.
.
.
YoonMin 2 Side
Yaoi,Boy x Boy!
Rated M!
.
.
.
Suasana kamarnya menjadi sepi dan hening,seketika Taehyung tersontak kaget dan melihat kearah Jimin dengan tatapan kosong dan membuka mulutnya dengan lebar.
"mwo apanya?" tanya Jimin sambil memutarkan lehernya.
"kamu bilang tadi ingin dekati Jungkook, sekarang si Suga. Jangan dua-duanya juga dong" Tae mulai menunjukan ekspresi emosinya.
"dengarkan aku dulu Tae bodoh,maksudku adalah mendekati Suga untuk mencari tahu tentang Jungkook,bukan mengencani dia." Mendengar perkataan Jimin, Taehyung hanya mengerutkan dahinya
"Terserahmu saja" Taehyung berdiri dan pergi ke dapur meninggalkan Jimin. Jimin hanya menggeleng heran melihat tingkah sahabatnya yang terasa tidak pernah menyetujui Jimin dengan orang lain.
'sebenarnya kenapa Tae selalu bersikap seakan tidak menyetujui aku mendekati orang lain,apa mungkin dia menyukaiku?ah- ga mungkin kan kita sama-sama seme' ungkap Jimin dalam hati sambil menatap Tae yang sedang asik memakan snack sambil menonton TV.
"apa kau lihat-lihat?minta ku bunuh?" Tae menunjuk-nunjuk kearah mata Jimin dengan potongan keripik digenggamannya.
"apa mungkin kau suka dengan ku?" Jimin tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang membuat Tae tersedak, dengan cepat Jimin mengambilkan soda dan Tae langsung menengguknya.
"berarti benar ya?" Jimin menanyakan pertanyaan yang membuat Tae tersedak lagi dan mengeluarkan cairan soda dimulutnya ke wajah Jimin yang belum sepenuhnya tertelan olehnya.
"SIALAN KAU! TENTU SAJA TIDAK" Tae menggeleng kuat dan memarahi Jimin dengan nada tingginya.
.
Hari semakin malam Jimin semakin berfikir bagaimana caranya ia mendekati sahabat seorang yang ia sukai?. Ia mencoba meminta saran pada Tae,tapi Tae tidak mempedulikannya dan tidak menjawab apapun pertanyaan Jimin.
.
Keesokan harinya di kampus, Jimin melihat Suga dari kejauhan, wajahnya memang sangat pucat dan terlihat dingin membuat Jimin sedikit ragu untuk berbicara dengannya,dia berfikir bagaimana jika nanti ajakannya ditolak. Jimin tetap tidak bergerak dan kaku sampai akhirnya Suga melewatinya dan berjalan jauh. Tapi dengan keberanian yang besar,Jimin membalikan badannya dan meneriaki namanya.
"Suga!" dengan langkah yang kecil Suga menghentikan langkahnya tanpa melihat kebelakang. Jimin lari menyusulinya.
"Aku Jimin,yang kemarin ingatkan?" Jimin tersenyum sambil menatap mata Suga yang sayu.
"ya. Ada perlu apa?" tanyanya sambil membalas tatapan Jimin,membuat Jimin kaku dan membeku.
"e-emm, ng-ga kok,Cuma mau kenalan saja,kan kemarin kita belum sempet kenalan" Jimin mengulurkan tangannya dan tersenyum lebar kearahnya.
"Kalau ingin menyuruhku mengenalimu dengan Kookie,jangan harap" Suga tidak mengeluarkan tangannya dari saku jaketnya sama sekali dan menatap Jimin dengan dingin.
Tentu saja Jimin belum menyerah, Suga hendak meninggalkannya dan Jimin tiba-tiba berdiri didepannya.
"Ba-bagaimana kalau kita makan bersama nanti dikantin,aku yang teraktir,aku beneran ingin berkenalan denganmu bukan dengan Jungkook" Jimin terus berusaha meyakinkan Suga,berharap Suga kali ini menerima ajakannya.
"Minggir,terserahmu saja" Suga mendorong Jimin sedikit dan meninggalkannya tanpa menunjukan ekspresi apapun. Jimin tersontak senang,seakan rencananya sedikit demi sedikit berhasil "Aku akan menunggumu!" Jimin berteriak kearah Suga yang tetap jalan meninggalkannya.
.
.
Saat istirahat Taehyung memainkan ponselnya dan berdiri sejenak untuk mengajak Jimin ke kantin, yah walaupun sebenarnya Taehyung memiliki janji, tetap saja ia merasa tidak enak jika tidak mengajak sahabatnya.
"Jim, ke taman yuk" Taehyung berdiri dari kursinya dan berbicara kepada Jimin sambil memainkan ponselnya.
