Mission Impossible
By : Angelina Scarlet
Chapter 2 is update
Disclaimer : Fairy Tail adalah milik Hiro Mashima-Sensei
Chapter 2 : Fairy Tail
"aku bersama teman – teman setimku yaitu Levy, Mira dan Erza baru saja menyelesaikan misi kami. Misi kami kali ini merupakan misi pertamaku setelah aku bergabung dengan Fairy Tail 1 bulan yang lalu. Di misi ini kami diberi tugas untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang R-System, yaitu sebuah sihir untuk membangkitkan orang yang sudah mati. Pertamanya aku tidak percaya hal seperti itu, namun setelah melihat tayangan televisi tentang sebuah pulau aneh yang konon akan dijadikan tempat untuk menggunakan sihir tersebut dan penjelasan dari teman – temanku, akhirnya aku percaya juga."
"setelah beberapa hari kami menjalankan misi, kami mendapat kabar bahwa ternyata, ada orang di dalam dewan yang berusaha untuk menggunakan sihir tersebut dan dia tidak sendiri namun ada komplotannya. Mungkin ia hanya dijadikan mata – mata untuk mengawasi kegiatan di dewan. Setelah mengetahui hal yang mengejutkan tersebut Erza pergi untuk mencari informasi darinya dan itu tidak berjalan mulus karena dia tidak ingin mengatakan apa – apa dan malah berusaha melawan sehingga Erza terpaksa menggunakan cara kekerasan dan membunuhnya. Namun masalah belum berakhir disitu, ada orang melihat kejadiannya secara langsung dan untung saja Erza bertindak cepat dengan langsung membunuhnya."
"dan hari ini kami akan kembali ke guild untuk melaporkan apa yang telah kami lakukan selama kepergian kami di misi ini."
"fiuh... akhirnya selesai juga." desah gadis berambut pirang.
"hey Lucy, sampai kapan kau mau menulis itu ? kami sudah lama menunggumu." Kata Erza yang ternyata sudah lama berdiri dibelakangnya.
"eh ... ya aku sudah siap." Kata Lucy yang tampak sedikit kaget.
"hey Lu-chan! ayo, kami sudah menunggumu." Kata Levy yang sudah menunggu di luar rumah bersama Mira.
"hmph." Desah seorang kakek tua di bar milik guild Fairy Tail.
"ada apa, jii-chan ?" Tanya seorang gadis kecil berambut biru panjang yang berdiri disebelahnya.
"tidak ada." jawab kakek itu.
Di sisi lain di guild.
"Wakaba, hari ini aku pasti akan mengalahkanmu." Tantang seorang lelaki yang bernama Macao.
"hah, yang benar saja. Sejarah selalu mencatat, bahwa aku selalu menang dan kau tidak bisa mengalahkanku." Jawab Wakaba menatap Macao dengan ekspresi meremehkan.
"hyah..." Macao mulai melayangkan tinjunya pada Wakaba.
"dengan senang hati aku akan melayanimu." Wakaba juga mulai melancarkan serangannya pada Macao.
Dan pertarungan antara Macao dan Wakaba pun dimulai dengan sangat sengit. Banyak pula serangan mereka meleset dan melukai orang di sekitar mereka dan saling membalas sehingga tidak butuh waktu lama untuk menciptakan perang dunia ke-3 di guild Fairy Tail.
"ah... master berlindunglah." Kata gadis berambut biru tadi yang bernama Wendy sambil berlindung di balik meja kepada kakek yang merupakan master dari guild tersebut dan hanya Wendy juga satu – satunya orang yang tidak terlibat dalam perang tersebut bersama master.
"minna... kami pulang!." Kata Lucy sambil membuka gerbang masuk ke guild.
.
.
.
.
.
.
.
.
BUAK !
"ARGHHH !"
"KYAAAA LLLUUUCCCYYY-SANNN !"
Sebuah meja terbang dan berhasil mendarat dengan mulus di wajah manis Lucy yang langsung membuat Wendy syok seketika dan membuat 3 orang gadis di belakang Lucy melihatnya dengan ekspresi terkejut dan khawatir.
"kau tidak apa – apa Lu-chan !?" Tanya Levy yang terlihat khawatir melihat kondisi Lucy yang telah berciuman dengan meja sambil membantunya berdiri.
"a..aa..ku ti...dak a...pa – ap...a." Jawab Lucy menahan rasa sakit.
"Lucy-san! bertahanlah! aku akan mengobatimu!" kata Wendy yang sudah membawa kotak P3K dan menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan Lucy.
"kalian..." kata Erza menunjukkan deathglarenya kepada orang – orang yang berkelahi barusan.
