.
.
.
2 Side (MinGa/YoonMin)
Yaoi, Boy x Boy
Enjoy Reading! ^^
By : Styli
.
.
.
Selama perjalanan di bus, Suga hanya terdiam kaku melihat Jimin yang manja menggandeng tangannya. Suga terdiam heran dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang, Jimin tiba-tiba bertingkah aneh seperti ini membuatnya sedikit takut *takut jatuh cinta maksudnya :v
"Jim, kenapa sih sama kamu?" Suga melepaskan pegangan tangan Jimin.
"Kenapa banyak tanya sih? Ga biasanya kamu banyak tanya, jadilah Suga yang dingin" Jimin menatapnya dengan penuh harapan. Suga yang melihat tingkah Jimin yang aneh hanya mengangkat satu alisnya.
"Lepasin ah, kamu jadi membuatku takut. Melakukan hal aneh secara tiba-tiba. Kamu pikir kamu siapa?" Suga menatap Jimin dengan tatapan sayunya.
"Suga, kamu umur berapa?" Jimin mengalihkan pembicaraan Suga yang mulai emosi.
"Umurku 23, kenapa?" tanya Suga sambil menatap Jimin bingung. Jimin terkejut mendengarnya.
"23? Berarti kamu hyung ku dong?" tanya Jimin sambil mengerutkan dahinya.
"iya, kamu pikir aku dan Jungkook seumuran, aku merasa tidak nyaman dipanggil oleh Jungkook dengan sebutan 'hyung'. Jadi dia memanggilku dengan nama saja" Suga membiarkan Jimin memegang tangannya lagi kali ini.
"Umurku 20,hyung. Tapi, mukamu manis sekali seperti umur 18 tahun. Lalu sebenarnya, hyung semester keberapa?dan kenapa aku baru melihatmu?" Jimin menatap kearahnya, dengan segera Suga menepis tangannya lagi.
"Aku di kenal dengan nama Yoongi disana, aku juga jarang keluar kelas, jika waktu pulang aku akan segera pulang dan kerja, aku sudah semester akhir dan akan segera lulus" Suga melihat kearah luar jendela.
"hyung, kalau begitu berarti kau menyukaiku sudah cukup lama ya?" Jimin memegang jemari Suga lagi, tentu saja Suga kaget dengan perkataannya dan langsung melihat kearah Jimin dengan tatapan kosong.
"Tidak perlu bingung, aku sudah tahu semuanya." Jimin tersenyum tulus kearahnya. Suga terkejut 'tahu? Tahu apa?' ucap Suga dalam benaknya. Merasa sudah ada yang aneh dengan perlakuan Jimin, dan kebetulan mereka sudah sampai ditempat tujuan, Suga melepaskan pegangannya pada Jimin dan turun dari bus meninggalkannya.
"Suga-hyung,aku akan menjemputmu lagi ya, nanti malam" Jimin berlari kecil kearah tangga turun dan berteriak pada Suga, Suga tetap berjalan menjauhi halte tanpa melihat kebelakangnya.
.
"Bocah itu aneh sekali ya, ada apa dengannya?" Suga melamunkan dirinya ditempat kerja barunya, membiarkan satu tangannya menyanggahi dagunya, disebuah caffe yang terbilang cukup jauh dari kampus dan apartemennya. Setidaknya dipikirnya tidak lebih buruk dari pekerjaannya kemarin.
"ah? Apa mungkin, Jimin suka denganku?" dengan segera Suga menampar pipinya.
"Ingat kamu harus tetap swag. Jangan jadi laki-laki murahan" Suga terdiam melamun lagi, sampai akhirnya pintu bel berbunyi menandakan seorang pelanggan masuk.
"Selamat siang, mau pesan apa?" Suga tersenyum kecil kearah laki-laki muda, tinggi dan tampan dihadapannya.
"Americano coffe, satu saja" ucapnya sambil membalas senyum singkatnya ke Suga, dengan segera Suga membuatnya dan memberikannya padanya, tidak lupa juga laki-laki itu membayarnya.
