Shining Star
Cast : Kyuhyun, Siwon
Genre : Brothership, Family
Rating : T
Disclaimer : Plot is mine.
Warning : Just Fanfic. Typos.
Summary : "Aigo… mengapa aku tak ingat bahwa manajer hyung telah memberikannya padaku." | "Aku benar-benar merindukan celotehanmu, magnae." | "Eoh? Aku pikir kita akan langsung pulang ke dorm, hyung." | "Aigo… apakah ia pingsan lagi, Siwon-sshi?"
Happy Reading!
.
.
Kyuhyun duduk di sebuah kursi seraya memperhatikan para crew yang sedang merapikan kembali segala keperluan rekaman acara musik tadi. Berkali-kali ia menoleh ke arah jam tangan yang ada di tangan kirinya lalu mengubah posisi duduknya seraya mengerucutkan bibirnya. Kedua managernya sedang mengurus sesuatu dan sukses membuat Kyuhyun menunggu sendirian.
Kyuhyun mulai bergerak gelisah karena kebosanan. Ia mulai menggerakkan kakinya seraya bersenandung hingga akhirnya suara ponsel yang berada di atas meja sebelah kanan Kyuhyun membuatnya menepuk dahinya dengan sebelah tangan.
"Aigo… mengapa aku tak ingat bahwa manajer hyung telah memberikannya padaku. Seharusnya aku telah bermain game sejak tadi." Keluh Kyuhyun seraya mengambil ponselnya untuk membaca pesan yang masuk.
Kyuhyunie, neo eodiseo?
Apakah sudah selesai?
Aku telah berada di depan gedung stasiun TV
Kyuhyun membulatkan matanya melihat pesan yang dikirim oleh Siwon, pasalnya ia tak memiliki janji dengan Siwon untuk bertemu hari ini dan seharusnya Siwon masih berada di lokasi syuting dramanya. Tak lama sebuah pesan kembali masuk.
Aku sudah selesai dan lokasinya berada di dekat stasiun TV ini,
Oleh karena itu aku mampir untuk menemuimu.
Tetapi aku tak dapat masuk ke dalam gedung karena ada banyak fans.
Untuk kedua kalinya Kyuhyun membulatkan matanya membaca pesan kedua Siwon yang seperti membaca pikirannya. Kyuhyun menghubungi manajer hyung untuk memberitahukan bahwa ia akan kembali ke dorm bersama Siwon lalu membalas pesan Siwon.
Ne, hyung. Aku akan keluar gedung.
Tak lama kemudian ia berpamitan dengan para crew yang masih berada di sekitarnya lalu bergegas keluar gedung lewat pintu belakang dimana biasanya jarang ada orang selain pegawai stasiun TV itu sendiri yang melewati pintu tersebut.
"Mianhae membuatmu menunggu lama." Ucap Kyuhyun seraya memasang sabuk pengaman setelah berada di dalam mobil Siwon.
"Gwaenchanayo, seharusnya aku yang mengucapkan itu karena tiba-tiba menjemputmu."
"Gwaenchana, tak jarang jika seseorang sudah terlalu merindukanku maka ia akan langsung menemuiku. Memang kharismaku tak tertahankan." Ucap Kyuhyun dengan bangga yang membuat Siwon terkekeh mendengarnya.
"Aku benar-benar merindukan celotehanmu, magnae." Aku Siwon seraya mengacak rambut Kyuhyun, membuat Kyuhyun protes keberatan.
Siwon mengendarai mobilnya dengan santai seraya mendengar musik yang sedang diputar di radio mobil. Sebelumnya ia masih berbincang-bincang dengan Kyuhyun namun akhirnya Kyuhyun tertidur setelah menceritakan tentang kegiatannya hari ini. Siwon tersenyum melihat Kyuhyun yang tertidur nyenyak, sudah cukup lama ia tak memperhatikan saat Kyuhyun tidur seperti saat ini.
Siwon menepuk pelan pipi Kyuhyun untuk membangunkannya, tak jarang ia mencubit pipi Kyuhyun karena Kyuhyun tak bereaksi sama sekali. Siwon berniat menggendong Kyuhyun sebelum akhirnya Kyuhyun membuka matanya dan terkejut memandang Siwon.