"Erza...!" kata semua orang dengan ekspresi ketakutan.
"BERHENTILAH SEBELUM KUBUNUH KALIAN SEMUA SATU PER SATU!." Teriak Erza mengancam mereka.
"BAIK!" dan mereka langsung berhenti serta saling berpelukan satu sama lain.
Disisi lain gulid.
Mira menghampiri master dan menyerahkan sebuah kertas padanya.
"master, ini yang kami dapatkan selama misi ini.".
"hmph..." desah master membaca isi kertas tersebut.
Kini keadaan guild sudah mulai damai dengan berhentinya perang yang diawali oleh Macao dan Wakaba. Erza duduk di sebuah bangku dan memakan cakenya lalu Levy yang terlihat sibuk membaca buku dan Lucy yang masih diobati oleh Wendy.
Setelah selesai membaca isi dari kertas tersebut master terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"baiklah, waktunya misi baru untuk kalian." Kata kakek pada Mira. Setelah itu Mira memanggil seluruh anggota timnya.
"hah... biarkanlah kami beristirahat sebentar master." Kata Levy membujuk masternya agar memberikan waktu istirahat sejenak.
"Levy! jangan membantah perintah master." Kata Erza yang masih memasang death glarenya ke arah Levy. Menyadari dia dilihat dengan cara yang mengerikan seperti itu dia hanya bisa diam jika masih sayang dengan nyawanya.
"misi kalian kali ini adalah menculik orang." Kata master dengan ekspresi serius.
"siapa ? dan untuk apa kami menculiknya ?" tanya mereka serentak kecuali Lucy yang masih diobati oleh Wendy.
"orang yang akan dijadikan tumbal R-System." Jelas master.
"target kalian ini adalah 3 orang dragon slayer dan 1 orang penyihir."
"tunggu dulu, sebenarnya siapa yang ingin dibangkitkan kembali dengan R-System itu ? " tanya Lucy.
"baiklah, dari informasi yang kudapat komplotan tersebut berencana menggunakan sihir tersebut untuk membangkitkan naga hitam, Acnologia serta penyihir hitam terkejam, Zeref." Jawab master sambil meminum birnya.
"master, apakah sihir itu bisa membangkitkan naga ?" tanya Mira yang seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan master guild mereka barusan.
"ya, dengan syarat tumbal 3 orang dragon slayer." Jawab master.
"tapi, dimana kami harus mencari mereka master ?" tanya Erza yang sedari tadi diam saja.
"dari informasi yang kudapat mereka ada di kota Crocus." Jawab Wendy.
"dan mereka bersekolah di tempat yang sama denganku, Fiore Academy."
"jadi, kita akan menyamar menjadi siswa ?" tanya Lucy kembali.
"ya, kau benar, Lucy." Kata master pada Lucy.
"ara-ara... sepertinya ini akan menjadi misi yang menarik." Kata Mira antusias.
"dan penyamaran ya ? hehehe ini adalah keahlianku." Sambungnya kembali dengan senyumnya yang manis menyembunyikan kekejaman dibalik matanya.
"karena kalian baru saja sampai, sebaiknya beristirahatlah dulu sebentar." Kata master yang akhirnya mengabulkan permohonan Levy untuk beristirahat.
Lucy berjalan dengan santai menuju rumah kontrakannya bersama plue, seekor anjing yang merupakan peliharaannya melewati sebuah danau yang terdapat beberapa orang yang menyapanya dan Lucy menjawabnya dengan manis.
"huah... enaknya setelah di rumah aku ingin berendam menghilangkan rasa lelahku setelah menyelesaikan misi pertama. Bukan begitu, plue? "
"puuunnn... ppuunnn..."
Dan Lucy pun terus berjalan dengan santai sampai tiba-tiba ada seseorang yang memakai jubah hitam menabraknya,
"hei! Berhati-hatilah jika berjalan! " kata Lucy yang kesal dengan orang yang menabraknya barusan.
"Fairy Tail, bersiap-siaplah untuk menghadapi kematian kalian." Ucap orang tersebut lirih.
"hah? apa maksudmu? " kata Lucy.
"heheheheheh... kau juga akan tahu sendiri. Sampai jumpa." Kata orang tersebut dan menghilang begitu saja.
"siapa dia? Dan apa yang dimaksud olehnya ?" gumam Lucy.
To Be Continue...
Sebenarnya dah lama chapter ini siap tapi sekarang baru sempat up date (maklum anak sekolah).
Jadi maaf ya kalau banyak banget kesalahannya ke depannya diusahakan lebih baik lagi .
Arigatou gozaimasu buat para reader semuanya :)
Ditunggu reviewnya :)
