Summary : Menikah dengan orang yang tak mencintaimu, bahkan tak memandang sakit ? tentu saja. Aku merasakan itu selama satu tahun pernikahan kami.

Taehyung x Jungkook

.

.

.

Chapter 2

Jungkook terdiam ditempatnya. Manik matanya mengamati setiap orang yang berlalu lalang didepannya. Hari ini hari minggu, hari free sebenarnya tapi Jungkook memutuskan pergi berbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan makanan di rumahnya yang mulai menipis. Walaupun hari mulai gelap tapi entahlah Jungkook masih malas menggerakkan kedua kakinya untuk pulang ke rumah

" Hey anak muda kenapa kau duduk disitu ? apa kau kerepotan dengan belanjaanmu ? butuh bantunan ? " kedatangan seorang ahjussi didepannya membuat Jungkook tersadar

" Ah tidak ahjussi aku tadi hanya istirahat sebentar " jawab Jungkook serta senyum polos yang terukir dibibirnya

" Tsk kau lucu sekali. Hati – hati pulangnya, jangan pulang terlalu larut nanti orang – orang di rumah mengkhawatirkanmu " titah sang ahjussi sambil mengusap rambut Jungkook sebelum pamit meninggalkannya

' Khawatir ? bahkan aku tak yakin Tae-hyung akan mengkhawatirkanku '

Jungkook akhirnya memutuskan untuk pulang. Namja bergigi kelinci itu berjalan lemas, kedua tangannya menenteng masing – masing 1 kantung belanjaan besar miliknya pulang ke rumah

Hahh~

Memikirkan rumah membuat Jungkook sedih. Apakah Joy ada di rumahnya lagi saat ini ?

' Ah jangan memikirkan itu, yang penting aku harus cepat pulang sebelum Tae-hyung marah padaku ' pikir Jungkook

.

Baru saja sebelah kakinya memasuki rumah saat suara berat Taehyung terdengar menginterupsinya

" Dari mana saja kau ? kau terlambat 1 jam bodoh ! " Jungkook meremas kantung belanjaannya takut. Kepalanya menunduk, Jungkook tak akan berani menatap wajah menyeramkan Taehyung saat marah

" M.. maafkan aku h..hyung, tadi antriannya lama ja..jadi aku pulang telat " mati kau Jeon Jungkook kenapa kau harus berbohong dihadapan Taehyung

" Arrrgghhh sa.. sakit hyungg " Jungkook merintih saat tangan Taehyung menjambak surai hitamnya dan menyeret tubuhnya dengan kasar membuat barang – barang belanjaan Jungkook berhamburan

Taehyung melempar tubuh Jungkook hingga terbentur dinding kamar mandinya yang agak basah. Tangannya memutar keran shower dan membasahi tubuh Jungkook dibawahnya/?

" Kau tidak boleh keluar. Diam disini sebelum aku menyuruhmu keluar. Ini hukumanmu karena pulang terlambat " Taehyung pergi meninggalkan tubuh Jungkook yang mengenaskan terkena siraman air

Jungkook menangis. Air mata tak henti – hentinya keluar dari kedua kelopak matanya. Tubuhnya bergetar karena kedinginan dan tangisannya. Tangannya hanya mampu memeluk tubuhnya yang sudah basah kuyup

" Hiks Tae-hyung di...ddingin ssh " bibir mungil kebiruan itu bergetar. Tubuhnya mulai lemas mengingat dari pagi ia belum mengisi tubuhnya dengan makanan sedikitpun

" Tae-hyungg " lirih Jungkook sebelum tubuhnya mungilnya tumbang diatas lantai marmer kamar mandi yang basah dan dingin

Taehyung menatap datar jam dinding yang bersender di atas televisi. Hampir 2 jam Taehyung mengurung Jungkook di kamar mandi. Tak ada niatan sedikitpun bagi namja kurus ini untuk melihat keadaan Jungkook

' Tapi kalau dia mati bagaimana '

" Argggh " terkutuklah pikiran Taehyung yang mengacaukan ketidakpeduliannya. Taehyung mengacak surai coklatnya kasar saat pemikiran tersebut tiba – tiba terlintas dibenaknya. Cepat – cepat Taehyung berdiri dari tempat duduknya dan pergi untuk mengecek keadaan Jungkook.

Pemandangan pertama saat ia membuka pintu kamar mandi adalah tubuh Jungkook yang berbaring dilantai dengan guyuran air yang masih menimpa tubuhnya. Entah itu mati ataupun pingsan Taehyung tak tahu dan tak ingin peduli. Namun saat melihat kulit tubuh Jungkook sangat pucat dan bibirnya yang membiru, Taehyung merasa sedikit khawatir. Tolong digaris bawahi sedikit pada kalimat sebelumnya.

" Apa aku terlalu kasar ? " gumam Taehyung.