"Ya! Sudah aku bilang berkali-kali jangan menciumku saat aku tertidur, kau tak seharusnya mengikuti kebiasaan aneh Yesung hyung."
Siwon tertegun mendengar ucapan Kyuhyun, ia menggelengkan kepalanya namun Kyuhyun tak melihatnya dan menggeser tubuhnya agar memberikan ruang untuk Kyuhyun keluar dari mobil Siwon.
"Eoh? Aku pikir kita akan langsung pulang ke dorm, hyung." kata Kyuhyun menghentikan langkahnya memperhatikan bagian depan sebuah restoran masakan China.
"Aniyo, aku berniat mengajakmu makan terlebih dahulu, jadi aku mengajakmu untuk ke sini selain aku sedang ingin memakan huo guo. Banyak yang bilang kalau huo guo disini sangat enak."
"Huo guo! Kajja kita pesan, hyung." Siwon terkekeh melihat Kyuhyun begitu bersemangat mendengar kata 'huo guo' bahkan Kyuhyun langsung menarik tangan Siwon untuk segera memasuki restoran tersebut.
Siwon menyerngitkan dahi saat melihat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya saat sang pelayan selesai menata hidangan di meja makan mereka.
"Kyuhyunie, waeyo?"
"Ya, hyung! Aku memang menyukai ini semua tetapi tak seharusnya kau memesankan semua makanan ini, aku sedang dalam masa diet." Siwon membulatkan matanya mendengar ucapan Kyuhyun.
"Aigo… Mianhae, Kyuhyunie, biarkan aku saja yang menghabiskannya kalau begitu."
Kali ini Kyuhyun yang membulatkan matanya mendengar perkataan Siwon.
"Lalu maksudmu aku hanya berdiam diri memerhatikanmu yang sedang menyantap hidangan enak ini?" ucap Kyuhyun dingin membuat Siwon terkejut, Siwon terlihat panik dan sibuk memberikan pertanyaan untuk menyanggah ucapan Kyuhyun membuat Kyuhyun tertawa puas.
"Waeyo?" Siwon memasang tampang polosnya membuat Kyuhyun semakin tertawa.
Siwon akhirnya tersadar hanya sedang dijahili oleh Kyuhyun namun ia hanya tersenyum melihat tawa Kyuhyun yang begitu lepas. Ia merasa sudah sangat lama tak melihat tawa itu lagi akhir-akhir ini.
Kyuhyun mulai mencelupkan beberapa potong daging ke dalam kuah yang sedang direbus, Siwon berniat untuk membantu Kyuhyun namun Kyuhyun menolaknya. Siwon diam-diam merasa sedikit sedih, Kyuhyun yang biasanya akan sangat manja pada hyungdeulnya saat ini harus melakukan apapun sendirian.
"Aku jadi teringat saat dulu pertama kali debut di China, makanan China yang pertama kali kita makan adalah huo guo. Ah.. aku jadi teringat Hankyung hyung juga." ucap Siwon memulai pembicaraan.
"Hankyung hyung menjadi sangat menyebalkan jika sedang melatih kita untuk terbiasa berbahasa mandarin." Celetuk Kyuhyun membuat Siwon tertawa.
"Kau merindukannya, Kyuhyunie?"
"Tentu saja, betapa jahatnya ia ketika aku berada di China, ia justru sedang sibuk sehingga tidak dapat menemuiku. Hyungdeul yang lain juga begitu." Bibir Kyuhyun mengerucut membuat Siwon tersenyum.
"Kau sendiri juga begitu sibuk, Kyuhyunie." goda Siwon.
"Jika tak seperti itu maka aku akan kesepian." Siwon tertegun mendengar jawaban Kyuhyun, secara tak langsung Kyuhyun telah memberitahunya apa yang sedang dirasakan Kyuhyun saat ini.
"Hyung, gwaenchanayo? Mengapa kau tak mengambil dagingmu? Itu sudah cukup matang." Suara Kyuhyun menyadarkan Siwon, Siwon menggeleng dan segera mengambil daging yang telah dicelup lalu meletakkan di piringnya.
"Jja,hyung, kita beradu siapa yang lebih cepat menghabiskan porsinya, ia harus ditraktir oleh yang kalah."