"Maaf sebelumnya, kamu seorang laki-laki atau wanita?" Laki-laki itu tersenyum kearah Suga, Suga sekarang sedang mengembalikan uang kembaliannya dan tidak berkata.
"Ini kembaliannya, terimakasih" Suga tidak menjawab pertanyaan laki-laki tersebut.
"Maaf jika pertanyaanku kurang sopan" laki-laki itu mengambil uang kembalian dan meninggalkan Suga. Yah memang Suga laki-laki yang cantik (?). Dia seringkali ditanya, seorang laki-laki atau wanita, dan pertanyaan itu membuatnya muak.
.
.
Hari telah malam, Suga harus segera pulang. Angin memang sangat dingin pada malam hari, Suga menggigil kecil sambil menunggu bus datang. Suga tidak berharap Jimin datang, karena jujur saja semakin Suga dekat dengannya, perasaannya semakin menjadi dengan Jimin. Terlebih tingkah Jimin semakin aneh dan menggodanya.
"Halo Suga-hyung" Sapaan seseorang berambut hitam dari dalam mobil membuat Suga sedikit terkejut. Apa yang tidak diharapkan malah datang secara tiba-tiba.
.
"Suga-hyung, aku senang kamu pindah kerja ketempat yang lebih baik" Jimin melepaskan jaketnya dan membaluti tubuh mungil Suga yang terlihat menggigil, sebelum akhirnya ia menekan gas dimobilnya dengan kakinya dan mobilnya melaju dengan cukup cepat meninggalkan halte tersebut. Suga yang sekarang sudah duduk disampingnya hanya terdiam menyenderkan kepalanya pada kursi mobil yang empuk dan nyaman tersebut.
"Jim, kenapa kamu aneh begini?" tanya Suga yang sejak tadi sibuk memainkan ponselnya tanpa melihat kearah Jimin.
"Karena, aku ingin mendekatimu,hyung" ucap Jimin yang membuat Suga langsung melirik kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Apa? Sumpah Jimin, kau malah membuatku takut" Suga memalingkan wajah meronanya kearah luar kaca mobil dengan tatapan kosong.
"Apa yang kau takutkan,hyung?, aku benar-benar serius kali ini" Jimin menarik lengan Suga untuk dikecupnya tangan suga secara lembut, dengan refleks Suga menarik lengannya untuk segera dilepaskan.
"Kenapa sih kamu aneh begini sejak tadi?" Suga menatap kesal kepada Jimin, memang lama-lama emosi juga menghadapi Jimin. Kemarin ia memang tidak seperti ini, mengapa sekarang ia seperti bocah mabuk yang sedang kehilangan cintanya?
"apa kamu putus asa karena ditolak Jungkook,jangan kamu lampiaskan ju-".
Chup-
Bibir Jimin menyapa singkat bibir mungil seorang yang ada didepannya. Suga terdiam, membeku seperti es, kulit wajahnya yang pucat merubah warnanya menjadi merah merona. Walaupun hanya beberapa detik, tetapi Suga bisa pastikan itu membuat hatinya berhenti berdetak.
"Aku lebih suka Suga-hyung yang pendiam dan dingin, aku sudah bilang aku begini karenamu, bukan Jungkook. Aku akan mendapatkanmu Suga-hyung. Jika kamu masih bertanya aku akan melakukan yang lebih-" Jimin memang menjauhkan wajahnya sedikit dari Suga dan menatap intens ke mata Suga yang mungil dan sayu itu, tetapi pembicaraannya terputuskan oleh Suga yang dengan cepatnya menjatuhkan bibirnya dipipi Jimin yang sekarang sedang menatapnya.
"Jimin, berhenti menggodaku dan berhenti mencoba mendapatkanku, karena sekarang kau sudah kudapat." Suga menghentikan kecupan kecilnya dipipi Jimin dan mendekatkan bibirnya kearah kupingnya untuk berbicara singkat yang menggoda Jimin.
.
.
.
