu yang sedari tadi Donghae nantikan.

"Kyuhyunie…"

"Ne?"

"Chukkae, album keduamu resmi dikeluarkan saat ini. Mari menonton music video yang telah kau buat jauh-jauh di Switzerland bersama-sama."

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya, Donghae mengeluarkan ponselnya dan menyaksikan music video A Million Pieces bersama Kyuhyun. Donghae sempat tertawa di setiap bagian yang dianggapnya lucu tetapi menitikkan air mata di bagian terakhir music video tersebut.

"Suaramu selalu indah seperti biasanya, Kyuhyunie."

"Ne, dan tetap menunggu seperti album pertamaku."

"Apakah kau benci menunggu?"

Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada bahu kanan Donghae, ia mengangguk lalu menggelengkan kepalanya.

"Kalaupun aku mengatakan bahwa aku membencinya, kenyataannya bahwa aku harus tetap mengalaminya." Ungkap Kyuhyun yang membuat Donghae memejamkan matanya. Ia menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Kyuhyun.

Mereka kembali terdiam, membiarkan diri mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Donghae merasa bahwa keadaan seperti ini membuatnya begitu canggung dengan Kyuhyun, tetapi ia hanya berpikir bahwa ia dan Kyuhyun sedang mencoba menikmati posisi seperti saat ini yang sebentar lagi tak bisa mereka lakukan selama beberapa tahun.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dari bahu kanan Donghae, ia menatap Donghae dengan senyum kekanakannya yang mau tak mau membuat Donghae ikut tersenyum.

"Mari kita berdoa, hyung, hari ini telah masuk ulang tahunmu." Ajak Kyuhyun yang dibalas anggukan oleh Donghae, merekapun mengatupkan kedua tangannya di dean dada seraya memejamkan matanya.

Tuhan…

Kau yang paling tahu bagaimana yang seharusnya terjadi,

Lindungilah hyungku ini, berikanlah ia kesehatan dan jaga dirinya baik-baik.

Aku menyayanginya, Tuhan…

Kyuhyun menitikkan air matanya saat menyebutkan doanya untuk Donghae.

Tuhan…

Terima kasih telah membiarkanku hidup selama ini,

Dan memberikan kesehatan selalu kepada aku dan orang-orang yang aku sayangi,

Lindungilah mereka selalu, Tuhan…

Dan berikanlah yang terbaik untuk Super Junior.

Donghae membuka kembali matanya setelah usai menyebutkan doanya, ia menatap Kyuhyun yang berada di sebelahnya dan masih memejamkan matanya. Donghae bisa melihat dongsaeng kecilnya itu menangis, sehingga ia memeluk Kyuhyun dan mengecup puncak kepala Kyuhyun.

"Gwaenchana, gwaenchana, Kyuhyunie. Semua akan baik-baik saja. Jebal jangan bersedih seperti ini, kau membuat hyung sangat sedih, Kyuhyunie." Ucap Donghae berusaha menahan tangisannya, ia tak mau membuat Kyuhyun semakin mengkhawatirkannya.

"Kau akan pergi, tanpa Hyukhyuk ataupun hyungdeul lainnya bersamamu. Kau juga akan pergi tanpaku, bagaimana kau bisa menyelesaikannya sendirian, hyung? Kau bahkan hanya bisa memasak ramyeon." Ucap Kyuhyun yang membuat Donghae tertawa kecil. Donghae kembali mengecup puncak rambut Kyuhyun dan mengusap punggung Kyuhyun, ia sengaja tak menjawabnya membiarkan Kyuhyun mengeluarkan segala perasaaannya agar Kyuhyun bisa melepas kepergiannya.

Tak lama sebuah suara yang menyerukan nama Kyuhyun menginterupsi kegiatan mereka, sosok yang merupakan sang manajer itupun menunjukkan arloji di tangan kirinya berusaha member tahu bahwa waktu Kyuhyun menjalani jadwalnya akan segera tiba. Donghae mengangguk sebagai jawabannya dan member kode agar manajer memberikannya sedikit waktu.

"Kyuhyunie." Panggil Donghae seraya membelai rambut Kyuhyun, bisa ia lihat bahwa dongsaengnya itu begitu enggan untuk melanjutkan jadwalnya.

"Kau harus melanjutkan jadwalmu kembali, Kyuhyunie, jebal lakukanlah." Pinta Donghae yang membuat Kyuhyun mengerang, Kyuhyun mengangguk lalu beranjak bangun untuk menuju sang manajer yang berada tak jauh dari posisi mereka. Donghae berdiri seraya tersenyum melihat tingkah kekanakan Kyuhyun, ia mengucapkan maaf lewat gerakan bibir pada sang manajer.

Greppp

Kyuhyun kembali memeluk Donghae begitu erat setelah berjalan beberapa langkah, Donghae sempat terkejut namun berusaha mengimbangi pelukan Kyuhyun agar mereka berdua tak terjatuh.

"Hyung, persahabatan kita sejak awal merupakan kebahagiaan yang telah kau berikan kepadaku. Kumohon kembalilah dengan sehat dan jangan sering menangis lagi."

"Ne, aku akan kembali dengan sehat, begitu juga denganmu, uri magnae. Jangan memaksakan dirimu untuk melewati batas. Dan…" Donghae melepaskan pelukannya dengan Kyuhyun, "Jangan biarkan pipi ini semakin tirus, jika aku keluar nanti aku tak ingin melihat pipi ini tak sechubby saat ini, arra?" Donghae mencubit kedua pipi Kyuhyun, membuat Kyuhyun mengaduh dan mengerucutkan bibirnya.

"Sudah, hampiri manajer hyung, sana. Apa kau tak kasihan membuatnya menunggu seperti itu." ujar Donghae seraya mendorong Kyuhyun.

"Ne."

Kyuhyun melangkahkan kakinya menjauhi Donghae, tak lama ia kembali menghadap ke arah Donghae berada lalu menyerukan sesuatu lewat gerakan bibir tanpa mengeluarkan suara.

Hyung, Saranghae!

Donghae tertawa lalu membalas balik menyerukan sesuatu pada Kyuhyun tanpa mengeluarkan suara juga.

Nado saranghae!

Kyuhyun tersenyum saat melihat gerakan bibir Donghae, ia mengangguk lalu membalikkan tubuhnya kembali berjalan menghampiri sang manajer masih dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.

.

.

End

.

Annyeong… Gomawoyo untuk yang telah mereview dan mengikuti FF ini. Yeo harap kalian menikmati ff ini. Ayo jangan terlalu lama bersedih, bagaimanapun kita seharusnya bangga punya oppadeul yang sangat bertanggung jawab seperti mereka. 2 tahun bukan waktu yang lama mengingat kita udah 10 tahun bersama, bener kan?

Comeback safely Eunhyuk oppa and Donghae oppa. Please, take care your self and don't cry too much. We'll always wait for you. ILoveYou.

And, Congrats for Kyuhyun oppa's second album. Hope it'll be all kill like the first album. You've worked hard. ILoveYou oppa.

Last… Gomapseumnidaaaa *Bow*