"Siapa takut! Jja, hana dul set…"
"Ya! Hyung, aku belum siap!"
.
.
Siwon menggendong Kyuhyun yang sedang tertidur di punggungnya menuju ke dorm di lantai 11. Ia tak dapat menekan tombol password karena kedua tangannya menahan bobot tubuh Kyuhyun sehingga ia hanya menekan bell. Seorang manajer membuka pintu dan terkejut melihat Kyuhyun yang berada di punggung Siwon.
"Aigo… apakah ia pingsan lagi, Siwon-sshi?" tanya sang manajer saat Siwon meletakkan tubuh Kyuhyun di atas tempat tidurnya. Siwon menyerngitkan dahi mendengar pertanyaan sang manajer.
"Eoh? Bukankah ia hanya tertidur?" tanya Siwon balik saat sang manajer memeriksa suhu tubuh Kyuhyun.
"Apakah ia sedang mendengarkan musik saat ia tertidur? Aku harus memanggilkan uisa karena suhu tubuhnya kembali naik." Ucap sang manajer seraya keluar dari kamar Kyuhyun.
Siwon yang masih bingung hanya mendudukkan diri di tepi tempat tidur Kyuhyun, ia menyentuh dahi Kyuhyun dan meringis saat menyadari suhu tubuh Kyuhyun memang tak normal. Ia memandang seluruh kamar Kyuhyun dan membulatkan mata saat di ujung kamar menemukan sebuah tiang infus, ia hampir menangis menyadari bahwa dongsaeng kesayangannya berada dalam kondisi yang tak baik.
"Jeogiyo, Siwon-sshi, uisa ingin memeriksa Kyuhyun-sshi terlebih dahulu."
Suara sang manajer menyadarkan Siwon yang langsung berdiri memberikan ruang pada uisa untuk memeriksa Kyuhyun.
"Apakah ia sering seperti ini akhir-akhir ini, manajer?" tanya Kyuhyun pada manajer yang sedang meletakkan tiang infus ke samping tempat tidur Kyuhyun.
"Eoh? Ia mengalami kelelahan ekstrim, seharusnya ia mengambil cuti beberapa hari namun karena comeback maka ia tak dapat melakukannya. Aku telah berusaha mengatur jadwalnya sedemikian rupa tetapi tak banyak yang dapat diubah karena semua sudah diatur dari jauh-jauh hari." Jelas sang manajer.
Siwon kembali duduk di samping Kyuhyun saat manajer mengantarkan uisa keluar dorm, ia membelai rambut Kyuhyun. perlahan air mata keluar dari matanya.
Kyuhyunie, mianhae, aku tak tahu bagaimana perasaanmu saat ini. bahakn dalam kondisi tak baik seperti ini kau hanya sendirian melewatinya. Mianhae aku tak bisa berada di sampingmu untuk menguatkanmu. Berapa lama kau melewati ini sendirian? Kau benar-benar membiasakan dirimu, ya?
Siwon duduk di samping tempat tidur Kyuhyun seraya membaca naskah drama yang ia bawa. Sejak manajer mengatakan bahwa Kyuhyun dapat bangun tiba-tiba saat kehausan, ia tak beranjak sedikitpun dari kamar Kyuhyun.
"Eungh…" Kyuhyun melenguh membuat Siwon mengalihkan pandangan dari naskah yang sedang dibacanya.
"Kau ingin minum?" Kyuhyun mengangguk lalu Siwon segera mengambil air yang berada di nakas dan membantu Kyuhyun meminumnya.
Kyuhyun masih berada dalam keadaan setengah sadar saat Siwon kembali menanyakan bagaimana keadaanya sehingga Siwon tertawa melihat ekspresi lucu Kyuhyun saat menyadari bahwa yang menanyakannya adalah Siwon.
"Jam berapa sekarang? Kau belum ulang, hyung?" Tanya Kyuhyun dengan suara serak.
"Jam 11 malam. Aniyo, aku ingin menginap disini saja." Jawaban Siwon membuat Kyuhyun menatapnya tak percaya, pasalnya Siwon sangat jarang menginap di dorm jika benar-benar bukan dalam keadaan mendesak.