Suga akan segera membuka pintu mobilnya untuk keluar, tapi dengan cepat Jimin menahannya dengan menarik lengannya.
"Apa lagi sih,bocah?" tanya Suga sambil menatap Jimin kesal.
"Aku ingin menginap" Jimin merengek kearahnya dan mengerutkan wajah manjanya agar Suga menuruti kemauannya.
"apa-apaan?, kita baru saja memiliki status berpacaran, lalu kamu mau tidur diapartemenku?" Suga menepis tangan Jimin dan menaikan sedikit nada emosinya.
"berarti kalau kita berpacaran lama nanti-" Jimin memasang senyum-senyum nakalnya kearah Suga, sungguh Suga muak kali ini dengan tingkah laku Jimin. Dengan segera Suga keluar dari mobilnya dan menutupnya dengan membanting pintu mobilnya, tersontak Jimin kaget dan terkikik kecil melihat tingkah Suga yang manis.
"tutup mulutmu atau ku iris lidahmu" Suga membalikan tubuhnya, menatap Jimin dengan nada pelan dan mata yang sayu tapi tajam.
Jimin hanya terkekeh gemas melihat pacar barunya yang terlihat marah menyeramkan tetapi tetap terlihat manis.
.
Dengan segera Jimin keluar dari apartemennya, sejak tadi diperjalanan Jimin terus tersenyum. Ia terbayang senyum Suga dan wajahnya yang pucat dan manis, serta seraian bibir lembut yang tadi ia sapa, seakan ingin ia menyapanya lebih dalam.
"Sial, dia benar-benar membuatku kali ini ketagihan dan terus muncul dipikiranku." Jimin tersenyum nakal kali ini. Entahlah pikirannya kemana kali ini, sedang benar mabuk cinta atau mabuk nafsu? Yang pasti kali ini ia benar-benar akan mencoba untuk serius dengan Suga dan tak akan melepaskannya seperti kejadian Jungkook.
.
.
.
Suasana kampus terlihat ramai, semua mahasiswa terpaku pada satu poster dimading tersebut. Suga yang baru saja hadir langsung menghampiri keramaian tersebut dan menatap kagum melihat poster tersebut.
'Segera daftarkan diri anda!
Lomba Rap terbaik dikampus.
Hadiah uang tunai 10 juta won
Minat? Hubungi Kim Namjoon'
Suga tersenyum kagum dan meninggalkan keramaian tersebut. Bakat Suga memang menyanyi dengan irama yang cepat yaitu rap. Bahkan ia memiliki banyak lirik lagu yang ia buat sendiri, tetapi ia simpan dengan baik untuk segera ia komposer setelah lulus. Melihat lomba tersebut, semangat Suga bangkit.
.
"10 juta won? Aku akan mengirimkan ayah 7 juta won, untuk membayar sewa apartemen 2,5 juta won, jika aku menang" Suga terlihat sibuk menghitung sambil mengetukan jari-jarinya dimeja kampusnya.
"Suga-hyung!" Jimin meneriaki namanya dari pintu luar kelasnya, berlari kecil kearahnya dan bertekuk lutut dihadapan Suga serta menjatuhkan dagunya di sisi sudut meja Suga.
"apa lagi?" Suga menghela nafasnya dan tidak menatap kearah Jimin.
"hyung, lihat rambutku yang baru. Kerenkan?" Jimin menunjukan gaya rambutnya yang terlihat berbeda sebelumnya, poni rambutnya yang kini terlihat klimis keatas bukan seperti kemarin poni yang ia biarkan menutupi setengah penglihatannya dan terlihat seperti anak kecil.
"hmm" Suga hanya berdehem sambil menekan pulpennya beberapa kali tanpa melihat kearah Jimin.
"hyung- ayo kekantin~ hyungnim, hyung" Jimin mengeluh manja dengannya, merasa malas mendengar rengekan Jimin. Suga menutup bukunya dan berdiri untuk pergi kekantin.
.
.