Taehyung buru – buru mengangkat tubuh Jungkook yang terasa amat dingin ala bridal style. Taehyung merebahkan tubuh yang lebih kecil darinya diatas kasurnya. Menganti seluruh pakaian basah jungkook dengan piyama biru mudanya dan menyelimuti seluruh tubuh Jungkook sebelum melangkah meninggalkan kamar 'istrinya'

.

' Ughh '

Jungkook mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya matahari yang terasa menusuk tubuhnya. Jungkook membangkitkan tubuhnya. Kepalanya terasa berputar – putar membuat namja kelinci ini secara reflek memegang kepalanya

" Akkh kenapa kepalaku sakit sekali " gumam Jungkook.

Taehyung yang kebetulan melewati pintu kamar Jungkook yang tidak ia tutup kemarin melangkahkan kakinya masuk. Merasa Jungkook tak menyadari keberadaannya Taehyung bergumam pelan membuat jungkook menolehkan wajahnya menatap taehyung

" Hy...hyung " gugup Jungkook, Taehyung yang ditatap sedemikian rupa/? Malah memalingkan wajahnya.

" Kau tidak kuliah ? hari ini aku akan memberikanmu tumpangan. Cepat bersiap ! " tanya Taehyung sekaligus perintah yang membuat Jungkook menatapnya tak percaya. Taehyung melangkahkan kakinya keluar sebelum Jungkook membalas perkatannya

' Yaampun mimpi apa aku semalam ' Jungkook menangkupkan telapak tangannya di pipinya. Sesekali namja bersurai hitam itu mencubit pipinya merasa tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.

Jungkook langsung melesat menuju kamar mandi setelah beberapa detik menyakinkan dirinya bahwa ia sedang tidak bermimpi. Jungkook mengabaikan rasa sakit dikepalanya saat ia menggerakkan tubuhnya yang ia pikirkan saat ini hanya bersiap – siap untuk pergi kuliah bersama taehyung

Ohh sepertinya uri Jungkookie melupakan kejadian yang membuat tubuhnya hampir mati kedinginan kemarin karena terlalu senang dengan tawaran Taehyung

.

Jungkook menautkan jemarinya gugup, manik matanya terus mencuri pandang Taehyung yang sedang serius mengemudi disampingnya. Jungkook merasa bahwa matanya berkhianat karena terus melirik wajah Taehyung yang tetap tampan bila dilihat dari samping seperti ini

" Berhenti memperhatikanku seperti itu " suara dingin Taehyung membuat Jungkook tersentak kaget di tempat duduknya

" Maaf h..hyung " Taehyung tetap fokus menatap jalanan di depannya. Ia tak ingin mati konyol hanya karena diperhatikan oleh sosok kelinci manis disebelahnya. Taehyung merasa gugup ? enatahlah hanya tuhan dan Taehyung saja yang tahu jawabannya

" Turun disini. Aku tak ingin Joy melihatku pergi bersamamu" Taehyung menghentikan laju mobilnya di halte bus dekat gedung universitas mereka. Mulut pedasnya mengatakan sesuatu yang membuat hati Jungkook sakit kembali. Namun bagaimanapun namja imut itu tetap menuruni kata – kata Taehyung

Jungkook turun dari mobil Taehyung, ia berdiri di depan halte sampai mobil Taehyung pergi meninggalkannya. Jungkook menundukkan tubuhnya di bangku halte, kepalanya menunuduk mencoba memperbaiki moodnya yang sedikit berantakan. Jungkook menghiraukan bus yang berhenti di depannya dan menurunkan beberapa penumpang

" Jungkook-ah " suara disampingnya membuat Jungkook mengangkat wajahnya.

" Joy ! " ucap jungkook tak percaya. Pasalnya Joy yang selama ini dikenalnya tak pernah sekalipun naik bus

" Kau naik bus ? " tanya Jungkook ragu

Yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya antusias. Kalau dilihat – lihat joy adalah gadis yang cantik, manis pula. Tak heran jika Taehyung jatuh dalam pesona gadis itu

" Jungkook jungkook " Joy melambaikan tangannya tepat didepan wajah Jungkook yang terlihat melamun. Jungkook tersadar dari lamunannya saat tangan lentik Joy menyentuh pundaknya

" Ah maaf " Joy hanya tersenyum kecil sebelum menarik Jungkook. Mengajaknya berjalan bersama menuju gedung universitas mereka. Jungkook tersentak karena Joy menarik tangannya tiba – tiba. Ia menundukkan wajahnya menatap pergelangan tangannya yang digenggam joy

" Ah apa aku menakutkan bagimu hingga kau menundukkan wajahmu seperti itu " joy melepas genggaman tangannya. Suaranya terdengar merajuk membuat Jungkook mengangkat wajahnya kembali