"Memangnya kau… Aw… Aish… Mengapa alat ini kembali harus menancap di tanganku? Beraninya manajer memperbolehkan uisa memasangkan alat ini, padahal ia bilang kemarin adalah yang terakhir aku menggunakan alat itu." keluh Kyuhyun membuat Siwon tersenyum dan mengacak rambut Kyuhyun.
"Ini hanya untuk 3 jam, sejam lagi kau dapat melepaskannya." Jelas Siwon.
"Apakah karena hal ini sehingga kau memilih untuk menginap disini?"
"Aniyo." Sanggah Siwon namun Kyuhyun nenatapnya dengan tatapan tak percaya, "Baiklah, aku akui tetapi aku juga sedang ingin meluangkan waktuku bersama dengan dongsaeng kesayanganku. Waktuku sudah tak banyak lagi, Kyuhyunie." lanjut Siwon.
Kyuhyun mengangguk membenarkan ucapan Siwon, Kyuhyun sempat memejamkan matanya berusaha menahan air matanya yang akan turun.
"Waeyo, Kyuhyunie?" Siwon panik saat melihat Kyuhyun menangis, "Jebal, Kyuhyunie… Jangan suka menyimpan apapun sendirian hingga kau menjadi seperti ini, kita semua sedang menjalani jadwal individu sehingga sulit untuk bertemu satu sama lain. Terbukalah jika memang ada yang ingin kau ungkapkan."anjut Siwon, ia ingin memeluk Kyuhyun tetapi ia takut mengenai infus yang berada di tangan Kyuhyun dan tiang infus yang berada di sampingnya sehingga ia hanya bisa menggenggam tangan Kyuhyun yang tak ada infusnya.
"Siwon hyung… Kau akan pergi… Saat Eunhyuk hyung dan Donghae hyung akan pergi, aku tak punya cukup waktu untuk lebih sering berbicara dengan mereka bahkan aku tak dapat mengantar mereka di hari mereka harus pergi. Bahkan aku tak bisa ikut bersama saat hyungdeul dan teman-teman berkumpul di mouse rabbit malam itu…"
Siwon langsung memeluk Kyuhyun, ia tak pernah tega melihat Kyuhyun menangis seperti ini karena Kyuhyun bukanlah orang yang mudah menangis. Berkali-kali Siwon mengucapkan kata 'Gwaenchana' seraya menepuk punggung Kyuhyun berusaha untuk menenangkan Kyuhyun.
"Aku hanya berharap dapat mengantarkanmu saat kau pergi nanti… Aku ingin menjadi dongsaeng yang baik bagi hyungdeulku." Siwon menangis mendengar keinginan Kyuhyun.
Ia tidaklah bodoh sehingga tak mengerti apa maksud ucapan Kyuhyun, Siwon tahu walaupun Kyuhyun bukanlah orang yang senang untuk mengupdate media sosial miliknya tetapi Kyuhyun termasuk orang yang mengikuti perkembangan di internet. Siwon tahu Kyuhyun mengetahui berita kurang baik yang sedang berhembus di hari comebacknya yang bertepatan dengan kepergian Donghae wajib militer. Siwon sangat mengerti bagaimana perasaan Kyuhyun apalagi ia berada di posisi yang sama seperti Kyuhyun walaupun ia tahu bahwa hal yang dialami Kyuhyun lebih berat darinya.
"Kyuhyunie, dengarkan aku." Siwon melepaskan pelukannya seraya mengarahkan wajah Kyuhyun agar menghadap padanya.
"Kau adalah dongsaeng terbaik yang pernah kami miliki. Tak peduli apapun yang orang lain katakan padamu, kau adalah shining star seperti apa yang pernah aku katakan padamu dan itu tak akan pernah berubah. Kau berusaha tetap bersinar tak perduli bagaimana kondisi dirimu sebenarnya. Menjalankan apapun yang telah ditetapkan dan berusaha mengesampingkan keinginan dirimu sendiri. Kau teah membuat hyungdeulmu bangga, Kyuhyunie."
Kyuhyun memeluk Siwon erat dan menangis keras disana, ia mengeluarkan apa yang selama ini ditahannya. Rasanya beban yang dipikulnya terangkat begitu mendengar apa yang diucapkan Siwon, walaupun jika dalam keadaan biasa ia pasti telah mencibir kalimat picisan yang diucapkan Siwon tetap kali ini ia begitu mempercayai apa yang Siwon katakan.