Sesampainya dikantin, suasana saat itu memang ramai. Jimin melihat kearah jauhan melihat Taehyung dan Jungkook yang terlihat akrab. Jimin menatap iri, ia juga ingin melakukan hal yang romantis dengan Suga.
"hyung- aaa-" Jimin menyodorkan sendok yang ia angkat dan genggam untuk mengisyaratkan Suga membuka mulutnya dan menerima suapannya.
"apaan sih Jimin? Jangan mengganggu konsentrasiku deh" Suga menolak mentah-mentah suapan dari Jimin, Jimin mengerutkan dahinya.
"Suga ku sedang apa sih?" Jimin meletakan sendoknya dipiring dan mendekatkan dirinya ke arah Suga serta meletakan dagunya dibahu Suga.
"Aku sedang memikirkan lirik untuk lomba rap-ku ,Jim" Suga membiarkan Jimin menyiku dagunya dibahunya agar Jimin tidak lebih rewel.
"Lomba?! Lalu kamu akan bertemu dengan Namjoon?!" Jimin segera terkejut dan menegaki tubuhnya, lalu Suga mengangguk pelan dan memasang wajah yang bingung.
"Memang kenapa?" tanya Suga kearah Jimin.
"Jika kamu ingin bertemu dengannya, kamu harus bersamaku" Jimin mengucap tegas, Suga yang mendengar perkataan Jimin barusan hanya mengangkat alisnya bingung.
"Jimin, kita baru 1 minggu bersama. Kamu sudah sensitive sekali" Suga memutarkan kedua bola matanya yang kecil dan menarik piring yang berisi nasi dengan kari tersebut.
"Bukan begitu hyung." Jimin menggeleng kecil sambil menatap Suga yang melahap suap demi suap yang masuk kedalam mulut kecilnya.
"Kamu tidak tahu ya, Namjoon-hyung itu otak porno. Dia suka sekali dengan orang yang bertubuh seksi, tidak peduli laki-laki atau perempuan" Jimin berbisik-bisik mendekati wajah Suga yang sedang asik mengunyah makanannya.
"Hyaa- Jimin, jaga mulutmu. Buka mulutmu" Suga berdecik emosi dan mengarahkan tangannya untuk segera menyuapi Jimin. Jimin yang mendapat perlakuan manis Suga segera membuka mulutnya.
"hyung, teruslah seperti ini" Jimin menatapnya sambil mengunyah makanannya. Melihat Jimin seperti ini, Suga tersenyum kecil.
'Jimin, aku tidak menyangka. Aku benar-benar memilikimu. Walaupun aku tidak percaya bahwa dalam waktu singkat kau menyukaiku' ucap Suga dalam hati sambil tersenyum sebentar kearah Jimin.
"Astaga, aku harus menemui Namjoon" Suga segera bangkit dari duduknya dan meninggalkan Jimin serta buku catatannya.
"Hyung- tunggu-" Jimin berteriak pelan sebelum akhirnya langkah Suga menghilang.
Jimin melihat kearah buku yang ia tinggalkan dan membukanya pelan secara hati-hati, karena jujur saja Suga tidak mengizinkan Jimin menyentuh bukunya kecuali ponselnya *lah aneh biasanya yang ga boleh handphone ini buku.
"Catatan harian?" Jimin menatap bingung melihat buku tersebut dengan wajah yang bingung dan mengambilnya serta membukanya.
"Apa?!-" Jimin berdecik terkejut ketika ia membuka buku tersebut, matanya terbuka lebar melihat isi dari buku tersebut.
.
.
.
Hello-hello.
Udah update yang chapter 5 nih.
Oia maksud yang rambut Jimin klimis keatas, maksudnya kaya rambut Jimin pas di MAMA 2014 pas Jimin topless itu :p *hot-hot gimana gtu liatnya
emm gua juga lagi bikin project next story sampe lupa update haha.
gomawo yang sudah mereview. Dan masih nunggu yang lain mereview (?)
ga maksa kok becanda ajah hehe.
Mianhae kalo ceritanya jadi ga nyambung, banyak typo :(
Tapi semoga kalian suka dan paham ^^
review, please?