"tidak, kamu saja" Jimin membuka buku dan berpura-pura membaca buku tersebut. Merasa ada yang aneh dengan Jimin, Taehyung langsung menampar pipi Jimin.
"HEY! APA YANG KAMU LAKUKAN BODOH?!" Jimin menatap tajam ke arah Taehyung,tetapi Taehyung hanya membalasnya dengan senyuman lebarnya.
"Habis kamu aneh, kok tumben belajar?mau berlagak pinter depan Jungkook agar dia jatuh cinta padamu gitu?,kalau begitu aku ketaman aja ada yang mau aku temuin,biasa orang yang sibuk banyak urusan- Dah-!" Taehyung berdiri dan berjalan cepat meninggalkan Jimin,yah sebelum akhirnya Jimin bangkit dan membuat kepala Tae jadi kotak.
Merasa sudah merdeka Jimin pergi ke kantin.
.
.
"Helo Suga~" Jimin menghampiri Suga yang tengah duduk sendiri sambil membaca bukunya.
"hmm" Suga tidak mengangkat kepalanya sama sekali dan tidak melihat kearah Jimin.
"Mau makan apa?kan aku janji mau bayarin kamu makan" Jimin berpindah posisi sekarang ia duduk disampingnya sambil menatap Suga dengan dalam.
"apa saja,ada apa dengan tatapanmu itu?mencoba menggodaku?" Suga mengangkat setengah alisnya dan menatap Jimin dengan dingin. Jimin terkejut saat Suga tiba-tiba memandangnya dengan tatapan sayunya yang tajam.
"ti-tidak kok,yasudah aku belikan es jeruk saja ya" Jimin beranjak dari duduknya, "es jeruk?aku tidak suka yang asam" Suga menggeleng kecil, "yasudah kopi bagaimana?" Jimin tetap bersabar, "kopi?apa kau pikir aku sedang mengantuk?" Suga terdiam malas, "hfft,kalau susu bagaimana?" Jimin mulai kesal dengan Suga, "kamu pikir aku ini bayi" Suga menutup bukunya dengan cepat, "lalu kamu maunya apa?" Jimin mulai menaikan nadanya karena emosi, "yasudah deh es jeruk saja" Suga tersenyum kecil. Wajah Jimin sudah mulai memerah karena tingkahnya, kalau bukan karena Jungkook sudah pasti ia meninggalkan laki-laki aneh tersebut.
Jimin dan Suga minum bersama,tetapi Suga meminum jus itu terlebih dahulu.
"Baru mau cheers" Jimin berbisik pelan,mendengar perkataan pelan Jimin, Suga hanya menatapnya.
"Rasanya tidak ada,aku ingin punyamu saja" Suga mendorong gelasnya kearah Jimin dan mengambil gelas Jimin.
"ah- tapi punyaku sama denganmu" Jimin hanya mengeluh sedikit melihat orang yang didepannya sekarang meminum es hanya bisa mengeluskan dadanya.
"Oia kita belum berkenalan,namamu siapa?" Jimin tersenyum manis kearah Suga, dengan keajaiban dari surga,Suga membalas senyum Jimin dengan manis.
"Namaku Min Yoongi, tapi panggil saja aku Suga" Suga tersenyum manis.
Deg.
Hati Jimin berdetak dan wajahnya memerah kecil melihat laki-laki pucat,sayu dan mungil didepannya tersenyum manis,bibirnya yang mungil membuat Jimin tergoda kecil untuk disapanya.
"o-oh aku Park Jimin" Jimin mengelus lehernya secara pelan, Suga mengetahui bahwa Jimin sudah mulai malu karena tingkahnya, Suga segera membuat wajah datarnya kembali.
"Mengapa berhenti tersenyum?" Jimin memasang wajah kecewa seakan kehilangan moment terindah dalam hidupnya.
"kamu benar-benar membuang waktuku saja,aku harus segera pulang dan kerja" Suga melihat jam di ponselnya dan berdiri.
"yah,baru berkenalan,kerja dimana?" Jimin ikut berdiri dan melihat kearahnya.
"di klub" jawaban singkat Suga membuat Jimin membuka lebar matanya , 'diklub?jadi apa?yaampun. jadi jalang laki-laki?sayang sekali dia sangat manis' Jimin sudah melanturkan pikirannya kemana-mana.
"Aku bekerja sebagai pelayan,bukan sebagai jalang pria. Jangan berfikir yang aneh-aneh" Suga berjalan kecil meninggalkannya tanpa mengatakan salam perpisahan. Jimin langsung menghampirinya.
"dimana?apa Jungkook juga bersamamu?" tiba-tiba langkah Suga berhenti,Jimin ikut terdiam.
"Disekitar sini,Jungkook- tidak bersamaku" Suga segera melanjutkan langkahnya. Jimin terdiam heran,mengapa ia menghentikan langkahnya barusan?ah tidak peduli yang penting menurut Jimin ia harus mendekati Suga agar mendapat informasi tentang Jungkook
.