"Hyung!" Kyuhyun melepas pelukannya.
"Ne?"
"Belikan aku makanan, aku lapar." Ujar Kyuhyun manja membuat Siwon terkekeh.
"Kau menjadi sangat manja setiap kau selesai menangis, Kyuhyunie."
"Moodku sedang dalam kondisi yang sangat baik sehingga aku tak akan membalas godaanmu." Cetus Kyuhyun yang kembali membuat Siwon tertawa.
"Baiklah, aku akan memesan jjangmyeon untukmu tetapi kau baru boleh memakannya saat infus ini sudah dicabut dari tanganmu." Kyuhyun membulatkan matanya gembira mendengar keputusan Siwon.
"Hyung, berjanjilah satu hal!"
"Mwoya?"
"Berjanji dulu."
"Ne, Yaksok! Mwoya?
"Jangan beritahu manajer jika aku akan memakan jjangmyeon."
Siwon berpikir apa maksud perkataan Kyuhyun dan ia baru tersadar bahwa Kyuhyun seharusnya tak boleh memakan makanan berat di waktu semalam ini.
"YA!" Kyuhyun tertawa saat Siwon mengerti maksudnya.
"Kau telah berjanji, hyung!" Siwon hanya menggeleng pasrah melihat Kyuhyun tertawa bahagia.
.
.
Siwon tersenyum saat menyuapkan jjangmyeon ke mulut Kyuhyun yang sedang memainkan PS di ruang tengah. Manajer sedang tidur di kamarnya saat Siwon memeriksa tadi sehingga Kyuhyun bisa bebas bermain game saat ini. Siwon bukannya tak tahu jika besok Kyuhyun memiliki jadwal tetapi melihat apa yang terjadi tadi maka Siwon membiarkan Kyuhyun melakukan hal yang disukainya agar ia tak kembali memikirkan hal-hal tadi.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya saat Siwon mengangsurkan jjangmyeon ke mulutnya lagi.
"Kau saja yang habiskan, hyung." Perintah Kyuhyun tak sopan.
"Ya!"
"Jebaaal!" Siwon tersenyum mendengar Kyuhyun mengucapkannya dengan nada aegyo walaupun tatapan Kyuhyun tak beraih dari layar TV di depannya.
Siwon menjahili Kyuhyun dengan mencium pipi Kyuhyun membuat Kyuhyun risih karena Siwon mengganggunya yang sedang bermain game.
"Ya! Aish… berhentilah menciumku, jika pipiku berjerawat lagi maka aku akan menuntut rambut-rambut yang ada di sekitar wajahmu itu. Seharusnya sebutan monyet itu lebih cocok untukmu daripada Eunhyuk hyung saat kau tak mencukur janggutmu itu." gerutu Kyuhyun yang membuat Siwon tergelak.
"Ini tuntutan peran, Kyuhyunie." dalih Siwon.
"Ani, pada dasarnya memang kau pemalas!" sanggah Kyuhyun, membuat Siwon tertawa dan mencubit pipi Kyuhyun.
Siwon kembali membaca naskah dramanya seraya menemani Kyuhyun yang masih betah memainkan PSnya, Siwon tak terganggu sedikitpun dengan suara teriakan Kyuhyun yang memang selalu heboh sendiri saat memainkan game apapun.
"Kyuhyunie!"
Kyuhyun masih sibuk bermain sehingga tak mendengarkan ucapan Siwon.
"Kyuhyunie!"
"Kyuhyunie!"
"Eoh? Chakkaman, hyung." Kyuhyun menghentikan sementara permainnya dan menoleh ke arah Siwon, "Waeyo?"
"Tidurlah, saat ini sudah pukul 2. Bukankah kau tak ingin jika ada yang menyebabkan penampilanmu tak maksimal? Oleh karena itu istirahatlah, kurasa sudah cukup waktu untuk bermain." Ucap Siwon membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya namun Kyuhyun tak menyanggah ucapan Siwon karena apa yang Siwon ucapkan memang benar.
Kyuhyun mematikan semua peralatan gamenya dan bergegas untuk menyikat giginya sebelum bergegas ke kamar, Siwonpun melakukan hal yang sama.