" Tidak. Sungguh aku hanya merasa gugup jika berinteraksi dengan orang lain " Joy menyunggingkan senyumnya saat jungkook menatap wajahnya. Namun senyum gadis itu segera memudar melihat wajah Jungkook yang pucat menurutnya. Tangannya terulur menyentuh kening Jungkook membuat namja kelinci itu terdiam ditempatnya

" Jungkook-ah apa kau sakit ? Wajahmu pucat sekali " Joy menatap wajah Jungkook dalam membuatnya bergerak gelisah

" Ti..tidak aku hanya pusing, ya pusing " Jungkook tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya yang imut

' Bagaimana kau bisa menyakiti namja sepolos ini Tae ' batin joy sedih

" Joy ! " Jungkook dan Joy mengalihkan pandangannya menatap Taehyung yang berlari tak jauh dari mereka. Jungkook menundukkan wajahnya saat merasakan tatapan tajam Taehyung yang tertuju padanya

" A..aku harus masuk dulu. Sampai jumpa joy dan Tae-hyung " ucapan Jungkook melirih pada bagian akhir. Cepat – cepat ia melangkahkan kakinya menjauhi sepasang kekasih yang sangat populer di kampusnya

Joy menghela nafas saat melihat tubuh Jungkook menghilang dari pandangannya. Gadis cantik itu melangkahkan kakinya meninggalkan Taehyung dibelakangnya

" Yakk kenapa kau meninggalkanku " teriak Taehyung kesal

" Aku lapar. Aku ingin kekantin Tae " Taehyung melangkahkan kakinya lebih lebar menyusul langkah Joy yang terkesan tergesa – gesa

" Kau aneh. Ada sesuatu yang terjadi ? " Taehyung meraih pergelangan tangan Joy, menatap dalam kedua manik mata Joy yang selalu membuatnya merasa jatuh cinta

" Entahlah aku hanya merasa menjadi orang jahat disini " Taehyung mengerutkan dahinya bingung. Joy melepaskan genggaman tangan Taehyung dan berjalan kembali meninggalkan Taehyung.

.

Jungkook memegang kepalanya yang terasa berdenyut. Pandangannya terasa memudar. Jungkook baru menyadari bahwa tubuhnya terasa sangat lemas. Mungkin benar jika ia sakit seperti yang dikatakan Joy beberapa menit yang lalu

' Brukk '

Tubuh jungkook terjatuh bersama seseorang yang ditabraknya. Baru saja ia ingin berdiri namun tubuhnya terhuyung tak kuat menahan bobot tubuhnya sendiri

" Yahh hey kau tidak apa – apa " samar – samar Jungkook dapat mendengar suara namja didekatnya sebelum semuanya berubah gelap

.

.

.

TBC

Wkakaka kuki kenapa tuh ? ditabrak siapa kira – kira ?

Hehehe pada kesel sama taetae ya ? sama aku juga. Taetae mati aja *dibakar reader .ga

Gak nyangka banyak yang suka. Aku bakal berusaha update seminggu sekali, tapi kalo ada halangan yah mundur kkk

Balas review

Kookies : kkk seneng aja bikin orang menderita *digampar

Eh joynya gak jahat kok tenang aja, joy baik tahu. Cukup taetae aja yang jahat yang lain mah jangan ntar kasian dedek kuki

Reechan07 : ini udah lanjut. Keke makasih udah nunggu dan ini udah fast update menurutku

Iya taetae emang jahat. Anak siapa coba -'

Albino's Deer : iya nih taetae jahat amat :o

Tenang aja bakal ada waktunya taetae menderita ahahahah *ketawa setan

Kookiestaetae : ehh jan digantung dong berasa kek sempak dong ups :v

Dipohon cabe pula, kalo pohon cabenya semulus tubuh baekhyun mah mau :v

milapriscella25 : ntar bakal ada ceritanya kok, tapi masih lama ya. Yaudah tinju aja ntar aku yang nonton sama dedek kuki :v

taetae menderita ? kkk ada dong. Ya masa dia idup tenang udah nganuin dedek tersayang

Pra : taehyung : aku suaminya yang bikin cerita *ga :v

Gak tahu juga tergantung mpinya sih dia mau suka atau enggak *digampar

Makasih semua buat reviewnya

Maaf gabisa balas satu – persatu. Tapi aku seneng banget baca komertar kalian semua. Bikin semangat ngelanjutinnya

Makasih buat yang nge favs dan follows

Terakhir jan lupa review *senyum

Big Thank's to

[ ] [YulJeon] [utsukushii02] [definn] [Afyb] [Kim991] [gbrlchnerklhn] [tayhyung] [Pra] [ByunBaekh614] [milapriscella25] [Vookie] [Kookiestaetae] [Albino's Deer] [Riska971] [Nisrinaff127] [Reechan07] [Guest] [Cheryl894] [kookies] [diannurmayasari15]