.
Jimin tertidur disofanya sambil memainkan ponselnya, Taehyung mendekatinya dan terdiam bingung melihat sahabatnya.
"Jadi sebenarnya,kau ingin berkenalan dengan Suga atau Jungkook?" Taehyung duduk dilantai sambil mengambil remot TV di mejanya.
"ngomong apa sih?yah jelas Jungkook lah." Jimin bangkit dari tidurnya dan meletakan ponselnya di meja.
"Tae,kau tahu klub malam disekitar kampus?" tanya Jimin dengan nada yang sedikit mengagetkan Taehyung
.
.
.
Disebuah klub malam Suga terlihat mengantarkan botol bir merah beserta 3 gelas ke ruangan VIP salah customer-nya.
"Silahkan diminum" Suga meletakan gelas dan birnya di meja kedua laki-laki tua tersebut.
"duduk dan minumlah bersama kami,tenang kami bukan berteman dengan siapapun manis,kau akan mendapatkan uang tip jika kau duduk disini" tanpa banyak bicara Suga segera duduk disamping kedua laki-laki tua tersebut. Laki-laki tua tersebut menuangkan bir merah secara terus menerus ke gelas milik Suga,dan dengan ketagihan Suga hanya menuruti untuk meminumnya.
Kepala Suga sangat pusing dan rasanya dia mabuk berat,dia hanya berusaha berdiri dan meminta uangnya kepada dua laki-laki tersebut,
"mana uangku?" Suga mengulurkan tangannya dan meminta uang kepada dua laki-laki tersebut.
"hey manis kau pikir aku akan memberikanmu begitu saja,layani aku dahulu,aku tidak pernah bertemu lak-laki semanis engkau." Laki-laki itu menarik tangan Suga,Suga memang sangat lemah pada saat mabuk,begitupun laki-laki itu.
"Lepaskan aku bodoh- aku bukan jalang" Suga mendorong kecil tetapi laki-laki itu hanya berusaha melepas kancing celana milik Suga.
"Ayo cepat,layani aku" Laki-laki tua itu berusaha memeluk Suga dan membuka dengan sekuat tenaga Suga mendorongnya sehingga membuat dia jatuh ke sofa dan Suga berusaha berjalan cepat. Suga berhasil keluar dengan celana yang belum terkancingi dan berusaha kabur dari laki-laki tua yang terus mengejarnya.
Iringan musik DJ yang kencang membuat Suga pusing dan jatuh terkecil,penglihatannya semakin menghilang. Tetapi tiba-tiba tangan seseorang mengangkatnya untuk berdiri dan menggendongnya.
"le-lepaskan aku,aku bukan jalang" Suga masih memberontak kecil walaupun ia tidak tahu siapa yang menggendongnya.
.
Suga di letakan di mobil,kepalanya benar-benar pusing dia tetap tidak tahu siapa yang membawanya.
"Aku Jimin,Park Jimin,aku akan mengantarkanmu pulang dimana rumahmu?" Jimin tersenyum kearahnya, "-dan kancingi juga celanamu" mendengar perkataan samar-samar Suga menghela nafasnya dan mengancingi celananya lalu tersenyum kecil dengan wajah yang merah dan berkeringat.
"Jimin- Kau bocah manis yang pernah kutemui- rumahku di apartemen sana" Suga berbicara sambil menunjukan kearah gedung berwarna orange yang tinggi dengan nada mabuknya membuat Jimin terkaget kecil.
"a-apaan sih?" lalu Jimin terfikir sebentar, 'ah biasanya jika seorang sedang mabuk,pasti dia akan bebicara jujur,aku manfaatkan keadaan saja selagi ia tak sadar'
"Su-Suga,kau kan teman Jungkook. Kau pasti tahu tentang Jungkook,dia itu bagaimana sih orangnya" mendengar perkataan Jimin Suga hanya tersenyum mabuk kearahnya.
"Semua orang suka dengannya,kalau saja aku terus menebar pesona,pasti Jimin menyukaiku-" mendengar jawaban Suga,Jimin langsung menghentikan mobilnya.
"Ji-Jimin?maksudmu a-" belum selesai berbicara Suga langsung menyerang bibir Jimin yang sedang menatapnya,ia mencium bibir Jimin dengan lembut disertai lumatan dan gigitan sambil memejamkan mata Suga seperti ini Jimin tersontak terkejut dan hanya bisa melihat wajah Suga yang tepat ada didepan wajahnya.
'ja-jadi Suga..?!' ucap Jimin dalam hati.
.
.
Yuk direview
sorry ya udah lama jarang uppdate.
soalnya sibuk kerjain tugas.
gomawo yang sudah membaca dan mereview~ ^^