"Hyung, kau akan tidur dimana?" tanya Kyuhyun saat melihat Siwon keluar dai kamar mandi.
"Bukankah sudah kukatakan bahwa aku akan menginap disini?"
"Bukan itu, maksudku kau kan tidur di kamar mana?"
"Di kamar itu saja." Siwon menunjuk kamar yang dulunya merupakan kamar Sungmin dan Kyuhyun.
"Mengapa tak tidur di kamarku saja?" ajak Kyuhyun membuat Siwon menaikkan kedua alisnya.
"Apakah ini sebuah permintaan?" goda Siwon.
"Terserahmu saja!" ketus Kyuhyun seraya melangkah memasuki kamarnya membuat Siwon terkekeh lalu menyusul Kyuhyun memasuki kamar Kyuhyun.
Siwon menaiki tempat tidur Kyuhyun dan membaringkan tubuhnya menghadap Kyuhyun yang memunggunginya, ia tahu Kyuhyun belum tidur sehingga ia berusaha untuk mengucapkan sesuatu karena kemungkinan besar ia harus berangkat terlebih dahulu sebelum Kyuhyun bangun.
"Kyuhyunie!"
"Hmm…"
"Kuharap kau masih akan terus membelikan magnet kulkas untukku."
Kyuhyun membalikkan tubuhnya menghadap ke aras Siwon, ia mengangguk sebagai balasannya.
"Saranghae, uri magnae." Ucap Siwon seraya membelai rambut Kyuhyun.
"Nado, hyung."
"Jaljjayo, Kyuhyunie!"
"Jaljja, hyung!" balas Kyuhyun setengah sadar.
.
.
Pagi ini Kyuhyun dikejutkan dengan bunyi alarm yang berada di atas nakas, ia sempat bertanya-tanya siapa yang telah menyetel jam wekernya sepagi ini. Saat ia mematikan jam weker, jam weker lainnya berbunyi sehingga ia bergegas bangun untuk mematikannya juga, tetapi ia melihat sebuah kertas kecil yang ada di bawah jam weker kedua lalu mengambilnya.
Mianhae aku harus pergi sebelum kau bangun,
jika kau memang terbangun saat jam weker ini berbunyi
maka segera cek ponselmu setelah kau membaca catatan ini.
Kyuhyun bergegas mengecek ponselnya yang berada di nakas yang sama dengan kedua jam weker tersebut dan ia terkejut melihat apa yang muncul di layar ponselnya. Sebuah video yang merrupakan cuplikan lagu Marry U yang dinyanyikan oleh para ELF saat Super Show pertama dulu. Kyuhyun hampir menangis melihatnya dan berpikir betapa beruntungnya seseorang yang mendapat kasih sayang begitu besar dari para penggemarnya. Ia bahkan melupakan kenyataan bahwa ia juga merupakan orang yang berada di atas panggung itu, seseorang yang menerima kasih sayang begitu besar daari para penggemarnya. Setelah selesai melihat video tersebut, tak lama sebuah pesan video masuk yang ternyata dari Siwon.
"Kau sudah melihatnya? Aku berniat menghubungimu tetapi mungkin saja kau tak mengangkatnya karena malu jadi lebih baik aku hanya mengirimkan pesan saja. Eotte? Bukankah sudah kukatakan bahwa kau adalah shining star? Bukan hanya untuk keluargamu ataupun hyungdeulmu, tetapi juga untuk para ELF yang mencintaimu. Tetaplah bersinar, uri magnae. Setidaknya alasan terbesar untukmu tetap bertahan adalah untuk mereka, ELF yang mencintaimu."
"Ah… Mengapa tiba-tiba disini banyak debu seperti ini!" Kyuhyun mengeluh seraya mengusap kedua matanya dengan tangannya.
.
.
END
.
Annyeong… FF ini dipersembahkan untuk Siwon Oppa yang masuk wamil 19 november 2015 kemarin, tahun ini sudah 5 orang yang mengikuti wamil dan tinggal menunggu tahun depan 2 orang lagi menyusul. Selamat menjalani tugas, Oppa. Kembali dengan sehat.
Big thanks untuk yang sudah mereview FF ini, yang mengikuti dan memfavoritekan ff ini juga. Mianhae belum bisa membalasnya.
